<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Buku Ttg Nabi</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/artikel-dan-informasi-dunia-islam/buku-ttg-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 09:33:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5022</guid>
		<description><![CDATA[Kedatangan yang kedua kali dipertimbangkan sebagai bukti kehebatan lain dari Yesus Kristus dibandingkan dengan Nabi Suci Muhammad saw dan komentar itu berbunyi demikian: Ini diakui oleh kaum Muslimin bahwa beberapa saat sebelum kedatangan Hari Pengadilan, Antikris, penyesat dan penyebar kekufuran dan anti agama terbesar, akan muncul dan menghancurkannya dan akan mengembalikan para pengikut Muhammad yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images917.jpg" alt="images917 Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-5023" /><br />
Kedatangan yang kedua kali dipertimbangkan sebagai bukti kehebatan lain dari Yesus Kristus dibandingkan dengan Nabi Suci Muhammad saw dan komentar itu berbunyi demikian:</p>
<p>Ini diakui oleh kaum Muslimin bahwa beberapa saat sebelum kedatangan Hari Pengadilan, Antikris, penyesat dan penyebar kekufuran dan anti agama terbesar, akan muncul dan menghancurkannya dan akan mengembalikan para pengikut Muhammad yang jahat kepada jalan yang benar dan akan menegakkan agama yang benar, Al-Masih akan turun dari langit &#8230; Karenanya, jika Muhammad itu Nabi agama akhir zaman dan Nabi yang terakhir, mengapa ia tidak ditakdirkan bangkit dari kuburnya dan melenyapkan bencana terakhir itu? Mengapa Al-Masih yang dijanjikan dipercayai tugas final untuk melenyapkan orang-orang yang tak beragama dan jahat itu?</p>
<p>Sungguh kesalahan yang teramat parah bila Qur’an Suci dikatakan membicarakan Yesus Kristus hidup kembali. Jika Yesus dikatakan akan datang kembali setelah Nabi Suci Muhammad, justru sebaliknya apa yang difirmankan Qur’an:</p>
<p>“Dan tatkala Yesus, putera Maryam berkata, Wahai bani Israel! Sesungguhnya aku Utusan Allah kepada kamu, memperbaiki apa yang ada di hadapanku tentang Taurat dan memberi kabar gembira tentang seorang Rasul yang akan datang setelahku, namanya Ahmad” (61:6).</p>
<p>Ini adalah pernyataan yang sangat jelas, dan aneh sekali dari ungkapan kata-kata yang jelas itu bahwa Nabi Suci yang akan datang setelah Yesus, lalu dikira Yesus-lah yang pasti akan datang setelah Nabi Suci Muhammad.</p>
<p>Lagi, tentang para pengganti Nabi Suci, Qur’an Suci berifrman:</p>
<p>“Allah berjanji kepada orang-orang beriman dan berbuat baik di antara kamu, bahwa Ia pasti akan membuat mereka khalifah di bumi sebagaimana Dia menjadikan para kahlifah sebelum mereka” (24:55).</p>
<p>Janji yang diberikan di sini kata-katanya jelas sekali bahwa para khalifah Nabi Suci akan dibangkitkan di antara kaum Muslimin, dan kedatangan Nabi Israeliat sebagai khalifah Nabi Suci jelas sekali bertentangan dengan ayat ini. Yesus Kristus jelas bukan salah seorang khalifah Nabi Suci.</p>
<p>Bukti yang amat jelas lainnya yang bertentangan dengan kedatangan Yesus Kristus sebagai pembaharu di antara kaum Muslimin dinyatakan terang sekali bahwa beliau adalah “seorang Rasul bagi bani Israel” (3:48). Jika ia ditakdirkan juga untuk menjadi seorang Rasul di antara kaum Muslimin, tentunya Qur’an Suci akan menambah kata-kata yang ada kaitannya dengan itu. Penjelasannya semata-mata seorang Rasul bagi bangsa Israel juga menjadi bukti tuntas menolak gagasan kedatangan kembali Yesus ke dunia ini.</p>
<p>Bukti yang amat jelas terhadap poin ini bahkan dilengkapi oleh ayat Qur’an Suci berikut ini: “Dialah yang mengutus seorang Utusan di antara kaum yang ummi di antara mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya dan menyucikan mereka dan mengajarkan Kitab dan hikmah kepada mereka, meskipun mereka sebelumnya dalam kesesatan yang nyata, dan lain-lainnya di antara mereka yang belum bergabung dengan mereka” (62:2-3). Ayat ini jelas sekali bahwa Nabi Suci bukan saja penyuci dan pengajar bangsa Arab, yakni para sahabat beliau di antara mereka dimana beliau muncul, namun juga penyuci dan guru untuk selamanya bagi seluruh dunia kaum Muslimin, yaitu mereka yang datang setelah para sahabat, dan mereka yang belum bergabung dengan para sahabat. Tapi karena beliau tidak hidup abadi, kekuasaan penyuciannya dan tugas kewajibannya sebagai guru beralih kepada para sahabat beliau yang mengajarkan generasi berikutnya, dan generasi ini pun menjadi penyuci dan guru yang mengikutinya, dan prooses itu berlangsung hingga Hari Pembalasan. Jadi ayat ini tidak meninggalkan satu ruangan pun bagi Nabi bangsa Israel untuk menjadi penyuci dan guru kaum Muslimin. Juga tidak ada lowongan bagi Yesus Kristus, yang kepadanya kita diberitahu bahwa Tuhan mengajarkan kepadanya kitab dan hikmah dan Taurat dan juga Injil” (3:47). Karenanya Nabi Suci Muhammad tidak bisa menjadi penyuci dan guru Yesus Kristus, karena Qur’an sendiri berfirman, seorang Nabi dia telah diajarkan dan disucikan langsung oleh Tuhan. Jika ia datang kembali ke dunia ini, kelangsungan ajaran dan penyucian yang dilaksanakan oleh Nabi Suci Muhammad, akan terhalang setelah kemunculannya, yakni Yesus-lah dan bukan Nabi Muhammad saw yang akan menyucikan kaum Muslimin dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah. Tapi ini tidak bisa diterima di hadapan firman Qur’an Suci yang teramat jelas seperti dikutip di atas, Yesus Kristus tidak akan muncul kembali meskipun menjadi seorang pembaharu di antara kaum Muslimin.</p>
<p>Sebenarnya, akhir kenabian pada diri Nabi Suci Muhammad saw adalah salah satu dasar ajaran Islam, ia bertentangan dengan kemunculan atau kemunculan kembali seseorang Nabi setelah beliau. Qur’an Suci mengajarkan kita dalam kata-kata yang terang bahwa kenabian telah sempurna pada diri Nabi Suci Muhammad saw Pendiri Islam, dan tugas kewajiban seorang Nabi telah lengkap di dalam wahyu-wahyu yang diturunkan kepada beliau, karena itu tidak ada kewajiban yang tersisa dan tertinggal untuk dikerjakan, oleh karenanya tidak dibutuhkan Nabi lagi, baik Nabi lama ataupun Nabi baru. Seorang Nabi hanya akan muncul jika ada tugas kewajiban yang diembankan kepadanya, tapi tidak ada sedikit pun pekerjaan yang harus dilakukan oleh seorang Nabi yang tertinggal untuk dikerjakan, tak dibutuhkan Nabi lagi, dan jika seorang Nabi datang, tak ada tempat baginya dalam Islam. Tapi mungkin bisa dikatakan, kenapa banyak sekali himpunan Hadits yang berisi ramalan Nabi Suci tentang kedatangan Yesus, putera Maryam, jika di sana tidak ada pekerjaan bagi seorang Nabi menurut ajaran Qur’an Suci yang benar? Bukti terhadap ramalan tersebut hanya bisa diterangkan dalam pengertian yang tidak bertentangan dengan ajaran Qur’an Suci yang jelas, dan karena itu ramalan tentang datangnya Yesus putera Maryam harus diterangkan sedemikian rupa yang harus konsisten dengan ajaran akhir kenabian pada diri Nabi Suci Muhammad saw.</p>
<p>Yang benar adalah bahwa ramalan tentang kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya bukan berarti diri beliau yang akan muncul kembali ke dunia meskipun itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam yang mendasar bahwa Nabi Muhammad saw Nabi terakhir di dunia, dan ini adalah poin yang dikatakan Injil, yang juga berisi ramalan ini, memancarkan cahaya yang terang. Pendeknya, kaum Kristen sedikit pun tidak punya alasan untuk mengira bahwa yang akan datang kedua kalinya itu adalah pribadi Yesus Kristus. Bibel memberitahukan kita bahwa: “Eliya naik ke langit karena ditiup angin puting beliung” (2 Raja-raja 2:11). Perkara itu tidak hanya sampai di situ. Di dalam kumpulan kitab Perjanjian Lama yang diwahyukan itu kita diberitahu bahwa kemunculan kembali Eliya ke dunia dikatakan: “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu” (Maleakhi 4:5). Jadi Eliya, menurut Bibel, tidak saja naik ke langit, tapi kelak akan turun kembali sebelum Kristus muncul. Inilah yang dipercayai oleh segenap bangsa Israel tentang kedatangan Kristus dan hal itu berdasarkan kata-kata Kitab Suci mereka sendiri yang sangat jelas.</p>
<p>Salah satu pertanyaan pertama yang bertentangan dengan pengakuan Yesus Kristus adalah: “Di manakah Eliya itu?”</p>
<p>“Dan para pengikutnya bertanya kepadanya, ucapnya, Lalu kenapa para ahli Taurat berkata bahwa Eliya harus datang dahulu?” (Matius 17:10).</p>
<p>Sedikit pun tidak ragu adanya ramalan tersebut di pikiran Yesus, suatu kali dia harus memberitahukannya kepada para pengikutnya bahwa ramalan itu tidak ada karena Eliya telah mati dan tak akan pernah kembali lagi. Tapi tidak; dia mengakui bahwa ramalan itu benar adanya dan perlu sekali Eliya itu datang.</p>
<p>“Yesus menjawab: Memang Eliya akan datang dan akan memulihkan segala sesuatu, dan aku berkata kepadamu: Eliya sudah datang tetapi mereka tidak tahu dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga anak manusia akan menderita karena mereka. Lalu para murid mengerti bahwa Yesus berbicara kepada mereka tentang Yahya (Yohanes) Pembaptis” (Matius 17:11-13).</p>
<p>Bagaimana para murid itu tahu bahwa ramalan tentang kedatangan Eliya sebelum munculnya Al-Masih itu dipenuhi oleh kedatangan Yohanes Pembaptis? Sebab Yohanes berkata: “Dan ia akan pergi sebelumnya dalam spirit dan kekuasaan Eliya” (Lukas 1:17).</p>
<p>Bagaimana perihal cerita yang ditunjukkan di atas itu? Telah tertulis bahwa Eliya telah diterima di langit dan diramalkan bahwa ia akan datang kembali sebelum kedatangan Kristus. Pertanyaan telah diajukan kepada Kristus dan dia berkata bahwa ramalan tentang datangnya Eliya telah terpenuhi dengan kemunculannya Yohanes Pembaptis. Alasannya adalah Yohanes telah datang dalam rohani dan kekuasaan Eliya. Arti dari ini jelas sekali dan tuntas &#8211; yakni ketika kedatangan yang kedua kali seseorang itu dibicarakan, yang akan muncul kembali itu bukanlah pribadinya, artinya adalah kemunculan seseorang yang lain dalam arti ruhani dan kekuasaannya. Demikian ini adalah keputusan Yesus Kristus, dan ini benar-benar bertentangan dengan para pengikut Kristus atau menerimanya sebagai seorang Nabi. Tak seorang Kristen pun di dunia ini yang bisa membantah ini, dan ia terikat oleh pengertian yang sama tentang kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali yang terletak pada kedatanngan Eliya yang kedua kalinya juga. Di sini tidak ada perbedaan sedikit pun di antara dua perkara itu.</p>
<p>Karenanya, jika tidak ada ruangan bagi seorang Kristen untuk mengaburkan kesimpulan seperti yang diterangkan di atas, seorang Muslim pun terikat oleh kebijaksanaan seseorang yang dia itu diperkirakan seorang Nabiyullah. Semua yang terakhir ini dapat dikatakan bertentangan dengan kesimpulan tersebut yakni dicatat secara tidak benar, tapi bukti dobel dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru tidaklah memberi lahan untuk menduga-duga terhadap peristiwa khusus ini. Tidak bisa dipungkiri memang di sana ada ramalan tentang kedatangan Eliya yang kedua kali; ini lebih meyakinkan lagi bahwa Eliya sendiri tak pernah kembali ke dunia ini. Lebih dari itu, suatu penyalah-gunaan seperti yang terjadi dalam kitab Injil, ternyata melawan pernyataan Yesus, hal itu pasti bukan pekerjaan seorang Kristen sejati, dan karenanya, benar sekali bahwa pertanyaan diajukan kepada Yesus dan beliau menjawabnya. Juga ada penyalah-gunaan di dalam Perjanjian Lama yang berhubungan dengan ramalan tersebut, karena jika demikian, Yesus tidak akan mengakui kebenaran ramalan tersebut. Perkaranya begitu jelas terhadap penyalah-gunaan perkara ini. kaum Muslimin banyak terikat oleh keputusan Yesus sebagaimana juga kaum Kristen, karena keduanya mengakui beliau orang tulus. Pertimbangan selanjutnya menunjukkan bahkan lebih jelas lagi bahwa dari sudut pandang kaum Muslimin, keputusan yang diberikan oleh Yesus Kristus memberi dugaan yang lebih besar. Karena, dimana saja tidak ada keberatan jika Eliya sendiri muncul kembali, ada kesulitan berat disamping yang ditunjukkan di atas tentang kemunculan kembali pribadi Yesus Kristus. Pertama, Haditshadits yang membicarakan tentang kedatangannya ditambah kata-kata wa imamukum minkum, yakni Imam kamu ada di antara kamu sendiri. Kata-kata ini secara tuntas bertentangan dengan beliau sebagai Nabi bagi bangsa Israel. Al-Masih yang akan muncul sudah pasti di antara kaum Muslimin sendiri dan bukan dari luar, bukan seorang Nabi tapi seorang Imam atau pemimpin rohani. Kedua, Himpunan Hadits-hadits sahih adalah dari Imam Bukhari dan dari himpunan Hadits-hadits itu kita dapati dua Al-Masih, yaitu Nabi bangsa Israel Yesus Kristus, dan Al-Masih Yang Dijanjikan, keduanya diterangkan berbeda.</p>
<p>Di dalam dua Hadits tersebut, Nabi bangsa Israel diterangkan sebagai ahmar, ya’dun artinya, berwajah putih dan berambut keriting, sementara lainnya diriwayatkan pada bab al- Masih yang sama, ia akan muncul di antara kaum Muslimin pada waktu terjadi bencana besar Antikris disebutkan sebagai aadam, sabit artinya berwarna putih kemerah-merahan dan berambut panjang (lihat Sahih Bukhari, bab Badal-Khulq). Kini dua perbedaan yang mencolok itu menetapkan kesimpulan bahwa Al-Masih pasti muncul di antara kaum Muslimin yang orangnya berbeda sekali dengan Nabi bangsa Israel itu, dan Nabi Muhammad bukan hanya sekedar sadar terhadap fakta ini, namun juga memberitahukan kepada para pengikutnya dengan memberikan dua uraian yang berbeda.</p>
<p>Sebenarnya, bahkan jika mungkin Yesus Kristus muncul kembali ke dunia ini, dia tidak akan bisa melaksanakan tugas kewajibannya untuk memperbaiki apa yang dilakukan oleh para pengiikut Nabi Suci Muhammad saw. Begitu besar kekuatan rohani Nabi Besar Dunia yang tidak saja beliau itu membawa perubahani secara cepat yang begitu besar dimana perbaikan tersebut tidak bisa dilakukan oleh para reformer terdahulu yang pernah merosot ke jurang kegagalan, namun juga beliau menekankan kepada para pengikutnya bahwa pekerjaan seperti itu tidak bisa dilakukan bahkan para Nabi pun tidak akan sanggup melaksanakannya seperti tugas yang pernah dilakukan oleh Abu Bakar dan ‘Umar. Karenanya, sampai sekarang pun, para pengikut Nabi Suci saw dapat melakukan apa yang tak sanggup dilakukan oleh Yesus ketika beliau masih ada di dunia ini. Injill memberitahukan kepada kita bahwa dia tidak bisa mengajak lebih banyak dari limaratus orang kepada jalan kebenaran, tapi sekarang dapat kita saksikan para pengikut Nabi Suci Muhammaad saw jutaan orang yang sudah berjalan di jalan yang hak. Jika Yesus Kristus tidak sanggup untuk memperbaiki sekalipun terhadap bangsa Israel yang jumlahnya sedikit itu, bagaimana mungkin dia bisa memperbaiki bencana Antikris yang jumlahnya tak terhingga ini? Tugas ini hanya bisa dilakukan oleh seorang pengikut Nabi Suci Muhammad saw, oleh karena itu, seorang Mujaddid, seorang Pembaharu yang muncul di antara kaum Muslimin yang bangkit di setiap abad, dipercayakan untuk mengemban tugas ini. Mujaddid di abad ini, yakni abad keempatbelas Hijriah, disebut Al-Masih sebab beliau tidak saja muncul dalam kekuatan rohani dan kekuasaan Al-Masih yang pertama dulu, namun juga beliau memperbaiki segala kesalahan yang berhubungan dengan nama seorang Reformer Almasih tersebut, sebagaimanan beliau sendiri mengatakan:</p>
<p>“Karena Tuhan telah memberikan cahaya kepadaku demi umat Kristen, karena itu saya disebut putera Maryam”.</p>
<p>Dan ternyata beliau mematahkan salib, hal ini adalah tugas utama sesuai dengan bunyi Hadits-hadits yang sahih, sebab beliau telah menunjukkan berdasarkan Injil bahwa kematian Kristus tidak terjadi di atas kayu palang salib, yang hal ini telah salah diduga oleh kaum Kristen selama sembilanbelas abad lamanya, karena Yesus itu lari dari sana bersama lukanya, beliau wafat secara alami lama setelah itu, dan beliau hidup hingga mencapai usia 120 tahun sebagaimana dikemukakan oleh Hadits. Karena “melalui darah salibnya” (Kolose 1:20), maka penebusan itu telah dibeli:</p>
<p>“Dan jika Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah ajaran kita, dan iman kamu pun sia-sia pula” (1 Corintus 15:14).</p>
<p>Kristus tidak mati di atas kayu palang salib dan tidak pula bangkit dari kematian: Ajaran para missionaris Kristen karenanya sia-sia dan sia-sia pula kepercayaan mereka. Agama Kristen meletakkan pondasinya di atas kematian Kristus di kayu palang salib dan setelah itu bangkit dari kematian; pernyataan kedua doktrin ini telah terbukti salah dan dibuktikan oleh fakta sejarah yang amat kuat dan ditunjang pula oleh bukti-bukti Injil itu sendiri, maka dengan dasar pondasi seperti itu, seluruh bangunan itu roboh berantakan rata dengan tanah.</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"  title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab V: Wafatnya Kristus [16]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 09:09:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5018</guid>
		<description><![CDATA[Kini kita berlanjut kepada argumen berikut tentang superioritas Kristus. Salah satu yang diakui oleh Islam bahwa kehebatan Kristus adalah karena beliau masih hidup di langit hingga sekarang dengan badan jasmaninya, dan meskipun beliau berbadan wadag beliau terbebas dari kebutuhan lahiriah, yakni beliau tak perlu makan ataupun minun, dan meskipun beliau berbadan wadag beliau itu dipenuhi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images916.jpg" alt="images916 Bab V: Wafatnya Kristus [16]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-5019" /><br />
Kini kita berlanjut kepada argumen berikut tentang superioritas Kristus. </p>
<p>Salah satu yang diakui oleh Islam bahwa kehebatan Kristus adalah karena beliau masih hidup di langit hingga sekarang dengan badan jasmaninya, dan meskipun beliau berbadan wadag beliau terbebas dari kebutuhan lahiriah, yakni beliau tak perlu makan ataupun minun, dan meskipun beliau berbadan wadag beliau itu dipenuhi sifat (Ilahiah) bahkan sampai sekarang. Berlawanan dengan ini, sudah tertulis bahwa anak-anak Adam sebagaimana disebutkan di dalam Qur’an: “Di sana kamu hidup dan di sana pula kamu mati dan dari sana kamu akan dibangkitkan”. Dan di lain tempat: “Tidaklah Kami ciptakan bumi itu kecuali sekaligus untuk hidup dan mati?” Sudah tertulis mengenai ini tentang semua Nabi: “Dan Kami tidak membuat mereka semua badan yang tak makan makanan dan mereka itu tidaklah kekal” yakni Kami tidak menciptakan mereka badan yang mereka itu bisa hidup selamanya tanpa makan dan minum. Karenanya seorang dari mereka yang dapat hidup tanpa makan dan minum meskipun berbadan wadag adalah sesuatu yang unik dan lebih hebat dari semua Nabi yang ada, jika ayat-ayat Qur’an itu tidak mengakui maka harus dianggap salah. Kristus yang sudah hidup dua ribu tahun di langit tanpa makan dan minum tidak bisa digolongkan sebagai salah seorang Rasul dan Nabi yang hidup tergantung dari makan dan minum. Karenanya jika Muhammad tidak memiliki sifat seperti ini, bukankah ini suatu bukti bahwa Kristus jauh lebih unggul dan lebih utama dari pada dia?</p>
<p>Jika kenaikan Kristus ke langit secara jasmaniah hanya mengalihkan kesalehan yang direkayasa oleh Kristen yang itu terbukti tak dianggap oleh beberapa mufassir, maka kehidupan beliau di langit tetap menemui takdir yang sama. Adapun Qur’an, seperti telah dijelaskan tadi, di mana pun tak ada ayat yang mengatakan kenaikan secara jasmaniah, ia hanya membicarakan kenaikan derajat rohani. Penulis yang tulisannya dikutip di atas sadar terhadap fakta bahwa Qur’an Suci sedikit pun tidak membuktikan bahwa Yesus hidup di langit, dan karenanya ia berlindung di balik kata-kata yang ia sebut pengakuan Islam. Kini untuk menyebut pengakuan Islam yang dipercayai oleh sebagian kaum Muslimin, bahkan meskipun itu dipercayai oleh mayoritas Muslim, ia tetap salah arti. Tidak ada yang bisa dikatakan diakui oleh Islam jika tidak diakui oleh Qur’an Suci maupun dibenarkan oleh sabda Nabi Suci. Tapi sudah menjadi bukti bahwa baik Qur’an maupun himpunan Haditshadits tak berisi satu kata pun tentang Yesus hidup di langit, dan di antara kaum Muslimin masih banyak orang yang memegang keyakinan bahwa Yesus Kristus telah wafat. Orang yang ternama seperti Imam Malik, salah seorang dari empat Imam yang dikenal oleh Ahli Sunnah, boleh disebutkan disini. Kitab Majma’ul-Bihar, salah satu kitab Kamus Hadits, mengatakan dengan kata-kata yang jelas ketika membicarakan arti kata hakam: “Dan Malik berkata bahwa dia (yakni Yesus Kristus) telah wafat”. Begitu pula kitab Ikmalul-Mu’lam, tafsir kitab Sahih Muslim, mengakui bahwa ditulis di dalam kitab Utabiyyah bahwa Imam Malik percaya terhadap wafatnya Yesus Kristus.</p>
<p>Sudah saya katakan bahwa Qur’an Suci tidak berisi satu kata pun yang menunjukkan bahwa Kristus hidup di langit. Di pihak lain, jelas sekali dikatakan mengenai kematiannya. Ayat—ayat berikut ini tidak bisa lain membuktikan:</p>
<p>“Dan tatkala Allah berfirman: Wahai ‘Isa bin Maryam, apakah engkau berkata kepada manusia: Jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah. Dia menjawab Maha-suci Engkau! Tak pantas bagiku mengatakan apa yang aku tak berhak&#8230; Aku tak mengatakan apa-apa kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu: Mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu; dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka, tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Yang-maha menyaksikan segala sesuatu”(5:116-117).</p>
<p>Bunyi ayat di atas ini jelas sekali membuktikan bahwa ajaran Yesus Kristus tidak dirusak hingga beliau wafat &#8211; kata-kata setelah Engkau mematikan aku begitu jelas yang tak perlu ditafsirkan yang bukan-bukan. Kata tawwafa yang digunakan di sini menunjukkan menyebabkan mati, dan ini termasuk tafsirnya Ibnu ‘Abbas sebagaimana dicatat di dalam Kitab Bukhari. Tak bisa diragukan sedikit pun di sini, pandangan jelas berikutnya dikemukakan oleh satu Hadits riwayat Bukhari, menurutnya Nabi Suci biasa menggunakan kata-kata tersebut mengenai beliau sendiri yang di sini dimasukkan ke mulut Yesus. Beliau diriwayatkan bersabda (lihat bab komentar pembukaan Surat Ali ‘Imran, Tafsir Qur’an Suci oleh Maulana Muhammad Ali)6 bahwa beliau menggambarkan Hari Pembalasan bagi orangorang tertentu yang suka melawan ajaran beliau, dan dalam hal itu beliau mengatakan:</p>
<p>“Apa yang dikatakan orang tulus itu (yakni Yesus), saya menjadi saksi bagi mereka sepanjang saya bersama mereka, tetapi ketika Engkau mematikan aku, Engkaulah Yang mengawasi mereka”.</p>
<p>Hadits ini adalah bukti tuntas lain bahwa di satu keadaan setelah kematian Yesus, dan lainnya lagi setelah Nabi Suci Muhammad, bahwa ada di antara para pengikutnya yang suka melawan ajaran mereka. Juga menurut Injil sendiri dikatakan: “Sementara aku bersama mereka di dunia, aku memelihara mereka dalam nama-Mu” (Yohanes 17:12).</p>
<p>Ada lagi beberapa Hadits yang mengatakan jelas sekali tentang wafatnya Yesus Kristus. Menurut salah satu Hadits itu, Nabi Suci diriwayatkann bersabda: “Jika Musa dan ‘Isa masih hidup, pekerjaan mereka itu tak ada gunanya kecuali mereka akan mengikuti aku”. Menurut Hadits lainnya lagi kita masih diberi tahu bahwa “Yesus hidup mencapai usia seratus duapuluh tahun”. Dengan bukti yang jelas di hadapan kita ini, salah sekali untuk mengatakan bahwa Qur’an Suci dan sabda Nabi Suci menyebut-nyebut Yesus masih hidup di langit, dengan dasar ramalan yang sederhana sehubungan dengan kemunculannya kembali harus ditafsirkan dengan pengertian yang sama seperti ramalan munculnya kembali Eliya yang harus ditafsirkan tidak kurang benarnya seperti Yesus Kristus, yaitu perlu muncul, bukan orang yang bernama itu, tapi orang lain yang pasti muncul dalam arti rohani dan kekuasannya, tapi untuk membahas ini nanti akan diterangkan lebih lanjut.</p>
<p>Jika ada kesimpulan bahwa Yesus masih hidup diambil dari kata-kata: “Dan mereka tidaklah membunuhnya, dan tidak pula mereka mematikannya di kayu salib” (4:157), itu hanya kesimpulan yang bertentangan dengan akal sehat. Jika ini dihubungkan dengan orang yang hidup dua ribu tahun yang silam bahwa ia tak dibunuh dan tidak menemui ajalnya di atas kayu palang salib, adakah seseorang di dunia ini yang menarik kesimpulan ini bahwa ia masih hidup? Bisa dipertanyakan, lalu apa yang dikatakan Qur’an tentang perkara yang menimpa dia? Jawaban terhadap ini sudah diberikan; Kitab Suci itu telah menjelaskannya di dalam kata-kata yang begitu terang bahwa Tuhan telah mematikan dia dengan kematian alami.. Dan di sini setelah tidak mematikannya di atas tiang kayu salib atau dengan membunuhnya, begitu dikatakan, “Tapi perkara itu membuat ragu mereka”, atau kata-kata yang sama ini bisa ditafsirkan, “Tapi dia diserupakan (seperti mati di tiang kayu salib) kepada mereka”. Kedua penafsiran itu sama saja artinya, yakni, bahwa para musuh beliau mengira bahwa mereka telah mematikannya di atas kayu palang salib sementara beliau kelihatan benar-benar telah kehilangan nyawanya. Dan bila kita membaca Injil bisa kita dapati bukti yang panjang lebar terhadap benarnya keterangan ini.</p>
<p>Nampak jelas dari keterangan Injil bahwa Yesus lari hidup-hidup dari kayu palang salib, dan walaupun beliau telah dirawat layaknya seorang yang telah meninggal dunia, namun ada sesuatu yang membuat orang-orang menjadi ragu tentang kematiannya. Tak pernah serius diperdebatkan bahwa Yesus berada di atas kayu palang salib dalam tempo yang sangat pendek, maka sungguh dalam tempo yang amat pendek itu tak mungkin orang yang dibunuh melalui cara penyaliban itu akan segera mati, ajal seseorang dengan cara penyaliban seperti itu akan lamban sekali datangnya. Bukti berikut ini kita dapati bahwa dua orang yang disalib bersama Yesus masih tetap hidup ketika diturunkan. </p>
<p>Kedua, dengan mematahkan kedua kaki dua orang yang diturunkan itu bisa memperpendek ajal mereka tapi tidak demikian dengan kasus Yesus (Yohanes 19:31-33). </p>
<p>Ketiga, lambung Yesus ditombak, darah memancar keluar, ini meyakinkan bahwa beliau masih hidup (Yohanes 19:34). </p>
<p>Keempat, ketika Pilatus diberitahu bahwa beliau sudah wafat, Pilatus tidak percaya (Markus 15:44). </p>
<p>Kelima, Yesus tidak dikuburkan seperti orang pada umumnya tetapi diserahkan kepada salah seorang pengikutnya yang kaya untuk diurus (Yohanes 19:38) yang kemudian beliau dibawa ke suatu ruangan yang lega berbentuk goa yang dipahat di dalam tebing batu cadas, lalu sebuah batu digulirkan untuk menutup pintu masuk (Yohanes 19:41; 20:1). </p>
<p>Keenam, ketika makam berbentuk goa itu dikunjungi di hari ketiga, ternyata batu penutup pintu itu sudah digulingkan dari mulut goa (Yohanes 20:1). Ini jelas sekali memudahkan Yesus untuk berjalan ke luar dari tempat peristirahatannya ketika beliau sudah sembuh di hari ketiga. </p>
<p>Ketujuh, Yesus menyamar dirinya sebagai seorang tukang kebun setelah beliau sembuh, yang terbukti dilihat oleh Maryam yang ketika ia melihatnya ia percaya bahwa beliau itu seperti seorang tukang kebun (Yohanes 20:15). Penyamaran seperti itu sebenarnya tak perlu jika Yesus telah bangkit dari kematian. </p>
<p>Kedelapan, dengan tubuh berdaging seperti sediakala ketika para murid melihat Yesus (Lukas 24:39), dan luka di tangan beliau masih terlihat menganga cukup dalam ketika diperlihatkan demi meyakinkan orang (Yohanes 20:27). </p>
<p>Kesembilan, Beliau masih merasa lapar dan beliau makan makanan seperti para para muridnya makan (Lukas 24:39-43). </p>
<p>Kesepuluh, setelah peristwa penyaliban tersebut kemunculan Yesus dalam keadaan sembunyi-sembunyi dan beliau menymebunyikan diri karena takut ketahuan dan ditangkap kembali (Yohanes 20:19).</p>
<p>Semua bukti itu menuntaskan kebenaran pernyataan yang dikemukakan oleh Qur’an Suci bahwa Yesus Kristus tidak mati terbunuh, tidak pula beliau mati di atas kayu palang salib, tapi diserupakan seperti orang yang sudah mati kemudian lari hidup-hidup, lama setelah itu beliau wafat secara alami, sebagaimana dikuatkan oleh Qur’an Suci.</p>
<p>Seperti terhadap pernyataan kedua bahwa Nabi-nabi yang lain makan makanan dan Yesus memiliki badan wadag yang unik, yang oleh karenanya ia tak membutuhkan makanan, ini pun tidak benar. Terbukti, bila ditunjukkan bahwa beliau wafat secara alami, semua pernyataan yang berdasarkan duga-dugaan mengenai kehidupan beliau, semua rontok gugur ke bumi. Karena itu, bukti ini perlu dicatat bahwa baik Injil maupun Qur’an Suci membicarakan Yesus dengan menyatakan bahwa beliau membutuhkan makanan seperti jasmani manusia biasa. Di dalam Injiil dinyatakan banyak sekali kejadian yang menunjukkan bagaimana Yesus merasa lapar. Di tempat pertama, “Setelah beliau berpuasa selama empatpuluh hari empatpuluh malam, beliau merasa lapar” (Matius 4:2). Dengan penjelasan Injil yang begitu terang, ternyata cuma usaha akal bulus orang bodoh saja untuk berdalil bahwa Yesus memiliki jasmani yang unik yang tidak membutuhkan makanan. Kejadian lain di bawah ini lebih menunjukkan sisi gelap manusia lemah ini:</p>
<p>“Pada keesokan harinya, setelah mereka itu keluar dari Betani, Ia pun berasa lapar, telihat dari jauh sebatang pohon ara yang berdaun, pergilah ia melihat kalau-kalau boleh dapat sesuatu, ketika ia datang ke situ, ia tak menemukan apa-apa kecuali daun, karena pohon ara itu belum berbuah. Dan Yesus menjawab dan berkata kepadanya, Tak ada orang yang akan makan buahmu sejak sekarang untuk selamanya” (Markus 11:12-14).</p>
<p>Melaknat sebatang pohon karena tidak memberikan buahnya karena ketika itu belum waktunya musim berbuah, maka sangat aneh sekali orang yang berakal sehat seperti beliau itu dapat berbuat begitu. Dan jika ada jawaban terhadap laknat tersebut Tuhan juga terbukti berat sebelah kepada Yesus hingga dia membuat pohon ara itu menjadi layu begitu rupa setelahnya, tentu ini lebih aneh lagi. Bisakah dikatakan perbuatan Yesus seperti itu istimewa, jika catatan Injil diyakini benar, karena perbuatan seorang manusia yang membabibuta karena marah lalu menyatakan kesalahannya sendiri kepada yang lain kemudian melakantnya? Rupanya itu bukan kesalahan Yesus sendiri, tapi karena dipaksa oleh rasa lapar, lalu dia lari ke pohon ara untuk mendapatkan buahnya sementara pohon itu belum musimnya untuk berbuah.</p>
<p>J.R.Dummelow berkata mengomentari kejadian itu, katanya: “Yesus sebenarnya tidak lapar atau mengira untuk mendapatkan pohon ara”. Ini adalah komentar yang aneh di hadapan kata-kata Injil yang begitu jelas yang menyatakan bahwa ia benar-benar lapar kemudian ia mendatangi pohon ara yang ternyata di sana tidak mendapatkan apa-apa! Kemudian kita diberitahu bahwa mu’jizat kemurkaan ini ditimpakan ke sebuah pohon dan bukan kepada orang yang memberi dalil akan kehebatannya karena cintanya kepada orang tersebut. Tapi pertanyaannya adalah, apa bukti terhadap kejadian yang bisa mengatasi Yesus yang begitu merasa lapar, sepertinya tidak diketahui oleh para penulis Injil, bahwa saat itu adalah belum musimnya untuk berbuah, kemudian ia sangat marah sekali hingga dia melaknat pohon karena tak berbuah di luar musim. Apa yang harus kita pikirkan terhadap orang yang hidup di daerah Punjab atau Barat Laut India yang di sana banyak pohon mangga dan lebat dengan buahnya di tengah-tengah musim dingin atau dikala musim panas kemudian melaknat pohon mangga itu karena saat itu buah mangga belum matang?</p>
<p>Ada contoh lain yang menunjukkan bahwa saat itu Yesus merasa lapar. Meskipun baru saja bangkit dari kematian, menurut kepercayaan kaum Kristen, dia membutuhkan makanan: </p>
<p>“Apakah kamu punya makanan?” adalah permintaan pertama ketika beliau baru berjumpa para muridnya. “Lalu mereka memberikan sepotong ikan bakar dan sari madu dan beliau mengambilnya, lalu dimakan di hadapan mereka” (Lukas 24:42-43). </p>
<p>Jika Injil menunjukkan bahwa Yesus membutuhkan makanan bahkan baru saja bangun dari kematian, maka bodoh sekali untuk membalikkan lembaran-lembaran Qur’an Suci untuk mengemukakan peri keadaan Yesus yang hidup tanpa makanan. Jika kita membolak-balikkan lembaran-lembaran ayat-ayat Qur’an Suci, kita dapati di sana bukan saja meliputi Yesus di antara Nabi-nabi yang berbadan wadag ketika ia berfirman: “Dan Kami tidak membuat tubuh mereka tidak makan makanan dan mereka itu tidaklah kekal”, namun lebih lanjut serta membuat pernyataan yang sama mengenai Yesus Kristus khususnya. Ia berfirman: </p>
<p>“Almasih, putera Maryam, tiada lain keacuali seorang Rasul, para Rasul sebelum dia sungguh telah mati; dan ibunya adalah seorang perempuan tulus, mereka biasa makan makanan” (5:75).</p>
<p> Mengapa Yesus itu khusus dikatakan memiliki badan wadag yang tidak bisa hidup tanpa makanan bila pernyataan umum telah dibuat? Jawaban saya adalah: untuk melenyapkan orang-orang yang mencoba-coba membuat Yesus sebagai pengecualian. Namun ada yang lebih dari itu, Yesus makan makanan disebutkan di sini sebagai suatu argumen bahwa beliau pasti mati seperti Rasul-rasul yang lain. Al-Masih itu hanyalah seorang Rasul dan para Rasul yang lain telah meninggal dunia; begitu pula beliau pasti meninggal dunia seperti para Rasul lain meninggal dunia. dan agar butki ini menjadi tuntas, perlu ditambahkan bahwa beliau dan ibunya makan makanan, sebab orang yang makan makanan pasti mengalami mati dan tidak kekal, namun ia bisa tumbuh sampai batas tertentu setelah itu turun menyusut setelah mencapai puncak pertumbuhannya. Di saat-saat perobahan tersebut, itu terjadi di dalam tubuh manusia, kehilangan jasad adalah sudah menjadi takdir karena ia membutuhkan makanan, dan oleh karena itu pernyataan bahwa Yesus meminta makanan adalah kesimpulan tuntas bahwa beliau pasti mengalami kematian.</p>
<p>Ini juga dalil bagaimana Qur’an Suci menyebutkan pembicaraan Yesus di masa dalam buaian hingga masa tuanya. Ini pun menjadi bukti bahwa beliau memiliki badan wadag yang tidak berbeda dengan tubuh manusia lainnya. Keadaan awalnya adalah dikala bayi di dalam buaian, kemudian mengikuti hukum alam pertumbuhan hingga beliau mencapai usia dewasa, kemudian keadaannya merosot perlahan-lahan dan tanda-tanda ketuaan muncul di kepala dengan rambut beruban pertanda orang lanjut usia, yang ini sudah pasti diikuti oleh kematian.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>6 Surat ini diawali dengan pernyataan bahwa Qur’an itu berasal dari Tuhan, demikian pula Kitab Taurat dan Injil. Lalu dilanjutkan dengan peraturan tentang caranya menafsirkan ayat, yang jika ini diabaikan, menyebabkan banyaknya kesalahan dalam hal iman. Adapun peraturan yang harus selalu diperhatikan dalam menafsiri semua Kitab Suci ialah, bahwa tiap-tiap kalam ibarat, harus ditafsirkan begitu rupa, hingga tak bertentangan dengan ajaran yang terang benderang, yang digariskan oleh Wahyu Ilahi. Oleh karena agama Kristen itu sebenarnya didasarkan atas penafsiran yang salah tentang beberapa kalam ibarat, maka peraturan ini tepat sekali jika dijadikan kata pendahuluan untuk membahas agama Kristen . (Suplement footnote ini dari Penerjemah, diambil dari Tafsir Qur’an Suci Maulana Muhammad Ali, Pembukaan Surat 3).</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab V: Wafatnya Kristus [16]"  title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 04:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5006</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Qur’an Suci mendukung teori tentang kenaikan Kristus dengan badan jasmaninya? Sedikit pun tidak. Qur’an Suci tak pernah samasekali menyatakan bahwa Yesus naik ke langit. Ia hanya membicarakan tentang rafa’ ke Allah, maknanya ialah Yesus diangkat derajatnya di hadapan Allah, tapi bukan diangkat dengan badan jasmaninya, dan tak pernah menyebutkan langit sehubungan dengan rafa’ tersebut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images915.jpg" alt="images915 Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-5007" /><br />
Apakah Qur’an Suci mendukung teori tentang kenaikan Kristus dengan badan jasmaninya? Sedikit pun tidak. Qur’an Suci tak pernah samasekali menyatakan bahwa Yesus naik ke langit. Ia hanya membicarakan tentang rafa’ ke Allah, maknanya ialah Yesus diangkat derajatnya di hadapan Allah, tapi bukan diangkat dengan badan jasmaninya, dan tak pernah menyebutkan langit sehubungan dengan rafa’ tersebut, yang mana kata rafa’ ini banyak disalah mengertikan menjadi naik. Qur’an Suci membicarakan perihal rafa’-nya Yesus dalam dua kesempatan. Di Surat ketiga kita bisa baca: “Wahai ‘Isa! Aku akan mematikan engkau dan mengangkat derajat engkau di hadapan-Ku” (3:54). Pada Surat keempat kita baca kembali: “&#8230; dan mereka tak membunuh dia dengan yakin. Tidak! Allah mengangkat dia ke hadapan-Nya” (4:157-158). Di dua tempat itu saya terjemahkan dengan kata mengangkat atau memuliakan. Mufassir besar seperti Imam Razi sendiri mengatakan ketika menerangkan Surat 3 ayat 54 tersebut: “Rafa’ di sini maknanya ialah mengangkat derajat dan terpuji dan bukan mengangkat ke suatu tempat ataupun ke suatu arah”. Ada beberapa kesalahfahaman terhadap arti kata rafa’a ini yang memiliki dua arti, yakni menaikkan sesuatu dan mengangkat derajat seseorang (Lihat Kamus Lane, Arabic-English Lexicon). Yang belakangan ketika seseorang diangkat oleh Tuhan, itu jelas sekali selalu menggunakan kata al-Rafi’ yakni salah satu asma Allah. Semua Kamus bahasa Arab mengakui bahwa kata al-Rafi’ maknanya “orang beriman yang Terangkat oleh karena peningkatannya dan karena kesuciannya yang diajarkan kepada mereka” (Lane, Arabic- English Lexicon). Karena itu bila Allah membicarakan penganugrahan rafa’ terhadap seseorang, itu hanya berarti bahwa kata-kata itu memberi arti Dia telah menganugrahkan derajat kepadanya, dan bukan berarti menaikkan badan jasmaninya dari tempat yang rendah ke termpat yang lebih tinggi.</p>
<p>Qur’an Suci maupun sabda Nabi Suci penuh dengan contoh kata yang benar maknanya, sementara tak ada satu contoh pun yang bisa ditemui di seluruh literatur bahasa Arab dimana bila seseorang di-rafa’a (diangkat) oleh Tuhan itu berarti seseorang itu diangkat secara jasmani. Bisa kita baca di Surat 43:32: “Dan Kami angkat derajat (rafa’a) sebagian mereka di atas sebagian yang lain” yang di sana bisa kita baca kata asli rafa’na. Lagi, di dalam Surat 6:84 dan pada Surat 12:76 bisa kita baca: “Kami meninggikan derajat orang yang Kami kehendaki”. Ini semua adalah pengertian umum tentang pengangkatan derajat, dan tidak mengangkat badan jasmaninya. Sungguh bila arti yang belakangan itu dapat diterima dalam pengertian begitu rupa, aturan Ilahi sudah demikian rupa bahwa orangorang tulus jasmaniahnya seakan dialihkan dari bumi ke suatu cakrawala yang lebih tinggi.  </p>
<p>Dua contoh utama bisa dibaca. Qur’an Suci Surat 7:176 membicarakan seseorang yang menolak kebenaran setelah diberikan kepadanya:</p>
<p>“Dan jika Kami kehendaki, niscaya Kami angkat dia karenanya; tetapi ia melekat di bumi dan mengikuti hawa nafsunya”.</p>
<p>Semua mufassir setuju dalam menerangkan kata rafa’ di ayat ini dengan arti mengangkat derajat atau memuliakan. Dalam hal ini kitab Fathul-Bayan menjelaskan makna tersebut dengan arti “mengangkat menjadi orang yang berilmu”, atau “mengangkatnya agar dia bisa masuk sorga”. Baidawi menerima penafsiran yang sama, yakni “mengangkat dia ke tingkat derajat ketulusan”. Ibnu Jarir menjelaskan kata rafa’a dalam ayat itu dengan mengatakan:</p>
<p>“Dan rafa’ mempunyai sejumlah arti; di antaranya ialah meningkatkan pangkat di hadapan Ilahi, dan mengangkat menjadi orang saleh dan mulia di dunia ini dan mengangkat kepada kemasyhuran yang baik”.</p>
<p>Semua itu menunjukkan bahwa diangkatnya (rafa’a) seseorang oleh Tuhan dalam bahasa Qur’an Suci artinya tiada lain kecuali pengangkatan derajat.</p>
<p>Contoh lain adalah seperti Enokh atau Nabi Idris. Membicarakan tentang beliau Qur’an mengatakan: “Dan sebutlah Idris di dalam Kitab; sesungguhnya dia orang tulus, seorang Nabi; dan Kami mengangkatnya ke tempat yang tinggi” (19:56-57). Dalam hal ini, kesalahfahaman yang sama muncul ke tingkat tertentu seperti halnya kasus Yesus Kristus, dan penyebab ini bisa ditemui apa yang dikatakan oleh kitab Bebel mengenai Nabi tersebut (Ulangan 5:24), masalah ini telah dikutip, meskipun kata-kata itu tidak begitu jelas tentang kenaikannya ke langit dan hidup di sana, bahkan para penulis Perjanjian Baru pun dipengaruhi oleh kepercayaan orang-orang Yahudi dahulu seperti tertulis di dalam Ibrani 11:5, bisa kita baca:</p>
<p>“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya”.</p>
<p>Beberapa mufassir Qur’an Suci juga terpengaruh oleh ide yang sama seperti itu, dan mirip dengan itu mereka menerangkan kata-kata di atas tadi bahwa Idris itu dinaikkan hidup-hidup ke langit. Tapi yang lebih ilmiah di antara mereka jelas sekali menerangkan bahwa ide seperti itu cuma pengaruh tukang dongeng Israeliat. Seperti Ibnu Katsir mengatakan bahwa cerita Nabi Idris diangkat ke langit hidup-hidup seperti ditemukan di beberapa tafsir berbunyi demikian: “Itu adalah dongeng-dongeng Ka’ab di antara bangsa Israel, dan dongeng-dongeng seperti itu tidak perlu diterima”. Fathul-Bayan memberikan pertimbangan yang sama: “Itu adalah dongeng-dongeng Israeliat yang biasa diceritakan oleh Ka’ab”. Ruhul-Ma’ani memberikan makna yang penting dari kata rafa’a tersebut sebagai pengangkatan “kepada derajat kenabian yang mulia dan kedekatan pada Ilahi” Imam Hasan menerangkan bahwa makna itu adalah terangkatnya ke sorga. Kitab Ruhul-Ma’ani seperti telah saya kutip tadi menyimpulkan permasalahan ini dengan kata-kata: “Dan kata rafa’ ini harus diartikan sebagai pangkat kemuliaan dan ketinggian derajat, karena seseorang itu patut dipuji, dan bukan berarti menaikkanya ke suatu tempat yang tinggi”.</p>
<p>Salah pengertian tentang Nabi Idris jelas sekali diterangkan bagaimana kesalahfahaman itu muncul dalam perkara Yesus Kristus, dan setiap orang yang suka menghilangkan kesalahan seperti para mufassir yang kritis tadi dimana mereka dapat menghilangkan kesalahfahaman tentang kenaikan Nabi Idris. Dongeng-dongeng tertentu yang disajikan oleh kaum Yahudi maupun Kristen memang dapat mempengaruhi beberapa mufassir, lalu mereka menyalah artikan kata rafa’a. Sebenarnya, penggunaan suatu kata, bukan saja dalam Qur’an Suci, tapi juga dalam sabda Nabi Suci dan bahkan di sekalian literatur keislaman, menetapkan kata-kata secara konklusif. Contohnya, setiap muslim diajarkan untuk berdo’a sementara ia sedang duduk di antara dua sujud ketika ia sedang bershalat: rabbigfirlii warhamnii warzuknii wahdinii &#8230; warfa’nii &#8230;.(Ya Allah, lindungilah saya, rahmatilah saya, sejahterakanlah saya, tunjukilah saya, dan angkatlah saya &#8230;). Kata irfa’nii dalam do’a tersebut yang maknanya angkatlah saya yang dilakukan oleh setiap Muslim janganlah disalah artikan dengan mengira bahwa dalam berdo’a itu artinya Tuhan supaya mengangkat dia secara jasmaniah ke suatu tempat di atas sana, karena sejak dari Nabi besar Muhammad hingga hari ini tidak ada do’a seorang Muslim pun dalam pengertian seperti itu. Lagi, banyak sekali sabda Nabi Suci saw mengenai kerendahan hati yang selalu menggunakan kata rafa’a juga digunakan untuk menunjukkan kenaikan derajat: “Barangsiapa yang berserah diri dalam mencari keridlaan Ilahi, maka Tuhan akan mengangkatnya”; dan di dalam salah satu Hadits bisa kita baca: “Barangsiapa yang merendahkan diri di hadapan Allah, maka Allah mengangkat-nya ke tujuh langit secara bertahap”. Di dalam dua perkara itu digunakan kata rafa’a. Meskipun ucapan kata-kata itu kelihatannya mengangkat jasmani, namun tak seorang pun mengartikannya bahwa orang yang rendah hati dan berserah diri itu pernah diangkat secara jasmaniah ke tujuh langit sana.</p>
<p>Contoh di atas itu kiranya cukup untuk membuktikan dengan jelas bahwa dengan kata rafa’-nya Yesus Kristus itu maknanya ialah meninggikan atau memuliakan derajat tingkat rohaninya dan bukan mengangkat badan wadagnya. Inilah arti yang sebenarnya dari penggunaan kata rafa’a itu dalam perkara diri Yesus: “Aku akan mematikan engkau dan mengangkat engkau ke hadapanKu”, dan di sini jelas sekali bahwa pengangkatan itu setelah beliu wafat, dan ini, sekali lagi, pasti dalam arti derajat kerohanian. Di ayat lain dikatakan: “Dan mereka tidak membunuhnya secara meyakinkan; tapi Allah mengangkatnya di hadapan-Nya”, di sini pun pengangkatan itu sangat kontras dengan pembunuhan di kayu palang salib, karena kematian di atas kayu palang salib itu dipandang sebagai orang terhina, dan orang seperti itu dianggap terlaknat dan diusir dari hadapan Ilahi. Makanya Paulus mengatakan:</p>
<p>“Kristus telah menebus kita dari hukum yang terkutuk, yang mungkin bisa melaknat kita; karena hal itu telah tetulis, terkutuklah setiap orang yang digantung di kayu salib” (Galatia 3:13).</p>
<p>Untuk membantah kepecayaan palsu tentang kematian Yesus yang terlaknat di kayu palang salib, Qur’an Suci mengatakan tentang rafa’a atau terangkat derajatnya beliau.</p>
<p>Seperti halnya perkara Nabi Suci kita yang selamat dari tangan para musuh beliau, hal utama yang membedakannya dari kasus Yesus Kristus adalah beliau tak pernah jatuh ke tangan mereka dan diperlakukan tak berperikemanusiaan sedangkan Yesus diperlakukan demikian meskipun selamat dari kematian terkutuk di atas kayu palang salib, yakni belum jatuh sepenuhnya ke tangan musuh dan beliau diserupakan seperti orang yang telah benarbenar mati di atas kayu palang salib. Tapi Nabi Suci, meskipun beliau mengungsi sendirian melalui kepungan musuh yang sedang mengepung rumah beliau karena ingin membinasakannya, beliau tidak mengalami kehinaan seperti yang pernah dialami oleh Yesus Kristus. Walau sendirian, rupanya malaikat menyelamatkan beliau lolos dari kepungan musuh yang tak seorang pun dapat melihat beliau dikala mereka mengepung rumah beliau sementara beliau menerobos lolos melalui mereka. Bahkan di berbagai peperangan yang beliau sendiri ikut bertempur, beliau seringkali ditinggal sendirian di tengah-tengah kepungan musuh yang haus darah yang ingin menghisap darahnya, namun beliau benarbenar tak pernah direnggut oleh mereka. Memang tak ragu bahwa beliau pernah terluka dalam salah satu peperangan, tapi tangan para musuh tidak bisa melenyapkan beliau, dan lindungan Ilahi selalu menyertainya hingga beliau mencapai derajat tertinggi, demikian pula yang terjadi pada diri Yesus Kristus. dilihat orang lain.</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"  title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 04:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5003</guid>
		<description><![CDATA[KEADAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN Argumen lain mengenai kehebatan Kristus diceritakan seperti ini: Dari Qur’an terbukti bahwa ketika para musuh ingin menangkap Kristus, para malaikat turun dari langit dan mengambil badan jasmani beliau kemudian dibawa ke langit lalu Tuhan menjaganya dari cengkraman para kaum kafir. Tetapi ketika para musuh mengurung Muhammad di Makkah, tak satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images914.jpg" alt="images914 Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-5004" /><br />
KEADAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMATIAN</p>
<p>Argumen lain mengenai kehebatan Kristus diceritakan seperti ini:</p>
<p>Dari Qur’an terbukti bahwa ketika para musuh ingin menangkap Kristus, para malaikat turun dari langit dan mengambil badan jasmani beliau kemudian dibawa ke langit lalu Tuhan menjaganya dari cengkraman para kaum kafir. Tetapi ketika para musuh mengurung Muhammad di Makkah, tak satu malaikat pun turun untuk menyelamatkannya, tidak juga dia dibawa ke langit, tapi seperti orang biasa berjalan menginjak-injak pasir tajam berbeling, bersembunyi dari intaian musuh, kemudian masuk ke dalam goa yang gelap, setelah itu turun dari sana menuju Madinah untuk mengungsi bersama para Penolong. Tidakkah berbeda antara langit dan bumi? ….  Fakta ini jelas sekali bahwa Kristus jauh lebih hebat dari Muhammad.</p>
<p>Dari kutipan di atas ini nampaklah kebodohan si penulis tersebut terhadap Qur’an Suci, atau memang ia sengaja menyajikan gambaran salah dari Kitab Suci ini dengan mengira bahwa Yesus diangkat ke langit. Rupanya yang belakangan lebih memungkinkan, karena sementara dia mengakukan bahwa itu penjelasan dari Qur’an, tapi tak mengutip satu ayat pun, kutipan yang ditulis di atas, cuma itu saja yang bisa mereka peroleh. </p>
<p>Sungguh tak ada satu ayat pun di dalam Qur’an Suci yang menyatakan bahwa Kristus ditangkap lalu malaikat turun dari langit dan dia dibawa lari ke langit dengan badan wadagnya. Tidak juga menyinggung sedikit pun tentang turunnya para malaikat, bahkan tak menyebut-nyebut kepergian Kristus ke langit dengan badan wadagnya, meskipun banyak kaum muslim mempercayainya, tapi di mana pun tak disebutkan dalam Qur’an.  Sungguh mengherankan, Qur’an tidak membicarakan Yesus naik ke langit dengan badan wadagnya, bahkan Injil sendiri gagal untuk melengkapi kesaksian yang diperlukan. Jika peristiwa itu benar-benar terjadi, sudah tentu itu peristiwa terpenting dari kehidupan Kristus dan itu tidak hanya akan direkam secara luas oleh seluruh penulis Injil yang ada, tapi juga akan ditunjukkan di hadapan orang-orang banyak, karena keajaiban itu akan kehilangan arti jika itu tidak dilakukan di depan publik. Tapi apa yang kita dapati? Matius tak bicara apa-apa mengenai kenaikan ke langit tersebut. Yohanes juga diam. Dua dari empat Injil itu tidak mengetahui apa-apa mengenai kemungkinan naik kelangit itu. Pelontaran yang kosong itu sangat meragukan terhadap kemungkinan benarnya naik ke langit tersebut; karena jika itu terjadi, itu adalah perkara yang paling penting bagi kehidupan Yesus itu sendiri, lebih penting lagi dari ribuan keajaiban lainnya maupun keajaiban menyembuhkan orang sakit, dan jauh lebih penting lagi dari peristiwa penyaliban itu sendiri maupun peristiwa setelah penyalibannya, niscaya tidak ada seorang penulis Injil pun akan mengabaikannya.</p>
<p>Apa yang dikatakan oleh dua Injil? Lukas mengatakan:</p>
<p>“Dan itu berlalu, sementara dia memberkati mereka, lalu ia berpisah dari mereka, kemudian diangkat ke langit” (Lukas 24:51).</p>
<p>Ini mu’jizat aneh! Tak ada seorang Yahudi pun di sana yang menyaksikan adegan tersebut. Bahkan orang-orang yang beriman kepadanya pun tidak ada di sana. Yesus telah diangkat ke langit secara diam-diam hingga kaum Yahudi pun sangat kesulitan untuk mengambil informasi mengenai peristiwa itu! Jika benar di sana ada yang naik kelangit, mengapa tak seorang pun kecuali sebelas orang yang melihatnya? Mestinya seluruh kota Yerusalem bisa mudah menyaksikannya dan umat di sana bisa secara mendadak menjadi beriman. Peristiwa tersebut, di lain pihak, dirahasiakan, dan begitu rahasianya hingga orangorang yang mengimaninya pun tidak mendapat berita itu. Bukankah ini menunjukkan dengan jelas bahwa perpisahan itu bukan dilakukan oleh Yesus yang pergi menuju langit, tapi ada sesuatu yang lain yang perlu dirahasiakan? Jelas sekali itu adalah kepergian yang sangat dirahasiakan, karena jika sedikit saja berita itu keluar, maka nyawa Yesus terancam bahaya besar. Jadi Yesus, menurut cerita yang dipaparkan di dalam Injil, pergi menyelamatkan diri secara rahasia, tersembunyi dari intaian musuh, maka digunakanlah kata-kata yang gampang saja yakni Nabi terbang. Inilah yang disimpulkan secara tepat seperti dikisahkan Lukas di bab terakhirnya yang kemudian dinyatakan secara tuntas dengan membuktikan kata-kata dan ia diangkat ke langit sebenarnya campur tangan belakangan, karena kita diberitahu oleh J.R. Dummelow dalam komentarnya terhadap Bebel bahwa: “beberapa penulisan dahulu menghapuskan kata-kata tersebut”. Jadi jika dua Injil itu sepenuhnya tidak mempercayai cerita Kenaikan dan tidak mencantumkannya di dalam catatan mereka mengenai kehidupan Yesus seperti itu, cerita yang ketiga, yang dilihat sebagai dasar teori itu, tidak sepenuhnya menghilangkan cerita kejadian tersebut, tapi tidak bisa dijumpai di dalam naskah kunonya.</p>
<p>Tiga dari Injil itu mengingkari kenaikan ke langit, yang keempat tidak perlu kami terangkan panjang-panjang. Kisah yang diceritakan di dalam Injil Markus lebih tak masuk akal lagi. Di dalam menyimpulkan bab di dalam Injil ini kita dapati bahwa perempuan yang pergi terlebih dulu ke makam diberitahu oleh seorang pemuda berpakaian putih, yang muncul tiada lain kecuali Yesus itu sendiri, agar “memberitahukan kepada para muridnya dan kepada Petrus bahwa dia pergi sebelum kamu ke Galilea” (Markus 16:17). Sementara di ayat ke 19 di bab yang sama memberikan berita yang tak dapat diduga bahwa “dia telah diterima di langit dan duduk di sebelah tangan kanan Tuhan”. Di tempat pertama, penulis bagian ini menjelaskan hal “terangkat ke langit” dan duduk “di sisi tangan kanan Tuhan” sebagai dua kejadian yang seolah-olah dia menyaksikannya. Kata-kata Lukas “dibawa” yakni terselamatkan, karena mereka menunjukkan bahwa yang menceritakan itu hanya melihatnya dia itu dibawa. Tapi si tukang cerita di Markus rupanya pergi ke langit bersamasama Yesus, dimana ia melihat bahwa Yesus “telah diterima di langit dan duduk di sisi tangan kanan Tuhan”. Siapa yang bisa percaya terhadap penyaksian itu, dan menerima dengan dasar sesuatu yang luar biasa seperti dibangkitkannya orang ke langit? Kedua, di ayat ke 19 itu bertolak belakang dengan ayat ke 7 di bab yang sama. Di ayat ke 7 kita diberitahu bahwa Yesus berniat untuk pergi ke Galilea, sedangkan di ayat ke 19 mengatakan bahwa dia pergi ke langit. Mana yang benar? Tampak sekali bahwa kedua pernyataan tersebut tidak konsisten satu sama lain.</p>
<p>Tapi apa yang lebih dari itu, kesimpulan duabelas ayat pada Markus ditunjukkan oleh penemuan belakangan sebagai interpolasi, maka sudah tak ragu lagi bahwa ayat ke 19 pada Markus yang menyatakan bahwa Yesus “sudah diangkat ke langit” harus ditolak sepenuhnya, dan kesaksian terakhir terhadap kenaikan Yesus ke langit itu tidak ada samasekali. Duabelas ayat terakhir dari bab keenam pada Markus diakui bukan ditulis oleh Markus. Ini dikatakan oleh Dummelow, seorang komentator Bibel demikian:</p>
<p>Bukti internal menguatkan untuk disimpulkan bahwa duabelas ayat terakhir bukan ditulis oleh Markus. Karena </p>
<p>kesimpulan yang benar sesungguhnya berisi kemunculan di Galilea (Markus 16:7, cp. 14:28), dan ini tidak dilakukan. </p>
<p>Gaya bahasa menyingkap daftar bukti, dan tidak seperti kebiasan Markus bahasanya lebih detail. </p>
<p>Bagian itu berisi sejumlah kata-kata dan ungkapan yang tak pernah digunakan oleh St. Markus. </p>
<p>Markus 16:9 mengawalinya dengan dadakan, dan tidak menyambung dengan alur cerita yang ada. </p>
<p>Maryam Magdalena dikatakan (Markus 16:9) seolah-olah tidak disebutkan sebelumnya, meskipun dia telah disinggung dua kali (Markus 15:47; 16:1).</p>
<p>Ketetapan di atas ini menuntaskan. Duabelas ayat terakhir pada Markus bukanlah bagian dari naskah asli, dan naskah Yunani memberi batasan yang berbeda. Sebenarnya duabelas ayat terakhir bisa kita ketahui, Dummelow lebih lanjut mengatakan:</p>
<p>Dan mereka menceritakan segala sesuatu yang telah diperintahkan kepada mereka secara ringkas (atau secara mendadak) kepada para sahabat Petrus. Dan setelah itu Yesus sendiri juga dikirim oleh mereka dari timur hingga ke barat dan mengajarkan keselamatan abadi yang suci dan tak dirusak.</p>
<p>Bagaimana duabelas ayat tersebut mendapat tempat di sana? Masalah itu sangat menarik seperti selanjutnya diterangkan oleh komentator yang sama:</p>
<p>Injil St. Markus, adalah yang pertama mengulas secara luas dan autoritatif tentang kehidupan Tuhan, berbeda dari ucapaNya, mencapai penerbitan pertamanya pada tahun 55-60 Masehi yang diperkirakan beredar untuk pertamakali di barat dan setelah itu di timur. Pada waktu itu memutuskan tentang kemunculan di Galilea, yang kini hanya terdapat pada St. Matius (28:16). Publikasi berikutnya pada Injil pertama dan ketiga, yang secara praktis digabungkan dengan tujuan yang sama, dan yang jauh lebih menarik seperti berisi pembicaraan, yang secara praktis keluar dari sirkulasinya. Ketika mendekati zaman Apostolik diusahakan (mungkin di Roma) untuk mengumpulkan catatan-catatan otentik para Murid Yesus dan para sahabatnya, mengabaikan salinan Injil kedua tidak mudah diperoleh. Salah satunya ditemukan kembali, dan kemudian disalin sebanyak-banyaknya, namun kehilangan lembaran terakhirnya, maka pantas yang terakhir ini (appendix sekarang) telah ditambah oleh tangan lain. Belakangan ditemukan Armenian MS. (1891) yang tegas menjelaskan tambahan Ariston, mungkin Aristion ini, “seorang murid Tuhan yang disebutkan oleh Papias (130 M).</p>
<p>Sungguh jika para tokoh Kristen permulaan mahir berseni membuat kekurangan naskah yang rusak atau tercecer, banyak sekali bagian pada Injil sekarang ini tidak sampai ke kita. Jadi bukan dua Injil saja, tapi sebenarnya semua Injil Kanonik, tidak mengetahui tentang kenaikan Yesus ke langit dan teori tersebut terbukti banyak berkembang belakangan ini, ketika bukti itu direkayasa dalam bentuk campurtangan di dalam dua Injil.</p>
<p>Di pihak lain, di Bibel tertulis ceritera tentang kenaikan Eliya ke langit yang ceriteranya lebih hebat daripada ceritera tentang kenaikan Kristus: “Dan Eliya naik ke langit dengan angin puting beliung” (2 Raja-raja 2:11).</p>
<p>Kenaikan Eliya ke langit begitu jelas menurut catatan Bebel dan itu disaksikan oleh Nabi lainnya yakni Elyasa yang bahkan beliau “mengambil jubah Eliya yang terjatuh darinya”. Cerita yang sama ialah tentang Henokh (Nabi Idris) “yang bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ditemukan, sebab ia telah diangkat oleh Tuhan”. (Kejadian 5:24). Inilah sebenarnya teori yang dibangun oleh orang Kristen Zealot5 tentang kenaikan Yesus Kristus yang ingin sekali menerangkan tentang kepahlawanan dan segala kehebatan mereka untuk dilihat orang lain.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>5 Zealot adalah anggota dri aliran fanatik di Yudea abad pertama M. yang mengadakan perlawanan bersenjata melawan pendudukan Romawi. (Kamus Teologi Inggris – Indonesia, oleh Henk ten Napel, BPK Gunung Mulia, Jakarta 1999)</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"  title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab IV: Panggilan [13]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 04:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5000</guid>
		<description><![CDATA[Argumen berikutnya adalah kehebatan Yesus lebih menarik lagi dari tiga yang pertama. Kita diceritakan: “Kristus bisa bicara sewaktu masih di dalam buaian dan dikarunia kitab dan kenabian sejak masih bayi, ini adalah bukti yang begitu jelas dan tuntas terhadap kehebatannya dari semua nabi yang ada. Berlainan sekali dengan ini, Muhammad mengaku menerima kitab dan kenabian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images913.jpg" alt="images913 Bab IV: Panggilan [13]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-5001" /><br />
Argumen berikutnya adalah kehebatan Yesus lebih menarik lagi dari tiga yang pertama. Kita diceritakan:</p>
<p>“Kristus bisa bicara sewaktu masih di dalam buaian dan dikarunia kitab dan kenabian sejak masih bayi, ini adalah bukti yang begitu jelas dan tuntas terhadap kehebatannya dari semua nabi yang ada. Berlainan sekali dengan ini, Muhammad mengaku menerima kitab dan kenabian ketika dia melewati usia muda dan memperolehnya di usia tua dan mungkin sekali meninggalkan cacat dalam pengalaman duniawinya.  Karena itu Kristus lebih hebat daripadanya”.</p>
<p>Apakah ada di dunia ini seorang bayi yang tidak bicara di dalam buaian? Jawabannya jelas!: Tidak ada kecuali bayi yang bisu. Dan Qur’an Suci membicarakan Yesus berbicara sejak masih di dalam buaian hingga masa usia tuanya: “Dan dia akan berbicara kepada umat sejak dari buaian hingga masa tuanya” (3:45). Persoalan yang sama pentingnya ini sudah tentu harus mengikat dua-duanya. Jika kata-kata itu bisa diartikan bahwa itu menjadi pembicaraan ajaib di usia lanjut, sudah tentu kita bisa membenarkan perkataan di dalam buaian juga sebagai keajaiban tak bisa lain. Makanya bisa dipertanyakan, bahwa jika hal itu dalam keadaan biasa, mengapa itu disebutkan sekaligus?. Untuk ini ada dua alasan. Pertama, untuk memberi hiburan kepada Maryam bahwa Yesus akan hidup sampai usia lanjut. Ada satu Hadits dari Nabi Suci saw bahwa Yesus Kristus hidup hingga mencapai usia 120 tahun. Kedua, dan ini lebih penting untuk digaris bawahi, itu menunjukkan bahwa beliau akan melalui berbagai kondisi kehidupan sejak dari kanak-kanak sebagaimana orang lain melaluinya, sejak dari masa kanak-kanak yang masih belum mengerti apa-apa di atas buaian dan akan melalui semua tingkatan alami hingga sampai rambutnya beruban, dengan kata lain beliau itu tidak lebih daripada manusia biasa.</p>
<p>Poin kedua mengenai Yesus diberikan kitab dan kenabian sejak bayi. Yang sangat ditekankan dalam masalah ini rupanya ingin membuktikan tanpa ragu lagi bahwa Yesus Kristus jauh lebih unggul dari Nabi Suci Muhammad saw yang dikarunia kenabian setelah melewati usia mudanya dan hampir mencapai usia lanjut. Inilah yang diisyaratkan mereka bahwa pengakuan kenabian di usia dewasa adalah berkat pengalaman duniawi dan bukan karena panggilan rohani yang berproses dari sumber Ilahi. Inilah pandangan kontroversial Kristen yang sangat disesalkan. Karena merasa keberatan terhadap kemajuan Islam, maka betapa jahatnya mereka tidak mau menghormati perkara yang ditunjukkan bahkan oleh doktrin agama Kristen itu sendiri. Kapankah Ibrahim dipanggil kenabian? Kapan Musa dan Harun menerima risalah Ilahi? Tidak adakah di sana pengalaman duniawi dalam perkara mereka? Masih satu pertanyaan lagi, kapan Kristus sendiri menerima risalah Ilahi menurut Kitab Suci Kristen? Berapa usia Yesus ketika beliau dibaptis oleh Yohanes Pembaptis? Berapa usia beliau ketika “langit dibukakan untuknya dan beliau melihat ruh Ilahi turun bagaikan burung merpati dan kilat datang kepadanya? Apakah semua itu terjadi ketika beliau masih bayi, ataukah beliau sudah mencapai usia dewasa yakni waktu berusia tigapuluh tahun? Jika Injil memberitahukan kepada kita bahwa beliau menerima panggilan ketika berusia tigapuluh tahun, apakah pantas bagi Kristen untuk memutar balikkan firman Qur’an supaya Yesus bisa menerima risalah sebelum mencapai usia tua dan mengatakan ini sebagai bukti keunggulan beliau daripada Nabi Muhammad, sebab beliau menerima risalah pada usia empatpuluh tahun? Senjata-senjata seperti itu harus dilenyapkan karena mereka membidikkan itu kepada orang yang jauh lebih sukses terhadap kehidupan ini, tapi mereka benar-benar menggunakan tangan-tangan orang beragama yang alasannya mengajarkan kebenaran lalu berbicara yang tidak baik terhadapnya.  </p>
<p>Sekarang marilah kita lihat apa yang dibicarakan oleh Qur’an Suci. Setelah membicarakan tentang kelahiran Yesus Kristus, Qur’an mengatakan lebih lanjut:</p>
<p>“Dia (yakni Yesus) berkata: sesungguhnya aku hamba Allah. Dia telah memberikan kepadaku kitab dan menjadikan aku Nabi, dan Dia memberkatiku di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan aku untuk bershalat dan membayar zakat sepanjang aku hidup” (19:30-31).</p>
<p>Kata-kata ayat ini begitu jelas menggambarkan perkataan manusia yang sudah dewasa dan sedikit pun tidak membenarkan bahwa perkataan itu adalah perkataan seorang bayi, yakni: “Dia telah memberiku kitab dan menjadikan aku Nabi”. Andaikan kenabian yang pemahamannya begitu rupa harus diberikan kepada seorang bayi yang masih merah, bagaimana kitab itu bisa diberikan kepadanya? Pemberian kitab itu maknanya adalah di sana ada beberapa ajaran tertentu yang harus ditanamkan. Bagaimana seorang bayi yang masih merah bisa dikatakan dia bisa mendakwahkan suatu ajaran yang rumit kepada umat? Ini sudah tentu bisa saja diartikan bahwa dia telah mengajar bahkan sebelum dia lahir ke dunia ini. Kita tidak bisa memperlakukan Qur’an sebagai campur tangan manusia atau rekayasa yang bisa ditolak oleh akal sehat. Kalimat berikut ini bisa jadi lebih lucu lagi bagi seorang orok yang baru lahir berbicara: “Dia menyuruh aku untuk bershalat dan membayar zakat sepanjang aku hidup”. Ini menunjukkan bahwa perintah shalat atau sembahyang dan membayar zakat itu sudah diberikan. Apakah Yesus mematuhi perintah yang harus dia emban sepanjang dia hidup? Tidak ada otak waras seorang manusia pun dapat menerima paham semacam itu jika bayi yang baru lahir beberapa jam sebelumnya sudah menerima atau mengemban perintah untuk sembahyang, lebih-lebih harus membayar zakat. Bayar zakat untuk apa? Apakah untuk membayar zakat “kain pembalut” yang menyelimutinya sewaktu dia dilahirkan? Dia tak punya harta apa-apa untuk dizakati selain kain yang menyelimutinya tersebut, itupun diragukan apakah benar kain itu yang dipakai untuk menyelimutinya, andaikata itu harus juga dizakatkan, maka besar kemungkinan dia tidak bisa menggerakan anggota badanya secara leluasa, bisakah harta seperti itu harus dia bayarkan zakatnya?.</p>
<p>Persoalan ini sudah tentu memerlukan penjelasan lebih lanjut. Kata-kata itu sudah pasti bukan kata-kata bagi seorang orok yang baru lahir. Itu adalah kata-kata seorang manusia yang menerima kitab yang berisi ajaran yang perlu didakwahkan, yang memerlukan perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya –“ke mana saja aku pergi”- seperti yang dia ucapkan dalam do’anya setiap hari, dan yang telah memperoleh hartanya dengan usaha sendiri yang harus dia bayarkan zakatnya. Kata-kata itu adalah ucapan Yesus setelah beliau mulai mendakwahkan ajarannya kepada umat. Salah satu dalilnya telah diberikan dalam memperkuat kesimpulan lain yaitu berbagai ayat yang telah dibicarakan tadi tentang kelahiran seorang anak tersebut, yakni Yesus. Jika kata-kata ayat yang dibicarakan itu dapat diterangkan bahwa semua itu diucapkan oleh bayi yang baru lahir, keterangan kalimat itu harus dikemukakan untuk memperkuat penjelasannya. Tapi kata-kata apakah yang harus diperkuat, malahan kalimat itu tidak bisa memperkuat mereka. Dan harus diingat bahwa dalam kisah para Nabi yang terdahulu yang diceritakan di dalam Qur’an, bunyi ayat itu tidak bisa banyak membantu kita, karena Qur’an tidak menceritakan seluruhnya sejak awal hingga akhir, tapi seringkali menghilangkan bagian yang panjang dan hanya menceritakan bagianbagian pokok peristiwa yang penting-penting saja untuk menyajikan maksud hubungan cerita tersebut.</p>
<p>Ambil satu contoh tentang kisah Yahya Pembaptis yang diceritakan sebelum menceritakan kisah Yesus. Di sana diceritakan Zakaria berdo’a untuk puteranya, dan beliau menerima kabar gembira bahwa si anak itu kelak akan lahir. “Bagaimana aku bisa punya anak padahal isteriku mandul?” Jawabannya adalah:</p>
<p>“Itu akan terjadi …. Sesungguhnya dahulu Aku menciptakan engkau tatkala engkau bukan apa-apa. Dia menanyakan apa tanda-tandanya, lalu diberitahukan agar jangan berbicara kepada orang selama tiga hari. Perintah itu dipatuhi: “Maka ia keluar dari tempat suci kepada kaumnya, kemudian ia mengumumkan agar mereka memahasucikan Allah pagi dan petang. Wahai Yahya, peganglah Kitab kuat-kuat, dan Kami memberikan hikmah kepadanya tatkala masih kanak-kanak” (19:9-12).</p>
<p>Jika dipertimbangkan mengikuti kisah Yesus yang diceritakan setelah ini, kesimpulannya tak dapat dielakkan bahwa sekalipun tiga hari diamnya Zakaria belum terlampaui, waktu itu Yahya Pembaptis sudah ada di sana bersama Kitab. Tapi kami tak dapat membenarkan gambaran kesimpulan itu karena kami tahu bahwa semua akan terjadi secara alami sebelum beliau menerima kitab yang kelak akan terjadi, cuma Qur’an Suci tidak menyebutkan itu. Begitu pula, dalam hal Yesus, yang berbeda ialah dirinya bisa dibayangkan oleh Maryam dan kelahirannya juga disebutkan, kemudian hal itu diikuti oleh referensi singkat mengenai kependetaannya, tenggang waktu kejadian itu tidak disebutkan sama seperti dalam menceritakan Yahya. Di sana tidak ada bukti sedikit pun di dalam Qur’an bahwa hukum alam bisa mengabaikan perkara Yesus.</p>
<p>Menurut Qur’an Suci, empatpuluh tahun adalah usia sempurna bagi seseorang: “Hingga ia mencapai usia dewasa dan mencapai empatpuluh tahun” (QS, 46:15). Semua Nabi dibangkitkan rata-rata pada usia empatpuluh tahun, dan rupanya kesalahan dibuat oleh kaum Kristen dalam hal Yesus yang dikatakan ketika menerima panggilan Ilahi dia berusia tigapuluh tahun. Di sana tak ada perbedaan hitungan usia antara para Nabiyullah, meskipun salah seorang Nabi diperkirakan telah dipanggil pada usia tigapuluh tahun dan lainnya empatpuluh tahun. Perbedaan ini tidaklah menunjukkan kehebatan salah seorang dari mereka, tidak pula seseorang itu jauh lebih hebat dari yang lainnya.</p>
<p>Apa yang ditunjukkan oleh kebesaran Nabi Suci Muhammad, ialah pada empat puluh tahun pertama dari masa hidupnya begitu baik melaksanakan kebajikan yang semua itu menjadi saksi abadi terhadap kebenarannya, suatu kejadian yang tak terdapat pada diri para Nabi lainnya termasuk Yesus Kristus. Yang paling mengakar di dalam hati Nabi adalah memikirkan kesejahteraan umat bahkan sebelum beliau menerima panggilan Ilahi yang utama, beliau telah melaksanakan pengabdian itu sebaik-baiknya di dalam setiap detik kehidupan dalam membantu orang-orang tak mampu. Karena inilah sahabat yang paling dekat, yakni isterinya, Khadijah, membuat pernyataan berikut ini sesaat setelah Nabi Suci menerima panggilan Ilahi:</p>
<p>“Jangan gelisah! Allah tak akan menyia-nyiakan amal perbuatan anda, karena anda</p>
<p>selalu mengikat tali persaudaraan, dan anda selalu menolong orang yang lemah, anda selalu menolong orang yang tertindas, anda selalu menghormati tamu, dan anda selalu menolong orang yang sedang tertimpa kemalangan” (Hadits riwayat Bukhari).</p>
<p>Dapatkah setiap orang menangkap makna tujuan hidup yang lebih mulia daripada itu? Dan itu dilakukan sebelum beliau menerima tugas kenabian yang mulia. Empatpuluh tahun dari sejak awal masa hidupnya beliau melaksanakannya, bukan karena pengalaman duniawi, tapi membantu orang-orang miskin, orang lemah dan orang tertindas. Tak seorang pun dapat mengaku pernah melakukan yang sama seperti itu, tidak juga Yesus maupun para Nabi lainnya. Kehidupan Nabi Suci dipersembahkan untuk mengabdi kepada kemanusiaan sejak kanak-kanak hingga akhir hayatnya, dan beliau menerima panggilan pada usia empat puluh tahun, beliau telah melaksanakan amal perbuatan kenabian yang paling mulia jauh sebelumnya. Jadi di antara para reformer dunia, Muhammad, shalawat dan salam semoga tetap padanya, mencapai posisi tertinggi sebab tak sesaat pun selama hidupnya digunakan untuk hal-hal yang tidak ada artinya kecuali mengabdi kepada kemanusiaan, dan beliau boleh dikatakan telah menjadi Nabi sejak kecilnya meskipun beliau belum menerima panggilan Ilahi hingga mencapai usia empatpuluh tahun.</p>
<p>Keadaan lain yang membuat beliau lain dari pada yang lain di antara para Nabi dunia adalah suatu kenyataan bahwa ketulusan beliau begitu mulia dan sempurna, sebelum beliau menerima panggilan tugas kenabian, beliau tidak hanya memerlukan pembaptisan oleh seseorang seperti Yesus, namun lebih dari itu, seluruh bangsa sudah begitu yakin terhadap keagungan maupun kebajikannya yang menakjubkan itu, begitu dalam kesadaran, ketulusan maupun kesalehannya, hingga beliau diberi gelar sebagai al-Amiin atau orang yang sangat tulus atau paling amanah. Penghargaan ini diberikan oleh orang-orang yang keras kepala seperti bangsa Arab bahwa beliau berperilaku sangat baik sekali, dan kehormatan ini tidak diperoleh oleh para Nabi lainnya. Jadi empatpuluh tahun pertama sejak masa hidupnya tidak saja melaksanakan pengabdian terhadap kemanusiaan, namun pada saat yang sama pun mereka telah melihat bukti kesalehannya yang sempurna. Terhadap perkara inilah Qur’an Suci memberi perhatian khusus dengan firmannya:</p>
<p>“Katakanlah……. Sesungguhnya aku telah hidup di tengah-tengah kamu bertahuntahun sebelumnya. Apakah kamu tak megerti?” (10:16).</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab IV: Panggilan [13]"  title="Bab IV: Panggilan [13]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 13:19:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4988</guid>
		<description><![CDATA[Argumen ketiga dalam hubungan ini meliputi perkara yang tak penting. Walaupun demikian, bisa saya kemukakan sedikit tentang itu sebelum melanjutkan persoalan berikut. Mengenai kelahiran Yesus Kristus yang luar biasa itu sebenarnya terlalu dilebih-lebihkan dan tidak demikian pada kelahiran Nabi Suci Muhammad: “Peristiwa luar biasa terjadi pada waktu kelahiran Kristus, contohnya, pohon korma yang layu menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images912.jpg" alt="images912 Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-4989" /></p>
<p>Argumen ketiga dalam hubungan ini meliputi perkara yang tak penting. Walaupun demikian, bisa saya kemukakan sedikit tentang itu sebelum melanjutkan persoalan berikut. Mengenai kelahiran Yesus Kristus yang luar biasa itu sebenarnya terlalu dilebih-lebihkan dan tidak demikian pada kelahiran Nabi Suci Muhammad:</p>
<p>“Peristiwa luar biasa terjadi pada waktu kelahiran Kristus, contohnya, pohon korma yang layu menjadi hijau lalu berbuah, mata air mengalir, para malaikat turun dan menghibur Maryam sebagaimana disebutkan di dalam bab kedua dalam Surat yang berjudul Maryam. Tapi mengenai kelahiran Muhammad, di sana tidak ada keajaiban ataupun peristiwa luar biasa; dan tidak bisa dijumpai ada keajaiban yang dinyatakan di dalam Qur’an, karena itu anak Maryam lebih unggul daripada anak Aminah”.</p>
<p>Sebenarnya Qur’an Suci tidak membicarakan keajaiban apa pun mengenai kelahiran Yesus. Malaikat tak ragu memang menghibur Maryam, namun itu dilakukan kepadanya karena akan melahirkan anak dalam keadaan yang sangat sulit. Persalinan anak itu terjadi di luar penginapan, karena tak ada tempat di dalam lalu ia membungkusnya dengan “kain pembalut” dan meletakkannya “di sebuah palungan (tempat makan binatang)”. Demikian diceritakan oleh Injil. Qur’an Suci tidak sedetail itu menceritakan peristiwa kelahiran beliau, tapi dari situ juga muncul gambaran bahwa Maryam ketika itu dalam perjalanan jauh dan tidak menikmati kesenangan sebagaimana di rumah dan tidak ada pula seorang pembantu pun yang membantunya. Sungguh beliau membutuhkan kenyamanan, dan karena perhatian yang begitu dalam terhadap saat melahirkan, Qur’an Suci membicarakan tentang ketenangan yang diberikan kepadanya oleh malaikat. Kalau dikatakan pohon korma menjadi hijau dan mata air mengalir, Qur’an Suci di mana pun tak mengatakan itu. Yang ada hanya dikatakan sebagai berikut:</p>
<p>“Dan rasa sakit karena akan melahirkan menggerakkan dia menuju ke batang kurma …. Maka suara memanggil-manggil dia dari arah bawah: Jangan merasa susah, sesungguhnya Tuhan dikau telah menyiapkan air yang mengalir di bawah engkau, dan goyangkanlah batang kurma ke arah engkau; itu akan menjatuhkan buah kurma segar yang sudah masak di hadapan dikau. Makanlah dan minumlah dan sejukanlah mata dikau” (19:23-26).</p>
<p>Ayat ini menunjukkan bahwa pohon kurma sudah ada di sana dan suara itu hanya untuk menarik perhatian Maryam agar beliau mengambil makanan maupun air tanpa harus pergi jauh-jauh, di sana ada buah kurma masak yang segar di pohonnya yang beliau sendiri berjalan ke arah pohon kurma itu untuk memetiknya demi menghilangkan rasa sakit karena melahirkan, dan air segar di parit mengalir di bawahnya.</p>
<p>Meskipun kita menduga bahwa di sana ada keajaiban dengan tersedianya makanan bagi perempuan itu, perkara itu terlalu kecil dan tak begitu penting bila dihadapkan dengan kejadian luar biasa yang menandakan kelahiran Nabi Suci Muhammad saw. Qur’an Suci membicarakan itu dalam ungkapan yang jelas:</p>
<p>“Apakah engkau tak melihat bagaimana Tuhan dikau bertindak terhadap para pasukan gajah? Bukankah Dia telah membuat serangan mereka berakhir dengan kacau dan Dia mengutus sekawanan burung untuk melawan mereka, melempari mereka dengan batu yang keras. Maka Dia membuat mereka bagaikan jerami yang musnah dilahap!” (Qur&#8217;an Suci, Surat 105).</p>
<p>Ayat ini mengingatkan kita pada peristiwa Abrahah, seorang raja-muda Kristen dan pasukannya dari Yaman di bawah kekuasaan raja di Abyssinia, yang menyerbu Makkah. Tujuan Abrahah adalah menghancurkan Ka’bah dan mengalihkan semangat keagamaan bangsa Arab maupun perdagangannya ke kota San’a yang di sana telah dibangun gereja megah untuk tujuan itu. Pasukan tentara Abrahah ini dikenal di Arab ketika itu dengan sebutan ashabul-fiil atau pasukan gajah, karena tentara mereka menggunakan gajah. Ketika pasukan besar tentara itu berada kurang lebih tiga hari lagi perjalanan menuju Makkah, ‘Abdul Muthallib, kakek Nabi Suci Muhammad, tak kuasa untuk mempertahankan Ka’bah, lalu berdo’a kepada Tuhan: “Ya Tuhan, pertahankanlah Rumah-Mu sendiri, dan jangan sampai salib itu menghancurkan Ka’bah”. Sejenis penyakit cacar ganas atau sejenis penyakit pes yang sangat berbahaya memporak-porandakan pasukan Abrahah dan mereka lari tunggang-langgang dan Ka’bah secara ajaib terselamatkan dari niat jahat kaum Kristen. Dan kisah sejarah ini terjadi tahun 570 Masehi, tahun kelahiran Nabi Suci. Sungguh ini pertanda luar biasa yang telah ditunjukkan kepada dunia pada waktu kelahiran Nabi Suci. Apa yang dapat dihubungkan dengan peristiwa Maryam yang menggoyangkan batang korma dan air yang mengalir jika dibandingkan dengan keajaiban yang ditunjukkan dengan kedatangan Nabi Suci?! Ini diceritakan di dalam Qur’an Suci, sementara sejumlah tanda-tanda lainnya tentang kelahiran beliau bisa dijumpai di berbagai Kitab Hadits.</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"  title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 13:14:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4985</guid>
		<description><![CDATA[Argumen lain masih dalam hubungan yang sama berbunyi demikian: Qur’an sendiri telah menyebutkan kemuliaan Maryam, ibu Kristus, di atas sekalian perempuan yang ada di dunia dan telah memberikan gelar Siddiqah (perempuan tulus) kepadanya. Tapi nama ibu Muhammad tak dijumpai di dalam Qur’an dan beberapa kaum Muslimin tidak mengimaninya. Dari sini pulalah muncul bahwa Kristus, putera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images911.jpg" alt="images911 Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-4986" /><br />
<strong>Argumen lain masih dalam hubungan yang sama berbunyi demikian: </strong></p>
<p>Qur’an sendiri telah menyebutkan kemuliaan Maryam, ibu Kristus, di atas sekalian perempuan yang ada di dunia dan telah memberikan gelar Siddiqah (perempuan tulus) kepadanya. Tapi nama ibu Muhammad tak dijumpai di dalam Qur’an dan beberapa kaum Muslimin tidak mengimaninya. Dari sini pulalah muncul bahwa Kristus, putera Maryam, lebih besar daripada Muhammad.</p>
<p>Karena si ibu itu perempuan mulia, maka puteranya mesti juga orang mulia; itulah kata- kata sederhana yang logis menurut si penulis tersebut! Tapi bagaimana mungkin si ibu itu bisa mulia jika ibunya lagi bukan orang mulia? Dan seterusnya dan seterusnya sampai ke Siti Hawa orang tua perempuan pertama umat manusia; paling tidak ia pun harus mulia sama seperti Maryam. Menurut argumen umat Kristen tersebut, seharusnya kemuliaan Maryam tidak hanya berbagi kemuliaan kepada Yesus saja termasuk saudara laki-laki dan saudara perempuannya, namun menurut logika itu Siti Hawa dan anak keturunannya – bahkan seluruh umat manusia pun &#8211; harus menjadi mulia dan agung sama seperti Yesus Kristus.</p>
<p>Pertanyaan yang semestinya bagi kaum Kristen adalah: Apa yang dikatakan Injil mengenai “ibu Tuhan” dan keagungannya? Menurut pandangannya, kebenaran ada pada Injil dan yang berlawanan dengan pernyataan Injil tidak bisa digunakan sebagai argumen yang berlawanan. Jika Injil itu menghormati Maryam sama seperti yang dilakukan Qur’an Suci, ini baik sekali untuk menunjukkan kesaksian Qur’an, tapi bila mereka memperlakukan Maryam sebagaimana perempuan biasa, ini tentu tak logis bagi kaum Kristen untuk mencari perlindungan di dalam pernyataan Qur’an. Nah apa yang dikatakan Injil?</p>
<p>“Salah seorang dari mereka berkata kepadanya, Lihatlah, ibu dan saudara-saudara Tuan berdiri di luar, ingin berbicara kepada Tuan. Tapi dia menjawab dan berkata kepadanya, Siapakah ibuku itu? Dan siapakah saudara-saudaraku itu? Dan dia membentangkan tangannya kepada para pengikutnya, dan berkata, Lihatlah ibuku dan saudara-saudaraku! Karena siapa saja yang berbuat atas kehendak Bapakku yang ada di sorga, itulah saudara laki-lakiku dan saudara perempuanku dan ibuku” (Matius 12:47-50).</p>
<p>Peristiwa tersebut dicatat oleh semua Injil synoptis dalam kata-kata yang sama persis, Markus 3:31-35 dan Lukas 8:19-21, kesimpulan kata-kata Lukas seperti berikut: “Ibuku dan saudara-saudaraku adalah orang-orang yang mendengar sabda Tuhan dan mengamalkannya”. Apa yang ditunjukkan dari sini? Kesimpulannya tak dapat dipungkiri bahwa menurut Injil, Ibu Yesus tidak percaya kepada risalahnya. Bahkan jika ia seorang yang beriman biasa dan bukan perempuan mulia sebagaimana diusahakan oleh kaum Kristen, Yesus tak akan berkata kepadanya dalam kata-kata yang menghina seperti ini: Siapakah ibuku itu? Ia berdiri di luar ingin berbicara dengan Yesus, tapi Yesus tidak keluar untuk menemuinya, tidak juga dia mengundangnya mengajak masuk dan duduk bersamasama para pengikutnya. Jika ia mengimani Yesus, paling tidak ia akan duduk bersama-sama para pengikutnya yang mereka itu duduk di dalam mendengarkan sesuatu dari sang Guru. Tapi Yesus menganggapnya tidak pantas menjadi sahabatnya. Tidak hanya itu, tapi juga dia memberi tahukan kepada informan bahwa ibunya dan saudara-saudaranya berbuat sesuai dengan kehendak Bapak yang ada di sorga, mereka itu mendengar perkataan Tuhan dan mengamalkannya, dan dalam hal ini tidak ragu sedikit pun, menunjukkan kepada para pengikutnya sebagai jawaban keterangan tersebut, sengaja meninggalkan ibunya dan saudara-saudaranya. Dalam kesempatan lain Yesus berkata yang ditujukan kepada ibunya: “Perempuan, apa yang aku harus perbuat untukmu?” (Yohanes 2:4).</p>
<p>Injil rupanya ingin menggantikan gambaran Maryam sebagai perempuan mulia, lalu menjelaskannya dengan kata-kata yang membuatnya mungkin ia bukan orang beriman terhadap risalah Yesus Kristus, dan pandangan ini sudah tentu tak ragu lagi dilakukan oleh para penulis Injil. Kaum Yahudi, di satu pihak, menyebarkan segala jenis fitnah terhadapnya dan melukiskan akhlaknya sebagai perempuan hina. Salah satu tujuan Qur’an Suci adalah untuk menanamkan rasa hormat kepada semua orang tulus baik laki-laki maupun perempuan, dan Maryam serta puteranya adalah termasuk di antaranya, jika tidak termasuk di antaranya, berati menghina orang-orang suci di seluruh dunia, oleh karenanya Qur’an kuat sekali membela mereka. Kaum Yahudi mengatakan bahwa Maryam termasuk di kalangan orang-orang hina di zamannya; Qur’an Suci menjelaskan kepada kita bahwa beliau itu orang mulia di zamannya, suci dan tulus. Tentangnya dikatakan:</p>
<p>“Dan tatkala malaikat berkata: Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu dan mensucikanmu dan memilih kamu melebihi perempuan-perampuan di dunia” (3:41).</p>
<p>Kata-kata itu diungkapkan kembali bagaimana malaikat menyapa Maryam, terlihat bahwa yang digambarkan adalah kemuliaan Maryam di atas sekalian perempuan, dan bukan perempuan untuk sepanjang zaman dan sepanjang masa. Kami terangkan hanya selintas saja beberapa ayat yang sama seperti di atas tentang Adam, Nuh dan keturunan Ibrahim dan keturunan Imran: “Sesungguhnya Allah memilih Adam dan Nuh dan keturunan Ibrahim dan keturunan Imran melebihi sekalian bangsa”. Sebenarnya kata istifa dan ‘alamin di sini juga digunakan dalam hal Maryam. Dapatkah diduga bahwa Qur’an Suci berbicara menjamin kemuliaan orang-orang tersebut melebihi bangsa di dunia sepanjang masa? Adam dipilih melebihi bangsa-bangsa, Nuh juga dipilih melebihi bagsa-bangsa, keturunan Ibrahim melebihi bangsa-bangsa, keturunan Imran melebihi bangsa-bangsa, dan terakhir Maryam juga melebihi perempuan sedunia.</p>
<p>Setiap orang dapat melihat bahwa jika kita serampangan menerangkan kata-kata tersebut seperti kaum Kristen suka serampangan membicarakan gambaran Maryam, maka semua itu akan menjadi kontradiksi dengan sendirinya. Tapi jika kita batasi kata ’alamin kepada dunia yang ada, yakni orang-orang pada zaman itu, maka artinya sangatlah jelas. Adam orang yang paling mulia di zamannya, Nuh paling besar di zamannya, keturunan Ibrahim adalah bangsa yang paling baik di zamannya, keturunan Imran pun paling baik di zamannya, dan begitu pula Maryam adalah perempuan yang paling mulia dari perempuan perempuan yang hidup sezamannya. Demikianlah para mufassir menjelaskan kata-kata yang membicarakan tentang seluruh bangsa Israel: “Aku jadikan kamu melebihi bangsa-bangsa” (Qur&#8217;an Suci, 2:47) itu pun pada zamannya, sebab bangsa Israel itu sendiri sebagaimana dibicarakan dalam Qur’an Suci, membuat diri mereka pun patut menerima murka Ilahi.</p>
<p>Begitu pula tentang gelar siddiqah yang diberikan kepada Maryam oleh Qur’an Suci menunjukkan bahwa Injil tidak mencatat kenyataan yang sebenarnya dan tuduhan yang ditujukan kepada Maryam bahwa ia bukan orang yang mengimani risalah Yesus Kristus jelas salah. Kata siddiq (yang bentuk femininnya siddiqah) makna yang sebenarnya adalah seseorang yang sungguh-sungguh berderajat tinggi dan itu diterapkan kepada seseorang yang kuat keimannya kepada risalah Ilahi. Oleh karenanya Qur’an berfirman:</p>
<p>“Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Utusan-Nya, mereka adalah orang yang benar (siddiq) dan orang yang tulus di sisi Tuhan mereka” (Qur&#8217;an Suci, 57:19).</p>
<p>Jadi Maryam disebut siddiqah, Qur’an Suci hanya menunjukkan bahwa Injil yang ada di tangan kita salah menggambarkan fakta. Adapun mengenai gelar siddiq atau siddiqah, jika Qur’an Suci memberikannya kepada Maryam, itu juga diberikan kepada setiap pengikut Nabi Suci Muhammad yang tulus, seperti ditunjukkan dalam ayat yang dikutip di atas. Dan siddiqah itu pun menjadi gelarnya Siti A’isyah isteri Nabi Suci, yang menikmati martabat siddiqah dimana kehormatan derajat tinggi seperti itu pun bukan hanya miliknya saja.</p>
<p>Mengenai pernyataan bahwa ibunya Nabi Suci seorang yang tidak beriman, kiranya perlu dicatat bahwa beliau wafat ketika usia Nabi Suci enam tahun, sementara mendapat tugas kenabian beliau sudah berusia empatpuluh tahun. Bagaimana mungkin ibu beliau bisa dikatakan tidak beriman? Nabi suci kami adalah seorang anak yatim ketika dilahirkan, ayah beliau sudah wafat sebelum beliau dilahirkan, dan juga beliau kehilangan bundanya jauh sebelum beliau mencapai usia remaja. Karena itu beliau tidak menikmati belaian kasih sayang seorang ibu, tidak pula memperoleh kasih sayang sang ayah. Yesus Kristus, di pihak lain, dibesarkan oleh ibundanya yang tulus dalam tradisi kesucian suatu bangsa dimana para Nabi telah muncul berturut-turut, dikala Nabi Muhammad belum mencapai kesempurnaan akhlak mulia dimana anak yatim bangsa Arab itu dapat mencapainya tanpa bantuan seorang pun, Yesus telah mempunyai beberapa guru disamping ayah bundanya untuk memberi arahan serta mendidiknya, tapi Nabi Suci Muhammad saw tidak memiliki keduanya; dan meskipun perbendaharaan kebijaksanaan diperoleh dari Qur’an Suci akan sia-sia bila dicari di dalam Injil. Beliau menduduki keadaan itu menunjukkan bagaimana kesucian itu dipengaruhi oleh tangan Ilahi di permukaan segala kesucian. Karenanya dibesarkannya Nabi Suci sebagai anak yatim membuat keagungannya bersinar lebih gemerlap.</p>
<p>Tapi bila ibu Nabi Suci tidak hidup melihat dan ambil bagian dalam tranformasi luar biasa yang beliau laksanakan di Arab, Qur’an Suci pasti tak akan diam untuk menghormatinya. Qur’an tidak saja membicarakan kedua orang tua Nabi Suci, namun segenap nenek moyangnya pun sekaligus dibicarakan. Dikatakan:</p>
<p>“Bertawakkallah kepada Yang Maha-perkasa, Yang Maha-pengasih, Yang melihat engkau pada waktu engkau berdiri, dan melihat gerakan dikau di antara orang-orang yang bersujud” (Qur&#8217;an Suci, 26:217-219).</p>
<p>Apa makna gerakan dikau di antara orang-orang yang bersujud? Ibnu ‘Abbas berkata, itu maknanya “berbalik dari ayah kepada anak di pinggang mereka hingga ibunya melahirkannya”. Ini menunjukkan bahwa kedua orang tua Nabi Suci serta kakek neneknya termasuk orang-orang yang taat kepada Tuhan. Karenanya ayat ini tidak saja membicarakan kesucian kedua orang tuanya tapi juga kesucian kakek neneknya, sementara menurut Bebel kehormatan ini tidak pernah dicapai oleh Yesus Kristus, karena beberapa dari kakek neneknya tidak berbicara baik, meskipun kami tidak memberikan penilaian terhadap pernyataan tersebut dan melihat itu sebagai tambah-tambahan yang diakukan sebagai katakata Tuhan.</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"  title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 13:11:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4982</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sang ayah ataupun ibu melihat ramalan atau impian bahwa anak akan lahir adalah sesuatu yang biasa saja dan tidak sedikit bukti ternyata banyak yang memiliki kemuliaan pada keturunannya. Impian atau ramalan semacam itu tidak dengan sendirinya memperlihatkan bahwa anak yang akan muncul yang diceritakan terlebih dulu itu akan melakukan suatu pekerjaan mulia di dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images910.jpg" alt="images910 Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-4983" /><br />
Bagi sang ayah ataupun ibu melihat ramalan atau impian bahwa anak akan lahir adalah sesuatu yang biasa saja dan tidak sedikit bukti ternyata banyak yang memiliki kemuliaan pada keturunannya. Impian atau ramalan semacam itu tidak dengan sendirinya memperlihatkan bahwa anak yang akan muncul yang diceritakan terlebih dulu itu akan melakukan suatu pekerjaan mulia di dunia ini. Di satu pihak, bila kedatangan seorang Nabi diceritakan terlebih dulu melalui para Nabi lainnya, sudah tentu pasti ada gamabaran nyata bahwa Nabi yang kemunculannya telah dinubuatkan ke dunia jauh sebelumnya itu adalah pemilik kemuliaan yang hakiki dan sejati, dan ternyata dunia sebelumnya dikatakan sedang menanti hari yang agung. Di sinilah Qur’an Suci, Kitab yang Maha Bijaksana, tidak membicarakan ramalan yang dilihat ibunya Nabi Suci, meskipun secara historis tidak ragu lagi bahwa beliau melihat visi tersebut: “Saya adalah visinya ibu saya” ini adalah sabda Nabi Suci sendiri; namun yang paling ditekankan dalam membicarakan ramalan kedatangan Nabi Suci ini bisa ditemui di berbagai Kitab Suci atau telah diramalkan oleh berbagai Nabi. Jadi seperti di dalam wahyu Makkiyah dikatakan: “Sesungguhnya yang sama dengan itu terdapat dalam Kitab Suci zaman dahulu” (Qur’an Suci, 26:196), ayat ini jelas sekali menyatakan bahwa ramalan tentang kedatangan Nabi Suci bisa dijumpai di dalam semua Kitab Suci zaman dahulu. Ini dinyatakan lebih jelas lagi dan lebih tegas lagi bunyinya di dalam wahyu yang belakangan:</p>
<p>“Dan tatkala Allah membuat perjanjian melalui para Nabi. Sesungguhnya apa yang Kami berikan kepada kamu berupa Kitab dan Kebijaksanaan, lalu Utusan datang kepada kamu, membenarkan apa yang ada pada kamu, seharusnya kamu beriman kepadanya dan membantu dia. Dia berfirman: Apakah kamu membenarkan dan menerima perjanjian-Ku dalam perkara ini? Mereka berkata: Kami membenarkan” (Qur’an Suci, 3:80).</p>
<p>Ayat ini menerangkan dengan jelas dan kuat sekali bahwa semua Nabi telah menceritakan kedatangan Nabi Besar Dunia serta menyampaikan dan mewajibkan kepada para pengikutnya untuk menerimanya, sementara beliau di pihaknya menganjurkan untuk mengimani segenap Nabi yang telah berlalu sebelum beliau. Di sini kita memiliki bukan satu perempuan saja, ibu si anak, yang menerima berita gembira tentang kedatangan Nabi Suci kita, namun segenap yang berjiwa mulia di segenap bangsa dunia pun, yakni manusia yang paling bermanfaat bagi segenap umat manusia di mana dan kapan saja mereka hidup, menerima berita yang menggembirakan hati, pemberitaan yang agung, bahwa bangsa di seluruh dunia tidak akan hidup asing satu sama lain dengan mencari petunjuk yang berbeda, tapi semuanya akan dipersatukan oleh Nabi Besar Dunia yang tanda keagungannya akan dia saksikan pada kebenaran dari semua Nabi yang terdahulu. Bukalah lembaran-lembaran berbagai Kitab Suci yang ada di dunia, maka anda akan menemukan hanya satu Kitab, Qur’an Suci, yang meminta untuk mengimani seluruh wahyu yang terdahulu, dan bacalah lembaran-lembaran sejarah semua Nabi besar dunia, maka anda akan menemukan hanya Satu orang, yakni Nabi Muhammad saw yang meminta para pengikutnya untuk menerima segenap Nabi yang ada di dunia. Jadi Qur’an Suci menunjukkan tepat sekali bahwa Muhammad saw Nabi Besar yang telah diramalkan oleh segenap para Nabi, dan padanya terletak pusat segala harapan dunia. Dan bukan hanya Qur’an saja namun juga Bebel memberi kesimpulan kepada kita sebagaimana bisa kita baca dalam Kisah Rasul-rasul 3:21- 22:</p>
<p>“Ia harus menerima sorga hingga waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang telah difirmankan Tuhan melalui mulut para nabi sucinya sejak dunia ini dimulai. Karena Musa sungguh telah berkata kepada para pendeta. Tuhanmu akan membangkitkan seorang nabi untukmu dari saudaramu, yang seperti aku; kepadanya kamu harus mendengar segala apa yang akan dikatakan kepadamu”.</p>
<p>Kaum Kristen mengira bahwa yang dibicarakan di sini adalah Yesus Kristus, namun faktor yang ditentukan dalam pernyataan ini adalah seorang Nabi yang telah diramalkan oleh para Nabi sebagaimana dijanjikan dalam Ulangan 18:18, dan ramalan itu ditujukan hanya kepada Nabi Suci Muhammad dan bukan kepada yang lain.</p>
<p>“Nabi Utusan yang Ummi yang mereka dapati tertulis dalam Taorat dan Injil” (Qur’an Suci, 7:157). </p>
<p>Firman Qur’an Suci ini menguatkan ramalan yang sama, seorang Nabi, yang bisa dijumpai dalam Taorat maupun dalam Injil, dan tak ragu lagi ini adalah tantangan yang berani bagi para pengikut Musa maupun Kristus, lebih-lebih yang perlu diingat bahwa tantangan ini diletakkan pada mulut orang yang tak pernah membaca kitab suci Musa maupun Injil, yakni Nabi yang Ummi, seperti jelas sekali disebutkan di sini, seorang penduduk ibukota Arab, yang tak kenal membaca dan menulis. Keduanya baik Taorat maupun Injil berisi ramalan tentang kedatangan seorang dan Nabi yang sama, dan Nabi itu tiada lain kecuali Muhammad saw, adalah dua pengakuan yang sangat penting yang diakui oleh Qur’an Suci, dan bukti yang tuntas diperkuat oleh keduanya tentang kebenaran Nabi Suci yaitu salah satu keajaiban besar dunia yang pernah disaksikan.</p>
<p>Ramalan Nabi Musa berbunyi demikian: “Aku akan bangkitkan kepada mereka seorang Nabi dari antara saudara mereka sendiri, seperti yang diutus kepada kamu, dan akan meletakkan kata-kataku pada mulutnya” (Ulangan 18:18). Ratusan tahun berlalu hingga datang ke zaman Yesus Kristus dan mendapatkan lagi catatan dalam kata-kata yang jelas bahwa Nabi Yang Dijanjikan dalam Kitab Ulangan itu belum juga muncul. Yahya Pembaptis mengaku menjadi Nabi sedikit sebelum kedatangan Yesus dan ditanya, “dia mengaku terus terang, saya bukan Kristus. Dan mereka menanyakannya, Kemudian apa?  Apakah engkau Elia? Dan beliau berkata, bukan. Apakah engkau nabi itu? Dan beliau menjawab, Bukan”. (Yohanes 1:20-21).</p>
<p>Kita tahu bahwa kaum Yahudi mengira ia seorang Masih, dan karena inilah mereka menanyakan kepada Yohanes jika beliau itu Kristus. Kita tahu lebih lanjut bahwa mereka telah diberitahu bahwa Nabi Elia akan datang lagi dan karena ini pulalah mereka menanyakan kedua kalinya. Tapi siapakah “nabi itu” yang mereka tanyakan terakhir kalinya? Terbukti, itu pasti seorang Nabi yang telah dijanjikan kepada mereka, dan dia itu adalah seorang Nabi yang dijanjikan dalam Ulangan 18:18. Ini bukan duga-dugaan tapi pendapat yang telah diputuskan oleh Kristen sendiri, karena dalam catatan pinggir Bebel biasa memberikan referensi yang kita dapati catatan kata-kata: “Nabi itu” mereferensi pada Ulangan 18:15, 18. Poin yang ditetapkan ini begitu tuntas: Nabi Yang Dijanjikan Kitab Ulangan belum muncul. Namun sementara Injil menjelaskannya bahwa Yahya (Yohanes) Pembaptis telah memenuhi ramalan kembalinya Elia, dan Yesus mengaku sebagai Kristus, tak seorang pun dari mereka mengaku Nabi Yang Dijanjikan di dalam Kitab Ulangan. Jadi ini dituntaskan oleh Injil bahwa Nabi Yang Dijanjikan Kitab Ulangan itu tidak pernah muncul hingga datangnya Yohanes maupun Yesus dan bukan pula Nabi itu Yesus maupun Yohanes. Pengakuan Nabi Suci Muhammad sebagai Nabi Yang Dijanjikan “yang mereka dapati tertulis di dalam Taorat dan Injil” jadi tak ada tandingannya, maka baik Yahudi maupun Kristen tak dapat mengingkari kebenaran ini kecuali mereka mengingkari kitab suci mereka sendiri.</p>
<p>Injil, ini lebih jelas lagi. Jika St. Yohanes menyuguhkan kepada kita fakta yang menduga-duga Nabi Yang Dijanjikan tidak terpenuhi hingga datangnya Yesus, dan bukan pula Yohanes maupun Yesus, beliau juga menyuguhkan ramalan Kristus tentang kedatangan Utusan besar itu:</p>
<p>“Aku akan berdoa kepada Bapak, dan Dia akan memberikan kepada kamu Penghibur yang lain, dia akan abadi bersama kamu selama-lamanya”. (Yohanes 14:16-17)</p>
<p>Lagi:</p>
<p>“Sudah sepantasnya bagi kamu bahwa aku akan pergi, karena jika aku tidak pergi, Penghibur tidak akan datang kepadamu” (Yohanes 16:7)</p>
<p>Lebih lanjut:</p>
<p>“Tetapi bila dia, Roh Sejati, datang, dia akan memimpin kamu kepada segala kebenaran” (Yohanes 16:13)</p>
<p>Penghibur yang lain itu, Roh Sejati yang memimpin manusia “ke jalan yang benar”, tiada lain kecuali Nabi Yang Dijanjikan Kitab Ulangan, itu tiada lain kecuali Nabi Suci Muhammad saw, datanglah Kebenaran dan lenyaplah kepalsuan3, Nabi teragung dan terakhir di dunia yang kepadanya agama disempurnakan4.  Dua ramalan, yakni ramalan Nabi Musa yang menceritakan munculnya seseorang yang persis seperti beliau, dan ramalan Yesus yang memberikan kabar gembira kepada dunia dengan munculnya Penghibur lain yang pasti adalah Nabi terakhir yang Hukumnya atau Syari’atnya ialah syari’at yang paling sempurna, petunjuk “bagi segala kebenaran” adalah saksi utama terhadap kebesaran Nabi Suci Muhammad, dan Qur’an Suci khusus meletakkan perhatian terhadap dua ramalan tersebut. Di dalam Surat 73:15 jelas sekali dibicarakan tentang Nabi yang persis Nabi Musa:</p>
<p>“Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Utusan kepada kamu, sebagai saksi terhadap kamu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Utusan kepada Fir’aun” , </p>
<p>dan di dalam Surat 61:6, jelas sekali dinyatakan bahwa Nabi Suci adalah Penghibur yang membawa berita gembira yang telah diberikan kepada Yesus:</p>
<p>“Dan tatkala ‘Isa bin Maryam berkata: Wahai para putera Israel, sesungguhnya aku Utusan Allah kepada kamu, yang membenarkan apa yang ada sebelumku tentang Taorat, dan memberi kabar baik tentang seorang Utusan yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad” (Qur’an Suci, 61:6).</p>
<p>Harus diingat bahwa Nabi Suci telah dikenal dengan dua nama yakni Muhammad dan Ahmad sejak masih kanak-kanak, kedua nama tersebut diberikan kepada beliau sejak kelahirannya. Maka akan nampaklah betapa naifnya dalil tentang kebesaran Yesus Kristus dan lebih unggul dari Nabi Suci Muhammad saw, yang menyatakan bahwa kelahiran Yesus telah diberitakan kepada ibunya dalam ilham.</p>
<p>Dari seluruh Nabi yang ada di dunia, Nabi Suci Islam sendiri betapa tinggi perbedaannya yang datang memenuhi ramalan semua Nabi di dunia, dan Qur’an Suci, yang menjelaskan dalil pamungkas tentang kebesaran dan keunggulan beliau di atas semua, betapa bijaksana tidak menyebutkan ramalan ibunya, yakni perkara sekunder jika dibandingkan dengan berita besar yang telah diumumkan tadi.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>3 “Kebenaran telah datang dan kepalsuan lenyap. Sesungguhnya kepalsuan itu pasti lenyap” (Qur&#8217;an Suci,</p>
<p>17:81).</p>
<p>4 “Pada hari ini Aku sempurnakan bagi kamu agama kamu dan Aku lengkapkan nikmat-Ku kepada kamu dan Aku pilihkan untuk kamu Islam sebagai agama” (Qur&#8217;an Suci, 5:3).</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 13:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4979</guid>
		<description><![CDATA[Rangkaian argumen berikutnya adalah sehubungan dengan situasi dan kondisi yang berhubungan dengan kelahiran Yesus Kristus dan Nabi Suci Muhammad. Latar belakang yang pertama di antara keduanya ini diperoleh dengan bukti pemberitaan tentang kelahirannya. Argumen tersebut berbunyi demikian: “Keajaiban alam tentang kelahiran Kristus dibuktikan oleh Qur’an. Berita gembira itu disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Maryam. Berlainan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images99.jpg" alt="images99 Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-4980" /><br />
Rangkaian argumen berikutnya adalah sehubungan dengan situasi dan kondisi yang berhubungan dengan kelahiran Yesus Kristus dan Nabi Suci Muhammad. Latar belakang yang pertama di antara keduanya ini diperoleh dengan bukti pemberitaan tentang kelahirannya. Argumen tersebut berbunyi demikian:</p>
<p>“Keajaiban alam tentang kelahiran Kristus dibuktikan oleh Qur’an. Berita gembira itu disampaikan oleh malaikat Jibril kepada Maryam. Berlainan sekali dengan kelahiran Muhammad, ia tidak banyak diberitakan di dalam Qur’an. Kelahirannya biasa saja dan tidak ajaib, tidak juga luar biasa. Karenanya demi menghormati kelahiran Kristus, anak Maryam, tentu lebih istimewa dari Muhammad”.</p>
<p>Argumen tersebut terdiri dari dua bagian, yakni (1) kelahiran ajaib Kristus, dan (2) berita gembira tentang itu telah diberikan kepada Maryam. Mari kita ambil bagian yang pertama. Apa yang disebut keajaiban itu sepenuhnya tidak diceritakan, dan tidak dicantumkan di dalam ayat Qur’an Suci. Kitab Suci ini membicarakan kelahiran Yesus biasa saja seperti anak-anak manusia lain dilahirkan. Penjelasan yang terang ini diberikan di dalam Surat yang berjudul Maryam:</p>
<p>“Lalu mengandunglah ia; dan ia menyingkir dengan dia ke tempat yang jauh. Dan rasa sakit karena akan melahirkan menggerakkannya menuju ke batang kurma. Ia berkata: Aduhai, sekiranya aku mati sebelum ini, dan jadilah aku barang yang dilupakan sama sekali” (Qur’an Suci, 19:22-23).</p>
<p>Ini menunjukkan jelas sekali bahwa Maryam mengandung Yesus dalam keadaan seperti biasa sama seperti perempuan lainnya mengandung anak, dan melahirkannya dalam keadaan biasa sebagaimana kaum perempuan lain melahirkan anak. Tak ada yang aneh-aneh ataupun ajaib dikala mengandung maupun melahirkan. Tidak ada ayat Qur’an Suci yang menyatakan bahwa Maryam mengandung Yesus karena Ruhul Kudus. Bahkan Nabi Suci sendiri mengatakan perihal itu yang membuat utusan kaum Kristen Najran bungkam seribu bahasa:</p>
<p>“Sesungguhnya Yesus – ibunya mengandung beliau sama seperti perempuan lainnya yang sedang hamil, dan Maryam melahirkan beliau sama pula seperti perempuanperempuan lainnya melahirkan anak, dan beliau memberi makan puteranya sama seperti seorang ibu memberikan makanan kepada bayinya” (Ruhul-Ma’ani, bab 3).</p>
<p>Apakah Yesus dikandung tanpa hubungan orang tua laki-laki? Qur’an Suci, seperti telah saya katakan, tidak menjawab pertanyaan ini, tidak ada pula sabda Nabi Suci yang tercatat mengenai perkara ini. Tidak pula seluruh kaum Muslimin mengakui itu. Ada beberapa orang yang menjawab pertanyaan di atas itu tapi negatif, lainnya lagi ada juga yang memperkuatnya. Pertama-tama kita akan ambil pandangan yang belakangan. Meskipun kita duga Yesus dilahirkan tanpa perantaraan orang tua laki-laki, ketidak-normalan ini tidak ada dasarnya bagi kita untuk mempertimbangkannya bahwa beliau lebih istimewa daripada para Nabi lain yang ternyata mereka beramal luar biasa lebih besar lagi padahal mereka dilahirkan dalam keadaan biasa secara alami. Pikiran orang waras tidak bisa membayangkan bagaimana kelahiran orang yang tak normal seperti itu bisa lebih istimewa dari orang lain. Sudah tentu jika itu dipercayai hanya sebagai Penebus dosa dan Trinitas, maka masalah itu tak perlu ditanyakan lagi, tapi bila itu ditunjukkan sebagai suatu argumen, hal tersebut harus dipikirkan dan harus dijelaskan kenapa akhlak mulia dan sifat-sifat Ilahi itu tak bisa dimiliki oleh orang-orang yang dilahirkan secara alami, dimana sifat yang alami tersebut di luar orang yang dilahirkan tak normal ini. Saya katakan itu kondisi tidak normal menurut pandangan kaum Muslimin sebab tak seorang Muslim pun percaya bahwa Roh Kudus bercampur dengan orang tua perempuan, dan juga tak ada keajaiban Yesus sebelum dilahirkan, dan juga Maryam itu bukan nabi perempuan dan tidak membangkitkan generasi bangsa Israel.</p>
<p>Lagi pula jika mu’jizat itu suatu perbuatan yang terjadi di muka umum, maka itu perlu memuaskan dan meyakinkan orang lain; tapi kedua unsur tersebut tak ada sama sekali dalam perkara ini. Bagaimana mungkin setiap orang di dunia ini bisa tahu bahwa Maryam telah mengandung seorang anak tanpa ada hubungan dengan laki-laki? Jika memang dia hamilnya luar biasa, maka ia dapat melayani mu’jizat itu hanya untuk dirinya saja dan hanya untuk dirinya sendiri. Dan siapa yang akan menerima pernyataannya jika Maryam tidak bisa menghadirkan seorang saksi pun? Malahan hal itu hanya akan membangkitkan keraguan terhadap kenabian Yesus secara lebih meyakinkan lagi. Maka dari itu tidak ada seorang pun yang akan membenarkan lebih lanjut mengenai mukjizat tersebut karena tak ada seorang pun di dunia ini bisa mendapatkan informasinya secara langsung. Bahkan suami Maryam, seorang laki-laki biasa, menurut Injil, memutuskan “untuk menceraikannya dengan diam-diam,” menjauhkan diri karena kasihan terhadapnya, daripada membuat “dia malu di hadapan umat” (matius 1:19), bukan karena impian yang pernah dia lihat, dan bahkan jika di dalam perkaranya itu ada impian yang cukup memuaskan dirinya dan bukan pengertian, karena impian itu bukan pengertian, maka ia akan menyambut maksud mu’jizat tersebut. Tapi, karena terbukti kaum Yahudi tidak melihat impian yang sama, maka mereka tak mengakui adanya mu’jizat. Karenanya, hanya duga-dugaan belaka terhadap ketidak normalan tersebut, dan jika itu benar-benar terjadi, itu hanya pertanda bahwa garis besar Nabi-nabi Bani Israel berakhir di dunia ini dan kenabian itu kini akan berpindah kepada keturunan Ismail, garis keturunan lain Ibrahim yang kepadanya janji itu telah dinubuatkan.</p>
<p>Katakanlah jika itu mungkin, bahwa orang itu datang ke dunia ini hanya melalui perempuan saja – dan bukan hasil hubungan antara laki-laki dan perempuan – yang sudah pasti ini tidak terbukti. Jika kelahiran ke dunia ini lain daripada yang lain serta membawa gelar luar biasa, niscaya Adam-lah manusia yang paling sejati dan jauh lebih hebat daripada Yesus Kristus, sebabnya adalah dia datang ke dunia ini tanpa perantara ayah dan ibu. Bahkan Hawa pun bisa lebih unggul daripada Yesus Kristus sebab ia datang ke dunia ini sama seperti dia – karena, menurut cerita, dia itu dibuat dari laki-laki, dengan demikian, laki-laki lebih unggul dari perempuan, jadi Hawa lebih hebat dari Yesus Kristus. Dan yang paling menakjubkan dari semua ini adalah Melkisedek yang diceritakan di dalam kitab Kejadian 14 yang kependetaannya atau keimamannya sangat dikenal oleh Ibrahim.</p>
<p>“Karena Melkisedek ini, raja Salem, pendeta dari Yang Maha Tinggi (di dalam Perjanjian Lama bahasa Indonesia disebut Imam Allah Yang Maha Tinggi –penj.), bertemu Ibrahim setelah menaklukkan raja-raja dan memberkatinya … tanpa ayah, tanpa ibu, tanpa keturunan, tidak memiliki hari pertama, tidak pula hari akhir, tapi diciptakan seperti Anak Tuhan; tetap menjadi pendeta selama-lamanya atau imam yang abadi sama seperti Anak Allah” (Ibrani 7:1-3).</p>
<p>Dikatakan bahwa “tanpa ayah” artinya adalah ayahnya tidak disebutkan di dalam Bebel, dan arti “tidak memiliki hari awal maupun hari akhir”, menunjukkan bahwa Bebel tidak mengatakan kapan dia dilahirkan dan kapan dia mati, itu bukan saja bermain-main dengan bahasa, tapi juga pengkhianatan kebodohan Paulus yang mengatakan dengan jelasnya bahwa dia “dibuat sama seperti Anak Tuhan”. Bagaimanapun juga Adam, Hawa dan Melkisedek diketahui pasti memiliki keunggulan yang lebih tinggi dari pada Yesus Kristus yang dilahirkan tanpa ayah jika itu dipandang dalam kriteria kebesaran.</p>
<p>Karenanya, jika kita menelusur ke akar permasalahan yang kita dapati, Qur’an Suci di mana pun tidak membicarakan Yesus dikandung secara ajaib, tidak juga menyatakan bahwa Yesus tidak mempunyai ayah. Dalam hal tidak adanya pernyataan yang jelas dan tuntas baik di dalam Qur’an Suci maupun dari sabda Nabi Suci yang diriwayatkan dalam Hadits, kita sebenarnya bisa menarik kesimpulan dari beberapa kata tertentu dari Qur’an, dan dalam hal inilah saya akan membicarakannya secara singkat. Tekanan paling utama terhadap masalah ini adalah ketika kabar gembira tentang seorang anak yang diberitahukan kepada Maryam, yakni dia berseru: ”Ya Rabb! Bagaimana aku bisa melahirkan seorang anak padahal seorang laki-laki pun belum pernah menyentuhku”. Dan jawaban selanjutnya: “Kendati demikian, Allah menciptakan apa Yang Dia kehendaki; bila Dia menentukan suatu perkara, Dia hanya berfirman kepadanya, Jadi, maka jadilah itu” (Qur’an Suci, 3:46). Kesimpulan yang bisa ditarik dari hal ini dan jawabannya adalah janji tersebut telah diberikan bahwa Maryam akan hamil tanpa seorang laki-laki menyentuhnya. Kesimpulan itu tidak benar, karena kabar yang sama pun telah diberikan kepada Zakaria, dia berseru: “Ya Rabb, bagaimana aku bisa mempunyai anak, padahal aku sudah berusia lanjut dan isteriku mandul?” Dan jawaban selanjutnya: “Kendati demikian, Allah berbuat apa Yang Dia kehendaki” (Qur’an Suci, 3:39). Kata yang sama kadzalika digunakan untuk menekankan kenyataan bahwa perkara yang telah ditentukan itu mesti dan harus terjadi. Sebagaimana kata “Kendati demikian” yang belakangan bukan berarti bahwa si anak itu akan lahir dalam keadaan isteri Zakaria masih mandul, begitu pula dalam perkara Maryam bukan berarti si anak itu akan dilahirkan olehnya dalam keadaan tak ada laki-laki yang menyentuhnya. Kata “Kendati demikian” dalam dua perkara itu menunjukkan tekanan jaminan yang diberikan untuk diketahui bahwa apa yang telah dikatakan itu akan terjadi kelak.</p>
<p>Qur’an Suci tidak mendukung pandangan bahwa nazar ibunya Maryam yang mempersembahkan dirinya mengabdi kepada Tuhan dengan diam-diam bernazar tetap menjadi perawan, sementara ia bernazar, ia pun berbicara dalam kata-kata yang jelas tentang anak-anak Maryam: “Dan aku mohonkan untuknya dan keturunannya dalam perlindungan Dikau” (3:35). Kata-kata keturunannya jelas sekali menunjukkan apa yang dinazarkan ibunya Maryam berarti dia akan menikah dan mempunyai anak-anak seperti perempuan lain di dunia ini.</p>
<p>Kesimpulan ini sebenarnya merobohkan semua faham teori keajaiban yang dibuat Injil. Kehidupan Maryam sebegaimana dilukiskan tadi jelas sekali menunjukkan bahwa ia seorang perempuan yang hidup bersama suaminya dalam hubungan biasa antara suami isteri. Di dalam ayat pertama Injil Matius kita baca:</p>
<p>“Kemudian Yusuf bangun dari tidur lalu ia melakukan apa yang diperintahkan oleh malaikat Tuhan, dan ia mengambil isterinya; dan ia tidak mencampurinya sampai ia melahirkan anak laki-laki pertamanya” (Matius 1:24:25).</p>
<p>“Yusuf tidak mencampuri isterinya sampai ia melahirkan”, ini tidak membutuhkan komentar karena sudah terlalu jelas; dari situ jelas sekali menunjukkan bahwa si penulis Injil mengartikannya bahwa setelah Yesus lahir, Yusuf dan Mariam hidup sebagai suami isteri.Pernyataan lain di dalam Injil jelas menunjukkan bahwa bukan hanya Yusus dan Maryam saja yang hidup sebagai suami isteri, namun juga keduanya diberkahi sejumlah anak, saudara laki-laki maupun saudara perempuan Yesus Kristus:</p>
<p>“Sementara Yesus berbicara dengan orang-orang, terlihat datanglah ibunya dan saudara-saudaranya berdiri di luar ingin berbicara dengannya. Lalu salah seorang dari mereka berbicara kepadanya. Lihatlah ibu anda dan saudara-saudara anda berdiri di luar … Yesus berkata kepada para pengikutnya: Inilah ibu dan saudara-saudaraku” (Matius 12 : 46-48).</p>
<p>Dan lebih lanjut lagi:</p>
<p>“Dan ketika dia datang ke kampung halamannya, dia mengajar mereka di sinagog, mereka itu merasa heran, dan berkata, Dari mana orang ini mempunyai hikmah dan pekerjaan mulia ini? Bukankah ia itu anak tukang kayu? Bukankah ibunya yang dipanggil Maryam? Dan saudara-saudaranya James dan Yusuf dan Simon dan Yudas? Dan saudara perempuannya, bukankah mereka bersama-sama kita?” (Matius 13:54-56).</p>
<p>Dan di dalam Lukas 2:7, Yesus disebut anak pertama Maryam, ia tidak saja mempunyai anak laki-laki, di sana ditunjukkan dengan jelas bahwa Maryam juga mempunyai keturunan lain. Dari sini jelas sekali tidak saja Maryam dan Yusuf itu hidup bersama sebagai suami isteri ternyata mereka juga punya banyak anak selain Yesus Kristus dan terhadap inilah Qur’an Suci menunjukkan kata-kata adanya keturunan Maryam.</p>
<p>Dalam hubungan ini perlu dicatat bahwa salah sekali untuk mengambil kesimpulan bahwa Maryam itu tetap sendirian tanpa menikah, ini tertera pada kata-kata “Dan Maryam anak perempuan Imran, yang menjaga kesuciannya” yang terdapat di Surat Tahrim (Surat 66:12). Setiap perempuan yang telah menikah dan hidup bersama suaminya sebenarnya itulah yang menjaga kesuciannya dan karena inilah Qur’an Suci membicarakan perempuan yang telah menikah disebut muhsanat yakni mereka yang menjaga kesucian. Kata-kata ini hanya diselewengkan oleh fitnah bangsa Yahudi terhadap Maryam.</p>
<p>Mengapa Yesus disebut putera Maryam bila dia punya ayah? Jawaban untuk pertanyaan ini adalah disebutkannya sebagai anak laki-laki seorang perempuan sebenarnya untuk menyangkal terhadap keilahiannya. Pondasi agama Kristen berasumsi bahwa dosa telah dibawa ke dunia ini oleh perempuan. Cukup aneh, bila Kristen berpikiran sebegitu jauh dengan membutuhkan salah seorang dari orang tua dalam hal Yesus untuk menjadikannya tuhan, mereka sebenarnya memilih jalan yang salah. Mereka mengenyahkan orang tua lakilaki dan memelihara perempuan, yang menurut mereka sendiri perempuan itu adalah sebagai sumber dosa yang sebenarnya: “Bagaimana ia bisa suci karena dia dilahirkan dari seorang perempuan” (Ayub 25:4). Ini adalah keputusan kitab suci Kristen sendiri, makanya putera Maryam tak mungkin bisa naik ke derajat Ketuhanan dan karena ini pula Qur’an Suci mengingatkan mereka dengan menyebutkan Yesus sebagai putera Maryam (bin Maryam). Lebih-lebih karena ibunya orang tua terhormat, maka alamiah sekali bila nama beliau harus dipilih. Maryam perempuan suci dan tulus, Yesus dipanggil anak Maryam dan bukan anak Yusuf, seorang tukang kayu biasa, yang kepadanya gelar kesucian akhlak tidak diberikan bahkan Injil sendiri tidak mengakuinya.</p>
<p>Kadang-kadang tekanan seringkali dilakukan Qur’an Suci dengan menunjuk fitnah Yahudi terhadap Maryam. Dinyatakan bahwa fitnah tersebut tidak mungkin ada jika Maryam mempunyai suami ketika Yesus lahir. Kesimpulan ini sangatlah jauh dari kenyataan. Maryam mempunyai suami ditunjukkan oleh Injil yang menceritakan dan mencatat kisah hidup Yesus. Di dalam Injil itu sendiri Yesus disebut “anak seorang tukang kayu”. Karenanya fitnah yang ditujukan kepada Qur’an Suci harus berhubungan dengan sesuatu yang lain selain hubungan antara Yusuf dan Maryam yang diketahui sebagai suami isteri. Yang benar adalah Yahudi, agar bisa mencela Maryam dan puteranya, secara keji menuduh Maryam pezina, maka terhadap tuduhan inilah Qur’an Suci menunjuk Maryam, dan terhadap ini pulalah Kitab Suci itu mempertahankan Maryam. Pernyataan bahwa hanya perempuan yang tidak menikahlah harus dituduh punya hubungan tidak syah adalah sangat aneh sekali.</p>
<p>Jadi persoalan kelahiran ajaib harus kita tinggalkan, sekarang kita menuju kepada argumen yang kedua, yaitu kabar gembira mengenai kelahiran Yesus yang telah diberikan kepada Maryam sementara kabar kelahiran Nabi Suci Muhammad saw tidak diberitahukan kepada ibunya. Bukan orang yang sedang tenggelam saja yang harus meraih ranting kering yang mengambang di air, tapi juga orang yang berakal sehat pun seringkali bersemangat dalam menjalankan keagamaannya. Apakah benar bahwa bila kelahiran seorang anak diberitahukan kepada orang tua dengan cara ramalan, si anak itu kelak akan menjadi pemilik akhlak mulia dan naik ke derajat tinggi sementara lainnya tidak? Jika demikian, ribuan ayah dan ibu di dunia ini bisa melihat ramalan karena kelahiran anaknya, dan semua anak yang dilahirkan itu sama derajatnya dengan Yesus – Akankah mereka itu lebih tinggi lagi daripada Yesus yang dipercayai seperti itu? Dan apa yang terbesit dalam pikiran kita mengenai Yahya (Yohanes) Pembaptis, yang ramalan berita gembira tentang kelahirannya juga telah diberikan kepada ayahnya, dan datang lebih awal ketika kelahiran Yesus baru dibicarakan, bukan saja dalam Qur’an Suci tapi juga dalam Injil. Dalam hal ini, Yahya pun dapat mengaku sama dengan Yesus jika beliau tidak datang lebih awal.</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]"  title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (1/2) [9]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-12-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/tak-berdosa-338/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/tak-berdosa-338/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 07:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammad Dan Kristus [I]]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Muhammad & Kristus]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4968</guid>
		<description><![CDATA[Lembaran-lembaran Qur’an Suci penuh dengan contoh seperti itu. Ibrahin disebut siddiq atau orang yang paling benar, namun Yesus tidak disebut demikian. Lagi, tentang dia dikatakan bahwa beliau dikaruniai “petunjuk”, tapi tidak adanya kata-kata seperti itu yang diterapkan terhadap Nabi-nabi yang lain bukan berarti mereka itu tidak mendapat karunia “petunjuk”. Mengenai Musa dikatakan: “Dan Aku akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/images98.jpg" alt="images98 Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" title="images9" width="232" height="218" class="alignnone size-full wp-image-4969" /><br />
Lembaran-lembaran Qur’an Suci penuh dengan contoh seperti itu. Ibrahin disebut siddiq atau orang yang paling benar, namun Yesus tidak disebut demikian. Lagi, tentang dia dikatakan bahwa beliau dikaruniai “petunjuk”, tapi tidak adanya kata-kata seperti itu yang diterapkan terhadap Nabi-nabi yang lain bukan berarti mereka itu tidak mendapat karunia “petunjuk”. Mengenai Musa dikatakan:</p>
<p>“Dan Aku akan mencurahkan kecintaan kepada engkau dari-Ku, dan agar engkau dibesarkan di hadapan penglihatan-Ku” (Qur’an Suci, 20:39).</p>
<p>Namun Nabi-nabi yang lain pun dikarunia curahan kecintaan dari Tuhan meskipun kata-kata yang sama seperti itu tidak digunakan kepada salah seorang dari antara mereka di mana pun di dalam Qur’an. Dawud disebut awwab, atau yang kembali kepada Tuhan berkali-kali, tanpa berarti bahwa Nabi-nabi yang lain tidak patut mendapat sebutan seperti itu. Kenyataannya, Qur’an memperlakukan semua Nabi satu derajat, dan bila membicarakan salah seorang dari mereka sebagai memiliki akhlak mulia, itu berarti akhlak mulia itu pun bisa dijumpai di semua Nabi yang lain. Untuk mengetahui hal ini perlu diperhatikan katakata berikut ini:</p>
<p>“Wahai para Utusan, makanlah barang-barang yang baik dan berbuatlah kebaikan.  Sesungguhnya Aku Yang Maha-tahu apa yang kamu lakukan. Dan sesungguhnya umat kami ini adalah umat yang satu, dan Aku adalah Tuhan kamu” (23:51-52).</p>
<p>Dari sini dibicarakan ketidak berdosaan para Nabi secara keseluruhan:</p>
<p>“Dan tiada Kami mengutus Utusan sebelum engkau melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tak ada tuhan selain Aku, maka mengabdilah kepada-Ku. Mereka berkata: Tuhan Yang Maha-pemurah memungut putera. Maha-suci Dia. Tidak malahan mereka hamba yang terhormat. Mereka tak mendahului Dia dalam pembicaraan, dan mereka berbuat sesuai dengan perintah-Nya” (Qur’an Suci, 21:25-27).</p>
<p>Jadi tidak dalam ucapan tidak pula dalam perbuatan yang dilakukan oleh para Nabi yang melanggar batas-batas Ilahi, dan ini bukti tuntas bahwa menurut Qur’an Suci para Nabi itu tak berdosa.</p>
<p>Sangka buruk Kristen terhadap ini adalah bahwa sementara Nabi Suci Muhammad disuruh berlindung dengan istighfar, sedangkan Yesus tidak disuruh apa-apa. Tidak terlihatkah bahwa Qur’an Suci tak mengakui perbedaan perlakuan terhadap Yesus? Kesalahan yang sama pun dilakukan dalam hal ini. Nuh, Hud, Salih, Syu’aib dan lain32 lainnya sama-sama tidak membicarakan disuruh berlindung dengan istighfar. Jadi tak terlihatkah bahwa para Nabi itu dipandang tak berdosa sementara lainnya tak dianggap begitu? Latar belakang yang disebutkan di atas tadi, tidak ada perbedaan perlakuan di antara berbagai Nabi. Tidak pula istighfar itu semata karena tak berdosa. Di satu pihak ditunjukkan, bahwa mencari ghafar (pengampunan) yang kata itu maknanya menurut Imam Raghib menutup sesuatu dengan sesuatu yang akan melindunginya dari kotoran. Maka istighfar itu menurut ahli kamus yang termasyhur tersebut, menunjukkan semata-mata mencari penutup atau perlindungan, yaitu perlindungan dari siksaan maupun perlindungan terhadap dosa. Lane juga menerangkan istighfar ini dengan makna dia mencari perlindungan Tuhan atau pengampunan atau maaf. Qastalani, salah seorang penafsir kitab Bukhari mengatakan, ghafar maknanya sitr yakni menutup, apakah itu antara manusia dengan dosanya maupun antara dosa dan hukuman. Maka tampaklah bahwa pengertian perlindungan ataupun penutup adalah pengertian dalam ghafar dan istighfar, dan kata-kata tersebut berarti perlindungan terhadap dosa maupun perlindungan terhadap hukuman. Semuanya termasuk dalam dua perkara: (1) melawan kesalahan yang telah dilakukan, berlindung dari hukuman; dan (2) melawan kesalahan yang tidak dilakukan tapi bagi orang yang bertanggungjawab, yakni perlindungan dari perintah itu. Kata-kata itu digunakan di dalam Qur’an Suci untuk kedua hal tersebut. Di sini saya akan berikan satu contoh saja dari dua makna tersebut. Di akhir Surat kedua do’a itu diajarkan: “Ampunilah kami dan berilah kami perlindungan dan karuniakanlah kasih sayang kepada kami” asal kata berilah kami perlidungan adalah ighfir lana, yang jika diterapkan sebagai ampunilah kami menjadi kurang berarti karena makna tersebut didahului oleh kata wa’fu anna. Tiga perbedaan di sini jelas sekali untuk do’a itu: (1) Ampunilah dosa-dosa yang telah dilakukan; (2) lindungi dari dosa terhadap seseorang yang bertanggungjawab; dan (3) kasih sayang atau karunia dari Tuhan.</p>
<p>Sebagaimana telah saya tunjukkan, sejak Qur’an Suci menjelaskannya dalam katakata yang terang prinsip ketidak berdosaan para Nabi, istighfar dalam perkara mereka hanya dapat diambil arti mencari perlindungan dari dosa bagi orang yang bertanggungjawab, dan dalam pengertian ini segenap Nabiyullah dan semua orang tulus berlindung pada istighfar yakni mereka mohon perlindungan Tuhan. Istighfar dalam pengertian yang sesungguhnya adalah berusaha jangan sampai terkena dosa. Orang yang teguh hatinya dalam berjuang melawan kejahatan suatu kali bisa saja jatuh, karena itu orang-orang tulus para hamba Tuhan selalu berlindung kepada Allah, dan di bawah perlindungan Ilahi itulah mereka benar-benar terselamatkan. Istighfar dalam pengertian ini benar-benar membuat seseorang dapat mencapai perkembangan tingkat rohani yang tertinggi, dan karena itulah para Nabiyullah yang telah mencapai tingkat itu selalu mencari perlindungan. Dan jika beberapa Nabi tidak disebutkan mencari perlindungan dalam istighfar, paling tidak para malaikat memohonkan istighfar untuk mereka semua. Di dalam Surat 40:7, para malaikat ditunjukkan berdo’a bagi orang-orang tulus seperti dalam kata-kata berikut: “Berilah perlindungan kepada orangorang yang bertobat kepada Engkau dan mengikuti jalan Engkau”, di sini digunakan kata ighfir. Kini semua Nabiyullah, dan sudah tentu Yesus di antara mereka, pasti termasuk orang-orang yang “mengikuti jalan Engkau”, dan ayat ini menunjukkan bahwa istighfar tidak saja dimohon oleh orang-orang tulus, namun juga oleh para malaikat demi keselamatan mereka. Dan dalam hal Yesus, nenek beliau disebutkan berdo’a untuknya jauh sebelum beliau dilahirkan dalam kata-kata yang sama: “Dan aku beri nama dia Maryam dan aku memohonkan untuk dia dan keturunannya dalam perlindungan Dikau dari setan yang terkutuk” (3:35), dimana kata I’azah atau u’idzah digunakan dalam arti istighfar yang makna keduanya sama saja yakni mohon perlindungan.</p>
<p>Sebelum meninggalkan masalah ini, perlu kiranya memberikan penerangan terhadap satu poin lagi. Seringkali dikatakan bahwa Nabi itu diperintahkan untuk ber-istighfar karena dhanb yang artinya berdosa. Bahkan sekalipun berdosa itu disebut dhanb, maknanya sama saja yaitu mohon perlindungan Ilahi dari dhanb bagi orang yang bertanggungjawab atas perbuatannya. Tapi sebenarnya dhanb itu istilah yang luas sekali maknanya dan tidak selalu menunjukkan kepada dosa. Imam Raghib memberitahu kepada kita bahwa kata dhanb makna aslinya adalah mengambil buntut sesuatu, dan ini diterapkan kepada setiap perbuatan yang konsekwensinya tidak dipertanggungjawabkan atau tidak baik. Menurut Lane, dhanb artinya dosa, kejahatan, kesalahan. Ini dikatakan berbeda dengan kata itsmun, apakah perbuatan itu disengaja atau dilakukan karena kealpaan, dimana itsmun khususnya dilakukan secara sengaja (lihat Lane Lexicon yang dikutip secara resmi). Maka nampaklah kata dhanbun adalah kata yang luas sekali artinya dan dapat digunakan sebagai dosa karena kelalaian jiwa, karena kekurangan akibat ketidak sengajaan, dan bahkan terhadap kekurangan dan ketidak sempurnaan yang bisa mengakibatkan kurang berkenan, dan penggunaan kata-kata ini di dalam Qur’an Suci, diterapkan kepada semua naungan ketidak sengajaan, dari kesalahan yang paling mendasar hingga kepada kecacatan dan ketidak sempurnaan sifat manusia bahkan orang yang sempurna pun tidak luput darinya, ini sesuai sekali dengan yang dikatakan kamus tadi. Dalam bahasa Inggris kata sin (dosa) tidak ada sama dengan kata dhanbun, dan kata fault (khilaf), lebih dekat kepada arti yang lebih luas.</p>
<p>Seringkali kita diberitahu oleh kaum Kristen yang tak bertanggungjawab yang selalu kontroversial bahwa Nabi Suci Muhammad menyembah berhala di waktu kanak-kanaknya dan karenanya beliau disebut seorang yang sesat di dalam Qur’an. Pernyataan ini tidak sedikit buktinya. Di satu pihak, ada kesaksian sejarah yang meyakinkan bahwa, sewaktu perjalanan awalnya ke Syria sewaktu menemani pamannya, beliau mengatakan benci sekali terhadap penyembahan berhala, maka ketika dua berhala diberi nama di hadapan beliau, beliau berteriak: “Demi Allah! Saya tak pernah membenci sesuatu sebenci terhadap memberikan sesajen kepada berhala”. Semasa kanak-kanaknya, banyak sekali cerita lucu yang berhubungan dengan pamannya, Abu Thalib yang sangat terkesan sekali pada Nabi karena akhlaknya yang mulia yang terdapat padanya, yang di hari belakangan bangsanya sendiri semuanya melawan beliau, ketika kaum Quraisy bangkit melawan beliau seorang diri, dan ini menjadi bukti kuat kebencian beliau terhadap penyembahan berhala dan segala sesuatu yang menyerupai itu. Abu Thalib memberitahukan saudaranya ‘Abbas bahwa beliau tak pernah menjumpai Muhammad berkata dusta, tidak pula pernah melihat beliau mengejek atau membodoh-bodohi orang (istilah umum mengenai keburukan); tidak pernah pula pergi bersama anak-anak lainnya untuk bersenang-senang. Bukan saja perilaku yang tak ada harganya ataupun perbuatan rendah yang tak pernah dijumpai pada diri beliau, tapi kemuliaan, ketulusan, rasa hormat, jujur dan akhlak mulia lainnya saja yang bisa dijumpai pada pribadi beliau hingga beliau menerima gelar Al-Amin (Yang paling amanah) dari kalangan sebangsanya.</p>
<p>Di mana pun di dalam Qur’an Suci tidak ada pernyataan atau kata-kata bahwa beliau itu sesat. Di pihak lain, jelas sekali dikatakan: “Sahabatmu tidaklah sesat, tidak pula menyimpang” (53:2). Kata dall tidak selalu berarti seseorang itu sesat. Lane memberitahu kita bahwa ucapan dalla yang kata daall adalah bentuk nominatif yang artinya dia bingung dan tak bisa melihat jalan. Dalam arti inilah yang disampaikan oleh kata dall di dalam 93:7, sebagaimana teksnya jelas sekali menunjukkan. Di sana ada satu pernyataan dari tiga:</p>
<p>“Bukankah Ia menemukan engkau seorang anak yatim, lalu Ia memberi perlindungan? Dan mendapatkan engkau tidak bisa melihat jalan dan ditunjukkanya? Dan mendapatkan engkau dalam kekurangan dan Ia mencukupi engkau dari kekurangan itu?” (93:6-8).</p>
<p>Dan sehubungan dengan tiga pernyataan tersebut khususnya dan dalam maksud yang sama, kita dapati tiga perintah:</p>
<p>Terhadap anak yatim kita tidak boleh menindasnya. Dan bagi orang yang bertanya, kita tidak boleh mencemoohkannya. Dan terhadap karunia Ilahi kita harus menyatakannya.</p>
<p>Ini terlihat jelas bahwa dalam pernyataan pertama, kita mempunyai pernyataan Nabi Suci sebagai anak yatim, menurut anjuran pertama tadi bahwa terhadap anak yatim itu kita tidak boleh menindas. Dan pada pernyataan ketiga kita dapati Nabi Suci dikatakan orang yang kekurangan dan karunia Ilahi memenuhi kekurangan itu, menurut anjuran ketiga tadi dia harus menyatakan karunia itu kepada dunia.</p>
<p>Penyajian itu memberi keyakinan bahwa pernyataan yang kedua dan anjuran yang kedua itu harus juga berhubungan satu sama lain. Nah anjuran kedua itu jelas sekali. Dikatakan bahwa seseorang yang memohon sesuatu jangan dicemoohkan, sementara pernyataan kedua mengatakan bahwa Nabi telah diberi petunjuk setelah mendapatkan pernyataan itu. Hubungan antara keduanya meyakinkan bahwa pernyataan itu adalah pernyataan seseorang yang meminta kebenaran agama, sebab konsekwensi dari itu adalah petunjuk yang benar. Jadi kenyataannya menyebutkan bahwa Nabi Suci, mendapat orang di sekeliling beliau dalam keadaan jahiliyah, dan beliau sangat berharap sekali dapat memperbaiki mereka, namun belum mendapat jalan bagaimana cara untuk mereformasi mereka, dan Tuhan sendirilah yang memberi petunjuk atau jalan tersebut kepada beliau. Allah mendapati Nabi sedang mencari-cari jalan, tapi beliau benar-benar belum mendapat jalan dengan usahanya sendiri, lalu Dia memberi petunjuk kepadanya dengan Cahaya Ilahi. Dan Qur’an Suci menjelaskan sendiri ketika difirmankan di tempat lain:</p>
<p>“Dan demikianlah Kami wahyukan kepada engkau suatu Kitab yang membangkitkan ruh dengan perintah Kami. Engkau tak tahu apakah Kitab itu, dan tak tahu pula apakah Iman itu; tetapi Kami membuat itu cahaya, yang dengan cahaya itu Kami memberi petunjuk kepada siapa saja yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami” (42:52).</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-vi-kedatangan-yang-kedua-kali-17/" title="Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]">Bab VI: Kedatangan Yang Kedua Kali [17]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-wafatnya-kristus-16/" title="Bab V: Wafatnya Kristus [16]">Bab V: Wafatnya Kristus [16]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-22-15/" title="Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]">Bab V: Dugaan Naik Ke Langit (2/2) [15]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-v-dugaan-naik-ke-langit-12-14/" title="Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]">Bab V: .Dugaan Naik Ke Langit (1/2) [14]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iv-panggilan-13/" title="Bab IV: Panggilan [13]">Bab IV: Panggilan [13]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/bab-iii-peristiwa-luar-biasa-di-waktu-kelahiran-12/" title="Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]">Bab III: Peristiwa Luar Biasa di Waktu Kelahiran [12]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-kemuliaan-sang-ibu-11/" title="Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]">Bab III: Kemuliaan Sang Ibu [11]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]"><img src="Array" alt=" Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]"  title="Bab II: Tak Berdosa (3/3)[8]" /></a>November 5, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/kelahiran-pemberitahuan-kelahiran-22-10/" title="Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]">Bab III: Pemberitahuan Kelahiran (2/2) [10]</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/tak-berdosa-338/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

