<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Buku Dunia Islam</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/artikel-dan-informasi-dunia-islam/buku-dunia-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 12:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Asal Manusia (5/5)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-55/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-55/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 16:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Asal Usul Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=1293</guid>
		<description><![CDATA[Kompleksitas Cairan Pembuah &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; (5/5) Ini merupakan suatu konsep yang sangat tepat dan dengan gamblang diungkapkan dalam ayat-ayat Al-Quran berikut ini. [Tulisan Arab] &#8220;Sungguh Kami telah membentuk manusia dari sejumlah kecil cairan yang bercampur.&#8221; (QS 76 :2) Istilah &#8216;cairan-cairan yang bercampur&#8217; berkaitan dengan kata Arab amsyaj. Para pengulas terdahulu mengartikan kata ini sebagai suatu cairan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                           <strong>      Kompleksitas Cairan Pembuah</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
                                                       (5/5)</p>
<p>Ini  merupakan  suatu  konsep  yang  sangat tepat dan dengan<br />
gamblang diungkapkan dalam ayat-ayat Al-Quran berikut ini.</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Sungguh Kami telah membentuk manusia  dari  sejumlah  kecil<br />
cairan yang bercampur.&#8221; (QS 76 :2)</p>
<p>Istilah &#8216;cairan-cairan yang bercampur&#8217; berkaitan dengan kata<br />
Arab amsyaj. Para pengulas terdahulu  mengartikan  kata  ini<br />
sebagai   suatu  cairan  laki-laki dan  wanita[9] sedemikian<br />
sehingga seakan-akan wanita juga menghasilkan  cairan-cairan<br />
yang  berperan  dalam reproduksi. Penafsiran seperti ini tak<br />
bisa dipertahankan lagi. Hal ini tak  lain  adalah  cerminan<br />
dari   gagasan-gagasan   yang  populer  pada  saat  Al-Quran<br />
diwahyukan kepada manusia, suatu periode  yang  di  dalamnya<br />
secara  amat  alami orang tak tahu apa-apa tentang fisiologi<br />
atau embriologi wanita.  Hal  ini  menjelaskan  kenapa  para<br />
pengulas terdahulu percaya pada kemaujudan suatu cairan yang<br />
bersumber dari wanita yang berperan dalam proses  pembuahan.<br />
Celakanya,  pendapat-pendapat  seperti ini, yang diungkapkan<br />
oleh para pengulas yang tak syak lagi sangat  terkemuka  dan<br />
memenuhi  syarat  untuk  berbicara  tentang  masalah-masalah<br />
keagamaan,  terus  mempengaruhi  penafsiran-penafsiran  yang<br />
diberikan oleh para ahli masa kini berkenaan dengan berbagai<br />
macam masalah, yaitu gejala-gejala alam.  Oleh  karena  itu,<br />
kita  mesti  menegaskan  fakta  bahwa sel telur wanita tidak<br />
terkandung di dalam suatu cairan seperti sperma,  dan  bahwa<br />
berbagai  keluaran  getah  yang benar-benar terjadi di dalam<br />
vagina dan  lendir  rahim  sepenuhnya  tak  ada  hubungannya<br />
dengan  pembentukan suatu manusia baru sejauh menyangkut zat<br />
aktual mereka.</p>
<p>&#8216;Cairan-cairan yang bercampur&#8217; yang  dirujuk  oleh  Al-Quran<br />
hanya  khas  bagi  cairan sperma yang kompleksitasnya dengan<br />
demikian terpaparkan.</p>
<p>Seperti   kita   ketahui,   cairan    ini    terdiri    atas<br />
keluaran-keluaran  getah dari kelenjar-kelenjar berikut ini:<br />
buah   pelir-buah   pelir   benih   (mani),   prostat*   dan<br />
kelenjar-kelenjar yang melekat pada saluran kencing.</p>
<p>Al-Quran  masih  menyebut  hal-hal lain. Ia juga menjelaskan<br />
kepada kita bahwa unsur pembuah  pria  berasal  dari  cairan<br />
sperma.</p>
<p>&#8220;(Tuhan)  menjadikan  keturunannya dari saripati cairan yang<br />
hina.&#8221; (QS 32:8)</p>
<p>Kata sifat &#8216;yang hina&#8217; (mahin di dalam  bahasa  Arab)  mesti<br />
diterapkan   tidak   saja  pada  sifat  cairan  itu  sendiri<br />
melainkan juga pada  fakta  bahwa  ia  disemprotkan  melalui<br />
saluran kencing.</p>
<p>Mengenai  kata  &#8216;saripati&#8217;,  kita sekali lagi bertemu dengan<br />
kata Arab sulalat, yang kepadanya kita  tadi  merujuk  dalam<br />
memperbincangkan  pembentukan  manusia,  selama  Penciptaan,<br />
dari &#8216;sari pati&#8217; lempung. Hal  itu  menunjuk  pada  &#8216;sesuatu<br />
yang diambil dari sesuatu yang lain&#8217;, sebagaimana kita lihat<br />
di atas, dan juga kepada  bagian  terbaik  dari  sesuatu  &#8216;.<br />
Konsep  yang  diungkapkan  di sini tidak bisa tidak, membuat<br />
kita berpikir tentang spermatozoa.</p>
<p>          <strong> Penanaman Telur Dalam Organ-Organ Kemaluan Wanita</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Penanaman sel telur  yang  telah  terbuahi  di  dalam  rahim<br />
disebutkan  dalam  banyak  ayat  Al-Quran.  Kata  Arab  yang<br />
digunakan dalam konteks ini adalah &#8216;alaq, yang arti tepatnya<br />
adalah  &#8216;sesuatu  yang  bergantung&#8217;  sebagaimana  dalam ayat<br />
berikut ini.</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Bukankah (manusia) dahulu adalah sejumlah kecil sperma yang<br />
ditumpahkan?  Kemudian  ia  menjadi sesuatu yang bergantung;<br />
lalu  Allah  membentuknya  dalam  ukuran  yang   tepat   dan<br />
selaras.&#8221; (QS 75:37-38)</p>
<p>Merupakan suatu fakta yang kuat bahwa sel telur yang dibuahi<br />
tertanam dalam  lendir  rahim  kira-kira  pada  hari  keenam<br />
setelah  pembuahan  mengikutinya dan secara anatomis sungguh<br />
telur tersebut merupakan sesuatu yang bergantung.</p>
<p>Gagasan tentang  &#8216;kebergantungan&#8217;  mengungkapkan  arti  asli<br />
kata  dalam  bahasa Arab &#8216;alaq. Salah satu turunan dari kata<br />
tersebut adalah  &#8216;segumpal  darah,&#8217;  suatu  penafsiran  yang<br />
masih  kita  temukan  sekarang  dalam  terjemahan-terjemahan<br />
Al-Quran. Hal ini sepenuhnya merupakan terjemahan yang tidak<br />
tepat  dari  pengulas-pengulas  zaman  dahulu yang melakukan<br />
penafsiran  menurut  arti  turunan  kata  tersebut.   Karena<br />
kurangnya pengetahuan pada waktu itu, maka mereka tak pernah<br />
menyadari bahwa arti asli  kata  tersebut  sudah  sepenuhnya<br />
memadai. Di samping itu, dalam hal ayat-ayat yang mengandung<br />
pengetahuan modern, ada satu kaidah umum yang  terbukti  tak<br />
pernah  salah,  yaitu bahwa makna paling tua dari suatu kata<br />
selalu  merupakan  arti  yang   dengan   jelas   menunjukkan<br />
kesetaraannya   dengan   penemuan-penemuan   ilmiah,  sedang<br />
arti-arti  turunannya  secara  berubah-ubah  membawa  kepada<br />
pernyataan-pernyataan  yang  tidak  tepat  atau  malah  sama<br />
sekali tak punya arti.</p>
<p>                             <strong>  Evolusi Embrio di Dalam Rahim</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Segera setelah berevolusi melampaui tahap yang dicirikan  di<br />
dalam   Al-Quran   oleh   kata   sederhana   &#8216;sesuatu   yang<br />
bergantung,&#8217; embrio, menurut Al-Quran, melewati  satu  tahap<br />
yang  di  dalamnya  ia  secara harfiah tampak seperti daging<br />
(daging yang digulung-gulung). Sebagaimana kita  ketahui  ia<br />
terus  tampak  demikian  sampai  kira-kira  hari kedua puluh<br />
ketika ia mulai secara bertahap  mengambil  bentuk  manusia.<br />
Jaringan-jaringan  tulang  dan  tulang belulang mulai tampak<br />
dalam  embrio  itu  yang  secara  berturutan  diliputi  oleh<br />
otot-otot.  Gagasan  ini  diungkapkan dalam Al-Quran sebagai<br />
berikut:</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Kami  bentuk  hal  yang  menjadi   segumpal   daging   yang<br />
digulung-gulung, dan segumpal daging itu Kami bentuk menjadi<br />
tulang-belulang,  lalu  tulang-belulang  itu  Kami   bungkus<br />
dengan daging yang utuh.&#8221; (QS 23 14)</p>
<p>Dua  tipe  daging  yang  diberi  dua  nama  berbeda di dalam<br />
Al-Quran,  yang  pertama  &#8216;daging  yang   digulung-digulung&#8217;<br />
disebut  sebagai  mudhraj,  sedang  yang  kedua &#8216;daging yang<br />
masih  utuh&#8217;  ditunjukkan  oleh  kata   lahm   yang   memang<br />
menguraikan secara amat tepat bagaimana rupa otot itu.</p>
<p>Al-Quran   juga   menyebutkan  munculnya  indera-indera  dan<br />
bagian-bagian dalam tubuh.</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;(Tuhan) menganugerahkan bagimu pendengaran, penglihatan dan<br />
bagian-bagian dalam tubuh.&#8221; (QS 32:9)</p>
<p>Penunjukan  dalam  Al-Quran kepada organ-organ seksual mesti<br />
juga  kita  perhatikan,  karena  perujukan  olehnya  sungguh<br />
sangat tepat sebagaimana ditunjukkan oleh ayat ini.</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;(Tuhan)    membentuk   berpasang-pasangan   laki-laki   dan<br />
perempuan dari sejumlah kecil (sperma) ketika sejumlah kecil<br />
(sperma) itu dipancarkan.&#8221; (QS 53 :45-46)</p>
<p>Sebagaimana  telah  kita  lihat di atas, Al-Quran menekankan<br />
fakta bahwa hanya sejumlah amat  kecil  cairan  sperma  yang<br />
dibutuhkan   untuk  pembuahan.  Unsur  pembuah  pria,  yaitu<br />
spermatozoa, mengandung hemicromosom  yang  akan  menentukan<br />
jenis  kelamin  calon manusia itu. Saat-saat yang menentukan<br />
terjadi ketika spermatozoa menembus sel telur  dan  kemudian<br />
jenis kelamin tersebut tidak berubah. Ayat-ayat yang dikutip<br />
di atas menunjukkan bahwa jenis kelamin  manusia  ditentukan<br />
oleh  sejumlah  kecil  cairan  pembuah.  Cairan  inilah yang<br />
membawa  spermatozoa  yang  mengandung   hemicromosom   yang<br />
menentukan  bentuk  seksual  manusia baru. Dalam konteks ini<br />
teks Al-Quran  dan  data  embriologi  modern  secara  sangat<br />
mencengangkan ternyata sama.</p>
<p>Semua  pernyataan  ini  sesuai  dengan fakta-fakta kuat masa<br />
kini. Tetapi bagaimana  orang-orang  yang  hidup  pada  masa<br />
Muhammad  dapat mengetahui berbagai rinci embriologi? Karena<br />
data ini belum ditemukan sampai seribu tahun  setelah  wahyu<br />
Al-Quran diturunkan. Sejarah sains membuat kita menyimpulkan<br />
bahwa tak ada satu penjelasan  manusia  mengenai  kemaujudan<br />
ayat-ayat ini di dalam Al-Quran.</p>
<p>     <strong>Transformasi-Transformasi Bentuk Manusia Sepanjang Abad<br />
                                  dan Perkembangan Embrionik</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Bagi orang-orang yang  tidak  akrab  dengan  embriologi  dan<br />
genetika,   tidak  segera  tampak  bahwa  setiap  dan  semua<br />
modifikasi  yang  berlangsung  di  dalam  individu   manusia<br />
berasal  dari  perubahan-perubahan yang terjadi pada gen-gen<br />
yang diberikan kepada individu baru  oleh  kromosom-kromosom<br />
yang diturunkan dari ayah dan ibunya. Sebagaimana dinyatakan<br />
sebelumnya, satu pembagian berlangsung dalam setiap  warisan<br />
genetis yang diikuti satu penyatuan unsur-unsur yang berasal<br />
dari paruh masing-masing. Hal ini dengan  cepat  menimbulkan<br />
awal  perubahan-perubahan  morfologis  selama kehamilan, dan<br />
dengan demikian juga modifikasi-modifikasi  fungsional  yang<br />
muncul  kemudian.  Dengan demikian transformasi-transformasi<br />
terus  berlangsung  setelah  lahirnya  sang  bayi,  melewati<br />
pertumbuhan  masa  kecil,  hingga individu tersebut mencapai<br />
kedewasaan dan transformasi-transformasi tersebut sepenuhnya<br />
sempurna.</p>
<p>Jika  konsep-konsep  ini  tidak  dipahami dengan benar, maka<br />
kesalahan-kesalahan   bisa    terjadi    berkenaan    dengan<br />
gagasan-gagasan   orang-orang   yang  biasa  berpikir  bahwa<br />
ayat-ayat Al-Quran yang  dikutip  dalam  bab  ini  berkenaan<br />
hanya   dengan   perkembangan   bayi   di  dalam  rahim  dan<br />
mengabaikan perkembangan morfologis berikutNya dari  manusia<br />
itu.  Itulah sebabnya kenapa sangat penting untuk memasukkan<br />
semua ayat yang merujuk pada reproduksi manusia dalam  studi<br />
kita mengenai bagian -bagian teks Al-Quran yang- sejauh yang<br />
dapat saya lihat berhubungan dengan transformasi-transformasi<br />
bentuk manusia selama berabad-abad.</p>
<p>Untuk menjernihkan persoalan ini, saya akan memberikan  satu<br />
contoh  berkenaan dengan transformasi patologis yang terdiri<br />
atas suatu kerusakan bawaan yang khususnya umum  terjadi  di<br />
antara   kesalahan-kesalahan   pembentukan   manusia:  yaitu<br />
mongolisme.° Penemuan-penemuan telah menunjukkan  bahwa  hal<br />
itu  disebabkan atau diakibatkan oleh berlipat tiganya suatu<br />
kromosom yang telah diberi nomor 21, yang darinya  kerusakan<br />
tersebut mengambil nama Trisomi 21. Pada masa kini diketahui<br />
bahwa penyebabnya  terletak  pada  gen-gen  yang  terkandung<br />
dalam  kromosom  dan bahwa kerusakan tersebut terjadi dengan<br />
frekuensi maksimum ketika ibu sang bayi berumur  lebih  dari<br />
40 tahun.</p>
<p>Penyakit  tersebut  dicirikan  oleh suatu perkembangan fisik<br />
dan intelegensia kanak-kanak  dan  bentuk-bentuk  morfologis<br />
khas  tertentu  yang  barangkali  tidak  tampak  jelas waktu<br />
kelahiran tapi kemudian menjadi sangat nyata. Jadi,  kondisi<br />
tersebut  dikenali, cepat atau lambat, sesuai dengan tingkat<br />
keseriusannya.  Meskipun   demikian,   apa   pun   kasusnya,<br />
karakteristik   dasarnya   diperoleh   selama  minggu-minggu<br />
pertama kehidupan.</p>
<p>Modifikasi-modifikasi morfologis yang  bermacam-macam  dalam<br />
diri  manusia  mengikuti  pola  yang  sama.  Proses tersebut<br />
bermula selama kehamilan, dan secara bertahap menjadi  lebih<br />
nyata  hingga  manusia  tersebut mencapai kedewasaan. Dengan<br />
demikian,  selama  generasi-generasi  yang  berturutan  yang<br />
memisahkan   Australopitecus   dari   manusia  modern  (yang<br />
mencapai sepuluh ribu unit), masuk akallah untuk beranggapan<br />
bahwa  tak  sedikit  modifikasi  yang  terjadi  dalam setiap<br />
generasi, yang secara bertahap tertumpuk hingga menghasilkan<br />
transformasi-transformasi     yang     melahirkan    manusia<br />
sebagaimana kita kenali pada masa  kini.  Oleh  karena  itu,<br />
adalah  mustahil,  berkenaan  dengan  hasil  akhirnya, untuk<br />
memisahkan modifikasi-modifikasi  kecil  yang  selaras  yang<br />
terjadi  atau  berlangsung  dalam  setiap  generasi di dalam<br />
rahim dari transformasi-transformasi menyeluruh yang terjadi<br />
atas  sejumlah  besar  generasi.  Penjelasan  ini diperlukan<br />
untuk  memahami  cara  Al-Quran  mengungkapkan  konsep  ini,<br />
sehubungan  dengan  evolusi  embrio  di dalam rahim, menurut<br />
kehendak Allah, sebagaimana dinyatakan dengan jelas di dalam<br />
Al-Quran.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Catatan kaki:</strong></p>
<p>°  Mongolisme:  kepandiran  bawaan,  yang  dalam  kepandiran<br />
bawaan itu seorang anak dilahirkan dengan  tengkorak  kepala<br />
yang  pendek  dan  rata  (pesek), kedua mata yang sipit, dan<br />
kelainan-kelainan lain -penyunting</p>
<p>                                      <strong>  SELESAI   </strong>     </p>
<p>Asal Manusia<br />
Menurut Bibel, Al-Quran, Sains<br />
oleh Dr. Maurice Bucaille<br />
Penerbit Mizan, Cetakan VII, 1994</p>
<p>Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota</p>
<p>Please direct any suggestion t</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (5/5)"  title="Asal Manusia (5/5)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-55/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Manusia (4/5)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-45/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-45/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 16:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Asal Usul Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=1290</guid>
		<description><![CDATA[REPRODUKSI MANUSIA: AKIBAT-AKIBATNYA ATAS TRANSFORMASI- TRANSFORMASI SPESIES (4/5) &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Setelah mencapai bab penelitian kita ini berkenaan dengan jawaban-jawaban yang diberikan oleh Al-Quran kepada pertanyaan &#8216;dari manakah asal-usul manusia?&#8217; kiranya kita barangkali cenderung untuk berpikir bahwa tema ini telah sepenuhnya tergarap. Halnya memang tampak demikian setelah kita pelajari ayat-ayat yang dikutip dalam dua bab sebelumnya. Tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>REPRODUKSI MANUSIA: AKIBAT-AKIBATNYA ATAS TRANSFORMASI-<br />
    TRANSFORMASI SPESIES                               (4/5)<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Setelah mencapai bab penelitian kita  ini  berkenaan  dengan<br />
jawaban-jawaban   yang   diberikan   oleh   Al-Quran  kepada<br />
pertanyaan &#8216;dari manakah asal-usul  manusia?&#8217;  kiranya  kita<br />
barangkali  cenderung  untuk  berpikir  bahwa tema ini telah<br />
sepenuhnya tergarap. Halnya memang tampak  demikian  setelah<br />
kita   pelajari   ayat-ayat   yang  dikutip  dalam  dua  bab<br />
sebelumnya. Tetapi kita mesti  ingat  bahwa  mengenai  salah<br />
satu  ayat ini kita melihat betapa bermanfaatnya untuk terus<br />
melanjutkan analisis kita dengan  bertumpu  pada  data  yang<br />
terdapat  di  dalam  Al-Quran  berkenaan  dengan  reproduksi<br />
manusia.</p>
<p>Sesungguhnya pernyataan-pernyataan Al-Quran yang berhubungan<br />
dengan     tema     ini    mengandung    jawaban    terhadap<br />
pertanyaan-pertanyaan   mengenai   transformasi-transformasi<br />
yang  terjadi  dalam  morfologi  manusia selama berabad-abad<br />
yang memang diatur oleh kode genetik yang  terbentuk  karena<br />
bersatunya  kromosom-kromosom  yang  diterima  dari  sel-sel<br />
reproduksi keayahan dan keibuan.  Dengan  demikian,  warisan<br />
genetik   yang  disatukan  menentukan  pertama embrio[7] dan<br />
kemudian   foitus,[8]    suatu     kemungkinan     munculnya<br />
perubahan-perubahan   morfologis   sebagaimana  dibandingkan<br />
dengan    yang    dimiliki    oleh    ayah     atau     ibu.<br />
Modifikasi-modifikasi   ini   menjadi  bersifat  pasti  atau<br />
definitif setelah anak dilahirkan dan selama  pertumbuhannya<br />
di  masa  kanak-kanaknya. Paling tidak modifikasi-modifikasi<br />
ini memberi kepada sang  anak  kepribadian  struktural  yang<br />
bersifat khas. Lepas dari kembar identik yang terbentuk dari<br />
satu ovule tak satu manusia pun benar-benar sama  satu  sama<br />
lain.   Sedangkan  paling  jauh  hal  ini  adalah  persoalan<br />
perbedaan-perbedaan susunan yang  mempengaruhi  spesies  itu<br />
sendiri.  Karena  itu,  keseluruh-terpaduan  perubahan  yang<br />
terjadi dari generasi ke generasi, yang akhirnya  menentukan<br />
transformasi-transformasi morfologis yang telah dicatat oleh<br />
para ahli paleontologi pada berbagai kelompok manusia  sejak<br />
zaman dulu.</p>
<p>Konsekuensinya,  kita  harus  meninjau  kembali  pokok-pokok<br />
utama mengenai reproduksi yang terdapat di  dalam  Al-Quran.<br />
Oleh karena itu, secara ringkas saya akan meringkaskan studi<br />
terinci atas masalah ini yang muncul dalam  Bibel,  Al-Quran<br />
dan Sains Modern.</p>
<p>Bagi  kita,  menangkap  makna  (khususnya  berkenaan  dengan<br />
perbandingan antara  pernyataan-pernyataan  yang  terkandung<br />
didalam  Kitab-kitab  Suci  dan  data saintifik), kita mesti<br />
ingat bahwa teks tersebut  diturunkan  kepada  manusia  pada<br />
abad  ketujuh AD (Anno Domini)*. Karya manusia apa pun pada<br />
masa itu mengemukakan pernyataan-pernyataan yang tak  tepat.<br />
Ilmu  belum  berkembang,  maka mau tak mau pemaparan apa pun<br />
mengenai reproduksi  manusia  penuh  dengan  gagasan-gagasan<br />
yang  berasal  dari  mitos dan tahyul. Harus bagaimana lagi,<br />
sebab untuk memahami mekanisme kompleks  dalam  proses  ini,<br />
manusia  harus mengetahui anatomi dan menggunakan mikroskop,<br />
dan ilmu-ilmu dasar mesti dimaujudkan sehingga hal ini  akan<br />
melicinkan   jalan   bagi  fisiologi,  embriologi  dan  ilmu<br />
kebidanan.</p>
<p>                          Pengingat Gagasan-Gagasan Tertentu<br />
                                 Mengenai Reproduksi Manusia<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Yang  saya  niatkan  di sini bukanlah mengajukan teori-teori<br />
tetapi  menyajikan  gagasan-gagasan  yang  didasarkan   pada<br />
fakta-fakta.   Teori-teori   pada  hakikatnya  terbuka  bagi<br />
perubahan. Jika didekati dari suatu  sudut  teoritis,  sains<br />
yang  berada  dalam  keadaan  yang  sahih sekarang bisa saja<br />
disalahkan besok. Oleh karena itu, suatu dasar yang  memadai<br />
untuk  perbandingan  adalah  dasar  yang  bertumpu pada daya<br />
saintifik dan  tidak  terbuka  bagi  perubahan,  yang  telah<br />
benar-benar  dikukuhkan dan diuji melalui eksperimentasi dan<br />
malah mungkin telah secara efektif dipraktekkan.</p>
<p>Sudah merupakan fakta yang diakui bahwa  reproduksi  manusia<br />
berlangsung dalam suatu rangkaian proses yang dimulai dengan<br />
pembuahan di dalam tabung Falopia,*  suatu  sel  telur  yang<br />
telah memisahkan dirinya dari indungnya di tengah perjalanan<br />
melalui siklus menstrual. Yang melakukan pembuahan  tersebut<br />
adalah  suatu sel yang berasal dari pria, yaitu spermatozoa,<br />
yang berpuluh-puluh juta spermatozoa terkandung  dalam  satu<br />
sentimeter  kubik sperma. Meskipun demikian, yang dibutuhkan<br />
untuk menjamin terjadinya pembuahan adalah satu  spermatozoa<br />
saja,  atau  dengan  kata lain, sejumlah sangat kecil cairan<br />
sperma. Cairan benih dan spermatozoa  diproduksi  oleh  buah<br />
pelir  dan  untuk  waktu  tertentu  disimpan  di dalam suatu<br />
sistem saluran dan tandon. Ketika  terjadi  kontak  seksual,<br />
spermatozoa  itu  berpindah  dari  tempat  penyimpanannya ke<br />
saluran  kencing,  dan  di  tengah  jalan,  cairan  tersebut<br />
diperkaya  dengan keluaran-keluaran getah lebih lanjut yang,<br />
meskipun demikian,  tidak  mengandung  unsur-unsur  pembuah.<br />
Keluaran-keluaran   getah   ini,   meskipun  demikian,  akan<br />
memberikan suatu  pengaruh  besar  atas  pembuahan  tersebut<br />
dengan  membantu  sperma  untuk  sampai  ke tempat sel telur<br />
wanita dibuahi. Dengan demikian, cairan sperma itu merupakan<br />
suatu  campuran:  ia  mengandung  cairan  benih dan berbagai<br />
keluaran getah tambahan.</p>
<p>Begitu sel telur dibuahi, ia turun ke rahim  melalui  tabung<br />
Falopia;  bahkan  pada  saat ia turun itulah, ia telah mulai<br />
terpecah. Kemudian &#8216;menanamkan&#8217; dirinya dengan  menyusup  ke<br />
dalam ketebalan atau kekentalan lendir dan otot-otot, begitu<br />
tembuni terbentuk.</p>
<p>Segera  setelah  embrio  tampak  oleh  mata  telanjang,   ia<br />
terlihat  sebagai  suatu  kelemit daging yang tidak memiliki<br />
bagian-bagian yang bisa dibedakan.  Di  sana  ia  berkembang<br />
secara  bertahap hingga mencapai satu bentuk manusia, selama<br />
tahap-tahap ini bagian-bagian tertentu seperti  kepala  agak<br />
lebih   besar   volumenya   dibanding   bagian-bagian  tubuh<br />
selebihnya. Hal-hal ini akhirnya menyusut,  sedang  struktur<br />
penopang  hidup  dasar  membentuk  kerangka yang dikelilingi<br />
otot-otot, sistem syaraf, sistem peredar, isi perut  (bagian<br />
dalam tubuh) dan sebagainya.</p>
<p>                        Pernyataan-Pernyataan dalam Al-Quran<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Ringkasan  singkat  di  atas menggambarkan tahap-tahap dasar<br />
perkembangan yang pada  halaman-halaman  berikut  akan  kita<br />
perbandingkan  dengan  pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran.<br />
Untuk lebih  mempermudah  pemahaman  atas  butir-butir  yang<br />
diajukan  di  dalam  Al-Quran, kiranya bisa didaftar sebagai<br />
berikut:</p>
<p>1. sejumlah kecil cairan yang dibutuhkan untuk pembuahan;<br />
2. campuran  cairan  pembuahan;<br />
3. penanaman telur yang telah dibuahi;<br />
4. evolusi embrio</p>
<p>             Sejumlah Cairan Yang Dibutuhkan Untuk Pembuahan<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;(Tuhan) telah membentuk manusia dari sejumlah kecil  mani.&#8221;<br />
(QS 16:4)</p>
<p>Ungkapan  ini  terdapat  sebelas  kali  dalam Al-Quran. Kata<br />
bahasa Arab yang  diterjemahkan  di  sini  sebagai  sejumlah<br />
kecil  (sperma)  adalah nuthfah. Barangkali hal ini bukanlah<br />
penerjemahan yang paling ideal,  tetapi  tampaknya  tak  ada<br />
satu  kata  dalam  bahasa  Inggris  pun yang bisa sepenuhnya<br />
menangkap makna penuhnya. Kata tersebut  berasal  dari  kata<br />
kerja   bahasa   Arab  yang  berarti  &#8216;jatuh  bertitik  atau<br />
menetes.&#8217; Arti utamanya merujuk  kepada  jejak  cairan  yang<br />
tertinggal di dasar sesuatu ember setelah ember dikosongkan.<br />
Dengan kata lain sejumlah sangat kecil cairan yang merupakan<br />
arti  kedua  kata  tersebut  yaitu setetes air. Dalam contoh<br />
khusus ini ia berarti sejumlah  kecil  sperma,  karena  kata<br />
tersebut  dikaitkan  dengan  kata  &#8216;sperma&#8217;  (mani  di dalam<br />
bahasa Arab) dalam ayat berikut:</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Bukankah  (manusia)  dahulu  merupakan  setetes  mani  yang<br />
ditumpahkan.&#8221; (QS 75:37)</p>
<p>Penting  untuk  disadari  bahwa  Al-Quran  menyatakan secara<br />
jelas bahwa kemampuan sperma untuk membuahi tidak bergantung<br />
pada   volume  cairan  yang  di-&#8217;semburkan.&#8217;  Gagasan  bahwa<br />
sejumlah sangat kecil  cairan  sebagai  sepenuhnya  bersifat<br />
efektif tidak segera tampak nyata. Orang-orang yang tak tahu<br />
fakta sebenarnya berkenaan  dengan  gejala  ini  pasti  akan<br />
cenderung berpikir sebaliknya. Namun lebih dari seribu tahun<br />
sebelum kemaujudan spermatozoa ditemukan  di  awal  abad  17<br />
Al-Quran  mengungkapkan  gagasan-gagasan yang terbukti benar<br />
berdasarkan penemuan identitas  unsur  pembuah  yang  diukur<br />
dalam  satuan-satuan perseribu milimeter. Adalah benar-benar<br />
spermatozoalah yang terdapat  di  dalam  cairan  benih  yang<br />
mengandung  pita  DNA.  Hal  ini  pada  gilirannya membentuk<br />
kendaraan bagi gen-gen dari sang ayah  yang  bersatu  dengan<br />
gen-gen  dari ibu untuk membentuk warisan genetik bagi calon<br />
manusia.</p>
<p>Gen-gen yang terkandung di dalam sel reproduksi  pria  -yang<br />
bergabung  dengan  gen-gen  sel reproduksi wanita- membentuk<br />
faktor-faktor yang akan menentukan berbagai  kekhasan  calon<br />
manusia  itu.  Sebagaimana telah kita lihat sebelumnya dalam<br />
buku  ini,  begitu  penyusutan  kromatik  berlangsung,  maka<br />
spermatozoa    itu    membawa    gen-gen   yang   mengandung<br />
faktor-faktor yang menentukan apakah calon manusia itu  akan<br />
berjenis  kelamin  laki-laki  (hemicromosom  Y)  atau wanita<br />
(hemicromosom X). Jika, di antara  tak  terhitung  banyaknya<br />
spermatozoa yang berkumpul di sekitar tepi sel telur sebagai<br />
sel-sel  pembuah  yang  mungkin,   satu   spermatozoa   yang<br />
benar-benar  berhasil membuahinya mengandung hemicromosom Y,<br />
maka calon anak tersebut akan menjadi anak  laki-laki.  Jika<br />
spermatozoa  yang menembus sel telur mengandung hemicromosom<br />
X, maka anak tersebut akan menjadi seorang  anak  perempuan.<br />
Oleh  karena  itu,  jenis kelamin seseorang, secara genetik,<br />
ditentukan pada saat terjadi pembuahan oleh  unsur  pembuah,<br />
dalam     sejumlah     sangat    kecil,    dan    setelahnya<br />
kekhasan-kekhasan seksual  anak  tersebut  terus  terbentuk.<br />
Al-Quran mengandung pernyataan di bawah ini mengenai masalah<br />
di atas (ketika merujuk kepada manusia):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dari sejumlah kecil  cairan,  (Tuhan)  membentuknya  (dalam<br />
proporsi yang tepat) lalu menentukannya.&#8221; (QS 80:19)</p>
<p>(Saya  telah  menerjemahkan  kata khalaqa sesuai dengan arti<br />
aslinya  -yang  disebutkan  dalam  bab   sebelumnya-   yaitu<br />
&#8216;membentuk dengan proporsi yang sesuai&#8217; atau &#8216;membentuk&#8217; dan<br />
bukannya dengan kata kerja &#8216;menciptakan.&#8217;</p>
<p>Kita tentu mesti mengakui bahwa dalam hal ini ada kesesuaian<br />
yang   mencengangkan   antara   pernyataan-pernyataan  dalam<br />
Al-Quran berkenaan dengan suatu  ketentuan  yang  ditetapkan<br />
pada  tahap  ini  dan  pengetahuan  kita tentang fakta bahwa<br />
warisan genetik yang diterima dari ayahlah  yang  menentukan<br />
jenis kelamin seseorang suatu hal yang ditekankan di atas.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Catatan kaki:</p>
<p>7 Sebelum bulan kedua masa kehamilan.<br />
8 Setelah bulan kedua masa kehamilan.<br />
* Anno Domini: penanggalan yang dibuat dengan bertolak  dari<br />
kelahiran Yesus penyunting.<br />
*  Tabung  Falopia: pembuluh lembut yang menghubungkan rahim<br />
dengan daerah indung telur dalam  sistem  reproduksi  wanita<br />
(manusia)  dan  betina  (hewan-hewan bertulang belakang yang<br />
lebih tinggi) &#8211; penyunting.<br />
9 Jika memang demikian,  tentu  hukum-hukum  ketata-bahasaan<br />
satu segi  dari  teks  Al-Quran  yang tak pernah salah  akan<br />
menentukan bahwa kata itu muncul  dalam  bentuk  ganda,  dan<br />
bukan dalam bentuk jamak sebagaimana muncul di sini.<br />
*  Prostat: sebuah kelenjar pada hewan menyusui yang terdiri<br />
atas jaringan otot dan kelenjar  yang  mengelilingi  saluran<br />
kencing (sperma) pada kandung kemih -penyunting.</p>
<p>                                            (bersambung 5/5)</p>
<p>Asal Manusia<br />
Menurut Bibel, Al-Quran, Sains<br />
oleh Dr. Maurice Bucaille<br />
Penerbit Mizan, Cetakan VII, 1994</p>
<p>Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota</p>
<p>Please direct any suggestion to Media Team</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (4/5)"  title="Asal Manusia (4/5)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-45/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Manusia (3/5)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-35/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-35/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 16:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Asal Usul Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=1288</guid>
		<description><![CDATA[Transformasi-Transformasi Manusia Sepanjang Berabad-Abad &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Bertentangan dengan di atas, komentar yang diberikan terhadap beberapa ayat Al-Quran, yang akan saya kutip di bawah ini, terutama mengandung pengertian-pengertian material. Kita di sini berada di dalam lingkungan transformasi-transformasi morfologis tulen yang terjadi dalam cara yang selaras dan seimbang berkat adanya suatu organisasi yang amat terencana, mengingat fenomena-fenomena tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <strong>  Transformasi-Transformasi Manusia Sepanjang Berabad-Abad</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Bertentangan   dengan   di  atas,  komentar  yang  diberikan<br />
terhadap beberapa ayat Al-Quran, yang  akan  saya  kutip  di<br />
bawah   ini,   terutama   mengandung   pengertian-pengertian<br />
material.  Kita  di  sini   berada   di   dalam   lingkungan<br />
transformasi-transformasi   morfologis  tulen  yang  terjadi<br />
dalam cara yang selaras dan  seimbang  berkat  adanya  suatu<br />
organisasi  yang amat terencana, mengingat fenomena-fenomena<br />
tersebut terjadi dalam tahap-tahap yang  berturutan.  Dengan<br />
demikian,  kehendak  Tuhan yang terus-menerus memimpin nasib<br />
masyarakat manusia, ditampakkan dalam  keseluruhan  kekuatan<br />
dan keagungan-Nya melalui peristiwa-peristiwa ini.</p>
<p>Al-Quran,    pertama    kali,    berbicara   tentang   suatu<br />
&#8216;penciptaan&#8217;, tetapi ia meneruskan dengan menguraikan  suatu<br />
tahap kedua, yang di dalamnya Tuhan memberikan bentuk kepada<br />
manusia. Tak syak lagi, penciptaan dan organisasi morfologis<br />
manusia dilihat sebagai peristiwa-peristiwa yang berturutan.</p>
<p>Tuhan berbicara kepada manusia (perujukan nomor 13):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya  Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami<br />
memberimu  bentuk,  kemudian  Kami   katakan   kepada   para<br />
Malaikat: &#8216;Bersujudlah kamu kepada Adam&#8217;.&#8221; (QS 7:11)</p>
<p>Karenanya,  adalah  mungkin  untuk membedakan tiga peristiwa<br />
berturutan yang dua di antaranya penting  bagi  studi  kita:<br />
Tuhan  menciptakan  manusia  dan  kemudian  memberinya suatu<br />
bentuk (Shawwara dalam bahasa Arab).</p>
<p>Di bagian-bagian lain dinyatakan bahwa bentuk  manusia  akan<br />
bersifat selaras (perujukan nomor 14):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Ketika  Tuhan  mereka  berfirman  kepada para malaikat: Aku<br />
hendak membentuk seorang manusia dari lempung,  dari  lumpur<br />
yang  diacu;  bila Aku telah membentuknya secara selaras dan<br />
meniupkan ke dalamnya ruh-Ku, maka sujudlah kepadanya.&#8221;  (QS<br />
16 :28-29)</p>
<p>Ungkapan  &#8216;membentuk dengan selaras&#8217; (sawwai) diulangi dalam<br />
surah 38 ayat 72.</p>
<p>Ayat  lain  menguraikan  bagaimana  bentuk  selaras  manusia<br />
didapat   melalui   adanya   keseimbangan  dan  kompleksitas<br />
struktur. Kata  kerja  rakkaba  dalam  bahasa  Arab  berarti<br />
&#8216;membuat  sesuatu  dari  komponen-komponen&#8217; (perujukan nomor<br />
16):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;(Tuhanlah) yang telah  menciptakan  kamu  lalu  membentukmu<br />
secara  selaras  dan dalam proporsi yang tepat, dalam bentuk<br />
apa  saja   yang   Dia   kehendaki,   Dia   membuatmu   dari<br />
komponen-komponen.&#8221; (QS 82 :73)</p>
<p>Manusia   diciptakan   dalam   bentuk  apa  pun  yang  Tuhan<br />
kehendaki. Ini adalah suatu hal yang amat penting.</p>
<p>Tuhan berbicara kepada manusia (perujukan nomor 16):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Kami telah membentuk manusia  menurut  rencana<br />
organisasional yang sebaik-baiknya.&#8221; (QS 95 :4)</p>
<p>Kata  bahasa  Arab taqwim berarti &#8216;mengorganisasikan sesuatu<br />
dengan cara terencana&#8217; yang, oleh karena itu, berarti  suatu<br />
susunan  kemajuan  yang  telah  lebih  dahulu  didefinisikan<br />
secara cermat.  Kebetulan  sekali  para  spesialis  evolusi,<br />
ketika  menguraikan  transformasi-transformasi  yang terjadi<br />
sepanjang waktu, menggunakan ungkapan itu pula:  perencanaan<br />
organisasional   itu   sudah   benar-benar   terbukti   dari<br />
studi-studi saintifik mengenai masalah ini.</p>
<p>Konteks surah 95, yang darinya ayat di atas diambil,  adalah<br />
penciptaan   manusia   secara  umum  dengan  merujuk  kepada<br />
kenyataan bahwa begitu  manusia  telah  diberi  bentuk  yang<br />
sedemikian terorganisasikan oleh kehendak Tuhan, ia terbenam<br />
ke dalam kondisi yang amat buruk (yang berarti  jompo  dalam<br />
usia  tua). Surah tersebut sama sekali tidak menyebut-nyebut<br />
perkembangan   embrionik   melainkan    hanya    menguraikan<br />
penciptaan  makhluk  manusia  secara  umum.  Dalam  kerangka<br />
struktur, perencanaan organisasional tersebut jelas  merujuk<br />
kepada spesies manusia sebagai suatu keseluruhan.</p>
<p>Penafsiran   yang   telah   saya   berikan   atas  ayat  ini<br />
mencerminkan  pentingnya  konteks   sebagai   sarana   untuk<br />
menyampaikan  apa  yang  dirujuk  oleh  suatu  kata tertentu<br />
(perujukan nomor 17):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dia  sesungguhnya  telah  membentukmu   dalam   tahap-tahap<br />
(tingkat-tingkat).&#8221; (QS 71:14)</p>
<p>Kata   bahasa   Arab  yang  diterjemahkan  di  sini  sebagai<br />
&#8216;tahap-tahap&#8217; atau &#8216;tingkat-tingkat&#8217;,  adalah  athwar  (kata<br />
tunggalnya   thaur).   Inilah  satu-satunya  ayat  di  dalam<br />
Al-Quran yang di dalamnya kata tersebut muncul dalam  bentuk<br />
majemuknya.  Tidak  mungkinlah  untuk mencari-cari di tempat<br />
lain  di  dalam  teks  tersebut  kepastian  mengenai  apakah<br />
&#8216;tahap-tahap&#8217; atau &#8216;tingkat-tingkat&#8217; itu -yang jelas merujuk<br />
kepada manusia- berkenaan  dengan  perkembangan  manusia  di<br />
dalam  rahim  (yakni, seperti yang diduga oleh para pengulas<br />
terdahulu dan yang juga merupakan anggapan saya  sendiri  di<br />
dalam  buku saya terdahulu), ataukah kesemuanya itu menunjuk<br />
kepada transformasi-transformasi yang dialami  oleh  spesies<br />
manusia  di  sepanjang  waktu.  Ini adalah satu masalah yang<br />
patut direnungkan.</p>
<p>Untuk memperoleh jawabannya, sudah pasti pertama sekali kita<br />
mesti  membahas tema tersebut sebagaimana diuraikan di dalam<br />
Al-Quran. Demikianlah kita  melihat  bahwa  surah  7l,  yang<br />
darinya ayat di atas kita ambil, terutama berhubungan dengan<br />
tanda-tanda  ke-Mahakuasaan  dan  Kekuasaan  Tuhan   sebagai<br />
Pencipta secara umum. Bagian di dalam Al-Quran yang mencakup<br />
ayat 14 (satu bagian yang merujuk pada  khutbah  Nuh  kepada<br />
kaumnya)  secara  esensial  tertanam  di dalam rahmat Tuhan,<br />
kerahiman-Nya di dalam memberi  manusia  karunia-karunia-Nya<br />
dan ke-Mahakuasaan-Nya di dalam menciptakan manusia, langit,<br />
matahari,  bulan,  dan  bumi.   Berkenaan   dengan   masalah<br />
penciptaan,  Al-Quran  menyebut  aspek  spiritual penciptaan<br />
manusia dari tanah (perujukan nomor  1  di  dalam  ayat-ayat<br />
yang dikutip di atas).</p>
<p>Sama  sekali  tak  ada penunjukan, di dalam surah 71, kepada<br />
perkembangan bayi yang belum  lahir,  suatu  persoalan  yang<br />
oleh para pengulas terdahulu diduga sebagai ditunjukkan oleh<br />
kata    &#8216;tahap-tahap.&#8217;   Meskipun   kata   tersebut    tidak<br />
dipergunakan  di  tempat  lain  dalam  teks  tersebut, namun<br />
Al-Quran tak syak lagi menunjuk secara terinci  pada  banyak<br />
surat   lain  berkenaan  dengan  &#8216;tahap-tahap&#8217;  perkembangan<br />
embrionik ini (lihat bab  selanjutnya).  Meskipun  demikian,<br />
tak  ada  perujukan  di  dalam surah ini. Meskipun demikian,<br />
kita tidak bisa menyingkirkan kemungkinan bahwa bagian  dari<br />
Al-Quran   yang   kita  perbincangkan  di  sini  boleh  jadi<br />
benar-benar menambahkan perkembangan ber-&#8217;tahap&#8217;  embrio  di<br />
dalam rahim kepada topik-topik lain yang disebutkan di atas:<br />
tak ada satu isyarat pun yang menunjukkan bahwa hal tersebut<br />
boleh diabaikan.</p>
<p>Kenyataannya, perkembangan individu dan spesies-spesies yang<br />
memilikinya, berkesesuaian dengan faktor-faktor penentu  itu<br />
juga   sepanjang  waktu;  faktor-faktor  tersebut  merupakan<br />
gen-gen yang memainkan peran yang amat menentukan  di  dalam<br />
pengelompokan   warisan   keayahan  atau  keibuan  di  dalam<br />
tingkatan mula reproduksi. Apakah kita memilih menghubungkan<br />
fase-fase    ini   dengan   perkembangan   individual   atau<br />
spesies-spesies   itu,   konsep   yang   diungkapkan   tetap<br />
sepenuhnya  selaras  dengan  data  saintifik modern mengenai<br />
masalah ini.</p>
<p>Kemudian ayat-ayat yang mendahului perujukan nomor 17 secara<br />
memadai   menyatakan   dengan  jelas  bahwa  bentuk  manusia<br />
mengalami  transformasi-transformasi   sedemikian   sehingga<br />
sekalipun  jika  kita menghilangkan perujukan nomor 17 makna<br />
umumnya tidak akan terpengaruh.</p>
<p>Dua  ayat  berikut  ini  menunjuk  pada  penggantian   suatu<br />
masyarakat   manusia   oleh   masyarakat   manusia   lainnya<br />
(perujukan nomor 18)</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Kami telah menciptakan mereka dan  menguatkan  mereka,  dan<br />
apabila   Kami   kehendaki,   maka   Kami  mengganti  mereka<br />
sepenuhnya dengan orang-orang yang  serupa  dengan  mereka.&#8221;<br />
(QS 76:28)</p>
<p>Amatlah  mungkin  bahwa &#8216;penguatan&#8217; yang disebutkan di dalam<br />
ayat  di  atas  menunjuk  kepada  susunan   fisik   manusia.<br />
(perujukan nomor 19):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Jika  (Dia)  menghendaki,  niscaya  Dia  musnahkan kamu dan<br />
menggantimu  dengan  yang   dikehendaki-Nya   setelah   kamu<br />
(musnah),   sebagaimana   Dia  telah  menjadikan  kamu  dari<br />
keturunan orang-orang lain.&#8221; (QS 6:133)</p>
<p>Kedua     ayat     di     atas     menekankan      kesirnaan<br />
masyarakat-masyarakat  manusia  tertentu  dan penggantiannya<br />
oleh masyarakat-masyarakat lainnya, sesuai  dengan  kehendak<br />
Tuhan, sepanjang waktu tertentu.</p>
<p>Para pengulas terdahulu, terlebih-lebih, memandang ayat-ayat<br />
ini  sebagai  hukuman  yang  ditimpakan  oleh   Tuhan   atas<br />
masyarakat-masyarakat  yang  penuh  dosa. Secara umum, aspek<br />
religiuslah yang terutama ditekankan. Meskipun demikian,  di<br />
sana  pun  ada  fakta material dan hal ini jelas diungkapkan<br />
dalam bentuk sirnanya berbagai  masyarakat  (yang  ukurannya<br />
tidak  disebutkan) dan penggantian pada kurun waktu tertentu<br />
dari    suatu    masyarakat-masyarakat     tertentu     oleh<br />
keturunan-keturunan bangsa-bangsa launnya.</p>
<p>Oleh karena itu, kesimpulannya ialah bahwa kelompok-kelompok<br />
manusia yang telah maujud sepanjang waktu kiranya  mempunyai<br />
morfologi  yang  beragam,  tetapi  modifikasi-modifikasi ini<br />
telah berlangsung sesuai dengan rencana organisasional  yang<br />
ditetapkan oleh Tuhan; masyarakat musnah dan digantikan oleh<br />
kelompok-kelompok  lainnya:  inilah  yang  dengan   berbagai<br />
ungkapan harus disampaikan oleh Al-Quran kepada kita. Adalah<br />
sia-sia  untuk  mencari  kesenjangan-kesenjangan  di  antara<br />
Al-Quran  dan  data  palentologi  atau dengan informasi yang<br />
memungkinkan kita untuk membayangkan  adanya  suatu  evolusi<br />
kreatif, karena tidak ada hal demikian.<br />
                                            (bersambung 4/5)</p>
<p>Asal Manusia<br />
Menurut Bibel, Al-Quran, Sains<br />
oleh Dr. Maurice Bucaille<br />
Penerbit Mizan, Cetakan VII, 1994</p>
<p>Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota</p>
<p>Please direct any suggestion to Media Team</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (3/5)"  title="Asal Manusia (3/5)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-35/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Manusia (2/5)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-25/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-25/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 05:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Asal Usul Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=1282</guid>
		<description><![CDATA[ASAL-USUL MANUSIA DAN TRANSFORMASI-TRANSFORMASI BENTUK MANUSIA SEPANJANG ZAMAN &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Beberapa ayat di dalam Al-Quran berikut ini tidak mengandung sesuatu pun kecuali makna spiritual mendalam. Yang lainnya, dalam pandangan saya, merujuk kepada transformasi-transformasi yang tampaknya menunjukkan perubahan-perubahan di dalam morfologi manusia. Yang terkemudian ini menguraikan fenomena yang sepenuhnya bersifat material, yang terjadi di dalam berbagai fase [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><br />
 ASAL-USUL  MANUSIA DAN  TRANSFORMASI-TRANSFORMASI BENTUK<br />
    MANUSIA SEPANJANG ZAMAN    </strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Beberapa ayat di dalam Al-Quran berikut ini tidak mengandung<br />
sesuatu  pun kecuali makna spiritual mendalam. Yang lainnya,<br />
dalam       pandangan       saya,       merujuk       kepada<br />
transformasi-transformasi    yang    tampaknya   menunjukkan<br />
perubahan-perubahan  di  dalam   morfologi   manusia.   Yang<br />
terkemudian   ini   menguraikan   fenomena  yang  sepenuhnya<br />
bersifat material, yang terjadi di dalam berbagai fase  tapi<br />
selalu  dalam  susunan  yang  tepat.  Campur tangan kehendak<br />
Tuhan, yang mengatasi segalanya,  disebutkan  beberapa  kali<br />
dalam  ayat-ayat  ini. Hal tersebut tampak dimaksudkan untuk<br />
mengarahkan transformasi-transformasi  yang  terjadi  selama<br />
suatu   proses  yang  hanya  bisa  diuraikan  sebagai  suatu<br />
&#8216;evolusi.&#8217; Di sini, kata tersebut dipergunakan dengan maksud<br />
untuk  menunjukkan satu rangkaian modifikasi-modifikasi yang<br />
tujuannya adalah untuk sampai kepada satu  bentuk  definitif<br />
(tetap).  Tambahan  pula, penekanan diberikan kepada gagasan<br />
bahwa ke-Mahakuasaan Tuhan tampil pada  kenyataan  bahwa  Ia<br />
memusnahkan   populasi  manusia  untuk  memberi  jalan  bagi<br />
populasi baru lainnya: hal  ini  tampak  bagi  saya  sebagai<br />
tema-tema utama yang muncul dari himpunan ayat Al-Quran yang<br />
disatukan di dalam bab ini.</p>
<p>Tak syak lagi, para pengulas terdahulu tidak  mampu  melihat<br />
adanya   gagasan   bahwa  bentuk  manusia  bisa  jadi  telah<br />
mengalami   transformasi.    Meskipun    demikian,    mereka<br />
berkehendak untuk mengakui bahwa perubahan-perubahan mungkin<br />
saja  benar-benar  telah   terjadi   dan   mereka   mengakui<br />
kemaujudan   tahapan-tahapan   di   sepanjang   perkembangan<br />
embrionik -suatu gejala yang  biasa  teramati  pada  seluruh<br />
kurun  waktu  dalam  sejarah.  Meskipun demikian, hanya pada<br />
masa  kita  inilah,  sains  modern  mengizinkan  kita  untuk<br />
sepenuhnya  memahami  arti  ayat-ayat Al-Quran yang menunjuk<br />
kepada   tahapan-tahapan   berturutan   dari    perkembangan<br />
embrionik di dalam rahim.</p>
<p>Pada   saat  ini  kita  memang  bisa  bertanya-tanya  apakah<br />
perujukan-perujukan di  dalam  Al-Quran  kepada  tahap-tahap<br />
yang  berurutan dari perkembangan manusia, paling tidak pada<br />
beberapa ayat, tidak melampaui sekadar pertumbuhan embrionik<br />
sedemikian   sehingga   mencakup   transformasi-transformasi<br />
morfologi  manusia   yang   terjadi   selama   berabad-abad.<br />
Kemaujudan  perubahan-perubahan  seperti  itu  telah  secara<br />
resmi  dibuktikan  oleh  paleontologi  dan  buktinya  sangat<br />
banyak sehingga tak perlu lagi untuk mempertanyakannya.</p>
<p>Para   penafsir  Al-Quran  terdahulu  barangkali  tak  punya<br />
firasat bakal  adanya  penemuan-penemuan  pada  berabad-abad<br />
kemudian.  Mereka  hanya bisa memandang ayat-ayat khusus ini<br />
dalam konteks perkembangan embrio, tak ada  alternatif  lain<br />
pada masa itu.</p>
<p>Kemudian   tibalah   bom  Darwin  yang  -melalui  pemuntiran<br />
terang-terangan teori Darwin  oleh  para  pengikut  awalnya-<br />
mengekstrapolasikan  pengertian  tentang  suatu evolusi yang<br />
bisa diterapkan atas manusia,  meskipun  tingkat  evolusinya<br />
belum  lagi  dibuktikan  di  dalam  dunia  hewan.  Dalam hal<br />
Darwin, teori tersebut didorong sampai  ke  tingkat  ekstrem<br />
sedemikian  sehingga  para  peneliti mengklaim sebagai telah<br />
memiliki  bukti  bahwa  manusia  berasal  dari  kera  -suatu<br />
gagasan  yang,  bahkan  pada masa sekarang, tak seorang ahli<br />
paleontologi terhormat sekalipun mampu membuktikannya. Meski<br />
demikian  jelas  terdapat satu jurang yang sangat senjang di<br />
antara konsep tentang manusia yang berasal dari kera  (suatu<br />
teori yang sepenuhnya tak bisa dipertahankan) dengan gagasan<br />
transformasi-transformasi bentuk manusia di sepanjang  waktu<br />
(yang   telah   sepenuhnya   dibuktikan).  Kerancuan  antara<br />
keduanya telah mencapai puncaknya ketika mereka  digabungkan<br />
menjadi  satu -dengan hujjah-hujjah yang sangat dicari-cari-<br />
di  bawah  panji  kata   EVOLUSI.   Kerancuan   yang   tidak<br />
menguntungkan  ini  telah  menyebabkan beberapa orang secara<br />
salah mengkhayalkan bahwa karena kata tersebut  dipergunakan<br />
untuk menunjuk manusia, maka ia mesti berarti bahwa, menurut<br />
kenyataan itu sendiri, Asal Manusia bisa dilacak hingga<br />
kera.</p>
<p>Adalah amat penting untuk memahami dengan gamblang perbedaan<br />
di  antara  keduanya;  kalau  tidak,  ada  risiko  timbulnya<br />
kesalahpahaman  tentang makna yang dikaitkan kepada beberapa<br />
ayat Al-Quran  tertentu  yang  akan  saya  kutip.  Di  dalam<br />
ayat-ayat  ini  tak ada satu isyarat yang paling samar-samar<br />
pun   berkenaan   dengan   bukti   untuk   mendukung   teori<br />
materialistis    tentang   asal-usul   manusia   yang   amat<br />
mengguncangkan kaum Muslim, Yahudi dan Nasrani tersebut.</p>
<p>      <strong>Makna Spiritual Mendalam Penciptaan Manusia dari Tanah</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Sebagaimana ditunjukkan oleh kedua ayat berikut ini, manusia<br />
ditampilkan  di dalam Al-Quran sebagai suatu wujud yang amat<br />
erat berkaitan dengan tanah (perujukan pertama):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dan Allah menumbuhkan  kamu  sebagai  suatu  tumbuhan  dari<br />
tanah,  dan  kemudian Dia akan mengembalikan kamu kepadanya,<br />
Dia akan mengeluarkan  kamu  lagi,  sebagai  suatu  keluaran<br />
baru.&#8221; (QS 71 :17-18)</p>
<p>Ayat  berikut ini menyebutkan tentang tanah (perujukan nomor<br />
2):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dari (tanah) itulah Kami,[5] membentuk kamu  dan  kepadanya<br />
Kami  akan  mengembalikan  kamu  dan  daripadanya  Kami akan<br />
mengeluarkan kamu pada kali yang lain. &#8221; (QS 20:55)</p>
<p>Aspek spiritual asal manusia dari tanah ini ditekankan  oleh<br />
kenyataan bahwa kita mesti kembali ke tanah setelah kematian<br />
dan juga oleh gagasan bahwa  Tuhan  akan  mengeluarkan  kita<br />
lagi  pada  Hari  Pengadilan,  suatu  makna  spiritual yang,<br />
sebagaimana telah kita lihat, juga ditegaskan oleh Bibel.</p>
<p>Sehubungan dengan penerjemahan  di  atas,  berkenaan  dengan<br />
perujukan  nomor  2, saya ingin menunjukkan kepada baik para<br />
pembaca berbahasa Arab maupun yang menguasai bahasa Arab  di<br />
Barat,  kata  bahasa Arab khalaqa biasa diterjemahkan dengan<br />
kata kerja &#8216;menciptakan&#8217;. Tetapi, penting  untuk  diketahui,<br />
bahwa sebagaimana ditunjukkan oleh kamus yang amat baik yang<br />
disusun oleh Kasimirski,  arti  asli  kata  tersebut  adalah<br />
&#8216;memberikan  suatu  proporsi  kepada sesuatu atau membuatnya<br />
memiliki proporsi atau jumlah tertentu.&#8217; Bagi Tuhan  (saja),<br />
penerjemahan  tersebut  telah  dimudahkan  dengan penggunaan<br />
kata &#8216;menciptakan,&#8217; yakni mewujudkan sesuatu yang sebelumnya<br />
tidak  maujud.  Dengan  berbuat  demikian,  orang-orang yang<br />
secara eksklusif menggunakan istilah  &#8216;menciptakan&#8217;  sebagai<br />
merujuk  kepada  tindakan  itu,  telah  gagal  menerjemahkan<br />
gagasan tentang &#8216;proporsi&#8217; yang  menyertainya.  Penerjemahan<br />
yang lebih tepat, barangkali, adalah dengan menggunakan kata<br />
&#8216;membentuk&#8217; atau &#8216;membentuk dalam  proporsi  tertentu.&#8217;  Hal<br />
ini  akan  membawa  kita  lebih dekat kepada makna asli kata<br />
bahasa Arabnya. Inilah sebabnya, kenapa saya  telah  memilih<br />
menggunakan   kata   &#8216;membentuk&#8217;  di  dalam  sebagian  besar<br />
terjemahan-terjemahan saya,  dengan  makna  yang  disiratkan<br />
oleh kata bahasa Arab primitifnya.</p>
<p>     <strong> Komponen-Komponen Bumi (Tanah) Dan Pembentukan Manusia</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Makna  spiritual  utama  asal-usul  manusia dari tanah tidak<br />
menyingkirkan  pengertian,  yang  ada  di  dalam   Al-Quran,<br />
tentang   apa   yang   pada   masa   kini   disebut  sebagai<br />
&#8216;komponen-komponen&#8217;  kimiawi   tubuh   manusia   yang   bisa<br />
ditemukan  di  tanah[6] agar bisa  membawakan pengertian ini<br />
yang pada masa kini diakui sebagai  tepat  secara  saintifik<br />
kepada  orang-orang  yang  hidup ketika Al-Quran diwahyukan,<br />
maka terminologi yang sesuai dengan tingkat pengetahuan pada<br />
masa    itu   harus   digunakan.   Manusia   dibentuk   dari<br />
komponen-komponen yang dikandung di dalam tanah. Gagasan ini<br />
muncul  dengan  sangat  jelas  dari  berbagai  ayat  yang di<br />
dalamnya elemen-elemen pembentuk tersebut ditunjukkan dengan<br />
berbagai nama (perujukan nomor 3):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dia  telah  menyebabkan kamu tumbuh dari bumi (tanat).&#8221; (QS<br />
11.61)</p>
<p>Gagasan tentang tanah (ardh di dalam bahasa  Arab)  diulangi<br />
pada surah 53 ayat 32.</p>
<p>Tuhan berbicara kepada manusia (perujukan nomor 4):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Maka  sesungguhnya  Kami telah membentukmu dari tanah gemuk<br />
(soil).&#8221; (QS 22 :5)</p>
<p>Asal manusia dari tanah gemuk (thurab di dalam bahasa  Arab)<br />
diulangi  dalam surah 18 ayat 37, surah 30 ayat 20, surah 35<br />
ayat 11 dan surah 40 ayat 67. Selanjutnya  (perujukan  nomor<br />
5):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dialah yang membentuk kamu dari lempung.&#8221; (QS 6 :2)</p>
<p>Lempung (thin dalam bahasa Arab) dipergunakan dalam beberapa<br />
ayat  untuk   mendefinisikan   komponen-komponen   pembentuk<br />
manusia.</p>
<p>Selanjutnya (perujukan nomor 6):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;(Tuhan) memulai penciptaan manusia dari lempung.&#8221; (QS 32:7)</p>
<p>Penting  untuk dicatat dalam hal ini bahwa Al-Quran menunjuk<br />
kepada &#8216;awal&#8217; suatu penciptaan dari lempung. Hal  ini  jelas<br />
bermakna bahwa tahap yang lain akan segera mengikuti.</p>
<p>Meskipun  tampak  tidak memberikan data baru bagi studi masa<br />
kini, kutipan berikut ini diberikan demi  kelengkapan.  Ayat<br />
ini merujuk kepada manusia (perujukan nomor 7):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya  Kami telah membentuk mereka dari lempung yang<br />
pekat.&#8221; (QS 37:11)</p>
<p>Selanjutnya (perujukan nomor 8):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dia membentuk manusia dari lempung, seperti tembikar.&#8221;  (QS<br />
55:14)</p>
<p>Citra   di  atas  menunjukkan  bahwa  manusia  &#8216;dimodelkan&#8217;,<br />
sebagaimana ditunjukkan dalam ayat berikut  ini.  Kita  juga<br />
bisa  menemukan  gagasan  tentang &#8216;pencetakan&#8217; manusia, yang<br />
merupakan subyek sub-bagian berikut (perujukan nomor 9):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dan sesungguhnya Kami telah membentuk manusia dari lempung,<br />
dari lumpur yang dicetak.&#8221; (QS 15:26)</p>
<p>Gagasan yang sama diulangi (perujukan nomor 10):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dan  sesungguhnya  Kami  telah membentuk manusia dari suatu<br />
saripati lempung.&#8221; (QS 23 :12)</p>
<p>Saya menggunakan kata &#8216;saripati&#8217; untuk menerjemahkan istilah<br />
bahasa  Arab  sulalat  yang  berarti &#8216;sesuatu yang disarikan<br />
dari sesuatu yang lain&#8217; sebagaimana akan kita  lihat  nanti.<br />
Kata  tersebut  muncul  di  bagian  lain  Al-Quran,  yang di<br />
dalamnya dinyatakan bahwa Asal Manusia  adalah  sesuatu<br />
yang  disarikan  dari cairan mani; (pada masa kini diketahui<br />
bahwa  komponen  aktif  cairan  mani  adalah  organisme  sel<br />
tunggal yang disebut &#8216;spermatozoon&#8217; ).</p>
<p>Saya  membayangkan  bahwa  &#8216;saripati  lempung&#8217; pasti merujuk<br />
pada berbagai komponen kimiawi yang  menyusun  lempung  yang<br />
disarikan  dari  air yang dalam hal bobotnya merupakan unsur<br />
utama.</p>
<p>Air  yang  di  dalam  Al-Quran  dianggap  sebagai  asal-usul<br />
seluruh  kehidupan,  disebutkan  sebagai unsur penting dalam<br />
ayat berikut (perujukan nomor 11):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dan Dia (pula) yang membentuk manusia  dan  air,  maka  Dia<br />
jadikan    pertalian    keturunan   (oleh   laki-laki)   dan<br />
kekeluargaan oleh wanita.&#8221; (QS 25:54)</p>
<p>Sebagaimana di tempat lain dalam  Al-Quran,  &#8216;manusia&#8217;  yang<br />
dirujuk di sini adalah Adam.</p>
<p>Beberapa ayat menyinggung penciptaan wanita (perujukan nomor<br />
12):</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Tuhanmu sajalah) yang telah membentuk kamu  dari  setunggal<br />
diri dan darinya menciptakan istrinya.&#8221; (QS 4:1)</p>
<p>Ayat ini diulangi pada surah 7 ayat 189 dan surah 39 ayat 6.<br />
Topik yang sama dirujuk dalam peristilahan yang kurang lebih<br />
sama dalam surah 30 ayat 21 dan surah 42 ayat 11.</p>
<p>Tak   akan  timbul  keraguan  bahwa  di  dalam  kedua  belas<br />
perujukan di atas banyak ruang diberikan  kepada  perenungan<br />
simbolis  tentang  Asal Manusia, termasuk suatu isyarat<br />
yang jelas tentang apa yang  akan  terjadi  atasnya  setelah<br />
kematiannya,  dan  mengandung  penunjukan-penunjukan  kepada<br />
fakta bahwa manusia akan kembali ke  bumi  demi  dimunculkan<br />
kembali  pada  Hari  Pengadilan.  Meskipun demikian, di sana<br />
juga tampak adanya perujukan kepada komposisi kimiawi  tubuh<br />
manusia.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<em><strong>Catatan kaki</strong>:<br />
 </em><br />
5 Kami menunjukkan Tuhan.<br />
6 Yang dimaksud komponen, atau &#8216;unsur&#8217; (istilah-istilah yang<br />
digunakan  untuk  lebih  mempermudah  membaca  teks),  ialah<br />
materi yang dapat  diekstraksi  dari  bumi  dan  yang  tidak<br />
merusak  bentuk, yakni berbagai komponen atom yang membentuk<br />
molekul; seluruh unsur yang membentuk bagian  tubuh  manusia<br />
ada  dalam  jumlah  yang  lebih sedikit atau lebih banyak di<br />
bumi.<br />
                                            (bersambung 3/5)</p>
<p>Asal Manusia<br />
Menurut Bibel, Al-Quran, Sains<br />
oleh Dr. Maurice Bucaille<br />
Penerbit Mizan, Cetakan VII, 1994</p>
<p>Indeks Islam | Indeks Bucaille | Indeks Artikel | Tentang Penulis ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota</p>
<p>Please direct any suggestion to Media Team</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (2/5)"  title="Asal Manusia (2/5)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-25/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asal Manusia (1/5)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-15/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-15/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 05:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Asal Usul Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[ASAL-USUL DAN KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; Salah satu sifat asli Al-Quran, yang membedakannya dari Bibel sebagaimana disebutkan di atas, adalah bahwa untuk mengilustrasikan penegasan yang berulang-ulang tentang ke-Mahakuasaan Tuhan, Kitab tersebut merujuk kepada suatu keragaman gejala alam. Dalam hal sejumlah besar fenomena ini ia juga memberikan suatu uraian terinci tentang cara fenomena-fenomena itu berevolusi -penyebab-penyebab dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                 <strong> ASAL-USUL DAN KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Salah satu sifat  asli  Al-Quran,  yang  membedakannya  dari<br />
Bibel  sebagaimana  disebutkan  di  atas, adalah bahwa untuk<br />
mengilustrasikan  penegasan  yang   berulang-ulang   tentang<br />
ke-Mahakuasaan  Tuhan,  Kitab  tersebut merujuk kepada suatu<br />
keragaman gejala alam. Dalam hal sejumlah besar fenomena ini<br />
ia   juga  memberikan  suatu  uraian  terinci  tentang  cara<br />
fenomena-fenomena  itu  berevolusi  -penyebab-penyebab   dan<br />
akibat-akibatnya.   Kesemua   rincian   ini   pantas   untuk<br />
diperhatikan.  Pernyataan-pernyataan  yang  dikandung   oleh<br />
Al-Quran  tentang  manusia,  adalah  di  antara  yang paling<br />
mengejutkan saya ketika saya membaca  kitab  tersebut  untuk<br />
pertama  kalinya  dalam  bahasa  Arab  aslinya.  Hanya  yang<br />
aslinya  sajalah  yang   bisa   menjelaskan   makna   sejati<br />
pernyataan-pernyataan  yang  amat  sering disalahterjemahkan<br />
disebabkan alasan-alasan yang disebut di atas.</p>
<p>Yang menjadikan penemuan-penemuan ini sangat penting  adalah<br />
bahwa  kesemuanya  itu  merujuk  pada banyak pengertian yang<br />
belum dikenal  pada  saat-saat  Al-Quran  diwahyukan  kepada<br />
manusia  dan  yang -baru empat belas abad kemudian- terbukti<br />
sepenuhnya selaras dengan sains modern.  Dalam  konteks  ini<br />
sama  sekali  tak  perlu  mencari-cari penjelasan-penjelasan<br />
palsu yang cenderung muncul di beberapa publikasi dan bahkan<br />
di  dalam  sejarah-sejarah  ilmu kedokteran yang di dalamnya<br />
Muhammad  dianggap  sebagai   memiliki   kemampuan-kemampuan<br />
kedokteran  (sebagaimana juga Al-Quran disebut-sebut sebagai<br />
mengandung  resep-resep  kedokteran,  suatu   gagasan   yang<br />
sepenuhnya tidak tepat).[1]</p>
<p>                                        <strong> Asal-Usul Kehidupan</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Al-Quran memberikan jawaban yang amat jelas pada pertanyaan:<br />
Pada titik manakah kehidupan bermula? Dalam bagian ini, saya<br />
akan   mengajukan   ayat-ayat   Al-Quran  yang  di  dalamnya<br />
dinyatakan bahwa Asal Manusia  adalah  (bersifat)  air.<br />
Ayat  pertama  di bawah ini juga menunjuk kepada pembentukan<br />
alam semesta.</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa  lelangit  dan<br />
bumi  disatukan,  kemudian  mereka  Kami  pisahkan  dan Kami<br />
menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah mereka<br />
tak beriman?&#8221; (QS 21:30)</p>
<p>Pengertian  &#8216;menghasilkan  sesuatu  dari  sesuatu yang lain&#8217;<br />
sama sekali tidak menimbulkan  keraguan.  Ungkapan  tersebut<br />
bisa  juga  berarti  bahwa  setiap sesuatu yang hidup dibuat<br />
dari air (sebagai  komponen  pentingnya)  atau  bahwa  semua<br />
benda  hidup  berasal  dari  air. Kedua makna itu sepenuhnya<br />
sesuai dengan data saintifik. Pada  kenyataannya,  kehidupan<br />
berasal  dari yang bersifat air dan air adalah komponen yang<br />
paling penting dari seluruh sel-sel hidup. Tanpa  air  hidup<br />
menjadi  tidak  mungkin.  Jika  kemungkinan  kehidupan  pada<br />
planet lain diperbincangkan, maka  pertanyaan  yang  pertama<br />
selalu: Adakah cukup air untuk mendukung kehidupan di tempat<br />
tersebut?</p>
<p>Data modern membawa kita untuk berpikir  bahwa  wujud  hidup<br />
yang    paling   tua   barangkali   termasuk   dalam   dunia<br />
tumbuh-tumbuhan:  ganggang  telah  ditemukan  sejak  periode<br />
pra-Cambria  yaitu saat dikenalinya daratan yang paling tua.<br />
Organisme yang termasuk dalam dunia hewan barangkali  muncul<br />
sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.</p>
<p>Kata   yang   di   sini  diterjemahkan  sebagai  &#8216;air&#8217;  pada<br />
kenyataannya adalah ma&#8217;[2] yang berarti baik air  di  langit<br />
maupun  air  di  lautan atau segala jenis cairan. Dalam arti<br />
yang pertama air merupakan unsur yang penting  bagi  seluruh<br />
kehidupan tumbuh-tumbuhan:</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka<br />
Kami[3]  tumbuhkan   (dari   air    itu)    berpasang-pasang<br />
tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda.&#8221; (QS 20:53)</p>
<p>Inilah    perujukan    pertama   kepada   suatu   &#8216;pasangan&#8217;<br />
tumbuh-tumbuhan. Nanti kita akan kembali  kepada  pengertian<br />
ini.</p>
<p>Dalam  arti  keduanya yang merujuk pada segala jenis cairan,<br />
kata tersebut dipergunakan dalam bentuk  tak-tentunya  untuk<br />
menunjukkan  zat  yang berada pada dasar pembentukan seluruh<br />
kehidupan hewan:</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dan Allah telah menciptakan semua jenis  hewan  dari  air.&#8221;<br />
(QS 24:45)</p>
<p>Sebagaimana  akan  kita lihat nanti, kata tersebut juga bisa<br />
diterapkan pada cairan mani.[4]</p>
<p>Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul<br />
kehidupan,  apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum,<br />
unsur yang melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun<br />
benih  hewan-hewan, seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data<br />
saintifik modern.  Tak  satu  pun  mitos  tentang  asal-usul<br />
kehidupan  yang  lazim  dianggap  benar oleh orang pada saat<br />
Al-Quran diwahyukan kepada  manusia  disebutkan  dalam  teks<br />
tersebut.</p>
<p>                                   <strong>Keberlangsungan Kehidupan</strong><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Al-Quran  merujuk pada banyak aspek kehidupan di dalam dunia<br />
hewan dan tetumbuhan. Saya telah menguraikan kesemuanya  itu<br />
dalam  karya  saya  sebelum  ini yang diterbitkan pada tahun<br />
1976 (edisi bahasa Inggris,  1978).  Dalam  studi  ini  saya<br />
ingin  memusatkan  perhatian pada ruang yang diberikan dalam<br />
Al-Quran kepada tema keberlangsungan kehidupan.</p>
<p>Berbicara secara umum, komentar-komentar yang diberikan atas<br />
pembiakan  (reproduksi) dalam dunia tumbuh-tumbuhan bersifat<br />
lebih panjang daripada yang merujuk kepada  pembiakan  dalam<br />
dunia  hewan.  Meskipun demikian, ada banyak pernyataan yang<br />
menggarap tema reproduksi  manusia,  sebagaimana  akan  kita<br />
lihat di bawah ini.</p>
<p>Sudah  merupakan suatu pengetahuan yang diakui bahwa ada dua<br />
metode reproduksi di dalam dunia tumbuh-tumbuhan: yaitu yang<br />
bersifat  seksual  dan  aseksual  (contohnya, pelipatgandaan<br />
spora-spora atau proses menyetek yang merupakan kasus-khusus<br />
pertumbuhan).  Perlu kita perhatikan, bahwa Al-Quran merujuk<br />
kepada bagian-bagian jantan dan betina tetumbuhan tersebut:</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka<br />
Kami    tumbuhkan    (dari    air    itu)   berpasang-pasang<br />
tumbuh-tumbuhan yang saling terpisah.&#8221; (QS 20:53)</p>
<p>&#8220;Satu dari sepasang&#8221; merupakan penerjemahan dari  kata  zauj<br />
(jamaknya azwaj) yang arti aslinya adalah &#8220;yang bersama-sama<br />
dengan yang lainnya membentuk satu pasangan.&#8221; Kata  tersebut<br />
bisa  juga langsung diterapkan pada pasangan kawin (artinya,<br />
manusia), sebagaimana juga pasangan sepatu.</p>
<p>                                              [Tulisan Arab]</p>
<p>&#8220;Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-<br />
 pasangan.&#8221; (QS 13:3)</p>
<p>Pernyataan  ini  berarti  kemaujudan  organ-organ jantan dan<br />
betina dalam seluruh beragam spesies  buah-buahan.  Hal  ini<br />
sepenuhnya  sesuai  dengan  data  yang  ditemukan pada kurun<br />
waktu yang jauh lebih kemudian berkenaan dengan  pembentukan<br />
buah,  karena  seluruh  tipe  berasal  dari  tetumbuhan yang<br />
memiliki organ-organ seksual (sekalipun  beberapa  varietas,<br />
seperti   pisang,  berasal  dari  bunga-bungaan  yang  tidak<br />
dibuahi).</p>
<p>Pada  umumnya,  reproduksi  seksual  di  dunia  hewan  hanya<br />
digarap  secara  ringkas  dalam Al-Quran. Pengecualian dalam<br />
hal ini adalah berkenaan  dengan  manusia.  Karena,  seperti<br />
yang  akan  kita  lihat  kemudian  dalam  bab  berikut  ini,<br />
pernyataan-pernyataan mengenai topik  ini  berjumlah  banyak<br />
dan sangat terinci.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<<em>strong>Catatan kaki:</strong><br />
 </em><br />
1 Seluruh kandungan Al-Quran  merupakan  ketentuan-ketentuan<br />
tertentu  mengenai  kebiasaan-kebiasaan  yang sehat seperti:<br />
kebersihan diri, larangan  minum  alkohol;  suatu  ketentuan<br />
seperti  berpuasa  di  bulan  Ramadhan juga merupakan bagian<br />
yang jelas dari aturan-aturan ini. Penyebutan madu di  dalam<br />
Al-Quran   tidak   mencakup   indikasi   apa   pun  mengenai<br />
kasus-kasus khusus yang di situ  madu  ternyata  bermanfaat<br />
bagi kesehatan manusia.<br />
2  Pembaca  yang ingin mengetahui lebih lanjut transliterasi<br />
bahasa Arab ke Latin, hendaknya melihat bagan  dalam  Bibel,<br />
Quran, dan Sains Modern (Edisi Prancis).<br />
3  Perubahan  dalam  struktur  gramatikal suatu ungkapan ini<br />
bersifat umum atau lazim dalam Al-Quran. Tuhan  adalah  yang<br />
mula  pertama  dirujuk  secara  tak  langsung, kemudian teks<br />
tersebut mengaitkan Firman-Firman Langsung-Nya, sebab &#8216;Kami&#8217;<br />
dengan jelas berarti Tuhan.<br />
4  Disimpan oleh kelenjar reproduksi, cairan mani mengandung<br />
spermatozoa.</p>
<p>                                            (bersambung 2/5)</p>
<p>Asal Manusia<br />
Menurut Bibel, Al-Quran, Sains<br />
oleh Dr. Maurice Bucaille<br />
Penerbit Mizan, Cetakan VII, 1994</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Asal Manusia (1/5)"  title="Asal Manusia (1/5)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/04/asal-manusia-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Penulis</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/04/tentang-penulis/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/04/tentang-penulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 04:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Asal Usul Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Maurice Bucaille (lahir di Pont-l&#8217;Eveque, 19 Juli 1920 – meninggal 17 Februari 1998 pada umur 77 tahun) adalah seorang ahli bedah berkebangsaan Perancis. Ia terutama menjadi terkenal karena menulis buku tentang Islam, Al Qur&#8217;an dan ilmu pengetahuan modern. Salah satu kontroversi yang masih menyelimuti keberadaannya adalah tentang statusnya saat dia meninggal, apakah dia sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dr. Maurice Bucaille</strong> (lahir di Pont-l&#8217;Eveque, 19 Juli 1920 – meninggal 17 Februari 1998 pada umur 77 tahun) adalah seorang ahli bedah berkebangsaan Perancis. Ia terutama menjadi terkenal karena menulis buku tentang Islam, Al Qur&#8217;an dan ilmu pengetahuan modern.</p>
<p>Salah satu kontroversi yang masih menyelimuti keberadaannya adalah tentang statusnya saat dia meninggal, apakah dia sudah menjadi seorang Muslim, atau tetap pada kepercayaannya yang lama. T</p>
<p>Bucaille pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Pada tahun 1974 dia mengunjungi Mesir atas undangan Presiden Anwar Sadat dan mendapat kesempatan meneliti Mumi Firaun yang ada di museum Kairo. Hasil penelitiannya kemudian dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern atau judul aslinya , Les momies des Pharaons et la médecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boès (penghargaan dalam sejarah) dari Académie française dan Prix general (Penghargaan umum) dari Academie nationale de medicine, Perancis.</p>
<p><strong>Bibel, Qur&#8217;an dan Sains Modern</strong></p>
<p>Buku lainnya Bibel, Qur&#8217;an dan Sains Modern judul asli dalam bahasa Perancis La Bible, le Coran et la Science (1976) menjadi best-seller internasional di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia. Bucaille menjadi ternama dengan karyanya ini. Karyanya ini mencoba menerangkan bahwa Al Qur&#8217;an sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains, namun bahwa Alkitab atau Bibel tidaklah demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya bisa diragukan.<br />
[sunting] Islam dan Sains</p>
<p>Bucaille dalam bukunya mengkritik Alkitab atau Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya bisa diragukan. Sedangkan dalam Al Qur&#8217;an terdapat banyak kecocokan dengan fakta sains. Di antara tulisannya ialah:</p>
<p>&#8220;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.&#8221; [QS 27:88]</p>
<p>Bucaille menjelaskan bahwa ternyata gunung-gunung bersama dengan lempeng bumi bergerak. Jadi ayat Al Qur&#8217;an di atas sesuai dengan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Bucaille juga menjelaskan bahwa ayat Al Qur&#8217;an di bawah yang menyatakan bahwa Allah menyelamatkan badan Fir&#8217;an hingga bisa dilihat manusia saat ini sesuai dengan kenyataan:</p>
<p>&#8220;Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu&#8221; [QS 10:92]</p>
<p>Ternyata para ahli menemukan garam di dalam badan Fir&#8217;aun yang menunjukkan bahwa Fir&#8217;aun memang pernah tenggelam. Jenazah Fir&#8217;aun/Mumi bisa dilihat manusia hingga saat ini.</p>
<p>Di Bibel tidak sebutkan bahwa badan Fir&#8217;aun diselamatkan Tuhan. Jadi Al Qur&#8217;an sungguh kitab yang otentik.</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Tentang Penulis"  title="Tentang Penulis" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/04/tentang-penulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

