Hadis Sahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits.

Hadis sahih adalah salah satu dari 4 tingkatan hadis berdasarkan jumlah penutur.  Selengkapnya sbb :

Berdasarkan jumlah penutur
Jumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atau ketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut.

Tingkatan hadits pada klasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih, hasan, dla’if dan maudlu‘.

1. Hadis Sahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits.

Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Sanadnya bersambung (lihat Hadits Musnad di atas);
  • Diriwayatkan oleh para penutur/rawi yang adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
  • Pada saat menerima hadits, masing-masing rawi telah cukup umur (baligh) dan beragama Islam.
  • Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadits (’illat).

2. Hadis Hasan, bila hadits yang tersebut sanadnya bersambung, namun ada sedikit kelemahan pada rawi(-rawi)nya; misalnya diriwayatkan oleh rawi yang adil namun tidak sempurna ingatannya. Namun matannya tidak syadz atau cacat.

3. Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa hadits mauquf, maqthu’, mursal, mu’allaq, mudallas, munqathi’ atau mu’dlal), atau diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, atau mengandung kejanggalan atau cacat.

4. Hadis Maudhu atau maudlu‘, bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam rantai sanadnya dijumpai penutur yang dikenal sebagai pendusta.