<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Keluarga Dekat</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/keluarga-dan-sahabat/keluarga-dekat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 12:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Khalid bin Walid</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/06/khalid-bin-walid/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/06/khalid-bin-walid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jun 2010 10:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Dekat]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga & Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Khalid bin Walid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2542</guid>
		<description><![CDATA[Khālid bin Walīd 592 &#8211; 642 Nama julukan Pedang Allah yang terhunus Tempat kelahiran Mekkah, Arab Pengabdian bagi Khulafaur Rasyidin Khalid ibn al-Walid (584 &#8211; 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai &#8220;pedang Allah yang terhunus&#8221;. Dia adalah salah satu dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Khālid bin Walīd<br />
592 &#8211; 642</strong></p>
<p>Nama julukan 	Pedang Allah yang terhunus<br />
Tempat kelahiran 	Mekkah, Arab<br />
Pengabdian bagi 	Khulafaur Rasyidin</p>
<p>Khalid ibn al-Walid (584 &#8211; 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai &#8220;pedang Allah yang terhunus&#8221;. Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya.</p>
<p>Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah.<br />
<strong>Khalid termasuk diantara keluarga Nabi yang sangat dekat.</strong><br />
Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.</p>
<p>Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Pertempuran Uhud, Khalidlah yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud dan menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Tetapi setelah perang itulah Khalid mulai masuk Islam.</p>
<p>Ayah Khalid yang bernama Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa diantara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka&#8217;bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka&#8217;bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.</p>
<p>Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka&#8217;bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju kedepan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, &#8220;O, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu&#8221;.</p>
<p>Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani dimata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.</p>
<p>Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-&#8217;an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.</p>
<p>Suku Banu Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Banu Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.</p>
<p>Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Banu Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam dilembah Abu Thalib, orang-orang Banu Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.</p>
<p><strong><br />
Latihan Pertama</strong></p>
<p>Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Taif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.</p>
<p>Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.</p>
<p>Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.</p>
<p>Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang dimata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya didalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya kedalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.</p>
<p>Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.</p>
<p>Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa jenialnya.</p>
<p><strong><br />
Menentang Islam</strong></p>
<p>Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat-berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri di garis paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajardan seirama dengan kehendak alam.</p>
<p>Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai petarung.</p>
<p><strong><br />
Peristiwa Uhud</strong></p>
<p>Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng dimuka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.</p>
<p>Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.</p>
<p>Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Dibukit Uhud masih ada suatu tanah genting, dimana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.</p>
<p>Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahant-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.</p>
<p>Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.</p>
<p>Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.</p>
<p>Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.</p>
<p>Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.</p>
<p>Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam dipusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.</p>
<p>Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.</p>
<p>Hanya pahlawan Khalidlah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.</p>
<p>Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya.</p>
<p>Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid diamanahkan unruk memperluas wilayah Islam dan membuat kalang kabut pasukan Romawi dan Persia. Pada tahun 636, pasukan Arab yang dipimpin Khalid berhasil menguasai Suriah dan Palestina dalam Pertempuran Yarmuk, menandai dimulainya penyebaran Islam yang cepat di luar Arab.</p>
<p>Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, Khalid diberhentikan tugasnya dari medan perang dan diberi tugas untuk menjadi duta besar. Hal ini dilakukan oleh Umar agar Khalid tidak terlalu didewakan oleh kaum Muslimin pada masa itu.</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/abu-thalib-bin-abdul-muthalib/" title="Abu Thalib "><img src="Array" alt=" Khalid bin Walid"  title="Khalid bin Walid" /></a>July 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/abu-thalib-bin-abdul-muthalib/" title="Abu Thalib ">Abu Thalib </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/06/beberapa-hal-untuk-nabi-dan-keluarga-tapi-tidak-untuk-umat/" title="Beberapa hal untuk Nabi dan Keluarga, tapi tidak untuk umat"><img src="Array" alt=" Khalid bin Walid"  title="Khalid bin Walid" /></a>June 24, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/06/beberapa-hal-untuk-nabi-dan-keluarga-tapi-tidak-untuk-umat/" title="Beberapa hal untuk Nabi dan Keluarga, tapi tidak untuk umat">Beberapa hal untuk Nabi dan Keluarga, tapi tidak untuk umat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/ali-bin-abi-thalib/" title="Ali "><img src="Array" alt=" Khalid bin Walid"  title="Khalid bin Walid" /></a>April 12, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/ali-bin-abi-thalib/" title="Ali ">Ali </a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/06/khalid-bin-walid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ali</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/04/ali-bin-abi-thalib/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/04/ali-bin-abi-thalib/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 06:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga Dekat]]></category>
		<category><![CDATA[Khulafaur Rasyidin]]></category>
		<category><![CDATA[Alayhi Salam]]></category>
		<category><![CDATA[Ali bin Abi Thalib]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Asad]]></category>
		<category><![CDATA[Bani Umayyah]]></category>
		<category><![CDATA[Fathimah az-Zahra]]></category>
		<category><![CDATA[Fathimah Binti Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Fatimah binti Asad]]></category>
		<category><![CDATA[Ghadir Khum]]></category>
		<category><![CDATA[Haydar bin Abu Thalib]]></category>
		<category><![CDATA[Hejaz]]></category>
		<category><![CDATA[Hijaz]]></category>
		<category><![CDATA[Iam]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jasad Firaun]]></category>
		<category><![CDATA[Ka'bah]]></category>
		<category><![CDATA[Karramallahu Wajhah]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga & Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Khadijah]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah Ar Rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[Khalifah terakhir Khulafaur Rasyidin]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Rasulullah SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[nabi Harun]]></category>
		<category><![CDATA[nabi Isa]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[nabi Musa]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[Radhiyallahu Anhu]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[sepupu]]></category>
		<category><![CDATA[Sufi]]></category>
		<category><![CDATA[Sunni]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Ali bin Abu Thalib (Arab: علي بن أﺑﻲ طالب, Persia: علی پسر ابو طالب)‎ (599 – 661) adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad. Ia adalah sepupu Nabi dan juga salah satu khalifah Islam Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi&#8217;ah berpendapat bahwa ia adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/tulip_wallpaper_1024.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/tulip_wallpaper_1024.jpg" alt="tulip wallpaper 1024 Ali " title="Spring Flowers Wallpapers" width="1024" height="768" class="alignnone size-full wp-image-6378" /></a><strong>Ali bin Abu Thalib</strong> (Arab: علي بن أﺑﻲ طالب, Persia: علی پسر ابو طالب)‎ (599 – 661) adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad.</p>
<p>Ia adalah sepupu Nabi dan juga salah satu khalifah Islam</p>
<p>Menurut Islam Sunni, ia adalah Khalifah terakhir dari Khulafaur Rasyidin. Sedangkan Syi&#8217;ah berpendapat bahwa ia adalah Imam sekaligus Khalifah pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad SAW. Uniknya meskipun Sunni tidak mengakui konsep Imamah mereka setuju memanggil Ali dengan sebutan Imam, sehingga Ali menjadi satu-satunya Khalifah yang sekaligus juga Imam. Ali adalah sepupu dari Muhammad, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra, ia menjadi menantu Muhammad.</p>
<p><strong>Perbedaan pandangan mengenai pribadi Ali bin Abi Thalib<br />
Syi&#8217;ah<br />
</strong><br />
Syi&#8217;ah berpendapat bahwa Ali adalah khalifah yang berhak menggantikan Nabi Muhammad, dan sudah ditunjuk oleh Beliau atas perintah Allah di Ghadir Khum. Syi&#8217;ah meninggikan kedudukan Ali atas Sahabat Nabi yang lain, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khattab.</p>
<p>Syi&#8217;ah selalu menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan <strong>Alayhi Salam (AS)</strong> atau semoga Allah melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan.</p>
<p><strong>Sunni</strong></p>
<p>Sebagian Sunni yaitu mereka yang menjadi anggota Bani Umayyah dan para pendukungnya memandang Ali sama dengan Sahabat Nabi yang lain.</p>
<p>Sunni menambahkan nama Ali dengan <strong>Radhiyallahu Anhu (RA)</strong> atau semoga Allah melimpahkan Ridha (ke-suka-an)nya. Tambahan ini sama sebagaimana yang juga diberikan kepada Sahabat Nabi yang lain.</p>
<p><strong>Sufi</strong></p>
<p><strong>Sufi</strong> menambahkan nama Ali bin Abi Thalib dengan <strong>Karramallahu Wajhah (KW)</strong> atau semoga Allah me-mulia-kan wajahnya. </p>
<blockquote><p>Doa kaum Sufi ini sangat unik, berdasar riwayat bahwa beliau tidak suka menggunakan wajahnya untuk melihat hal-hal buruk bahkan yang kurang sopan sekalipun. Dibuktikan dalam sebagian riwayat bahwa beliau tidak suka memandang ke bawah bila sedang berhubungan intim dengan istri. Sedangkan riwayat-riwayat lain menyebutkan dalam banyak pertempuran (duel-tanding), bila pakaian musuh terbuka bagian bawah terkena sobekan pedang beliau, maka Ali enggan meneruskan duel hingga musuhnya lebih dulu memperbaiki pakaiannya.</p></blockquote>
<p>Ali bin Abi Thalib dianggap oleh kaum Sufi sebagai <strong>Imam dalam ilmu al-hikmah (divine wisdom) dan futuwwah (spiritual warriorship)</strong>. Dari beliau bermunculan cabang-cabang tarekat (thoriqoh) atau spiritual-brotherhood. Hampir seluruh pendiri tarekat Sufi, adalah keturunan beliau sesuai dengan catatan nasab yang resmi mereka miliki. Seperti pada tarekat Qadiriyyah dengan pendirinya Syekh Abdul Qadir Jaelani, yang merupakan keturunan langsung dari Ali melalui anaknya Hasan bin Ali seperti yang tercantum dalam kitab manaqib Syekh Abdul Qadir Jilani (karya Syekh Ja&#8217;far Barzanji) dan banyak kitab-kitab lainnya.</p>
<p><strong>Riwayat Hidup</strong></p>
<p><strong>Kelahiran &#038; Kehidupan Keluarga</strong></p>
<p>Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi atau 600(perkiraan). Muslim Syi&#8217;ah percaya bahwa Ali dilahirkan di dalam Ka&#8217;bah. Usia Ali terhadap Nabi Muhammad masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun.</p>
<p>Beliau bernama asli <strong>Haydar bin Abu Thalib</strong>, paman Nabi Muhammad SAW. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani diantara kalangan Quraisy Mekkah.</p>
<p>Setelah mengetahui sepupu yang baru lahir diberi nama Haydar,[rujukan?] Nabi SAW memanggil dengan Ali yang berarti Tinggi(derajat di sisi Allah).</p>
<p><strong>Kehidupan Awal</strong></p>
<p>Ali dilahirkan dari ibu yang bernama <strong>Fatimah binti Asad</strong>, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu.</p>
<p>Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi SAW karena beliau tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi Nabi SAW bersama istri beliau Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga dewasa, sehingga sedari kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad.</p>
<blockquote><p>Dalam biografi asing (Barat), hubungan Ali kepada Nabi Muhammad SAW dilukiskan seperti <strong>Yohanes Pembaptis (Nabi Yahya) </strong>kepada <strong>Yesus (Nabi Isa)</strong>. Dalam riwayat-riwayat<strong> Syi&#8217;ah</strong> dan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut dilukiskan seperti <strong>Nabi Harun kepada Nabi Musa</strong>.</p></blockquote>
<p><strong>Masa Remaja</strong></p>
<p>Ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik ini Ali berusia sekitar 10 tahun.</p>
<p>Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi SAW karena sebagai anak asuh, berkesempatan selalu dekat dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu Nabi. Hal inilah yang menjadi bukti bagi sebagian kaum Sufi bahwa ada pelajaran-pelajaran tertentu masalah ruhani (spirituality dalam bahasa Inggris atau kaum Salaf lebih suka menyebut istilah &#8216;Ihsan&#8217;) atau yang kemudian dikenal dengan istilah Tasawuf yang diajarkan Nabi khusus kepada beliau tapi tidak kepada Murid-murid atau Sahabat-sahabat yang lain.</p>
<p>Karena bila ilmu Syari&#8217;ah atau hukum-hukum agama Islam baik yang mengatur ibadah maupun kemasyarakatan semua yang diterima Nabi harus disampaikan dan diajarkan kepada umatnya, sementara masalah ruhani hanya bisa diberikan kepada orang-orang tertentu dengan kapasitas masing-masing.</p>
<p>Didikan langsung dari Nabi kepada Ali dalam semua aspek ilmu Islam baik aspek zhahir (exterior)atau syariah dan bathin (interior) atau tasawuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak.</p>
<p><strong>Kehidupan di Mekkah sampai Hijrah ke Madinah</strong></p>
<p>Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.</p>
<p><strong>Kehidupan di Madinah<br />
Perkawinan<br />
</strong><br />
Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan Nabi dengan putri kesayangannya Fatimah az-Zahra yang banyak dinanti para pemuda. Nabi menimbang Ali yang paling tepat dalam banyak hal seperti Nasab keluarga yang se-rumpun (Bani Hasyim), yang paling dulu mempercayai ke-nabi-an Muhammad (setelah Khadijah), yang selalu belajar di bawah Nabi dan banyak hal lain.</p>
<p><strong>Julukan</strong></p>
<p>Ketika Muhammad mencari Ali menantunya, ternyata Ali sedang tidur. Bagian atas pakaiannya tersingkap dan debu mengotori punggungnya. Melihat itu Muhammad pun lalu duduk dan membersihkan punggung Ali sambil berkata, &#8220;Duduklah wahai Abu Turab, duduklah.&#8221; Turab yang berarti debu atau tanah dalam bahasa Arab. Julukan tersebut adalah julukan yang paling disukai oleh Ali.</p>
<p><strong>Pertempuran yang diikuti pada masa Nabi saw<br />
Perang Badar<br />
</strong><br />
Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun.</p>
<p><strong>Perang Khandaq</strong></p>
<p>Perang Khandak juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud . Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian.</p>
<p><strong>Perang Khaibar</strong></p>
<p>Setelah Perjanjian Hudaibiyah yang memuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, dikemudian hari Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut sehingga pecah perang melawan Yahudi yang bertahan di Benteng Khaibar yang sangat kokoh, biasa disebut dengan perang Khaibar. Di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi saw bersabda:</p>
<p>&#8220;Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya&#8221;.</p>
<p>Maka, seluruh sahabat pun berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib yang mendapat kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar dan berhasil membunuh seorang prajurit musuh yang berani bernama Marhab lalu menebasnya dengan sekali pukul hingga terbelah menjadi dua bagian.</p>
<p><strong>Peperangan lainnya</strong></p>
<p>Hampir semua peperangan beliau ikuti kecuali perang Tabuk karena mewakili nabi Muhammad untuk menjaga kota Madinah.</p>
<p><strong>Setelah Nabi wafat</strong></p>
<p>Sampai disini hampir semua pihak sepakat tentang riwayat Ali bin Abi Thalib, perbedaan pendapat mulai tampak ketika Nabi Muhammad wafat. Syi&#8217;ah berpendapat sudah ada wasiat (berdasar riwayat Ghadir Khum) bahwa Ali harus menjadi Khalifah bila Nabi SAW wafat. Tetapi Sunni tidak sependapat, sehingga pada saat Ali dan Fatimah masih berada dalam suasana duka orang-orang Quraisy bersepakat untuk membaiat Abu Bakar.</p>
<p>Menurut riwayat dari Al-Ya&#8217;qubi dalam kitab Tarikh-nya Jilid II Menyebutkan suatu peristiwa sebagai berikut. Dalam perjalan pulang ke Madinah seusai menunaikan ibadah haji ( Hijjatul-Wada&#8217;),malam hari Rasulullah saw bersama rombongan tiba di suatu tempat dekat Jifrah yang dikenal denagan nama &#8220;GHADIR KHUM.&#8221; Hari itu adalah hari ke-18 bulan Dzulhijah. Ia keluar dari kemahnya kemudia berkhutbah di depan jamaah sambil memegang tangan Imam Ali Bin Abi Tholib r.a.Dalam khutbahnya itu antara lain beliau berkata : &#8220;Barang siapa menanggap aku ini pemimpinnya, maka Ali adalah pemimpinnya.Ya Allah, pimpinlah orang yang mengakui kepemimpinannya dan musuhilah orang yang memusuhinya&#8221;</p>
<p>Pengangkatan Abu Bakar sebagai Khalifah tentu tidak disetujui keluarga Nabi Ahlul Baitdan pengikutnya. Beberapa riwayat berbeda pendapat waktu pem-bai&#8217;at-an Ali bin Abi Thalib terhadap Abu Bakar sebagai Khalifah pengganti Rasulullah. Ada yang meriwayatkan setelah Nabi dimakamkan, ada yang beberapa hari setelah itu, riwayat yang terbanyak adalah Ali mem-bai&#8217;at Abu Bakar setelah Fatimah meninggal, yaitu enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah demi mencegah perpecahan dalam ummat</p>
<p>Ada yang menyatakan bahwa Ali belum pantas untuk menyandang jabatan Khalifah karena umurnya yang masih muda, ada pula yang menyatakan bahwa kekhalifahan dan kenabian sebaiknya tidak berada di tangan Bani Hasyim.</p>
<p><strong>Sebagai khalifah</strong></p>
<p>Peristiwa pembunuhan terhadap Khalifah Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontak yang waktu itu menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksa beliau, sehingga akhirnya Ali menerima bai&#8217;at mereka. Menjadikan Ali satu-satunya Khalifah yang dibai&#8217;at secara massal, karena khalifah sebelumnya dipilih melalui cara yang berbeda-beda.</p>
<p>Sebagai Khalifah ke-4 yang memerintah selama sekitar 5 tahun. Masa pemerintahannya mewarisi kekacauan yang terjadi saat masa pemerintah Khalifah sebelumnya, Utsman bin Affan. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim terjadi saat masa pemerintahannya, Perang Jamal. 20.000 pasukan pimpinan Ali melawan 30.000 pasukan pimpinan Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah, dan Ummul mu&#8217;minin Aisyah binti Abu Bakar, janda Rasulullah. Perang tersebut dimenangkan oleh pihak Ali.</p>
<p>Peristiwa pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan yang menurut berbagai kalangan waktu itu kurang dapat diselesaikan karena fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup, dan diperparah oleh hasutan-hasutan para pembangkang yang ada sejak zaman Utsman bin Affan, menyebabkan perpecahan di kalangan kaum muslim sehingga menyebabkan perang tersebut. Tidak hanya selesai di situ, konflik berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Perang Shiffin yang melemahkan kekhalifannya juga berawal dari masalah tersebut.</p>
<p><strong>Wafat</strong></p>
<p>Ali bin Abi Thalib, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Ia meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij (pembangkang) saat mengimami shalat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.</p>
<p><strong>Keturunan</strong></p>
<blockquote><p>Ali memiliki delapan istri setelah meninggalnya Fatimah az-Zahra[1] dan memiliki keseluruhan 36 orang anak. Dua anak laki-lakinya yang terkenal, lahir dari anak Nabi Muhammad, Fatimah, adalah Hasan dan Husain.</p></blockquote>
<p>Keturunan Ali melalui Fatimah dikenal dengan Syarif atau Sayyid, yang merupakan gelar kehormatan dalam Bahasa Arab, Syarif berarti bangsawan dan Sayyed berarti tuan. Sebagai keturunan langsung dari Muhammad, mereka dihormati oleh Sunni dan Syi&#8217;ah.</p>
<p>Menurut riwayat, Ali bin Abi Thalib memiliki 36 orang anak yang terdiri dari 18 anak laki-laki dan 18 anak perempuan. Sampai saat ini keturunan itu masih tersebar, dan dikenal dengan Alawiyin atau Alawiyah. Sampai saat ini keturunan Ali bin Abi Thalib kerap digelari Sayyid.</p>
<p>Anak laki-laki 	                Anak perempuan</p>
<p>Hasan al-Mujtaba 	        Zainab al-Kubra<br />
Husain asy-Syahid        	Zainab al-Sughra<br />
Muhammad bin al-Hanafiah 	Ummu Kaltsum<br />
Abbas al-Akbar<br />
(dijuluki Abu Fadl) 	        Ramlah al-Kubra<br />
Abdullah al-Akbar 	        Ramlah al-Sughra<br />
Ja&#8217;far al-Akbar 	                Nafisah<br />
Utsman al-Akbar           	Ruqaiyah al-Sughra<br />
Muhammad al-Ashghar 	        Ruqaiyah al-Kubra<br />
Abdullah al-Ashghar 	        Maimunah<br />
Abdullah<br />
(yang dijuluki Abu Ali) 	        Zainab al-Sughra<br />
â€˜Aun 	                        Ummu Hani<br />
Yahya 	                        Fathimah al-Sughra<br />
Muhammad al-Ausath       	Umamah<br />
Utsman al-Ashghar       	Khadijah al-Sughra<br />
Abbas al-Ashghar 	        Ummu al-Hasan<br />
Ja&#8217;far al-Ashghar          	Ummu Salamah<br />
Umar al-Ashghar           	Hamamah<br />
Umar al-Akbar 	                Ummu Kiram</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/zaid-bin-haritsah/" title="Zaid Bin Haritsah"><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>December 23, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/zaid-bin-haritsah/" title="Zaid Bin Haritsah">Zaid Bin Haritsah</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/abu-thalib-bin-abdul-muthalib/" title="Abu Thalib "><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>July 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/abu-thalib-bin-abdul-muthalib/" title="Abu Thalib ">Abu Thalib </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/10-alasan-kita-berislam/" title="10 Alasan Kita Ber&#8217;Islam&#8217;"><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>December 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/10-alasan-kita-berislam/" title="10 Alasan Kita Ber&#8217;Islam&#8217;">10 Alasan Kita Ber&#8217;Islam&#8217;</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah "><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>June 22, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah ">Fatimah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/aminah-binti-wahab/" title="Aminah "><img src="Array" alt=" Ali "  title="Ali " /></a>October 24, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/aminah-binti-wahab/" title="Aminah ">Aminah </a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/04/ali-bin-abi-thalib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

