بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Di dalam Old Testament (Perjanjian Lama/ Taurat) Tuhan disebut dengan 3 sebutan.

Elohim yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai God.  JHVH diterjemahkan menjadi Lord.  JHVH Elohim menjadi Lord God.

Seorang Yahudi Ortodoks tidak pernah mengucapkan nama JHVH meskipun nama itu tertulis hampir 7000 kali dalam Bible.  Ketika ia sampai pada kata itu, ia mengucapkannya : Adonai yang berarti My Lord.

Dengan demikian terjemahan JHVH adalah Lord.

Tak seorang (Yahudi) pun tahu, bagaimana asal muasal nama itu diucapkan.  Karena ucapan itu sudah terlarang sejak abad ke 2 SM.  Dan titik titik vokal Hebrew belumlah tercipta hingga beberapa abad kemudian.

Purits (orang orang yang mempertahankan kemurnian bahasanya) tidaklah membuat upaya rekontruksi.  Mereka melulu menuliskan JHVH atau YHVH, karena j dilafalkan seperti y dalam bahasa Hebrew. Sarjana sarjana lain mengubahnya menjadi Jahve atau Yahve. Tetapi transliterasi yang paling populer masihlah Jehovah.

Dikutip dari buku Kisah 25 Nabi Dalam Perspektif Baitul Maqdish.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ