بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ibnu Abbas atau adalah sepupu Nabi Muhammad.  Nama aslinya adalah Abdullah bin Abbas. Ia juga salah satu sahabat Nabi dan seorang ahli agama yang mendapat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau  seorang  ahli tafsir, pakar fikih, genetis Arab, peperangan dan sejarah.

Pernah menjadi gubernur di Basrah pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib.   Ia meriwayatkan banyak hadis shahih sesudah Aisyah r.a.  Dari keturunan  Ibnu Abbaslah berdirinya  Khalifah  Bani Abbasiyah.

Ibnu Abbas adalah salah satu dari 4 orang yang bernama Abdullah dari kalangan sahabat terkemuka, sehingga ia disebut Ibadillah.

 

 


Nasab Ibnu Abbas

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Abbas. Nama ia lebih dikenal luas dengan panggilan Ibnu Abbas.

Ayahnya adalah Abbas bin Abdul Muththalib, paman Rasulullah.

Ibunya adalah Ummu Fadhl Lubabah al Kubra binti Haris al Hilaliyah, yang merupakan wanita kedua yang masuk Islam dan teman dekatnya Khadijah binti Khuwailid, istri Rasululah. Ummu Fadhl juga saudara kandung Maimunah binti Harits bin Hazn, istri Nabi.

Kelak, cucu dari cucunya Ibnu Abas yakni Abu Abbas as Saffah dan Abu Ja’far al Mansur, dianggap sebagai pendiri dinasti Abbasiyah.

 


Saudara Saudara Ibnu Abbas

  1. Al Fadhal, dikuburkan di Syam.
  2. Abdullah, lebih dikenal sebagai Ibnu Abbas.  Banyak hadis shahih yang diriwayatkan melalui dirinya. Ia seorang ahli agama yang mendapat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.   Dia pernah menjadi gubernur di Basrah pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dia meninggal dan dikuburkan di Thaif, Arab Saudi.
  3. Qutsam bin Abbas, wajahnya mirip benar dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Ia pergi berjihad ke negeri Khurasan.  Pernah menjadi gubernur di Bahrain pada masa Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Samarkand
  4. Ma’bad bin Abbas  pernah menjadi gubernur di Mekkah pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan mati syahid di Afrika.
  5. Abdullah [ ? ], orangnya baik, kaya,dan murah hati meninggal dunia di Madinah.
  6. Ummu Habibah, tidak banyak dibicarakan oleh sejarah.
  7. Ubaidillah bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Yaman pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Madinah.

 


Tahun Kelahiran Ibnu Abbas

Ibnu Abbas  lahir di Mekah tahun 619 M atau 3  tahun sebelum Hijrah.

 


Tahun wafatnya Ibnu Abbas

Ibnu Abbas wafat pada tahun 687 M atau  68 H [ atau dalam riwayat lain : 78 H ].  Dalam usia 75 tahun atau 81 tahun. Dari Ibnu Jubair menceritakan, bahwa Ibnu Abbas wafat di Thaif.  Ia salah seorang sahabat yang paling lama hidup setelah Nabi wafat.  Ketika nabi wafat, ia masih sekitar 13 atau 17 tahun, jadi ia masuk kategori sahabat muda.

 


Kunyah Ibnu Abbas

Ibnu Abbas mendapat beberapa kunyah , yakni :

  1. Ibnu Abbas
  2. Al Bahr [ Samudra ] karena keluasan ilmunya
  3. Al Hibr [ Tampan ] karena ketampanannya
  4. Tarjuman Al Quran [ Juru Bicara Al Quran ] karena penguasaan Al Quran yang luas


Ibnu Abbas dan Tafsir

Meski dipandang sebagai Pelopor Ahli Tafsir, Ibnu Abbas tidak sempat menulis buku tafsir. Tetapi terdapat banyak tafsir yang diriwayatkan darinya.

Untuk melihat apa yang disebut Tafsir Ibnu Abbas, menurut Manna al Qattan [ penulis buku Mabahis fi Ulum Quran ] yang terbaik adalah tafsir yang diriwayatkan melalui perawi hadis Ali bin Abi Talhah al Hasyimi. Catatan : Imam Bukhari juga mengambil riwayat dari jalan ini.  Dan juga melalui perawi hadis Qays bin Muslim al Kufi [ w. 120 H ].

Kitab Tafsir yang mengumpulkan tafsir Ibnu Abbas antara lain ialah Tanwir al Miqbas min Tafsir Ibn Abbas, yang ditulis oleh Abi Tahir Muhammad bin Ya’qub asy Syairazy asy Syafi’i [ w. 817 H ]


Ibnu Abbas adalah Periwayat Hadis

Abdullah bin Abbas diperkirakan telah meriwayatkan 1.660 hadits, peringkat keempat setelah Abu Hurairah  [ 5.374 Hadis ], Abdullah bin Umar bin Khattab [ 2.630  Hadis  ], Anas bin Malik [ [ 2.266 Hadis ].

Menurut An Nasa’i, sanad hadis Ibnu Abbas paling Shahih adalah yang diriwayatkan oleh az Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utba, dari Ibnu abbas. Sedangkan yang paling Dhaif adalah yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Marwan as-Suddi Ash-Shaghir dan Al-Kalabi, dari Abi Shalih. Rangkaian ini disebut silsilah Al-Kadzib [ silsilah bohong ].

Ibnu Abbas banyak meriwayatkan hadis dari Al Fadhl [ paman ibunya ], Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdur Rahman bin Auf, Mu’az bin Jabal, Abu Zar al Ghiffari, Uay bin Ka’b [ w 19 H ], Abu Huraira dll.

Ia adalah sahabat yang  terpandang dan dijuluki Informan Umat. Mengingat banyaknya jumlah hadis yang diriwayatkan.

Lahir di Mekah dan besar di saat munculnya Islam, dan beliau terus mendampingi Rasulullah sehingga membuat Ibnu Abbas mampu meriwayatkan banyak hadis.

Abdullah lahir tiga tahun sebelum hijrah dan pernah didekap Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW berdoa :  Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah. [ Yang dimaksud hikmah adalah pemahaman terhadap Al Quran ]. Berilah ia pengertian dalam bidang agama dan berilah ia pengetahuan takwil [ tafsir ]”. HR. Tirmidzi dalam Tuhfatul Ahwadzi Juz X No. 40077.

Allah mengabulkan doa Nabi-nya sehingga Ibnu Abbas belakangan terkenal dengan penguasaan ilmunya yang luas dan pengetahuan fikihnya yang mendalam.  Ia adalah tempat untuk dimintai   fatwa penting sesudah Abdullah bin Mas’ud, selama kurang lebih tiga puluh tahun.

Tentang Ibnu Abbas, Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah berkata :”Tak pernah aku melihat seseorang yang lebih mengerti dari pada Ibnu Abbas tentang ilmu hadits Nabi Shallallahu alaihi Wassalam serta keputusan2 yang dibuat Abubakar ,Umar , dan Utsman.

Begitu pula tentang ilmu fikih ,tafsir ,bahasa arab , sya’ir , ilmu hitung dan fara’id. Orang suatu hari menyaksikan ia duduk membicarakan ilmu fiqih, satu hari untuk tafsir, satu hari lain untuk masalah peperangan, satu hari
untuk syair dan memperbincangkan bahasa Arab.

Sama sekali aku tidak pernah melihat ada orang alim duduk mendengarkan pembicaraan beliau begitu khusu’
nya kecuali kepada beliau. Dan setiap pertanyaan orang kepada beliau, pasti ada jawabannya”.

 


Ibnu Abbas dan Pemerintahan

Dalam bidang militer Ibnu Abbas pernah mengikuti ekspedisi militer ke Mesir tahun 18 -21 H, ke Afrika Utara tahun 27 H, Jurjan dan Tabaristan [ kini Iran Utara ] tahun 30 H, ke Constantinopel bersama Yazid bin Mu’awiyah dan Abdullah bin Umar pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.

Dalam perang Jamal antara AisyahThalhahZubair [ disatu pihak ] dan Ali bin Abi Thalib dipihak lain, Ibnu Abbas adalah salah satu komandan tentara Ali.  Ia menjadi gubernur Basra pada masa kekhalifan Ali.  Ibnu Abbas juga ikut menanda tangani Perjanjian Siffin.

Pada masa pemerintahan Mu’awiyah [ 661 – 680 ], Ibnu Abbas tinggal di Hedzjaz.  Ketika Abdullah bin Zubair meminta dukungannya untuk merebut jabatan khalifah, Ibnu Abbas [ dan Ali al Hanafiyah, anak Ali bin Abu Thalib ] menolak sehingga diusir oleh Abdullah bin Zubair dari Hedzjaz.  Ketika gerakan Abdullah bin Zubair dapat dipatahkan oleh Al Mukhtar [ tentaranya Yazid bin Mu’awiyah ] Ibnu Abbas kembali ke Hedzjaz dibawah perlindungannya, kemudian ia tinggal di Thaif sampai akhir hayatnya.

 


Ibnu Abbas dan Jibril

Ibnu Abbas pernah melihat Malaikat Jibril dalam dua kesempatan.  Ibnu Abbas berkata:

‘Aku bersama bapakku di sisi Rasulullah dan di samping Rasulullah ada seorang laki-laki yang membisikinya. Maka seakan-akan dia berpaling dari bapakku. Kemudian kami beranjak dari sisi Rasulullah seraya bapakku berkata, Wahai anakku, tahukah engkau kenapa anak laki-laki pamanmu (Rasulullah) seperti berpaling (menghindari aku)?

Maka aku menjawab, Wahai bapakku, sesungguhnya di sisi Rasulullah ada seorang laki-laki yang membisikinya. Ibnu Abbas berkata, Kemudian kami kembali ke hadapan Rasulullah lantas bapakku berkata, Ya Rasulullah aku berkata kepada Abdullah seperti ini dan seperti itu, kemudian Abdullah menceritakan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki di sampingmu yang berbisik-bisik kepadamu. Apakah benar memang ada seseorang di sampingmu?

Rasulullah balik bertanya, Apakah engkau melihatnya ya Abdullah? Kami menjawab, Ya. Rasulullah bersabda, Sesungguhnya ia adalah Jibril alaihiwassalam. Dialah yang menyibukkan kami dari kamu sekalian. [ HR. Ahmad dalam Fathu Rabbani dan At Thabrani dengan sanad shahih ]
Abbas mengutus Ibnu Abbas kepada Rasulullah dalam suatu keperluan, dan Ibnu Abbas menjumpai Rasulullah bersama seorang laki-laki. Maka tatkala ia kembali dan tidak bicara kepada Rasulullah, maka Rasulullah bersabda, Engkau melihatnya ? Abdullah (Ibnu Abbas) menjawab, Ya, Rasulullah bersabda, Ia adalah Jibril. Iangatlah sesungguhnya ia tidak akan mati sehingga hilang pandangannya (buta) dan diberi (didatangkan ilmu). [4]
Ia pernah di doakan Nabi dua kali, saat didekap dia dan saat ia melayani Rasulullah dengan mengambil air wudlu, Rasululah berdoa, Ya Allah fahamkanlah (faqihkanlah) ia. [ HR. Muslim ]

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.