بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Fatimah binti Muhammad adalah satu dari 2 perempuan ahlul bait yang sejarahnya diperkosa habis habisan oleh Syiah.  Satu lagi adalah Zaynab binti Ali bin Abu Thalib.
Ditangan Syiah, sejarah Fatimah menjadi begitu penuh kesyirikan dan kebatilan.  Ada banyak klaim tentang Fatimah yang dusta sama sekali.  Salah satunya yang terkenal adalah dongeng bahwa Fatimah adalah hasil berhubungan setelah puasa 40 hari.

Kita simak terlebih dahulu apa yang tertulis dalam kitab kitab hasil ulama Syiah tentang Fatimah ini :

Suatu hari Rasulullah besama Imam Ali bin Abu Thalib dan beberapa sahabat seperti Ammar bin Yasir, Hamzah dan Abbas duduk di ruang pertemuan.

[ cat red : perhatikan, sesungguhnya Ali lahir tahun 598 M atau 12 tahun sebelum Bi’tsah. Dan Ali mulai tinggal di rumah Rasulullah pada tahun 607 Masehi atau 3 tahun sebelum Bi’tsah ]

Jibril datang dalam bentuk aslinya dan berkata, ‘Wahai Muhammad, Allah SWT menyampaikan salam untukmu dan berfirman bahwa engkau harus menjauhkan diri dari Khadijah selama 40 hari’.

[ cat red : maksudnya Rasulullah tidak boleh bercampur dgn Khadijah, dan utk memastikan itu Rasulullah tidak pulang ke rumah.  Ini mirip ajaran hindu Kama Sutra, yg mana seseorang bila ingin mencapai kepuasan seksual dia harus melakukan ‘sesuatu’ dan berpuasa selama sekian minggu ]
Semenjak itu, Rasul tidak pulang ke rumah, siang hari beliau berpuasa dan malam hari beliau habiskan untuk beribadah sampai waktu subuh.  Rasulullah menyuruh  Ammar pergi ke rumah untuk menyampaikan pesan kepada Khadijah, istri yang setia, agar ia tidak cemas.  Rasulullah bersabda,

Katakanlah pada Khadijah bahw aaku meninggalkannya bukan karena aku tidak sayang, melainkan karena ini perintah Allah SWT.  Mungkin ada hal penting dibalik semua ini. Jangan cemas, engkau tetap memiliki kebaikan yang lebih dan engkau adalah wanita yang layak,  Allah suatau hari beberapa kali membanggakan dirimu dihadapan malaikat,  Setiap malam kuncilah pintu dan tidurlah ditempatmu.  Aku, sampai waktu yang ditentukan oleh Allah SWT yang Maha Bijaksana, akan berada di rumah Fatimah binti Asad

Khadijah menangis berahari hari karena perpisahan dengan orang yang disayanginya.  Ia sedih karena sampai waktu tertentu tidak bisa melihat wajah suami tercinta yang penuh keberkahan.

Setelah 40 hari, Jibril turun mendatangi Rasulullah dan berkata, ‘Wahai Muhammad SAW, Allah menyampaikan salam sejahtera padamu dan berfirman : ‘Malam ini bersiap siaplah untuk menerima hadiah dan kemuliaan dari-Ku’

Setelah itu, Malaikat Mikail membawa sebuah nampan yang ditutupi dengna kain sutra dari surga dan diletakkan di hadapan Rasulullah.  Lalu ia berkata : ‘Allah berfirman : Berbukalah pada malam ini dnegan makanan ini’

Mengenai hal ini imam Ali mengatakan, ‘Nabi setiap malam ketika hendak berbuka bersabda kepadaku, ‘Bukalah pintu agar setiap orang yang ingin berbuka dapat berbuka bersamaku’
Akan tetapi kali ini beliau bersabda, ‘Duduklah didepan pintu dan jangan biarkan seorangpun masuk karena makanan ini diharamkan untuk selain diriku’

Nabi Muhammad SAW membuka kain sutra penutup nampan makanan.  Diatas nampan tersebut, ada sepiring kurma, sepiring anggur dan segelas air dari surga.  Rasulullah memakan makanan tersebut sampai kenyang kemudian meminum air dari surga itu.  Jibril menuangakan air dari cawan surga ke tangan Rasul yang mulai, Mikail mencuci tangan tersebut, kemudian Israfil mengeringkan tangan beliau dengan kain.  Setelah itu, sisa makanan dikembalikan ke langit.  Karena Rasulullah telah siap untuk salat, Jibril pun berkata, ‘Saat ini engkau tidak perlu mengerjakan salat sunah.  Kembalilah ke rumah Khadijah sekarnag juga dan tetaplah disampingnya, karena Allah Zat Yang Hak ingin pada malam ini menciptkaan keturunan yang suci darimu’

Dengan bergegas, Rasulullah berangkat ke rumah Khadijah.

Khadijah menceritakan perpisahan selama 40 hari dan pertemuan kembali dnegan Rasululah seperti ini :

‘Saat itu, aku telah terbiasa dnegna kesendirian.  Ketika malam aku mengunci pintu dan menutup tirai, kemudian mengerjakan salat, lalu lampu kupadamkan dan pergi tidur.  Malam ke empatpuluh, antara bangun dan tidur, aku merasa ada seseorang mengetuk pintu.  Aku bertanya, ‘Siapa yang mengetuk pintu rumahku?’  Tidak seornagnpun yang berhak mengetuk pintu rumah selain Nabi Muhammad yang suci.  Tiba tiba dari balik pintu aku mendengar suara yang kurindukan berkata, ‘Aku Muhammad SAW. Bukalah pintu’

Mendengar suara yang memberikan kehidupan itu aku bergegas bangkit dan cepat cepat membuka pintu.  Rasulullahpun masuk.  Namun klai ini berbeda dengan kebiasaannya yang ketika hendak tidur selalu meminta air, memperbarui wudhu, mengerjakan shalat 2 rakaat, baru kemduian pergi ke tempat tidur.

Kali ini Rasulullah langsung menuju tempat tidur.  Tidak lama kemudian aku melihat dalam dirinya cahaya Fatimah‘.

• • •

Tahun berapakah sesungguhnya Fatimah lahir?

Dalam kitab kiab Shirah Nabi tulisan ulama Islam, tertulis bahwa seluruh anak  anak Rasulullah lahir sebelum bi’tsah.

Mulai dari Qasim, Zaynab, Abdullah, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.  Bahkan anak angkat bleiau Zaid bin Haritsah dan seluruh anak anak bawaan Khadijah LAHIR SEBELUM PENGANGKATAN Muhammad menjadi Nabi dan Rasul.  Hanya ada satu anak Rasulullah yang lahir setelah Bi’tsah.  Yakni Ibrahim [ lahir dari rahim Maria Qibtiyah ].

Fatimah lahir pada tahun 605 M atau LIMA TAHUN sebelum Bi’tsah atau 18 tahun sebelum Hijrah.  Saat itu Rasulullah berusia 35 tahun dan Khadijah 55 tahun.  Tahun kelahiran Fatimah ditandai dengan tahun terjadinya pemugaran Kabah.  Dimana pada saat itu terjadi peristiwa yang terkenal , yakni saat Muhammad mendamaikan para kabilah yang bertengkar soal siapa sesungguhnya yan berhak untuk mengangkat hajar aswad.

Catatan tambahan : tahun itu adlah juga tahun kelahiran Hafsah binti Umar, salah satu istri Rasululah.  Sedang Aisyah lahir 614 Masehi atau tahun ke 4 B atau 9 BH.  Jadi usia Fatimah lebih tua 9 tahun dari Aisyah

Jadi, bagaimana mungkin Fatimah lahir dari perintah Allah kepada Nabi untuk berpuasa selama 40 hari ?  Bukankah sebelum Bi’tsah, Muhammad hanya sekali bertemu dengan malaikat yakni saat peristiwa pembelahan dada.  Itupun bukan dengan Jibril atau Mikail atau Israfil.  Pertemuan Rasulullah dengan Jibril PERTAMAKALI terjadi saat Bi’tsah.

Dan saat itulah baru mulai turun perintah shalat.

Sungguh, cerita tentang puasa 40 hari diatas hanyalah khayalan orang orang sesat Syiah untuk menempatkan Fatimah pada tempat yang teramat agung dan suci.  Begitulah konsep ajaran Syiah, mejadikan Fatimah sebagai manusia suci,  karena nanti dari rahim Fatimah akan lahir lah para imam imam Syiah yang suci dan makshum.

Untuk mendukung dongeg 40 hari itulah maka dibuat sejarah Fatimah versi Syiah.

Kulaini dalam kitabnya Ushul al Kafi menyatakan,. “Kelahiran Fatimah Sa 5 tahun setelah peristiwa Bi’sat.” [1]Ya’kubi menulis, “ Umur Fatimah Sa ketika syahadah adalah 23 tahun.” [2]

[1] Kulaini, Ushul al-Kafi, jld. 1, hlm. 530.
[2]Jump up ↑ Ahmad bin Abi Ya’qub, Tarikh Ya’qubi, terjemahan:Muhammad Ibrahim Ayati, jld. 1, hlm. 512

Kelahiran Fatimah terjadi  pada tahun bi’tsat Rasulullah Saw. Pendapat ini sesuai dengan perkataan Syaikh Thusi yang menulis bahwa umur Fatimah Sa ketika menikah dengan Imam Ali As (5 bulan setelah Hijrah) adalah 13 tahun. [ Ayati, Cekide Tarikh Nabi_e Islam, hlm. 35-36 (dinukilkan oleh Misbah Mujtahid, hlm. 561 ]

JIKA Fatimah lahir pada thaun ke 5 Bi’tsah, maka itu berarti Fatimah lahir pada saat  saat sulit saat awal perkembangan Islam.  Saat perlawanan kaum Quraisya begitu sengit seklaigus kejam.  Tekanan yang dilancarkan kaum kafir itu sudah sedemikian beratnya sehingga pada  tahun 4 Bi’tsah, sekelompok kaum muslimin diperkenankan Rasululah untuk hijrah ke Habasyah atau Abbsysinia.  Itulah hijrah pertama yang dilakukan kaum muslimain!

Jadi bayangkan, di saat tekanan yang demikian hebatnya dari kaum kafir Quraisy,  mungkinkah Allah memerintahkan Rasulullah untuk selama 40 hari lamanya hanya beribadah shalat dan puasa, siang dan malam ? Dengan tujuan mensucikan diri ?
Padahal Nabi amat dibutuhkan kehadirannya oleh para sahabat, tanpa ada Nabi, niscaya umat yang masih seumur jagung itu akan tercerai berai dan mudah dibantai.
Lalu mengapa Khadijah tidak sekalian saja ikut ritual itu?  Mengapa hanya Rasulullah ? Bukankah kehamilan itu karena pertemuan sperma dan ovum? Ataukah Khadijah hanya dipinjam rahimnya saja?  Seperti kisah terjadinya Nabi Isa ? Ah, malah jadi semakin aneh.

Begitulah dusta Syiah.  Untuk mendukung pernyataan soal kesucian Fatimah, mereka tidak masalah untuk mengubah sejarah Fatimah yang sesungguhnya.

Naudzubillah min dzalik.

Wallahu a’lam bil showab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

..