بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Orang orang Syiah menempatkan 12 imam mereka [ beserta keturunan keturunannya ] pad derajat yang tertinggi, dengan kemaksuman yang sama dengan maksumnya Rasulullah ﷺ.  Mereka menganggap imam imam mereka sebagai manusia yang hebat dengan berbagai kemampuan ghaib yang dimiliki.  Begitu tingginya kedudukan 12 imam tsb,  sampai sampai melebihi kedudukan para nabi [ selain Nabi Muhammad ﷺ  tentunya ].

Ilmu Imam Syiah Adalah Gabungan ilmu Rasulullah dan Ilmu Seluruh Nabi

Seluruh orang Syiah amat menghormati bahkan mengkultuskan 12 imam mereka.  Begitu tingginya derajat para imam SYiah, sampai sampai ilmu mereka adalah gabungan ilmu Nabi Muhammad dan ilmu seluruh para nabi !

Inilah pernyataan mereka –sebagaiaman yang termaktub dalam kitab Ushuul Al-Kaafi (karya Al-Kulaini)-

باب أن الأئمة ورثوا علم النبي وجميع الأنبياء والأوصياء الذين قبلهم

“Bab : Bahwasanya para imam mewarisi ilmu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan seluruh nabi dan orang-orang yang diwasiatkan sebelum mereka” (Ushuul Al-kaafi 1/280)

Ini menunjukkan para imam lebih hebat dari kebanyakan nabi dan rasul, karena seluruh ilmu para nabi sebelumnya terkumpulkan pada para imam. Sementara tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa setiap nabi mengumpulkan ilmu seluruh nabi sebelumnya. Jikapun mengumpulkan ilmu seluruh nabi sebelumnya maka tidak ada dalil juga terkumpulkan ilmu seluruh nabi sesudahnya. Karenanya ilmu para imam lebih hebat dari ilmu mayoritas para nabi.

Kehebatan ilmu para imam yang melebih ilmu para nabi ditegaskan juga dalam kitab Bihaarul Anwaar (jilid 26 hal 193-200). Al-Majlisi membuat sebuah bab yang ia beri judul :

باب : أَنَّهُمْ أَعْلَمُ مِنَ الأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ

“Bab : Bahwasanya para imam lebih berilmu dari pada para nabi ‘alaihim as-salaam” (Bihaarul Anwaar 26/193)

Lalu al-Majlisi membawakan riwayat-riwayat yang mendukung bab ini, diantaranya ;

Abu Abdillah (Imam Ja’far As-Shodiq) berkata :

“Demi Robnya kabah –tiga kali- bahwasanya seandainya aku di antara Musa dan al-Khodir maka sungguh aku akan kabarkan kepada mereka berdua bahwasanya aku lebih berilmu dari pada mereka berdua. Dan sungguh aku akan mengabarkan kepada mereka ilmu yang tidak mereka berdua miliki” (Bihaarul Anwaar 26/196)

Imam Al-Baaqir ‘alaihis salaam berkata : “Wahai Abdullah, apa pendapatmu tentang Ali, Musa, dan Isa?”. Aku (Abdullah As-Sammaan) berkata : “Aku yang harus aku katakan?”. Al-Baqir berkata : “Demi Allah, Ali lebih berilmu dari pada mereka berdua (Musa dan Isa)”. Lalu ia berkata, “Bukankah kalian berkata : Sesungguhnya ilmu Ali adalah ilmu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”. Kami berkata : Benar, akan tetapi orang-orang mengingkari !” (Bihaarul Anwaar 26/198)

Ilmu Para Imam Syi’ah Lebih Hebat daripada Ilmu Rasulullah

Meskipun dalam beberapa riwayat menunjukkan bahwa Ilmu Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu (imam pertama kaum Syiah) sama dengan ilmu Rasulullah ﷺ, serta kaum syiah terkadang masih canggung dan malu-malu untuk menyatakan bahwa ilmu para imam  lebih tinggi daripada ilmu Nabi ﷺ.

Akan tetapi banyak riwayat-riwayat yang lain yang menunjukkan bahwa para imam Syiah lebih tinggi ilmunya dari pada ilmu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Diantara riwayat tersebut adalah :

Riwayat dari Abi Abdillah (imam Ja’far As-Shoodiq) dimana ia berkata :

“Sesungguhnya Allah menciptakan para rasul ulul ‘azmi, dan Allah memuliakan mereka dengan ilmu, dan kami mewarisi ilmu para rasul ulul ‘azmi tersebut, dan Allah memuliakan kami di atas mereka pada ilmu mereka dan ilmu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ilmu yang mereka tidak ketahui. Ilmu kami adalah ilmu Rasulullah dan ilmu mereka (para rasul ulul ‘azmi)” (Bihaarul Anwaar 26/193).

Lihatlah sangat jelas Syiah meyakini bahwa ilmu para imam mereka melebihi ilmu para nabi, dan juga melebihi ilmu Rasulullah ﷺ. Karena ilmu para imam tersusun dari

(1) ilmu para rasul ulul ‘azmi (ditambah) (2) ilmu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (ditambah) (3) ilmu yang tidak diketahui oleh para nabi.

Selain itu terlalu banyak riwayat yang menunjukkan bahwa ilmu para imam lebih hebat daripada ilmu Nabi ﷺ. Diantaranya :

1) Riwayat riwayat yang menunjukkan bahwa para imam mengetahui seluruh ilmu masa depan, sementara Nabi tidak mengetahui seluruh ilmu masa depan.

Al-Majlisi membuat sebuah bab :
“Bab : Bahwasanya para imam tidak terhalangi dari ilmu langit dan bumi, surga dan neraka, dan bahwasanya ditampakkan kepada mereka perbendaharaan langit dan bumi. Mereka mengetahui ilmu yang lalu, dan ilmu yang akan datang hingga hari kiamat” (Bihaarul Anwaar 26/109)

2) Para imam mengetahui seluruh ilmu nabi dan rasul bahkan ilmu para malaikat.

Al-Kulaini membuat sebuah bab :

باب أن الأئمة يعلمون جميع العلوم التي خرجت إلى الملائكة والأنبياء والرسل

“Bab : Bahwasanya para imam mengetahui seluruh ilmu yang keluar kepada para malaikat, para nabi, dan para rasul” (Ushuul al-Kaafi 1/310)

3) Para imam mengetahui isi hati manusia, apakah mereka beriman atau munafiq.

Al-Majlisi berkata :

“Bab : Bahwasanya para imam mengetahui tentang hakekat iman dan hakekat kemunafikan orang-orang. Di sisi mereka ada kitab tertulis nama-nama penghuni surga dan nama-nama syi’ah (penolong) mereka, serta nama-nama musuh-musuh mereka” (Bihaarul Anwaar 26/117)

Sementara Nabi ﷺ tidak mengetahui seluruh orang munafiq kecuali yang dikabarkan oleh Allah.

Allah berfirman dalam surat At Taubah [9] ayat 101 :

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الأعْرَابِ مُنَافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَى عَذَابٍ عَظِيمٍ

Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.

Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 17-01-1435 H / 20-11-2013 M
Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ