Ghuluw adalah sikap berlebih lebihan dalam menjalankan syariat agama.  Bisa dikatakan ghuluw  merupakan penyakit yang sangat berbahaya dalam sejarah agama agama samawi (langit).

Dengan sebab ghuluw, zaman yang penuh dengan tauhid berubah menjadi zaman yang penuh kesyirikan. Zaman yang penuh dengan tauhid kepada Alla SWT   berlangsung sejak zaman Nabi Adam sampai diutusnya Nuh ‘alaihis salam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu. (Jami’u al-Bayan juz 2 hal. 194. Ibnu Katsir menukilkan penshahihan al Hakim pada Tafsir beliau juz 1 hal. 237)

Al Imam Ibnul Qayyim  berkata: “Tidaklah ada suatu perkara yang Allah subhanahu wata’ala, perintahkan [ kepada umat manusia ] melainkan setan menebarkan dua jaring jeratnya: meremehkan dalam menjalankan perintah tersebut (tafrith & idha’ah) dan berlebih lebihan padanya (ifrath & ghuluw).