بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makkah adalah kota suci yang disucikan Allah sejak pertama kali bumi ini diciptakan.  Karena kesuciannya, maka tidak boleh ada darah yang tumpah di tanah Haram ini.  Jangankan menumpahkan darah, menebang pohon pun terlarang di Makkah.

Kemudian ada pertanyaan dari seorang jahil, jika tidak boleh ada darah yang menetes di bumi haram, lalu, apa yang telah dilakukan Muhammad pada kota Makkah,  ketika dalam perang yang disebut pembebasan kota Makkah, dan kemudian ada nyawa yang hilang, ada darah yang tumpah? Tidakkan Muhammad sendiri yang telah melanggar ketetapan Allah itu?

Al Bukhari menyebutkan dalam kitab Shahihnya bahwa Qutaibah dan al Laits meriwayatkan dari Said bin Abu Said al Maqbury, dari Abu Syuraih al Adawiy.  Dia berkata kepada Amr bin Said yang hendak mengutus seseorang ke Makkah.

“Izinkan aku wahai Amirul Mukminin untuk menyampaikan hadist Nabi sehari setelah Pembebasan Kota Makkah.  Aku mendengarnya dengan kedua telingaku, memperhatikan dengan kesadaran hatiku dan melihat dengan kedua mataku sendiri saat Rasulullah mengucapkannga.  Beliau memuji Allah seraya bersabda : “Allah yang menjadikan Makkah sebagai kota suci, BUKAN MANUSIA.

Oleh karena itu orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak boleh menumpahkan darah dan menebang pohon di sana.  Jika ada seseorang membolehkan hal tsb, dengan alasan karena Rasulullah pernah melakukan peperangan di sana, maka katakan kepadanya : bahwa Allah mengijinkan RasulNya tetapi tidak mengijinkan kalian.  Allah mengijinkanku SATU WAKTU dalam sehari dan kesucian kota tersebut saat ini telah kembali sebagaimana kesucian sebelumnya.  Hendaklah orang yang hadir memberitahu orang orang yang tidak ikut hadir”.

Ada yang bertanya kepada Abu Syuraih, “Apa yang dikatakan Amr kepadamu?”

Abu Syuraih menjawab : “Amr berkata : Aku lebih mengetahui hal teesebut daripada dirimu, hai Abu Syuraih.  Sesungguhnya tanah suci ini tidak akan melindungi pelaku maksiat, orang yang melarikan diri karena menumpahkan darah, dan orang yang melarikan diri karena berbuat dosa”.

Namun Rasulullah bukanlah satu satunya manusia yang diberi ijin dari Allah untuk menumpahkan darah di Makkah (melakukan perang).  Karena kelak di akhir jaman, akan tiba masanya Al Mahdi memimpin umat Islam, untuk berperang dengan penguasa Makkah. Dan membebasakan kota suci itu, persis seperti apa yang telah dilakukan Rasulullah saat itu.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ