بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Ismail Haniyah, mengatakan bahwa pertempuran pembebasan Baitul Maqdis belum selesai dan masih membutuhkan dukungan politik, sosial maupun materi. “Keteguhan warga Baitul Maqdis menegaskan bahwa Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha selamanya menjadi hak Muslimin,” tegasnya di depan ribuan peserta aksi bela Masjidil Aqsha di Turki.

Haniyah melanjutkan, “Peraturan yang diberlakukan penjajah Zionis di Baitul Maqdis adalah ilegal, karena keberadaan penjajah Zionis di tanah Palestina juga ilegal.” Haniyah juga menyerukan untuk terus mendukung serta memperkuat barisan warga Baitul Maqdis dalam melawan penjajah Zionis.

Seperti diketahui, Masjidil Aqsha masih di bawah penjajahan Zionis ‘Israel’ sejak 50 tahun lalu, yakni 8 Juni 1967. Ini merupakan kelanjutan penjajahan Inggris yang dimulai sejak 11 Desember 1917. Dengan demikian, Desember nanti tepat 100 tahun Masjidil Aqsha dan kota Baitul Maqdis lepas dari tangan ummat Islam. Jadi, berhentinya bentrok berdarah di Masjidil Aqsha belum berarti berhentinya penjajahan Zionis ‘Israel’ atas Masjidil Aqsha, kota Baitul Maqdis dan seluruh Palestina.

Sumber : Alray.ps | Sahabat Al-Aqsha

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ