بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dzulkaidah adalah  nama bulan ke-11 dalam kalender Hijriah.  Bulan Dzulkaidah termasuk satu dari empat bulan Haram [ Rajab, Muharram, Dzulkaidah dan Dzulhijjah ] yakni bulan yang dimuliakan Allah SWT. Dzulkaidah juga merupakan salah satu bulan haji [ Asyhrul Hajj ]  karena dibulan  inilah ibadah haji dan umroh mulai dilaksanakan hingga puncaknya nanti di awal bulan Dzulhijjah.

Arti bulan Dzulkaidah, berasal dari kata bahasa Arab

  • Dzul [ ذو ] artinya pemilik
  • Al Qa’dah ( tempat yang diduduki ).

Dalam kitab Al Mu’jam Al Wasith disebutkan bahwa dinamakan Dzulqaidah , karena pada bulan itu  adalah saat untuk menenangkan diri bagi kaum laki laki Arab, beristirahat dari segala urusan dunia, Mereka menikmatmnya dengan duduk duduk di rumah atau bersenda gurau di sekeliling Kabah.

Dzulkaidah juga ada yang mengartikan sebagai saat merendahkan kendaraan untuk dinaiki.  Dibulan itu para lelaki Arab naik ke punggung unta unta mereka dengan maksud untuk beristirahat berkeliling Kabah naik unta.

 


Kemuliaan Bulan Dzulkaidah

Termasuk dalam Bulan Bulan Haji  [ Asyhrul Hajj ]

Bulan Dzulkaidah adalah salah satu [ pelaksanaan ] bulan haji, seperti dalam firman Allah   SWT dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 197 :

. الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

( Musim ) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Dalam Tafsir Ibni Katsir (II/5, 356) dikemukakan bahwa Asyhur Ma’lumaat [ bulan-bulan yang telah diketahui ]  merupakan bulan yang tidak sah ihram menunaikan haji  kecuali pada bulan bulan ini. Dan ini pendapat yang benar [ shahih ]

Bulan Umroh Nabi

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umroh sebanyak 4 kali, semuanya di bulan Dzulkaidah [ kecuali umrah yang dilakukan bersama hajinya ].  Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Dzulkaidah, umrah tahun depan di bulan Dzulkaidah, … ‘ [ HR. Al Bukhari ]

Nabi صلي الله عليه وسلم menunaikan ibadah umrah hingga 4 kali, dan ini termasuk umrah beliau yang diiringi ibadah haji. Meskipun ketika itu beliau berihram pada bulan Dzulkaidah dan menunaikan umroh dan haji di bulan Dzulhijjah  [ Lathaa-iful Ma’aarif, karya Ibnu Rajab ]

Imam Ibnul Qayyim رحمه اللة menjelaskan bahwasannya menunaikan umrah di bulan bulan haji sama halnya dengan menunaikan haji di bulan bulan haji.

Bulan-bulan haji ini dikhususkan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan ibadah haji, dan Allah mengkhususkan bulan-bulan ini sebagai waktu pelaksanaannya.

Sementara umrah merupakan haji kecil ( hajjun ashghar ). Maka, waktu yang paling utama untuk umrah adalah pada bulan-bulan haji.

Sedangkan Dzulkaidah berada di tengah-tengah bulan haji tersebut. [ Zaadul Ma’aad II/96 ]  Karena itu, terdapat riwayat dari beberapa ulama Salaf bahwa mereka suka menunaikan umroh pada bulan Dzulkaidah. [ Lathaa-iful Ma’aarif hal. 456 ]    Akan tetapi, ini tidak menunjukkan bahwa umrah di bulan Dzulkaidah lebih utama dari pada umrah di bulan Ramadhan.

Karena telah jelas dalil dalil tentang besarnya keutamaan umrah di bulan Ramadhan sebagaimana yang telah dijelaskan. [ lihat juga Zaadul Ma’aad II/95-96 ]

Janji Allah Pada Musa

Di antara keistimewaan lain dari bulan Dzulkaidah, bahwa Allah سبحانه وتعالى berjanji kepada Nabi Musa عليه السلام untuk berbicara dengannya selama 30 malam di bulan ini.  Ditambah 10 malam di bulan Dzulhijjah berdasarkan pendapat mayoritas para ahli tafsir. [ Tafsir Ibni Katsir II/244 ]

Sebagaimana firman Allah   SWT dalam Al Quran surat Al A’raaf [7] ayat 142

سبحانه وتعالى: وَوَاعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ‌ “

Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi)…”

Saatnya Berdagang dan Bersyair

Masyarakat Arab sangat menghormati bulan bulan haram, baik di masa jahiliyah maupun di masa Islam.  Termasuk diantaranya bulan Dzulkaidah. Di zaman jahiliyah, bulan Dzukaidah merupakan kesempatan utk berdagang & memamerkan syair syair mereka.

Mereka mengadakan pasar tertentu utk pertunjukkan pamer syair, pamer kehormatan suku & golongan, sambil berdagang di sekitar Mekkah, kemudian selanjutnya mereka melaksanakan ibadah haji.
Bulan ini menjadi bulan aman bagi semuanya, satu sama lain tak boleh saling mengganggu. [ Khazanatul Adab, 2/272 ]
Ada beberapa pasar yang mereka gelar di bulan Dzulkaidah, diantaranya adalah

  • Pasar Ukaz. Letak pasar ini 10 mil dari Thaif ke arah Nakhlah. Pasar Ukaz diadakan sejak hari pertama Dzulkaidah hingga hari ke 20. (Al Mu’jam Al Wasith, kata: Ukaz) Setelah pasar Ukaz selesai, mereka menggelar :
  • Pasar Majinnah di tempat lain. Setelah pasar Ukkadz selesai, mereka menggelar Pasar Majinnah selama 10 hari

Setelah selesai berdagang & pamer syair, selanjutnya mereka melaksanakan ibadah haji. [ Al Aqdul Farid, 2/299 ]

Peristiwa Penting Yang Terjadi di Bulan Dzulkaidah

Banyak peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah terjadi pada bulan Dzulkaidah. Di antaranya adalah;

 

[table “” not found /]

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.