<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Shalawat Nabi</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/syamail/shalawat-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/golongan-manakah-yang-akan-masuk-surga/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/golongan-manakah-yang-akan-masuk-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 04:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>titialfa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Golongan masuk surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5310</guid>
		<description><![CDATA[Terpecahnya umat ini sebagaimana terpecahnya ummat ummat sebelumnya: &#8220;Yahudi telah berpecah belah kedalam 71 atau 72 golongan. Nasrani pun telah berpecah belah ke dalam 71 atau 72 golongan dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan.&#8221; [HR Abu Dawud di dalam Sunannya, bab As-Sunnah] Dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi Wassalam bersabda: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/padangpasir8-300x230.jpg" alt="padangpasir8 300x230 Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" title="padangpasir8" width="300" height="230" class="alignnone size-medium wp-image-5318" /><br />
Terpecahnya umat ini sebagaimana terpecahnya ummat ummat sebelumnya:</p>
<p>&#8220;Yahudi telah berpecah belah kedalam 71 atau 72 golongan. Nasrani pun telah berpecah belah ke dalam 71 atau 72 golongan dan umatku akan berpecah menjadi 73 golongan.&#8221;</p>
<p>[HR Abu Dawud di dalam Sunannya, bab As-Sunnah]</p>
<p>Dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu &#8216;Alaihi Wassalam  bersabda:</p>
<p>&#8220;Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan satu golongan di surga  dan 70 golongan di neraka.  Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga.  Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya ummatku ini pasti akan berpecah  belah menjadi 73 golongan  satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka.&#8221; </p>
<p>Lalu beliau ditanya:</p>
<p>&#8220;Wahai Rasulullah siapakah mereka ?&#8221;  Beliau menjawab: &#8220;Al Jamaah.&#8221;</p>
<p>[Sunan Ibnu Majah Soal 3982]</p>
<p>Dan yang dimaksud dengan Al Jamaah adalah jalan hidup yang telah ditelusuri  oleh Nabi Shalallahu &#8216;Alaihi Wassalam dan para sahabatnya dalam hal aqidah  dan amal.</p>
<p>Di antara golongan yang menisbatkan dirinya kepada Islam ada yang sesat di dalam bab tauhidullah dan asma serta sifat-Nya. </p>
<p>Mereka berkata bahwa sesungguhnya semua yang ada adalah Allah atau bahwa Allah menyatu dalam diri makhluk, -Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka-  bahkan yang sebenarnya adalah bahwa Allah berada di atas langit, tegak (istawa) di atas Arsy-Nya dan terpisah dari makhluk-Nya.</p>
<p>Di antara golongan itu ada pula yang sesat dalam bab iman. Mereka mengeluarkan  amal dari iman dan mengatakan bahwa iman tidak bertambah ataupun berkurang.</p>
<p>Padahal yang benar adalah bahwa iman itu ucapan dan amalan, bertambah dengan  ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan.</p>
<p>Di antara mereka ada pula yang sesat dengan mengeluarkan orang yang melakukan  dosa besar dari Islam (dianggap kafir-pent.) dan memvonisnya sebagai orang yang kekal di dalam neraka.</p>
<p>Padahal yang benar, pelaku dosa besar -selain syirik dan kufur besar- tidak mengeluarkan mereka dari Islam.</p>
<p>Di antara mereka ada pula yang sesat dalam hal qadha&#8217; dan qadar.  Mereka mengatakan bahwa manusia dipaksa terhadap amal-amalnya.  Padahal yang benar adalah bahwa manusia itu mempunyai kehendak dan keinginan,  oleh karena itu dia akan dihisab  dan akan memikul akibat dari perbuatannya.</p>
<p>Di antara mereka ada lagi yang sesat dalam bab Al-Quran. Mereka mengatakan  bahwa  Al-Quran adalah makhluk padahal yang benar Al-Quran itu Kalam Allah yang diturunkan dan bukan makhluk.</p>
<p>Di antara mereka ada pula yang sesat dalam bab sahabat. Mereka mengkafirkan para sahabat dan mencelanya padahal mereka adalah pada sahabat Nabi Shalallahu &#8216;Alaihi Wassalam yang mulia,  orang-orang yang hidup ketika wahyu diturunkan di antara mereka, merekalah orang yang paling berilmu dan paling taat beribadah di kalangan ummat ini. Mereka berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad dan Allah menolong dien ini dengan mereka dan Allah telah ridha kepada  mereka.</p>
<p>Demikianlah semua golongan yang menyimpang dari Islam dan mengada-ada kebid&#8217;ahan dalam dienullah semuanya merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka, mereka telah menelusuri jalan syetan yang menyimpang dari firman Allah:</p>
<p>&#8220;Dan sesungguhnya inilah jalanku yang lurus, maka ikutilah jalan ini dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain lalu kalian akan berpisah dari jalan-nya. Yang demikian itu Allah telah mewasiatkan kepadamu agar kalian  bertaqwa.&#8221;  [Al An'am 153]</p>
<p>Kita memohon kepada Allah agar Dia menjadikan kita dari kalangan Ahlus Sunnah  yang selamat dari neraka dan memasukkan kita ke dalam surga beserta orang-orang      yang mulia, Dan semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi kita      Muhammad.</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?"  title="Golongan Manakah Yang akan Masuk Surga?" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/golongan-manakah-yang-akan-masuk-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/jemputlah-dia-yang-menggumamkan-namamu/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/jemputlah-dia-yang-menggumamkan-namamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 06:48:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5062</guid>
		<description><![CDATA[Pada pertengahan tahun enam puluhan, saya membentuk keluarga sederhana di tengah tetangga-tetangga yang sederhana dan di perumahan sangat sederhana. Pendapat saya tentang agama juga sederhana. Pegangan saya Al-Quran dan hadis, titik. Saya tidak suka pada peringatan maulid, karena tidak diperintahkan dalam Al-Quran dan hadis. Saya tidak suka salawat yang bermacam-macam selain salawat yang memang tercantum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/teratai.jpg" alt="teratai Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" title="teratai" width="237" height="157" class="alignnone size-full wp-image-5063" /><br />
Pada pertengahan tahun enam puluhan, saya membentuk keluarga sederhana di tengah tetangga-tetangga yang sederhana dan di perumahan sangat sederhana. Pendapat saya tentang agama juga sederhana. Pegangan saya Al-Quran dan hadis, titik. Saya tidak suka pada peringatan maulid, karena tidak diperintahkan dalam Al-Quran dan hadis. Saya tidak suka salawat yang bermacam-macam selain salawat yang memang tercantum dalam hadis-hadis sahih. Saya senang berdebat mempertahankan paham saya. Saya selalu menang, sampai saya bertemu dengan Mas Darwan.</p>
<p>Mas Darwan adalah orang yang jauh lebih sederhana dari saya. Mungkin pendidikannya tidak melebihi sekolah dasar. Ia pensiunan PJKA. Usianya boleh jadi sekitar enam puluhan. Tetapi penderitaan hidup membuatnya tampak lebih tua. Pendengarannya sudah rusak. Karena itu, ia sedikit bicara, banyak bekerja. Ia sering memperbaiki rumahku tanpa saya minta. Ia sangat menghormati saya, yang dianggapnya seorang kiyai muda di kampung itu. Padahal ia tahu bahwa saya selalu datang terlambat ke mesjid untuk salat subuh.</p>
<p>Untuk mengisi waktunya, ia mencangkul petak-petak kosong yang terletak di antara rel kereta api di dekat stasiun Kiaracondong. Ia menanaminya dengan ubi. Pada suatu hari, ketika ia asyik mencangkul, kereta api cepat dari Yogya menyenggol belakangnya. Ia jatuh terkapar berlumuran darah. Ketika saya mengunjunginya di kamar gawat darurat, saya mendapatkan tubuh Mas Darwan sudah dipenuhi dengan slang-slang transfusi. Saya melihat matanya mengedip padaku dan pada isterinya. Istrinya mendekatkan telinganya ke mulut Mas Darwan. Saya tidak mendengar apa-apa. Sesaat kemudian, ia menghembuskan nafas terakhir.</p>
<p>Saya pulang dengan sedih dan rasa ingin tahu. Apa gerangan yang dibisikkan oleh Mas Darwan pada detik-detik terakhir kehidupannya? Pada hari berikutnya, isterinya mengantarkan nasi tumpeng ke rumahku. Saya hampir menolaknya, karena saya tidak suka selamatan kematian yang biasa disebut sebagai tahlilan. Isterinya bertutur, “Pak Kiyai ingat ketika Masku berbisik padaku? Ia berpesan: Bulan ini bulan maulid. Jangan lupa slametan buat Kanjeng Nabi saw.”</p>
<p>Pada saat-saat terakhir, Mas Darwan tidak ingat petak-petak ubinya. Ia lupa isteri dan anak-anaknya. Ia lupa dunia dan segala isinya. Yang diingatnya pada waktu itu hanyalah Rasulullah saw. Kepongahan saya sebagai orang yang mengerti agama runtuh. Mas Darwan tidak banyak membaca hadis atau tarikh Nabi saw. Ia memang buta huruf. Ia hanya mendengar tentang Nabi dari guru-gurunya. Ia tidak mengerti apa bedanya sunah dan bid’ah. Ia hanya tahu bahwa Kanjeng Nabi adalah sosok manusia suci yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Tak terasa airmata menghangatkan pipiku. Saya hanya bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada Mas Darwan dengan dua patah kata: Cinta Nabi.</p>
<p>Mas Darwan memiliki kecintaan kepada Rasulullah saw yang jauh lebih tulus dariku. Kemampuanku berdebat habis dibakar oleh api cintanya. Pesan terakhir Mas Darwan adalah definisi cinta yang paling tepat. “Tidak mungkin cinta didefinisikan secara lebih jelas kecuali dengan cinta lagi. Definisi cinta dalah wujud cinta itu sendiri. Cinta tidak dapat digambarkan lebih jelas daripada apa yang digambarkan oleh cinta lagi,” kata Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij al-Salikin.</p>
<p><strong>Cinta menurut Ibn Qayyim</strong></p>
<p>Cinta tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Tetapi menurut Ibn Qayyim, cinta dapat dirumuskan dengan memperhatikan turunan kata cinta, mahabbah, dalam bahasa Arab. Mahabbah berasal dari kata hubb.</p>
<p>Ada lima makna untuk akar kata hubb.<br />
<em><strong>Pertama,</strong></em> al-shafâ wa al-bayâdh, putih bersih. Bagian gigi yang putih bersih disebut habab al-asnân.</p>
<p><em><strong>Kedua,</strong></em> al-‘uluww wa al-zhuhûr, tinggi dan tampak. Bagian tertinggi dari air hujan yang deras disebut habab al-mâi. Puncak gelas atau cawan disebut habab juga. </p>
<p><em><strong>Ketiga</strong></em>, al-luzûm wa al-tsubût, terus menerus dan menetap. Unta yang menelungkup dan tidak bangkit-bangkit dikatakan habb al-ba’îr.</p>
<p><<em>strong>Keempat</strong></em>, lubb, inti atau saripati sesuatu. Biji disebut habbah karena itulah benih, asal, dan inti tanaman. Jantung hati, kekasih, orang yang tercinta disebut habbat al-qalb.</p>
<p><em><strong>Kelima</strong>,</em> al-hifzh wal-imsâk, menjaga dan menahan. Wadah untuk menyimpan dan menahan air agar tidak tumpah disebut hibb al-mâi.</p>
<p><strong>Marilah kita ukur kecintaan kita kepada Rasulullah saw dengan lima hal di atas</strong>.</p>
<p>Pertama, cinta ditandai dengan ketulusan, kejujuran, dan kesetiaan. Anda tidak akan mengkhianati orang yang Anda cintai. Jika Anda mencintai Rasulullah saw, Anda akan tetap setia kepadanya. Anda tidak akan mencampurkan kecintaan Anda kepadanya dengan motif-motif duniawi. Anda akan memberikan seluruh komitmen Anda.</p>
<p>Rasulullah saw pernah menguji kecintaan sahabat sebelum perang Badar. Kepada para sahabat dihadapkan dua pilihan: Menyerang kafilah dagang yang dipimpin Abu Sufyan atau menyerang pasukan Quraisy. Kebanyakan sahabat menghendaki kafilah dagang karena menyerang mereka lebih mudah dan lebih menguntungkan. Nabi saw menghendaki musuh yang akan menyerang Madinah dan berada pada jarak perjalanan tiga hari dari Madinah.</p>
<p>Allah swt berfirman, “Dan ingatlah ketika Allah menjanjikan kepadamu dari kedua kelompok, yang satu untuk kamu, tetapi kamu menginginkan yang tidak mempunyai senjata untuk kamu. Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan kalimat-Nya dan menghancurkan pusat kekuatan orang-orang kafir.” (QS. Al-Anfal; 7).</p>
<p>Rasulullah saw bersabda: “Tuhan menjanjikan kepada kalian dua pilihan –menyerang kafilah dagang atau menyerang pasukan Quraisy” Abubakar berdiri, “Ya Rasulallah, itu pasukan Quraisy dengan bala tentaranya. Mereka tidak beriman setelah kafir dan tidak akan merendah setelah perkasa.” Beliau menyuruh Abu Bakar duduk, seraya berkata, “Kemukakan pendapatmu kepadaku.” Umar berdiri dan mengucapkan pendapat sama seperti pendapat Abu Bakar. Rasulullah saw pun menyuruhnya duduk kembali.</p>
<p>Kemudian Miqdad berdiri, “Ya Rasul Allah, memang itulah Quraisy dan bala tentaranya. Kami sudah beriman kepadamu, sudah membenarkanmu, dan kami bersaksi bahwa yang engkau bawa itu adalah kebenaran dari sisi Allah. Demi Allah, jika engkau memerintahkan kami agar kami menerjang pohon yang keras dan duri yang tajam, kami akan bergabung bersamamu. Kami tidak akan berkata seperti Bani Israil kepada Musa –Pergilah kamu bersama Tuhanmu, beperanglah kalian berdua, kami akan duduk di sini saja. Tetapi kami akan berkata: Pergilah engkau bersama Tuhanmu, berperanglah dan kami akan berperang bersamamu.”</p>
<p>Wajah Nabi saw bersinar gembira. Beliau mendoakan Miqdad. Beliau juga meminta pendapat Anshar, kelompok mayoritas yang hadir di situ. Berdirilah Sa’ad bin Mu’adz: “Demi ayah dan ibuku, ya Rasul Allah, sungguh kami sudah beriman kepadamu, membenarkanmu, dan menyaksikan bahwa apa yang engkau bawa itu adalah kebenaran dari Allah. Perintahkan kepada kami apa yang engkau kehendaki&#8230; Demi Allah, sekiranya engkau perintahkan kami untuk terjun ke dalam lautan, kami akan terjun ke dalamnya bersamamu. Mudah-mudahan Allah memperlihatkan kepadamu yang menentramkan hatimu. Berangkatlah bersama kami dalam keberkahan dari Allah.” Berangkatlah Rasulullah saw bersama sahabatnya meninggalkan kota Madinah untuk menyongsong musuh yang bersenjata lengkap. </p>
<p>Pada waktu itulah turun ayat, “Sebagaimana Tuhanmu mengeluarkan kamu dari rumahmu dengan kebenaran, walaupun sebagian dari kaum mukminin membencinya.” (QS. Al-Anfal; 5).</p>
<p>Sikap Miqdad dan Mu’adz menunjukkan cinta setia mereka kepada Rasulullah saw. Mereka segera menangkap kehendak kekasihnya –Rasulullah saw- dan mereka mengesampingkan tujuan-tujuan duniawi demi membahagiakan Nabi saw yang dicintainya. Di dalamnya juga ada tanda kedua dari cinta, yakni pengutamaan kehendak Rasulullah saw di atas kehendak dan keinginan mereka.</p>
<p>Abdullah bin Hisyam bercerita, “Kami sedang bersama Nabi saw. Ia memegang tangan Umar bin Khaththab.</p>
<p>Umar berkata:&#8221; Ya Rasul Allah, engkau lebih aku cintai dari apa pun kecuali dari diriku sendiri&#8221;.<br />
Nabi saw berkata:&#8221; Tidak. Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, belum sempurna iman kamu sebelum aku lebih kamu cintai dari dirimu sendiri&#8221;.<br />
Umar berkata lagi: &#8220;Sekarang memang begitu demi Allah. Sungguh engkau lebih aku cintai dari diriku sendiri&#8221;.<br />
Nabi saw bersabda: &#8220;Sekaranglah, hai Umar.”</p>
<p>Taktala Imam Ali bin Abi Thalib kw ditanya:&#8221; Bagaimana kecintaan kalian kepada Rasulullah saw?<br />
Ia menjawab: &#8220;Demi Allah, ia lebih kami cintai dari harta kami, anak-anak kami, orangtua kami dan bahkan lebih kami cintai daripada air sejuk bagi orang yang kehausan&#8221;.</p>
<p>Kebenaran ucapan Imam Ali itu dibuktikan dalam peristiwa Uhud. Kepada seorang sahabat perempuan Anshar diperlihatkan anggota keluarganya yang syahid di situ –ayahnya, saudaranya, dan suaminya.</p>
<p>Ia bertanya: “Bagaimana keadaan Rasulullah saw?”<br />
Orang-orang menjawab: “Ia baik-baik saja, seperti yang engkau sukai.”<br />
Ia berkata lagi: “Tunjukkan beliau kepadaku supaya aku pandangi beliau.” Ketika ia melihatnya, ia berkata: “Sesudah berjumpa denganmu, ya Rasul Allah, semua musibat kecil saja!”</p>
<p>Atau ketika Zaid bin Al-Datsanah ditangkap oleh kaum musyrikin. Sambil tidak henti-hentinya menerima penganiayaan dan siksaan, ia diseret dari Masjidil Haram ke padang pasir untuk dibunuh. Abu Sofyan berkata kepadanya: “Hai Zaid, maukah Muhammad kami ambil dan kami pukul kuduknya, sedangkan engkau berada di tengah keluargamu?” Zaid melonjak, seakan-akan seluruh kekuatannya pulih kembali. Ia membentak: “Tidak, demi Allah. Aku tidak suka duduk bersama keluargaku sementara sebuah duri menusuk Muhammad.” Kata Abu Sufyan: “Aku belum pernah melihat manusia mencintai seseorang seperti sahabat-sahabat Muhammad mencintai Muhammad.”</p>
<blockquote><p>&#8220;Ya Rasulullah, kelak jemputlah siapa saja dari ummatmu yang mencintai Allah dan Rasulnya lebih dari cintanya pada apapun juga termasuk keluarganya dan dirinya sendiri , jemputlah ia yang setia kepadamu, menjalankan sunnah yang engkau tegakkan dan yang senantiasa menggumamkan namamu dengan ber-shalawat kepadamu&#8221;.</p></blockquote>
<p>[atas beberapa sebab, admin tidak dapat menyebutkan nama penulis artikel ini. mohon maaf]</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!"  title="Jemputlah Dia Yang Menggumamkan Namamu!" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/jemputlah-dia-yang-menggumamkan-namamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-ii-begitu-besar-cinta-rasul-kepada-kita-3/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-ii-begitu-besar-cinta-rasul-kepada-kita-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 14:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Keajaiban Shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5043</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertaqwalah kepadaNya. Kuwariskan 2 hal pada kalian, Al Quran dan Sunnahku. Barangsiapa mencintai sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang yagn [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images123.jpg" alt="images123 Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]" title="images12" width="228" height="221" class="alignnone size-full wp-image-5044" /><br />
Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung burung gurun enggan mengepakkan sayap.  Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya.  Maka taati dan bertaqwalah kepadaNya.  Kuwariskan 2 hal pada kalian, Al Quran dan Sunnahku.  Barangsiapa mencintai sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang yagn mencintaiku akan bersama sama masuk surga bersamaku”</p>
<p>Kutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabanya satu persatu.  Abu Bakar menatap mata itu dengna berkaca kaca.  Umar dadanya berdegubkencang menaha napas dan tangisnya.  Utsman menghela napas panjang.  Ali menundukkan kepala dalam dalam…..Isyarat itu telah datang, saatnya telah tiba.</p>
<p>“Rasulullah akan meninggalkan kita semua” desah hati semua sahabat kala itu.<br />
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.  Tanda tanda itu semakin kuat tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun mimbar.<br />
Saat itu seluruh sahabat yang hadir serasa Manahan detik detik berlalu.  Matahari kian tinggi, tetapi pintu Rasulullah masih tertutup.  Di dalamnya Rasulullah sedang terbaring lemah dengan kening berkeringat dan membasahi pelepah kurma yagn menjadi alas tempat tidurnya.</p>
<p>Tiba tiba dari luar pintu  terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.  “Bolehkah saya masuk?” tanyanya.<br />
Tetapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk.<br />
“Maafkanlah, tetapi ayahku sedang demam” kata Fatimah sambil membalikkan badan dan menutup pintu.  Kemudian dia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membukakan mata dan beratnya pada Fatimah.<br />
“Siapakah itu, wahai putriku?”<br />
“Aku tidak kenal ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut.  </p>
<p>Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.  Satu satu garis wajahnya seolah hendak di kenang.  “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.  Dialah malaikat maut,” kata Rasulullah.<br />
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.  Malaikat maut datang menghampiri, tetapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.  Kemudian dipanggilah Jibril yagn sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut  ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.</p>
<p>“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara lemah.<br />
“Pintu pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.  Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.  Tetapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.</p>
<p>“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi.<br />
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”<br />
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya’” kata Jibril.  Detik detik semakin dekat, saatnya Izrail melaksanakan tugas.  Perlahan ruh Rasulullah di tarik.  Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat urat lehernya menegang.  “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini’ lirih Rasulullah mengaduh.</p>
<p>Fatimah terpejam, Ali disampingnya menunduk kian dalam dan Jibril membuang muka.<br />
“jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?’ Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.<br />
“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah di renggut ajal” kata Jibril.  Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi.<br />
“Ya Allah, dasyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”</p>
<p>Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.  Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya, ‘Ushikum bi ash shalati wa ma malakat aimanukuk’ Peliharalah shalatmu dan santuni orang orang lemah di antaramu.<br />
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat sahabat saling berpelukan.  Fatimahmenutup wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasul yang mulai kebiruan.  </p>
<p>‘Ummati ummati ummati’ dan pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.</p>
<p>Siapakah yang disapa lembaut Rasulullah pada detik detik akhir hayatnya? Umatku…umatku…umatku…  Inilah Nabi yang membasahi janggutnya dengan air mata akrena memikirkan derita umat sepeninggalnya, yagn merebahkan dirinya di atas tanah dan mengangkatnya sebelum Allah mengizinkannya untuk memberikan syafaat kepada umatnya, yang suka dukanya terpaut dengan umat yang dipimpinnya.</p>
<p>‘Telah datang kepadamu seorang rasul dari kalanganmu sendiri.  Berat baginya apa yag kamu derita, sangat ingin agar kamu mendapatkan kebahagiaan.  Ia sangat pengasih dan penyayang kepada orang orang yang beriman’ (QS At Taubah, 9:128)</p>
<p>Begitu besar cinta Rasul kepada umatnya.  Begitu dalam kasih sayangnya kepada kita semua.  Kini, mampukah kita membalas cinta sucinya?</p>
<p>Abu Dzar bercerita bahwa Nabi bangun malam dan mendirikan shalat.  Beliau terus menerus membaca satu ayat &#8220;Jika Engkau mengazab mereka, mereka adalah hamba hambaMu.  Jika Engkau ampuni mereka, Engkau sungguh Maha Perkasa dan Maha Bijaksana&#8221; [QS Al Maidah 5:118]</p>
<p>Beliau rukuk dan sujud dengan ayat itu.  Abu Dzar bertanya, &#8220;Ya Rasulullah, tak henti hentinya engkau membaca ayat itu sampai subuh.  Engkau rukuk dan sujud dengan ayat itu&#8221;<br />
Nabi menjawab: &#8220;Sesungguhnya aku memohon kepada Tuhanku agar diperkenankan untuk memberikan syafaat buat umat ku.  Dia memberikan perkenanNya.  Syafaatku insyaAllah akan mencapai siapa saja yang tidak mempersekutukan Tuhan&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p>Ketika kita shalat malam, rukuk dan sujud di depan Tuhan, kita memanjaatkan doa doa kita sendiri.  Ketika Nabi shalat malam, beliau menyampaikan permhonan untuk umatnya, untuk kita semua.  Persoalannya, pantaskah kita yang berlumur dosa ini mengaku umatnya dan layak mendapatkan syafaatnya?</p>
<blockquote><p>Ya Wajihan, Indallah, Isyfa&#8217;lana &#8216;Indallah</p></blockquote>
<p>Dalam Al Matsnawi, Jalaluddin Rumi bercerita tentnag Rasulullah.  Pada suatu hari di masjid, Rasul kedatangan serombongan kafir yang meminta untuk bertemu.</p>
<p>Mereka berkata, &#8220;Kami datang dari jarak yang jauh, kami ingin bertamu kepada engkau, ya Rasulullah&#8221;</p>
<p>Lalu rasul mengantar para tamu kepada para sahabatnya. Salah seorang kafir yang bertubuh besar seperti raksasa tertinggal di masjid karena tidak ada seorang sahabatpun yang mau menerimanya.  Dalam kalimat Rumi, dia tertinggal di masjid seperti tertinggalnya ampas di dalam gelas.  </p>
<p>Mungkin para sahabat takut menjamunya karena membayangkan harus menyediakan wadah yang sangat besar. Lalu Rasul membawa dan menempatkannya pada sebuah rumah.  Dia diberi jamuan susu dengan  mendatangkan 3 ekor kambing dan seluruh susu itu habis diminumnya.  Dia  juga menghabiskan makanan untuk 18 orang, sampai orang yang ditugasinya jengkel.  Akhirnya petugas itu menguncinya di dalam.  Tengah malam, orang kafit itu menderita sakit perut.  Dia hendak membuka pintu, tetapi pintu itu terkunci.  Ketika rasa sakit tidak tertahankan lagi, akhirnya ornag itu mengeluarkan kotoran di rumah itu.</p>
<p>Setelah itu dia merasa malu dan terhina.  Seluruh perasaan bergolak dalam pikirannya. DIa menunggu sampai menjelang subuh dan berharap ada orang yang membukakan pintu.  Pada saat subuh, dia mendengar pintu itu terbuka, segera saja dia lari keluar.  Dan ternyata yang membukakan pintu itu adalah Rasulullah.</p>
<p>Rasul tahu apa yang terjadi pada orang kafir itu.  KEtika Rasul membukakan pintu itu, Rasul sengaja bersembunyi agar orang kafir itu tidak merasa malu untuk meninggalkan tempat tersebut.</p>
<p>Ketika orang kafir itu sudah pergi jauh, dia teringat bahwa azimatnya tertinggal di rumah itu.  Jalaluddin Rumi berkata, &#8220;Kerasukan mengalahkan rasa malunya.  Keinginan untuk memperoleh barang yang berharga itu menghilangkan rasa malunya&#8221; Akhirnya dia kembali ke rumah itu.</p>
<p>Sementara itu, seorang sahabat membawa tikar yang telah dikotori oleh kafir itu kepada Rasulullah sembari berkata, &#8220;Ya Rasulullah, lihat apa yang telah dilakukan oleh orang  kafir itu&#8221;.<br />
Kemudian Rasul berkata: &#8220;Ambilkan wadah, biar aku bersihkan&#8221;</p>
<p>Para sahabat meloncat dan berkata, &#8220;Ya Rasulullah, engkau adlaah<em> Sayyidul Anam</em>. Tanpa engkau tidak akan diciptakan seluruh alam semesta ini.  Biarlah kami yang membersihkan kotoran ini&#8221;.<br />
&#8220;Tidak,&#8221; kata Rasulullah, &#8220;ini adalah kehormatan bagiku&#8221;</p>
<p>Para Sahabat berkata, &#8220;Wahai Nabi yang namanya dijadikan sumpah kehormatan oleh Allah, kami ini diciptakan untuk berkhidmat kepadamu.  Kalau engkau melakukan ini, maka apalah artinya kami ini&#8221;</p>
<p>Begitu orang kafir itu datang kembali dan melihat tangan Rasul yang mulia tengah membersihkan kotoran yang ditinggalkannya.  Orang kafir itu tidak sanggup menahan emosinya.  Dia memukul mukul kepalanya sambil berkata, &#8220;Hai kepala yang tidak memiliki pengetahuan&#8221;<br />
Dia memukul mukul dadanya sambil berkata, &#8220;Hai hati yang tidak pernah memperolah berkas cahaya&#8221;.</p>
<p>Orang kafir itu bergetar ketakutan dan menahan rasa malu yang luar biasa.  KEmudian Rasul menepuk bahunya dan menenangkannya.  Singkat cerita orang kafir itu masuk Islam.</p>
<p>Boleh jadi cerita Rumi ini hanyalah metafora [wallahualam].  Suatu perlambang bahwa kehadiran Rasul adalah untuk emmbersihkan kotoran dan noda yang melekat pada kita.  Betapa banyaknya kaum muslim menodai rumah Rosul dengan kemaksiatan dan akhlak yang buruk.  Kita ini sama dengan orang kafir yang menaburkan kotoran di rumah Rasul yang suci.  Bedanya, kita percaya karena kecintaan nabi kepada kita, Rasul akan mengulurkan syafaatnya kepada kita.  Derita kita adalah juga derita Rasul.  Karena itu, jangan ragu ragu untuk meminta syafaatnya dan bersimpuh di hadapan Nabi sambil mengucapkan:</p>
<p>Ya abal Qasim,<br />
Ya Rasulullah<br />
Ya Wajihan &#8216;Indallah<br />
Isyfa&#8217;lana Indallah</p>
<p>Wahai Abal Qasim, Wahai Rasulullah<br />
Wahai yang mulia di sisi Allah<br />
Berikanlah syafaat kepada kami di sisiNya&#8230;.</p>
<p>Jadi jelaslah.  Syafa&#8217;at justru adalah harapan para pendosa &#8211; harapan kita semua.  Syafa&#8217;at adalah bantuan Nabi SAW dengan ijin Allah untuk meringankan, bahkan menghapuskan hukuman bagi para pendosa.</p>
<p><em><strong>Keajaiban Shalawat</strong><br />
Melepas Rindu pada Rasulullah dan Menjemput Syafaat di akhirat<br />
</em><br />
<strong>Written by: Ibnu Muhammad Salim</strong></p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]"  title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/shalawat-nabi/" title="Shalawat Nabi"><img src="Array" alt=" Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]"  title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]" /></a>December 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/shalawat-nabi/" title="Shalawat Nabi">Shalawat Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/03/sebutan-sayyidina-muhammad/" title="Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;"><img src="Array" alt=" Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]"  title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]" /></a>March 7, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/03/sebutan-sayyidina-muhammad/" title="Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;">Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-mencintai-dengan-bershalawat-2/" title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]"><img src="Array" alt=" Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]"  title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-mencintai-dengan-bershalawat-2/" title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]">Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-engkau-akan-bersama-dengan-orang-yang-kau-cintai-1/" title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]"><img src="Array" alt=" Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]"  title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-engkau-akan-bersama-dengan-orang-yang-kau-cintai-1/" title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]">Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-ii-begitu-besar-cinta-rasul-kepada-kita-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-mencintai-dengan-bershalawat-2/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-mencintai-dengan-bershalawat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 14:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Keajaiban Shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5040</guid>
		<description><![CDATA[Bila bicara, kata katanya bagaikan mutiara. Bila diam, dia menyimpan kesejukan. Bila berjalan, matanya sangat terjaga. BIla berprilaku, dia laksana Al Quran berjalan. Dia bagaikan Malaikat, memberikan cahaya. Cahaya iman. Jejaknya jadi teladan bagi setiap orang. BIla satu kali namanya di sebutkan, beribu doa dan rahmat terlimpah atasnya. Atas wujudnyalah, lahir cinta sejati. Cinta suci [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images122.jpg" alt="images122 Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]" title="images12" width="228" height="221" class="alignnone size-full wp-image-5041" /></p>
<blockquote><p>Bila bicara, kata katanya bagaikan mutiara.  Bila diam, dia menyimpan kesejukan.  Bila berjalan, matanya sangat terjaga.  BIla berprilaku, dia laksana Al Quran berjalan.  Dia bagaikan Malaikat, memberikan cahaya.  Cahaya iman.  Jejaknya jadi teladan bagi setiap orang.  BIla satu kali namanya di sebutkan, beribu doa dan rahmat terlimpah atasnya.  Atas wujudnyalah, lahir cinta sejati.  Cinta suci yang tak pernah ternodai.
</p></blockquote>
<p>Seorang pemuda mendapatkan surat dari kekasihnya.  Sebelum surat itu dibuka, perangkonya di lepas dan dijilatinya. Lalu dia membalas surat itu dan bercerita kalau perangkonya dia jilati.  Karena si pemuda yakin bahwa sewaktu menempel perangko itu pasti memakai ludah kekasihnya.  Jadi hitung hitung menelan ludah kekasihnya walaupun sudah kering.</p>
<p>Tak lama berslelang datanglah balasan dari si kekasih.  Ia menyatakan terimakasih atas kemurnian cintanya.  Tetapi maaf, katanya, yang menempelkan perangko dahulu bukan dia sendiri tetapi tukang becak yang dia titipi untuk mengeposnya.  Keruan saja si pemuda nyengir kecut.  Itulah orang yang sedang dimabuk cinta.<br />
DI tanah Arab, Majnun yang mencintai Layla, disebut gila.  Karena dia datang ke rumah Layla dan menciumi dinding rumah itu sepuas puasnya.  </p>
<p>Terhadap cemoohan itu, Majnun menjawabnya dengan puisi:<br />
Aku melewati rumah, rumah Layla<br />
Kucium dinding ini, dinding ini<br />
Tidaklah cinta rumah yang memenuhi hati<br />
Tetapi cinta kepada dia yang tinggal di rumah ini</p>
<p>Sekali lagi, begitulah cinta.  Menurut psikolog muslim klasik, Ibnu Qayyim, cinta ditandai dengan perhatian yang aktif pada orang yang kita cintai dan ada kenikmatan menyebut namanya.  Ketika menyebut atau mendengar orang menyebut, nama kekasih kita, hati kita bergetar.  Tiada yang lebih menyenangkan hati daripada mengingatnya dan menghadirkan kebaikan kebaikannya.  JIka ini menguat dalam hati, lisan akan memuji dan menyanjungnya.  Seperti itulah orang orang yang mencintai Rasulullah.</p>
<p>Segera setelah Nabi wafat, Bilal tidak mau mengumandangkan azan.  Akhirnya, setelah didesak oelh para sahabat, Bilal mau juga.  Tetapi masya Allah, ketika sampai pada kata ‘Wa asyhadu anna Muhammad….’ Dia berhenti.  Suaranya tersekat di tenggorokan.  Dia menangis keras.  Nama Muhammad, kekasih yang baru saja kembali ke Rabbul izzati, menggetarkan jantung Bilal.  BIlal bukan tidak mau menyebut nama Rasulullah.  Baginya, nama Muhammad adalah nama insan yang paling indah.  Justru karena cintanya kepada Rasulullah, nama beliau sering diingat, disebut dan dilantunkan.</p>
<p>Berbahagialah orang yang merasa nikmat saat bershalawat.  Karena  menurut Rasuullah, orang yang paling dekat dengan beliau di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat (HR Tirmidzi).  </p>
<p>Cukuplah kita simak nasihat Ibnu Athailah ini: Betapa indahnya hidup ini jika engkau isi dengan taat kepada Allah.  Yaitu dengan cara berzikir kepada Allah dan sibuk bershalawat atas Rasulullah pada setiap waktu disertai oleh kalbu yang ikhlas, jiwa yang bening, niat yang baik dan perasaan cinta kepada Rasulullah.  “Sesungguhnya Allah beserta para malaikatNya bershalawat atas Nabi.  Wahai orang yang beriman, ucapkanlah shalawat dan salam atasnya” (QS Al Azhab 33:56).</p>
<p><strong>Ingin Mimpi bertemu Nabi</strong></p>
<p>Siang itu, dengan wajah muram seorang murid bersimpuh di hadapan syaikhnya.  Syaikh, dengan suara berwibawa bertanya, “Apa gerangan yang merisaukanmu?”<br />
“Wahai syaikh, sudah lama saya ingin melihat wajah Rasulullah walau hanya lewat mimpi.  Tetapi sampai sekarang keinginan itu belum terkabul juga” jelas is murid.</p>
<p>“Oo..rupanya itu yang engkau inginkan.  Tunggu sebentar…”  Setelah diam beberapa saat, berkatalah Syaikh:<br />
“Nanti malam, datanglah engkau kemari.  Aku mengundangmu makan malam”<br />
Sang murid mengangguk kemudian pulang ke rumahnya.  Setelah tiba saatnya, pergilah dia ke rumah Syaikh untuk memenuhi undangannya.  Dia merasa heran melihat Syaikh hanya menghidangkan ikan asin.<br />
“Makan, makanlah semua ikan itu.  Jangan sisakan sedikitpun!” kata Syaikh kepada muridnya.<br />
Karena tergolong murid taat, dia habiskan seluruh ikan asin yang disuguhkan.  Selesai makan, dia merasa kehausan.  Dia segera meraih segelas air dingin di hadapannya.</p>
<p>“Letakkan kembali gelas itu!” perintah Syaikh.  “Kau tidak boleh minum air itu hingga esok pagi, dan malam ini kau tidur di rumahku!”<br />
Dengan penuh rasa heran, diturutinya perintah Syaikh.  Malam itu dia tak bisa tidur.  Lehernya serasa tercekik karena kehausan.  Dia membolak balikkan badannya hingga akhirnya tertidur karena kelelahan.  Apa yang terjadi? Malam itu dia bermimpi minum air sejuk dari sungai, mata air dan sumur.  Mimpi itu sangat nyata.  Seakan akan benar terjadi padanya.</p>
<p>Begitu bangun paginya, dia langsung menghadap Syaikh.<br />
“Wahai guru, bukannya menlihat Rasulullah, saya malah bermimpi minum air”<br />
Tersenyumlah Syaikh mendengar jawaban muridnya.  Dengan bijaksana dia berkata, “Begitulah, makan ikan asin membuatmu amat kehausan sehingga kau hanya memimpikan air sepanjang malam.  JIka kau merasakan kehausan semacam itu akan Rasulullah, maka kau akan melihat ketampanannya”</p>
<p>Terisaklah si murid.  Dia sadar betapa cintanya kepada Rasulullah hanyalah sebatas kata.  Kerinduan sebatas pengakuan.<br />
Kondisi si murid adalah kondisi hati kebanyakan kita semua.  Cinta pada dunia menutupi cinta kita pada Nabi.  Jujur saja, hati ini tak merasa nikmat saat bershawlawat.  Apalagi bergetar.  Biasa biasa saja.</p>
<p>Tetapi kita tak perlu berkecil hati.  Yang kita ulas diatas adalah shalawat pecinta, sementara kita adalah shalawat pemula.  Bagi pemula, Syaikh Muzaffer Ozak (penutur cerita mimpi diatas) berpesan, “Bila kau terus mengulang ulang shalawat dengan ikhlas, hampir pasti akan menjumpai Rasulullah dan siapapu yang melihatnya hampir pasti akan mendapat syafaatnya”</p>
<p>Jadi,melantunkan shalawat bagi pemula laksana menanam benih.  Mula mula dalam ucapan, lalu dalam pikiran.  Bukankah segala tindakan selalu bermula dari pikiran?  Apa yang sedang anda pikirkan saat ini menciptakan kehidupan masa depan anda.  Anda menciptakan hidup anda dengan pikirna pikiran anda.  Apa yang paling anda pikirkan dan fokuskan adalah apa yang akan muncul dalam hati anda.  Apapun yang anda tanam, itulah anda tuai.</p>
<p>“Kau adalah pikiranmu saudaraku! Sisanya adalah tulang dan otot.  Jika engkau memikirkan bunga mawar, engkau adalah taman mawar.  Jika engkau memikirkan duri, engkau adalah kayu bakar”  dmeikian senandung Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi (2:277-8)<br />
Dengan memperbanyak shalawat, kita ingin pikiran kita jadi ‘taman cinta Rasulullah’.  Kita ingin tindakan kita memancarkan keharuman akhlak Sang Teladan Segala Zaman.<br />
Para psikolog pun belakangan membuktikan bahwa karakter manusia dapat diubah secara menyeluruh dengan pengulangan kata kata tertentu.  Dna hasil yang dicapai  melalui kata kata itu ternyata mengagumkan. RMP (repetitive magic power) istilah mereka.  “Segala sesuatu yang anda pancarkan lewat pikiran, perasaan, citra mental dan tutur kata anda, akan didatangkan kembali ke dalam kehidupan anda,” tegas Ponder, salah seorang pakar law of attraction.</p>
<p>Maka beruntunglah kita hidup di tanah air ini yagn didalamnya shalawat selalu menyertai tahap tahap kehidupan kita.  Saat dilahirkan, bahkan sejak dalam kandungan 7 bulan, dikhitan, dinikahkan, lulus ujian dan ketika meninggal dunia, semua tahapan itu diisi dengan bacaaan shalawat Nabi.  Itulah cara orang tua kita dahulu menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah dihati kita.  Tiada hari tanpa siraman shalawat, agar pohon kerinduan kepada Rasulullah terus tumbuh subur dan menakjudkan orang yang menanamnya. ~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]"  title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/shalawat-nabi/" title="Shalawat Nabi"><img src="Array" alt=" Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]"  title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]" /></a>December 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/shalawat-nabi/" title="Shalawat Nabi">Shalawat Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/03/sebutan-sayyidina-muhammad/" title="Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;"><img src="Array" alt=" Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]"  title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]" /></a>March 7, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/03/sebutan-sayyidina-muhammad/" title="Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;">Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-ii-begitu-besar-cinta-rasul-kepada-kita-3/" title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]"><img src="Array" alt=" Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]"  title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-ii-begitu-besar-cinta-rasul-kepada-kita-3/" title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]">Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-engkau-akan-bersama-dengan-orang-yang-kau-cintai-1/" title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]"><img src="Array" alt=" Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]"  title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-engkau-akan-bersama-dengan-orang-yang-kau-cintai-1/" title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]">Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-mencintai-dengan-bershalawat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-engkau-akan-bersama-dengan-orang-yang-kau-cintai-1/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-engkau-akan-bersama-dengan-orang-yang-kau-cintai-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 14:20:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Keajaiban Shalawat]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5027</guid>
		<description><![CDATA[Tidak beriman seseorang sehingga aku lebih ia cintai ketimbang dirinya sendiri &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. [HR Bukhari dan Muslim] Keajaiban Shalawat Melepas Rindu pada Rasulullah dan Menjemput Syafaat di akhirat Written by: Ibnu Muhammad Salim Suatu ketika, Nabi Isa a.s berdakwah di sebuah kota kecil. ORang orang meminta beliau menunjukkan mukjizatnya. &#8220;Mukjizat apa yang kalian inginkan?&#8221; tanya Nabi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images121.jpg" alt="images121 Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]" title="images12" width="228" height="221" class="alignnone size-full wp-image-5038" /><br />
Tidak beriman seseorang sehingga aku lebih ia cintai ketimbang dirinya sendiri &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
[HR Bukhari dan Muslim]</p>
<p><em><strong>Keajaiban Shalawat</strong><br />
Melepas Rindu pada Rasulullah dan Menjemput Syafaat di akhirat</em></p>
<p><strong>Written by: Ibnu Muhammad Salim</strong></p>
<p>Suatu ketika, Nabi Isa a.s berdakwah di sebuah kota kecil.  ORang orang meminta beliau menunjukkan mukjizatnya.</p>
<p>&#8220;Mukjizat apa yang kalian inginkan?&#8221; tanya Nabi Isa.<br />
Mereka menjawab, &#8220;Hidupkanlah ornag yang sudah mati&#8221;</p>
<p>Mereka pun pergi ke makam kota dan berhenti di sebuah kuburan.  Sang Nabi pun berdoa kepada Tuhan agar orang yang sudah mati itu dihidupkan kembali.  Orang mati tersebut bangkit dari kuburnya, melihat lihat sekelilingnya dan berteriak: &#8220;Keledaikau, mana keledaiku?&#8221;</p>
<p>Semua yang hadir heran.  Nabi Isa menjelaskan, dia dahuluny aorang miskin.  Kekayaan yang sangat ia hargai adalah keledainya.  Semasa hidupnya dia disibukkan dengan keledai itu.  Beliau berpesan, &#8220;Apapun yang paling kau perhatikan akan menentukan apa yang akan terjadi padamu saat kebangkitan.  Di akhirat, kalian akan bersama dengan apa yang kalian cintai&#8221;</p>
<p>Nah, kira kira apa yang bakal kita teriakkan    kelak kala kita dibangkitkan?  Kita bisa menebaknya sekarang.  Mungkin uang, mobil atau rumah baru.  Boleh jadi penyanyi idola kita.  Mungkin juga partai atau kursi kekuasaan. Ya, apapun yang mendominasi hari hari kita, itulah yang bakal kita damba kelak, baik kita sadari atau tidak.</p>
<p>Dalam wacana psikologi mutakhir, begitulah hukum tarik menarik [law of attraction] terjadi.  Segala sesuatu yang kita pikirkan  dengan segenap perhatian, energi dan konsentrasi, biak hal positif maupun negatif, akan datang dalam kehidupan kita.</p>
<p>Dan menurut hukum ini pula, sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya.  Kemiripan menarik kemiripan.  Orang baik akan berkumpul dengan orang baik. Orang jahat akan bersatu sesama orang jahat.</p>
<blockquote><p>JIwa anda akan bersama jiwa orang yang anda cintai. Rasulullah menganjurkan kita untuk mencintai beliau dan ahli baitnya.  Karena bila kita mencintainya dengan tulus maka prilaku kita akan sesuai dengan prilaku Rasulullah dan keluarganya.  Kita akan bertingkah laku seperti apa yang dikehendaki Rasulullah.  Seluruh kejadian yang menimpa Rasulullah dan keluarganya akan mempengaruhi emosi dan perasaan kita.</p></blockquote>
<p>Namun, coba jernihkan pikiran kita sejenak.  Biarkan hati kita tetirah sesaat dari hiruk pikuk kesibukan kita.  Maka, jauh dari relung kesadaran kita terbersit secercah harapan: kelak kita ingin digabungkan dengan khafilah Rasulullah.  Meminjam bahasa firman Tuhan, kita ingin &#8230;&#8230;..&#8221;bersama sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah: para nabi, shiddiqin, syuhada dan oran gshaleh.  Dan merekalah sebaik baik teman &#8230; [QS An Nisa: 4:69] </p>
<p>Seorang laki laki Arab dusun datang menemui Nabi dan bertanya: &#8220;Kapan kiamat itu?&#8221;<br />
Mendapat pertanyaan itu, Nabi balik bertanya: &#8220;Apa yang telah engkau persiapkan untuk itu?&#8221;<br />
Dia menjawab: &#8220;Demi Allah, saya tidak mempersiapkan amal yang banyak biak berupa shalat atau puasa.  Hanya saja saya mencintai Allah dan Rasulnya&#8221;</p>
<p>Nabi bersabda: &#8216;Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai&#8217;</p>
<p>Kata Anas bin malik: &#8220;Aku belum pernah melihat  kaum muslim berbahagia setelah masuk Islam karena sesuatu seperti bahagianya mereka ketika mendengar sabda Nabi itu&#8221; [HR Bukhari]</p>
<p>Sebagaimana orang arab dusun itu, sungguh kita tka mempersiapkan bekal buat hari kiamat nanti.  Kecuali kecintaan kepada Allah dan RasulNya.  Kita ingin Allah menghimpun kita bersama orang orang yang kita cintai.<br />
Tetapi, apakah bukti bahwa kita mencintai Rasulullah?</p>
<p><strong>Mencintai dengan Meneladani<br />
</strong></p>
<p>Alkisah di negeri Arab ada seorang janda miskin yang mempunyai anak.  Karena anaknya menangis kelaparan, janda itu terpaksa harus keluar rumah untuk mencari uang.</p>
<p>Di depan sebuah masjid, dia bertemu seorang muslim dan meminta bantuannya, &#8220;Anakku yatim dan kelaparan, aku minta pertolonganmu&#8221; kata janda itu menghiba.<br />
&#8220;Mana buktinya?&#8221; tanya lelaki muslim itu.<br />
Janda itu tidak dapat membuktikan karena dia sendiri orang asing di tempat itu.  Akhirnya lelaki itu tidak menolongnya.</p>
<p>Setelah itu, janda miskin itu bertemu dnegna orang Majusi.  Dia pun meminta bantuannya.  Orang Majusi itu mengajak ke rumahnya, memuliakannya dan memberinya uang dan pakaian.</p>
<p>Pada malam harinya, lelaki muslim yang menolak menolong itu bermimpi berjumpa dengan Rasulullah.  Semua orang mendatangi Nabi dan beliau menyambut mereka dnegan baik.  Ketika tiba giliran lelaki itu menghadap Rasulullah, beliau mengusirnya dan menyuruhnya pergi.  Lelaki itu berteriak, &#8220;Ya Rasulullah, aku ini umatmu yang mencintaimu juga&#8221;<br />
Rasulullah bertanya, &#8220;Mana buktinya?&#8221;</p>
<p>Lelaki itu tersadar, Rasulullah menyindirnya karena dia telah meminta bukti saat dimintai pertolongan.  Dia menangis, Rasulullah lalu menunjukkan sebuah taman indah dan hunian indah di surga.<br />
&#8220;Lihat ini,&#8221; tutur Rasulullah.  &#8220;Seharusnya semua ini kuberikan kepada mu.  Tetapi karena kau tidak menolong janda dan anak yatim itu, kuberikan semua ini pada seorang Majusi&#8221;</p>
<p>Pagi harinya lelaki itu terbangun.  DIa mencari janda miskin itu.  Ternyata dia menemukannya sedang berada di rumah seoragn Majusi.  “Ikutlah kau bersamaku,” pinta lelaki itu pada si janda.  Tetapi orang Majusi tidak mau menyerahkannya.  AKu akan beri kau ribuan dinar asal kau mau menyerahkannya,” pinta si lelaki muslim.  Orang Majusi itu tetap dtidak mau.  Lelaki itu akhirnya jengkel dan berkata. “Janda ini orang Islam.  Seharusnya yang menolongnya sesame muslim juga!”</p>
<p>Orang Majusi itu lalu bercerita, “Tadi malam aku bermimpi bertemu Rasulullah.  Dia mengatakan akan memberikan kepadaku surga yang semula akan diberikan kepadamu.  KEtahuilah, pagi ini ketika aku terbangun, aku langsung masuk Islam dan menjadi pengikutnya karean aku telah menunjukkan bukti bahwa aku adalah salah seorang  pencintanya”</p>
<p>Begitulah.  Cinta laksana air mengalir yang memindahkan seluruh sifat dan karakter kekasih kepada yang mencintainya.  Bukti nyata kita mencintai Rasulullah adalah meneladani akhlaknya dan setia mengikuti sunnahnya.  </p>
<p>Rasulullah bersabda, “Orang yang paling aku cintai dan paling dekat kepadaku di antara kalian di akhirat kelak adalah orang yang paling baik akhlaknya.  Orang yang paling kubenci dan paling jauh dariku di akhirat adalah orang yang paling buruk akhlaknya, yaitu orang yang banyak bicara, suka ngobrol dan suka melecehkan orang lain” (HR Ahmad)</p>
<p>Dalam riwayat Anas bin Mlaik, Nabi bersabda: “Anakku! JIka kamu mampu pada pagi dan sore hari, dan dihatimu tidak ada kedengkian pada seseorang  maka lakukanlah itu”<br />
Lalu Nabi bersabda lagi, “Anakku! Yang dmeikian itu adalah diantara sunnahku.  Siapa saja yang menghidupkan sunnahku maka dia sungguh telah mencintaiku.  Siapa saja yang mencintaiku maka dia kana bersamaku di surga kelak” (HR Tirmidzi)  </p>
<p>“Katakan, (wahai Muhammad), ‘JIka kalian (benar benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa dosa kalia’.  Allah Maha Pengampun dna Maha Penyayang” (QS Al Imran, 3:31)</p>
<p>Al Quran menuturkan, “Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri.  Berat baginya apa yang kamu derita, sangat ingin agar kamu mendapatkan kebahagiaan.  DIa sangat pengasih dan penyayang (raufur rahim) kepada orang orang yang beriman” (QS At Taubah 9:128).  </p>
<p>Bagaimana kita dapat ikut merasakan penderitaan orangorang di sekitar kita? Bagaimana kita menjadi ornag yang berusaha agar orang lain hidup bahagia dan memperoleh petunjuk Allah?  Bagaimana kita menumbuhkan  sikap raufur rahim didalam diri kita seperti Rasulullah mencontohkan kepada kita?</p>
<p>Bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah tetapi dia tidak mencintai RasulNya, bohonglah ornag yang mengaku mencintai RasulNya tetpai dia tidak mencintai kaum fakir dan miskin.  Dna bohonglah orang yang mengaku mencintai surga tetapi dia tidak mau menaati Allah SWT.  Demikian ditegaskan Imam Al Ghazali dalam Ihya’ Ulum al Din.</p>
<p>Jiwa kita akan bersama dengan orang yang kita cintai.  Rasulullah menganjurkan kita untuk mencintai beliau dan ahli baitnya.  Karena bila kita mencintainya dengan tulus maka prilaku kita akan sesuai dengan prilaku Rasulullah dan keluarganya.  Kita akan bertingkah laku seperti  apa yang dikehendaki Rasulullah.  Seluruh kejadian yang menimpa Rasulullah dan keluarganya akan mempengaruhi emosi dan perasaan kita.<br />
Kita tidak dapat mengandalkan amal kita yang terbatas.  Kita sangat tergantung dan mendambakan rahmat Allah.  Siapa lagi yang menjadi rahmat bagi semua alam selain Rasulullah?~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]"  title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/shalawat-nabi/" title="Shalawat Nabi"><img src="Array" alt=" Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]"  title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]" /></a>December 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/shalawat-nabi/" title="Shalawat Nabi">Shalawat Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/03/sebutan-sayyidina-muhammad/" title="Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;"><img src="Array" alt=" Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]"  title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]" /></a>March 7, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/03/sebutan-sayyidina-muhammad/" title="Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;">Sebutan &#8216;Sayyidina Muhammad&#8217;</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-ii-begitu-besar-cinta-rasul-kepada-kita-3/" title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]"><img src="Array" alt=" Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]"  title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-ii-begitu-besar-cinta-rasul-kepada-kita-3/" title="Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]">Bab II: Begitu Besar Cinta Rasul Kepada Kita [3]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-mencintai-dengan-bershalawat-2/" title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]"><img src="Array" alt=" Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]"  title="Bab I: Engkau Akan bersama dengan orang yang kau cintai [1]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-mencintai-dengan-bershalawat-2/" title="Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]">Bab I: Mencintai Dengan Bershalawat [2]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-i-engkau-akan-bersama-dengan-orang-yang-kau-cintai-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

