Sebaiknya  bagi orang yang hendak makan memilih cara duduk yang baik dan menyenangkan. Jangan bertelekan, jjangan terlentang dan jangan makan dan minum sambil berdiri.

Adapun duduk bertelekan telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, ‘Sesungguhnya saya tidak makan secara bertelekan’

HR Bukhari, no 5398

Bertelekan maksudnya menyandarkan pundak pada sesuatu atau bertumpu pada salah satu tangan ke bumi. Maksud hadis di atas wallahu a’lam.
‘Sesungguhnya saya apabila makan tidak duduk di atas lantai dengan menaruh sandaran seperti orang yang mau melahap banyak hidangan dari berbagai menu makanan’
Nabi memang di utus di Jazirah Arab yang tradisinya merupakan hal yang pertengahan. Beliau tidak berlebih lebihan sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain. Alangkah baiknya penganut sebuah agama mengikuti tata cara hidup pemimpinnya, baik dalam masalah besar maupun kecil. [ Ta’liqatur Radliyah ]

Adapun duduk dengan cara tertelungkup di atas perut dan mukanya, maka hal itu telah dilarang oleh Rasulullah. HR Ibnu Majah.

Berdasarkan pengalaman, yang demikian itu akan menghalangi peredaran makanan dan memberatkan. Mengenai minum dengan cara berdiri, telah ada hadis Rasulullah yang melarang seseorang minum dengan berdiri.

Ketika Anas Bin Malik ditanya tentang makan sambil berdiri, beliau berkata: “Itu lebih jelek dan lebih buruk” HR Muslim.

Dengan demikian, seorang yang menikmati sesuatu dalam keadaan tenang dan diam, akan lebih baik  dan lebih mudah dalam peredarannya. Bila tidak, akan mengakibatkan keguncangan di dalam perut dan merusak siklus peredaran makanan [ Fathul Mannan ]

Dengan duduk, lebih bisa membuat seseorang tenang daripada dia berdiri. Orang yang minum dengan berdiri, dia mengajak setan untuk ikut minum bersamanya.
Rasulullah pernah melihat seseorang yang minum dengan berdiri, beliau bersabda kepadanya, “Muntahkanlah!” Orang tsb bertanya, “Kenapa wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda “Maukah kamu minum bersama kucing?” Orang tsb menjawab, “Tidak”.
“Tapi sudah ada yang ikut minum bersamamu yang lebih jelek dari itu, yaitu setan”

HR Ad Darimi.

 

Namun minum dengan berdiri bukanlah diharamkan, tetapi di makruhkan. Karena Rasulllah sendiri pernah minum sambil berdiri, baik karena uzur atau tidak. HR Bukhari.

 

Seorang Muslim hendaknya mengamalkan sunnah yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang. Sangat banyak umat muslim yang tidak paham soal adab makan dan minum sambil berdiri  meskipun hal ini  disebutkan dalam Shahih Muslim dan kitab lainnya.  Dan banyak yang menganggap sepele masalah sunnah ini.

Ini jelas merupakan suatu kesalahan, karena Allah berfirman dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 7 :

مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

 

 

Juga firman Allah dalam surat At Taghabun ayat 12 :

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ ۚ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.