Allah telah berbicara kepada Nabi Musa di bukit Sinai dan lembah suci. Sedangkan Nabi Muhammad diajak bicara di Sidratul Muntahaa.

Firman Allah dalam surat An Najm: ‘Lalu Dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan’ ‘(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi sesuatu yang meliputinya’ ‘Kemudian Jibril pergi bersamaku menuju Sidratul Muntaha dan ternyata daun daunnya seperti daun gajah, buah buahannya seperti anjang anjang (tiang penopong). Sidratul Muntaha selalu diliputi oleh segala sesuatu (yang tunduk akan) perintah Allah, kapanpun turun perintahnya untuk berubah, maka diapun berubah. Tak ada seorangpun yagn sanggup menggambarkan akan keindahannya. Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang telah diwahyukan. Selanjutnya diwajibkanlah kepadaku shalat……..’

HR Muslim dan Bukhari

.