<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Artikel Ttg Nabi</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/artikel-dan-informasi-dunia-islam/artikel-ttg-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 12:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 11:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Allah SWT]]></category>
		<category><![CDATA[Jibril]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkarnain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7300</guid>
		<description><![CDATA[Apakah setiap orang yang didatangi malaikat pembawa wahyu juga otomatis menjadi nabi? Mari kita cermati masalah ini secara lebih mendalam. Karena kita juga menemukan kisah-kisah lainnya yang secara tegas menggambarkan bahwa Allah SWT berbicara atau menurunkan wahyu kepada mereka, namun mereka tidak disebut sebagai nabi. Dan tidak semua orang yang didatangi Malaikat Jibril adalah Nabi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/14.gif"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/14.gif" alt="14 Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" title="14" width="320" height="461" class="alignnone size-full wp-image-7301" /></a><br />
Apakah setiap orang yang didatangi malaikat pembawa wahyu juga otomatis menjadi nabi?</p>
<p>Mari kita cermati masalah ini secara lebih mendalam. Karena kita juga menemukan kisah-kisah lainnya yang secara tegas menggambarkan bahwa Allah SWT berbicara atau menurunkan wahyu kepada mereka, namun mereka tidak disebut sebagai nabi. Dan tidak semua orang yang didatangi Malaikat Jibril adalah Nabi.</p>
<p><strong>1. Tidak Semua Yang Diajak Bicara Oleh Allah Berarti Nabi<br />
</strong><br />
Ada orang yang diajak berbicara oleh Allah SWT dan kita baca kisahnya dalam Al Quran, namun tidak secara otomatis dia menjadi nabi. Misalnya, kisah tentang Dzulqarnain yang amat masyhur dan sudah kita hafal. Di dalam Al-Quran kita membaca bahwa Allah SWT berkata-kata kepadanya.</p>
<p>&#8220;Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami (Allah SWT) berkata, &#8220;Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.&#8221;<br />
[QS. Al-Kahfi: 86]</p>
<p>Tegas dan jelas bahwa Allah berkata-kata kepada Dzulqarnain di dalam ayat ini, namun para ulama umumnya mengatakan bahwa beliau bukanlah seorang nabi. Bahkan dalam dafar 25 nama nabi yang tertera di dalam Al-Quran, beliau pun tidak disebutkan namanya. Itu menunjukkan bahwa seorang Dzulqarnain bukanlah seorang nabi. Meski namanya tertera dengan jelas di dalam Al-Quran.</p>
<p><strong>2. Tidak Semua Yang Diberi Wahyu Berarti Nabi</strong></p>
<p>Di dalam Al-Quran, kita juga menemukan ungkapan di mana Allah SWT memberi wahyu kepada salah satu makhluknya, namun pemberian wahyu itu tidak selalu berarti mengangkatnya menjadi seorang nabi.</p>
<p>Bahkan Allah memberi wahyu kepada lebah untuk membuat sarang. Tentu tidak ada nabi berbentuk lebah, bukan?</p>
<p>Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, &#8220;Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia&#8221;, (QS. An-Nahl: 68)</p>
<p>Allah SWT juga memberi wahyu kepada langit yang tujuh, namun tidak ada nabi dalam bentuk langit.</p>
<p>Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fushshilat: 12)</p>
<p>Allah SWT juga menurunkan wahyu kepada bumi dan tidak ada nabi berbentuk bumi.</p>
<p>Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya, &#8220;Mengapa bumi (jadi begini)?&#8221;, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukankepadanya. (QS. Az-Zalzalah: 1-5)</p>
<p><strong>3. Tidak Semua &#8216;Yang Dipilih&#8217; Berarti Nabi</strong></p>
<p>Demikian juga tentang istilah: &#8216;Allah telah memilih&#8217; seseorang, tidak selalu &#8216;orang yang dipilih&#8217; otomatis menjadi nabi. Ada orang-orang tertentu yang disebutkan telah &#8216;dipilih, namun mereka tidak digolongkan sebagai nabi.</p>
<p>Misalnya keluarga Imran, nyata dan tegas disebutkan bahwa keluarga ini telah &#8216;dipilih&#8217;, namun tidak semua keluarga Imran itu menjadi nabi. Ada sebagian yang jadi nabi namun Imrannya sendiri malah bukan nabi.</p>
<p>Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (QS. Ali Imran: 33)<br />
<strong><br />
4. Tidak Semua Yang Didatangi Malaikat (Jibril) Berarti Nabi</strong></p>
<p>Demikian juga dengan didatanginya beberapa orang oleh seorang malaikat, bukan selalu secara otomatis mereka yang didatanginya itu seorang nabi.</p>
<p>Para shahabat Rasulullah SAW pernah didatangi oleh malaikat Jibril yang menyerupai manusia, dengan ciri pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak seorang pun yang mengenalnya dan tidak ada bekas tanda datang dari perjalanan yang jauh.</p>
<p>Lalu Jibril berbicara dengan nabi Muhammad SAW dengan bahasa arab yang fasih hingga semua yang hadir dapat mendengar dan paham betul apa yang sedang dibicarakan. Dan setelahnya, Rasulullah SAW menegaskan bahwa yang datang tadi itu adalah Jibril untuk memberikan pelajaran agama kepada para shahabat.</p>
<p>Semua shahabat yang hadir di sana tentu mendengar bagaimana Jibril menyampaikan isi ajaran dar langit. Namun tidak satu pun dari shahabat itu yang diangkat menjadi nabi.</p>
<p><strong>Pendapat Yang Mengatakan Adanya Nabi Perempuan</strong></p>
<p>Namun kita tidak menutup-nutupi bahwa memang benar ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa ada nabi perempuan. Dengan menggunakan dalil di atas, yakni ada di antara mereka yang didatangi malaikat, atau dipilih atau mendapat wahyu.</p>
<p>Di antara mereka yang berpendapat demikian adalah Ibnu Hazam, Al Qurthubi dan Abul Hasan Al-Asy&#8217;ari. Lihat kitab Fathul Bari jilid 6 halaman 447 dan 448. Kita juga bisa merujuk tentang hal ini pada kitab Lawami&#8217;ul Anwar Al-Bahiyah jilid 2 halaman 66.</p>
<p>Namun pendapat mereka ini tidak bisa dianggap mewakili pendapat umumnya para ulama, sebab Al-Qadhi Iyyadh menukil bahwa jumhur ulama sepakat bahwa tidak ada nabi perempuan.</p>
<p>Bahkan di dalam Al-Majmu&#8217; Syarah Al-Muhazab, Al-Imam An-Nawawi mengatakan bahwa Maryam bukan seorang nabi tidaklah sekedar pendapat mayoritas ulama, namun telah sampai kepada ijma&#8217;.</p>
<p>Dan Al-Hasan Al-Bashri di dalam Fathul Bari jilid 6 halaman 471 mengatakan bahwa tidak ada nabi dari kalangan perempuan dan dari kalangan jin.~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab "><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab ">Abu Lahab </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/wajah-rasulullah/" title="Sosok Nabi Tegap dan Gagah"><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>October 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/wajah-rasulullah/" title="Sosok Nabi Tegap dan Gagah">Sosok Nabi Tegap dan Gagah</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin"><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin">Kitab Riyadhush Shalihin</a> (1)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/07/jejak-yahudi-di-madinah-tinjauan-sejarah-hubungan-islam-dan-yahudi-di-madinah/" title="Jejak Yahudi Di Madinah: Tinjauan Sejarah Hubungan Islam dan Yahudi di Madinah "><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>July 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/07/jejak-yahudi-di-madinah-tinjauan-sejarah-hubungan-islam-dan-yahudi-di-madinah/" title="Jejak Yahudi Di Madinah: Tinjauan Sejarah Hubungan Islam dan Yahudi di Madinah ">Jejak Yahudi Di Madinah: Tinjauan Sejarah Hubungan Islam dan Yahudi di Madinah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/07/book-muhammad-shollallohu-alaihi-wa-sallam-effect/" title="New Book: The Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam Effect "><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>July 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/07/book-muhammad-shollallohu-alaihi-wa-sallam-effect/" title="New Book: The Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam Effect ">New Book: The Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam Effect </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/pehitungan-matematis-kecepatan-buraq/" title="(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ"><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>June 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/pehitungan-matematis-kecepatan-buraq/" title="(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ">(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"  title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)">Kemuliaan Rasulullah (1)</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Para Penerima Wahyu</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/01/para-penerima-wahyu/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/01/para-penerima-wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 10:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7295</guid>
		<description><![CDATA[Penerima wahyu Malaikat &#8220;(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.&#8221; Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.&#8221; [Al Anfaal 8:12] Nabi dan rasul Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/12.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/12.jpg" alt="12 Para Penerima Wahyu" title="12" width="499" height="352" class="alignnone size-full wp-image-7298" /></a><strong>Penerima wahyu</strong></p>
<p>    <strong>Malaikat</strong><br />
&#8220;(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.&#8221; Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.&#8221;<br />
[Al Anfaal 8:12]</p>
<p>    <strong>Nabi dan rasul</strong><br />
Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulayman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.<br />
[QS. Al-Baqarah 4:163]</p>
<p>    <strong>Orang-orang beriman:</strong><br />
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami (Allah SWT) berkata, &#8220;Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.&#8221; [QS. Al-Kahfi: 86]</p>
<p>        <strong>Hawa istri Adam</strong></p>
<p>        <strong>Sarah istri Ibrahim</strong></p>
<p>        <strong>Dzul Qarnain</strong></p>
<p>        <strong>Ibunda Musa</strong><br />
&#8220;&#8230; Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa; &#8220;Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul. [QS. Al-Qashash: 7]</p>
<p>Di dalam ayat ini nyata tegas bahwa Allah SWT telah memberikan wahyu kepada Ibunda nabi Musa alaihissalam, yaitu untuk menyusuinya dan kemudia melemparkannya ke sungai Nil. Maka benarlah bahwa beliau telah menerima wahyu, karena Al-Quran memang telah menyebutkanya.</p>
<p>        <strong>Asiyah ibunda angkat Musa</strong></p>
<p>        <strong>Maryam ibunda dari Isa</strong><br />
&#8220;Maka Maryam mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, &#8220;Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.&#8221; [QS. Maryam: 17-18]</p>
<p>Sekali lagi ditegaskan di dalam Al-Quran bahwa Ibunda nabi Isa alaihissalam, Maryam Al-Batul, telah dikirimkan kepadanya seorang malaikat, yaitu Jibril &#8216;alaihissalam dan memberikan wahyu dari Allah.</p>
<p>Maka benarnya bahwa seorang Maryam telah menerima wahyu dari Allah SWT, bahkan terjadi dialog antara dirinya dan malaikat Jibril utusan Allah.</p>
<p>Bahkan Jibril nyata tegas menyebutkan bahwa Allah SWT telah memilihnya, mensucikannya dan memilihnya dari wanita-wanita di seluruh alam.</p>
<p>Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, &#8220;Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. (QS. Ali Imran: 42-43)</p>
<p>Demikian juga dengan kisah para wanita di dalam Al-Quran yang lainnya, seperti Hawwa, Asiyah dan juga Sarah. Mereka memang disebutkan telah menerima wahyu atau diutus kepada mereka malainkat dari Allah SWT.</p>
<p>        <strong>Pengikut Isa</strong><br />
&#8220;&#8230;Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: &#8220;Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.&#8221; Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).&#8221; (Al Maa&#8217;idah 5:111)</p>
<p>    <strong>Makhluk lainnya:</strong><br />
        <strong>Hewan</strong><br />
&#8220;&#8230;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, &#8220;Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia&#8221;, [QS. An-Nahl: 68]</p>
<p>        <strong>Langit ketujuh</strong><br />
&#8220;Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fushshilat: 12)</p>
<p>        <strong>Bumi</strong><br />
&#8220;Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya, &#8220;Mengapa bumi (jadi begini)?&#8221;, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepadanya. [QS. Az-Zalzalah: 1-5]</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab, wassalamu &#8216;alaikum warahmatullahi wabarakatuh, </p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Para Penerima Wahyu"  title="Para Penerima Wahyu" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/01/para-penerima-wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/01/cara-turunnya-wahyu-kepada-nabi-muhammad/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/01/cara-turunnya-wahyu-kepada-nabi-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 09:22:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7290</guid>
		<description><![CDATA[Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam proses pewahyuannya, terdapat beberapa cara untuk menyampaikan wahyu yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, diantaranya: Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Rasulullah. Dalam hal ini, Nabi tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasa bahwa wahyu itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/535537188d2ad1ac2e1yg9.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/535537188d2ad1ac2e1yg9.jpg" alt="535537188d2ad1ac2e1yg9 Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" title="535537188d2ad1ac2e1yg9" width="156" height="139" class="alignnone size-full wp-image-7291" /></a>Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam proses pewahyuannya, terdapat beberapa cara untuk menyampaikan wahyu yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, diantaranya:</p>
<p>    Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Rasulullah. Dalam hal ini, Nabi tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasa bahwa wahyu itu sudah berada di dalam kalbunya. Mengenai hal ini, Nabi mengatakan: Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku. [ Quran surah Asy Syura 51]</p>
<p>    Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga Nabi mengetahui dan dapat menghafal kata-kata itu.</p>
<p>    Wahyu datang kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini dirasakan paling berat bagi Nabi. Kadang pada keningnya berkeringat, meskipun turunnya wahyu di musim dingin. Kadang unta Baginda Nabi terpaksa berhenti dan duduk karena merasa berat bila wahyu turun ketika Nabi sedang mengendarai unta.</p>
<p>    Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki, tetapi benar-benar sebagaimana rupa aslinya. [ Quran Surah An Najm 13-14 ].</p>
<p>بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p>- حدثنا عبد الله بن يوسف قال: أخبرنا مالك، عن هشام بن عروة، عن أبيه، عن عائشة أم المؤمنين رضي الله عنها: أن الحارث بن هشام رضي الله عنه سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسول الله، كيف يأتيك الوحي؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (أحيانا يأتيني مثل صلصلة الجرس، وهو أشده علي، فيفصم عني وقد وعيت عنه ما قال، وأحيانا يتمثل لي الملك رجلا، فيكلمني فأعي ما يقول).</p>
<p>قالت عائشة رضي الله عنها: ولقد رأيته ينزل عليه الوحي في اليوم الشديد البرد، فيفصم عنه وإن جبينه ليتفصد عرقا.</p>
<p>Aisya rodhiallohu ‘anha mengatakan bahwa Harits bin Hisyam rodhiallohu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam, </p>
<p>“Wahai Rasulullah, bagaimana datangnya wahyu kepada engkau?” </p>
<p>Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku bagaikan gemerincingnya lonceng, dan itulah yang paling berat atasku. Lalu, terputus padaku dan saya telah hafal darinya tentang apa yang dikatakannya. Kadang-kadang malaikat berubah rupa sebagai seorang laki-laki datang kepadaku, lalu ia berbicara kepadaku, maka saya hafal apa yang dikatakannya.” </p>
<p>Aisyah rodhiallohu ‘anha berkata, “Sungguh saya melihat beliau ketika turun wahyu kepada beliau pada hari yang sangat dingin dan wahyu itu terputus dari beliau sedang dahi beliau mengalirkan keringat”. (HR. Bukhari no. 2, 3043)</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam">Hukum Membuat Patung Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>August 20, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi">Istri Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/puasa-rasulullah/" title="Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>May 8, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/puasa-rasulullah/" title="Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa">Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>April 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam">Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/mutawatir/" title="Mutawatir"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/mutawatir/" title="Mutawatir">Mutawatir</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu">Wahyu</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi">Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad"  title="Cara Turunnya Wahyu Kepada Nabi Muhammad" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/01/cara-turunnya-wahyu-kepada-nabi-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasulullah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/01/rasulullah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/01/rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 05:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7273</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ &#8220;Muhammad&#8221; secara bahasa berasal dari akar kata semitik &#8216;H-M-D&#8217; yang dalam bahasa Arab berarti &#8220;dia yang terpuji&#8221;. Selain itu di dalam salah satu ayat Al-Qur&#8217;an[7], Muhammad dipanggil dengan nama &#8220;Ahmad&#8221; (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti &#8220;terpuji&#8221;. Sebelum masa kenabian, Nabi Muhammad mendapatkan dua julukan dari suku Quraisy (suku terbesar di mekkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/23.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/01/23.jpg" alt="23 Rasulullah" title="23" width="648" height="486" class="alignnone size-full wp-image-7274" /></a><strong>nabimuhammad.info _</strong> &#8220;Muhammad&#8221; secara bahasa berasal dari akar kata semitik &#8216;H-M-D&#8217; yang dalam bahasa Arab berarti &#8220;dia yang terpuji&#8221;. Selain itu di dalam salah satu ayat Al-Qur&#8217;an[7], Muhammad dipanggil dengan nama &#8220;Ahmad&#8221; (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti &#8220;terpuji&#8221;.</p>
<p>Sebelum masa kenabian, Nabi Muhammad mendapatkan dua julukan dari suku Quraisy (suku terbesar di mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu <strong>Al Amin </strong>yang artinya &#8220;orang yang dapat dipercaya&#8221; dan <strong>As Saadiq atau As Shidiq</strong> yang artinya &#8220;yang benar&#8221;. </p>
<p>Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar <strong>Rasul Allāh (رسول الله)</strong>, kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu &#8216;Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti &#8220;semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya&#8221;; sering disingkat &#8220;S.A.W&#8221; atau &#8220;SAW&#8221;) setelah nama beliau.</p>
<p>Rasul (Arab:رسول Rasūl; Plural رسل Rusul) adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syari&#8217;at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. Setiap rasul pasti seorang nabi, namun tidak setiap nabi itu seorang rasul. Jadi jumlah para nabi itu jauh lebih banyak ketimbang para rasul.</p>
<p>Menurut Al Quran Allah telah mengirimkan banyak nabi kepada umat manusia. Bagaimanapun, seorang rasul memiliki tingkatan lebih tinggi karena menjadi pimpinan ummat, sementara nabi tidak harus menjadi pimpinan. </p>
<p>Di antara rasul yang memiliki julukan <strong>Ulul Azmi</strong> adalah <strong>Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad</strong>. Mereka dikatakan memiliki tingkatan tertinggi dikalangan rasul.</p>
<p>Nabi Muhammad juga mendapatkan julukan atau kunyah Abu al atau Abal Qasim Qasim yang berarti &#8220;bapak Qasim&#8221;, karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dua atau tiga tahun.~~</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Rasulullah"  title="Rasulullah" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/01/rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/hadiah-bagi-orang-yang-ragu-terhadap-keputusan-nabi/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/hadiah-bagi-orang-yang-ragu-terhadap-keputusan-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 14:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7102</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Di zaman Rasulullah saw dulu, ada dua orang sahabat yg berselisih satu sama lain tentang suatu perkara. Dan mereka saling menyalahkan satu sama lain. Sehingga karena menganggap masalah ini tidak akan selesai jika mereka hanya berdebat terus menerus, maka mereka berdua memutuskan untuk mendatangi Nabi saw untuk dimintai pendapat. Maka datanglah mereka kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/al-quran3.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/al-quran3.jpg" alt="al quran3 Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" title="al quran3" width="259" height="195" class="alignleft size-full wp-image-6672" /></a><strong>nabimuhammad.info _</strong> Di zaman Rasulullah saw dulu, ada dua orang sahabat yg berselisih satu sama lain tentang suatu perkara. Dan mereka saling menyalahkan satu sama lain. Sehingga karena menganggap masalah ini tidak akan selesai jika mereka hanya berdebat terus menerus, maka mereka berdua memutuskan untuk mendatangi Nabi saw untuk dimintai pendapat. Maka datanglah mereka kepada Nabi saw dan menceritakan persoalan yang mereka perselisihkan. Kemudian berkatalah Nabi saw, &#8220;Kamu &#8220;A&#8221; benar, dan kamu &#8220;B&#8221; salah&#8221; demikian pendapat Nabi. Lalu mereka segera berjalan pulang. Ditengah perjalanan, si B berkata kepada si A. &#8220;Aku kurang setuju dengan pendapat Nabi&#8221; lalu si A bertanya, &#8220;lalu kau mau apa?&#8221; B menjawab &#8220;ayo kita datang ke Abu Bakr&#8221;. Maka mereka berdua setuju untuk datang ke Abu Bakr menanyakan hal yg sama yang mereka tanyakan kepada Nabi saw.</p>
<p>Sesampainya mereka di tempat Abu Bakr, mereka segera menanyakan pendapat Abu bakr tentang hal tadi. Abu Bakr segera bertanya &#8220;Sudahkah kalian menemui Rasul saw?&#8221; Mereka berdua menjawab, &#8220;Sudah&#8221; Abu bakr bertanya lg &#8220;Apa pendapat Nabi saw?&#8221; Si A berkata &#8220;Menurut Nabi saw, Aku benar dan Si B salah&#8221; lalu Abu Bakr berkata &#8220;Kalau begitu aku ikut pendapat Rasul, Kau A benar dan Kau B salah&#8221; mendengar jawaban yg seperti itu, mereka berdua bergegas pulang, namun seperti tadi, Si B kembali tidak puas dengan jawaban Abu Bakr, dan berkata &#8221; Aku tidak puas dengan Jawaban Abu Bakr&#8221; lalu si A bertanya lg &#8220;Lalu, kau mau apa lagi?&#8221; Si B menjawab &#8220;Ayo kita tanya pendapat Umar&#8221; kemudian mereka sepakat mendatangi Umar. </p>
<p>Sesampainya di tempat umar, si A menceritakan persoalan mereka kepada umar dan menanyakan pendapat umar. Tidak lupa si A menambahkan dengan cerita bagaimana mereka bertanya juga kepada Abu Bakr. Mendengar penuturan si A, Umar segera bertanya &#8220;Hai B, apa benar cerita saudaramu ini?&#8221; B menjawab, &#8220;Benar wahai Umar&#8221; Umar bertanya lagi, &#8220;Jadi benar bahwa rasul bilang engkau salah dan saudaramu A benar?&#8221; B menjawab, &#8220;Benar&#8221; umar kemudian bertanya lagi &#8220;Dan kalian sudah menemui Abu Bakr dan beliau menjawab sama dengan jawaban Rasul?&#8221; Si B menjawab &#8220;Ya benar&#8221; umar kemudian berkata &#8220;Baik, jika benar seperti itu kasusnya, tunggulah kalian berdua disini.&#8221; Lalu umar masuk kedalam rumahnya. </p>
<blockquote><p>Tak lama kemudian Umar kembali dengan pedang terhunus, ia kemudian dengan tiba2 memenggal kepala si B tanpa ragu2.</p></blockquote>
<p> Sehubungan dengan kejadian ini, tak lama kemudian turunlah Ayat 65 pada surat Annisaa,</p>
<p>فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَينَهُم ثُمَّ لَا يَجِدُواْ فِىٓ أَنفُسِهِم حَرَجً۬ا مِّمَّا قَضَيتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسلِيمً۬ا</p>
<p>Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya</p>
<p>(An-Nisaa : 65)</p>
<p>Ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil pada kisah turunnya ayat ini, yang pertama, kita sebagai ummat islam tidak boleh sekali2 meremehkan ato menganggap hadits ato kata2 rasul saw yang telah jelas datang dari beliau sebagai sesuatu yang kurang benar atau bahkan salah. Karena hal ini bisa dianggap kita tidak mempercayai nabi, atau tidak beriman padanya. Hikmah yang kedua, dalam persoalan apapun, jika bisa kita temukan jawabannya pada hadist-hadist Nabi saw atau ayat Al-qur&#8217;an, maka hal itu menjadi prioritas, dan seandainya kita tidak menemukan maka barulah kita boleh mencari pendapat-pendapat lain.</p>
<p>Namun bila sudah jelas persoalan kita dengan keterangan-keterangan kita dari hadist-hadist dan ayat Al-Qur&#8217;an, maka kita harus mempercayai sepenuhnya dan tidak diperbolehkan mengingkarinya sedikitpun. Di akhir zaman ini banyak sekali kita melihat orang yang sangat gemar sekali mencari pendapat ato nasihat-nasihat dari orang-orang yang sudah jelas kekafiran pada mereka, sementara banyak juga saudara-saudara seiman kita yg sering melecehkan bahkan menyalahkan ayat-ayat dan Hadist-hadist yg datangnya dari Nabi saw. Maka janganlah kita menyetujui mereka atau bahkan mengikuti mereka, karena sesungguhnya, tidak berimanlah orang-orang yg seperti ini. Wallahu a&#8217;lam Bishowwab.</p>
<p>bolehjadikiamatsudahdekat.com</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi"  title="Hadiah Bagi Orang Yang Ragu Terhadap Keputusan Nabi" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/hadiah-bagi-orang-yang-ragu-terhadap-keputusan-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asa Khair&#8230;. Tiada Musibah Tanpa Hikmah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/05/asa-khair-tiada-musibah-tanpa-hikmah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/05/asa-khair-tiada-musibah-tanpa-hikmah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 09:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah Musibah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Penasehat Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Penasehat Raja]]></category>
		<category><![CDATA[Raja]]></category>
		<category><![CDATA[suku primitif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6139</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seorang Raja yang hobi berburu. Suatu saat dalam perjalanan perburuan dihutan, Sang Raja melakukan kecerobohan hingga jari kelingkingnya terpotong pisau. Hal ini membuat Raja sangat berduka dan mengeluh sepanjang waktu. Penasehat Raja berusaha menghiburnya dengan menganjurkan agar raja bersikap sabar atas musibah tersebut. &#8220;Asa Khaiir&#8230;.&#8221; (selalu bersyukurlah dalam setiap keadaan, semoga ada hikmah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/05/images.nature5-jpeg.jpeg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/05/images.nature5-jpeg.jpeg" alt=" Asa Khair.... Tiada Musibah Tanpa Hikmah" title="images.nature5-jpeg" width="223" height="167" class="alignnone size-full wp-image-6140" /></a></p>
<p>Alkisah ada seorang Raja yang hobi berburu. Suatu saat dalam perjalanan perburuan dihutan, Sang Raja melakukan kecerobohan hingga jari kelingkingnya terpotong pisau. Hal ini membuat Raja sangat berduka dan mengeluh sepanjang waktu. </p>
<p>Penasehat Raja berusaha menghiburnya dengan menganjurkan agar raja bersikap sabar atas musibah tersebut.<br />
&#8220;Asa Khaiir&#8230;.&#8221;  (selalu bersyukurlah dalam setiap keadaan, semoga ada hikmah dibalik kejadian ini)&#8230;nasehat  Sang Penasehat terhadap sang raja.</p>
<p>Yang terjadi adalah  Sang Raja sangat marah dan akhirnya memecat dan memenjarakan Sang Penasehat tersebut.</p>
<p>Hari berganti. Sang Rajapun tetap mempertahankan hobi berburunya.<br />
Suatu hari Raja berburu ke hutan yang lebih jauh dan lebih dalam bersama pasukannya dengan ditemani penasehat barunya.</p>
<p>Tak diduga Raja dan Penasehat barunya terpisah dari rombongan. Sampai akhirnya mereka tertangkap oleh suku primitif penyembah dewa.<br />
Sampailah hari dimana suku primitif tersebut harus memberikan persembahan pada dewa pujaan mereka.</p>
<p>Raja dan Penasehat barunya akan dijadikan korban persembahan. Sebelumnya mereka dimandikan dulu. Saat suku primitif yang bertugas memandika Raja melihat jari kelingkingnya yang terpotong, merekapun menganggap Sang Raja sebagai &#8220;tak layak untuk dipersembahkan pada dewa&#8221;" karena jarinya yang cacat. Maka mereka &#8220;terpaksa&#8221; melepaskannya. Sedangkan Sang Penasehat Baru yang tak kurang suatu apa, tetap ditahan karena dianggap &#8220;layak untuk dipersembahkan&#8221;.</p>
<p>Maka pulanglah Sang Raja dengan bersyukur (meski sedih juga kehilangan penasehatnya). Raja pun memerintahkan agar penasehat lamanya dikeluarkan dari penjara dan diutuslah untuk menghadapnya.</p>
<p>Kepada penasehat lamanya Raja berkata &#8221; Terima kasih penasehatku,..Kau benar , apapun  musibah yang menimpa kita, kita harus tetap bersyukur. Karena kita tak tahu hikmah apa yang ada di balik sebuah musibah&#8221;. selanjutnya Sang raja pun menceritakan kejadian yang baru saja di alaminya.</p>
<p>Mendengar cerita Sang Raja, Sang Penasehat lama itu buru-buru berkata &#8221; Saya juga mengucapkan terima kasih pada Paduka karena telah memenjarakan saya. Sebab bila saya tidak dipenjara, maka yang menjadi korban persembahan dewa suku primitif itu pastilah saya&#8230;&#8221;</p>
<p>Asaa&#8230;.. Khaiir&#8230;..   </p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/boleh-jadi-kiamat-sudah-dekat/" title="Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat"><img src="Array" alt=" Asa Khair.... Tiada Musibah Tanpa Hikmah"  title="Asa Khair.... Tiada Musibah Tanpa Hikmah" /></a>December 17, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/boleh-jadi-kiamat-sudah-dekat/" title="Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat">Boleh Jadi Kiamat Sudah Dekat</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/05/asa-khair-tiada-musibah-tanpa-hikmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumber Sejarah Nabi SAW</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/03/sumber-sejarah-nabi-saw/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/03/sumber-sejarah-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 06:01:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Kutub as-sittah]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[QS. Adh-Dhuha: 6-7]]></category>
		<category><![CDATA[QS. Al­-Qalam: 4]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[Shahih Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Shahih Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Sejarah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Abu Daud]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Ibnu Majah]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Nasa’i]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Turmudzi]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5857</guid>
		<description><![CDATA[Sumber-sumber utama yang dipakai dalam menyusun Biografi Nabi SAW dapat disimpulkan ke dalam empat sumber: 1. Al-Qur’an Al-Qur’an adalah sumber pokok yang memuat tonggak-tonggak Sejarah Hidup Nabi Muhammad. Al-Qur’an meninggikan perihal kehidupan Rasu­lullah sewaktu masih kecil, dalam ayat: أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى “Bukankah Dia dapati engkau dalam keadaan yatim, lalu engkau dipelihara. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sumber-sumber utama yang dipakai dalam menyusun Biografi Nabi SAW dapat disimpulkan ke dalam empat sumber:</p></blockquote>
<blockquote><p>1. Al-Qur’an</p></blockquote>
<p>Al-Qur’an adalah sumber pokok yang memuat tonggak-tonggak Sejarah Hidup Nabi Muhammad. Al-Qur’an meninggikan perihal kehidupan Rasu­lullah sewaktu masih kecil, dalam ayat:</p>
<p>أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى<br />
وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى</p>
<p>“Bukankah Dia dapati engkau dalam keadaan yatim, lalu engkau dipelihara. Dan Dia dapati engkau dalam kebingungan lalu kamu dibimbing?” (QS. Adh-Dhuha: 6-7)</p>
<p>Mengenai akhlaqnya Al-Qur’an menyatakan:</p>
<p>وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ</p>
<p>“Sesungguhnya engkau berakhlaq mulia.” (QS. Al­-Qalam: 4)</p>
<p>Di samping itu diceritakan pula kepedihan-­kepedihan dan penderitaan-penderitaan yang dialami Rasulullah dalam melaksanakan dakwahnya. Begitu pula tuduhan-tuduhan negatif dan destruktif yang digembar-gemborkan orang-orang kafir dan ingkar. Dalam Al-Qur’an terdapat pula keterangan tentang hijrah Nabi dan peperangan-peperangan penting yang terjadi setelah hijrah, seperti perang Badar, Uhud, Ahzab, Hunain, perjanjian Hudaibiyah, perang Hunain dan takluknya kota Makkah. Ada juga disebut salah satu mukjizatnya, yaitu Isra’ dan Mi’raj.</p>
<p>Secara global dapatlah dikatakan, Al-Qur’an me­nyinggung sebagian besar fakta-fakta sejarah Rasulullah SAW. Oleh karena itu kitab suci ini meru­pakan kitab yang keterangan-keterangannya paling terpercaya dan diakui secara historis, maka penje­lasan mengenai sejarah Nabi Muhammad mutlak harus dijadikan sumber data.</p>
<p>Memang, Al-Qur’an hanya menyinggung peris­tiwa-peristiwa dimaksud secara global. Suatu ketika Al-Qur’an berbicara mengenai suatu peperangan, tetapi dengan tidak menerangkan sebab-sebabnya, tempat terjadinya peperangan, jumlah kekuatan Islam dan musuh, dan tidak pula mengatakan jumlah prajurit Muslim yang gugur ataupun jumlah orang kafir yang tertawan. Sebaliknya Al-Qur’an hanya berbicara mengenai pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dan masing-masing peperangan tersebut. Begitu pula ketika ia membicarakan tentang kisah Nabi-nabi dan umat-umat sebelum Muhammad.</p>
<p>Oleh karenanya keterangan Al-Qur’an belum cukup untuk dapat menyusun sebuah biografi Nabi Muhammad dalam bentuk yang lengkap dan utuh.</p>
<blockquote><p>2.  Sunnah
</p></blockquote>
<p>Sunnah Nabi yang diakui kebenarannya (shahih) di dunia Islam adalah Hadits-hadits yang terkodifikasi dalam <strong>enam buah buku (Al-Kutub as-sittah).</strong></p>
<blockquote><p>Buku-buku dimaksud adalah Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Nasa’i, Sunan Turmudzi dan Sunan Ibnu Majah[1]. Termasuk dalam kategori ini dua buah buku Hadits lagi, yaitu Al­-Muwattha Imam Malik dan Musnad Imam Ahmad.</p></blockquote>
<p>Shahih Bukhari dan Shahih Muslim menempati kedudukan teratas dilihat dari segi keshahihannya, sedangkan selainnya mengandung tidak saja Hadits-­hadits shahih, tetapi juga memuat Hadits hasan dan Hadits dha’if).</p>
<p>Dan kitab-kitab tersebut yang tercatat sebagian besar ihwal kehidupan Nabi SAW, peperangan, sikap dan tingkah lakunya, dapatlah disusun konsep yang menyeluruh bagi penyusunan biografi beliau. Hadits adalah sumber yang terpercaya, karena diriwayat­kan secara kronologis sampai kepada Nabi, sehingga isinya tidak bisa diragukan lagi kebenarannya.</p>
<p>Para orientalis dan orang-orang Islam yang lemah agamanya dan telah terpengaruh oleh ahli­-ahli dan barat, selalu berusaha menanamkan rasa ragu akan kebenaran isi kitab-kitab Hadits yang disebut di atas. Maksud mereka tidak lain untuk menghancurkan agama dan membuat orang ragu terhadap fakta-fakta sejarah. Tetapi dalam pada itu, ternyata masih selalu ada ulama-ulama yang mampu memutar balik tuduhan-tuduhan mereka itu. Pengarang sendiri, dalam buku yang berjudul, Sunnah dan Kedudukannya Dalam Hukum Islam, telah menyanggah apa-apa yang mereka tuduhkan dan telah melacak keraguan mereka dengan keterangan­ keterangan ilmiah.</p>
<blockquote><p>3.     Syair yang Sezaman Dengan Kerasulan</p></blockquote>
<p>Pada masa Nabi, orang-orang Musyrik menye­rang pribadi dan dakwah beliau melalui lisan para penyair. Hal ini memaksa penyair-penyair Muslim – seperti Hasan bin Tsabit dan Abdullah bin Riwawah dan lain-lain – memberikan pembelaan secara puitis pula. Hal ini tertulis dalam buku-buku kesusas­traan dan biografi yang dikarang kemudian.</p>
<p>Dan syair-syair itu dapat disarikan atau diketa­hui fakta-fakta yang berkenaan dengan situasi pada masa Rasulullah hidup dan pada saat dakwah Islamiyah untuk pertama kalinya tumbuh subur.</p>
<blockquote><p>4.     Buku Biografi</p></blockquote>
<p>Data sejarah Nabi merupakan riwayat lisan, yang oleh para sahabat disampaikan kepada generasi berikutnya. Sebagian sahabat ada yang mengkhusus­kan menyeleksi data itu secara teliti dan terperinci. Kemudian data itu diterima oleh para tabi’in untuk seterusnya ditulis.</p>
<blockquote><p>Di antara kalangan tabi’in yang banyak mencurahkan perhatian kepada biografi Nabi ialah:</p>
<p>1. Abban bin Usman bin Affan (32-105 H),</p>
<p>2. Urwah bin Zuber bin Awwam (23-93),</p>
<p>3. Abdullah bin Abu Bakar Al-Anshari (wafat 135 H),</p>
<p>4. Muhammad bin Mus­urn bin Shihab Az-Zuhry (wafat 129 H).</p></blockquote>
<p>Beralih kepada generasi seterusnya dan mereka mulai menyusun buku masing-masing. Yang masyhur di antara mereka adalah Muhammad bin Ishaq bin Yassar (wafat 152 H). Buku beliau ini merupakan buku yang dipercaya kebenarannya oleh para ulama dan ahli-ahli Hadits, terkecuali data yang diriwayat­kannya dan Malik dan Hisyam bin Urwah bin Zuber. Data yang diambil dari dua orang yang disebut terakhir ini dianggap invalid (tak dapat diper­caya), karena antara keduanya dengan Muhammad bin Ishaq terdapat sentimen pribadi.</p>
<p>Dalam mengarang bukunya “Al-Maghazi” Muhammad bin Ishaq mengumpulkan data yang terdiri dari Hadits-hadits dan riwayat-riwayat yang didapatnya langsung dan masyarakat ketika dia tinggal di Mesir dan Madinah. Sayang sekali buku ini tidak sampai ke tangan kita, hal mana merupakan kerugian. Namun demikian isinya sempat terpelihara lewat Ibnu Hisyam yang mengarang biografi Nabi dengan menimba bahannya dan Al-Bakkai – seorang murid Muhammad bin Ishaq yang ternama.</p>
<p><strong>a. Buku As-Sirah Karangan Ibnu Hisyam<br />
</strong><br />
Dia adalah Abdul Malik bin Ayyub Al-Anshar, dibesarkan di kota Basrah dan wafat tahun 213 H. Ibnu Hisyam mengarang buku berjudul As-Siratu An-Nabawiyah. Sumber datanya sama dengan sumber data yang dipakai oleh Muhammad bin Ishaq, yaitu melalui muridnya AI-Bakkai seperti disebutkan di atas. Tetapi ia mempunyai sumber data yang lain, yakni guru-gurunya. Apa-apa yang belum ditulis oleh Muhammad bin Ishaq ditulisnya dalam buku­nya itu. Seringkali beliau menampilkan pandangan yang berbeda dengan Muhammad bin Ishaq atau menyanggah pandangannya manakala bertentangan dengan tinjauan ilmiah daya kritiknya.</p>
<p>Beliau menyusun sejarah hidup Nabi yang dinilai paling lengkap, paling terpercaya dan mende­tail. Buku ini dijadikan referensi oleh banyak ahli dan telah diberi komentar oleh As-Suhaily (508 -581 H)</p>
<p><strong>b. Buku Tabaqat Karangan Ibnu Saad<br />
</strong><br />
Beliau adalah Muhammad bin Mani’ Az-Zuhry lahir di Basrah pada tahun 168 H., wafat di Bagdad pada tahun 230 H. Ia adalah sekretaris pribadi Muhammad bin Umar Al-Waqidi, seorang ahli seja­rah kenamaan dengan spesialisasi di bidang Sejarah Peperangan dan Biografi. (130-207 H)</p>
<p>Dalam buku Tabaqat ini diuraikan Sejarah Hidup Nabi SAW. Kemudian ditambahnya pula dengan uraian mengenai tingkatan, suku dan tempat tinggal para sahabat dan tabi’in. Itulah sebabnya buku ini dianggap sebagai sumber data yang utama dalam segi biografi Nabi dan sejarah hidup para sahabat dan tabi’in.</p>
<p><strong>c.  Buku Tarikh Karangan At-Thabary<br />
</strong><br />
Ia adalah Muhammad bin Jarir At-Thabary (224-310 H). Beliau juga seorang imam, ahli hukum Is­lam dan ahli Hadits. Dalam fiqih dia pernah mem­bangun mazhab tersendiri, tetapi tidak menyebar luas. Buku-buku sejarah yang dikarangnya tidak hanya mengenai sejarah hidup Nabi, tetapi juga sejarah pemerintahan Islam sejak mula sampai dengan pemerintahan pada masanya.</p>
<p>Sungguhpun riwayat-riwayat yang dikeluarkan­nya dianggap dapat dipercaya, namun seringkali beliau mengetengahkan riwayat-riwayat yang invalid yang diambilnya dari tokoh-tokoh yang memiliki beberapa kelemahan kuantitatif dan kualitatif dan itu semua justru diketahui oleh umum. Contoh yang dapat kita catat di sini misalnya Abu Muhnif, seo­rang penganut mazhab Syafi’i yang sangat fanatik.</p>
<p>Pada masa-masa ini penulisan sejarah hidup Nabi mengalami perkembangan pesat, dan timbullah buku-buku yang khusus membicarakan aspek tertentu dengan tema tertentu pula. Di antara buku-­buku tersebut: Dalail An-Nubuwah, karangan Al-Isfahany, As-Syamailul Muhammadiyah, karangan At-­Turmudzi, Zaadul Maad, oleh Ibnu Qayyim Al-Jauzi, As-Syifa’i al-QadhiIyadh dan Al-Mawahibul Ladunniyah oleh Al-Qusthulany. Buku terakhir ini telah dikomentari oleh As-Zarqany (wafat 1122 H) dalam bukunya yang terdiri dari delapan jilid.</p>
<p>Sampai sekarang para ulama masih terus menga­rang buku-buku sejarah hidup Nabi dengan metode yang dapat diterima oleh zaman kini. Di antara buku-­buku biografi terkemuka dewasa ini terdapat Nurul Yaqin karangan Syeikh Muhammad Al-Khudry. Buku ini banyak digemari dan dijadikan literatur pokok pada beberapa perguruan tinggi yang ada di berba­gai negeri Islam.</p>
<p>– Tamat</p>
<p>Catatan Kaki:</p>
<p>[1] Nama Iengkap masing-masing Imam Hadits itu adalah:</p>
<p>- Bukhari = Muhammad bin Ismail Al-Mughirah. Lahir tahun 194 H.</p>
<p>- Muslim = Muslim bin Hajjaj AI-Qurasyi. Lahir tahun 204 H.</p>
<p>- Abu Daud = Sulaiinan bin Asy’ast as-Sijistani. Lahir tahun 202 H.</p>
<p>- An-Nasa’I = Ahmad bin Syuaib A1-Khurasl. Lahir tahun 200 H.</p>
<p>- Turmudzi = Muhammad bin Isa At-Turmudzi. Lahir tahun 200 H.</p>
<p>- Ibnu Majah = Muhammad bin Yazid Al-QazwInl. Lahir tahun 209 H.</p>
<p>http://www.dakwatuna.com/2010/mukadimah-sirah-bagian-ke-2/</p>
<p>nabimuhammad.info</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-hambali/" title=" Hambali"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>February 18, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-hambali/" title=" Hambali"> Hambali</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/shahih/" title="Shahih"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/shahih/" title="Shahih">Shahih</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan">Matan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum">Etika duduk ketika Makan dan Minum</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin">Kitab Riyadhush Shalihin</a> (1)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-sayfii/" title="Syafi&#8217;i"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-sayfii/" title="Syafi&#8217;i">Syafi&#8217;i</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Sumber Sejarah Nabi SAW"  title="Sumber Sejarah Nabi SAW" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/03/sumber-sejarah-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Sejarah Nabi</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/03/keistimewaan-sejarah-nabi/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/03/keistimewaan-sejarah-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 05:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Keistimewaan Shirah Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[QS. Al-Ankabut: 50-51]]></category>
		<category><![CDATA[QS. Al-An’am: 125]]></category>
		<category><![CDATA[QS. Al-Isra’: 90-93]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Hidup Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Shirah Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5855</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW terdapat beberapa keistimewaan, dengan mempelaja­rinya akan merupakan kekayaan rohaniah, pemikiran dan kesejarahan. Keistimewaan itu mengharuskan para agamawan, da’i dan orang-orang yang memper­juangkan perbaikan masyarakat untuk banyak mempelajarinya, karena dan studi itu mereka akan dapat menyampaikan ajaran-ajaran agama dengan menggunakan metode yang mampu memperlihatkan hal-hal yang seyogianya dijadikan pegangan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Dalam sejarah hidup Nabi Muhammad SAW terdapat beberapa keistimewaan, dengan mempelaja­rinya akan merupakan kekayaan rohaniah, pemikiran dan kesejarahan. Keistimewaan itu mengharuskan para agamawan, da’i dan orang-orang yang memper­juangkan perbaikan masyarakat untuk banyak mempelajarinya, karena dan studi itu mereka akan dapat menyampaikan ajaran-ajaran agama dengan menggunakan metode yang mampu memperlihatkan hal-hal yang seyogianya dijadikan pegangan oleh masyarakat, terutama dalam situasi tak menentu. Dengan metode dakwah yang dipetik dan hasil studi tersebut, para da’i akan mampu membuka hati publiknya, sehingga seruannya akan sukses.</p></blockquote>
<p>Keistimewaan-keistimewaan yang menonjol dalam biografi Nabi Muhammad ini dapat disimpul­kan dalam lima unsur, sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Pertama</p></blockquote>
<p>Sejarah hidup Nabi Muhammad paling benar dibandingkan dengan sejarah hidup Nabi-nabi yang lain dan dengan biografi tokoh-tokoh masyarakat yang ada. Sejarah hidup Rasulullah sampai ke tangan kita melalui jalur ilmiah yang paling terpercaya dan pasti, sehingga fakta-fakta dan peristiwa-peristiwanya tidak mungkin diragukan. Dengan metode penyam­paian itu kita mudah mengetahui hal-hal yang dilebih-lebihkan oleh tangan-tangan jahil berkenaan dengan din Nabi, baik yang berupa peristiwa luar biasa maupun fakta-fakta.</p>
<p>Kebenaran yang tak diragukan dalam sejarah hidup Nabi Muhammad ini tidak didapati dalam sejarah hidup Nabi-nabi terdahulu. Sejarah hidup Nabi Musa As. yang sampai kepada kita sekarang, misalnya, sudah dibumbui dan sudah ditambal sulam oleh orang-orang Yahudi. Sementara Taurat yang ada,  tak lagi dapat dijadikan rujukan untuk melihat bagaimana sejarah hidup Nabi Musa yang sebenarnya. Kritikus Barat banyak yang meragukan kebenaran sebagian isi Taurat tersebut, sementara kritikus yang lain justru memastikan sebagian isi kitab ini tidak ditulis pada masa hidup Nabi Musa dan tidak juga pada masa yang belum begitu jauh. Sebaliknya, menurut kritikus-kritikus tersebut banyak di antaranya yang ditulis pada masa yang sudah jauh dari itu dan penulisannya tidak diketahui persis. Hal ini cukup meragukan kita tentang kebenaran sejarah hidup Nabi Musa yang ditulis dalam Taurat. Oleh karena itu tidak ada satu pun sejarah hidup Musa yang dapat dibenarkan oleh kaum Muslimin kecuali sebagaimana diceritakan oleh Al-Qur’an dan Hadits-hadits shahih.  Akan halnya sejarah hidup Nabi Isa As. sama saja. Injil-injil yang mendapat pengakuan resmi Gereja Masehi ditetapkan atau disusun ratusan tahun setelah Nabi Isa wafat. Injil-injil tersebut adalah saduran dari beratus injil yang ada pada masa itu dan penyadurannya pun tanpa dibatasi pedoman ilmiah. Di samping itu,  penamaan Injil-injil menurut nama penulisnya tidak juga didasari metode ilmiah yang meyakinkan, tidak diriwayatkan melalui jalur (sanad) yang berurutan langsung sampai kepada Si penulis, sehingga kritikus-kritikus Barat bertikai tentang siapa sebenarnya nama penulis-penulis injil itu dan di zaman mana mereka hidup.</p>
<p>Jika demikian keraguan mengenai kebenaran sejarah Rasul-rasul pembawa agama-agama yang tersebar di seantero alam, maka sejarah pendiri-pendiri agama dan filsafat yang ratusan juta penganutnya pun tentu lebih diragukan lagi. Taruhlah Budha Gautama dan Kungfutse, sejarah hidup mereka yang diriwayatkan oleh pengikut-pengikutnya tidak digali dari sumber-sumber yang terpercaya secara ilmiah. Sejarah mereka ini hanyalah merupakan hasil formulasi para pendeta tentang kehidupan mereka sendiri, yang diproyeksikan menjadi sejarah pendiri aliran-aliran tersebut. Setiap generasi penerusnya juga menambah dongeng-dongeng ke dalam sejarah dimaksud, sekalipun hal itu tidak masuk akal sehat dan tidak bebas dari fanatisme yang membabi buta. Setelah melihat-seperti di atas, maka nyatalah sejarah hidup Nabi Muhammad SAW merupakan sejarah yang paling terpercaya kebenarannya.</p>
<blockquote><p>Kedua</p></blockquote>
<p>Fase-fase sejarah hidup Nabi Muhammad SAW jelas adanya, yakni sejak dari perkawinan ayahnya (Abdullah) dengan ibunya (Aminah) sampai dengan wafatnya. Kita semua mengetahui kelahirannya, masa kanak-kanak dan masa remajanya. kita tahu pekerjaan-pekerjaan  yang dilakukannya pada masa­-masa sebelum menjadi Nabi, perjalanan-perjalanannya ke luar kota Makkah sampai menjadi Nabi. Yang lebih jelas dan terperinci lagi ialah sejarahnya setelah diangkat sebagai Rasul, sehingga dapat diketahui kronologisnya tahun demi tahun. Adalah beralasan jika kritikus-kritikus Barat mengatakan “Muhammad lah satu-satunya Rasul yang dilahirkan dalam riwayat hidup yang jelas.”</p>
<p>Tidak kita dapati sejarah Rasul-rasul terdahulu yang sama atau hampir sama jelasnya dengan sejarah Nabi Muhammad SAW. Biografi Nabi Musa dan Isa misalnya sedikit sekali yang dapat diketahui.</p>
<blockquote><p>Ketiga</p></blockquote>
<p>Sejarah Nabi Muhammad SAW merupakan lukisan sejarah seorang manusia biasa yang menda­pat keistimewaan berupa kerasulan, sehingga tidak keluar dari kemanusiaannya tidak dibumbui dengan dongeng-dongeng dan tidak pula diberi atribut­-atribut ketuhanan sedikit pun. Jika dibandingkan dengan sejarah Nabi Isa As. yang disusun oleh orang-orang Masehi atau dengan sejarah Budha dan lain sebagainya, maka tampak jelas bedanya. Apa-apa yang diriwayatkan tentang mereka itu amat besar pengaruhnya terhadap sikap atau tingkah laku individual dan sosial para pengikutnya. Pemberian atribut-atribut kepada Nabi Isa dan Budha ternyata membuat kedua tokoh ini tidak mungkin dijadikan contoh teladan oleh manusia lain, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan sosialnya. Nabi Muhammad adalah sebaliknya, karena tidak diberi atribut ketuhanan dapatlah beliau dijadikan contoh oleh siapa pun. Inilah yang dinyatakan oleh ayat:</p>
<p>لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا</p>
<p>“Sesungguhnya pada diri Rasulullah ada teladan yang baik bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir dan banyak berdzikir.” (Q.S. Al-Ahzab: 21)</p>
<blockquote><p>Keempat</p></blockquote>
<p>Sejarah hidup Rasulullah mencakup semua segi kemanusiaan. Sejarahnya semasa belum menjadi Rasul, merupakan sejarah seorang pemuda yang lurus. Sejarah seorang Rasul mengajak ke jalan Allah dengan metode yang dapat diterima dan mencurahkan seluruh kemampuan yang ada padanya guna menyampaikan risalah. Sejarah hidup Nabi mengisahkan  dirinya sebagai kepala negara yang berhasil meletakkan setepat-tepat dan sebagus-bagus sistem kenegaraan, mengawasinya dengan sigap, tulus dan jujur. Sejarah Rasulullah melukiskan beliau sebagai seorang suami dan seorang ayah yang penuh kasih sayang, ramah dan pandai membedakan mana hak dan mana kewajiban masing-masing anggota keluarga, sebagai  seorang pendidik dan pembimbing yang menuntun sahabat-sahabatnya dengan pendidikan yang patut ditiru sebagai jalan menanamkan semangatnya ke dalam jiwa mereka, hingga mengi­kuti teladannya, baik dalam soal kecil maupun dalam soal besar. Sejarah Nabi SAW juga mengisahkan dirinya sebagai seorang Rasul yang benar, melaksa­nakan keharusan-keharusan dalam persahabatan yang berupa kewajiban maupun tata tertibnya, sehingga sahabat-sahabat tersebut sangat menya­yanginya seperti menyayangi diri sendiri, bahkan lebih sayang ketimbang terhadap keluarga dan sanak family. Sejarah hidup Nabi Muhammad juga menceritakan beliau sebagai seorang ahli perang yang perkasa, sebagai panglima yang unggul, sebagai politikus yang sukses, sebagai seorang tetangga yang terpercaya dan seorang yang selalu menepati janji.</p>
<p>Pendeknya, sejarah Rasulullah SAW benar-benar merupakan sejarah yang mencakup semua segi manusiawi yang terdapat dalam masyarakat. Inilah yang membuatnya menjadi teladan yang baik untuk setiap da’i, panglima, ayah, suami, pendidik, politisi, negarawan dan seterusnya.</p>
<p>Kelengkapan serupa atau hampir serupa dengan kelengkapan sejarah Nabi Muhammad SAW tidak pernah dijumpai dalam biografi Rasul-rasul terdahulu. Nabi Musa As. misalnya hanya merupakan pemimpin yang berhasil membebaskan umatnya dan perbu­dakan, kemudian berhasil meletakkan kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang berguna. Tetapi dalam sejarahnya tidak ada sesuatu yang membuat beliau pantas dijadikan contoh oleh tentara, oleh para pendidik, politikus-politikus, kepala-kepala negara, oleh bapak atau oleh suami-suami. Sejarah Nabi Isa hanya menggambarkan beliau sebagai da’i yang zuhud (tidak mementingkan dunia). Beliau tidak punya harta, rumah dan kekayaan lainnya. Sejarah Nabi Isa seperti yang dipahami oleh orang­-orang Kristen sama sekali tidak menggambarkan beliau sebagai seorang panglima perang atau sebagai kepala negara, tidak pula tergambarkan beliau sebagai seorang ayah, seorang suami, atau seorang yang berani. Ketidaklengkapan ini juga ditemui dalam sejarah hidup Büdha, Kungfutse, Aristoteles, Plato, dan orang-orang bersejarah lainnya. Mereka ini tidak menjadi suri teladan. Kalaupun ada, hanya dalam segi tertentu saja. Satu-satunya manusia bersejarah yang pantas dijadikan teladan dalam semua segi kehidupan adalah Muhammad SAW.</p>
<blockquote><p>Kelima</p></blockquote>
<p>Sejarah Nabi Muhammad SAW yang lengkap itu sendiri merupakan bukti kebenaran risalah dan kerasulannya. Sejarah beliau merupakan sejarah insan kamil 1) yang melaksanakan dakwahnya setapak demi setapak. Tidak dengan menggunakan mukjizat atau hal-hal yang luar biasa, tetapi justru dengan cara dan jalan biasa. Dalam melaksanakan dakwahnya beliau sering diganggu atau disakiti, dan dakwah beliau memperoleh pengikut setia dan jika tidak dapat mengelak dan terjadinya peperangan, maka beliau pun berperang. Beliau bertindak bijaksana dan simpatik. Sampai saat wafatnya dakwah beliau telah meratai anak benua Arab, tidak dengan menggunakan cara-cara kekuasaan, akan tetapi meng­gunakan cara ihsan. Siapa saja yang paham benar adat keyakinan orang-orang Arab pada waktu itu, mengetahui betul bagaimana kerasnya tantangan yang mereka berikan, mengerti benar tidak seimbangnya kekuatan pihak Nabi dibanding dengan kekuatan lawan, mengetahui singkatnya waktu yang dihabiskan dalam tugas kerasulannya, pastilah orang itu yakin akan kebenaran kerasulan beliau. Allah Swt. memberikan ketetapan hati, kekuatan jiwa, keluasan pengaruh dan kemenangan kepada Muhammad SAW tidak lain hanya karena dia benar-benar seorang Nabi yang benar. Tidak mungkin Allah akan memberikan kualitas-kualitas seperti itu, kalau dia seorang yang dusta. Sejarah hidup Rasulullah SAW benar-benar membuat kita yakin terhadap kebenaran risalahnya. Kita meyakini­nya hanyalah karena cocok dengan akal pikiran, bukan karena mukjizat. Iman bangsa Arab kepada kebenaran risalahnya tidak pertama-tama didasari oleh adanya mukjizat yang keluar. Tak satu mukjizat Nabi pun yang menjadi sebab berimannya orang-­orang kafir yang degil itu. Sebab suatu mukjizat material tentu hanya bernilai bagi orang-orang yang menyaksikannya, sedangkan iman orang-orang yang tidak menyaksikan seperti kita sekarang semata-­mata berdasarkan pengakuan dan pembenaran secara akal atas kebenaran risalahnya. Al-Qur’an yang merupakan mukjizat akli itu pasti menggoda setiap orang yang berakal dan berkeinsyafan untuk percaya kepada risalah Muhammad SAW.</p>
<p>Tak pelak lagi hal ini pun membedakan sejarah Nabi Muhammad dengan Nabi-nabi sebelumnya. Percayanya umat Nabi terdahulu kepadanya hanya karena menyaksikan keluarbiasaan yang dibawa, bukan karena pertimbangan akal sehat dan pema­hamannya tentang prinsip-prinsip ajarannya. Nabi Isa As. adalah contoh dalam hal ini. Allah mence­ritakan dalam Al-Qur’an, senjata yang diberikan Allah kepada beliau guna meyakinkan orang Yahudi ialah mukjizat. Yaitu dapat menyembuhkan penyakit bisu dan belang, dapat menghidupkan orang yang sudah mati, dapat menurunkan langsung makanan berlimpah ruah dari langit.</p>
<p>Apa yang kita katakan tadi ternyata dibenarkan oleh Injil-injil yang ada, mukjizat-mukjizat mate­riallah satu-satunya sebab berimannya sekelompok orang kepada Nabi Isa. Betapa bedanya antara keterangan Injil dan Qur’an tentang sebab-sebab berimannya umat Nabi Isa. Kalau Al-Qur’an menya­takan sebab dimaksud ialah kebenaran kerasulan Isa, maka Injil-injil yang ada kini menyatakan karena keluarbiasaannya, bahkan beliau dianggap pula sebagai Tuhan atau Anak Tuhan. Setelah wafatnya Nabi Isa, agama Masehi tersebar karena hal-hal yang luar biasa. Agama Masehi benar-benar didasar­kan kepada mukjizat. Demikian menurut keterangan-­keterangan yang dapat dibaca dalam Injil-injil yang ada sekarang.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan sejarah Nabi Muham­mad, maka nyata benar bedanya, kalau umat Nabi Isa beriman karena mukjizat, maka umat Nabi Muhammad beriman karena memang ajarannya bisa diterima oleh akal sehat. Adanya mukjizat Nabi Muhammad tidak lain merupakan bukti keagungan­nya, untuk mematahkan alasan-alasan orang-orang yang ingkar lagi keras kepala. Orang yang meneliti Al-Qur’an akan menemukan, metode yang dipakai guna meyakinkan setiap pembacanya adalah metode akli dan fakta-fakta nyata mengenai keagungan ciptaan Allah. Memahami kemukminan Rasulullah SAW akan menjadi bukti dan kebenaran kerasulan Muhammad.</p>
<blockquote><p>Firman Allah</p>
<p>وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ ءَايَاتٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ</p>
<p>أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ</p>
<p>“Dan mereka berkata: mengapa tidak diturunkan baginya mukjizat-mukjizat dan Tuhannya? Katakan, sesungguhnya mukjizat itu adalah kuasa Allah dan aku hanyalah pemberi peringatan yang nyata. Apakah mereka tidak merasa cukup, telah kami turunkan kitab yang dibacakan kepada mereka. Sesungguhnya di dalamnya terdapat rahmat dan peringatan bagi kaum yang beriman.” (QS. Al-Ankabut: 50-51)
</p></blockquote>
<p>Ketika orang-orang Quraisy mendesak agar Nabi Muhammad memperlihatkan mukjizat, maka Allah menyuruh beliau menjawab seperti dalam ayat berikut</p>
<p>وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّى تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنْبُوعًا</p>
<p>أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا تَفْجِيرًا</p>
<p>أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ قَبِيلًا</p>
<p>أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَى فِي السَّمَاءِ وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّى تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا</p>
<p>“Dan mereka berkata: kami tidak akan percaya kepadamu sehingga engkau pancarkan untuk kami mata air dan bumi. Atau engkau memiliki kebun korma dan anggur dan di celah-celahnya ada sungai yang mengalir. Atau engkau gugurkan langit berkeping-keping seperti yang engkau katakan. Atau engkau hadapkan Allah Dan Malaikat kepada kami. Atau engkau memiliki sebuah rumah dan emas dan engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan percaya dengan kenaikanmu itu sebelum engkau turun membawa kitab yang dapat kami baca. Katakan, Maha Suci Allah Tuhanku aku ini adalah seorang manusia yang diutus.” (QS. Al-Isra’: 90-93)</p>
<p>Demikian jelasnya Al-Qur’an menyatakan Muhammad adalah manusia yang diutus tidak didasarkan kepada hal-hal yang luar biasa atau mukjizat, tetapi diarahkan kepada pertimbangan akal dan hati nurani.</p>
<p>فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ كَذَلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ</p>
<p>“Siapa saja yang dikehendaki Allah untuk beriman, maka akan dilapangkan dadanya untuk menerima Islam.” (QS. Al-An’am: 125)</p>
<p>sumber: </p>
<p>http://www.dakwatuna.com/2010/mukadimah-sirah-bagian-ke-1/</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/bab-iv-matahari-di-tangan-kananku-bulan-di-tangan-kiriku/" title="Bab IV: Matahari di tangan kananku! Bulan di tangan kiriku!"><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>February 23, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/bab-iv-matahari-di-tangan-kananku-bulan-di-tangan-kiriku/" title="Bab IV: Matahari di tangan kananku! Bulan di tangan kiriku!">Bab IV: Matahari di tangan kananku! Bulan di tangan kiriku!</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang">Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan">Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/nama-nama-mulia-nabi-muhammad-saw/" title="Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW"><img src="Array" alt=" Keistimewaan Sejarah Nabi"  title="Keistimewaan Sejarah Nabi" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/nama-nama-mulia-nabi-muhammad-saw/" title="Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW">Nama Nama Mulia Nabi Muhammad SAW</a> (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/03/keistimewaan-sejarah-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/03/beruswah-kepada-nabi-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/03/beruswah-kepada-nabi-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 02:37:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah ra]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Badawi]]></category>
		<category><![CDATA[batu kerikil]]></category>
		<category><![CDATA[imam sholat]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[jubah]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[memasak sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[membantu urusan rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[menjahit sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin umat]]></category>
		<category><![CDATA[Pintu Surga]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sorban]]></category>
		<category><![CDATA[Umar Bin Khathab]]></category>
		<category><![CDATA[uswah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5853</guid>
		<description><![CDATA[Kita punya cara untuk mengenang orang paling mulia di dunia, Nabi Muhammad saw.. Catatan ringkas ini semoga menjadi renungan buat kita. Berteladan kepada Nabi saw. Dia sejatinya uswah, pasti tidak akan membuat kita kecewa! 1) Kalau ada pakaian yang koyak, Nabi saw menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita punya cara untuk mengenang orang paling mulia di dunia, Nabi Muhammad saw.. Catatan ringkas ini semoga menjadi renungan buat kita. Berteladan kepada Nabi saw. Dia sejatinya uswah, pasti tidak akan membuat kita kecewa!</p>
<p>1) Kalau ada pakaian yang koyak, Nabi saw menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.</p>
<p>2) Setiap kali pulang ke rumah, bila belum tersaji makanan karena masih dimasak, sambil tersenyum beliau menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Aisyah menceritakan bahwa kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.</p>
<p>3) Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudahnya.</p>
<p>4) Pernah beliau pulang menjelang pagi hari. Tentulah beliau teramat lapar waktu itu. Namun dilihatnya tiada apa pun yang tersedia untuk sarapan. Bahkan bahan mentah pun tidak ada karena ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, “Belum ada sarapan ya Khumaira?’  Aisyah menjawab dengan agak serba salah, ‘Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.’ Rasulullah lantas berkata, ‘Jika begitu aku puasa saja hari ini.’ tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah beliau.</p>
<p>5) Sebaliknya Nabi saw sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, ‘Mengapa engkau memukul isterimu?’ Lantas lelaki itu menjawab dengan gementar, “Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap membangkang juga, jadi aku pukul dia.” Jelas lelaki itu.</p>
<p>“Aku tidak bertanya alasanmu,” sahut Nabi saw.</p>
<p>“Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu dari anak-anakmu?”</p>
<p>6) Kemudian Nabi saw bersabda,”Sebaik-baik suami adalah yang paling baik, kasih dan lemah-lembut terhadap isterinya.’ Prihatin, sabar dan tawadlu’nya beliau dalam posisinya sebagai kepala keluarga langsung tidak sedikitpun merubah kedudukannya sebagai pemimpin umat.</p>
<p>7) Pada suatu ketika Nabi saw menjadi imam shalat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan Nabi antara satu rukun ke rukun yang lain agak melambat dan terlihat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi gemeretak seakan sendi-sendi di tubuh Nabi mulia itu bergeser antara satu dengan yang lain. Lalu Umar ra  tidak tahan melihat keadaan Nabi yang seperti itu langsung bertanya setelah shalat.</p>
<p>‘Ya Rasulullah, kami melihat sepertinya engkau menanggung penderitaan yang amat berat. Sakitkah engkau ya Rasulullah?”</p>
<p>“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat wal ‘afiat.”</p>
<p>“Ya Rasulullah.. .mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar suara gemeretak pada sendi-sendi tulangmu? Kami yakin engkau sedang sakit…” desak Umar penuh cemas.</p>
<p>Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut beliau yang kempis, kelihatan dililit sehelai kain yang berisi batu kerikil, untuk menahan rasa lapar beliau. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi gemeretak setiap kali bergeraknya tubuh beliau.</p>
<p>“Ya Rasulullah! Apakah saat engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kemudian kami tidak akan mengusahakannya buat engkau?’</p>
<p>Lalu Nabi saw menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?’ ‘Biarlah kelaparan ini<br />
sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”</p>
<p> <img src='http://nabimuhammad.info/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt="icon cool Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" class='wp-smiley' title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /> Nabi saw pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang dipenuhi kudis, miskin dan kotor.</p>
<p>9) Beliaupun hanya diam dan bersabar ketika kain sorbannya ditarik dengan kasar oleh seorang Arab Badawi hingga berbekas merah di lehernya. Begitupun dengan penuh rasa kehambaan beliau membersihkan tempat yang dikencingi seorang arab Badawi di dalam masjid sebelum beliau tegur dengan lembut perbuatan itu.</p>
<p>10) Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa penghambaan yang sudah menghunjam dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ingin diistimewakan (dipertuan).</p>
<p>11) Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan keramaian (publik) maupun saat seorang diri.</p>
<p>12) Pintu Syurga terbuka seluas-luasnya untuk Nabi, namun beliau masih tetap berdiri di sepinya malam, terus-menerus beribadah hingga pernah beliau terjatuh lantaran kakinya bengkak-bengkak.</p>
<p>13) Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemauan jiwanya yang tinggi. Bila ditanya oleh ‘Aisyah, ‘Ya Rasulullah, bukankah engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?’ Jawab baginda dengan lembut, ‘Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.’</p>
<p>آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ</p>
<p>Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi<br />
[dakwatuna.com/nabimuhammad.info]</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/zaid-bin-haritsah/" title="Zaid Bin Haritsah"><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>December 23, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/zaid-bin-haritsah/" title="Zaid Bin Haritsah">Zaid Bin Haritsah</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/aku-juga-sakit-kepala-aisyah/" title="&#8216;Aku Juga Sakit Kepala, Aisyah!&#8217;"><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>December 22, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/aku-juga-sakit-kepala-aisyah/" title="&#8216;Aku Juga Sakit Kepala, Aisyah!&#8217;">&#8216;Aku Juga Sakit Kepala, Aisyah!&#8217;</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/ketika-rasulullah-menggoda-aisyah/" title="Ketika Rasulullah Menggoda Aisyah"><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>December 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/ketika-rasulullah-menggoda-aisyah/" title="Ketika Rasulullah Menggoda Aisyah">Ketika Rasulullah Menggoda Aisyah</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/perang-damai/" title="Perang &#038; Damai"><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>December 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/perang-damai/" title="Perang &#038; Damai">Perang &#038; Damai</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat"><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>October 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat">Bab 2:Taubat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/6939/" title="Senyum"><img src="Array" alt=" Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW"  title="Beruswah Kepada Nabi Muhammad SAW" /></a>October 27, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/6939/" title="Senyum">Senyum</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/03/beruswah-kepada-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/03/menyikapi-%e2%80%98nabi-palsu%e2%80%99-dan-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/03/menyikapi-%e2%80%98nabi-palsu%e2%80%99-dan-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 15:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[(Tarikh jilid 3]]></category>
		<category><![CDATA[3:185-187]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar As Siddiq]]></category>
		<category><![CDATA[al-Aswad ibn Ka‘b al-‘Unsi]]></category>
		<category><![CDATA[al-Harits ibn Sa‘id]]></category>
		<category><![CDATA[al-Kadzdzab]]></category>
		<category><![CDATA[Dhirar ibn al-Azwar]]></category>
		<category><![CDATA[Dzut-Taj Laqith ibn Malik al-Azdi.]]></category>
		<category><![CDATA[hlm.146).]]></category>
		<category><![CDATA[Imam at-Thabari]]></category>
		<category><![CDATA[Khalid ibn al-Walid]]></category>
		<category><![CDATA[Khalid ibn Sa‘id]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[Musaylamah]]></category>
		<category><![CDATA[Musaylamah ibn Habib]]></category>
		<category><![CDATA[Najran]]></category>
		<category><![CDATA[Sahiq]]></category>
		<category><![CDATA[Sanaa.]]></category>
		<category><![CDATA[Syahiq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarikh ar-Rusul wa l-Muluk]]></category>
		<category><![CDATA[Thulayhah ibn Khuwaylid al-Asadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5851</guid>
		<description><![CDATA[Tahun kesepuluh Hijriah atau 632 Masehi merupakan tahun krisis. Dua orang ‘nabi gadungan’ muncul hampir bersamaan. Bukan secara kebetulan. Tetapi lantaran terbuka kesempatan apabila tersiar berita bahwa Rasulullah jatuh sakit. Maka di negeri Yaman, seorang bernama al-Aswad ibn Ka‘b al-‘Unsi pun memproklamirkan diri sebagai nabi. Lewat pelbagai atraksi seperti menyuruh keledainya bersujud –tentu sesudah dilatihnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun kesepuluh Hijriah atau 632 Masehi merupakan tahun krisis. Dua orang ‘nabi gadungan’ muncul hampir bersamaan. Bukan secara kebetulan. Tetapi lantaran terbuka kesempatan apabila tersiar berita bahwa Rasulullah jatuh sakit. Maka di negeri Yaman, seorang bernama al-Aswad ibn Ka‘b al-‘Unsi pun memproklamirkan diri sebagai nabi. Lewat pelbagai atraksi seperti menyuruh keledainya bersujud –tentu sesudah dilatihnya, al-Aswad sempat mendapat sejumlah pengikut di Najran dan Sanaa. Ia juga mengklaim didatangi oleh dua malaikat, satu bernama Sahiq, dan satu lagi bernama Syahiq, dengan wahyu berbunyi: “Wal mayisati maysa, wad darisati darsa, yahijjuna ushaba wa furada.” Lantas bagaimana sikap pemerintah kala itu? Gubernur Khalid ibn Sa‘id langsung mengusirnya dari Sanaa. Kemudian Rasulullah mengirim detasemen khusus untuk menumpasnya.</p>
<p>Misi tersebut berhasil, meski berita tewasnya nabi palsu itu baru sampai ke Madinah kira-kira dua minggu setelah Rasulullah wafat (Lihat:Imam at-Thabari,Tarikh ar-Rusul wa l-Muluk, 3:185-187).</p>
<p>Musaylamah ibn Habib adalah orang kedua yang mengklaim dirinya nabi.Sebelumnya ia pernah menyertai rombongan sukunya, Bani Hanifah, yang baru masuk Islam, datang ke Madinah untuk menghadap Rasulullah. Ketika pamit, mereka memberitahu Rasulullah bahwa ada seorang anggota yang tidak ikut masuk tetapi menunggu di luar menjaga unta dan barang-barang bawaan mereka, yaitu Musaylamah. “Dia itu tidak lebih buruk dari kalian,” ujar Rasulullah seraya menyuruh mereka supaya memberikan hadiah yang sama kepadanya. Nah, sabda Rasulullah itulah yang dijadikan modal oleh Musaylamah untuk mengaku dirinya nabi di kemudian hari.</p>
<p>Tiba di Yamamah, kampung halamannya, Musaylamah berlagak dapat wahyu lantas bersajak: “Laqad an‘am Allah ‘ala l-hubla, akhraja minha nasmatan tas‘a, min bayni shifaq wa hasya.” Ia lalu menghalalkan minuman keras (khamr), hubungan seks tanpa nikah (zina) dan sebagainya. Kejadian ini dilaporkan oleh sejarawan Ibn Sa‘d dalam Thabaqat, 1:273 dan Imam at-Thabari dalam Tarikh, 3:138.</p>
<p>Ketika mendengar kondisi kesehatan Rasulullah terus memburuk, Musaylamah semakin berani menyuarakan klaimnya. Ditulisnya sepucuk surat kepada Rasulullah supaya wilayah kenabian dibagi dua saja, separuh untuk nabi orang Quraysh dan separuhnya lagi untuk nabi orang Yamamah –yaitu dirinya. Rasulullah jelas menolak permintaan tersebut dan menjuluki Musaylamah  ‘si pembohong’ (al-Kadzdzab). Kepada dua orang suruhan Musaylamah yang membawa surat itu Rasulullah berkata: “Seandainya boleh membunuh utusan (diplomat), niscaya sudah kupenggal kepala kalian berdua (ama w-Allahi law-la anna r-rusul la tuqtalu, la-dharabtu a‘naqakuma)!” Peristiwa ini dituturkan oleh Imam at-Thabari, (Tarikh jilid 3, hlm.146).</p>
<p>Musaylamah dan para pengikutnya berhasil ditumpas habis oleh pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Khalid ibn al-Walid tidak lama sesudah Rasulullah wafat (Lihat:al-Baladzuri, Futuh 1:104-106)</p>
<p>Imam at-Thabari memberikan catatan penting yang terjemah Inggrisnya berbunyi: “It is said that the pretension of Musaylamah and of those who falsely alleged prophethood during the time of the Prophet [Muhammad saw] actually took place after the Prophet had returned from his ‘Farewell Pilgrimage’ and during the illness in which he died. … When the Prophet returned to Medina after performing the Final Pilgrimage, he began to have a complaint of illness. As travel was allowed, the news of the Prophet’s illness spread, so both al-Aswad and Musaylamah leapt at [the opportunity and claimed prophethood for themselves], the former in the Yemen and the latter in al-Yamamah, and their news reached the Prophet. After the Prophet had recovered, Thulayhah leapt at [the opportunity and claimed prophethood] in the land of the Banu Asad. Then in Muharram the Prophet complained of the pain from which he died.” (The History of al-Tabari, vol. IX – the Last Years of the Prophet, trans. with notes by Ismail K. Poonawala, New York 1990, hlm.107-108 = teks Arabnya dalam kitab Tarikh jilid 3, hlm.146-147).</p>
<p>Kemunculan dua orang nabi gadungan itu sebenarnya sudah diisyaratkan kepada Rasulullah. Dalam sebuah riwayat disebutkan pernah suatu kali Rasulullah bermimpi melihat dua gelang emas diletakkan di atas telapak tangannya. Lama-kelamaan dua gelang emas itu tampak semakin membesar. Kemudian beliau mendengar suara berkata: ‘Tiuplah mereka!’Maka dengan satu tiupan dua gelang emas itupun sirna.‘Aku takwilkan mimpi tersebut sebagai dua orang penipu yang mengapit keberadaanku, yaitu penguasa Sanaa dan pemimpin Yamamah.’Demikian diceritakan Imam al-Bukhari sebagaimana dikutip oleh Ibn Katsir dalam kitab al-Bidayah wa n-Nihayah, juz 5, hlm.45-46.</p>
<p>Orang ketiga yang mengaku dirinya nabi ialah Thulayhah ibn Khuwaylid al-Asadi. Seperti halnya Musaylamah, ia pun awalnya seorang muslim, tetapi kemudian murtad dan menabikan diri. Rasulullah mengirim Dhirar ibn al-Azwar untuk memerangi nabi gadungan itu, namun belum berhasil sampai wafatnya. Di kemudian hari, tatkala sudah dikepung oleh pasukan Muslim, Thulayhah masih berlagak mendapat wahyu. “Telah datang Jibril kepadaku dan berbisik: (inna laka raha ka-rahahu, wa yawma la tansahu),” serunya. Sadar bahwa ia dan pengikutnya tak mungkin menang, Thulayhah pun akhirnya menyerah. Setelah ditangkap dan dibawa menghadap Khalifah Abu Bakr ra, ia pun bertobat dan kembali kepada Islam. Thulayhah tewas dalam sebuah pertempuran di Nahawand (Lihat: Imam at-Thabari, Tarikh, 3:186 dan Ibn al-Atsir, Usud al-Ghabah 3:95).</p>
<p>Masih di zaman Khalifah Abu Bakar, muncul di wilayah Oman seorang nabi palsu bernama Dzut-Taj Laqith ibn Malik al-Azdi. Terhadapnya Khalifah Abu Bakr ra bertindak tegas. Satu divisi tentara dikirim untuk membasmi aliran sesat itu dan membekuk kepalanya (Lihat Ibn Katsir, al-Bidayah wa n-Nihayah, 6:329).</p>
<p>Lalu pada zaman pemerintahan Abdul Malik ibn Marwan, seorang bernama al-Harits ibn Sa‘id mengaku nabi. Mereka yang terpukau oleh aksi-aksi anehnya lalu ikut dan berbai‘at setia kepadanya. Namun berita mengenainya sampai juga kepada Khalifah. Maka diutuslah beberapa orang untuk meringkusnya. Setelah beberapa lama buron di kawasan Baitul Maqdis, Yerusalem, nabi gadungan itu akhirnya berhasil ditangkap. Ia kemudian dibawa menghadap Khalifah di Damaskus dan disuruh bertobat tetapi bersikukuh menolak. Al-Harits akhirnya dijatuhi hukuman mati dan disalib (Lihat: Ibn ‘Asakir, Tahdzib Tarikh Dimasyq, 3:442-5).</p>
<p>Ada beberapa poin yang dapat kita petik dari fakta dan data historis di atas. Pertama, nabi-nabi palsu baru muncul pada tahun terakhir menjelang Rasulullah wafat dan setelahnya. Yakni tatkala Umat Islam diliputi kegalauan apabila Rasulullah mulai sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia pada tahun itu juga. Kemudian menyusul kekecohan singkat seputar suksesi kepemimpinan hingga terpilihnya Abu Bakr sebagai Khalifah.</p>
<p>Kedua, gerakan nabi-nabi gadungan itu tidak semua dan tidak melulu berkelindan dengan upaya menggembosi kedaulatan Rasulullah dan Khalifah sesudahnya. Kalaupun betul Musaylamah menggalang kekuatan militer untuk melawan pasukan Muslim, maka hal itu dikarenakan ambisi politik pribadinya. Musaylamah keliru menyangka Rasulullah memperjuangkan Islam demi kekuasaan. Musaylamah tidak mengerti kalau hakikatnya justru sebaliknya: Rasulullah menggunakan politik untuk kepentingan agama, bukan seperti dirinya yang menggunakan agama untuk politik. Sebab itulah Musaylamah kemudian mengaku nabi dengan harapan mendapat dukungan politik dari penduduk Yamamah.</p>
<p>Jadi bagi Rasulullah dan para Khalifahnya, memerangi kemurtadan adalah aksi yang lebih bersifat teologis (melawan kebatilan) ketimbang politik (menumpas pemberontakan).</p>
<p>Maka nabi-nabi palsu yang tidak membangun kekuatan militer –semisal al-Aswad, Thulayhah dan Laqith– pun diperangi juga.</p>
<p>Ketiga, ada yang lugu bertanya: mengapa setelah menerima surat dari Musaylamah yang mengaku nabi, Rasulullah tidak lantas menyuruhnya keluar dari Islam dan mendirikan agama baru? Tentu saja tidak, sebab dengan menabikan dirinya maka Musaylamah sudah otomatis keluar dari Islam dan bikin agama sendiri. Ini sama dengan bertanya: mengapa Allah tidak menyuruh Iblis keluar dari iman dan mendirikan agama baru? Lha wong Iblis itu dengan aksi membangkang dan sikap angkuhnya itu sudah otomatis keluar dari iman alias kafir dan mempelopori gerakan ingkar Tuhan ingkar Nabi.</p>
<p>Faktanya cukup jelas bagaimana Rasulullah menyikapi para nabi palsu. Beliau tidak hanya mengirim surat balasan seperti: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah dan Pengasih. Dari Muhammad Rasulullah, kepada Musaylamah ‘sipenipu’. Keselamatan bagi mereka yang mengikuti petunjuk. Bumi ini seluruhnya milik Allah yang diberikannya kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Namun akhirnya bagi orang-orang yang bertakwa. ”Tetapi juga mengirim pasukan khusus untuk menghentikan sepak-terjang nabi gadungan dan para pengikutnya. Disamping menempuh jalan dakwah secara diplomatik dan persuasif, beliau juga melancarkan aksi ofensif dan defensif sesuai situasi dan kondisi.</p>
<p>Dalam hal ini patut kita simak lagi firman Allah dalam al-Qur’an: “Sesungguhnya hukuman bagimereka yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membikin kerusakan di muka bumi adalah dihukum mati atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik , atau diusir dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu merupakan suatu perendahan kepada mereka di dunia, dan di akhirat kelak mereka akan mendapat siksa yang hebat. Kecuali orang-orang yang bertaubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka, maka (janganlah mereka dihukum). Ketahuilah bahwa Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ma’idah’:33-34).</p>
<p>Maka ahli-ahli hukum Islam yang disebut fuqaha sepakat bahwa orang yang murtad (keluar dari Islam) mesti dijatuhi hukuman mati. Ini dikukuhkan oleh sabda Rasulullah yang diriwayatkan Imam an-Nasa’i: “Siapa yang menukar agamanya maka bunuhlah dia (man baddala dinahu fa-uqtuluhu).” Maka tatkala Mu‘adz ibn Jabal berkunjung ke kediaman Abu Musa al-Asy‘ari di Yaman dan melihat seorang Yahudi diikat lantaran masuk Islam tetapi kemudian keluar lagi (murtad), beliau berkata: “Aku tidak akan duduk sebelum orang ini dieksekusi. Demikianlah ketentuan Allah dan RasulNya (la ajlisu hatta yuqtala, qadha’Allahi wa rasulihi).” Pendapat ini yang dipegang antara lain oleh Imam at-Thahawi dan sebagian ulama salaf. Sementara mayoritas ahli fiqih empat mazhab menyatakan perlunya kesempatan terakhir diberikan kepada yang si murtad untuk bertaubat dalam tempo maksimal tiga hari. Dasarnya adalah kebijakan Sayyidina ‘Umar ibn al-Khaththab dan Sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib dalam menangani kasus murtad (Lihat: Ibn Hajar al-‘Asqalani, Fath al-Bari, juz 12, hlm.268-272 dan Imam an-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, juz 1, hlm 207).</p>
<p>Ditinjau dari perspektif kaidah fiqh “mencegah kerusakanadalah lebih diutamakan daripada mencari keuntungan” (dar’ al-mafasid muqaddam‘ala jalb al-mashalih).</p>
<p>Gerakan pemurtadan yang dipimpin para nabi palsu pada zaman Rasulullah dan Khalifah Abu Bakr memang niscaya diperangi, karena saat itu kemurtadan bukan sekadar oposisi politik atau identik dengan pemberontakan yang merongrong kedaulatan pemerintah, tetapi juga merupakan makar untuk merobohkan bangunan ajaran Islam.</p>
<p>Membiarkan kemurtadan merajalela –walau atas nama hak asasi manusia– jelas lebih besar mafsadatnya ketimbang maslahatnya. Dan fitnah dalam arti pelecehan agama dan penggusuran hukum-hukum Allah dipandang lebih besar kejahatannya daripada pembunuhan.</p>
<p>Di sinilah pemahaman tentang metodologi hukum Islam mutlak diperlukan dalam menangani pengikut nabi gadungan.</p>
<p><strong>Tegasnya ulama</strong></p>
<blockquote><p>
Tanpa pengetahuan yang mumpuni tentang metodologi hukum Islam, pembelaan terhadap aliran-aliran sesat yang merusak mungkin saja tampak indah dari kacamata hak asasi manusia (HAM), tapi bisa jadi esensinya bertentangan dengan maqashid as- syari‘ah (tujuan-tujuan syariat) yang lebih bersifat universal. Dalam hal ini ditetapkan, prioritas kemaslahatan yang paling tinggi adalah preservasi agama (hifzhud-din), sebagaimana ditegaskan oleh Imam as-Syathibi (dalam kitab al-Muwafaqat 2:8-10), Imam al-Ghazali (dalam kitab al-Mustashfa 1:287), dan Ibn Qudamah (dalam kitab Rawdhat an-Nazhir, 1:414).</p></blockquote>
<p>Kemaslahatan agama ini berada diatas kemaslahatan nyawa dan harta-benda sekalipun. Makanya, al-Qur’an mewajibkan jihad dengan harta dan nyawa untuk membela agama. Jikalau Jakarta diserang oleh Singapura misalnya, maka umat Islam harus turun berperang meski itu nanti menyebabkan hilangnya nyawa. Jadi nyawapun kadang harus dikorbankan demi membela kemaslahatan tertinggi, yaitu kemaslahatan agama.</p>
<p>Nah, kalau Rasulullah, para Khalifah dan Sahabatnya serta ulama salaf saja begitu jelas dan tegas sikapnya terhadap nabi-nabi gadungan, alangkah lancangnya kaum liberal yang mengaku kader ormas Islam merasa punya hak veto untuk menggugat dengan mendaulat diri mereka sebagai orang-orang yang paling paham mengenai Syari‘at Islam seperti terlihat dari sikap mereka membela jemaah Ahmadiyah.</p>
<p>Di sinilah saya kira umat Islam mesti memilih dalam bersikap, mau mengikuti opini kaum liberal yang keliru atau meneladani sikap Rasulullah dan para pewarisnya. Wallahu a‘lam.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Oleh: Syamsuddin Arif</p>
<p>Penulis  pakar orientalis dari International Islamic University (IIU), Malaysia dan peneliti INSISTS. Tulisan ini diturunkan untuk menanggapi tulisan Akhmad Sahal berjudul, &#8220;Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah&#8221; di Tempointeraktif, Rabu,  16 Februari 2011  </p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah"  title="Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/menyibak-makna-isra%e2%80%99-mikraj/" title="Menyibak Makna Isra’ Mikraj"><img src="Array" alt=" Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah"  title="Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah" /></a>June 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/menyibak-makna-isra%e2%80%99-mikraj/" title="Menyibak Makna Isra’ Mikraj">Menyibak Makna Isra’ Mikraj</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/pehitungan-matematis-kecepatan-buraq/" title="(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ"><img src="Array" alt=" Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah"  title="Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah" /></a>June 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/pehitungan-matematis-kecepatan-buraq/" title="(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ">(Pehitungan Matematis) Kecepatan BURAQ</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/keutamaan-dzikir-dan-kalimat-tauhid/" title="Keutamaan Dzikir dan Kalimat Tauhid "><img src="Array" alt=" Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah"  title="Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/keutamaan-dzikir-dan-kalimat-tauhid/" title="Keutamaan Dzikir dan Kalimat Tauhid ">Keutamaan Dzikir dan Kalimat Tauhid </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/keadaan-langit-setelah-nabi-mendapat-wahyu-2/" title="Keadaan Langit Setelah Nabi Mendapat Wahyu"><img src="Array" alt=" Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah"  title="Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah" /></a>October 18, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/keadaan-langit-setelah-nabi-mendapat-wahyu-2/" title="Keadaan Langit Setelah Nabi Mendapat Wahyu">Keadaan Langit Setelah Nabi Mendapat Wahyu</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/malaikat-manusia-dan-jin-tidak-dapat-mengetahui-yang-ghaib/" title="Malaikat, Manusia dan Jin Tidak Dapat Mengetahui yang Ghaib"><img src="Array" alt=" Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah"  title="Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah" /></a>October 16, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/malaikat-manusia-dan-jin-tidak-dapat-mengetahui-yang-ghaib/" title="Malaikat, Manusia dan Jin Tidak Dapat Mengetahui yang Ghaib">Malaikat, Manusia dan Jin Tidak Dapat Mengetahui yang Ghaib</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/peristiwa2-yang-disaksikan-nabi-saat-malam-isra-mikraj/" title="Peristiwa2 Yang Disaksikan Nabi Saat Malam Isra&#8217; Mikraj"><img src="Array" alt=" Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah"  title="Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah" /></a>August 18, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/peristiwa2-yang-disaksikan-nabi-saat-malam-isra-mikraj/" title="Peristiwa2 Yang Disaksikan Nabi Saat Malam Isra&#8217; Mikraj">Peristiwa2 Yang Disaksikan Nabi Saat Malam Isra&#8217; Mikraj</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/03/menyikapi-%e2%80%98nabi-palsu%e2%80%99-dan-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

