<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Posisi Dan Peran Nabi</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/syamail/posisi-dan-peran-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/07/makna-nama-muhammad-dalam-interpresentasi-gambar/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/07/makna-nama-muhammad-dalam-interpresentasi-gambar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 05:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>
		<category><![CDATA[Habibullah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Interpresentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Kata Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih sejati]]></category>
		<category><![CDATA[kepasrahan total]]></category>
		<category><![CDATA[Makna Nama Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[rukun]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>
		<category><![CDATA[sujud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6639</guid>
		<description><![CDATA[1. Kata Muhammad Jika kita gabungkan dalam bentuk normal mim kha mim kha dal, maka akan menjadi sebuah sekesta seorang manusia. sudah maklum adanya bahwa sebaik-baik mahluk / ciptaan yang pernah diciptakan oleh Tuhan di alam semesta ini adalah manusia dengan kelebihan aqal mereka, sementara mahluk lain hanyalah hayawan dan planet-planet yang penuh rahasia. 2. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Kata Muhammad</strong></p>
<p>Jika kita gabungkan dalam bentuk normal mim kha mim kha dal, maka akan menjadi sebuah sekesta seorang manusia. sudah maklum adanya bahwa sebaik-baik mahluk / ciptaan yang pernah diciptakan oleh Tuhan di alam semesta ini adalah manusia dengan kelebihan aqal mereka, sementara mahluk lain hanyalah hayawan dan planet-planet yang penuh rahasia.<br />
<a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/namamuhammad1.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/namamuhammad1.jpg" alt="namamuhammad1 Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" title="namamuhammad1" width="380" height="600" class="alignnone size-full wp-image-6641" /></a></p>
<p><strong>2. Kata Ahmad</strong></p>
<p>Jika kita cermati satu-persatu hurufnya mak huruf-huruf itu akan mennggambarkan sosok orang yang sedang melakukan sholat, tahukah kita bahwa sholat merupakan sebaik-baik doa dan ibadah yang pernah diperintahkanNya.</p>
<p>Ahmad Terpisah :<br />
<a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/namamuhammad2.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/namamuhammad2.jpg" alt="namamuhammad2 Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" title="namamuhammad2" width="380" height="299" class="alignnone size-full wp-image-6642" /></a></p>
<p><strong>3. Kata Muhammad </strong></p>
<p>Jika digabungkan huruf-hurufnya maka akan berbentuk layaknya manusia yang sedang sujud dalam shalat. dalam ritual sholat Sujud merupakan inti dari semua rukun-rukunnya, karena pada saat sujud manusia menundukkan 8 bagian tubuhnya di bumi bukti kepasrahan total kepada sang pencipta.</p>
<p>hmmm betapa rahasia Tuhan sangat menggetarkan hati, saya yakin masih banyak tersirat rahasia-rahaisa lain dibalik sosok, nama dan semua yang berkaitan dengan sang kekasih sejati &#8216;Habibullah : Muhammad&#8217;.</p>
<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/namamuhammad3.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/namamuhammad3.jpg" alt="namamuhammad3 Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" title="namamuhammad3" width="380" height="286" class="alignnone size-full wp-image-6644" /></a></p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/06/hafshah-binti-umar/" title="Hafshah "><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>June 20, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/06/hafshah-binti-umar/" title="Hafshah ">Hafshah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam">Hukum Membuat Patung Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat"><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>October 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat">Bab 2:Taubat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/wajah-rasulullah/" title="Sosok Nabi Tegap dan Gagah"><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>October 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/wajah-rasulullah/" title="Sosok Nabi Tegap dan Gagah">Sosok Nabi Tegap dan Gagah</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/wajah-nabi-bagaikan-bulan/" title="Wajah Nabi Bagaikan Bulan"><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>October 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/wajah-nabi-bagaikan-bulan/" title="Wajah Nabi Bagaikan Bulan">Wajah Nabi Bagaikan Bulan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/shalawat/" title="I&#8217;tiraf"><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>October 27, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/shalawat/" title="I&#8217;tiraf">I&#8217;tiraf</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/6936/" title="25 Rasul"><img src="Array" alt=" Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar"  title="Makna Nama Muhammad dalam Interpresentasi Gambar" /></a>October 27, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/6936/" title="25 Rasul">25 Rasul</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/07/makna-nama-muhammad-dalam-interpresentasi-gambar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemuliaan Rasulullah (1)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 14:32:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hurairah]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Nu'aim]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Ya’la]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah SWT]]></category>
		<category><![CDATA[An Najm]]></category>
		<category><![CDATA[anak cucu Adam]]></category>
		<category><![CDATA[Anis bin Malik]]></category>
		<category><![CDATA[bershalawat]]></category>
		<category><![CDATA[bukit sinai]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[bumi tempat bersujud dan bersuci]]></category>
		<category><![CDATA[Demi umurmu]]></category>
		<category><![CDATA[diliputi sesuatu yang meliputinya]]></category>
		<category><![CDATA[ditangguhkan]]></category>
		<category><![CDATA[ditolong dari rasa takut]]></category>
		<category><![CDATA[diutus]]></category>
		<category><![CDATA[doa mustajab]]></category>
		<category><![CDATA[HR. Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[HR. Ibnu Hibban]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Abu ‘Ashim]]></category>
		<category><![CDATA[kekufuran]]></category>
		<category><![CDATA[kemuliaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemuliaan Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[kitab Dalail An Nubuwah]]></category>
		<category><![CDATA[lebih dicintai]]></category>
		<category><![CDATA[mengumpulkan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad melihat Jibril]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi Musa]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuka]]></category>
		<category><![CDATA[pertama masuk surga]]></category>
		<category><![CDATA[Posisi dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<category><![CDATA[QS Al Hijr 15:72]]></category>
		<category><![CDATA[QS Ali Imran 3:110]]></category>
		<category><![CDATA[QS An Anfaal 8: 64-65-70]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat bagi alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[rampasan perang]]></category>
		<category><![CDATA[RasulNya]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sanad shahih]]></category>
		<category><![CDATA[seluruh umat manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Sidratulmuntahaa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Syafa'at]]></category>
		<category><![CDATA[taqarrub]]></category>
		<category><![CDATA[tidak sombong]]></category>
		<category><![CDATA[umat Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[umat terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[universalitas risalah nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[wahai Adam]]></category>
		<category><![CDATA[Wahai Daud]]></category>
		<category><![CDATA[wahai Isa bin Maryam]]></category>
		<category><![CDATA[Wahai Luth]]></category>
		<category><![CDATA[wahai Musa]]></category>
		<category><![CDATA[wahai nabi]]></category>
		<category><![CDATA[wahai Nuh]]></category>
		<category><![CDATA[wahai rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Wahai Zakaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Allah SWT berfirman: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah) dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar benar dalam kesesatan yang nyata. (QS Al Jumu’ah 62:2) Dan Rasulullah bersabda: Tiga perkara yang apabila perkara ini terdapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/01/10.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/01/10.jpg" alt="10 Kemuliaan Rasulullah (1)" title="10" width="400" height="300" class="alignnone size-full wp-image-6452" /></a></p>
<blockquote><p> Allah SWT berfirman:<br />
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (sunnah) dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar benar dalam kesesatan yang nyata. (QS Al Jumu’ah 62:2)
</p></blockquote>
<p>Dan Rasulullah bersabda:<br />
 Tiga perkara yang apabila perkara ini terdapat di dalam diri seseorang, maka ia akan     dapat merasakan manisnya iman, yaitu: (1) Orang yang menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada yang lain, (2) Mencintai seseorang hanya karena Allah (3) Enggan kembali kedalam kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah sebagaimana keengganannya untuk dilemparkan ke dalam api neraka. (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p><em><strong>1.	Kemuliaan Rasulullah</strong></em></p>
<p><strong>A.	Beliau adalah pemuka dan pemimpin.  </strong><br />
Rasulullah bersabda, “Sayalah pemuka anak cucu Adam pada hari Kiamat dan tidak sombong.  Orang pertama yang dikeluarkan dari bumi, orang pertama yang memberi syafaat, ditangankulah pimpinan pujian, dibawahnya Adam kemudian yang lain”. (Hr Ibnu Hibban dari riwayat Abu Ya’la dengan sanad shahih)</p>
<p><strong>B.	Pemimpin yang tidak sombong.</strong>  </p>
<p><strong>C.	Pemberi syafa’at.  </strong><br />
Allah sendiri memberitahukan bahwa Dia telah mengampuni dosa dosa yang terdahulu dan yang akan datang bagi Nabi Muhammad.  Dan belum pernah Allah memberi keistimewaan seperti itu kepada nabi nabi lainnya atau minimal tidak ada berita yang mengindikasikan adanya fenomena keistimewaan tersebut kepada selain Nabi Muhammad.  Karena pada hari kiamat nanti, ketika setiap Nabi dimintai syafa’at (pertolongan), mereka (secara individu) akan menyebutkan kesalahan yang pernah diperbuatnya sendiri dengan mengungkapkan:  (Kesalahan) diriku……..     (Kesalahan) Diriku…………  .     </p>
<p>Rasulullah bersabda: “Aku adalah pemuka manusia saat hari kiamat.  Apakah kalian tahu, mengapa demikian?  Karena pada hari kiamat Allah akan mengumpulkan manusia (dari) yang pertama hidup hingga yang terakhir dalam sebuah lapangan…. (HR bukhari dan Muslim) dan telah di takhrij dalam kitab Zhilal Al Jannah no.811.   “Akulah yang berhak memberikan syafa’at” (HR Bukhari, Muslim dan Ibnu Abu ‘Ashim dalam kitab As Sunnah no. 816-817)</p>
<p><strong>D.	Nabi adalah manusia pertama yang memberi syafa’at dan yang pertama mendapat syafaat.  </strong><br />
 “Aku adalah pemuka anak cucu Adam pada hari kiamat.  Orang pertama yang dikeluarkan dari perut bumi, orang pertama yang memberi syafa’at dan orang pertama yang menerima syafa’at” (HR Muslim)</p>
<p><strong>E.	Penangguhan doa Nabi Muhammad. </strong><br />
Sabda Rasulullah:  “Setiap Nabi memiliki doa mustajab.  Akan dikabulkan saat dia berdoa.  Sedangkan doaku ditangguhkan hingga hari kiamat sebagai syafa’at bagi umatku” (HR Bukhari, Muslim, Abu Hurairah, Anis bin Malik).  </p>
<p><strong>F.	Sumpah Allah atas nama Muhammad.</strong><br />
Allah SWT telah bersumpah atas nama hidup Nabi Muhammad SAW.  Dalam firmanNya:  “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang ambing dalam kemabukkan (kesesatan)”<br />
(QS Al Hijr, 15:72).                                        </p>
<p>Sumpah yang mengatasnamakan seseorang mengindikasikan adanya kemuliaan dan keagungan hidup dan pada diri orang tsb terhadap subjek yang melakukan sumpah.  Dan memang sangat layak untuk menjadikan hidup Nabi Muhammad sebagai sumpah olehNya karena hidup beliau memang mulia.</p>
<p><strong>G.	Kemuliaan nama panggilan. </strong><br />
Allah memuliakan belia dalam menyebut nama panggilan baginnya.  Dia memanggil dengan nama nama yang disukaiNya serta kemuliaan sifat sifat yang dimiliki olehnya.  Misalnya Allah SWT menggunakan ungkapan dalam firmanNya: “Wahai Nabi…” (QS An Anfaal 8: 64,65,70 dll) dan “Wahai Rasul ….” (QS Al Ma’idah 5:41 dan 67)<br />
Inilah keistimewaan yang tidak dimiliki oleh para Nabi lainnya.  Allah cenderung menyeru mereka dengan nama biasanya.  </p>
<p>Seperti dalam firmanNya: “Wahai Adam…. (QS Al Baqarah 2:35),   “Wahai Isa bin Maryam”, ingatlah akan nikmatKu kepadamu” (QS Al Maidah 5;110), “Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah SWT” (QS Al Qashash 28:30),  “Wahai Nuh, turunlah dengan selamat” (QS Huud 11:48),  “Wahai Daud, sesungguhnya Kami telah …….” (QS Shaad 38;26),  “Wahai Luth, sesungguhnya Kami utusan Tuhan-Mu …….” (QS Huud 11:81),  “Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami…. (QS Maryam 19:7), “Wahai Yahya, ambillah Kitab itu…..” (QS Maryam 19:12).<br />
Abu Nu’aim dalam kitab Dalail An Nubuwah mengungkapkan: ulama berpendapat diantara keistimewaan Nabi, Allah tidak langsung memanggilnya dengan namanya.</p>
<p><strong>H.	Mukjizat mukjizat Nabi SAW.       </strong><br />
Mukjizat pada kebanyakan Nabi hanya berlaku sebatas era hidupnya saja, sedangkan mukjizat Al Quran pada Nabi Muhammad tidak akan pernah lekang oleh zaman dan kekal hinga hari kiamat.  Rasulullah bersabda: “Setiap Nabi telah dianugrahi ayat ayat dan memiliki pengikut yang beriman dengannya.  Sedangkan aku telah dikaruniai wahyu yang diturunkan kepadaku, aku berharap akulah yang memiliki pengikut terbanyak pada hari kiamat nanti” (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad)</p>
<p><strong>I.	Umat Muhammad Adalah Umat Terbaik.   </strong><br />
Allah SWT telah menggariskan ganjaran bagi setiap Nabi sesuai dengan amal perbuatan (sikap), kondisi (dinamika) dan ucapan (fenomena tanggapan) yang diapresiasikan umatnya.  Berbeda dengan kondisi umat Nabi yang sudah digariskan sebagai penghuni surga.  Sebagaimana firman Allah: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada makruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah” (QS Ali Imran 3:110).                                 </p>
<p>Keutamaan umat Nabi terletak pada keutamaan karakteristik wawasan, kondisi dinamis, ungkapan dan tingkah laku yang dimiliki oleh komunitas ini.  DItambah lagi dengan, kecenderungan spiritual (ibadah) dan pola cakap umatnya serta kecenderungan mereka untuk ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT serta tradisi mereka untuk bershalawat dan selalu mendoakan beliau yang kesemuanya ini akan menjadi pendorong ganjaran kebajikan yang terus menerus bagi beliau hingga hari kiamat kelak.                                                                   </p>
<p>“Barangsiapa yang melakukan sebuah sunnah yang baik dalam Islam.  Maka dia akan menuai ganjarannya.  Dan ganjaran dari orang yang ikut mengamalkannya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun” (HR Muslim)</p>
<p><strong>J.	Universalitas Risalah Nabi Muhammad. </strong><br />
Allah telah mengutus para Nabi secara khusus kepada kaumnya, sedang Nabi Muhammad telah diutus kepada jin dan segenap manusia.<br />
“Tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai rahmat bagi alam semesta” dan firman lainnya yang berbunya: “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqan kepaada hambaNya (Muhammad) agar menjadi pemberi peringatan bagi alam semesta” .</p>
<p>Sabda Nabi: “Aku telah dianugrahi lima keutamaan yagn belum pernah ada seorang Nabipun diberi hal serupa sebelum aku diutus: (1) aku ditolong dari rasa takut dalam perjalanan satu bulan, (2) bumi telah dijadikan sebagai tempat bersujud dan bersuciku, (3) siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat hendaknya dia melakukan shalat , (4) harta rampasan perang telah dihalalkan bagiku (5) Nabi terdahulu hanya diutus  kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh umat manusia dan aku diberi wewenang memberikan syafa’at di hari kiamat” (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p><strong>K.	Dialog antara Allah dan Nabi Muhammad. </strong><br />
Allah telah berbicara kepada Nabi Musa di bukit Sinai dan lembah suci.  Sedangkan Nabi Muhammad diajak bicara di Sidratulmuntahaa.  Firman Allah dalam surat An Najm, ‘Lalu Dia menyampaikan kepada hambaNya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan’ ‘(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi sesuatu yang meliputinya’<br />
‘Kemudian Jibril pergi bersamaku menuju Sidratul Muntaha dan ternyata daun daunnya seperti daun gajah, buah buahannya seperti anjang anjang (tiang penopong).  Sidratul Muntaha selalu diliputi oleh segala sesuatu  (yang tunduk akan) perintah Allah, kapanpun turun perintahnya untuk berubah, maka diapun berubah.  Tak ada seorangpun yagn sanggup menggambarkan akan keindahannya.  Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang telah diwahyukan.  Selanjutnya diwajibkanlah kepadaku shalat……..’ (HR Muslim dan Bukhari)</p>
<p><strong>L.	Orang Pertama Masuk Surga.     </strong><br />
‘Kami adalah umat terakhir dari penduduk dunia dan yang pertama pada hari kiamat, umat yang lebih dahulu diadili sebelum yang lainnya dan kami adalah yang pertama akan masuk surga’ (HR Muslim)</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-2/" title="Kemuliaan Rasulullah (2)"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-2/" title="Kemuliaan Rasulullah (2)">Kemuliaan Rasulullah (2)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam">Hukum Membuat Patung Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin">Kitab Riyadhush Shalihin</a> (1)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/05/6679/" title="Tanda Akhir Jaman"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>May 18, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/05/6679/" title="Tanda Akhir Jaman">Tanda Akhir Jaman</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/sebutan-sayyid-bagi-rasulullah-sallallahu-alaihi-wassalam-1/" title="Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [1]"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (1)"  title="Kemuliaan Rasulullah (1)" /></a>September 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/sebutan-sayyid-bagi-rasulullah-sallallahu-alaihi-wassalam-1/" title="Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [1]">Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [1]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemuliaan Rasulullah (2)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-2/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 03:54:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[70ribu orang akan masuk surga]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Nu'aim]]></category>
		<category><![CDATA[adzan]]></category>
		<category><![CDATA[amal dan pahal umat Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[beramal sholeh]]></category>
		<category><![CDATA[berbicara langsung tanpa perantara]]></category>
		<category><![CDATA[berimana]]></category>
		<category><![CDATA[bershalawat]]></category>
		<category><![CDATA[bertaqwa]]></category>
		<category><![CDATA[budi pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Habil]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[haudh]]></category>
		<category><![CDATA[hidab]]></category>
		<category><![CDATA[hisab]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Abdu Ya Lail bin Abdu Al Kulal]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Majah]]></category>
		<category><![CDATA[Injil]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jibril]]></category>
		<category><![CDATA[kasih Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemuliaan Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut]]></category>
		<category><![CDATA[macam macam wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[mauqif]]></category>
		<category><![CDATA[meniupkan ke hati]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi yang benar]]></category>
		<category><![CDATA[muadzin]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi saw]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilik Wasilah]]></category>
		<category><![CDATA[Peran dan Posisi Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Uhud]]></category>
		<category><![CDATA[Qabil]]></category>
		<category><![CDATA[Qarn Ats-Tsa’alib]]></category>
		<category><![CDATA[QS AL Bayyinah 98:7]]></category>
		<category><![CDATA[QS Al Fath 48:29]]></category>
		<category><![CDATA[QS Ali Imran 3:159]]></category>
		<category><![CDATA[QS At Taubah 9:128]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Ringkas dan lugas]]></category>
		<category><![CDATA[sebaik baik makhluk]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>
		<category><![CDATA[Syafa'at]]></category>
		<category><![CDATA[Taurat]]></category>
		<category><![CDATA[Telaga Al Kautsar]]></category>
		<category><![CDATA[Tirmidzi]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[universalitas rahmat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[N. Nabi adalah Pemilik Wasilah. ‘Wasilah adalah tempat di surga yang hanya pantas ditempati oleh hamba Allah. Aku berharap agar aku menjadi salah satunya, maka barangsiapa yang memohon wasilah tersebut (agar diberikan) bagiku, niscaya dia akan memperoleh syafa’at [dariku]&#8216; ‘Apabila kalian mendengar seorang muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah (sambutan kalimatnya) seperti apa yang diucapkannya. Lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>N.	Nabi adalah Pemilik Wasilah.  </strong><br />
‘Wasilah adalah tempat di surga yang hanya pantas ditempati oleh hamba Allah.  Aku berharap agar aku menjadi salah satunya, maka barangsiapa yang memohon wasilah tersebut (agar diberikan) bagiku, niscaya dia akan memperoleh syafa’at [dariku]&#8216;</p>
<p>‘Apabila kalian mendengar seorang muadzin mengumandangkan adzan, maka ucapkanlah (sambutan kalimatnya) seperti apa yang diucapkannya.  Lalu bershalawatlah untukku.  Karena barangsiapa yang tidak bershalawat (untukku) satu kali saja, niscaya Allah akan membalasnya dengan (imbalan seperti) sepuluh kali shalawat.  Dan mohonlah wasilah kepada Allah bagiku, karena wasilah tersebut akan menjadi tempat bagi sang pendoa di surga’ (HR Muslim)</p>
<p><strong>O.	 70ribu Orang Akan Masuk Surga.  </strong><br />
Tujuh puluh ribu orang dari umat Muhammad akan masuk surga tanpa hisab, dan tidak diberikan (keistimewaan ini) kepada umat lainnya.<br />
‘Tuhanku menjanjikan kepadaku bahwa akan masuk surga di antara umatku sebanyak 70ribu orang tanpa harus terkena jerat hisab ataupun siksaan.  Dalam setiap kelipatan seribu tersebut, terdapat 70ribu orang.  Ditambah dengan 3 kecenderungan (kebijakan khusus) dariNya’ (HR Tirmidzi).<br />
Mereka yang akan masuk surga tanpa dihisab adalah orang orang yang tidak mencuri, tidak bercerai berai, tidak mendendam dan kepada Tuhannya mereka bertawakal.</p>
<p><strong>P.	Telaga Al Kautsar.</strong><br />
Didalam surga terdapat telaga Al Kautsar (nikmat yang banyak) yang dikaruniakan kepada Nabi dan Haudh (telaga) yang diberikan kepadanya saat sedang berada di mauqif  (telaga yang berada sebelum Shiraathal Mustaqiim)</p>
<p><strong>Q.	Umat Terakhir.</strong><br />
 ‘Kami adalah umat terakhir dan terdahulu’ (HR Muslim).  Keberadaan umat Muhammad adalah sebagai umat yang datang dengan urutan zaman yang paling akhir, tetapi paling awal untuk memperoleh kemuliaan dan keistimewaan.</p>
<p><strong>R.	Dihalalkannya Harta Rampasan Bagi Nabi.  </strong><br />
Muhammad diberi keistimewaan dengan dihalalkannya (oleh Allah untuk menggunakan) harta hasil rampasan perang, yang dulunya tidak diperbolehkan bagi siapapun.  Termasuk nabi nabi sebelumnya.  Dan kelak, barisan umatnya akan menyerupai barisan malaikat, bumi dijadikan sebagai masjid dan tanahnya suci.  Keistimewaan ini membuktikan akan kemuliaan martabat beliau dan kasih atas umatnya.</p>
<p>“Aku telah diberikan lima keutamaan yang belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelumku.  Aku diutus kepada seluruh umat, bumi dijadikan sebagai masjid dan tempat yang suci, dihalalkan (bagiku) harta rampasan perang.  Sedangkan Nabi sebelumku tidak diperbolehkan.  Aku akan ditolong dari ketakutan selama sebulan, musuh takut akan diriku selama perjalanan sebulan.  Aku diperintahkan, ‘Mintalah, niscaya akan dikabulkan’.  Lalu aku menangguhkan permohonan tsb sebagai syafa’at bagi umatku, dan insyaAllah (isi permohonan tsb) akan diberikan kepada siapa yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun” (HR Ahmad)</p>
<p><strong>S.	Keagungan Budi pekerti Nabi SAW.</strong><br />
Pujian Allah SWT terhadap akhlak dan budi pekerti Nabi Muhammad, seperti dalam firmanNya:  ‘Dan sesungguhnya kamu benar benar berbudi pekerti yang agung’ (QS Al Qalam 68:4)</p>
<p><strong>T.	Macam macam Wahyu.  </strong><br />
Allah telah berdialog dengan Nabi lewat 3 macam wahyu, yaitu:<br />
a. Mimpi yang benar (mimpi yang sangat mendekati kenyataan sadar).<br />
b. Berbicara langsung tanpa perantara<br />
c. Melalui Jibril (lewat pesanNya).<br />
Menurut beberapa ulama ada satu pola lagi, yaitu dengan cara meniupkan kedalam hati.  Seperti dalam hadits berikut ini:<br />
‘Sesungguhnya Jibril telah meniupkan wahyu kedalam hatiku.  Dan seseorang tidaklah akan menemui kematiannya hingga waktu (ajalnya) tiba dan rezeki (yang menjadi haknya) telah cukup.  Oleh karena itu, bertaqwalah kalian kepada Allah dan bersikap baiklah dalam segala usaha.  Dan janganlah seseorang di antara kalian yang sekali sekali berbuat maksiat karena rezekinya agak terlambat.  Karena Allah tidak akan menerima sesuatu dari hambaNya kecuali dengan jalan berbuat ta’at kepadaNya’ </p>
<p><strong>U.	Amal dan Pahala Umat Muhammad.</strong><br />
Umat Muhammad, kendati amalnya lebih sedikit dari umat sebelumnya namun akan lebih banyak mendapat ganjaran dan pahala.  ‘Perumpaan umat Islam, Yahudi dan Nasrani, seperti perumpamaan seseorang yang menyewa beberapa orang untuk mengerjakan satu tugas dalam sehari semalam dengan upah tertentu.  Lalu mereka melaksanakan tugas tersebut hingga tengah hari, lantas mereka berkata, “Kami tidak butuh akan upah yang engkau janjikan kepada kami, dan (karena) ini adalah pekerjaan yang mustahill”.  Majikan tsb menjawab, “Tidak, jangan kalian lakukan itu, lanjutkan sisa pekerjaan kalian dan ambillah upah kalian secara penuh”.    Namun mereka tetap enggan dan meninggalkan pekerjaan tsb.  Setelah itu sang majikan menyewa 2 orang lain (untuk menggantikan pegawai yg telah pergi tsb) dan berkata kepada mereka berdua: “Lanjutkan sisa pekerjaan hari ini dan kalian akan memperoleh upah yang saya janjikan kepada pekerja pekerja sebelumnya”.  Lalu mereka bekerja.  Hingga ketika tiba waktu Ashar, kedua pegawai tsb berkata, “Ambillah kembali pekerjaan ini, (karena) apa yang kami kerjakan adalah mustahil, dan ambillah upah yang kamu janjikan kepada kami”  Sang majikan menjawab, “Lanjutkan sisa pekerjaan kalian, karena waktu siang yang tersisa hanya tinggal sebentar”  Tapi mereka berdua menolaknya.  Kemudian sang majikan kembali menyewa beberapa orang untuk melanjutkan sisa pekerjaan hari itu yang tinggal beberapa jam saja. Lalu mereka mengerjakan tanpa keluhan.  Hingga matahari terbenam dan mereka menyelesaikan pekerjaan tsb kemudian memperoleh upah (gabungan) dari para pekerja sebelumnya.  Demikianlah perumpaan mereka dan perumpaan yang mereka dapatkan dari cahaya (Islam)”  (HR Bukhari)</p>
<p><strong>V.	Universalitas Rahmat Nabi Muhammad. </strong><br />
Allah telah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam.  Sudah jelas bagi kita jika Nabi Muhammad tidak hanya diutus untuk satu kaum saja, seperti halnya nabi nabi sebelum nya.  Tapi ajaran Islam yang dibawa Muhammad ditujukan untuk seluruh umat manusia. Tanpa kecuali.  Seluruh mahkluk di muka bumi ini akan merasakan cahaya rahkmat yang ditebarkan nabi Muhammad.  </p>
<p><strong>W.	Akhlak  Nabi Muhammad.</strong><br />
Akhlak Muhammad dalam hal kesantunan, memaafkan, kesabaran, rasa syukur dan kelembutannya karena Allah SWT.  Beliau tidak pernah marah karena egonya.  Beliau selalu bersikap dengan akhlak mulia yang sempurna.<br />
‘Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan budi pekerti yagn mulia’ (Hadist Rasulullah).  Dan telah terukir ke-khusu’-annya, kesederhanaannya dalam hal makanan, pakaian, minuman, tempat tinggal dan keseluruhan aspek.</p>
<p><strong>X.	Kasih Nabi terhadap umatnya.  </strong><br />
Nabi memiliki sikap yang lemah lembut.   “Maka karena rahmat Allahlah kamu bersikap lemah lembut terhadap mereka” (QS Ali Imran 3:159).    Namun sebaliknya Nabi Muhammad bersikap sangat keras terhadap orang orang kafir dan bersikap lemah lembut terhadap orang orang beriman.  “Muhammad adalah utusan Allah dan orang orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang orang kafir tetapi berkasih saying sesama mereka” (QS Al Fath 48:29)<br />
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang orang mukmin” (QS At Taubah 9:128) </p>
<p>Aisyah berkata kepada Rasulullah, ‘Apakah engkau pernah mengalami hari yang lebih dahsyat dari perang Uhud?’<br />
Nabi Muhammad menjawab, ‘Aku telah mengalaminya dari kaummu dan hal yang paling berat aku alami dari mereka adalah saat terjadinya peristiwa hari Aqabah.  Ketika aku sedang memperkenalkan diriku kepada Ibnu Abdu Ya Lail bin Abdu Al Kulal yang tidak diresponnya seperti yang aku kehendaki.  Kemudian aku pergi dalam keadaan sedih hingga tiba di Qarn Ats-Tsa’alib.  Lalu aku mendongakkan kepalaku, ternyata aku berada di bawah awan yang menaungiku.  Dna kulihat Jibril berada di sana.  Lalu dia memanggilku dan berkata, ‘Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu terhadap dirimu dan balasan mereka atas dirimu.  Untuk itu, seorang malaikat (sebesar)  gunung telah diutus kepadamu (yang siap) untuk diperintah sekehendakmu’        Lalu malaikat itu memanggilku dan memberi salam lalu berucap, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan kaummu terhadap dirimu, dan aku adalah malaikat (gunung) yang diutus Tuhanmu kepada dirimu (yang siap) untuk diperintah sesuai dengan perintahmu.  Lalu apa yang kamu inginkan?  Jika kamu menghendakinya, aku akan timpakan kedua buah gunung Akhsyabain ini”.  Lalu Muhammad menjawab, “Tidak! Aku berharap agar Allah memunculkan dari anak cucu mereka yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun’  (HR Bukhari, Muslim dan Abu Nu’aim)</p>
<p><strong>Y.	Kesaksian Umat Muhammad  </strong><br />
Allah menempatkan umat Muhammad pada posisi sebagai hakim yang adil.  Yakni ketika Allah mengadili seluruh hamba hambanya, kemudian ada beberapa umat yang pernah mengingkari akan menyampaikan risalah (oleh rasul rasul yang diutus kepada mereka), maka Dia akan megnhadirkan umat Muhammad untuk menjadi saksi bagi mereka bahwa sebenarnya rasul rasulNya tersebut telah menyampaikan risalahnya kepada mereka (namun mereka menolaknya).  Dan keistimewaan ini belum pernah diberikan kepada nabi nabi sebelumnya.<br />
 ‘Telah mendatangiku seorang nabi bersama dua orang pria, lalu datang seorang nabi lainnya bersama 3 orang (dan jumlahnya kurang lebih seperti itu).  Lalu ditanyakan kepadanya, “Sudahkah kamu menyampaikan (ajaranmu) kepada kaummu?”  Nabi tsb menjawab, “Ya, sudah”  Lalu kaumnya dipanggil dan dikatakan kepada mereka.  “Apakah dia (nabimu) telah menyampaikan ajaranNya kepada kalian?”  Dan mereka menjawab, “Belum”.  Lalu dikatakan kepada mereka, “Siapa yang akan bersaksi bagimu (atas ucapanmu)?”  Mereka menjawab, “Muhammad dan umatnya”.<br />
Lalu umat Muhammad pun dipanggil dan ditanya, “Apakah dia (nabi dari suatu kaum) telah menyampaikannya?”.  Umat Muhammad menjawab, “Ya”<br />
“Lalu, apa yang kalian ketahui tentang hal ini?”<br />
“Nabi kami telah memberitahukan kami tentang hal itu bahwa para rasul telah menyampaikannya.  Maka kami mempercayainya”<br />
Itulah  maksud dari firman Allah, “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi (perbuatan) manusia dan agar rasul (Muhmamad) menjadi saksi atas (perbuatan) mereka” (HR Ibnu Majah)</p>
<p><strong>Z.	Keterjagaan Umat Islam    </strong><br />
Umat Muhammad akan selalu benar benar terjaga dan terpelihara dari pengambilan keputusan (mufakat) yang didasarkan atas kesesatan.  ‘Allah tidak akan mengumpulkan umatku dalam kesesatan selama lamanya dan ‘tangan’ Allah adalah bersama jamaah’. (HR Tirmidzi dan Hakim).   Dan kitab suci Al Quran selalu terpelihara kendatipun seandainya orang orang terdahulu (awwalin) hingga sekarang (aakhiriin)  semuanya bersepakat untuk menambah atau mengurangi satu kata saja dari Al Quran, niscaya mereka tidak akan sanggup.  Seperti sangat jelas dan tidak dapat ditutup tutupi perubahan serta penyelewengan isi yang terjadi di dalam Taurat dan Injil.</p>
<p><strong>AA.	Perlindungan Allah SWT bagi umat Muhammad        </strong><br />
‘Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adama (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban mereka, maka diterima salah satu dari mereka berdua (Habil)  dan tidak diterima dari yang lain (Qabil).  Dia berkata (Qabil), “Aku pasti membunuhmu”.  Berkata Habil, “Sesungguhnya Allah SWT hanya menerima (korban) dari orang orang yang bertaqwa” (QS Al Maa’idah 5:27)</p>
<p><strong>BB.	Ringkas dan Lugasnya Ucapan Nabi Muhammad.</strong><br />
Nabi Muhammad di utus dengan diberikan ucapan ringkas dan lugas.  Beliau selalu meringkas hadist seringkas ringkasnya dan mengungguli seantero orang Arab dalam kefasihan serta keindahan ungkapannya.                                                             </p>
<p>‘Aku telah diberikan (karunia) perkataan yang diringkas dan lugas, dan (membuat segala ucapan) hadistku menjadi lebih ringkas’  ‘Aku diutus dengan ucapan yang ringkas dan lugas.  Dan aku ditolong dari rasa ketakutan.  Ketika aku sedang tertidur, aku telah diberikan kunci kunci kekayaan bumi dan aku meletakkannya di atas tanganku’ (HR Bukhari-Muslim)</p>
<p><strong>CC.	Keistimewaan Nabi SAW.</strong><br />
Seperti sebelumnya, Allah telah mengistimewakan Nabi Muhammad daripada Nabi dan RasulNya dari kalangan manusia, serta mengistimewakannya dari para utusan terpilihNya dari penduduk langit dan para malaikat.<br />
Akan tetapi manusia yang paling utama dan melebihi malaikat adalah  ‘Sesungguhnya orang orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itulah sebaik baiknya makhluk’ (QS AL Bayyinah 98:7) ~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)">Kemuliaan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/puasa-rasulullah/" title="Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>May 8, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/puasa-rasulullah/" title="Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa">Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-dasar-dasar-sederhana-dalam-kedua-agama/" title="Prakata: Dasar Dasar Sederhana Dalam Kedua Agama"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>April 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-dasar-dasar-sederhana-dalam-kedua-agama/" title="Prakata: Dasar Dasar Sederhana Dalam Kedua Agama">Prakata: Dasar Dasar Sederhana Dalam Kedua Agama</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam">Hukum Membuat Patung Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin">Kitab Riyadhush Shalihin</a> (1)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam"><img src="Array" alt=" Kemuliaan Rasulullah (2)"  title="Kemuliaan Rasulullah (2)" /></a>April 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam">Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/beriman-kepada-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/beriman-kepada-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 13:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Iman Kepada Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5028</guid>
		<description><![CDATA[إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images1.jpg" alt="images1 Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" title="images1" width="223" height="167" class="alignnone size-full wp-image-5029" /><br />
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.<br />
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.</p>
<p>Ada dua sifat agung yang merupakan pangkat dan keagungan khusus bagi umat Islam, bagi kita yang beriman. </p>
<p><strong>Dua sifat itu adalah syukur dan shabar.</strong></p>
<p>Dari saat yang mulia ini dan seterusnya sampai akhir hayat, marilah tetap kita sandang dua sifat itu, “syukur dan shabar”.  Syukur dalam hal ini adalah syukur atas Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam, serta shabar dalam menegakkan sunnah beliau.</p>
<p>1. <strong>Iman kepada Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam </strong>adalah dasar agama yang Maha Benar ini, dienul Islam, sebagaimana sabda beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam:</p>
<p>بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ …</p>
<p>“Artinya: Islam itu dibangun di atas lima rukun, bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya … (HR. Muslim I/45. Lihat Al-Bukhari I/13).</p>
<p>Setelah beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka beriman kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagai pondasi yang utama. Sebab seluruh pondasi yang lainnya dibangun di atas keimanan pada Allah dan Rasul Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam. </p>
<p>Sehingga orang yang tidak mengimani Rasulullah dan hanya beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa saja, itu tidaklah cukup, dan batal Iman yang demikian itutidak sah.</p>
<p>Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لاَ يَسْمَعُ بِيْ أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّة يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَا نِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِيْ أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ. (رواه مسلم)</p>
<p>“Demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya! Tidak seorangpun yang mendengar tentang aku dari umat (manusia) ini, seorang Yahudi atau Nasrani, kemudian meninggal dunia dan tidak beriman kepada yang aku diutus karenanya, kecuali ia termasuk menjadi penduduk Neraka”. (HR. Muslim I/34).</p>
<p>Itulah pentingnya beriman kepada Rasul yang merupakan pondasi agama dan amal-amal ibadah. Sehingga tanpa mengimani Rasul alias ingkar kufur pada Rasul, maka gugurlah amal kebaikan serta jauh dari rahmat Allah.</p>
<p>Allah berfirman:</p>
<p>“Dan barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amal-amalnya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi”. (Al-Maidah: 5)</p>
<p>“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”.</p>
<p>Bahkan mereka akan ditimpa musibah dan adzab yang pedih, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nur : 63.</p>
<p>“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih”.</p>
<p>Oleh sebab itu maka hendaklah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas hidayah Iman kita kepada Rasulullah Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan bersabar dalam mengikuti dan mentaati beliau.</p>
<p>2. Siapakah Rasulullah Muhammad itu?</p>
<p>Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah manusia biasa, bukan malaikat dan bukan pula anak Tuhan atau lain-lainnya. Beliau secara manusiawi sama dengan kita seluruh umat manusia.</p>
<p>Terbukti beliau terlahir dari jenis manusia, ayahanda beliau serta ibunya adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, serta ibundanya bernama Aminah, keduanya dari suku Quraisy di Makkah Mukarramah keturunan Nabiyullah Ismail bin Nabi Ibrahim ‘alaihimas salam. Sebagai rahmat dan jawaban atas permohonan Abul Anbiya’ Ibrahim alaihis salam yang tercantum dalam firman Allah:</p>
<p>Artinya : “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesunggu-hnya Engkaulah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Al-Baqarah: 129).</p>
<p>Allah menegaskan agar beliau menyatakan tentang diri beliau, dengan firmanNya dalam surat Al-Kahfi ayat 110 dan ayat-ayat yang lain:</p>
<p>“Katakan, sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku”(Al-Kahfi : 110)</p>
<p>“Katakan: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa per-bendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengetahui kecuali yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)? (Al-An’aam: 50).</p>
<p>Rasulullah juga berwasiat agar beliau tidak dihormati secara berlebihan, seperti orang-orang Nashara menghormati Nabi Isa ‘Alaihis Salam, beliau melarang ummatnya menjadikan kuburan beliau sebagai tempat sujud, melarang menggelari beliau dengan gelaran yang berlebihan atau memberikan penghormatan dengan berdiri ketika beliau hadir.</p>
<p>Dari sahabat Amr Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>وَلاَ تُطْرُوْنِيْ كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ. فَقُولُوا: عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلَهُ. (رواه البخاري)</p>
<p>“Janganlah kamu memuji aku (berlebihan) sebagaimana orang Nasrani memuji Isa Ibnu Maryam. Sesungguhnya saya hanyalah seorang hamba, maka katakanlah: Hamba Allah dan RasulNya”. (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Abu Hurairah Radhiallaahu anhu meriwayatkan, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>لاَ تَجْعَلُواْ بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا. وَلاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِيْ عِيْدًا (رواه أبو داود).</p>
<p>“Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi dari ibadah) dan jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan” (HR. Abu Dawud).</p>
<p>Dari Abu Hurairah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>لاَ تَتَّخِذُواْ قَبْرِي عِيْدًا، وَلاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا، وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَصَلُّوْا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِيْ. (رواه أحمد)</p>
<p>“Jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, dan janganlah engkau jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan dan dimanapun kamu berada (ucapkanlah do’a shalawat kepadaku) karena sesungguhnya do’a shalawatmu sampai kepadaku”. (Diriwayat-kan Imam Ahmad).</p>
<p>3. Cara dan konsekwensi beriman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, artinya: </p>
<p>“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka, segala yang baik dan mengharamkan mereka dari segala yang buruk dan membuang bagi mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”). (Al-A’raf: 157).</p>
<p>بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.</p>
<p>                             *************                                                 </p>
<p>إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛</p>
<p>Marilah kita perdalam Iman kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sekaligus melaksanakan konsekuensinya.<br />
Yaitu kita bersungguh-sungguh agar melaksanakan hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>1. Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad Shallallaahualaihi wa Sallam dan apa yang dibawa oleh beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menandaskan tentang ciri orang bertaqwa: “Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Az-Zumar : 33).</p>
<p>2. Ikhlas mentaati Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam . </p>
<p>Sebagaimana janji Allah :<br />
“Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (An-Nuur: 54).</p>
<p>“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (An-Nisaa’: 65).</p>
<p>3. Mencintai beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam, keluarga, para sahabat dan segenap pengikutnya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallambersabda:</p>
<p>لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ اَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ (رواه البخاري ومسلم</p>
<p>“Tidaklah beriman seseorang (secara sempurna)sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>4. Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya, dari ke zhaliman menuju keadilan, dari kebatilan kepada kebenaran, serta dari kemaksiatan menuju ketaatan.Sebagaimana firman di atas:</p>
<p>“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Al-A’raaf: 157).</p>
<p>5. Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam setiap amal dan tingkah laku, itulah petunjuk Allah:</p>
<p>“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. (Al-Ahzab:21).</p>
<p>6. Memuliakan dengan banyak membaca shalawat salam kepada beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam terutama setelah disebut nama beliau.</p>
<p>رَغِمَ اَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ (رواه الترميذي)</p>
<p>“Merugilah seseorang jika disebut namaku padanya ia tidak membaca shalawat padaku.” (HR. At-Tirmidzi)</p>
<p>7. Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam seperti waspada dari syirik, tahayul, bid’ah, khurafat, itulah pernyataan Allah:<br />
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. (An-Nur: 63).</p>
<p>8. Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. </p>
<p>Itulah tegaknya agama:</p>
<p>“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah karenanya”. (Asy-Syura: 13)</p>
<p>إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.<br />
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ</p>
<p><strong>Written by: Waznin Ibnu Mahfudl<br />
</strong></p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beriman Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/beriman-kepada-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/rahasia-usia-40-rahasia-usia-nubuwah-rasulullah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/rahasia-usia-40-rahasia-usia-nubuwah-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 04:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Nubuwah]]></category>
		<category><![CDATA[Usia 40]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5009</guid>
		<description><![CDATA[Rahasia umur Muhammad saat nubuwah, mulai tersingkap sedikit demi sedikit. Mengapa Muhammad mengemban misi kenabian saat beliau berusia 40 tahun? Dan bukannya usia 30 atau 35, puncak kehebatan [fisik] manusia? Mengapa harus 40 tahun? saat fisik sudah berrada di jalur turun, ibarat naik roll coster, 0-39 th adalah ketika kereta merambat naik, lalu di usia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/tundra-landscape-russia_25317_990x742-300x225.jpg" alt="tundra landscape russia 25317 990x742 300x225 Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" title="tundra-landscape-russia_25317_990x742" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-5010" /><br />
Rahasia umur Muhammad saat nubuwah, mulai tersingkap sedikit demi sedikit.  Mengapa Muhammad mengemban misi kenabian saat beliau berusia 40 tahun? Dan bukannya usia 30 atau 35, puncak kehebatan [fisik] manusia?  Mengapa harus 40 tahun? saat fisik sudah berrada di jalur turun, ibarat naik roll coster, 0-39 th adalah ketika kereta merambat naik, lalu di usia 40 lah si kereta roll coster mencapai puncak rel dan kemudian meroket turun.</p>
<p>Jadi, apa rahasia usia 40 tahun Muhammad ketika di serahkan misi mulia ini? Apa makna yang terkandung dalam usia 40 ini?</p>
<p>                                                     ****************</p>
<p>Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (Q.S. al-Ahqâf: 15)</p>
<p>Al-Qur’an memberikan apresiasi tersendiri terhadap manusia kala mencapai usia 40 tahun yang disebutkan dalam surat di atas. Pastilah bukan hal yang main-main, Allah menyebutkan secara jelas usia manusia yang dimaksud. Sebenarnya apa maksud Allah menyuruh manusia untuk berdo’a pada usia tersebut.</p>
<p>Menurut para mufassir, usia 40 tahun merupakan usia dimana manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosional, karya, maupun spiritualnya. Orang yang berusia 40 tahun benar-benar telah meninggalkan usia mudanya dan beralih menapaki usia dewasa penuh. Apa yang dialami pada usia ini sifatnya stabil, mapan, kokoh. Perilaku di usia ini akan menjadi barometer pada langkah usia selanjutnya.</p>
<p>Do’a yang terdapat dalam ayat tersebut sangat dianjurkan untuk dibaca oleh mereka yang menginjak usia 40 tahunan. Di dalamnya tampak terkandung uraian berbagai gejala orang yang berusia 40 tahun, yakni nikmat yang sempurna telah diterimanya dan diterima oleh orang tuanya, kecenderungan diri untuk beramal yang positif, rumah tangga yang beranjak harmonis, kecenderungan diri bertaubat dan kembali kepada Sang Pencipta, dan ketegasannya mendeklarasikan diri sebagai pemeluk agama Islam.</p>
<p>Oleh beberapa ahli tafsir, ayat tersebut dijelaskan sebagai ayat yang berisikan nasihat kepada manusia untuk selalu bersyukur, mengingat dan mendoakan kebaikan bagi kedua orang tuanya sekaligus juga memohon petunjuk untuk dapat melakukan amal shaleh berupa kebaikan (agama) kepada keluarganya ketika manusia tersebut telah mencapai usia 40 tahun.</p>
<p>Dalam surat tersebut setidaknya juga terdapat empat indikator kemuliaan manusia yang seharusnya menjadi identitas orang yang mencapai umur 40 tahun yaitu bersyukur, beramal shalih, bertaubat, dan berserah diri.</p>
<p>    * Bersyukur kepada Allah atas karunia umur yang mengantarkannya mencapai angka 40.</p>
<p>    * Bersyukur atas kenikmatan hidup yang telah dianugerahkan Allah baik berupa kenikmatan material maupun nikmat anak keturunan (dzuriyat).</p>
<p>    * Bersyukur sesuai hakikat bahwa semuanya karena kehendak yang mengikuti nilai-nilai kebaikan yang dikehendaki Allah dan dicontohkan dalam kehidupan Rasul dan para sahabat.</p>
<p>    * Bertobat disertai kesadaran bahwa manusia mempunyai kalbu yang berbolak-balik antara tarikan kebaikan dan keburukan.</p>
<p>    * Bertobat disertai perenungan dan perhitungan apakah di usia 40 tahun lebih berat kebaikannya atau keburukannya.</p>
<p>    * Berserah diri, yang merupakan pernyataan keikhlasan sebagai seorang muslim yang tunduk dan patuh terhadap ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya, sehingga upaya-upaya yang dilakukan tersebut dapat menjadi amal shaleh yang tidak tertolak dan dapat mendatangkan keridhoan-Nya. </p>
<blockquote><p>Dengan demikian umur 40 tahun dapat dipandang sebagai gerbang pencerahan jiwa, menjadikannya cahaya menuju kehidupan yang lebih mulia.1]
</p></blockquote>
<p>Pada ayat yang lain, Allah swt. berfirman,</p>
<p>Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam tempo yang cukup untuk berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? (Q.S. Fâthir: 37)</p>
<p>Menurut Ibnu Abbas, Hasan al-Bashri, al-Kalbi, Wahab bin Munabbih, dan Masruq, yang dimaksud dengan “umur panjang dalam tempo (tenggang waktu) yang cukup untuk berpikir” dalam ayat tersebut tidak lain adalah kala berusia 40 tahun.</p>
<p><strong>Mengapa umur 40 tahun begitu penting?</strong></p>
<p>Dalam tradisi Islam, usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu<br />
1) periode kanak-kanak atau thufuliyah,<br />
2) periode muda atau syabab,<br />
3) periode dewasa atau kuhulah, dan<br />
4) periode tua atau syaikhukhah. </p>
<p>Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyebut periode kanak-kanak itu mulai lahir hingga baligh, muda mulai dari usia baligh sampai 40 tahun, dewasa usia 40 tahun sampai 60 tahun, dan usia tua dari 60-70 tahun.</p>
<p>Usia 40 tahun dengan demikian adalah usia ketika manusia benar-benar meninggalkan masa mudanya dan beralih menapaki masa dewasa penuh yang disebut dengan usia dewasa madya (paruh baya) atau kuhulah. Hal ini sesuai dengan pendapat pakar psikologi seperti Elizabet B. Hurlock, penulis “Developmental Psychology”. Katanya, “masa dewasa awal” atau “early adulthood” terbentang sejak tercapainya kematangan secara hukum sampai kira-kira usia 40 tahun. Selanjutnya adalah masa setengah baya atau “middle age”, yang umumnya dimulai pada usia 40 tahun dan berakhir pada usia 60 tahun. Dan akhirnya, masa tua atau “old age” dimulai sejak berakhirnya masa setengah baya sampai seseorang meninggal dunia.</p>
<p>Nuansa kejiwaan yang paling menarik pada usia 40 tahun ini adalah meningkatnya minat seseorang terhadap agama (religiusitas dan spiritualisme) setelah pada masa-masa sebelumnya minat terhadap agama itu boleh jadi kecil sebagaimana diungkapkan oleh banyak pakar psikologi sebagai “least religious period of life”.</p>
<p>Oleh karena itu, dengan berbagai keistimewaannya, maka patutlah jika usia 40 tahun disebut tersendiri di dalam al-Qur’an. Dan karenanya, tidaklah heran jika para Nabi diutus pada usia 40 tahun. Nabi Muhammad saw. diutus menjadi nabi tepat pada usia 40 tahun. Begitu juga dengan nabi-nabi yang lain, kecuali Nabi Isa as. dan Nabi Yahya as., mereka diutus menjadi nabi ketika usia mereka genap 40 tahun.</p>
<p>Di banyak negara ditetapkan, untuk menduduki jabatan-jabatan elit yang strategis, seperti kepala negara, disyaratkan bakal calon harus telah berusia 40 tahun. Masyarakat sendiri tampak cenderung baru mengakui prestasi seseorang secara mantap tatkala orang itu telah berusia 40 tahun. Soekarno menjadi presiden pada usia 44 tahun. Soeharto menjadi presiden pada umur 46 tahun. J.F. Kennedy 44 tahun. Bill Clinton 46 tahun. Paul Keating 47 tahun. Sementara Tony Blair 44 tahun.</p>
<p>A<strong>pa keistimewaan usia 40 tahun?<br />
</strong></p>
<p>Dari kacamata psikologi, usia 40 tahun sering disebut masa dewasa madya. Orang-orang yang berada di usia ini lebih popular disebut setengah baya, dari sudut posisi usia dan terjadinya perubahan fisik maupun psikologis, memiliki banyak kesamaan dengan masa remaja. Bila masa remaja merupakan masa peralihan, dalam arti bukan lagi masa kanak-kanak namun belum bisa disebut dewasa, maka pada setengah baya, tidak dapat lagi disebut muda, namun juga belum bisa dikatakan tua.</p>
<p>Secara fisik, pada masa remaja terjadi perubahan yang demikian pesat (menuju ke arah kesempurnaan/kemajuan) yang berpengaruh pada kondisi psikologisnya, sedangkan individu setengah baya juga mengalami perubahan kondisi fisik, namun dalam pengertian terjadi penurunan/kemun-duran, yang juga akan mempengaruhi kondisi psikologisnya. Selain itu, perilaku dan perasaan yang menyertai terjadinya perubahan-perubahan tersebut adalah sama, yaitu salah tingkah/ canggung, bingung, dan kadang-kadang over acting.</p>
<p><strong><br />
CIRI-CIRI DEWASA MADYA</strong></p>
<p>    * Masa yang ditakuti (a dreaded period).<br />
    * Masa transisi (a time of transition).<br />
    * Masa penyesuaian kembali (a time of adjustment).<br />
    * Masa keseimbangan dan ketidakseimbang-an (a time of equilibrium and disequilibrium<br />
    * Usia berbahaya (a dangerous age).<br />
    * Usia kaku/canggung (a awkward age).<br />
    * Masa berprestasi (a time of achievement).</p>
<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images19.jpg" alt="images19 Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" title="images19" width="241" height="154" class="alignnone size-full wp-image-5011" /><br />
<strong>Masa yang ditakuti</strong></p>
<p>    * Selain masa tua (old age), masa dewasa madya juga merupakan masa yang sangat ditakuti datangnya oleh kebanyakan individu, sehingga seolah-olah mereka ingin mengerem laju pertambahan usia mereka.<br />
    * Bagi perempuan masa dewasa madya tidak saja berarti menurunnya kemampuan reproduktif dan datangnya menopause, namun juga menurunnya daya tarik seksual.<br />
    * Umumnya mereka (individu dewasa madya) merasa tidak lagi menarik secara seksual bagi suami mereka, sehingga muncul kekhawatiran “akan kehilangan” suami dan kondisi ini selain dapat mengakibatkan para istri begitu mengharapkan suaminya bersikap seperti ketika masih pengantin baru, juga munculnya rasa cemburu yang kadang cenderung berlebihan, bila melihat suaminya berkomunikasi dengan perempuan yang lebih muda usianya.<br />
    * Biasanya di usia2 ini, suami mereka mulai lebih berkonsentrasi pada karier dan peningkatan kariernya, sehingga mereka semakin merasa kesepian dan “diabaikan”.<br />
    * Perasaan2 negatif ini bila tidak segera dicari pemecahannya dapat mengakibatkan para istri mengalami depresi.<br />
    * Bagi pria, masa dewasa madya merupakan usia yang mengandung arti menurunnya kemampuan fisik secara menyeluruh, termasuk berkurangnya vitalitas seksual.<br />
    * Sebagian kaum pria yang mengalami tanda-tanda terjadinya penurunan kemampuan seksual ini, akan mengalihkan perhatian mereka pada kesibukan bekerja demi meningkatkan prestasi dan memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat.<br />
    * Selain masalah seksual, kaum pria yang telah memasuki usia dewasa madya, ada juga yang ingin menutupi “kelemahan” fisiknya dengan melakukan aktivitas fisik berlebihan, dan cenderung menolak bantuan dari mereka yang lebih muda.<br />
    * Pada sebagian yang lain, justru bersikap kompensatif, dalam arti untuk menutupi “kekurangannya” mereka bersikap seperti anak muda dengan lebih memperhatikan penampilan fisik, berdandan sedemikian rupa untuk mencari perhatian dari lawan jenis yang berusia jauh lebih muda.<br />
    * Mereka yang berperilaku seperti ini justru menunjukkan adanya ketidak percayaan yang cukup besar terhadap daya tarik seksual mereka.</p>
<p><strong>Masa Transisi</strong></p>
<p>    * Seperti juga masa remaja, individu pada masa dewasa madya juga disebut sebagai masa transisi dari masa dewasa awal ke masa dewasa lanjut (lansia).<br />
    * Sebagian cirri-ciri fisik dan perilakunya masih memperlihatkan masa dewasa awal, sementara banyak ciri fisik dan perilaku lainnya justru telah menunjukkan ciri-ciri orang dewasa lanjut.<br />
    * Kondisi transisi ini menyebabkan mereka harus banyak melakukan penyesuaian terhadap peran-peran baru yang diberikan oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan mereka untuk dapat berpikir dan berperilaku sesuai dengan usianya.</p>
<p><strong>Masa Penyesuaian kembali</strong></p>
<p>    * Memasuki usia dewasa madya, cepat atau lambat individu harus mengadakan penye-suaian kembali terhadap perubahan2 yang dialaminya, baik fisik maupun peranan.<br />
    * Penyesuaian terhadap perubahan peranan, biasanya akan terasa lebih sulit dilakukan bila dibandingkan dengan penyesuaian terhadap berubahnya kondisi fisik. Misalnya kaum pria yang mengalami masa pensiun, atau kaum perempuan yang mengalami perubahan peran sebagai ibu dengan anak-anak yang akan mulai memasuki kehidupan baru.</p>
<p><strong>Masa Keseimbangan dan Ketidakseimbangan<br />
</strong><br />
    * Pengertian keseimbangan mengacu pada kemampuan penyesuaian terhadap terjadinya perubahan2 fisik dan psikologis yang dilakukan orang2 dewasa madya.<br />
    * Keseimbangan ini dapat dicapai bila ada penyesuaian secara menyeluruh terhadap pola-pola kehidupannya. Mereka yang mampu mencapai keseimbangan akan merasakan kehidupan yang tenang, tenteram dan damai di rumah, sehingga tidak suka “keluyuran”/ buang-buang waktu di luar rumah untuk kegiatan yang tidak berguna.<br />
    * Ketidakseimbangan artinya adalah terjadinya kegoncangan2/gangguan2 penyesuaian yang dialami individu pada masa ini, baik yang bersifat internal maupun eksternal, termasuk dengan pasangan hidupnya.<br />
    * Mereka yang tidak mampu mencapai keseimbangan ini akan merasa tidak betah di rumah, dan cenderung ingin “lari” dari rumah untuk memenuhi kebutuhan2 fisik dan psikologis yang tidak diperoleh di rumahnya</p>
<p><strong>Usia Berbahaya<br />
</strong><br />
    * Yang dimaksud dengan usia berbahaya adalah dalam hal kehidupan seksual-nya, terutama dengan isterinya.<br />
    * Juga dalam hal-hal yang berhubungan dengan segala aspek kehidupan lainnya, seperti kondisi fisik yang mulai rentan terhadap penyakit, juga kondisi psikologis yang relative menjadi lebih peka, dalam arti mudah tersinggung, tertekan, stress, hingga depresi.<br />
    * Dalam hal-hal yang berhubungan dengan masalah seksual, tidak jarang terjadi para suami yang mulai merasa “bosan” dengan istrinya, sehingga mulai menyeleweng, atau pun menceraikan istrinya untuk kawin lagi dengan perempuan lain yang kadang-kadang seusia dengan anak gadisnya.<br />
    * Adapun untuk hal-hal yang lain, individu usia dewasa madya, relative lebih sering mengalami gangguan fisik maupun mental, bahkan pada orang-orang tertentu dapat mengakibatkan bunuh diri.</p>
<p><strong>Usia Kaku/Canggung</strong></p>
<p>    * Seperti juga masa remaja ketika individu tidak bisa lagi disebut anak-anak, tetapi juga belum layak disebut dewasa, begitu juga individu dewasa madya, sudah kurang pantas disebut dewasa dini, namun juga belum bisa disebut tua. Dalam situasi seperti ini, kadang muncul rasa canggung dan bingung pada individu.<br />
    * Pada sebagian individu kondisi ini mengakibatkan mereka ingin menutupi ketuaan dengan berbagai cara dan sejauh mungkin berusaha untuk tidak tampak tua, misalnya dalam hal pemilihan busana, berdandan/ pemakaian kosmetik dsb. Kadang-kadang apabila individu agak berlebihan di dalam menampilkan busana dan dandanan yang bertujuan untuk menutupi ketuaannya, maka hal ini justru menyebabkan mereka tampak janggal, sehingga terlihat kaku/canggung.</p>
<p><strong>Masa Berprestasi</strong></p>
<p>    * Berprestasi pada usia dewasa madya menurut Werner merupakan suatu gambaran yang positif dari seorang individu.<br />
    * Pada usia 40 tahun pada orang-orang normal telah memiliki pengalaman yang cukup dalam pendidikan dan pergaulan, sehingga mereka telah memiliki sikap yang pasti serta nilai-nilai tentang hubungan social yang berkembang secara baik.<br />
    * Kondisi keuangan dan kedudukan social mereka biasanya telah mapan, serta mereka telah memiliki pandangan yang jelas tentang masa depan dan tujuan yang ingin dicapai.<br />
    * Apabila situasi ini diikuti dengan kondisi fisik yang prima, maka mereka dapat menyatakan bahwa hidup dimulai di usia 40 tahun (life begin 40th).<br />
    * Menurut Hurlock yang dapat dicapai individu di usia dewasa madya, tidak hanya kesuk-sesan secara financial, melainkan juga dalam hal kekuasaan dan prestise.<br />
    * Biasanya usia pencapaian terjadi antara 40-50 tahun. Selain itu masyarakat sendiri nampaknya baru mengakui kemampuan atau prestasi seseorang secara mantap apabila yang bersangkutan telah memasuki usia dewasa madya.</p>
<p>Bila ditinjau dari sisi psikologi, memang usia 40 tahun memiliki banyak keistimewaan, salah satunya sebagaimana tercermin dari sabda Rasulullah saw.,</p>
<p>العَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد</p>
<p>Seorang hamba muslim bila usianya mencapai empat puluh tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai enam puluh tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepada-Nya. Bila usianya mencapai tujuh puluh tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai delapan puluh tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai sembilan puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang belakangan, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai “tawanan Allah” di bumi. (H.R. Ahmad)</p>
<p>Hadits ini menyebut usia 40 tahun paling awal, dimana isinya bermakna bahwa orang yang mencapai usia 40 tahun dan ia tetap memiliki komitmen terhadap penghambaan kepada Allah swt. sekaligus memiliki konsistensi terhadap Islam sebagai pilihan keberagamaannya, maka Allah swt. akan meringankan hisabnya. Perhitungan amalnya akan dimudahkan oleh Allah swt. Ini merupakan suatu keistimewaan tersendiri, karena dihisab, diteliti secara detail, diinterogasi secara berbelit-belit, merupakan suatu tahapan di akhirat yang sangat sulit, pahit, lama, dan mencekam tak ubahnya disiksa, betapa pun siksa yang sebenarnya belum dilaksanakan.</p>
<p>Orang yang usianya mencapai 40 tahun mendapatkan keistimewaan berupa hisabnya diringankan. Boleh jadi ini karena untuk mencapai usia 40 tahun dengan tingkat penghambaan dan keberagamaan yang konsisten tentulah membutuhkan proses perjuangan yang melelahkan.</p>
<p>Tetapi, umur 40 tahun merupakan saat harus waspada juga. Ibarat waktu, orang yang berumur 40 tahun mungkin sudah masuk ashar. Senja. Sebentar lagi maghrib. Sahabat Qotadah, tokoh generasi tabiin, berkata, “Bila seseorang telah mencapai usia 40 tahun, maka hendaklah dia mengambil kehati-hatian dari Allah ‘azza wa jalla.”</p>
<p>Bahkan, sahabat Abdullah bin Abbas ra. dalam suatu riwayat berkata, “Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak unggul mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.”</p>
<p>Nasihat yang diungkap oleh dua sahabat besar tersebut memberikan pengertian bahwa manusia harus mulai bersikap waspada, hati-hati, dan mawas diri dalam aktivitas pengabdiannya kepada Allah swt. manakala usianya telah mencapai 40 tahun. Ia ditekankan untuk meningkatkan atau setidak-tidaknya mempertahankan amal kebajikan yang telah dibiasakannya pada usia-usia sebelumnya. Tidak justru “tua-tua keladi”, makin tua dosanya makin menjadi-jadi. Secara keras, Ibnu Abbas ra. mengingatkan manusia yang berumur 40 tahun dan amal kebajikannya masih kalah dibanding dengan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.</p>
<p>Atas dasar ini, penduduk Madinah dahulu yang didominasi oleh para sahabat Nabi Saw. ketika usia mereka telah mencapi 40 tahun, mereka konsentrasi beribadah. Mereka mulai memprioritaskan hari-harinya untuk aktivitas ibadah. Kesibukan mencari materi mereka kurangi dan beralih memfokuskan diri pada kegiatan yang bersifat non-materi, dalam rangka memobilisasi bekal sebanyak-banyaknya bagi kehidupan setelah mati. Hal yang sama dilakukan oleh penduduk Andalusia, Spanyol.</p>
<p>Imam asy-Syafi’i tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan seraya memakai tongkat. Jika ditanya, jawab beliau, “Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.”</p>
<p>Syeikh Abdul Wahhab asy-Sya’rani dalam kitab “al-Bahr al-Maurûd” menyatakan, “Kita memiliki keterikatan janji manakala umur kita telah mencapai 40 tahun, bahwa kita harus melipat alas tidur kecuali bila terkuasai (yakni, kantuk berat datang dan tak bisa dihindari), kita tidak boleh alpa dari keberadaan kita sebagai para musafir ke negeri akhirat di setiap detak nafas, sehingga kita tidak merasa memiliki kenyamanan sedikit pun di dunia. Kita harus melihat sedetik nafas dari umur kita setelah usia 40 tahun sebanding dengan 100 tahun dari umur sebelumnya. Begitulah. Pasca usia 40 tahun, tidak ada rehat bagi kita, tidak lagi berebutan atas suatu jabatan (kursi), tidak juga merasa senang dengan sedikit pun dari dunia. Semua itu karena sempitnya usia pasca 40 tahun. Tidaklah pantas orang yang berada di ujung kematian berlaku lalai, lupa, santai, dan bermain-main.”</p>
<p>>   Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika menginjak usia 40 tahun?</p>
<p>Beberapa yang disebutkan Ahmad Syarifuddin dalam bukunya ini adalah,</p>
<p>1. Meneguhkan tujuan hidup</p>
<p>2. Meningkatkan daya spiritualisme</p>
<p>3. Menjadikan uban sebagai peringatan</p>
<p>4. Memperbanyak bersyukur</p>
<p>5. Menjaga makan dan tidur</p>
<p>6. Menjaga konsistensi dan kontinuitas</p>
<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/aa-300x222.jpg" alt="aa 300x222 Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" title="aa" width="300" height="222" class="alignnone size-medium wp-image-5014" /><br />
Jika ada yang mengatakan bahwa: Life began at forty, saya cenderung berpendapat bahwa kehidupan yang dimaksud adalah kehidupan religius, kehidupan yang berfokus dan konsentrasi untuk persiapan menuju negeri akhirat. Karena bagaimanapun, statemen Helen Rowland itu belum selesai. Lanjutnya, … but so do fallen arches, rheumatism, faulty eyesight, and the tendency to tell a story to the same person, three or four times. Kehidupan memang dimulai umur 40 tahun, tetapi pada saat itu kita juga mulai cekot-cekot, reumatik, rabun, dan kecenderungan pikun.</p>
<p>Karena itu, agaknya syair Ali bin Abi Thalib ra. ini bisa dijadikan renungan,</p>
<blockquote>
<p>إِذَا عَاشَ الْفَتَى سِتِّيْنَ عَامًا # فَنِصْفُ الْعُمْرِ تَمْحَقُهُ اللَّيَالِي وَرُبْعُ الْعُمْرِ يَمْضِى لَيْسَ يُدْرَى # أَيُقْضَى فِى يَمِيْنٍ أَوْ شِمَالِ وَرُبْعُ الْعُمْرِ أَمْرَاضٌ وَشَيْبٌ # وَشُغْلٌ بِالتَّفَكُّرِ وَالْعِيَالِ</p>
<p>Jika seorang pemuda dikaruniai usia 60 tahun, maka separuh usianya habis oleh tidur di malam hari. Sementara seperempat usianya berlalu tanpa diketahui, apakah dijalankan ke kanan atau ke kiri. Seperempat usianya yang lain dimangsa oleh sakit, uban, dan kesibukan mengurus keluarga.</p></blockquote>
<p>Jika umur kita pada kenyataannya lebih banyak yang kita habiskan untuk sesuatu yang tidak berguna, maka kiranya kini saatnya untuk tidak lagi menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Sebagaimana sahabat Abdullah bin Umar r.a. pernah menceritakan hadits dari Rasulullah Saw. yang perlu dicamkan berkaitan dengan hal ini.</p>
<p>Rasulullah Saw. memegang kedua pundakku dan bersabda, “Jadilah di dunia seakan-akan kamu orang asing (perantau) atau pengembara (musafir).” Abdullah bin Umar ra. berkata, “Jika berada di waktu sore, jangan menanti waktu pagi. Jika berada di waktu pagi, jangan menanti waktu sore. Pergunakanlah (rebutlah) masa sehatmu (dengan amal-amal shaleh) untuk bekal (antisipasi) masa sakitmu dan masa hidupmu untuk bekal (antisipasi) masa matimu.” (H.R. Bukhari).</p>
<p><strong>[Written by Adi Wicaksono]</strong></p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah"  title="Rahasia Usia 40, Rahasia Usia Nubuwah Rasulullah" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/rahasia-usia-40-rahasia-usia-nubuwah-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/10/sungguh-muhammad-adalah-nabi-allah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/10/sungguh-muhammad-adalah-nabi-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 10:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Bosworth Smith]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4895</guid>
		<description><![CDATA[Kutipan ini diambil dari buku Mohammed and Mohammedanism yang ditulis oleh Bosworth Smith, penulis bahkan mengakui bahwa Muhammad adalah Nabi Allah. “Apabila kenyataan keakraban dapat diukur oleh dalamnya kesetiaan sahabat kepadanya, tak ada seorang sahabat yang lebih besar yang pernah hidup seperti Muhammad. Di sekitarnya, di hari-hari yang paling awal berkumpul orang-orang yang paling baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/autumn-landscape-colorful-leaves_25289_990x742-300x225.jpg" alt="autumn landscape colorful leaves 25289 990x742 300x225 [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" title="autumn-landscape-colorful-leaves_25289_990x742" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-4896" /><br />
Kutipan ini diambil dari buku <em>Mohammed and Mohammedanism</em> yang ditulis oleh <strong>Bosworth Smith</strong>, penulis bahkan mengakui bahwa Muhammad adalah Nabi Allah.</p>
<p>“Apabila kenyataan keakraban dapat diukur oleh dalamnya kesetiaan sahabat kepadanya, tak ada seorang sahabat yang lebih besar yang pernah hidup seperti Muhammad. Di sekitarnya, di hari-hari yang paling awal berkumpul orang-orang yang paling baik di Mekkah dan satu contoh saja pun tidak ada dalam masa pasang-surutnya yang beraneka ragam persahabatan yang pernah terjalin itu terputus.</p>
<p>Yang paling patut diperhatikan dari sifat-sifat khasnya yang nampak ialah kesungguhannya yang manis dan rasa harga diri yang tenang, yang dengan serta merta menarik respek orang kepadanya, yang merupakan satu dari berpuluh sifat yang melindungi dia dari setiap kehinaan…….<br />
Muhammad menguasai hati manusia. Sebagai kepala Negara dan Agama, ia dalah Caesar dan Paus dalam satu diri, tetapi ia Paus tanpa pretensi Paus, dan Caesar tanpa barisan laskar Caesar, tanpa angkatan perang yang dipersiapkan, tanpa pengawal pribadi, tanpa istana, tanpa penghasilan tertentu. Sekiranya ada manusia yang berhak mengatakan bahwa ia telah memerintah berdasar hukum Ilahi maka orang itu adalah Muhammad, karena ia mempunyai segala kekuatannya tanpa alat-alatnya dan tanpa penopang-penopangnya. Ia lebih tinggi dari titel-titel dan upacara-upacara tetek bengek yang nampak seperti sungguh-sungguh dan sikap pura-pura merendah dibalik rasa bangga dalam etiket-etiket istana.</p>
<p>Bagi putra-putra raja, bagi raja-raja yang dilahirkan dalam kemegahan, hal-hal ini sewajarnyalah dianggap sebagai nafas sehari-hari. Tetapi orang-orang lain yang lebih dikenal sebagai Self-Made Man, dan mereka yang paling menonjol dalam sejarah seperti Caesar, Cromwell, Napoleon, tidak sanggup menolak gaya tarik emas persada. Muhammad telah puas dengan realitas. Ia tidak peduli akan embel-embel kekuasaan. Kesederhanaan hidupnya sehari-hari sejalan dengan kesederhanaan dalam kehidupannya di depan umum.<br />
Kedudukan Muhammad dalam sejarah, unik sepenuhnya, ia adalah penubuh ganda tiga dari suatu bangsa, suatu empirium dan satu agama.</p>
<p>Walaupun ia sendiri buta huruf …….. ia adalah pengarang ? satu kitab yang merupakan puisi, hukum, kitab ibadat, dan satu bibel sekaligus, dan dimuliakan hingga hari ini oleh seperenam ummat manusia sebagai suatu keajaiban kemurnian gaya, kebijaksanaan dan kebenaran. Itulah satu-satunya mukjizat yang diakui Muhammad — mukjizatnya yang nyata, katanya, dan memang sesungguhnyanya demikian. Tetapi dengan melihat keadaan-keadaan pada waktu itu, pada penghormatannya yang tidak terbatas dari pengikutnya, dan dengan membandingkannya dengan Bapak-bapak Gereja, atau dengan orang-orang suci di abad pertengahan, menurut pikiran saja, yang paling ajaib. </p>
<p>Apa saja yang dapat dikatakannya, dapat dilakukannya, pengikut-pengikutnya langsung melihat dia mengerjakannya. Mereka tidak dapat melepaskan dari dia tindakan mukjijatnya, yang tidak pernah ia lakukan dan selalu ditolaknya bahwa ia melakukannya. Bukti yang lebih besar yang manakah diperlukan untuk menunjukkan ketulusannya ? Hingga akhir hidupnya Muhammad tidak mengakui sesuatu tentang dirinya kecuali apa yang diakuinya sejak semula. Dan dengan falsafah yang paling tinggi serta Agama Kristen yang paling benar, saya berani percaya, sepakat akan menyerah kepadanya &#8211; bahwa ialah Nabi, Nabi Allah yang sesungguhnya..”</p>
<p>[http://eramuslim.blogdetik.com/2009/01/27/pengakuan-akan-kenabian-muhammad/]</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" [Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah"  title="[Sungguh,] Muhammad Adalah Nabi Allah" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/10/sungguh-muhammad-adalah-nabi-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari dan Putra Nabi Muhammad</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/10/gerhana-matahari-dan-putra-nabi-muhammad/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/10/gerhana-matahari-dan-putra-nabi-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 10:09:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Gerhana Matahari]]></category>
		<category><![CDATA[Putra Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4889</guid>
		<description><![CDATA[O’LEARY, DE LACY. D.D dalam bukunya Arabic Thought and its Place in History. Menulis tentang kisah wafatnya Putra Nabi Muhammad: Kesopanannya terhadap orang-orang besar, keramahannya terhadap orang-orang sederhana dan kesabaran dalam harga dirinya terhadap si Pongah memberikan respek dan rasa kagum serta sambutan hangat kepadanya. Bakat-bakatnya sama kuat untuk meyakinkan dan memerintah. Dengan membaca dalam-dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  <img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/matahari-gerhana2.jpg" alt="matahari gerhana2 Gerhana Matahari dan Putra Nabi Muhammad" title="matahari gerhana2" width="220" height="169" class="alignnone size-full wp-image-4890" /> </p>
<p>O’LEARY, DE LACY. D.D dalam bukunya Arabic Thought and its Place in History. Menulis tentang kisah wafatnya Putra Nabi Muhammad:</p>
<p>Kesopanannya terhadap orang-orang besar, keramahannya terhadap orang-orang sederhana dan kesabaran dalam harga dirinya terhadap si Pongah memberikan respek dan rasa kagum serta sambutan hangat kepadanya. Bakat-bakatnya sama kuat untuk meyakinkan dan memerintah. Dengan membaca dalam-dalam pada jilid-jilid buku alam, walaupun ia sama sekali buta huruf, pikirannya dapat meluas dalam perbedaan yang paling menyolok atau memadakan dalam pengertian yang paling remeh dari pengikutnya. Kefasihannya yang sederhana, yang ditonjolkan secara mengesankan oleh expresi wajahnya, di mana ketakjuban dan keagungan yang ditempa oleh kemanisan rasa akrab menggerakkan emosi-emosi pemujaan dan cintakasih dan ia dianugerahi air muka genius yang berkuasa, yang mempengaruhi baik orang terpelajar maupun orang buta huruf. Sebagai seorang ayah dan seorang sahabat ia memperlihatkan perasaan-perasaan yang paling halus dari sifat insani.</p>
<p>Tetapi sambil memiliki perasaan hati yang ramah dan pemurah, serta bertugas dalam kebanyakan urusan-urusan sosial dan rumah-tangga, ia tidak memalukan titel yang diakuinya sebagai Nabi Allah. Dengan segala sifat kesederhanaan yang lazim bagi jiwa besar, ia melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih rendah yang tidak akan dilakukan oeh jiwa yang diselimuti kesombongan, bahkan ketika ia mulai menjadi ‘Raja’ di seluruh tanah Arab, ia memperbaiki sepatunya sendiri dan menambal baju wolnya yang kasar, memeras susu, menyapu dapur dan menyalakan api di tungku. Kurma dan air adalah santapannya sehari-hari, susu dan anggur merupakan barang mewah baginya. Apabila ia bepergian, ia memakan bekalnya bersama-sama denan pelayannya. Kejujurannya atas ucapan-ucapannya tentang kebajikan dibuktikan pada waktu wafatnya oleh kekosongan lemarinya …..</p>
<p>Muhammad, seorang manusia biasa, diakui sebagai Nabi oleh keluarganya. Muhammad, seorang Arab yang sederhana, mempersonakan suku-suku liar dinegerinya yag terpecah belah, sering telanjang dan kelaparan, lebur ke dalam satu badan yang kompak dan patuh, memperkenalkan kepada mereka sifat-sifat baru, pribadi yang paling baru di antara bangsa-bangsa di dunia. Dalam waktu kurang dari tigapuluh tahun sistem ini mengalahkan Kaisar Konstantinopel, menyisihkan Raja Persia, Mesopotamia, Mesir, dalam batas waktu dua belas abad ayunan politiknya tidak pernah kendur, kecuali Spanyol, agama ini terus meluas dan pada saat ini membentang ke Asia Utara, Afrika Tengah dan wilayah Kaspia. Demikian itulah Muhammad, Nabi Pahlawan yang semangat dan kehebatanya mendirikan suatu agama yang kemudian mengurangi pengikut-pengikut agama Zarahustra hingga tinggal beberapa kelompok yang berserakan, menduduki India, mengatasi kekuatan Brahmanisme yang telah tua dan Budhisme yang telah tersebar luas bahkan hingga ke luar batas sungai Gangga, menggenggam wilayah-wilayah yang paling tua dan lebih disegani daripada agama Kristen, menaklukka berangsur-angsur seluruh wilayah Timur dan Afrika yag dibawah kekuasaan Romawi, dari Mesir ke teluk Gibraltar, masuk ke Eropa hingga ke ujung Barat, menguasai bagian terbesar dari wilayah Spanyol dan maju hingga ke batas sungai Loire, yang membuat Roma yang lebih tua itu gemetar akan keselamatannya, dan akhirnya meneguhkan dirinya dalam kejayaan denan Romawi Baru di Konstantinopel.</p>
<p>Pada waktu anaknya (Ibrahim) meninggal dunia, suatu gerhana matahari terjadi tepat pada saat anak itu meninggal. Rakyat-rakyat sederhana menganggap hal ini suatu saksi yang nyata bahwa langitpun turut berduka-cita atas kesusahan umum itu, tetapi jauh sekali daripada menguatkan  kepercayaan tahyul pengikut-pengikut ini, Muhammad mengumpulkan ummatnya dan berkata “Matahari dan bintang-bintang adalah ciptaannya Tuhan, tidak ada gerhana matahari atau terbitnya bintang menunjukkan lahir atau matinya makhluk-makhluk.”</p>
<p>[http://eramuslim.blogdetik.com/2009/01/27/gerhana-matahari-dan-putra-nabi-muhammad/]</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/putra-putri-nabi-muhammad/" title="Putra Putri Nabi Muhammad"><img src="Array" alt=" Gerhana Matahari dan Putra Nabi Muhammad"  title="Gerhana Matahari dan Putra Nabi Muhammad" /></a>May 5, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/putra-putri-nabi-muhammad/" title="Putra Putri Nabi Muhammad">Putra Putri Nabi Muhammad</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/10/gerhana-matahari-dan-putra-nabi-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/10/muhammad-saw-di-mata-cendikiawan-prancis/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/10/muhammad-saw-di-mata-cendikiawan-prancis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 09:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Alphonse Louis Marie de bokong de Lamartine]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4885</guid>
		<description><![CDATA[Lamartine di depan Hotel De Ville Paris tahun 1848 Alphonse Louis Marie de bokong de Lamartine (Alphonse-Marie-Louis de bokong de Lamartine) (21 Oktober 1790 &#8211; 28 Februari 1869) adalah seorang penulis Prancis penulis, penyair dan politikus, lahir di Mâcon, Burgundia Bahasa Prancis ke provinsi budi mulia. Dalam Bukunya Historie de la Turquie yang diterbitkan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/Lamartine_par_Decaisne-196x300.jpg" alt="Lamartine par Decaisne 196x300 Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " title="Lamartine,_par_Decaisne" width="196" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-4884" /><br />
<em>Lamartine di depan Hotel De Ville Paris tahun 1848</em></p>
<p><strong>Alphonse Louis Marie de bokong de Lamartine </strong>(Alphonse-Marie-Louis de bokong de Lamartine) (21 Oktober 1790 &#8211; 28 Februari 1869) adalah seorang penulis Prancis penulis, penyair dan politikus, lahir di Mâcon, Burgundia Bahasa Prancis ke provinsi budi mulia.</p>
<p>Dalam Bukunya Historie de la Turquie yang diterbitkan di Paris 1854, jilid II Hal 276-277 menulis pendapatnya tentang Tokoh Nabi Muhammad.  Simak:</p>
<p>“Tidak ada pernah ada seorang manusia yang dengan sengaja atau tidak sengaja menetapkan bagi dirinya sendiri suatu tujuan yang lebih luhur dari dia karena tujuan ini adalah tujuan Ilahi, untuk memusnahkan tahyul-tahyul yang telah memisahkan manusia dari Penciptanya, untuk menghubungkan manusia dengan Tuhan, untuk memulihkan idea suci dan rasional tentang ketuhanannya di tengah-tengah kekacauan dewa-dewa material dan di salah gambarkan dalam penyembahan berhala yang ada pada masa itu. Tidak ada orang yang pernah mengambil pekerjaan yang demikian jauh di atas kekuatan insani dengan alat-alat yang sangat sederhana, karena ia menerima konsepsi serta pelaksanaan rencana besar tanpa alat, kecuali dirinya sendiri, dan tiada bantuan lain kecuali beberapa orang yang hidup di pelosok padang pasir. Akhirnya, tidak pernah ada orang yang seperti dia menyelesaikan revolusi besar dan kekal di dunia, sebab dalam masa dua abad setelah munculnya Muhammad, Islam memerintah seluruh tanah Arab dan menaklukkan Persia, Khurasan, Transoxania, India Barat, Sirya, Mesir, Abesinia, seluruh bagian Afrika Utara yang telah dikenal pada masa itu, berbagai pulau di Laut Tengah, Spanyol dan sebagian Prancis.</p>
<p>Kalau kebenaran tujuan dan kecilnya alat serta hasil-hasil menakjubkan merupakan tiga ukuran kebesaran manusia, siapakah yang berani membandingkan Muhammad dengan orang besar dalam sejarah Modern? Orang-orang yang paling masyhur menciptakan senjata, undang-undang dan experiment-experimen melulu. Yang mereka dirikan tidak lebih dari kekuatan materil yang sering ambruk di hadapan mata mereka sendiri. Laki-laki ini tidak hanya menggerakkan tentara, hukum, empirium, manusia dan dinasti-dinasti, melainkan juga berjuta-juta manusia dalam sepertiga bagian dunia yang telah dikenal pada masa itu, dan lebih dari itu, ia menggoncangkan rumah-rumah berhala, mengobarkan idea-idea agama, kepercayaan-kepercayaan serta jiwa manusia. Di atas dasar sebuah kitab yang setiap hurufnya telah menjadi hukum, ia menciptakan suatu kebangsaan spiritual yang mempersatukan manusia dari segala ras dan bahasa. Ia telah meninggalkan kepada kita karakteristik kebangsaan Muslimin yang tidak dapat dihapuskan, kebencian akan tuhan tuhan palsu serta kecintaan kepada Tuhan Yang Esa dan Gaib.Patriotisme yang menentang setiap bentuk penghinaan kepada Tuhan Yang Esa membentuk kebajikan pengikut-pengikut Muhammad, penaklukkan sepertiga bagian bumi ke dalam ajarannya adalah suatu keajaiban, itu bukanlah bagi keajaiban dari satu orang, melainkan keajaiban bagi akal.</p>
<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/Lar9_philippo_001z-300x150.jpg" alt="Lar9 philippo 001z 300x150 Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " title="Lar9_philippo_001z" width="300" height="150" class="alignnone size-medium wp-image-4886" /></p>
<p>Idea Keesaan Tuhan yang di proklamirkan di tengah-tengah kelapukan Theologia pada waktu itu, dalamnya sendiri adalah satu keajaiban yang demikian rupa sehingga dengan ucapan lidahnya ia menghancurkan rumah-rumah berhala dan dewa-dewa, serta membakar semangat sepertiga dunia. Hidupnya, renungannya, pembuktian-pembuktian kelapukan tahyul-tahyul yang dilakukan secara satria dalam negerinya, dan keberaniannya menentang kemarahan orang-orang jahilliyah pada waktu itu, keteguhannya menanggung penderitaan selama tigabelas tahun di Mekah, kesediaannya menanggung penghinaan masyarakat dan sampai hamper menjadi korban bangsanya, hijrahnya, khutbahnya yang tiada henti-hentinya, peperangannya melawan sejumlah besar manusia, keyakinan akan kemenangannya dan ketabahannya yang diluar kemampuan manusia dalam mengalami nasib buruknya, kesabarannya dalam kemenangan, hasratnya yang sama sekali diabdikan kepada satu idea dan sama sekali bukan untuk membuat suatu empirium, ibadatnya yang tidak putus-putusnya, ibadatnya yang tidak putus-putusnya, percakapan gaibnya dengan Tuhan, wafatnya dan kejayaannya sesudah wafat. Segalanya ini tidak menunjukkan bahwa ia seorang yang pura-pura, namun sebaliknya membuktikan dengan keyakinan besar dalam memberikan kekuatan untuk memperbaiki suatu dogma. Dogma ini bermakna dua, Keesaan dan kegaiban Tuhan, yang pertama mengatakan apa Tuhan itu, yang kedua mengatakan apa yang bukan Tuhan, yang satu membuang tuhan-tuhan palsu dengan pedang, yang lainnya memulai suatu idea dengan kata-kata.</p>
<p>Filosof, orator, pembawa hukum, pejuang, penakluk idea-idea, pembangun dogma rasional dari suatu agama tanpa patung-patung pembentuk duapuluh empirium dunia dalam satu empirium spiritual, itulah dia Muhammad. Berhubung dengan segala standard yang dapat dipergunakan untuk mengukur kebesaran manusia, kita boleh bertanya, adakah orang yang lebih besar dari dia?”</p>
<p>[http://eramuslim.blogdetik.com/2008/11/16/muhammad-saw-di-mata-cendikiawan-prancis/]</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang">Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan">Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/nama-nama-mulia-nabi-muhammad-saw/" title="Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW"><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/nama-nama-mulia-nabi-muhammad-saw/" title="Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW">Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW</a> (1)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  "  title="Muhammad SAW di Mata Cendikiawan Prancis  " /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)">Pola Makan Rasulullah (1)</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/10/muhammad-saw-di-mata-cendikiawan-prancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iman Kepada Nabi Muhammad</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/10/iman-kepada-rasululloh-%e2%80%93-shollallohu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/10/iman-kepada-rasululloh-%e2%80%93-shollallohu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 03:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4790</guid>
		<description><![CDATA[Diantara hak-hak Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam atas umatnya adalah beriman kepadanya. Iman ini merupakan konsekwensi dari persaksian atau syahadat . Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban setiap orang yang mengucapkannya untuk mengetahui hakekat hak ini dan komitmen dengannya baik secara keyakinan, perkataan maupun amalan perbuatan. Pengertian iman kepada Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Iman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/images210.jpg" alt="images210 Iman Kepada Nabi Muhammad" title="images2" width="259" height="194" class="alignnone size-full wp-image-4818" /><br />
Diantara hak-hak Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam atas umatnya adalah beriman kepadanya. Iman ini merupakan konsekwensi dari persaksian atau syahadat . Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban setiap orang yang mengucapkannya untuk mengetahui hakekat hak ini dan komitmen dengannya baik secara keyakinan, perkataan maupun amalan perbuatan.</p>
<p><strong>Pengertian iman kepada Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.</strong></p>
<p>Iman kepada Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dapat disimpulkan dengan pernyataan syeikhul Islam yaitu: “Imam kepada Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah membenarkannya dan mentaatinya serta mengikuti syari’atnya.”</p>
<p>Dari definisi ini dapat disimpulkan bahwa iman kepada Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam memiliki dua rukun asasi, yaitu:</p>
<blockquote><p>I.  Perkataan beliau: <strong>“Tashdiq” </strong>(membenarkan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam) disini mencakup dua perkara agung yaitu:</p></blockquote>
<p>1. <em>Menetapkan</em> kenabian dan kebenaran beliau dalam semua yang beliau sampaikan dari Allah.[a]<br />
Ini khusus bagi beliau, dan masuk didalamnya beberapa hal, diantaranya:<br />
a. Mengimani keumuman risalah beliau kepada seluruh manusia dan jin.<br />
b. Mengimani bahwa beliau adalah penutup para nabi dan risalahnya adalah penutup seluruh risalah ilahi.<br />
c. Mengimani bahwa risalahnya menghapus syari’at-syari’at sebelumnya.<br />
d. Mengimani bahwa beliau telah menyampaikan risalah kerasuluannya dan telah menyempurnakannya serta menunaikan amanat yang diembannya dan juga telah menasehati umat sehingga meninggalkan mereka dalam keadaan terang benderang.<br />
e. Mengimani kemaksumannya.<br />
f. Mengimani hak-hak beliau yang lainnya seperti kecintaan dan pengagungan.</p>
<blockquote><p>2. <em>Membenarkan</em> semua yang beliau bawa dan membenarkan bahwa semua ajaran beliau adalah kebenaran dari Allah yang wajib diikuti. Hal ini wajib bagi beliau dan umatnya.[3]</p></blockquote>
<p>Sehingga wajib membenarkan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam semua beritanya dari Allah baik berkenaan dengan berita kejadian yang telah lalu atau yang akan dating, atau masalah halal dan haram dan meyakini bahwa itu semua dari Allah, sebab Allah telah berfirman tentang beliau:</p>
<p>وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىإِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى</p>
<p>Dan tiadalah yang diucapkannya itu (al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) (QS. An-Najm: 3-4)</p>
<p>Pernyataan beliau: “Menataatinya dan mengikuti syari’atnya” adalah rukun asasi kedua. Sehingga mereka yang beriman kepada Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam harus bertekad untuk mengamalkan semua ajaran beliau. Pengertian rukun ini adalah ketundukan (inqiyaad) kepada beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangannya dalam rangka mengamalkan firman Allah:</p>
<p>مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الأغْنِيَاءِ مِنْكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ</p>
<p>Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.<br />
(QS. Al-Hasyr: 7)</p>
<p>Wajib bagi kita semua mengikuti syari’atnya dan komitmen dengan sunnahnya dengan keridhoan pada semua keputusannya dan berserah total padanya, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firmanNya:</p>
<p>فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>
<p>Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisaa: 65)</p>
<p>Demikian juga wajib meyakini dengan pasti bahwa ketaatan kepada beliau adalah ketaatan kepada Allah dan memaksiati beliau sama dengan memaksiati Allah, karena beliau adalah perantara antara Allah dengan manusia dan jin dalam penyampaian risalah ilahi.</p>
<p>Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahulloh menyatakan: “Wajib bagi makhluk untuk membenarkan dan tunduk (iqrar) kepada semua ajaran Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam baik yang dikandung al-Qur’an ataupun Sunnah yang telah dikenal. Wajib bagi makhluk membenarkan dan tunduk kepadanya secara global dan terperinci ketika mengetahui perinciannya. Sehingga seorang tidak menjadi mukmin hingga membenarkan dan tunduk kepada ajaran Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Inilah realisasi dari Syahadatain. Siapa yang bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah maka bersaksi bahwa  beliau jujur dan benar dalam semua yang beliau beritakan dari Allah, karena ini adalah hakekat syahadat terhadap risalah (kerasulan Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam).”[4]</p>
<p><strong>Dasar kewajiban beriman kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam</strong><br />
Kewajiban beriman kepada nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam merupakan perkara yang sangat jelas dan gamblang karena ditunjukkan oleh ayat al-Qur’an, Sunnah dan ijma’ kaum muslimin.</p>
<blockquote><p>Dalil dari al-Qur’an</p></blockquote>
<p>1. Firman Allah:</p>
<p>آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ<br />
وَمَا لَكُمْ لا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</p>
<p>Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Rabbmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman. (QS. Al-Hadid: 7-8)</p>
<p>2. Firman Allah:</p>
<p>فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ</p>
<p>Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (al-Qur’an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. At-Taghabuun: 8 )</p>
<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/one-eye-light-300x196.jpg" alt="one eye light 300x196 Iman Kepada Nabi Muhammad" title="one-eye-light" width="300" height="196" class="alignnone size-medium wp-image-4822" /></p>
<p>3. Firman Allah:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا</p>
<p>Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. An-Nisaa: 136)</p>
<p>4. Firman Allah:</p>
<p>لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا</p>
<p>Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (QS. Al-Fath: 9)</p>
<p>5. Firman Allah:</p>
<p>قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ</p>
<p>Katakanlah, Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. (QS. Al-A’raf: 158)</p>
<p>6. Firman Allah:</p>
<p>إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ</p>
<p>Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. Al-Hujuraat: 15)</p>
<blockquote><p>Dalil dari Sunnah Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam</p></blockquote>
<p>Banyak hadits menunjukkan kewajiban beriman kepada beliau, diantaranya:</p>
<p>1. Hadits Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhuma yang berbunyi:</p>
<p>Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mengucapkan syahadatain, menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Apabila mereka kerjakan hal-hal itu maka mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak islam dan hisab mereka ditangan Allah. (Muttafaqun ‘Alaihi)</p>
<p>2. Hadits Abu Hurairoh rodhiyallohu ‘anhu yang berbunyi:</p>
<p>Dari Abu Hurairoh bahwasanya Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mengucapkan syahadat La ilaaha Illa Allah dan beriman kepadaku dan kepada seluruh ajaranku. Apabila mereka kerjakan hal-hal itu maka mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku kecuali dengan hak islam dan hisab mereka ditangan Allah. (HR Muslim)</p>
<p>3. Hadits Abu Hurairoh yang berbunyi:</p>
<p>Dari Abu Hurairoh dari Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau telah bersabda: Demi Allah Dzat yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, tidaklah seorang pun dari umat ini baik yahudi ataupun nashroni yang mendengar aku kemudian mati dan tidak beriman kepada ajaran yang aku diutus membawanya kecuali ia menjadi penghuni neraka. (HR Muslim).</p>
<p>4. Hadits Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu ‘anhu yang berbunyi:</p>
<p>Dari Ibnu Abas bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah mengutus Mu’adz ke Yaman lalu beliau bersabda: Ajak mereka kepada syahadat La Ilaaha Illa Allah dan sesungguhnya aku adalah Rasululloh. Apabila mereka mentaatimu dalam hal ini maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan mereka melakukan sholat lima waktu dalam sehari semalam. Apabila mereka mentaatimu dalam hal itu maka beritahukanlah bahwa Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka, diambil dari orang-orang kaya mereka dan dikembalikan kepada para fakir miskin mereka. (HR al-Bukhori).</p>
<p>Hadits-hadit diatas menegaskan kewajiban beriman kepada Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan seluruh ajarannya. Demikian juga mentaatinya dan itu dengan menghalalkan yang beliau halalkan dan mengharamkan yang beliau haramkan, mewajibkan kewajiban yang beliau wajibkan dan memakruhkan apa yang beliau makruhkan.</p>
<blockquote><p>Dalil dari Ijma’</p></blockquote>
<p>Umat islam telah berijma’ (consensus) atas kewajiban beriman kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sebagaimana telah berijma’ bahwa semua orang yang telah ditegakkan hujjah dengan risalah Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam dari manusia dan jin lalu tidak beriman maka berhak mendapatkan siksaan seperti siksaan orang-orang kafir yang Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam diutus pada mereka dahulu. Ini merupakan pokok yang telah disepakati para sahabat, tabi’in, para imam kaum muslimin dan seluruh kelompok muslimin ahlu Sunnah wal jamaah dan selain mereka.[5]</p>
<p>Sudah demikian jelas kewajiban beriman kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dan berikutnya diperlukan penjelasan rinci atas perincian iman kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam.<br />
Wabillahi at-Taufiq.</p>
<p>Penulis: Kholid Syamhudi, Lc.</p>
<p>Artikel ustadzkholid.com</p>
<p>——————————-</p>
<p>Catatan Kaki:</p>
<p>[1] Iqtidha’ ash-Shiratil Mustaqim hal. 92.<br />
[2] Majmu’ Fatawa 15/91<br />
[3] Majmu’ Fatawa 15/91<br />
[4] Majmu’ Fatawa 5/154<br />
[5] Idhoh al-Dalalah Fi ‘Umum al-Risalah, Ibnu Taimiyah yang ada pada Majmu’at al-Rasaa’il al-Muniriyah 2/99.</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Iman Kepada Nabi Muhammad"  title="Iman Kepada Nabi Muhammad" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/10/iman-kepada-rasululloh-%e2%80%93-shollallohu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/10/apakah-nabi-pernah-berbuat-salah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/10/apakah-nabi-pernah-berbuat-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 06:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Posisi Dan Peran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Mashum]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4753</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimanakah kita harus menyikapi konsep kema’shuman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu. Bila kita merujuk kepada al-Qur’an dan as-sunnah, maka akan kita temukan ayat-ayat dalam al-Qur’an yang isinya menegur beliau (misalnya QS. at-Tahrim: 1 dan QS. Abasa: 1-11) dan di dalam as-sunnah maka akan kita temukan juga hal yang semisal, seperti beliau pernah shalat dzuhur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/padangpasir9-300x225.jpg" alt="padangpasir9 300x225 Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" title="padangpasir9" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-4754" /><br />
Bagaimanakah kita harus menyikapi konsep kema’shuman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu. Bila kita merujuk kepada al-Qur’an dan as-sunnah, maka akan kita temukan ayat-ayat dalam al-Qur’an yang isinya menegur beliau (misalnya QS. at-Tahrim: 1 dan QS. Abasa: 1-11) dan di dalam as-sunnah maka akan kita temukan juga hal yang semisal, seperti beliau pernah shalat dzuhur 2 rakaat karena lupa, yang akhirnya beliau melakukan sujud sahwi. </p>
<p>Beliau shallallahu ‘alahi wa sallam juga ditegur oleh Allah berkenaan dengan fitnah yang terjadi pada ‘Aisyah. </p>
<p>Mengenai kema’shuman Rasulullah serta para Nabi dan Rasul secara umum, perlu dibagi menjadi dua macam:</p>
<blockquote><p>
1. Kema’shuman dari kesalahan dalam menyampaikan ajaran agama</p></blockquote>
<p>Yaitu apakah Rasulullah serta para Nabi dan Rasul terjaga dari melakukan kesalahan dalam menyampaikan agama? Jawabnya: ya. Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ</p>
<p>“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali“. (QS. Al Baqarah: 285)</p>
<p>Pada ayat di atas, setiap mu’min diwajibkan untuk beriman kepada apa yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul, ini menunjukkan bahwa ajaran yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul terbebas dari kesalahan, kealpaan dan kecacatan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- berkata:</p>
<p>ان الأنبياء صلوات الله عليهم معصومون فيما يخبرون به عن الله سبحانه وفى تبليغ رسالاته باتفاق الأمة ولهذا وجب الايمان بكل ما اوتوه</p>
<p>“Para Nabi Shalawatullah ‘alaihim mereka ma’shum dalam mengabarkan dan menyampaikan ajaran agama dari Allah, ini disepakati para ulama. Oleh karena itulah mengimani apa yang mereka bawa adalah wajib” (Majmu’ Fatawa, 289-290/10)</p>
<blockquote><p>2. Kema’shuman dari dosa dan maksiat
</p></blockquote>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- juga menjelaskan bahwa kema’shuman dari dosa dan maksiat terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama. Sebagian ulama berpendapat mereka ma’shum secara mutlak. Sebagian yang lain berpendapat bahwa mereka ma’shum dari dosa besar saja. Sebagian yang lain berpendapat bahwa mereka hanya ma’shum dalam penyampaian risalah namun tidak ma’shum dari dosa dan maksiat.</p>
<p>Sebagian ulama yang berpendapat bahwa para Nabi dan Rasul ma’shum secara mutlak berdalil dengan alasan logika, yaitu bagaimana mungkin kita diperintahkan untuk meneladani dan mentaati para Nabi dan Rasul jika mereka pernah berbuat dosa. Alasan logika yang lain adalah, para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia sempurna, jika mereka berbuat dosa dan maksiat, tentu tidak sempurna lagi. Pendapat ini lemah karena hanya didasari oleh logika saja. Maka Syaikhul Islam pun menyanggahnya:</p>
<p>فهذا انما يكون مع البقاء على ذلك وعدم الرجوع والا فالتوبة النصوح التى يقبلها الله يرفع بها صاحبها الى اعظم مما كان عليه كما قال بعض السلف كان داود عليه السلام بعد التوبة خيرا منه قبل الخطيئة</p>
<p>“Logika tersebut bisa saja benar jika para Nabi dan Rasul terus-menerus berbuat dosa lalu tidak ruju’, padahal tidak demikian. Dan taubat nasuha yang diterima oleh Allah dapat mengangkat orang yang bertaubat tersebut kepada martabat yang lebih tinggi daripada sebelum ia bertaubat. Sebagaimana perkataan para salaf:</p>
<p>كان داود عليه السلام بعد التوبة خيرا منه قبل الخطيئة</p>
<p>‘Nabi Daud ‘Alaihissalam keadaannya lebih mulia setelah bertaubat daripada sebelum ia berbuat kesalahan‘” (Majmu’ Fatawa, 294/10)</p>
<p>Oleh karena itu kita jumpai banyak dalil yang menunjukkan bahwa para Nabi dan Rasul pernah berbuat dosa. Namun jika kita perhatikan setiap dalil yang menunjukkan para Nabi dan Rasul berbuat dosa selalu digandengkan dengan taubat dan ruju’nya mereka.</p>
<p>Nabi Adam dan istrinya ‘Alaihimassalam berkata:</p>
<p>قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p>“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al A’raf: 23)</p>
<p>Nabi Nuh ‘Alaihissalam berkata:</p>
<p>قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p>“Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Hud: 47)</p>
<p>Allah Ta’ala menceritakan tentang Nabi Daud ‘Alaihissalam :</p>
<p>فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ فَغَفَرْنَا لَهُ ذَٰلِكَ ۖ وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَآبٍ</p>
<p>“Nabi Daud meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik” (QS. Shad: 24-25)</p>
<p>Begitu juga Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Banyak terdapat hadits dari yang menunjukkan bahwa beliau tidak lepas dari kesalahan. Sebagaimana hadits:</p>
<p>سألت عائشة عن دعاء كان يدعو به رسول الله صلى الله عليه وسلم . فقالت : كان يقول ” اللهم ! إني أعوذ بك من شر ما عملت ، وشر ما لم أعمل ” . وفي رواية : ” ومن شر ما لم أعمل</p>
<p>“Aisyah ditanya tentang doa yang biasa diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Ia menjawab: ‘Beliau sering berdoa: ‘Ya Allah, aku berlindung dari keburukan yang telah aku perbuat dan keburukan yang belum aku perbuat’. Dalam riwayat lain: ‘Dari keburukan yang aku belum tahu’‘” (HR. Muslim no.2716)</p>
<p>Oleh karena itu beliau tidak pernah bosan bertaubat. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ</p>
<p>“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah. Sungguh aku biasa bertaubat kepada Allah seratus kali dalam sehari” (HR. Muslim no.7034)</p>
<p>Sehingga pendapat yang kuat adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:</p>
<p>فإن القول بأن الانبياء معصومون عن الكبائر دون الصغائر هو قول أكثر علماء الاسلام وجميع الطوائف حتى إنه قول اكثر أهل الكلام</p>
<p>“Pendapat yang menyatakan bahwa para Nabi itu ma’shum dari dosa besar namun tidak ma’shum dari dosa kecil adalah pendapat mayoritas ulama dan seluruh aliran-aliran Islam yang ada, bahkan sampai-sampai ini pun merupakan pendapat mayoritas ahlul kalam” (Majmu’ Fatawa, 319/4)</p>
<p>Kesimpulan: pendapat yang benar -wallahu’alam-, para Nabi dan Rasul ma’shum dari dosa besar dan ma’shum dari terus-menerus melakukan dosa kecil. Mereka pernah berbuat kesalahan yang tergolong dosa kecil namun segera bertaubat dan pasti diampuni oleh Allah Ta’ala. Dengan demikian akan selaras dengan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:</p>
<p>كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ</p>
<p>“Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat” (HR. Tirmidzi no.2687. At Tirmidzi berkata: “Hadits ini gharib”. Di-hasan-kan Al Albani dalam Al Jami Ash Shaghir, 291/18)</p>
<p>Wallahu Ta’ala A’lam</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Yulian Purnama</p>
<p>http://ustadzkholid.com/manhaj/apakah-nabi-pernah-berbuat-salah/</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang">Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan">Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/nama-nama-mulia-nabi-muhammad-saw/" title="Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW"><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/nama-nama-mulia-nabi-muhammad-saw/" title="Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW">Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW</a> (1)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?"  title="Apakah Nabi Pernah Berbuat Salah?" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)">Pola Makan Rasulullah (1)</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/10/apakah-nabi-pernah-berbuat-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

