<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Kedalaman Al Quran</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/al-quran/kedalaman-al-quran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Wahyu</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 08:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[awha-yuhi]]></category>
		<category><![CDATA[bertasbih]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa]]></category>
		<category><![CDATA[ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Kafir]]></category>
		<category><![CDATA[langit ketujuh]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat Jibril]]></category>
		<category><![CDATA[Maryam]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[sarah istri Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Terjadinya Wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[Zakaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[Wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung. Kata &#8220;wahyu&#8221; adalah kata benda, dan bentuk kata kerjanya adalah awha-yuhi, arti kata wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat. Selanjutnya dijelaskan lebih dalam bahwa pengertian makna wahyu meluas menjadi beberapa makna, diantaranya adalah sebagai: Perintah Isyarat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/02/11.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/02/11.jpg" alt="11 Wahyu" title="11" width="400" height="300" class="alignnone size-full wp-image-7287" /></a>Wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung. </p>
<p>Kata &#8220;wahyu&#8221; adalah kata benda, dan bentuk kata kerjanya adalah awha-yuhi, arti kata wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat.</p>
<p>Selanjutnya dijelaskan lebih dalam bahwa pengertian makna wahyu meluas menjadi beberapa makna, diantaranya adalah sebagai:</p>
<blockquote><p>Perintah</p></blockquote>
<p>    Isyarat, seperti yang terjadi pada kisah Zakaria</p>
<p>“ 	Zakaria berkata: &#8220;Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.&#8221; Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.&#8221; [Maryam 10-11] 	”</p>
<blockquote><p>Ilham secara kodrati dan insting</p></blockquote>
<p>Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalah at-Tauhid adalah pengetahuan yang didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah melalui perantara ataupun tidak.</p>
<p><strong>Penerima wahyu</strong></p>
<p>    Malaikat<br />
    Nabi dan rasul</p>
<p>    Orang-orang beriman:<br />
        Hawa istri Adam<br />
        Sarah istri Ibrahim<br />
        Dzul Qarnain<br />
        Ibunda Musa<br />
        Asiyah ibunda angkat Musa<br />
        Maryam ibunda dari Isa<br />
        Pengikut Isa</p>
<p>    Makhluk lainnya:<br />
        Hewan<br />
        Langit ketujuh<br />
        Bumi</p>
<p>&#8220;(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.&#8221; Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.&#8221; (Al Anfaal 8:12)</p>
<p>^ Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulayman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS. Al-Baqarah 4:163)</p>
<p>^ &#8220;Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami (Allah SWT) berkata, &#8220;Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.&#8221; (QS. Al-Kahfi: 86)</p>
<p>^ &#8220;&#8230;Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; &#8220;Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.&#8221; (Al Qashash 28:7)</p>
<p>^ &#8220;Maka Maryam mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, &#8220;Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.&#8221; (QS. Maryam: 17-18)</p>
<p>^ &#8220;&#8230;Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: &#8220;Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.&#8221; Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).&#8221; (Al Maa&#8217;idah 5:111)</p>
<p>^ &#8220;&#8230;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, &#8220;Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia&#8221;, (QS. An-Nahl: 68)</p>
<p>^ &#8220;Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fushshilat: 12)</p>
<p>^ &#8220;Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya, &#8220;Mengapa bumi (jadi begini)?&#8221;, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepadanya. (QS. Az-Zalzalah: 1-5)</p>
<p>Perkembangan ilmiah telah maju dengan pesat, dan cahayanya pun telah menyapu segala keraguan yang selama ini merayap dalam diri manusia mengenai roh yang ada di balik materi. Ilmu materialistis yang meletakkan sebagian besar yang ada di bawah percobaan dan eksperimen percaya terhadap dunia gaib yang ada di balik dunia nyata ini, dan percaya pula bahwa dunia gaib lebih rumit dan lebih dalam daripada dunia nyata ini, dan bahwa sebagian penemuan modern yang membimbing pikiran manusia menyembunyikan rahasia yang samara, yang hakikatnya tidak bisa dipahami oleh ilmu itu sendiri, meskipun pengaruh dan gejalanya dapat diamati. Hal yang demikian ini telah mendekatkan jarak antara pengingkaran terhadap agama-agama dengan keimanan. </p>
<p>Dan itu sesuai dengan firman Allah, &#8220;Akan kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu benar adanya.&#8221; (Fushilat: 35). </p>
<p>&#8220;Dan, tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.&#8221; (Al-Isra: 85). </p>
<p><strong>Kemungkinan Terjadinya Wahyu </strong></p>
<p>Pembahasan psikologi dan rohani kini mempunyai tempat yang penting dalam ilmu pengetahuan. Hal itu pun didukung dan diperkuat oleh perbedaan manusia dalam kecerdasannya, kecenderungannya, dan nalurinya. Di antara intelijensia itu ada yang istimewa dan cemerlang sehingga dapat menemukan segala hal yang baru. Tetapi, ada pula yang dungu dan sukar memahami urusan yang mudah sekalipun. Di antara dua posisi ini terdapat sekian banyak tingkatan. Demikian pula halnya dengan jiwa, ada yang jernih dan cemerlang, ada pula yang kotor dan kelam. </p>
<p>Di balik tubuh manusia ada roh yang merupakan rahasia hidupnya. Tubuh itu kehabisan tenaga dan jaringan-jaringan mengalami kerusakan jika tidak mendapatkan makanan menurut kadarnya. Demikian pula roh, ia memerlukan makanan yang dapat memberikan tenaga rohani agar dapat memelihara sendi-sendi dan ketentuan-ketentuan lainnya. </p>
<p>Bagi Allah bukan hal yang jauh dalam memilih dari antara hamba-hamba-Nya sejumlah jiwa, yang dasarnya begitu jernih dan kodrat yang lebih bersih, yang siap menerima sinar ilahi dan wahyu dari langit serta hubungan dengan mahluk yang lebih tinggi, agar kepadanya diberikan risalah ilahi yang dapat memenuhi keperluan manusia. Mereka mempunyai ketinggian perasaan dan keluhuran budi, dan kejujuran dalam menjalankan hukum. Mereka itulah para rasul dan nabi Allah. Maka, tidaklah aneh bila mereka berhubungan dengan wahyu yang datang dari langit. </p>
<p>Manusia kini menyaksikan adanya hipnotisme yang menjelaskan bahwa hubungan jiwa manusia dengan kekuatan yang lebih tinggi menimbulkan pengaruh. Ini mendekatkan orang pada pemahaman tentang gejala wahyu. Orang yang berkemauan lebih kuat dapat memaksakan kemauannya kepada orang yang lebih lemah, sehingga yang lemah ini tertidur pulas, dan ia kemudian menuruti kehendaknya sesuai dengan isyarat yang diberikan. Maka, mengalirlah semua itu ke dalam hati dan mulutnya. Apabila ini yang diperbuat manusia terhadap sesama manusia, bagaimana dengan yang lebih kuat dari manusia itu? </p>
<p>Sekarang orang dapat mendengar suara yang direkam dan dibawa oleh gelombang eter, menyeberangi lembah dan dataran tinggi, lautan, dan daratan tanpa melihat si pembicara, bahkan sesudah mereka wafat sekalipun. Kini dua orang dapat berbicara melalui telepon, sekalipun yang seorang berada di ujung timur dan seorang yang lain berada di ujung barat, dan terkadang pula mereka berdua saling melihat dalam percakapan itu, semantara orang-orang yang duduk di sekitarnya tidak mengetahui sesuatu melainkan dengingan seperti suara lebah, persis seperti dengingan pada waktu turun wahyu. </p>
<p>Siapakah di antara kita yang tidak pernah mengalami percakapan dengan diri sendiri, dalam keadaan sadar atau tidur, yang pernah terlintas dalam pikirannya tanpa melihat orang yang diajak berbicara di hadapannya. Yang demikian ini serta contoh-contoh lain yang serupa cukup menjelaskan kepada kita tentang hakikat wahyu. </p>
<p>Orang yang sezaman dengan wahyu menyaksikan wahyu dan menukilnya secara mutawatir dengan segala persyaratan yang meyakinkan kepada generasi-generasi sesudahnya. Umat manuisa pun menyaksikan pengaruhnya di dalam budaya bangsanya serta dalam kemampuan pengikutnya. Manusia akan tetap menjadi mulia selama tetap berpegang pada keyakinan itu, dan akan hancur serta hina bila sudah mengabaikannya. Kemungkinan terjadinya wahyu serta kepastiannya sudah tidak dapat diragukan lagi. Untuk itu, manusia harus kembali kepada petunjuk wahyu demi menyiram jiwanya yang haus akan nilai-nilai luhur. </p>
<p>Rasul kita, Muhammad, bukan rasul pertama yang diberi wahyu. Allah juga telah memberikan wahyu kepada rasul-rasul sebelumnya. Seperti firman Allah, &#8220;Sesungguhnya Kami telah menyampaikan wahyu kepadamu seperti Kami telah menyampaikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah menyampaikan wahyu pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. Dan Kami telah mengutus rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.&#8221; (An-Nisa: 163&#8211;164). </p>
<p>&#8220;Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, &#8216;Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang yang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka?&#8217; Orang-orang kafir berkata, &#8216;Sesungguhnya orang ini (Muhammad) adalah benar-benar tukang sihir yang nyata&#8217;.&#8221; (Yunus: 2). </p>
<p><strong>Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran, terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan </strong></p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)">Kemuliaan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/aminah-binti-wahab/" title="Aminah "><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>October 24, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/aminah-binti-wahab/" title="Aminah ">Aminah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>August 20, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi">Istri Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>April 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam">Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/dzikir-rasulullah/" title="Dzikir Rasulullah"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>April 10, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/dzikir-rasulullah/" title="Dzikir Rasulullah">Dzikir Rasulullah</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/06/mengapa-al-quran-diturunkan-dalam-bahasa-arab/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/06/mengapa-al-quran-diturunkan-dalam-bahasa-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 03:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2610</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian ahli sejarah bahasa mengatakan bahwa Nabi Adam as dan istrinya Hawwa adalah manusia yang pertama kali menggunakan bahasa Arab (oral language) . Sebab mereka diciptakan di dalam surga, dimana ada dalil yang menyebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa arab. Ketika Adam as menjejakkan kaki pertama kali di permukaan planet bumi, maka bahasa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian ahli sejarah bahasa mengatakan bahwa Nabi Adam as dan istrinya Hawwa adalah manusia yang pertama kali menggunakan bahasa Arab (oral language) . Sebab mereka diciptakan di dalam surga, dimana ada dalil yang menyebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa arab. Ketika Adam as menjejakkan kaki pertama kali di permukaan planet bumi, maka bahasa yang dilafadzkannya tentu bahasa arab.</p>
<p><strong><br />
1. Al-Qur&#8217;an untuk Semua Manusia</strong></p>
<p>Berbeda dengan kitab suci agama sebelum Islam yang diperuntukkan khusus kepada kalangan terbatas, Al-Qur&#8217;an diperuntukkan untuk seluruh makhluk melata yang bernama manusia. Maka bahasa yang digunakan Al-Qur&#8217;an haruslah bahasa yang punya posisi strategis bagi semua bangsa manusia. Dan bahasa itu adalah bahasa arab dengan sekian banyak alasannya. Di antaranya:<br />
<em><br />
a. Bahasa arab adalah bahasa tertua di dunia.</em><br />
Sebagian ahli sejarah bahasa mengatakan bahwa Nabi Adam as dan istrinya Hawwa adalah manusia yang pertama kali menggunakan bahasa Arab. Sebab mereka diciptakan di dalam surga, dimana ada dalil yang menyebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa arab. Ketika Adam as menjejakkan kaki pertama kali di permukaan planet bumi, maka bahasa yang dilafadzkannya tentu bahasa arab.<br />
Kalau kemudian anak-anak Adam berkembang biak dan melahirkan jutaan bahasa yang beragam di muka bumi, semua berasal dari bahasa arab. Jadi bahasa arab memang induk dari semua bahasa yang dikenal umat manusia. Wajar pula bila Al-Qur&#8217;an yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia menggunakan bahasa yang menjadi induk semua bahasa umat manusia.<br />
<em><br />
b. Bahasa Arab Paling Banyak Memiliki Kosa Kata</em><br />
Sebagai induk dari semua bahasa di dunia dan tetap digunakan umat manusia hingga hari ini, wajar pula bila bahasa Arab memiliki kosa kata dan perbendaharaan yang sangat luas dan banyak. Bahkan para ahli bahasa Arab menuturkan bahwa bahasa Arab memiliki sinonim yang paling menakjubkan. Kata unta yang dalam bahasa Indonesia hanya ada satu padanannya, ternyata punya 800 padanan kata dalam bahasa arab, yang semuanya mengacu kepada satu hewan unta. Sedangkan kata &#8216;anjing&#8217; memiliki 100-an padanan kata.<br />
Fenomena seperti ini tidak pernah ada di dalam bahasa lain di dunia ini. Dan hanya ada di dalam bahasa arab, karena faktor usia bahasa arab yang sangat tua, tetapi tetap masih digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari hingga hari ini. Dengan alasan ini maka wajar pula bila Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa yang dipakai di dalam Al-Qur&#8217;an.<br />
<strong><br />
2. Al-Qur&#8217;an Berlaku Sepanjang Masa</strong><br />
Berbeda dengan kitab suci agama lain yang hanya berlaku untuk masa yang terbatas, Al-Qur&#8217;an sebagai kitab suci diberlakukan untuk masa waktu yang tak terhingga, bahkan sampai datangnya kiamat. Maka bahasa yang digunakan Al-Qur&#8217;an haruslah bahasa yang tetap digunakan oleh umat manusia sepanjang zaman.<br />
Kenyataannya, sejarah manusia belum pernah mengenal sebuah bahasa pun yang tetap eksis sepanjang sejarah. Setiap bahasa punya usia, selebihnya hanya tinggal peninggalan sejarah. Bahkan bahasa Inggris sekalipun masih mengalami kesenjangan sejarah. Maksudnya, bahasa Inggris yang digunakan pada hari ini jauh berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang Inggris di abad pertengahan. Kalau Ratu Elizabeth II masuk ke lorong waktu dan bertemu dengan &#8216;mbah buyut&#8217;-nya, King Arthur, yang hidup di abad pertengahan, mereka tidak bisa berkomunikasi, meski sama-sama penguasa Inggris di zamannya. Mengapa?<br />
Karena meski namanya masih bahasa Inggris, tapi kenyataannya bahasa keduanya jauh berbeda. Karena setiap bahasa mengalami perkembangan, baik istilah maupun grammar-nya. Setelah beratus tahun kemudian, bahasa itu sudah jauh mengalami deviasi yang serius.<br />
Yang demikian itu tidak pernah terjadi pada bahasa Arab. Bahasa yang diucapkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai orang arab yang hidup di abad ke-7 masih utuh dan sama dengan bahasa yang dipakai oleh Raja Abdullah, penguasa Saudi Arabia di abad 21 ini. Kalau seandainya keduanya bertemu dengan mesin waktu, mereka bisa &#8216;ngobrol ngalor ngidul&#8217; hingga subuh dengan menggunakan bahasa arab.<br />
Dengan kenyataan seperti ini, wajarlah bila Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur&#8217;an Al-Kariem yang abadi. Kalau tidak, boleh jadi Al-Qur&#8217;an sudah musnah seiring dengan musnahnya bahasanya.<br />
<strong><br />
3. Al-Qur&#8217;an Mengandung Informasi yang Padat</strong><br />
Diantara keistimewaan bahasa arab adalah kemampuannya menampung informasi yang padat di dalam huruf-huruf yang singkat. Sebuah ungkapan yang hanya terdiri dari dua atau tiga kata dalam bahasa arab, mampu memberikan penjelasan yang sangat luas dan mendalam. Sebuah kemampuan yang tidak pernah ada di dalam bahasa lain.<br />
Makanya, belum pernah ada terjemahan Al-Qur&#8217;an yang bisa dibuat dengan lebih singkat dari bahasa arab aslinya. Semua bahasa umat manusia akan bertele-tele dan berpanjang-panjang ketika menguraikan isi kandungan tiap ayat. Sebagai contoh, lafadz &#8216;ain dalam bahasa arab artinya &#8216;mata&#8217;, ternyata punya makna lain yang sangat banyak. Kalau kita buka kamus dan kita telusuri kata ini, selain bermakna mata juga punya sekian banyak makna lainnya. Di dalam kamus kita mendapati makna lainnya, seperti manusia, jiwa, hati, mata uang logam, pemimpin, kepala, orang terkemuka, macan, matahari, penduduk suatu negeri, penghuni rumah, sesuatu yang bagus atau indah, keluhuran, kemuliaan, ilmu, spion, kelompok, hadir, tersedia, inti masalah, komandan pasukan, harta, riba, sudut, arah, segi, telaga, pandangan, dan lainnya.<br />
Bahasa lain tidak punya makna yang sedemikian padat yang hanya terhimpun dalam satu kata dan hurufnya hanya ada tiga. Dan wajar pula bila Alloh SWT berkenan menjadi bahasa arab sebagai bahasa untuk firman-Nya yang abadi.<br />
<strong><br />
4. Al-Qur&#8217;an Harus Mudah Dibaca dan Dihafal</strong><br />
Sesuai dengan fungsi Al-Qur&#8217;an yang salah satunya sebagai pedoman hidup pada semua bidang kehidupan, Al-Qur&#8217;an harus berisi beragam materi dan informasi sesuai dengan beragam disiplin ilmu. Dan kita tahu bahasa dan istilah yang digunakan di setiap disiplin ilmu pasti berbeda-beda. Dan sangat boleh jadi seorang yang ahli di dalam sebuah disiplin ilmu akan menjadi sangat awam bila mendengar istilah-istilah yang ada di dalam disiplin ilmu lainnya.<br />
Dan kalau beragam petunjuk yang mencakup beragama disiplin ilmu itu harus disatukan dalam sebuah kitab yang simpel, harus ada sebuah bahasa yang mudah, sederhana tapi tetap mengandung banyak informasi penting di dalamnya. Bahasa itu adalah bahasa Arab. Karena bahasa itu mampu mengungkapkan beragam informasi dari beragam disiplin ilmu, namun tetap cair dan mudah dimengerti. Dan saking mudahnya, bahkan bisa dihafalkan di luar kepala.<br />
Salah satu karakteristik bahasa Arab adalah mudah untuk dihafalkan, bahkan penduduk gurun pasir yang tidak bisa baca tulis pun mampu menghafal jutaan bait syair. Dan karena mereka terbiasa menghafal apa saja di luar kepala, sampai-sampai mereka tidak terlalu butuh lagi dengan alat tulis atau dokumentasi. Kisah cerita yang tebalnya berjilid-jilid buku, bisa digubah oleh orang arab menjadi jutaan bait puisi dalam bahasa arab dan dihafal luar kepala dengan mudah. Barangkali fenomena ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tulis menulis kurang berkembang di kalangan bangsa arab saat itu. Buat apa menulis, kalau semua informasi bisa direkam di dalam otaknya?<br />
Maka sangat wajar kalau Alloh SWT menjadikan bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur&#8217;an.<br />
<strong><br />
5. Al-Qur&#8217;an Harus Indah dan Tidak Membosankan</strong><br />
Salah satu keunikan bahasa arab adalah keindahan sastranya tanpa kehilangan kekuatan materi kandungannya. Sedangkan bahasa lain hanya mampu salah satunya. Kalau bahasanya indah, kandungan isinya menjadi tidak terarah. Sebaliknya, kalau isinya informatif maka penyajiannya menjadi tidak asyik diucapkan.<br />
Ada sebuah pintu perlintasan kereta api yang modern di Jakarta. Setiap kali ada kereta mau lewat, secara otomatis terdengar rekaman suara yang membacakan peraturan yang terkait dengan aturan perlintasan kereta. Awalnya, masyarakat senang mendengarkannya, tapi ketika setiap kali kereta mau lewat, suara itu terdengar lagi, maka orang-orang menjadi jenuh dan bosan. Bahkan mereka malah merasa terganggu dengan rekaman suara itu. Ada-ada saja komentar orang kalau mendengar rekaman itu berbunyi secara otomatis.<br />
Tapi lihatlah surat Al-Fatihah, dibaca orang ribuan kali baik di dalam shalat atau di luar shalat, belum pernah ada orang yang merasa bosan atau terusik ketika diperdengarkan. Bahkan bacaan Al-Qur&#8217;an itu begitu sejuk di hati, indah dan menghanyutkan. Itu baru pendengar yang buta bahasa arab. Sedangkan pendengar yang mengerti bahasa arab, pasti ketagihan kalau mendengarnya.<br />
Tidak ada satu pun bahasa di dunia ini yang bisa tetap terdengar indah ketika dibacakan, namun tetap mengandung informasi kandungan yang kaya, kecuali bahasa arab. Maka wajarlah bila Alloh SWT berfirman dengan bahasa arab.***</p>
<p>[dikutip dari answeringfaithfreedom]</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?"  title="Mengapa Al Quran diturunkan dalam Bahasa Arab?" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/06/mengapa-al-quran-diturunkan-dalam-bahasa-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Wahyu</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/arti-wahyu-2/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/arti-wahyu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 23:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2080</guid>
		<description><![CDATA[Dikatakan wahaitu ilaihi atau auhaitu bila kita berbicara kepada seseorang agar tidak diketahui orang lain. Wahyu adalah isyarat yang cepat. Itu terjadi melalui pembicaraan berupa rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui isyarat dengan anggota badan. Al-wahyu adalah kata masdar/infinitif, dan materi kata itu menunjukkan dua dasar, yaitu tersembunyi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikatakan wahaitu ilaihi atau auhaitu bila kita berbicara kepada seseorang agar tidak diketahui orang lain. Wahyu adalah isyarat yang cepat. Itu terjadi melalui pembicaraan berupa rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui isyarat dengan anggota badan. </p>
<p>A<strong>l-wahyu</strong> adalah kata masdar/infinitif, dan materi kata itu menunjukkan dua dasar, yaitu tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu, maka dikatakan bahwa wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat yang khusus diberikan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain. Inilah pengertian masdarnya. Tetapi, kadang-kadang juga bahwa yang dimaksudkan adalah al-muha, yaitu pengertian isim maf&#8217;ul yang diwahyukan. </p>
<p><strong>Pengertian wahyu dalam arti bahasa meliputi: </strong></p>
<p>Ilham, sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu terhadap ibu Nabi Musa, &#8220;Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa, &#8216;Susuilah dia &#8230;&#8217;.&#8221; (Al-Qashash: 7). </p>
<p>Ilham berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah, &#8220;Dan Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah, &#8216;Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di rumah-rumah yang didirikan manusia&#8217;.&#8221; (An-Nahl: 68). </p>
<p>Isyarat yang cepat melalui rumus dan kode, seperti isyarat Zakaria yang diceritakan Alquran, &#8220;Maka keluarlah dia dari mihrab, lalu memberi isyarat kepada mereka, &#8216;Hendaknya kamu bertasbih di waktu pagi dan petang&#8217;.&#8221; (Maryam: 11). </p>
<p>Bisikan dan tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia. &#8220;Sesungguhnya setan-setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu.&#8221; (Al-An&#8217;am: 121). &#8220;Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu mereka.&#8221; (Al-An&#8217;am: 112). </p>
<p>Apa yang disampaikan Allah kepada para malaikatnya berupa suatu perintah untuk dikerjakan. </p>
<p>&#8220;Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, &#8216;Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman&#8217;.&#8221; (Al-Anfal: 12). </p>
<p>Sedang wahyu Allah kepada para nabi-Nya secara syar&#8217;i mereka definisikan sebagai kalam Allah yang diturunkan kepada seorang nabi. Definisi ini menggunakan pengertian maf&#8217;ul, yaitu almuha (yang diwahyukan). Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalatut Tauhid adalah pengetahuan yang didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah, melalui perantara ataupun tidak. Yang pertama melalui suara yang menjelma dalam telinganya atau tanpa suara sama sekali. Beda antara wahyu dengan ilham adalah bahwa ilham itu intuisi yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, tanpa mengetahui dari mana datangnya. Hal seperti itu serupa dengan perasaan lapar, haus, sedih, dan senang. </p>
<p>Definisi di atas adalah definisi wahyu dengan pengertian masdar. Bagian awal definisi ini mengesankan adanya kemiripan antara wahyu dengan suara hati atau kasyaf, tetapi pembedaannya dengan ilham di akhir definisi meniadakan hal ini. </p>
<p>[Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran , terjemahan dari Mabaahits fii 'Uluumil Quraan, Manna' Khaliil al-Qattaan] </p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/arti-wahyu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu-Ilmu Alquran  (2/2)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/ilmu-ilmu-alquran-22/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/ilmu-ilmu-alquran-22/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 08:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2056</guid>
		<description><![CDATA[Demikianlah, tafsir pada mulanya dinukil (dipindahkan) melalui penerimaan dari riwayat (dari mulut ke mulut), kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadis, selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Maka, berlangsunglah proses kelahiran tafsir bil ma&#8217;tsur (tafsir berdasarkan riwayat), lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra&#8217;yi (tafsir berdasarkan penalaran). Di samping ilmu tafsir, lahir pula karangan yang berdiri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Demikianlah, tafsir pada mulanya dinukil (dipindahkan) melalui penerimaan dari riwayat (dari mulut ke mulut), kemudian dibukukan sebagai salah satu bagian hadis, selanjutnya ditulis secara bebas dan mandiri. Maka, berlangsunglah proses kelahiran tafsir bil ma&#8217;tsur (tafsir berdasarkan riwayat), lalu diikuti oleh at-tafsir bir ra&#8217;yi (tafsir berdasarkan penalaran). </p>
<p>Di samping ilmu tafsir, lahir pula karangan yang berdiri sendiri mengenai pokok-pokok pembahasan tertentu yang berhubungan dengan Alquran, dan hal ini sangat diperlukan oleh seorang mufassir (ahli tafsir). </p>
<p>Ali bin al-Madini (wafat 234 H) yang merupakan guru Bukhari menyusun karangan tentang asbaabun-nuzuul. Abul Ubaid al-Qasim bin Salam (wafat 224) menulis Naasikh wal-Mansuukh dan Qira-at. </p>
<p>Ibnu Qutaibah (wafat 276 H) menyusun tentang problematika quran (Musykilaatul Qur&#8217;an). Mereka semua termasuk ulama abad ke-3 Hijriah. </p>
<p>Muhammad bin Khalaf bin Marzaban (wafat 309 H) menyusun Al-Haawi wa-Uluumil Quraan. </p>
<p>Abu Muhammad bin Qasim al-Anbari (wafat 751 H) juga menulis tentang ilmu-ilmu Alquran. </p>
<p>Abu Bakar as-Sijistani (wafat 330 H) menyusun Ghariibul Qur&#8217;an. </p>
<p>Muhammad bin Ali al-Adfawi (wafat 388 H) menyusun Al-Istighna&#8217; fii &#8216;Uluumil Qur&#8217;an. </p>
<p>Mereka ini adalah ulama-ulama abad ke-4 Hijriah. </p>
<p>Dan, sesudah itu kegiatan karang-mengarang dalam ilmu Alquran terus berlangsung. </p>
<p>Abu Bakar al-Baqalani (wafat 403 H) menyusun I&#8217;jaazul Qur&#8217;an, dan Ali Ibrahim bin Said al-Hufi (wafat 430 H) menulis I&#8217;rabul Qur&#8217;an. Al-Mawardi (wafat 450 H) mengenai tamsil-tamsil dalam Quran (Amtsaalul Qur&#8217;an). Al-Izz bin Abdussalam (wafat 660 H) tentang majaz dalam Alquran. Alamudin as-Sakhawi (wafat 643 H) menulis mengenai ilmu qiraat (cara membaca Alquran), dan Aqsaamul quraan. Setiap penulis dalam karangannya itu menulis bidang dan pembahasan tertentu yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Quran. </p>
<p>Syekh Muhammad Abdul Aziz az-Zarqani menyebutkan dalam kitabnya, Manaahilul &#8216;Irfaan fii Uluumil Qura&#8217;an, bahwa ia telah menemukan dalam perpustakaan Mesir sebuah kitab yang ditulis oleh Ali bin Said yang terkenal dengan Al-Hufi, judulnya Al-Burhaan fii Uluumil Qura&#8217;an yang terdiri dari 30 jilid. Dari ke-30 jilid itu ada 15 jilid yang tidak tersusun dan tidak berurutan. Pengarang membicarakan ayat-ayat Alquran menurut tertib mushaf. Dia membicarakan ilmu-ilmu Alquran yang terkandung ayat itu secara sendiri, masing-masing diberi judul sendiri pula, dan judul yang umum disebutkan dalam ayat, dengan menuliskan alqaul fii qaulihi &#8216;Azza wa Jalla (pendapat mengenai firman Allah ), lalu disebutnya ayat itu. Kemudian di bawah judul ini dicantumkan alqaul fii al-Ii&#8217;rab (pendapat mengenai morfologi). Di bagian ini ia membicarakan ayat dari sisi nahwu dan bahasa. Selanjutnya al-qaul fil ma&#8217;na wat tafsiir (pendapat mengenai makna dan tafsirnya). Di sini ia jelaskan ayat itu berdasarkan riwayat (hadis) dan penalaran. Setelah itu al-qaul fil waqfi wal tamam (pendapat mengenai tanda berhenti dan tidak). Di sini ia menjelaskan tentang waqaf yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Terkadang qira&#8217;at diletakkan dalam judul tersendiri, yang disebutnya dengan al-qaul fil qira&#8217;at (pendapat mengenai qira&#8217;at). Kadang ia berbicara tentang hukum-hukum yang diambil dari ayat ketika ayat dibacakan. </p>
<p>Dengan metode seperti ini, Al-Hufi dianggap sebagai orang pertama yang membukukan ulumul qur&#8217;an (ilmu-ilmu Alquran), meskipun pembukuannya memakai cara tertentu seperti disebutkan tadi. Ia wafat pada tahun 330 Hijriah. </p>
<p>Kemudian, Ibnul Jauzi (wafat 597 H) mengikutinya dengan menulis sebuah kitab berjudul Fununul Afnan fi Ajaa&#8217;ibi Uluumil Qur&#8217;an. Lalu, tampil Badrudin az-Zarkasyi (wafat 794 H) menulis sebuah kitab dengan judul Al-Burhan fi Uluumil Qur&#8217;an Jalaaludin al-Baqini (wafat 824 H) memberikan tambahan atas Al-Burhan di dalam kitabnya Mawaaqi&#8217;ul Uluum min Maawaqi&#8217;in Nujum, Jalaludin as-Suyuti (wafat 911 H) juga kemudian menyusun kitab yang terkenal Al-Itqan fi Uluumil Qura&#8217;an. </p>
<p>Kepustakaan ilmu-ilmu Quran pada masa kebangkitan modern tidaklah lebih kecil daripada nasib ilmu-ilmu yang lain. Orang-orang yang menghubungkan diri dengan gerakan pemikiran Islam telah mengambil langkah yang positif dalam membahas kandungan Quran dengan metode baru pula, seperti I&#8217;jaazul Qura&#8217;an yang ditulis oleh Mustafa Sadiq ar-Rafi&#8217;i, kitab At-Taswiirul Fanni fil Qur&#8217;an dan Masyaahidul Qiyamah fil Qur&#8217;an oleh Sayyid Qutb, Tarjamatul Qur&#8217;an oleh Syekh Mustafa al-Maraghi, yang salah satu pembahasannya ditulis oleh Muhibuddin al-Khatib, Mas&#8217;alatu Tarjaamatil Qur&#8217;an oleh Mustafa Sabri, An-Naba&#8217;ul Azim oleh Dr. Muhammad Abdullah Daraz, dan Mukadimah Tafsir Mahasinut Ta&#8217;wil oleh Jalaaludin al-Qasimi. </p>
<p>Syekh Tahir al-Jazairi menyusun sebuah kitab dengan judul At-Tibyaan fii Uluumil Qur&#8217;an. Syekh Muhammad Ali Salamah menulis pula Manhaajul Furqaan fii Uluumil Qur&#8217;an, yang berisi pembahasan yang sudah ditentukan untuk fakultas usuludin di Mesir dengan spesialisasi dakwah dan bimbingan masyarakat. Kemudian, hal itu juga diikkuti oleh muridnya, Muhammad Abdul Azim az-Zarqani yang menyusun Manaahilul &#8216;Irfaan fi Uluumil Quran. Kemudian, Syekh Ahmad Ali menyusun Muzakkirat Uluumil Qur&#8217;an yang disampaikan kepada para mahasiswanya di fakultas usuludin jurusan dakwah dan bimbingan masyarakat. Akhirnya, muncul Mabaahits fii Uluumil Qur&#8217;an oleh Dr. Subhi as-Shaleh. Juga Ustad Ahmad Muhammad Jamal menulis beberapa studi sekitar masalah ma&#8217;idah dalam Quran. </p>
<p>Pembahasan-pembahasan tersebut dikenal dengan sebutan uluumul quran, dan kata ini kini telah menjadi istilah atau nama khusus bagi ilmu-ilmu tersebut. Kata ulum jamak dari kata ilmu. Ilmu berarti al-fahmu wal idrak (paham dan menguasai). Kemudian, arti kata ini berubah menjadi masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah. </p>
<p>Jadi, yang dimaksud dengan ulumul quran ialah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Quran dari segi asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya Quran), pengumpulan dan penertiban Quran, pengetahuan tentang surah-surah Mekah dan Madinah, an-nasikh wal-mansukh, al-muhkam wal-mutasyaabih, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Alquran. Terkadang ilmu ini juga dinamakan usuulut tafsir (dasar-dasar tafsir), karena yang dibahas berkaitan dengan beberapa masalah yang harus diketahui oleh seorang mufasir sebagai sandaran dalam menafsirkan Alquran. </p>
<p>Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran , terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan. </p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)"  title="Ilmu Ilmu Alquran  (2/2)" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/ilmu-ilmu-alquran-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilmu Ilmu Alquran (1)/2</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/ilmu-ilmu-alquran-12/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/ilmu-ilmu-alquran-12/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 08:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2054</guid>
		<description><![CDATA[Alquran adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukjizatnya selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah saw. untuk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju terang, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus. Rasulullah saw. menyampaikan Alquran kepada para sahabatnya, orang Arab asli. Sehingga, mereka dapat memahaminya berdasarkan nalurinya. Bila mengalami ketidakjelasan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alquran adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukjizatnya selalu diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah saw. untuk mengeluarkan manusia dari suasana gelap menuju terang, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus. Rasulullah saw. menyampaikan Alquran kepada para sahabatnya, orang Arab asli. Sehingga, mereka dapat memahaminya berdasarkan nalurinya. Bila mengalami ketidakjelasan dalam memahami suatu ayat, mereka menanyakannya kepada Rasulullah saw. </p>
<p><strong>Pengertian, Pertumbuhan, dan Perkembangannya<br />
</strong><br />
Imam Bukhari, Imam Muslim, dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Mas&#8217;ud r.a., katanya, &#8220;Ketika ayat yang artinya, &#8216;Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman&#8217; diturunkan, banyak orang yang merasa resah. Mereka kemudian menanyakannya kepada Rasulullah saw. &#8220;Ya Rasulullah saw., siapakah di antara kita yang tidak berbuat kezaliman terhadap dirinya?&#8221; Nabi menjawab, &#8220;Kezaliman di sini bukan seperti yang kamu pahami. Tidakkah kamu pernah mendengar apa yang telah dikatakan oleh seorang hamba Allah yang saleh, &#8216;Sesungguhnya kemusyrikan adalah kezaliman yang besar&#8217;.&#8221; (Luqman: 13). Jadi, yang dimaksud dengan kezaliman di sini adalah kemusyrikan.&#8221; </p>
<p>Disamping itu, Rasulullah saw. juga menafsirkan untuk mereka beberapa ayat. Dalam riwayat Muslim dan yang lainnya dari Uqbah bin Amir berkata, &#8220;Aku pernah mendengar Rasulullah saw. berkata di atas mimbar yang artinya, &#8216;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan yang kamu sanggupi.&#8217; (Al-Anfal: 60). Ingatlah bahwa kekuatan di sini adalah memanah.&#8221; </p>
<p>Para sahabat sangat antusias untuk menerima Alquran dari Rasulullah saw., menghafal dan memahaminya. Ini merupakan suatu kehormatan bagi mereka. Anas r.a. berkata, &#8220;Seseorang di antara kami bila telah membaca surah Al-Baqarah dan Ali Imran, orang itu menjadi besar dalam pandangan kami.&#8221; Begitu pula mereka selalu berusha mengamalkan Alquran dan memahami hukum-hukumnya. </p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman as-Sulami yang mengatakan, &#8220;Mereka yang membacakan Alquran kepada kami, seperti Utsman bin Affan dan Abdullah bin Mas&#8217;ud serta yang lain menceritakan bahwa bila mereka belajar dari Nabi sepuluh ayat, mereka tidak melanjutkannya sebelum mengamalkan ilmu dan amal yang ada di dalamnya. Mereka berkata, &#8216;Kami mempelajari Alquran berikut ilmu dan amalnya sekaligus&#8217;.&#8221; </p>
<p>Rasulullah saw. tidak mengizinkan mereka menuliskan sesuatu dari dirinya, selain Alquran, karena beliau khawatir akan tercampur dengan yang lain. </p>
<p>Muslim meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Janganlah kamu menulis dari aku. Barang siapa menulis dari aku selain Alquran, hendaklah dihapus. Dan ceritakan apa yang dariku, dan itu tiada halangan baginya. Dan barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku, ia menempati tempatnya di api neraka.&#8221; </p>
<p>Sekalipun setelah itu Rasulullah saw. mengizinkan kepada sebagian sahabat untuk menulis hadis, tetapi hal yang berhubungan dengan Alquran tetap didasarkan pada riwayat yang melalui petunjuk di zaman Rasulullah saw. di masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar ra. </p>
<p>Kemudian datang masa kekhalifahan Utsman bin Affan r.a. dan keadaan menghendaki (seperti yang akan kami jelaskan nanti) untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf. Dan hal itu pun terlaksana. Mushaf itu disebut &#8220;Mushaf Imam&#8221;. Salinan-salinan mushaf itu juga dikirimkan ke beberapa provinsi. Penulisan mushaf tersebut disebut Ar-Rasmu al-Utsmani, yaitu dinisbatkan kepada Utsman. Dan ini dianggap sebagai permulaan dari ilmu rasmil quran. </p>
<p>Kemudian datang masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib r.a. Dan atas perintahnya, Abul Aswad ad-Du&#8217;ali meletakkan kaidah-kaidah nahwu, cara pengucapan yang tepat dan baku, serta memberikan ketentuan-ketentuan harakat pada Alquran. Ini juga dianggap sebagai permulaan i&#8217;rabil quran. </p>
<p>Para sahabat senantiasa melanjutkan usaha mereka dalam menyampaikan makna-makna Alquran dan penafsiran ayat-ayatnya yang berbeda-beda di antara mereka, sesuai dengan kemampuannya yang berbeda-beda dalam memahami, dan karena adanya perbedaan lama tidaknya mereka hidup bersama Rasulullah saw. Hal yang demikian diteruskan oleh murid-murid mereka, yaitu para tabi&#8217;in. </p>
<p>Di antara para mufassir(ahli tafsir) yang termasyhur dari kalangan sahabat adalah empat orang khalifah, kemudian Ibnu Mas&#8217;ud, Ibn Abbas, Ubai bin Ka&#8217;ab, Abdurrahman bin Auf , Zaid bin Tsabit, Abu Musa al-Asyari dan Abdullah bin Zubair. </p>
<p>Banyak riwayat mengenai tafsir yang diambil dari Abdullah bin Abbas dan Ubai bin Ka&#8217;ab. Dan, apa yang diriwayatkan dari mereka tidak berarti sudah merupakan tafsir Alquran yang sempurna, tetapi terbatas hanya pada makna beberapa ayat dengan penafsiran tentang apa yang masih samar dan penjelasan apa yang masih global. Mengenai para tabi&#8217;in, di antara mereka ada satu kelompok terkenal yang mengambil ilmu ini dari para sahabat, di samping mereka sendiri bersungguh-sungguh atau melakukan ijtihad dalam menafsirkan ayat. </p>
<p>Di antara murid-murid Ibnu Abbas di Mekah yang terkenal ialah Sa&#8217;id bin Jubair, Mujahid, Ikrimah, bekas sahaya (maula) Ibnu Abbas, Thawus bin Kisan al-Yamani dan Atha&#8217; bin Abi Rabah. Sementara, di antara murid-murid Ubay bin Ka&#8217;ab yang terkenal di Madinah adalah Zaid bin Aslam, Abul Aliyah dan Muhammad bin Ka&#8217;ab al-Qurazi. Di antara murid-murid Abdullah bin Mas&#8217;ud di Irak yang terkenal adalah al-Qamah bin Qais, Masruq, Al-Aswad bin Yazid, Amir Asy-Sya&#8217;bi, Hasan al-Basri, dan Qatadah bin Di&#8217;amah as-Sadusi. </p>
<p>Ibnu Taimiyah berkata, &#8220;Adapun mengenai ilmu tafsir, orang yang paling tahu adalah penduduk Mekah, karena mereka sahabat Ibnu Abbas, seperti Mujahid, Atha&#8217; bin Abi Rabah, Ikrimah, maula Ibnu Abbas lainnya, seperti Thawus, Abusy-Sya&#8217;sa, Said bin Jubair, dan lain-lainnya. Begitu pula penduduk Kufah dari sahabat Ibnu Mas&#8217;ud, dan mereka itu mempunyai kelebihan dalam ilmu tafsir di antaranya adalah Zubair bin Aslam, Malik dan anaknya Abdurrahman serta Abdullah bin Wahb, mereka berguru kepadanya. Dan yang diriwayatkan dari mereka itu semua meliputi ilmu tafsir, ilmu gharibil quran, ilmu makki wal madani dan ilmu nasikh dan mansukh. Tetapi, semua ini didasarkan pada riwayat dengan cara didiktekan. </p>
<p>Pada abad ke-2 Hijriah tiba masa pembukuan (tadwin) yang yang dimulai dengan pembukuan hadis dengan segala babnya yang bermacam-macam, dan itu juga menyangkut hal yang berhubungan dengan tafsir. Maka, sebagian ulama membukukan tafsir Quran yang diriwayatkan dari Rasulullah saw. dari para sahabat atau dari para tabi&#8217;in. Di antara mereka itu, yang terkenal adalah Yazid bin Harun as-Sulami (wafat 117 H), Syu&#8217;bah bin Hajjaj (wafat 160 H), Waki&#8217; bin Jarrah (wafat 197H), Sufyan bin Uyainah (wafat 198), dan Abdurrazaq bin Hammam (wafat 112). Mereka semua adalah para ahli hadis; tafsir yang mereka susun merupakan salah satu bagiannya. Namun, tafsir mereka yang tertulis tidak ada yang sampai ke tangan kita. Kemudian, langkah mereka itu diikuti oleh segolongan ulama. Mereka menyusun tafsir Alquran yang lebih sempurna berdasarkan susunan ayat. Dan yang paling terkenal di antara mereka adalah Ibn Jarir at-Thabari (wafat 310 H). <strong></p>
<p>Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran , terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan. </strong></p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Ilmu Ilmu Alquran (1)/2"  title="Ilmu Ilmu Alquran (1)/2" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/ilmu-ilmu-alquran-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/perbedaan-antara-alquran-hadis-qudsi-dan-hadis-nabawi/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/perbedaan-antara-alquran-hadis-qudsi-dan-hadis-nabawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 08:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2052</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Alquran telah dikemukakan pada halaman terdahulu, dan untuk mengetahui perbedaan antara definisi Alquran dengan hadis qudsi dan hadis nabawi, di sini kami kemukakan dua definisi. Hadis Nabawi Hadits (baru) dalam arti bahasa lawan dari kata qadim (lama). Dan, yang dimaksud hadis ialah setiap kata-kata yang diucapkan dan dinukil serta disampaikan oleh manusia, baik kata-kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Definisi Alquran telah dikemukakan pada halaman terdahulu, dan untuk mengetahui perbedaan antara definisi Alquran dengan hadis qudsi dan hadis nabawi, di sini kami kemukakan dua definisi.</p>
<p><strong>Hadis Nabawi </strong></p>
<p>Hadits (baru) dalam arti bahasa lawan dari kata qadim (lama). Dan, yang dimaksud hadis ialah setiap kata-kata yang diucapkan dan dinukil serta disampaikan oleh manusia, baik kata-kata itu diperoleh melalui pendengarannya maupun wahyu; baik dalam keadaan jaga maupun dalam keadaan tidur. Dalam pengertian ini, Alquran dinamakan hadis. </p>
<p>&#8220;Hadis (kata-kata) siapakah yang lebih benar selain dari pada Allah?&#8221; (An-Nisa: 87). </p>
<p>Begitu pula yang terjadi pada manusia, di waktu tidurnya juga dinamakan hadis. </p>
<p>&#8220;&#8230; dan engkau telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil dari hadis-hadis-maksudnya mimpi.&#8221; (Yusuf: 101). </p>
<p>Adapun menurut istilah, pengertian hadis ialah apa saja yang disandarkan kepada Nabi saw., baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat. Yang berupa perkataan seperti perkataan Nabi saw., &#8220;Sesungguhnya sahnya amal itu disertai dengan niat. Dan, setiap orang bergantung pada niatnya &#8230;.&#8221;(HR Bukhari). </p>
<p>Yang berupa perbuatan ialah seperti ajarannya kepada para sahabat mengenai bagaimana cara mengerjakan salat, kemudian ia mengatakan, &#8220;Salatlah seperti kamu melihat aku salat.&#8221; (HR Bukhari). </p>
<p>Juga, mengenai bagaimana ia melaksanakan ibadah haji, dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Ambillah dariku manasik hajimu.&#8221; (HR Muslim). </p>
<p>Adapun yang berupa persetujuan adalah seperti ia menyetujui suatu perkara yang dilakukan salah seorang sahabat, baik perkataan ataupun perbuatan; di hadapannya ataupun tidak, tetapi beritanya sampai kepadanya, seperti makanan biawak yang dihidangkan kepadanya. Dan, persetujuannya dalam satu riwayat, Rasulullah saw. mengutus orang dalam satu peperangan. Orang itu membaca suatu bacaan dalam salat yang diakhiri dengan qul huwallahu ahad. Setelah pulang, mereka menyampaikan hal itu kepada Rasulullah saw., lalu Rasulullah saw. berkata, &#8220;Tanyakan kepadanya mengapa ia berbuat demikian?&#8221; Mereka pun menanyakan, dan orang itu menjawab, &#8220;Kalimat itu adalah sifat Allah dan aku senang membacanya.&#8221; Maka Rasulullah saw. menjawab, &#8220;Katakan kepadanya bahwa Allah pun menyenangi dia.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim). </p>
<p>Yang berupa sifat adalah riwayat seperti bahwa Rasulullah saw. selalu bermuka cerah, berperangai halus dan lembut, tidak keras dan tidak pula kasar, tidak suka berteriak keras, tidak pula berbicara kotor, dan tidak juga suka mencela. </p>
<p><strong>Hadis Qudsi </strong></p>
<p>Kita telah mengetahui makna hadis secara etimologi, sedangkan qudsi dinisbatkan kepada kata quds. Nisbah ini mengesankan rasa hormat karena materi kata itu sendiri menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam arti bahasa. Maka, kata taqdis berarti menyucikan Allah. Taqdis sama dengan tathir, dan taqaddasa sama dengan tathahhara (suci, bersih). Allah berfirman tentang malaikat, &#8220;&#8230; padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau &#8230;.&#8221; (Al-Baqarah: 30). </p>
<p>Hadis qudsi adalah hadis yang oleh Rasulullah saw. disandarkan kepada Allah. Maksudnya, Rasulullah saw. meriwayatkannya bahwa itu adalah kalam Allah. Maka, Rasulullah saw. menjadi perawi kalam Allah ini dengan lafal dari Rasulullah saw. sendiri. Bila seseorang meriwayatkan hadis qudsi, dia meriwayatkannya dari Allah dengan disandarkan kepada Allah dengan mengatakan, &#8220;Rasulullah saw. mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya,&#8221; atau ia mengatakan, &#8220;Rasulullah saw. mengatakan, &#8216;Allah Taala telah berfirman atau berfirman Allah Taala&#8217;.&#8221; </p>
<p>Contoh Pertama </p>
<p>Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw. mengenai apa yang diriwayatkannya dari Tuhannya, &#8220;Tangan Allah itu penuh, tidak dikurangi oleh nafakah, baik di waktu malam maupun siang hari &#8230;.&#8221; (HR Bukhari). </p>
<p>Contoh Kedua </p>
<p>Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. berkata, &#8220;Allah Taala berfirman, &#8216;Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila dia menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku. Dan, bila dia menyebut-Ku di kalangan orang banyak, Aku pun menyebutnya di kalangan orang banyak yang lebih baik dari itu &#8230;&#8217;.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim). </p>
<p><strong>Perbedaan Alquran dengan Hadis Qudsi </strong></p>
<p>Ada beberapa perbedaan antara Alquran dengan hadis qudsi, dan yang terpenting adalah sebagai berikut. </p>
<p>1. Alquran adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. dengan lafal-Nya, dan dengan itu pula orang Arab ditantang, tetapi mereka tidak mampu membuat seperti Alquran itu, atau sepuluh surah yang serupa itu, bahkan satu surah sekalipun. Tantangan itu tetap berlaku, karena Alquran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat. Adapun hadis qudsi tidak untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat. </p>
<p>2. Alquran hanya dinisbatkan kepada Allah, sehingga dikatakan Allah Taala berfirman. Adapun hadis qudsi, seperti telah dijelaskan di atas, terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah, sehingga nisbah hadis qudsi itu kepada Allah adalah nisbah dibuatkan. Maka dikatakan, Allah telah berfirman atau Allah berfirman. Dan, terkadang pula diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah saw. tetapi nisbahnya adalah nisbah kabar, karena Nabi menyampaikan hadis itu dari Allah. Maka, dikatakan Rasulullah saw. mengatakan apa yang diriwayatkan dari Tuhannya. </p>
<p>3. Seluruh isi Alquran dinukil secara mutawatir, sehingga kepastiannya mutlak. Adapun hadis-hadis qudsi kebanyakan adalah kabar ahad, sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Adakalanya hadis itu sahih, hasan, dan kadang-kadang daif. </p>
<p>4. Alquran dari Allah, baik lafal maupun maknanya. Hadis qudsi maknanya dari Allah dan lafalnya dari Rasulullah saw. Hadis qudsi ialah wahyu dalam makna, tetapi bukan dalam lafal. Oleh sebab itu, menurut sebagian besar ahli hadis, diperbolehkan meriwayatkan hadis qudsi dengan maknanya saja. </p>
<p>5. Membaca Alquran merupakan ibadah, karena itu ia dibaca dalam salat. &#8220;Maka, bacalah apa yang mudah bagimu dalam Alquran itu.&#8221; (Al-Muzamil: 20). </p>
<p>Nilai ibadah membaca Alquran juga terdapat dalam hadis, &#8220;Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan, kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf. Tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.&#8221; (HR Tirmizi dan Ibnu Mas&#8217;ud). </p>
<p>Adapun hadis qudsi tidak disuruh membacanya dalam salat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Maka, membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadis mengenai membaca Alquran bahwa pada setiap huruf mendapatkan sepuluh kebaikan. </p>
<p><strong>Perbedaan antara Hadis Qudsi dan Hadis Nabawi </strong></p>
<p>Hadis nabawi itu ada dua. Pertama, tauqifi. Yang bersifat tauqifi yaitu yang kandungannya diterima oleh Rasulullah saw. dari wahyu. Lalu, ia menjelaskan kepada manusia dengan kata-katanya sendiri. Bagian ini meskipun kandungannya dinisbahkan kepada Allah, tetapi dari segi pembicaraan lebih layak dinisbahkan kepada Rasulullah saw., sebab kata-kata itu dinisbahkan kepada yang mengatakannya meskipun di dalamnya terdapat makna yang diterima dari pihak lain. </p>
<p>Kedua, taufiqi. Yang bersifat taufiqi yaitu yang disimpulkan oleh Rasulullah saw. menurut pemahamannya terhadap Alquran, karena ia mempunyai tugas menjelaskan Alquran atau menyimpulkannya dengan pertimbangan dan ijtihad. Bagian kesimpulan yang bersifat ijitihad ini diperkuat oleh wahyu jika ia benar. Dan, bila terdapat kesalahan di dalamnya, turunlah wahyu yang membetulkannya. Bagian ini bukanlah kalam Allah secara pasti. </p>
<p>Dari sini, jelaslah bahwa hadis nabawi dengan kedua bagiannya yang tauqifi atau yang taufiqi dengan ijtiihad yang diakui dari wahyu itu bersumber dari wahyu. Inilah makna dari firman Allah tentang Rasul-Nya, &#8220;Dia (Muhammad) tidak berbicara menurut hawa nafsunya. Apa yang diucapkannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya.&#8221; (An-Najm: 3&#8211;4). </p>
<p>Hadis qudsi itu maknanya dari Allah, ia disampaikan kepada Rasulullah saw. melalui salah satu cara penuturan wahyu, sedang lafalnya dari Rasulullah saw. Inilah pendapat yang kuat. Dinisbahkannya hadis qudsi kepada Allah Taala adalah nisbah mengenai isinya, bukan nisbah mengenai lafalnya. Sebab, seandainya hadis qudsi itu lafalnya juga dari Allah, tidak ada lagi perbedaan antara hadis qudsi dan Alquran, dan tentu pula gaya bahasanya menuntut untuk ditantang, serta membacanya pun akan dianggap ibadah. </p>
<p>Mengenai hal ini timbul dua macam <strong>syubhat</strong>.<br />
Pertama, bahwa hadis nabawi juga wahyu secara maknawi yang lafalnya dari Rasulullah saw., tetapi mengapa hadis nabawi tidak kita namakan juga hadis qudsi. Jawabnya adalah, kita merasa pasti tentang hadis qudsi bahwa ia diturunkan maknanya dari Allah karena adanya nas syara yang menisbahkannya kepada Allah, yaitu kata-kata Rasulullah saw. Allah Taala telah berfirman, atau Allah Taala berfirman. Itu sebabnya kita namakan hadis itu hadis qudsi. Hal ini berbeda dengan hadis nabawi, karena hadis nabawi tidak memuat nas seperti ini. Di samping itu, masing-masing isinya boleh jadi diberitahukan kepada Nabi melalui wahyu, yakni secara tauqifi, namun mungkin juga disimpulkan melalui ijtihad, yaitu secara taufiqi. Oleh sebab itu, kita namakan masing-masing dengan nabawi sebagai terminal nama yang pasti. Seandainya kita mempunyai bukti untuk membedakan mana wahyu tauqifi, tentulah hadis nabawi itu kita namai pula hadis qudsi. </p>
<p>Kedua, apabila lafal hadis qudsi itu dari Rasulullah saw., maka dengan alasan apakah hadis itu dinisbahkan kepada Allah melalui kata-kata Nabi: Allah Taala telah berfirman atau Allah Taala berfirman. Jawabnya ialah bahwa hal yang demikian ini biasa terjadi dalam bahasa Arab, yang menisbahkan kalam berdasarkan kandungannya, bukan berdasarkan lafalnya. Misalkan ketika kita mengubah sebait syair menjadi prosa, kita katakana bahwa penyair berkata demikian. Juga ketika kita menceritakan apa yang kita dengar dari seseorang, kita pun mengatakan si Fulan berkata demikian. Begitu juga Alquran menceritakan tentang Musa, Firaun, dan sebagainya, isi kata-kata mereka dengan lafal yang bukan lafal mereka dan dengan gaya bahasa yang bukan gaya bahasa mereka, tetapi dinisbahkan kepada mereka. </p>
<p>&#8220;Dan ingatlah ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firmannya): &#8216;Datangilah kaum yang zalim itu, (yaitu) kaum Firaun. Mengapa mereka tidak bertakwa? Berkata Musa: &#8216;Ya Tuahnku, aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku. Dan, (karena itu) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku, maka utuslah (Jibril) kepada Harun. Dan, aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.&#8217; Allah berfirman, &#8216;Jangan takut (mereka tidak akan bisa membunuhmu), maka pergilah kami berdua dengan membawa ayat-ayat kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakana), maka datanglah kamu berdua kepada Firaun dan katakanlah olehmu, &#8216;Sesungguhnya kami adalah rasul Tuhan semesta alam, lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami.&#8217; Firaun menjawab, &#8216;Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. Dan, kamu telah berbuat sesuatu perbuatan yang kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.&#8217; Berkata Musa, &#8216;Aku telah melakukannya sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf. Lalu, aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil.&#8217; Firaun bertanya, &#8216;Siapa Tuhan semesta alam itu?&#8217; Musa menjawab, &#8216;Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayainya&#8217;.&#8221; (As-Syuara: 10&#8211;24).<br />
<strong><br />
Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran, terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan </strong></p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi"  title="Perbedaan Antara Alquran, Hadis Qudsi, dan Hadis Nabawi" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/perbedaan-antara-alquran-hadis-qudsi-dan-hadis-nabawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama dan Sifat Alquran</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/nama-dan-sifat-alquran/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/nama-dan-sifat-alquran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 08:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2050</guid>
		<description><![CDATA[Allah menamakan Alquran dengan beberapa nama; Alquran &#8220;Alquran ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus.&#8221; (Al-Isra&#8217;: 9). Kitab &#8220;Telah kami turunkan kepadamu al-kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu.&#8221; (Al-Ambiya&#8217;: 10). Furqan &#8220;Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada semesta alam.&#8221; (Al-Furqan: 1). Zikr &#8220;Sesungguhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Allah menamakan Alquran dengan beberapa nama; </strong></p>
<p><strong>Alquran</strong> </p>
<p>&#8220;Alquran ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus.&#8221; (Al-Isra&#8217;: 9). </p>
<p><strong>Kitab</strong> </p>
<p>&#8220;Telah kami turunkan kepadamu al-kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu.&#8221; (Al-Ambiya&#8217;: 10). </p>
<p><strong>Furqan </strong></p>
<p>&#8220;Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada semesta alam.&#8221; (Al-Furqan: 1). </p>
<p><strong>Zikr </strong></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya kamilah yang telah menurunkan az-zikr (Alquran) dan sesungguhnya kamilah yang benar-benar akan menjaganya.&#8221; (Al-Hijr: 9). </p>
<p><strong>Tanzil </strong></p>
<p>&#8220;Dan, Alquran ini Tanzil (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.&#8221; (Asy-Syu&#8217;ara: 192). </p>
<p>Quran dan al-kitab lebih populer dari nama-nama yang lain. Dalam hal ini Dr. Muhammad Abdullah Daraz berkata, &#8220;Ia dinamakan Quran karena ia &#8216;dibaca&#8217; dengan lisan, dan dinamakan al-kitab karena ia &#8216;ditulis&#8217; dengan pena. Kedua nama ini menunjukkan makna yang sesuai dengan kenyataannya.&#8221; </p>
<p>Penamaan Quran dengan kedua nama ini memberikan isyarat bahwa selayaknyalah ia dipelihara dalam bentuk hapalan dan tulisan. Dengan demikian, apabila di antara salah satunya ada yang melenceng, maka yang lain akan meluruskannya. Kita tidak dapat menyandarkan hanya kepada seseorang sebelum hapalannya sesuai dengan tulisan yang telah disepakati oleh para sahabat, yang dinukilkan kepada kita dari generasi ke generasi menurut keadaan sewaktu dibuatnya pertama kali. Dan, kita pun tidak dapat menyandarkan hanya kepada tulisan penulis sebelum tulisan itu sesuai dengan hapalan tersebut berdasarkan isnad yang sahih dan mutawatir. </p>
<p>Dengan penjagaan yang ganda ini, yang oleh Allah telah ditanamkan ke dalam jiwa umat Muhammad untuk mengikuti langkah Nabi-Nya, maka Quran tetap terjaga dalam benteng yang kokoh. Hal itu tidak lain untuk mewujudkan janji Allah yang menjamin terpeliharanya Quran, seperti difirmankan-Nya, &#8220;Sesungguhnya kamilah yang telah menurunkan az-zikr (Alquran) dan sesungguhnya kamilah yang benar-benar akan menjaganya.&#8221; (Al-hijr: 9). </p>
<p>Dengan demikian, Quran tidak mengalami penyimpangan, perubahan, dan keterputusan sanad, seperti terjadi pada kitab-kitab terdahulu. </p>
<p>Penjagaan ganda ini di antaranya menjelaskan bahwa kitab-kita samawi lainnya diturunkan hanya dalam waktu itu, sedang Quran diturunkan untuk membetulkan dan menguji kitab-kitab yang sebelumnya. Karena itu, Quran mencakup hakikat yang ada di dalam kita-kitab terdahulu dan menambahnya dengan tambahan yang dikehendaki Allah. Quran menjalankan fungsi kitab-kitab sebelumnya, tetapi kitab-kitab itu tidak dapat menempati posisinya. Allah telah menakdirkan untuk menjadikannya sebagai bukti sampai hari kiamat. Dan, apabila Allah menghendaki suatu perkara, maka Dia akan mempermudah jalannya ke arah itu. Karena, Dia Mahabijaksana dan Mahatahu. Inilah alasan yang paling kuat. </p>
<p>Allah telah melukiskan Quran dengan beberapa sifat, di antaranya sebagai berikut. </p>
<p><strong>Nur (Cahaya) </strong></p>
<p>&#8220;Wahai manusia, telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang.&#8221; (An-Nisa&#8217;: 174). </p>
<p><strong>Huda (Petunjuk), Syifa&#8217; (Obat), Rahmah (Rahmat), dan Mau&#8217;izah (Nasihat) </strong></p>
<p>&#8220;Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu nasihat dari Tuhanmu dan obat bagi yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.&#8221; (Yunus: 57). </p>
<p><strong>Mubin (yang Menerangkan) </strong></p>
<p>&#8220;Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan.&#8221; (Al-Ma&#8217;idah: 15). </p>
<p><strong>Mubarak (yang Diberkati) </strong></p>
<p>&#8220;Dan, Alquran ini adalah kitab yang telah kami berkahi, membenarkan kitab-kitab yang diturnkan sebelumnya &#8230;.&#8221; (Al-An&#8217;am: 92). </p>
<p><strong>Busyra (Kabar Gembira) </strong></p>
<p>&#8220;&#8230; yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.&#8221; (Al-Baqarah: 97). </p>
<p><strong>&#8216;Aziz (yang Mulia) </strong></p>
<p>&#8220;Mereka yang mengingkari az-zikr (Alquran) ketika Alquran datang kepada mereka, (mereka pasti celaka). Alquran adalah kitab yang mulia.&#8221; (Fusilat: 41). </p>
<p><strong>Majid (yang Dihormati) </strong></p>
<p>&#8220;Bahkan yang mereka dustakan itu adalah Alquran yang dihormati.&#8221; (Al-Buruj: 21). </p>
<p>Basyir (Pembawa Kabar Gembira ) dan Nazir (Pembawa Peringatan) </p>
<p>&#8220;Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa kabar gembira dan yang membawa peringatan.&#8221; (Fusilat: 3&#8211;4). </p>
<p>Setiap penamaan atau pelukisan itu merupakan salah satu makna dalam Quran. </p>
<p><em>Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran, terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan. </em></p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Nama dan Sifat Alquran"  title="Nama dan Sifat Alquran" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/nama-dan-sifat-alquran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quran</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 00:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2048</guid>
		<description><![CDATA[Di antara kemurahan Allah terhadap manusia adalah Dia tidak saja memberikan sifat yang bersih yang dapat membimbing dan memberi petunjuk kepada mereka ke arah kebaikan, tetapi juga dari waktu ke waktu Dia mengutus seorang rasul kepada umat manusia dengan membawa kitab dari Allah, dan menyuruh mereka beribadah hanya kepada Allah saja, menyampaikan kabar gembira, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara kemurahan Allah terhadap manusia adalah Dia tidak saja memberikan sifat yang bersih yang dapat membimbing dan memberi petunjuk kepada mereka ke arah kebaikan, tetapi juga dari waktu ke waktu Dia mengutus seorang rasul kepada umat manusia dengan membawa kitab dari Allah, dan menyuruh mereka beribadah hanya kepada Allah saja, menyampaikan kabar gembira, dan memberikan peringatan agar menjadi bukti bagi manusia. </p>
<p>&#8220;(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221; (An Nisaa&#8217;:165). </p>
<p>Perkembangan dan kemajuan berpikir manusia senantiasa disertai wahyu yang sesuai dan dapat memecahkan problematika yang dihadapi kaum setiap rasul, sampai perkembangan itu mengalami kematangannya. Allah menghendaki agar risalah Muhammad saw. muncul di dunia ini, maka diutuslah beliau saat manusia tengah mengalami kekosongan para rasul, untuk menyempurnakan &#8220;bangunan&#8221; saudara-saudara pendahulunya (para rasul) dengan syariatnya yang universal dan abadi, serta dengan kitab yang diturunkan kepadanya, yaitu Alquran. </p>
<p>Nabi Muhammad SAW. bersabda yang artinya, &#8220;Perumpamaan diriku dengan para nabi sebelumku adalah bagaikan orang yang membangun sebuah rumah. Ia kemudian membaikkan dan memperindah rumah itu, kecuali letak satu bata di sebuah sudutnya. Maka orang-orang pun mengelilingi rumah itu, mereka mengaguminya dan berkata, &#8216;Seandainya bukan karena batu bata ini, tentulah rumah itu sudah sempurna.&#8217; Maka akulah batu bata itu, dan akulah penutup para nabi.&#8221; (HR Muttafaqun &#8216;Alaihi). </p>
<p>Alquran adalah risalah Allah kepada seluruh manusia. Banyak nas yang menunjukkan hal itu, baik di dalam Alquran maupun sunah. &#8220;Katakanlah, &#8216;Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua &#8230;.&#8221; (Al-A&#8217;raaf: 158). </p>
<p>&#8220;Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Alquran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.&#8221; (Al Furqaan: 1). </p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Setiap nabi diutus kepada kaumnya secara khusus, sedang aku diutus kepada segenap umat manusia.&#8221; (HR Bukhari Muslim). </p>
<p>Sesudah Muhammad saw. tidak akan ada lagi kerasulan lain. &#8220;Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah rasul Allah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221; (Al Ahzaab: 40). Maka, tidaklah aneh bila Alquran dapat memenuhi semua tuntutan kemanusiaan berdasarkan asas-asas pertama konsep agama samawi. </p>
<p>Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu &#8216;Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya &#8230;.&#8221; (Asy Syuuraa: 13). </p>
<p>Rasulullah saw. juga telah menantang orang-orang Arab dengan Alquran, padahal Alquran diturunkan dengan bahasa mereka, dan mereka pun ahli dalam bahasa dan retorikanya. Namun, ternyata mereka tidak mampu membuat apa pun seperti Alquran, atau membuat sepuluh surat saja, bahkan satu surah pun seperti Alquran. Maka, terbuktilah kemukjizatan Alquran dan terbukti pula kerasulan Muhammad. </p>
<p>Allah juga menetapkan untuk menjaga Alquran dan menjaga pula penyampaiannya yang beruntun, sehingga tak ada penyimpangan atau perubahan apa pun. Tentang Jibril yang membawa Alquran didasarkan pada firman Allah yang artinya, &#8220;Dia dibawa turun oleh ar-ruh al-amin (Jibril).&#8221; (Asy Syu&#8217;araa: 193). </p>
<p>Dan, diantara sifat Alquran dan sifat orang yang diturunkan kepadanya Alquran adalah &#8220;Sesungguhnya Alquran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai &#8216;Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang gaib.&#8221; (At Takwiir: 19&#8211;24). </p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Alquran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.&#8221; (Al Waaqi&#8217;ah: 77&#8211;79). </p>
<p>Keistimewaan yang demikian ini tidak dimiliki oleh kitab-kitab yang terdahulu, karena kitab-kitab itu diperuntukkan bagi satu waktu tertentu. Maha Benar Allah dalam firman-Nya yang artinya, &#8220;Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kamilah yang benar-benar akan menjaganya.&#8221; (Al Hijr: 9). </p>
<p>Risalah Alquran di samping ditujukan kepada manusia, juga kepada jin. &#8220;Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alquran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata, &#8216;Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).&#8217; Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, &#8216;Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Alquran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya &#8230;&#8217;.&#8221;(Al Ahqaf: 29&#8211;31). </p>
<p>Dengan keistimewaan ini, Alquran memecahkan problematika manusia dalam berbagai segi kehidupan, baik rohani, jasmani, sosial, ekonomi maupun politik dengan solusi yang bijaksana. Karena, ia diturunkan oleh Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji. Pada setiap problem itu Alquran meletakkan sentuhannya yang mujarab dengan dasar-dasar yang umum yang dapat dijadikan landasan untuk langkah-langkah manusia, dan yang sesuai pula buat setiap zaman. Dengan demikian, Alquran selalu memperoleh kelayakannya di setiap waktu dan tempat, karena Islam adalah agama yang abadi. Alangkah menariknya apa yang dikatakan oleh seorang juru dakwah abad ke-14 ini, &#8220;Islam adalah suatu sistem yang lengkap; ia dapat mengatasi segala gejala kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, atau pemerintah dan bangsa. Ia adalah moral dan potensi atau rahmat dan keadilan; ia adalah pengetahuan dan undang-undang atau ilmu dan keputusan. Ia adalah materi dan kekayaan, atau pendapatan dan kesejahteraan. Ia adalah jihad dan dakwah atau negara dan ideologi. Begitu pula, ia adalah akidah yang benar dan ibadah yang sah.&#8221; </p>
<p>Manusia yang kini hati nuraninya tersiksa dan akhlaknya rusak tidak mempunyai pelindung lagi dari kejatuhannya ke jurang kehinaan selain Alquran. &#8220;&#8230; barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.&#8221; (Thaahaa: 123&#8211;124). </p>
<p>Kaum muslimin sendirilah yang membangun obor di tengah gelapnya sistem dan prinsip lain. Mereka harus menjauhkan diri dari segala kegemerlapan yang palsu. Mereka harus membimbing manusia yang kebingungan dengan Alquran sehingga terbimbing ke pantai keselamatan. Seperti halnya kaum muslimin dahulu mempunyai negara dengan melalui Alquran, maka tidak boleh tidak pada masa kini pun mereka harus memiliki bangsa dengan Alquran juga. </p>
<p>Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran , terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan. </p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Quran"  title="Quran" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Al Quran</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/definisi-al-quran/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/definisi-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 00:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2046</guid>
		<description><![CDATA[Secara Bahasa Qara&#8217;a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qiraah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun rapi. Quran pada mulanya seperti qiraah, yaitu masdar (infinitif) dari kata qara&#8217;a, qiraatan quranan. Allah SWT berfirman yang artinya, &#8220;Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Secara Bahasa</strong></p>
<p>Qara&#8217;a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan qiraah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun rapi. Quran pada mulanya seperti qiraah, yaitu masdar (infinitif) dari kata qara&#8217;a, qiraatan quranan. Allah SWT berfirman yang artinya, &#8220;Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.&#8221; (Al-Qiyaamah: 17&#8211;18). </p>
<p>Kata qur&#8217;anah (bacaannya) pada ayat di atas berarti qiraatuhu (bacaannya/cara membacanya). Jadi, kata itu adalah masdar menurut wazan (konjugasi) fu&#8217;lan dengan vokal u seperti ghufran dan syukran. Kita dapat mengatakan qara&#8217;tuhu, quran, qiraatan wa quranan, artinya sama saja. Di sini maqru&#8217; (apa yang dibaca) diberi nama quran (bacaan), yakni penamaan maf&#8217;ul dengan masdar. </p>
<p>Quran dikhususkan sebagai nama bagi kitab yang diturunkan kepada Muhammad saw. sehingga Quran menjadi nama khas bagi kitab itu, sebagai nama diri. Secara gabungan, kata itu dipakai untuk nama Quran secara keseluruhan, begitu juga untuk penamaan ayat-ayatnya. Maka, jika kita mendengar orang membaca ayat Quran, kita boleh mengatakan bahwa ia sedang membaca Alquran. &#8220;Dan, apabila dibacakan Quran, maka dengarlah dan perhatikanlah &#8230;.&#8221; (Al-A&#8217;raaf: 204). </p>
<p>Sebagian ulama menyebutkan bahwa penamaan kitab ini dengan nama Alquran di antara kitab-kitab Allah itu karena kitab ini mencakup inti dari kitab-kitab-Nya, bahkan mencakup inti dari semua ilmu. Hal itu diisyaratkan dalam firman-Nya yang artinya, &#8220;Dan, Kami turunkan kepadamu al-kitab (Quran) sebagai penjelasan bagi segala sesuatu.&#8221; (An-Nahl: 89). </p>
<p>&#8220;Tiada Kami alpakan sesuatu pun di dalam al-kitab ini (Quran).&#8221; (Al-An&#8217;am: 38). </p>
<p>Sebagian ulama berpendapat bahwa kata Quran itu pada mulanya tidak berhamzah sebagai kata jadian. Mungkin karena ia dijadikan sebagai suatu nama bagi kalam yang diturunkan kepada Nabi saw. dan bukannya kata jadian dari qaraa atau mungkin juga karena ia berasal dari kata qarana asy-syai&#8217; bi asy-syai&#8217;, yang berarti memperhubungkan sesuatu dengan yang lain atau juga berasal dari kata qaraain (saling berpasangan), karena ayat-ayatnya satu dengan yang lain saling menyerupai. Dengan demikian, huruf nun itu asli. Namun, pendapat ini masih diragukan, yang benar adalah pendapat yang pertama. </p>
<p><strong>Secara Istilah<br />
</strong><br />
Quran memang sukar diberi batasan-batasan dengan definisi-definisi logika yang mengelompokkan segala jenis, bagian-bagian, serta ketentuan-ketentuannya yang khusus: mempunyai genus, differentia, dan propium, sehingga definisi Quran memiliki batasan yang benar-benar kongkret. Definisi Alquran yang kongkret adalah menghadirkannya dalam pikiran atau dalam realita, misalnya kita menunjuk sebagai Quran kepada yang tertulis dalam mushaf atau terbaca dengan lisan. Untuk itu, kita katakan, &#8220;Quran adalah apa yang ada di antara dua buku,&#8221; atau kita katakan juga, &#8220;Alquran adalah bismillaahir rahmaanir rahiim, alhamdulillaahi rabbil &#8216;aalamiin … minal jinnati wannaas.&#8221; </p>
<p>Para ulama menyebutkan definisi Alquran yang mendekati maknanya dengan membedakan dari yang lain dengan menyebutkan bahwa Alquran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad saw. yang pembacaannya merupakan ibadah. Dalam definisi kalam merupakan kelompok jenis yang meliputi segala kalam. Dan, dengan menggabungkannya kepada Allah (kalamullah) berarti tidak termasuk semua kalam manusia, jin, dan malaikat. </p>
<p>Dan, dengan kata-kata yang diturunkan, maka tidak termasuk kalam Allah yang sudah khusus bagi milik-Nya. </p>
<p>&#8220;Katakanlah, &#8216;Sekiranya lautan menjadi tinta untuk menuliskan firman Rabku, akan habislah lautan sebelum firman Rabku habis ditulis, sekalipun Kami berikan tambahannya sebanyak itu pula.&#8221; (Al-Kahfi: 109). </p>
<p>&#8220;Dan, seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan menjadi tinta, ditambahkan sesudahnya tujuh lautan lagi, niscaya kalam Allah tidak akan habis-habisnya.&#8221; (Luqman: 27). </p>
<p>Dan, membatasi apa yang diturunkan itu hanya kepada Muhammad saw., tidak termasuk apa yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya, seperti Taurat, Injil, dll. </p>
<p>Adapun yang pembacaannya merupakan suatu ibadah mengecualikan hadis-hadis ahad dan hadis-hadis qudsi&#8211;bila kita berpendapat bahwa yang diturunkan Allah itu kata-katanya&#8211;sebab kata-kata pembacaannya sebagai ibadah, artinya perintah untuk membacanya di dalam salat dan lainnya sebagai suatu ibadah, sedangkan qiraat ahad dan hadis-hadis qudsi tidak demikian halnya. </p>
<p>Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran , terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Qur&#8217;aan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan. </p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Definisi Al Quran "  title="Definisi Al Quran " /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/definisi-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Wahyu</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/05/arti-wahyu/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/05/arti-wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 00:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2042</guid>
		<description><![CDATA[Dikatakan wahaitu ilaihi atau auhaitu bila kita berbicara kepada seseorang agar tidak diketahui orang lain. Wahyu adalah isyarat yang cepat. Itu terjadi melalui pembicaraan berupa rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui isyarat dengan anggota badan. Al-wahyu adalah kata masdar/infinitif, dan materi kata itu menunjukkan dua dasar, yaitu tersembunyi dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikatakan wahaitu ilaihi atau auhaitu bila kita berbicara kepada seseorang agar tidak diketahui orang lain. Wahyu adalah isyarat yang cepat. Itu terjadi melalui pembicaraan berupa rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui isyarat dengan anggota badan. </p>
<p>Al-wahyu adalah kata masdar/infinitif, dan materi kata itu menunjukkan dua dasar, yaitu tersembunyi dan cepat. Oleh sebab itu, maka dikatakan bahwa wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat yang khusus diberikan kepada orang yang diberitahu tanpa diketahui orang lain. Inilah pengertian masdarnya. Tetapi, kadang-kadang juga bahwa yang dimaksudkan adalah al-muha, yaitu pengertian isim maf&#8217;ul yang diwahyukan.<br />
<strong><br />
Pengertian wahyu dalam arti bahasa meliputi</strong>: </p>
<p>Ilham, sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu terhadap ibu Nabi Musa, &#8220;Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa, &#8216;Susuilah dia &#8230;&#8217;.&#8221; (Al-Qashash: 7). </p>
<p>Ilham berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah, &#8220;Dan Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah, &#8216;Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di rumah-rumah yang didirikan manusia&#8217;.&#8221; (An-Nahl: 68). </p>
<p>Isyarat yang cepat melalui rumus dan kode, seperti isyarat Zakaria yang diceritakan Alquran, &#8220;Maka keluarlah dia dari mihrab, lalu memberi isyarat kepada mereka, &#8216;Hendaknya kamu bertasbih di waktu pagi dan petang&#8217;.&#8221; (Maryam: 11). </p>
<p>Bisikan dan tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia. &#8220;Sesungguhnya setan-setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu.&#8221; (Al-An&#8217;am: 121). &#8220;Dan demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu mereka.&#8221; (Al-An&#8217;am: 112). </p>
<p>Apa yang disampaikan Allah kepada para malaikatnya berupa suatu perintah untuk dikerjakan. </p>
<p>&#8220;Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, &#8216;Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman&#8217;.&#8221; (Al-Anfal: 12). </p>
<p>Sedang wahyu Allah kepada para nabi-Nya secara syar&#8217;i mereka definisikan sebagai kalam Allah yang diturunkan kepada seorang nabi. Definisi ini menggunakan pengertian maf&#8217;ul, yaitu almuha (yang diwahyukan). Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalatut Tauhid adalah pengetahuan yang didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah, melalui perantara ataupun tidak. Yang pertama melalui suara yang menjelma dalam telinganya atau tanpa suara sama sekali. Beda antara wahyu dengan ilham adalah bahwa ilham itu intuisi yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, tanpa mengetahui dari mana datangnya. Hal seperti itu serupa dengan perasaan lapar, haus, sedih, dan senang. </p>
<p>Definisi di atas adalah definisi wahyu dengan pengertian masdar. Bagian awal definisi ini mengesankan adanya kemiripan antara wahyu dengan suara hati atau kasyaf, tetapi pembedaannya dengan ilham di akhir definisi meniadakan hal ini.<br />
<strong><br />
Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran , terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan </strong></p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Arti Wahyu"  title="Arti Wahyu" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/05/arti-wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

