<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Al Quran</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/al-quran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 13:38:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 05:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[harun yahya]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7526</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana terjadinya proses pembentukan hujan? Jauh sebelum ada ilmu meteorologi modern, pada abad ke-7 M, Alquran telah menjelaskan tentang fungsi angin dalam proses pembentukan hujan. Dalam surah Al-Hijr [15] ayat 22, dijelaskan tentang sifat angin yang mengawinkan hingga terbentuknya hujan. &#8220;Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>nabimuhammad.info _ </strong>Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana terjadinya proses pembentukan hujan? Jauh sebelum ada ilmu meteorologi modern, pada abad ke-7 M, Alquran telah menjelaskan tentang fungsi angin dalam proses pembentukan hujan.</p>
<p>Dalam surah Al-Hijr [15] ayat 22, dijelaskan tentang sifat angin yang mengawinkan hingga terbentuknya hujan. &#8220;Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya.&#8221; (QS [15]:22)</p>
<p>Menurut Harun Yahya, ayat ini menekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. &#8221;Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan,&#8221; ujar pemilik nama asli Adnan Oktar.</p>
<p>Namun, lanjut dia, penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran &#8220;mengawinkan&#8221; dari angin dalam pembentukan hujan. Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:</p>
<p>&#8220;Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer.&#8221;</p>
<p>&#8220;Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan.&#8221;</p>
<p>Menurut Harun Yahya, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.</p>
<p>&#8221;Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi,&#8221; papar dia.</p>
<p>Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan">Matan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi">Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab "><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab ">Abu Lahab </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter">Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] ">Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"  title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/kitab-riyadhush-shalihin/" title="Kitab Riyadhush Shalihin">Kitab Riyadhush Shalihin</a> (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-jenis-kelamin-bayi/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-jenis-kelamin-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 03:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ttg Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7519</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Pada awalnya, manusia meyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Ada pula yang percaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Jauh sebelum ilmu pengetahuan mengetahui tentang rahasia jenis kelamin bayi, pada abad ke-7 M, Alquran telah memberi tahu bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>nabimuhammad.info _</strong> Pada awalnya, manusia meyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Ada pula yang percaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan.</p>
<p>Jauh sebelum ilmu pengetahuan mengetahui tentang rahasia jenis kelamin bayi, pada abad ke-7 M, Alquran telah memberi tahu bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan &#8220;dari air mani apabila dipancarkan&#8221;.</p>
<p>Mari simak surah An-Najm [53] ayat 45-46:  &#8220;Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.&#8221;</p>
<p>Menurut Harun Yahya, kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan.</p>
<p>Di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y. Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah. Pengetahuan tentang hal ini, yang tak mungkin dapat diketahui di masa Alquran diturunkan, adalah bukti akan kenyataan bahwa Al Qur&#8217;an adalah kalam Allah.</p>
<p>&#8221;Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Alquran ini,&#8221; ujar Harun Yahya.</p>
<p>Menurut dia, kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.</p>
<p>Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut &#8220;XY&#8221; pada pria, dan &#8220;XX&#8221; pada wanita.</p>
<p>Menurut dia, penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.</p>
<p>Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X.</p>
<p>Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.</p>
<p>&#8221;Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita,&#8221; papar Harun Yahya.</p>
<p>Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.</p>
<p>Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Alquran telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.~~</p>
<p>nabimuhammad.info</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi"  title="Mukjizat Alquran tentang Jenis Kelamin Bayi" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-jenis-kelamin-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wahyu</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 08:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kedalaman Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[awha-yuhi]]></category>
		<category><![CDATA[bertasbih]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Hawa]]></category>
		<category><![CDATA[ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Kafir]]></category>
		<category><![CDATA[langit ketujuh]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat Jibril]]></category>
		<category><![CDATA[Maryam]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[sarah istri Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Terjadinya Wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[Zakaria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=2044</guid>
		<description><![CDATA[Wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung. Kata &#8220;wahyu&#8221; adalah kata benda, dan bentuk kata kerjanya adalah awha-yuhi, arti kata wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat. Selanjutnya dijelaskan lebih dalam bahwa pengertian makna wahyu meluas menjadi beberapa makna, diantaranya adalah sebagai: Perintah Isyarat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/02/11.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2012/02/11.jpg" alt="11 Wahyu" title="11" width="400" height="300" class="alignnone size-full wp-image-7287" /></a>Wahyu adalah qalam atau pengetahuan dari Allah, yang diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya dengan perantara malaikat ataupun secara langsung. </p>
<p>Kata &#8220;wahyu&#8221; adalah kata benda, dan bentuk kata kerjanya adalah awha-yuhi, arti kata wahyu adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat.</p>
<p>Selanjutnya dijelaskan lebih dalam bahwa pengertian makna wahyu meluas menjadi beberapa makna, diantaranya adalah sebagai:</p>
<blockquote><p>Perintah</p></blockquote>
<p>    Isyarat, seperti yang terjadi pada kisah Zakaria</p>
<p>“ 	Zakaria berkata: &#8220;Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.&#8221; Tuhan berfirman: &#8220;Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.&#8221; Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang.&#8221; [Maryam 10-11] 	”</p>
<blockquote><p>Ilham secara kodrati dan insting</p></blockquote>
<p>Ustad Muhammad Abduh mendefinisikan wahyu di dalam Risalah at-Tauhid adalah pengetahuan yang didapat oleh seseorang dari dalam dirinya dengan disertai keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah melalui perantara ataupun tidak.</p>
<p><strong>Penerima wahyu</strong></p>
<p>    Malaikat<br />
    Nabi dan rasul</p>
<p>    Orang-orang beriman:<br />
        Hawa istri Adam<br />
        Sarah istri Ibrahim<br />
        Dzul Qarnain<br />
        Ibunda Musa<br />
        Asiyah ibunda angkat Musa<br />
        Maryam ibunda dari Isa<br />
        Pengikut Isa</p>
<p>    Makhluk lainnya:<br />
        Hewan<br />
        Langit ketujuh<br />
        Bumi</p>
<p>&#8220;(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: &#8220;Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.&#8221; Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.&#8221; (Al Anfaal 8:12)</p>
<p>^ Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulayman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud. (QS. Al-Baqarah 4:163)</p>
<p>^ &#8220;Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami (Allah SWT) berkata, &#8220;Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.&#8221; (QS. Al-Kahfi: 86)</p>
<p>^ &#8220;&#8230;Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; &#8220;Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.&#8221; (Al Qashash 28:7)</p>
<p>^ &#8220;Maka Maryam mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, &#8220;Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.&#8221; (QS. Maryam: 17-18)</p>
<p>^ &#8220;&#8230;Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: &#8220;Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.&#8221; Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).&#8221; (Al Maa&#8217;idah 5:111)</p>
<p>^ &#8220;&#8230;Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, &#8220;Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia&#8221;, (QS. An-Nahl: 68)</p>
<p>^ &#8220;Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. Fushshilat: 12)</p>
<p>^ &#8220;Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya, &#8220;Mengapa bumi (jadi begini)?&#8221;, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepadanya. (QS. Az-Zalzalah: 1-5)</p>
<p>Perkembangan ilmiah telah maju dengan pesat, dan cahayanya pun telah menyapu segala keraguan yang selama ini merayap dalam diri manusia mengenai roh yang ada di balik materi. Ilmu materialistis yang meletakkan sebagian besar yang ada di bawah percobaan dan eksperimen percaya terhadap dunia gaib yang ada di balik dunia nyata ini, dan percaya pula bahwa dunia gaib lebih rumit dan lebih dalam daripada dunia nyata ini, dan bahwa sebagian penemuan modern yang membimbing pikiran manusia menyembunyikan rahasia yang samara, yang hakikatnya tidak bisa dipahami oleh ilmu itu sendiri, meskipun pengaruh dan gejalanya dapat diamati. Hal yang demikian ini telah mendekatkan jarak antara pengingkaran terhadap agama-agama dengan keimanan. </p>
<p>Dan itu sesuai dengan firman Allah, &#8220;Akan kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu benar adanya.&#8221; (Fushilat: 35). </p>
<p>&#8220;Dan, tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.&#8221; (Al-Isra: 85). </p>
<p><strong>Kemungkinan Terjadinya Wahyu </strong></p>
<p>Pembahasan psikologi dan rohani kini mempunyai tempat yang penting dalam ilmu pengetahuan. Hal itu pun didukung dan diperkuat oleh perbedaan manusia dalam kecerdasannya, kecenderungannya, dan nalurinya. Di antara intelijensia itu ada yang istimewa dan cemerlang sehingga dapat menemukan segala hal yang baru. Tetapi, ada pula yang dungu dan sukar memahami urusan yang mudah sekalipun. Di antara dua posisi ini terdapat sekian banyak tingkatan. Demikian pula halnya dengan jiwa, ada yang jernih dan cemerlang, ada pula yang kotor dan kelam. </p>
<p>Di balik tubuh manusia ada roh yang merupakan rahasia hidupnya. Tubuh itu kehabisan tenaga dan jaringan-jaringan mengalami kerusakan jika tidak mendapatkan makanan menurut kadarnya. Demikian pula roh, ia memerlukan makanan yang dapat memberikan tenaga rohani agar dapat memelihara sendi-sendi dan ketentuan-ketentuan lainnya. </p>
<p>Bagi Allah bukan hal yang jauh dalam memilih dari antara hamba-hamba-Nya sejumlah jiwa, yang dasarnya begitu jernih dan kodrat yang lebih bersih, yang siap menerima sinar ilahi dan wahyu dari langit serta hubungan dengan mahluk yang lebih tinggi, agar kepadanya diberikan risalah ilahi yang dapat memenuhi keperluan manusia. Mereka mempunyai ketinggian perasaan dan keluhuran budi, dan kejujuran dalam menjalankan hukum. Mereka itulah para rasul dan nabi Allah. Maka, tidaklah aneh bila mereka berhubungan dengan wahyu yang datang dari langit. </p>
<p>Manusia kini menyaksikan adanya hipnotisme yang menjelaskan bahwa hubungan jiwa manusia dengan kekuatan yang lebih tinggi menimbulkan pengaruh. Ini mendekatkan orang pada pemahaman tentang gejala wahyu. Orang yang berkemauan lebih kuat dapat memaksakan kemauannya kepada orang yang lebih lemah, sehingga yang lemah ini tertidur pulas, dan ia kemudian menuruti kehendaknya sesuai dengan isyarat yang diberikan. Maka, mengalirlah semua itu ke dalam hati dan mulutnya. Apabila ini yang diperbuat manusia terhadap sesama manusia, bagaimana dengan yang lebih kuat dari manusia itu? </p>
<p>Sekarang orang dapat mendengar suara yang direkam dan dibawa oleh gelombang eter, menyeberangi lembah dan dataran tinggi, lautan, dan daratan tanpa melihat si pembicara, bahkan sesudah mereka wafat sekalipun. Kini dua orang dapat berbicara melalui telepon, sekalipun yang seorang berada di ujung timur dan seorang yang lain berada di ujung barat, dan terkadang pula mereka berdua saling melihat dalam percakapan itu, semantara orang-orang yang duduk di sekitarnya tidak mengetahui sesuatu melainkan dengingan seperti suara lebah, persis seperti dengingan pada waktu turun wahyu. </p>
<p>Siapakah di antara kita yang tidak pernah mengalami percakapan dengan diri sendiri, dalam keadaan sadar atau tidur, yang pernah terlintas dalam pikirannya tanpa melihat orang yang diajak berbicara di hadapannya. Yang demikian ini serta contoh-contoh lain yang serupa cukup menjelaskan kepada kita tentang hakikat wahyu. </p>
<p>Orang yang sezaman dengan wahyu menyaksikan wahyu dan menukilnya secara mutawatir dengan segala persyaratan yang meyakinkan kepada generasi-generasi sesudahnya. Umat manuisa pun menyaksikan pengaruhnya di dalam budaya bangsanya serta dalam kemampuan pengikutnya. Manusia akan tetap menjadi mulia selama tetap berpegang pada keyakinan itu, dan akan hancur serta hina bila sudah mengabaikannya. Kemungkinan terjadinya wahyu serta kepastiannya sudah tidak dapat diragukan lagi. Untuk itu, manusia harus kembali kepada petunjuk wahyu demi menyiram jiwanya yang haus akan nilai-nilai luhur. </p>
<p>Rasul kita, Muhammad, bukan rasul pertama yang diberi wahyu. Allah juga telah memberikan wahyu kepada rasul-rasul sebelumnya. Seperti firman Allah, &#8220;Sesungguhnya Kami telah menyampaikan wahyu kepadamu seperti Kami telah menyampaikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah menyampaikan wahyu pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Dawud. Dan Kami telah mengutus rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.&#8221; (An-Nisa: 163&#8211;164). </p>
<p>&#8220;Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, &#8216;Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang yang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka?&#8217; Orang-orang kafir berkata, &#8216;Sesungguhnya orang ini (Muhammad) adalah benar-benar tukang sihir yang nyata&#8217;.&#8221; (Yunus: 2). </p>
<p><strong>Sumber: Studi Ilmu-Ilmu Quran, terjemahan dari Mabaahits fii &#8216;Uluumil Quraan, Manna&#8217; Khaliil al-Qattaan </strong></p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)">Kemuliaan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/aminah-binti-wahab/" title="Aminah "><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>October 24, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/aminah-binti-wahab/" title="Aminah ">Aminah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>August 20, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi">Istri Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>April 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam">Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/dzikir-rasulullah/" title="Dzikir Rasulullah"><img src="Array" alt=" Wahyu"  title="Wahyu" /></a>April 10, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/dzikir-rasulullah/" title="Dzikir Rasulullah">Dzikir Rasulullah</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis]</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 09:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ttg Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA['Ulumul Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Farid Esack]]></category>
		<category><![CDATA[Fazlurrahman]]></category>
		<category><![CDATA[Hassan Hanafi]]></category>
		<category><![CDATA[hermeneutika al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[literatur]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun]]></category>
		<category><![CDATA[Muhamed Arkoun]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Syahrur]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammed Arkoun]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[Nasr Hamid Abu Zayd]]></category>
		<category><![CDATA[Orientalis]]></category>
		<category><![CDATA[Pembukuan Qur'an oleh Utsman: Sebuah Fakta Kecelakaan Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[pluralisme]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[Rethinking Islam: Common Questions]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[Uncommon Answers]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi-Kristen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7118</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Al-Qur&#8217;an merupakan wahyu Allah dan sekaligus sebagai pedoman atau panduan hidup bagi umat manusia.[2] Banyak ilmu yang lahir dari Al-Qur&#8217;an, baik itu yang berhubungan langsung dengannya seperti Ulumul Qur&#8217;an, Ilmu Tafsir dan yang lainnya, atau tidak berhubungan langsung namun terinspirasi dari Al-Qur&#8217;an seperti ilmu alam, ilmu ekonomi dan yang lainnya. Al-Qur&#8217;an menekankan pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/kaligrafi_ayat_kursi.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/07/kaligrafi_ayat_kursi.jpg" alt="kaligrafi ayat kursi Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " title="kaligrafi_ayat_kursi, nabimuhammad.info" width="800" height="600" class="alignnone size-full wp-image-6710" /></a><strong>nabimuhammad.info _ </strong>Al-Qur&#8217;an merupakan wahyu Allah dan sekaligus sebagai pedoman atau panduan hidup bagi umat manusia.[2] Banyak ilmu yang lahir dari Al-Qur&#8217;an, baik itu yang berhubungan langsung dengannya seperti Ulumul Qur&#8217;an, Ilmu Tafsir dan yang lainnya, atau tidak berhubungan langsung namun terinspirasi dari Al-Qur&#8217;an seperti ilmu alam, ilmu ekonomi dan yang lainnya. Al-Qur&#8217;an menekankan pada kebutuhan manusia untuk mendengar, menyadari, merefleksikan, menghayati, dan memahami. Maka, mau tidak mau Al-Qur&#8217;an harus mampu menjawab berbagai problematika yang terjadi dalam masyarakat.[3]</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Kaum Muslimin sejak awal kelahirannya sudah memperhatikan bagaimana penafsiran dan aturan-aturan, metodologi dan hal-hal yang berhubungan dengan penafsiran diterapkannya terhadap kitab Al-Qur&#8217;an. Hal ini bisa dilihat dalam berbagai literatur yang masih ada hingga sekarang. Di samping berbagai disiplin keilmuan yang berkembang dalam sejarah Islam dan kaum Muslim, disiplin Studi Al-Qur’an (Ulûm al-Qur’ân) merupakan salah satu disiplin ilmu yang harus dipelajari untuk diterapkan dalam menafsirkan Al-Qur&#8217;an. Tetapi setelah memasuki perkembangan terkini, Studi Al-Qur’an mengalami persentuhan dengan beberapa pemikiran yang berkembang di Barat. Beberapa orientalis yang concern terhadap studi Al-Qur’an mulai memasukkan beberapa metodologi Barat, termasuk hermeneutika. Pihak orientalis sedang mengalihkan perhatian begitu besar terhadap perubahan pemikiran Islam di Indonesia yang sudah bermula sejak awal tahun 1980-an. Karya-karya ilmuan muslim yang mengikuti jejak orientalis[4] seperti, Hassan Hanafi, Muhamed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Fazlurrahman, Farid Esack, Muhammad Syahrur, dan lainnya cukup mampu menarik minat dikalangan ilmuan muslim.[5]</p>
<p>Tulisan ini sengaja hanya fokus pada satu orang tokoh saja karena banyaknya pemikir dan tokoh muslim yang memberikan tawaran dalam metodologi penafsiran  Al-Qur’an. Teori-teori yang muncul dalam hal penafsiran Al-Qur’an pun juga sangat kaya. Sehingga, Muhammed Arkoun[6] yang terpilih dalam tulisan ini disebabkan karena pemikiran Arkoun menawarkan suatu kecenderungan baru dalam pemikiran Islam. Menempatkan pemikirannya, khususnya dalam mengadopsi ilmu-ilmu barat kontemporer dalam menafsirkan Al-Qur&#8217;an, baik itu ilmu linguistik, sejarah, antropologi dan yang lainnya, dari situ dia mengharapkan akan menghasilkan penafsiran baru yang belum pernah dilakukan oleh ilmuan muslim sebelumnya.</p>
<blockquote><p>Muhammad Arkoun termasuk intelektual muslim yang telah mengangkat hermeneutika al-Qur&#8217;an dalam terma-terma kontemporer modern dan juga merupakan salah seorang pemikir muslim yang berpengaruh di Indonesia.</p></blockquote>
<p> Salah satu buku Arkoun yang menjadi buku pegangan wajib para mahasiswa atau rujukan primer kalangan akademisi IAIN/UIN program Studi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dalam menginterpretasi Al-Qur&#8217;an, yaitu Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers.[7] Mohammad Arkoun, dalam buku ini menyayangkan jika sarjana Muslim tidak mengikuti jejak kaum Yahudi-Kristen.</p>
<p>Walaupun pernyataan Arkoun menunjukkan kekecewaannya terhadap sarjana muslim, tetapi anjuran dia diamini oleh beberapa kalangan akademisi Perguruan Tingggi Islam sehingga pengaruh hermeneutik ini cukup kuat dilingkungan IAIN/UIN, bahkan mampu mengubah seorang santri berani mengkritik al-Qur&#8217;an. Pada tahun 2003 kampus IAIN Walisongo dengan ijin terbit Dekan Fakultas Syariah IAIN Walisongo menerbitkan sebuat Jurnal Justisia yang berjudul &#8220;Kritik Qur&#8217;an (Struktur, Analisa Historis dan Kritik Ideologi)&#8221;. Ditulis dalam jurnal tersebut sebuah judul yang sangat mengerikan yaitu &#8220;Pembukuan Qur&#8217;an oleh Utsman: Sebuah Fakta Kecelakaan Sejarah &#8221; yang ditulis oleh Tedi Kholiluddin mahasiswa Fakultas Syariah yang dengan bangganya mencantumkan alumni dari salah satu pondok pesantren Semarang.[8]</p>
<p>Selain itu, akhir-akhir ini hermeneutika sebagai alat dan metode penafsiran bible semakin marak dikaji dan dicoba untuk diterapkan dalam kajian al-Qur&#8217;an[9]. Hal inilah yang menyebabkan penyalahtafsiran al-Qur&#8217;an karena sudah menggeser peran metode tafsir al-Qur&#8217;an bil ma&#8217;tsur dengan metode baru yang dipakai oleh para orientalis. Sebagaimana juga Arkoun dalam hal ini memakai metode para orientalis dalam menafsirkan al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Kritik terhadap pemikiran Arkoun ini mencakup adanya ontologi tentang al-Quran dan metodologi kajian bible yang mempengaruhi pemikirannya yaitu historis, antropologis dan linguistik. Dalam makalah ini penulis menguraikan tentang pandangan Mohammad Arkoun terhadap Al-Qur&#8217;an, dan metodologinya dalam menginterpretasi al-Qur&#8217;an[10] dan disertai beberapa catatan ktritis.</p>
<p><strong>B.   Konsep Wahyu Menurut Muhammad Arkoun</strong></p>
<p>Mengenai wahyu, Arkoun membaginya dalam dua peringkat. <em>Pertama</em> adalah apa yang disebut al-Qur&#8217;an sebagai Umm al-Kitab (Induk Kitab) (QS, 13:39; 43:4).[11] Peringkat <em>kedua</em> adalah berbagai kitab termasuk Bible, Gospel, dan al-Qur&#8217;an. Umm al-Kitab adalah Kitab Langit, wahyu yang sempurna, dari mana Bible dan al-Qur&#8217;an berasal. Pada peringkat pertama (umm al-Kitab), wahyu bersifat abadi, tidak terikat waktu, serta mengandung kebenaran tertinggi. Namun, menurut Arkoun, </p>
<blockquote><p>kebenaran absolut ini diluar jangkauan manusia, karena bentuk wahyu yang seperti itu diamankan dalam Lawh Mahfuz (Preserved Tablet) dan tetap berada bersama dengan Tuhan sendiri. Wahyu hanya dapat diketahui oleh manusia melalui bentuk pada peringkat kedua.</p></blockquote>
<p> Peringkat kedua ini, dalam istilah Arkoun dinamakan &#8220;edisi dunia&#8221; (edition terrestres). Menurutnya, pada peringkat ini, wahyu telah mengalami modifikasi, revisi dan substitusi.[12]</p>
<p> Untuk kepentingan analisisnya, Arkoun membedakan tiga tingkat anggitan tentang wahyu. Pertama sebagai firman Allah yang transenden, tak terbatas, yang tidak diketahui oleh manusia. Untuk menunjuk  realitas wahyu semacam ini biasanya dipakai anggitan al-Lauh al-Mahfuz atau Umm al-Kitab. Tingkat kedua menunjuk penampakan wahyu dalam sejarah. Berkenaan dengan al-Qur&#8217;an, anggitan ini menunjukkan pada realitas Firman Allah sebagaimana diwahyukan dalam bahasa Arab kepada Muhammad saw selama kurang lebih dua puluh tiga tahun. Tingkat ketiga menunjuk wahyu sebagaimana sudah tertulis dalam mushaf dengan huruf dan berbagai macam tanda yang ada di dalamnya.[13] Berkenaan dengan Qur&#8217;an, anggitan ini menunjukkan mushaf yang dikodifikasi pada zaman Usman bin Affan atau lebih dikenal dengan sebutan al-Mushaf al-usmani yang dipakai orang-orang muslim sampai hari ini. Kodifikasi ini dilakukan karena terjadi sebuah peristiwa yang tidak terpikirkan oleh seorang sahabatpun sebelumnya. Dalam perang Yamamah, sedikitnya 1000 pasukan muslim gugur, 450 diantaranya dari kalangan sahabat. Informasi ini sampai ke telinga Umar bin Khaththab, lalu ia memikirkan akan nasib al-Qur&#8217;an.[14] Sedangkan dalam analisisnya, Arkoun menyebut al-mushaf ini sebagai Closed Official Corpus (kanon resmi tertutup) atau mushaf standar yang sudah ditentukan secara resmi dan final.[15] Sebutan ini bukanlah tanpa mengandung resiko untuk disalah pahami. Dengan mengatakan &#8220;kanon resmi tertutup&#8221; Arkoun hendak  mempersoalkan kanon tersebut.</p>
<p>Mengenai sejarah al-Qur&#8217;an, Arkoun membaginya menjadi tiga periode: periode pertama berlangsung ketika pewahyuan (610-632 M); periode kedua, berlangsung ketika koleksi dan penetapan mushaf (12-324 H/632-936 M) dan periode ketiga berlangsung ketika masa ortodoks (324 H/936 M). Arkoun menamakan periode pertama sebagai Prophetic Discourse (Diskursus Kenabian) dan periode kedua sebagai Closed Official Corpus (Korpus Resmi Tertutup). Berdasar pada periode tersebut, arkoun mendefinisikan al-Qur&#8217;an sebagai &#8220;sebuah korpus yang selesai  dan terbuka yang diungkapkan dalam bahasa Arab, dimana kita tidak dapat mengakses kecuali melalui teks yang ditetapkan setelah abad ke 4 H/10 M.&#8221;[16] Menurut Arkoun dalam tradisi muslim pengumpulan al-Qur&#8217;an mulai pada saat Nabi meninggal pada tahun 632, tetapi ketika beliau hidup tampaknya ayat-ayat tertentu sudah ditulis. Kumpulan-kumpulan parsial dibuat dengan bahan-bahan yang agak tidak memuaskan, karena kertas belum dikenal dikalangan orang Arab dan tersedia bagi mereka baru di akhir abad ke-8. Meninggalnya para sahabat Nabi, yaitu orang-orang yang ikut berhijrah bersama beliau dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622, dan perdebatan tajam dikalangan umat Islam mendorong khalifah ketiga, Usman, untuk mengumpulkan totalitas wahyu ke dalam satu kompilasi yang disebut mushaf. Kumpulan ini dinyatakan sempurna, selesai dan tertutup dan kompilasi-kompilasi parsial pun dimusnahkan untuk menghindari perbedaan yang akan timbul tentang keotentikan wahyu-wahyu yang dipilih. Dia menegaskan bahwa proses pemilihan dan pemusnahan ini mengharuskan kita bertumpu pada Corpus Resmi yang Tertutup.[17]</p>
<p>Arkoun membedakan antara periode pertama dan periode kedua. Menurut Arkoun, dalam periode diskursus kenabian, al-Qur&#8217;an lebih suci, lebih autentik, dan lebih dapat dipercaya dibanding ketika dalam bentuk tertulis. Sebabnya, al-Qur&#8217;an terbuka untuk semua arti ketika dalam bentuk lisan, tidak seperti dalam bentuk tulisan. Sedangkan ia menganggap status al-Qur&#8217;an dalam bentuk tulisan telah berkurang dari kitab yang diwahyukan (al-Kitab al-Muhi) menjadi sebuah buku biasa (kitab &#8216;adi). Arkoun berpendapat bahwa mushaf itu tidak layak untuk mendapatkan status kesucian. Tetapi muslim ortodoks meninggikan korpus ini ke dalam sebuah status firman Tuhan.[18]</p>
<p>Pemikiran Mohammad Arkoun yang liberal telah membuat paradigma baru tentang hakekat teks al-Qur&#8217;an. Pendekatan historisitas Mohammad Arkoun justru menggiringnya untuk menyimpulkan sesuatu yang ahistoris, yaitu kebenaran wahyu hanya ada pada level diluar jangkauan manusia. Mohammad Arkoun mengakui kebenaran Umm al-Kitab, hanya ada pada Tuhan sendiri. Ia juga mengakui kebenaran dan kredibilitas bentuk lisan al-Qur&#8217;an, tetapi bentuk itu sudah hilang selama-lamanya dan tidak mungkin ditemukan kembali. Jadi, pendekatan historisitas yang diterapkan Arkoun justru menggiringnya sepada sesuatu yang ahistoris. Sesuatu yang tidak mungkin dicapai kebenarannya oleh kaum muslimin. Padahal, sepanjang zaman fakta historis menunjukkan, kaum muslimin sejak dulu, sekarang dan akan datang, meyakini kebenaran al-Qur&#8217;an Mushaf Uthmani.   </p>
<p>Arkoun merinci mekanisme wahyu berdasarkan surat 42 (Asy-Syura) ayat 51.[19] Menurutnya kosa kata wahyu yang digunakan oleh ayat sulit untuk diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa manusia yang tidak sakral, itulah sebabnya dia tidak menterjemahkan kata kunci wahyu. Ia hanya berpendapat bahwa wahyu atau al-Qur&#8217;an sebagai bacaan yang diartikulasikan (diucapkan) dalam bahasa manusia dan dikomunikasikan kepada para nabi secara langsung atau dengan melalui perantaraan seorang malaikat.[20] Padahal ayat ini menerangkan tentang turunnya wahyu dalam tiga cara. Pertama, informasi wahyu dengan jalan ilham yaitu menyampaikan makna tertentu ke hati Nabi sekaligus bersama ilmu yang yakin bahwa hal itu hanya datang dari Allah, baik lewat mimpi maupun saat terjaga (sadar). Kedua, pembicaraan lewat balik hijab dimana Nabi tidak melihat Allah saat berlangsungnya pembicaraan, seperti halnya Nabi Musa saat menerima wahyu pertama kali. Ketiga, penyampaian wahyu lewat malaikat.[21]</p>
<p>Untuk menunjukkan bahwa wahyu yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat Jibril sama dengan al-Qur&#8217;an yang ada sekarang (mushaf usmani) marilah kita kaji dua hadits dari Fatimah dan Ibnu Abbas. </p>
<blockquote><p>Dalam memelihara ingatan Nabi Muhammad terhadap al-Qur&#8217;an, malaikat Jibril berkunjung kepadanya setiap tahun.</p></blockquote>
<p> Hal ini dapat dilihat dalam hadits yang pertama dari Fatimah, ia mengatakan bahwa Nabi Muhammad memberitahukan kepadanya secara rahasia, yaitu tentang malaikat jibril yang hadir membacakan Al-Qur&#8217;an pada Nabi dan beliau membacakannya sekali setahun. Hanya tahun dekat kematiannya saja membacakan seluruh isi kandungan Al-Qur&#8217;an selama dua kali.&#8221;[22] Sedangkan yang kedua, hadits dari Ibn &#8216; Abbas, ia melaporkan bahwa Nabi Muhammad saw berjumpa dengan malaikat Jibril setiap malam selama bulan Ramadhan hingga akhir bulan, masing-masing membaca Al-Qur&#8217;an silih berganti.[23]</p>
<p>Dua hadits ini menunjukkan bahwa bacaan ayat al-Qur&#8217;an Nabi Muhammad sama dengan bacaan Jibril, artinya sama dengan yang telah Allah turunkan melalui malaikat Jibril dan tidak ada perbedaan sedikitpun. Karena malaikat jibril selalu bergantian dengan Rasulullah dalam membacakan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an sebagaimana hadits di atas. Proses transmisi semacam ini, dilakukan dengan isnad secara mutawattir dari generasi ke generasi, terbukti berhasil menjamin keutuhan dan keaslian al-Qur&#8217;an sebagaimana diwahyukan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw dan diteruskan kepada para shahabat, demikian hingga hari ini.</p>
<blockquote><p>Bahkan Allah menantang kepada siapa saja yang meragukan al-Qur&#8217;an sebagai kalam Allah yg diwahyukan kepada Rasulullah saw.</p></blockquote>
<p> lafdhon wa ma&#8217;nan tetapi mereka tidak ada yang mampu membuat seperti al-Quran itu walaupun satu surah saja.[24] Tantangan itu tetap berlaku karena al-Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat. Dan Nabi Muhammadpun diberi peringatan oleh Allah jika mengada-ngada suatu perkataan dalam al-Qur&#8217;an.[25]</p>
<p>Jadi sangat tidak mendasar tuduhan Muhammad Arkoun yang menyatakan bahwa al-Quran sekarang yang kita kenal ini bukanlah wahyu Allah atau al-Qur&#8217;an berbeda dengan apa yang telah diturunkan kepada Rasulullah saw dahulu, semua itu adalah tuduhan orang-orang yang memusuhi Islam agar orang Islam ragu dengan agamanya sendiri dengan cara menggugat Kitab Sucinya melalui metode mereka.</p>
<p><strong>C.   Muhammad Arkoun dan masalah penafsiran (interpretasi) Al-Qur&#8217;an</strong></p>
<p>Studi Muhammad Arkoun atas teks al-Qur&#8217;an adalah untuk mencari makna lain yang tersembunyi di sana. Maka, untuk menuju rekonstruksi (konteks), harus ada dekonstruksi (teks). Arkoun termasuk intelektual muslim yang sangat berani dalam menafsirkan  al-Qur&#8217;an bukan dari tradisi Islam tapi dengan metodologi impor dari budaya barat.</p>
<p><em><strong>1.     Historis-Antropologis<br />
</strong></em><br />
Dalam buku Mohammed Arkoun yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi Tarikhiyah al-Fikr al-Arabi al-Islami (Historisisme pemikiran Arab-Islam). Arkoun bermaksud hendak melihat seluruh fenomena sosial-budaya lewat perspektif historis, bahwa masa lalu harus dilihat menurut strata historikalnya. Mencari historis harus dibatasi menurut runtutan kronologis dan fakta-fakta nyata. Ini artinya, historisisme berperan sebagai metode rekonstruksi makna lewat penghapusan relevansi antara teks dengan konteks. Jika metode ini diaplikasikan ke atas teks-teks agama, apa yang dibutuhkan, menurut Arkoun, adalah makna-makna baru yang secara potensial bersemayam dalam teks-teks tersebut.[26]</p>
<p>Bagaimana Arkoun melihat tradisi atau turats? Secara umum, Arkoun membedakan antara dua bentuk tradisi. Dalam karya-karya yang ditulisnya dalam bahasa Perancis, ia secara bersamaan menggunakan dua kata &#8220;tradition&#8221; dan turats, dan membagi keduanya kepada dua jenis: pertama, Tradisi atau Turats dengan T besar, yaitu tradisi yang transenden yang selalu dipahami dan dipersepsikan sebagai tradisi ideal, yang datang dari Tuhan dan tidak dapat diubah-ubah oleh kejadian historis. Tradisi semacam ini adalah abadi dan absolut. Sedangkan tradisi Jenis kedua ditulis dengan T kecil (tradition/turats). Tradisi ini dibentuk oleh sejarah dan budaya manusia, baik yang merupakan warisan turun temurun sepanjang sejarah kehidupan, atau penafsiran manusia atas wahyu Tuhan lewat teks-teks kitab suci.[27] Antara dua jenis tradisi ini, Arkoun mengesampingkan jenis yang pertama, karena menurutnya, tradisi tersebut berada di luar pengetahuan dan kapasitas akal manusia. Dengan begitu, target dan objek kajian yang akan dilakukannya adalah turats jenis yang kedua; turats yang dibentuk oleh kondisi sejarah (kondisi ruang-waktu).</p>
<p>Membaca turats adalah membaca teks, seluruh jenis teks. Karena turats tersebut dibentuk dan dibakukan dalam sejarah, ia pun harus dibaca lewat kerangka sejarah, inilah historisisme itu. Menurut Arkoun, salah satu tujuan membaca teks, teks suci khususnya, adalah untuk mengapresiasi teks tersebut di tengah-tengah perubahan yang terus terjadi. Dengan kata lain, ajaran-ajaran agama yang berasal dari teks suci tersebut harus selalu sesuai dan tidak bertentangan dengan segala keadaan, inilah salah satu inti pesan ajaran Islam itu; al-Islam yashluh li kulli zaman wa makan. Dari sini, apa yang sedang diusahakan Arkoun, sepertinya ingin memaksakan al-Qur&#8217;an untuk mengikuti perkembangan zaman bukan al-Qur&#8217;an dijadikan petunjuk sepanjang zaman.</p>
<p><em><strong>2.     Penafsiran Linguistik &#8211; Semiotika</strong><br />
</em><br />
Mohamad Arkoun dalam teori semiotikanya terpengaruh atau lebih tepatnya mengadopsi teori Ferdinand de Daussure (1857-1913), seorang tokoh semiotika Prancis,[28] menurut De Daussure fenomena bahasa secara umum ditunjukkan dengan istilah langange. Dalam langange terdapat dikotomi antara parole dan langue. Parole adalah bagian dari bahasa yang sepenuhnya individual.[29] Satu hal yang menjadi karakteristik dari parole adalah adanya keunikan bahasa dari tiap pribadi. Sedangkan langue adalah suatu sistem kode yang diketahui oleh semua anggota masyarakat pemakai bahasa tersebut, dan seolah-olah kode-kode itu telah disepakati bersama di masa lalu di antara pemakai bahasa tersebut.[30] Langue merupakan suatu sistem sosial dan sekaligus sistem nilai. Sebagai sistem sosial langue tidak direncanakan sendiri. Itulah sisi sosial dari langange.[31] Secara implisit dapat ditangkap bahwa langue dan parole beroposisi, tetapi sekaligus juga saling tergantung. Di satu sisi, sistem yang berlaku dalam langue adalah hasil produksi dari kegiatan parole, sementara di sisi lain, pengungkapan parole serta pemahamannya hanya mungkin apabila didasarkan pada penelusuran langue sebagai sistem.[32]</p>
<p>Sebagaimana ahli-ahli linguistic yang menyelidiki bahasa dengan hanya membatasi diri pada wilayah langue saja,[33] Arkoun menganggap bahwa al-Qur&#8217;an yang bisa disentuh oleh manusia sebenarnya hanya sisi langue dari wahyu Tuhan. Karena sifatnya yang tak terbatas dan transenden, manusia tidak mungkin mampu menyentuh parole Tuhan. Di samping itu, parole Tuhan, sebab keunikannya, manusia tidak akan mampu menggapainya. Seperti juga keunikan bahasa individu manusia, siapapun yang lain (the other) dari diri tersebut tidak tahu makna sebenarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, pengaruh semiotikanya Ferdinand de Daussure ini dibawa oleh Arkoun dengan mengklasifikasi tingkatan-tingkatan pemaknaan atas wahyu, untuk mengetahui posisi al-Qur&#8217;an yang kita pegang sekarang ini. Arkoun menyebutkan ada tiga tingkatan pemaknaan wahyu: pertama, wahyu sebagai parole (firman, sabda, kalam) Allah yang transenden, tak terbatas (infinite). Untuk menunjuk realitas semacam ini biasanya al-Qur&#8217;an menggunakan terma al-lauh al-mahfudz (the well preserved Table) atau umm al-Kitab (the Archetype Book). [34]</p>
<p>Tingkat kedua, wahyu dalam sejarah. Berkenaan dengan al-Qur&#8217;an, konsep wahyu tingkat kedua ini menunjuk pada realitas firman Allah sebagaimana diwahyukan dalam bahasa Arab kepada Muhammad lebih dari dua puluh tahun. Jika pada tingkat pertama wahyu mengacu pada parole Tuhan maka pada tingkat kedua ini bisa kita katakan mengacu pada langue dari al-Qur&#8217;an. Tapi penting dicatat bahwa pada tingkat kedua ini al-Qur&#8217;an masih berbentuk oral, lisan.</p>
<p>Tingkat ketiga, menunjuk wahyu dalam bentuk korpus resmi tertutup atau wahyu yang sudah tertulis dalam mushhaf dengan huruf dan berbagai tanda baca yang ada di dalamnya.[35] Pengertian wahyu di sini menunjuk pada mushaf utsmani, yang pada tahun 1924 diterbitkan edisi standar al-Qur&#8217;an di Kairo, Mesir.[36] Wahyu pada tingkat ketiga ini merupakan rekaman dari la­ngue Tuhan yang menyejarah pada tingkat kedua, dan pada saat yang sama, dalam beberapa hal, telah mereduksi kekayaan sifat oral yang dimilikinya. Sementara itu, terma al-Qur&#8217;an sendiri, dalam bahasa Arab, mengacu secara bersamaan ke seluruh tingkatan di atas. Oleh karena itu, Suhadi dalam bukunya Kawin Lintas Agama, mengatakan bahwa tingkatan wahyu seperti ini pernah ada dalam tradisi Islam, yakni teori wahyu Mu&#8217;tazilah yang menyatakan bahwa &#8220;wahyu Tuhan diciptakan&#8221; (wahyu Tuhan itu jadid [baru, makhluk, yang diciptakan]), namun pernyataan ini ditolak oleh ortodoksi (Asy&#8217;ariyyah) dengan teori wahyu itu qadim (lampau, bukan makhluk, tidak diciptakan), yang memenangkan konsep pengertian mengenai wahyu sejak abad ke-11 M.[37] Jadi kalau kita umat Islam menerima teori linguistik-semiotika sebagai penafsiran al-Qur&#8217;an berarti kita telah mengadakan setback (mundur ke belakang). Walaupun mereka dengan memberikan embel-embel bahwa ini adalah ilmu kontemporter tetapi justru akan membawa umat islam mundur jauh kebelakang.</p>
<p>Dalam semiotika (ilmu tentang tanda (sign) atau ilmu yang mempelajari perkembangan sign dalam masyarakay),[38] Arkoun berusaha untuk menunjukkan fakta sejarah tentang bahasa al-Qur&#8217;an dan kandungannya. Dia menyarankan bahwa analisa semiotika al-Qur&#8217;an pada dasarnya mempunyai dua tujuan: yang pertama, untuk menampakkan fakta sejarah dari bahasa Al-Qur&#8217;an; yang kedua, untuk menunjukkan bagaimana arti baru dapat diperoleh dari teks al-Qur&#8217;an tanpa dibatasi oleh cara kajian tradisional.</p>
<p>Keperluan untuk mengkaji kembali al-Qur&#8217;an adalah sesuatu yang dihargai oleh setiap muslim. akan tetapi, ajakan Arkoun lebih baik dilihat dari sifat bahasa al-Qur&#8217;an, sebagaimana dia memahaminya. Ini karena bahasa al-Qur&#8217;an dilihat sebagai tanda-tanda dan simbol-simbol yang diuraikan oleh komunitas-komunitas muslim terdahulu melalui qiraat dan penjelasan yang dibuat oleh Arkoun menghendaki sebuah penguraian baru terhadap tanda-tanda dan simbol-simbol tersebut. Dari perspektif ini, dia mendeskripsikan Al-Qur&#8217;an sebagai sebuah komposisi sign dan simbol-simbol yang mampu memberi semua arti dan terbuka untuk siapa saja dan tidak ada penafsiran yang dapat melemahkan teks yang ditafsirkan.[39]</p>
<p><em><strong>3.     Penafsiran Teologis &#8211; Religius</strong></em></p>
<p>Menurut Arkoun, jika seseorang terus menganggap Al-Qur&#8217;an sebagai sebuah teks dari Tuhan secara transcendental, orang akan hanya berakhir pada masalah-masalah yang lebih bersifat teologis.[40] Kemudian, satu jenis theologi yang diperlukan disini, katanya, adalah &#8216;sebuah keyakinan yang rasional&#8217; yang didasarkan kepada konfrontasi antara epistema yang ada pada titik tertentu dengan masalah-masalah yang ditimbulkan oleh teks keagamaan, yakni, antara warisan dan sejarah.[41]</p>
<p>             Arkoun menolak keyakinan secara umum bahwa &#8216;Islam tidak memisahkan spiritual dengan duniawi&#8217;, dia meyakinkan para pembacanya bahwa sekularisme berakar dalam Islam. Sebagaimana Harvey cox telah membuat justifikasi sekularisasi dari bible,[42] Arkoun juga mengatakan, &#8220;sekularisme sudah ada dalam Al-Qur&#8217;an dan piagam Madinah.&#8221;[43] Ini bukan kesimpulan yang berdasarkan fakta sejarah, namun sebuah ide yang mengikuti ide sebelumnya. Arkoun benar-benar mendeklarasikan tujuan utamanya dalam sebuah essai &#8220;Islam and Secularism&#8221; dimana dia menyatakan, &#8220;kita perlu mendekonstruksi kaum ortodoks tertutup dari dalam. Ini tidak mungkin dilakukan kecuali mencari sebuah sejarah yang bebas yang dapat mengarahkan masuknya ide sekulerisasi dalam Islam.&#8221; Sekularisme kemudian merupakan sebuah dogma yang sudah terbentuk sebelumnya yang perlu dipromosikan dan diperkuat dengan segala usaha, bahkan jika perlu fakta-fakta sejarah dapat diputarbalikkan untuk kepentingan ini. Jika Arkoun berhasil menghindari sebuah tafsir yang berorientasi pada keyakinan untuk mengelakkan &#8216;dogma-dogma&#8217; Sunni atau Shi&#8217;ah, nyatalah dia telah menjatuhkan mangsanya ke dalam sebuah teologi sekuler dengan dogma-dogmanya sendiri.[44]</p>
<p>             Salah satu ciri khas sekuler adalah tidak memberikan tempat kepada Tuhan dalam sejarah kehidupan manusia, begitu juga arkoun, dia berpendapat bahwa dalam sejarah manusia Tuhan tidak terlibat. Sebagaimana dia memahami al-Qur&#8217;an, dia mengatakan Mushaf usmani ini menunjukkan beberapa fakta sejarah yang tergantung keadaan sosial dan politik, bukan tergantung kepada Tuhan.[45]</p>
<p><strong>D.    Analisa</strong></p>
<p> Seorang mufassir Fakhruddin al-Razi yang hidup di abad ke-13, sudah menafsirkan al-Qur&#8217;an dengan menggunakan berbagai lintas disiplin ilmu dan dalam penafsitrannya tidak terbatas kepada pendekatan bahasa dan riwayat saja, tetapi walaupun begitu tidak meninggalkan pendekatan al-tafsir bi al-ma&#8217;thur.[46]</p>
<p>Adnin Armas[47] mengatakan bahwa diantara pemikiran Arkoun yang liberal telah membuat paradigma baru tentang hakikat teks Al-Qur&#8217;an. Kebenaran wahyu hanya ada pada level diluar jangkauan manusia. Muhammed Arkoun mengakui kebenaran Umm al-Kitab, hanya ada pada Tuhan sendiri. Ia juga mengakui kebenaran dan kredebilitas bentuk lisan Al-Qur&#8217;an, tetapi bentuk itu sudah hilang selama-lamanya dan tidak mungkin ditemukan kembali. Jadi, pendekatan historisitas yang diterapkan Arkoun justru menggiringnya kepada suatu yang ahistoris.[48] Dan mencari kebenaran di dalam Al-Qur&#8217;an dengan menggunakan hermeneutika Arkoun merupakan sebuah gagasan yang mengada-ada (utopis). Selanjutnya penggunaan yang berlebihan berbagai terminologi asing dan terminologi baru lainnya yang tidak semestinya, banyaknya pengulangan, kontradiksi dan ambiguitas.  Membuat tulisan Arkoun tidak ramah, khususnya untuk banyak intelektual muslim. Bagi pembaca yang tidak tahu apa itu semiotika, paparan Arkoun ini akan tampak seperti matematika, bukan analisa teks.[49]</p>
<p>Disamping itu Abdul Kabir Hussain Salihu[50] melihat Arkoun dianggap begitu memberikan perhatian pada pentingnya metodologi dalam kajian Al-Qur&#8217;an. Dia secara enerjik menyarankan penggunaan metodologi multidisipliner untuk Al-Qur&#8217;an termasuk ilmu sejarah, ilmu-ilmu sosial, psikologi, antropologi, linguistik dan semiotika. Hal ini dapat menjadi sebuah pengharapan positif terhadap Al-Qur&#8217;an, khususnya karena kaum muslim menganggap Al-Qur&#8217;an sebagai petunjuk dalam semua segi kehidupan dan Islam sebagai pandangan hidupnya. Namun tujuan dari penelitian Arkoun tidaklah jelas, apakah penelitiannya tersebut adalah kajian Al-Qur&#8217;an atau kajian metodologi. Tidak sulit untuk melihat bahwa Arkoun tidak mengkaji metodologi untuk kepentingan Al-Qur&#8217;an, tetapi dia mengkaji Al-Qur&#8217;an untuk kepentingan metodologi.[51]</p>
<p>Gamal al-Banna menyatakan bahwa dia setuju atas usaha Arkoun melakukan pembongkaran atas kalangan ahli tafsir dan para orientalis. Hanya saja ketika dia mendekati Al-Qur&#8217;an sebagai sebuah legsi atau teks biasa,  maka dia sudah persis seperti kalangan orientalis yang tidak memberikan tempat bagi Tuhan. Dalam bukunya Tafsir al-Qur&#8217;an al-Karim Baina al-Qudama wa al-Muhadditsin, Gamal al-Banna menyatakan: bahwasanya keteledoran Arkoun dan kealpaan yang membuat dia menyebut Al-Qur&#8217;an memilki struktur mitologis yang tinggi (dzu bunyatin ushturiyyatin muta&#8217;aliyah). Inilah yang kemudian dia jadikan kunci pemikirannya tentang AL-Qur&#8217;an. Dia tiadak mawas diri – dengan keterlibatannya dia dalam pemikiran Eropa – bahwa dia telah meletakkan dirinya ke dalam satu parit dengan kaum Musyrik yang mengatakan bahwa Al-Qur&#8217;an tidak lebih adalah mitos para pendahulu (ashathirul al-awwalin). Ketika dia sudah sadar akan hal itu, dia lantas berusaha untuk menyelamatkan dirinya dengan mengambinghitamkan kesalahan pada soal keterbatasan penerjemahan bahasa. Dia lantas membedakan antara kata myth/mitos (al-usthurah) dengan kata mytologi/mitologi (khurafat)[52]</p>
<p><strong>E.    Kesimpulan</strong></p>
<blockquote><p>Arkoun menganggap Al-Qur’an bukanlah wahyu, tetapi kitab rekayasa para sahabat terutama Utsman dengan lebih suka mengatakan bahwa al-Qur&#8217;an Mushaf Resmi Tertutup, yang seakan-akan al-Qur&#8217;an diresmikan oleh Usman bin Affan. </p></blockquote>
<p>Dan sepanjang sejarah fakta historis menunjukkan, kaum muslimin dari sejak dulu, sekarang dan akan datang, meyakini kebenaran al-Qur’an Mushaf Uthmani. Dan Allah dalam al-Qur&#8217;an sangat jelas sekali menantang siapa saja yang masih meragukan al-Qur&#8217;an sebagai Firman-Nya, tatapi tantangan ini sampai sekarang bahkan sampai kiamatpun tidak akan pernah ada yang sanggup menyanggupinya membuat al-Qur&#8217;an tandingan kecuali hanya desas desus belaka yang dilontarkan oleh para orientalis.</p>
<blockquote><p>Selanjutnya Arkoun tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, akan tetapi sebagai teks biasa yang dipaksa untuk mengikuti arus zaman.</p></blockquote>
<p> Dengan metode yang tawarkan olehnya yaitu metode histories-antropologis dan linguistik-semiotika, sedangkan metode teologis-religious, Arkoun tidak memberikan tempat kepada Tuhan dalam mengatur kehidupan manusia (ciri khas sekuler). </p>
<blockquote><p>Arkoun secara tidak sadar dengan memakai metode hermeneutika dalam mengkaji al-Qur&#8217;an telah menjadikan dirinya sebagai kepanjangan tangan orintalis.</p></blockquote>
<p>Written By: <strong>Badrus Syamsi</strong></p>
<p>http://www.inpasonline.com/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=487:metodologi-studi-al-quran-mohammed-arkoun-kajian-kritis&#038;catid=43:aliran-menyimpang&#038;Itemid=103</p>
<p>[1]  Peserta Program Kader Ulama ISID Gontor Ponorogo Periode ke-II.</p>
<p>[2]  Lihat Dr H. M. Idris A. Shomad M.A, Al-Qur&#8217;an Sebagai Wahyu Ilahi   Dalam Jurnal Kajian Islam Al-Insan, Nomor I Vol. I, Januari 2005. hal: 52.</p>
<p>[3]  Tim Badan Litbang dan Diklat Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur&#8217;an, Tafsir al-Qur&#8217;an Tematik: Al-Qur&#8217;an dan Pemberdayaan Kaum Duafa, diterbitkan oleh Departemen Agama RI, 2008. hal: xii</p>
<p>[4]   قَالَ رسول الله صلى الله عليه وسلم « لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga meskipun mereka berjalan masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya.&#8221; Lalu kami bertanya, &#8220;Wahai Rasulullah, apakah mereka itu adalah Yahudi dan Nasrani?&#8221; Beliau bersabda, &#8220;Siapa lagi?!&#8221; Lihat Shahih al-Bukhari, 3.456 hal:169</p>
<p>[5]  Al-Azami, Prof. Dr. Sejarah Teks al-Qur&#8217;an dari Wahyu sampai Kompilasi, Penerj. Dr. Sohirin dkk. (Jakarta, Gema Insani, 2005) hal: xxiii</p>
<p>[6]  Mohammad Arkoun lahir pada 1 Februari 1928 di Tourirt-Mimoun, kabilia, Aljazair. Kabilia merupakan daerah pegunungan berpenduduk Berber, terletak di sebelah timur Aljir. Adapun Aljazair merupakan daerah bekas jajahan Perancis antara tahun 1830 dan 1962. lihat Johan Hendrik Meuleman, Tradisi, Kemodernan dan Metamodernisme: Memperbincangkan Pemikiran Muhammed Arkoun, (Yogyakarta: LKiS, 1994), hlm. vii</p>
<p>[7]  Lihat lampiran kurikulum pada Program Studi Tafsir Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Husaini, Adian, Hegemoni Kristen-Barat: Dalam Studi Islam di Perguruan Tinggi (Jakarta: Gema Insani, 2006), hal 275-276</p>
<p>[8] Jurnal Justisia &#8220;Kritik Qur&#8217;an: Strukturalisme, Analisa Historis dan Kritik Ideologi &#8221; edisi 23 Th. XI 2003 Hal 23</p>
<p>[9] Meuleman, Tradisi kemordenan dan Metamordernisme (Memperbincangkan Pemikiran Mohammad Arkoun) Hal: 23</p>
<p>[10] Arkoun Muhammad, Kajian Kontemporer Al-Qur&#8217;an ditejemah oleh Hidayatullah (GP.Paris) 1982 Hal: 48</p>
<p>[11]  يَمْحُوا اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ (39)</p>
<p>&#8220;Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).&#8221; (QS, Ar Ra&#8217;d: 39)</p>
<p>وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ (4)                                            </p>
<p>&#8220;Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.&#8221; (QS, Az Zukhruf: 4)</p>
<p>Berdasarkan ayat inilah, Arkoun merinci mekanisme wahyu. Lihat Arkoun, Rethingking Islam, Op.Cit. hal.47</p>
<p>[12] Lihat Abdul Kadir Hussain Salihu, Hermeneutika Al-Qur&#8217;an menurut Muhammad Arkoun: Sebuah Kritik, dalam ISLAMIA: Majalah Pemikiran Dan Peradaban Islam, Thn I No 2, Juni-Agustus 2004, hlm: 21</p>
<p>[13]  Mohammad Arkoun, &#8220;exploration and responses: New Perspectives for a Jewish-Christian-Muslim Dialogue&#8221; journal of ecumenical studies, 26, 3 (Summer 1989) &#8220;, hal. 526; Mohammad Arkoun, &#8220;Gagasan tentang wahyu: dari Ahl al-Kitab samapai Masyarakat Kitab&#8221;, dalam nico J.G Kaptein dan Henri Chambert-Loir, studi islam di perancis. Gambaran Pertama (Jakarta: INIS, 1993).</p>
<p>[14]  Lihat al-Bukhori, Bab: Jam&#8217;u al-Qur&#8217;an, juz: 16, hal: 467</p>
<p>[15]  Status Corpus Resmi yang tertutup menurut prosedur-prosedur yang dikembangkan dan dibimbing oleh sarjana-sarjana: resmi karena teks-teks ini sebagai akibat dari  seperangkat keputusan yang diambil oleh &#8220;otoritas-otoritas&#8221; yang diakui oleh komunitas; tertutup karena tidak seorangpun diperkenankan untuk menambah atau mengurangi kata-kata, memodifikasi suatu bacaan dalam Corpus yang sekarang dinyatakan otentik. Lihat Arkoun, Mohammad, &#8220;Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar) 1996, hal.50</p>
<p>[16] Arkoun, Muhammed, Kajian Kontemporer Al-Qur&#8217;an, (Bandung: Pustaka, 1998). hal. 13</p>
<p>[17] Ibid, hal.55-56</p>
<p>[18]  Adnin Armas, Metodologi Bibel Dalam Studi AL-Qur&#8217;an (edisi kritis), (Jakarta: Gema Insani Press, 2005). hlm. 68</p>
<p>[19]  وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ (51)</p>
<p>&#8220;Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.&#8221; QS. 42 (Asy-Syura) ayat 51.</p>
<p>[20]  Arkoun, Rethingking Islam, Op.Cit. hal.47</p>
<p>[21] Lihat Tafsir ath-Thabari. Hlm. 558</p>
<p>[22]  عَنْ فَاطِمَةَ &#8211; عَلَيْهَا السَّلاَمُ &#8211; أَسَرَّ إِلَىَّ النَّبِىُّ   صلى الله عليه وسلم &#8211; « أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يُعَارِضُنِى بِالْقُرْآنِ كُلَّ سَنَةٍ ، وَإِنَّهُ عَارَضَنِى الْعَامَ مَرَّتَيْنِ ، وَلاَ أُرَاهُ إِلاَّ حَضَرَ أَجَلِى »</p>
<p>Lihat al-bukhori, sahih, fadha&#8217;il al-Qur&#8217;an, hlm. 481</p>
<p>[23]  أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ &#8211; رضى الله عنهما &#8211; قَالَ كَانَ النَّبِىُّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ &#8211; عَلَيْهِ السَّلاَمُ &#8211; يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِى رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِىُّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; الْقُرْآنَ ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ &#8211; عَلَيْهِ السَّلاَمُ &#8211; كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ</p>
<p>Lihat al-bukhori, sahih, Saum, hlm. 183</p>
<p>[24] وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (البقرة:23)</p>
<p>[25]  وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ (44) لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ (45) ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ (46)</p>
<p>&#8220;Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.&#8221; (Al-Haaqqoh 44-46)</p>
<p>[26] M. Arkoun, Tarikhiyah al-Fikr al-Islami. Beirut, 1986. hal.14.</p>
<p>[27] M. Arkoun, Al-Fikr al-Islami: Qira&#8217;at al- &#8216;Ilmiyyah, terjemahan Hashim Shaleh. Beirut, 1987, hal. 17-24. pernyataan Arkoun ini mirip dengan pernyataan Nur Kholis Majid tentang memaknai syahadat, laa ilaaha illallah dia mengartikan bahwa tiada tuhan (t kecil) selain Tuhan (T besar), pernyataan inilah yang menunjukkan salah satu ide sekularisasi Nur Kholis Majid di Indonesia.</p>
<p>[28]  Lihat: Meulemen (ed.), dalam Mohammad Arkoun, Nalar Islami, hlm. 12</p>
<p>[29]  Martin Krampen, &#8220;Ferdinand se saussure dan Perkembangan Semiologi&#8221;, dalam Panuti Sudjiman dan Aart van Coest (ed.), serba-serbi Semiotika, Cet. 2, (Jakarta: Gramedia, 1996), hlm. 57.</p>
<p>[30]  Martin Krampen, &#8220;Ferdinand se saussure, hlm. 57.</p>
<p>[31]  Roland Barthes, &#8220;Unsur-Unsur Semiologi, hlm. 57.</p>
<p>[32]  Martin Krampen, &#8220;Ferdinand se saussure, hlm. 57</p>
<p>[33]  K. Bertens, Filsafat Barat Abad XX Perancis, hlm. 182.</p>
<p>[34]  Mohammad Arkoun, &#8220;Exploration and Responses: New Perspectives for a Jewish-Cristians-Muslim Dialogue&#8221;, Journal of Ecuminical Studies, 26: 3, summer 1989, hlm. 526. Konsep Parole Tuhan sepadan dengan pengertian kalimatullah dalam QS. Luqman [31]: 27,</p>
<p>وَلَوْ أَنَّمَا فِي الأرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ</p>
<p>&#8220;Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&#8221; Klarifikasi ini penting karena dalam tradisi linguistic Prancis, parole mempunyai makna khusus yang tidak dapat dipersamakan dengan kata word dalam bahasa Inggris.</p>
<p>[35]  Mohammad Arkoun, &#8220;Exploration and Responses&#8221;, hlm. 526.</p>
<p>[36]  Mohammad Arkoun, &#8220;Preface a la Deuxieme Edition&#8221;, hlm. 14.</p>
<p>[37]  Mohammad Arkoun, &#8220;Exploration and Responses&#8221;, hlm. 526-527.</p>
<p>[38]  Yishai Tobin, Semiotics and Linguistics (London: Longman, 1990), hal. 6.</p>
<p>[39]  Arkoun, Tarikhiyah al-Fikr al-Islami. Terj hashim salih, ed. 2 (Beirut: Markaz al-Inma&#8217; al-qawmi, 1996).</p>
<p>[40]  Arkoun. Al-Islam wa al-tarikh wa al-hadathah. Hal 25</p>
<p>[41]  Ibid.</p>
<p>[42]  Dalam bab I, &#8220;Biblical Sources of Secularization, &#8216; dalam bukunya The Secular City: Secularization and Urbanisation in Theological Perspective (New York: Colier Books, 1990), Harvey Cox menunjukkan bagaimana bible telah menjadi sumber mata air dari sekularisasi.</p>
<p>[43]  Arkoun, the consept of authority is Islamic thought, 71; Al-Al-manah wa al-din, 9,32,; 79-84</p>
<p>[44] Arkoun, tarikhiyat al-fikr al-&#8217;arabi al-islami hal. 275-300</p>
<p>[45]  &#8220;This is extremely important: it (mushaf) refers to many historical facts depending on social and political agent, not on God. Lihat Mohammad Arkoun, “Exploration and Responses”, hlm. 526</p>
<p>[46]  ISLAMIA: Majalah Pemikiran Dan Peradaban Islam, Thn II No 5, April-Juni 2004, hlm: 111</p>
<p>[47]  Kandidat PhD di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC)-IIUM, Kuala Lumpur.</p>
<p>[48]  Adnin Armas, Op.Cit., hlm: 69. Abdul Kabir Hussain Salihu menambahkan bahwasanya Arkoun menerima kesakralan bentuk lisan dari Al-Qur&#8217;an, dia mengabaikan tuntutan untuk mendengar yang merupakan implikasi dari penerimaan tersebut. Sebagai gantinya, dia mempertanyakan Al-Qur&#8217;an tentang mengapa Al-Qur&#8217;an mensakralkan sejarah yang bersifat umum dan bagaimana Al-Qur&#8217;an menerapkan sebuah arti yang tidak pasti. (Kritik dekonstruksinya tidak dapat memberikan toleransi untuk membiarkan penulis). Meskipun demikian dia tidak membuat penelitian pada bagaimana Tuhan bertindak dan berfungsi secara keseluruhan di dalam sejarah, baik secara langsung atau melalui angan-angan tertentu. Dengan hal tersebut dia menafsirkan Al-Qur&#8217;an dari sudut pandangan (Worldview) yang berbeda. Namun ironisnya dia masih tetap menekanan kalau dia menafsirkan Al-Qur&#8217;an dari dalam. Lihat Abdul Kadir Hussain Salihu, Loc.Cit.</p>
<p>[49]  Abdul Kadir Hussain Salihu, Op.Cit., hlm: 27</p>
<p>[50]  Dosen pada Kulliyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences, Universitas Antarbangsa, Malaysia.</p>
<p>[51]  Abdul Kadir Hussain Salihu, Op.Cit.,, hlm: 25</p>
<p>[52]  Gamal al-Banna, Op.Cit., hlm: 222</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan">Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)">Pola Makan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter"><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter">Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat"><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>October 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat">Bab 2:Taubat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "  title="Metodologi Studi Al Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] " /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar-Rahman Part 1</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-arrahman-part-1/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-arrahman-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 21:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Mishary bin Rashid Al Afasy]]></category>
		<category><![CDATA[Surah Ar-Rahman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6785</guid>
		<description><![CDATA[Related PostAugust 4, 2011 -- Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah (0)April 26, 2012 -- Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan (0)January 6, 2012 -- Matan (0)January 2, 2012 -- Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi (0)December 30, 2011 -- Abu Lahab (0)December 20, 2011 -- Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter (0)December 20, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/Kaligrafi-allah.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/Kaligrafi-allah.jpg" alt="Kaligrafi allah Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " title="Kaligrafi allah" width="1024" height="768" class="alignnone size-full wp-image-6786" /></a></p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/04p1mMTAmCY?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/04p1mMTAmCY?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-waqiah/" title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>August 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-waqiah/" title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah ">Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/" title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>April 26, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/" title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan">Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan">Matan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi">Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab "><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab ">Abu Lahab </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter">Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] ">Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar Rahman Part 1 " /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-arrahman-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-waqiah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-waqiah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 21:26:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Mishary bin Rashid Al Afasy]]></category>
		<category><![CDATA[Surah Waqiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6782</guid>
		<description><![CDATA[Related PostAugust 4, 2011 -- Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar-Rahman Part 1 (0)April 26, 2012 -- Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan (0)January 6, 2012 -- Matan (0)January 2, 2012 -- Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi (0)December 30, 2011 -- Abu Lahab (0)December 20, 2011 -- Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/cherry-blossom.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/cherry-blossom.jpg" alt="cherry blossom Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " title="cherry-blossom" width="319" height="432" class="alignnone size-full wp-image-6783" /></a></p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Zq0LGO6UdBY?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/Zq0LGO6UdBY?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-arrahman-part-1/" title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar-Rahman Part 1 "><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>August 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-arrahman-part-1/" title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar-Rahman Part 1 ">Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Ar-Rahman Part 1 </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/" title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>April 26, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/" title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan">Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan">Matan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi">Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab "><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab ">Abu Lahab </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter">Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] ">Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah "  title="Mishary bin Rashid Al Afasy, Surah Waqiah " /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/08/mishary-bin-rashid-al-afasy-surah-waqiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/08/sheikh-mishary-al-afasy-surat-al-mulk/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/08/sheikh-mishary-al-afasy-surat-al-mulk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 21:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Sheikh Mishary Al afasy]]></category>
		<category><![CDATA[Surat Al Mulk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6779</guid>
		<description><![CDATA[Related PostApril 26, 2012 -- Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan (0)January 6, 2012 -- Matan (0)January 2, 2012 -- Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi (0)December 30, 2011 -- Abu Lahab (0)December 20, 2011 -- Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter (0)December 20, 2011 -- Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] (0)October 11, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/Kaligrafi-22.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/Kaligrafi-22.jpg" alt="Kaligrafi 22 Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" title="Kaligrafi-22" width="1280" height="1024" class="alignnone size-full wp-image-6780" /></a></p>
<p><object width="500" height="400"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qUpCxdWp9jk?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/qUpCxdWp9jk?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/" title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan"><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>April 26, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/mukjizat-alquran-tentang-angin-yang-mengawinkan/" title="Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan">Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan"><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/matan/" title="Matan">Matan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi"><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/penerima-wahyu-tidak-semuanya-adalah-nabi/" title="Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi">Penerima Wahyu Tidak Semuanya Adalah Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab "><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab ">Abu Lahab </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter"><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hati-hati-terhadap-jargon-pendidikan-karakter/" title="Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter">Hati Hati Terhadap Jargon Pendidikan Karakter</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] "><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>December 20, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/metodologi-studi-alquran-mohammed-arkoun-kajian-kritis-1/" title="Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] ">Metodologi Studi Al-Qur’an Mohammed Arkoun [Kajian Kritis] </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk"  title="Sheikh Mishary Al afasy, Surat Al Mulk" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/08/sheikh-mishary-al-afasy-surat-al-mulk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah AshHabul Kahfi</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/06/kisah-ashhabul-kahfi/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/06/kisah-ashhabul-kahfi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 00:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Ttg Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[akidah]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Kahfi: 22]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Subhannahu wa Ta'ala]]></category>
		<category><![CDATA[balik-balikkan]]></category>
		<category><![CDATA[Berhala]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Dusta]]></category>
		<category><![CDATA[firman]]></category>
		<category><![CDATA[gua]]></category>
		<category><![CDATA[ilah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[keimanan]]></category>
		<category><![CDATA[keji]]></category>
		<category><![CDATA[kemurkaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah AshHabul Kahfi]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[Langit]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[mebangunkan]]></category>
		<category><![CDATA[membusukan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[penjagaan]]></category>
		<category><![CDATA[peribadatan]]></category>
		<category><![CDATA[petunjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Rabb]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[Seruan dan Peringatan Allah Ta'ala]]></category>
		<category><![CDATA[syariat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda-Tanda Kekuasaan Allah]]></category>
		<category><![CDATA[tertidur]]></category>
		<category><![CDATA[tiga ratus sembilan tahun]]></category>
		<category><![CDATA[uang perak]]></category>
		<category><![CDATA[zhalim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6476</guid>
		<description><![CDATA[Mereka adalah para pemuda yang diberi petunjuk oleh Allah Ta&#8217;ala serta Dia mengilhami mereka keimanan, sehingga mereka mengenal Allah dan mengingkari keyakinan kaum mereka yang menyembah berhala. Mereka mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah akidah mereka disertai dengan perasaan takut akan kekejaman dan kekerasan kaum mereka, seraya berkata, artinya, &#8220;Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/images33.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/images33.jpg" alt="images33 Kisah AshHabul Kahfi" title="images33" width="236" height="157" class="alignnone size-full wp-image-6477" /></a><br />
Mereka adalah para pemuda yang diberi petunjuk oleh Allah Ta&#8217;ala serta Dia mengilhami mereka keimanan, sehingga mereka mengenal Allah dan mengingkari keyakinan kaum mereka yang menyembah berhala. Mereka mengadakan pertemuan untuk membicarakan masalah akidah mereka disertai dengan perasaan takut akan kekejaman dan kekerasan kaum mereka, seraya berkata, artinya,</p>
<blockquote><p>&#8220;Rabb kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian ،K.&#8221; (Al-Kahfi: 14), yakni jika seruan kami ditujukan kepada selain-Nya, maka sungguh kami telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.&#8221; (Al-Kahfi: 14), yakni perkataan keji, dusta dan zhalim. Sedangkan &#8220;kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai ilah -ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah.&#8221; (Al-Kahfi: 15).</p></blockquote>
<p>Setelah mereka sepakat mengenai keyakinan tersebut dan menyadari bahwa mereka tidak mungkin menjelaskannya kepada kaum mereka, maka mereka memohon kepada Allah Ta&#8217;ala supaya dimudahkan urusan mereka, artinya, &#8220;Wahai Rabb kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).&#8221; (Al-Kahfi: 10).</p>
<p>Kemudian mereka berlindung ke gua, lalu Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala memudahkan urusan mereka, melapangkan lubang gua serta menempatkan pintunya di sebelah utara, sehingga tidak terkena sinar matahari; baik ketika terbit maupun saat terbenam, dan mereka tertidur dalam gua di bawah penjagaan serta perlindungan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala selama tiga ratus sembilan tahun. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala telah melindungi mereka dari rasa takut, karena posisi mereka (gua) berdekatan dengan kota kaum mereka.</p>
<p>Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala senantiasa menjaga dan melindungi mereka dalam gua tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,artinya, &#8220;Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri&#8221; (Al-Kahfi: 18), supaya bumi tidak membusukan tubuh mereka.</p>
<p>Kemudian Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala membangunkan mereka setelah tertidur dalam jangka waktu yang cukup lama &#8220;supaya mereka saling bertanya diantara mereka sendiri.&#8221; (Al-Kahfi: 19). Akhirnya mereka menemukan jawaban yang sesungguhnya, sebagaimana hal tersebut ditegaskan oleh Allah Ta&#8217;ala di dalam firman-Nya, artinya,<br />
&#8220;Berkatalah salah seorang di antara mereka: &#8220;Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini).&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.&#8221; Berkata (yang lain lagi): &#8220;Rabb kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini.&#8221; (Al-Kahfi: 19). Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala menjelaskan kisah ini hingga akhir.</p>
<p><strong>Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Dan Faidah-Faidah Yang Dapat Diambil Dari Kisah Tersebut<br />
</strong><br />
Di dalam kisah tersebut terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala dan faidah-faidah yang bermanfaat, di antaranya:</p>
<p>    Bahwa kisah ashhabul kahfi, meskipun sangat mengagumkan, tetapi bukan merupakan tanda kekuasaan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala yang paling mengagumkan, karena Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala memiliki tanda-tanda kekuasaan tersendiri dan kisah-kisah lain yang di dalamnya terdapat pelajaran berharga bagi orang-orang yang berkenan merenungkannya.</p>
<p>    bahwa orang yang memohon perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala, maka Allah akan melindungi dan menyayanginya, dan menjadikan nya sebab-sebab untuk menunjukkan orang-orang yang sesat. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala telah melindungi ashhabul kahfi dalam tidur mereka yang cukup lama dengan memelihara keimanan dan tubuh mereka dari gangguan serta pembunuhan kaum mereka dan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala menjadikan bangunnya mereka dari tidur mereka sebagai tanda kesempurnaan kekuasaan-Nya, kebaikan-Nya yang banyak dan bermacam-macam, supaya hamba-hamba-Nya mengetahui bahwa janji Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala pasti benar.</p>
<p>    Adalah perintah menuntut ilmu -ilmu yang bermanfaat dan mendiskusikannya, karena Allah Ta&#8217;ala telah mengutus mereka untuk tujuan tersebut dan mengilhami mereka untuk berdiskusi di antara mereka seputar keyakinan mereka dan pengetahuan masyarakat mengenai keyakinan atau perilaku mereka sehingga diperoleh bukti-bukti dan pengetahuan bahwa janji Allah pasti benar dan sesungguhnya kiamat itu pasti terjadi tanpa ada keraguan di dalamnya.</p>
<p>    Adalah berkenaan dengan etika seseorang yang merasa samar mengenai sesuatu ilmu, maka hendaklah ia mengembalikannya kepada gurunya dan berusaha untuk memahami dengan seksama pelajaran yang telah diketahuinya.</p>
<p>    Bahwa sah mewakilkan dan mengadakan kerja sama dalam jual beli. Hal tersebut merujuk perkataan mereka,artinya, &#8220;Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini&#8221;, kemudian &#8220;، maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.&#8221; (Al-Kahfi: 19).</p>
<p>    Bahwa diperbolehkannya memakan makanan yang baik-baik dan memilih makanan-makanan yang layak dan sesuai dengan selera seseorang selama tidak melebihi batas-batas kewajaran. Sedang jika melebihi batas-batas kewajaran maka hal tersebut termasuk perbuatan yang dilarang. Hal itu didasarkan kepada perkataan salah seorang dari mereka,artinya, &#8220;dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.&#8221; (Al-Kahfi: 19).</p>
<p>    Adalah berkenaan dengan anjuran supaya memelihara, melindungi serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat menimbulkan fitnah dalam urusan agama dan harus menyembunyikan ilmu yang mendorong manusia berbuat jahat.</p>
<p>    Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan perhatian dan kecintaan para pemuda itu kepada agama yang benar, pelarian mereka untuk menjauhkan diri dari semua fitnah dalam urusan agama mereka dan pengasingan diri mereka dengan meninggalkan kampung halaman serta kebiasaan mereka untuk menempuh jalan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>    Adalah berkenaan dengan keterangan yang menjelaskan hal-hal yang tercakup dalam kejahatan, seperti kemadharatan dan kerusakan yang mengundang kemurkaan Allah dan kewajiban meninggalkannya, dan meniggalkannya merupakan jalan yang harus ditempuh oleh kaum mukminin.</p>
<p>    Bahwa firman Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala,artinya, &#8220;Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, &#8220;Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya.&#8221; (Al-Kahfi: 21) menunjukkan bahwa orang-orang yang berkuasa yang dimaksud ialah para penguasa ketika mereka dibangunkan dari tidur mereka yaitu para penguasa yang telah beragama dengan agama yang benar, karena para penguasa itu mengagungkan dan memuliakan mereka, sehingga para penguasa tersebut berniat membangun sebuah rumah peribadatan di atas gua mereka.</p>
<p>    Meski hal itu dilarang khususnya dalam syari&#8217;at agama, maka yang dimaksud ialah menjelaskan tentang ketakutan luar biasa yang dirasakan Ashhabul Kahfi ketika membela dan mempertahankan keimanan mereka sehingga harus berlindung di sebuah gua dan setelah itu Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala membalas perjuangan mereka dengan penghormatan dan pengagungan dari manusia. Hal itu merupakan kebiasaan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala dalam membalas seseorang yang telah memikul penderitaan karena-Nya serta menetapkan baginya balasan yang terpuji.</p>
<p>    Bahwa pembahasan yang panjang lebar dan bertele-tele dalam masalah-masalah yang tidak penting; maka hal itu tidak perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal itu merujuk firman Allah Ta&#8217;ala ,artinya, &#8220;Karena itu janganlah kamu ( Muhammad ) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka ( pemuda -pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.&#8221; (Al-Kahfi: 22).</p>
<p>    Bahwa bertanya kepada seseorang yang tidak berilmu dalam masalah yang akan dimintai pertanggungan jawab di dalamnya atau orang yang tidak dapat dipercaya adalah terlarang. Hal itu merujuk firman Allah Ta&#8217;ala,artinya, &#8220;dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.&#8221; (Al-Kahfi: 22).</p>
<p>Sumber: Qishash al Anbiya،¦, Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa،¦di, kisah no 33 dan 34.<br />
file:///C:/Users/LENTERA/AppData/Local/Temp/Rar$EX02.372/Kisah%20AshHabul%20Kahfi.htm</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>April 7, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/prakata-muhammad-alaihish-shalatu-wassalam/" title="Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam">Prakata: Muhammad, &#8216;alaihi&#8217;sh-shalatu wassalam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/dzikir-rasulullah/" title="Dzikir Rasulullah"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>April 10, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/04/dzikir-rasulullah/" title="Dzikir Rasulullah">Dzikir Rasulullah</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu">Wahyu</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/6939/" title="Senyum"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>October 27, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/6939/" title="Senyum">Senyum</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/islam-agama-mudah-tapi-jangan-dimudah-mudahkan/" title="Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>October 9, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/islam-agama-mudah-tapi-jangan-dimudah-mudahkan/" title="Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan">Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/yaa-munzi/" title="Yaa Munzi"><img src="Array" alt=" Kisah AshHabul Kahfi"  title="Kisah AshHabul Kahfi" /></a>September 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/yaa-munzi/" title="Yaa Munzi">Yaa Munzi</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/06/kisah-ashhabul-kahfi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti &amp; Makna Al Quran</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 08:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti & Makna Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Al-'Alaq ayat 1-5[1].]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Subhi Al Salih]]></category>
		<category><![CDATA[Etimologi]]></category>
		<category><![CDATA[Malaikat Jibril]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[sesuatu yang dibaca berulang-ulang]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu Allah]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu pertama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6312</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qur’ān adalah puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-&#8217;Alaq ayat 1-5[1]. Etimologi Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti &#8220;bacaan&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/05/kaligrafi-101.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/05/kaligrafi-101.jpg" alt="kaligrafi 101 Arti & Makna Al Quran" title="kaligrafi-10" width="1024" height="768" class="alignnone size-full wp-image-6083" /></a></p>
<blockquote><p>Al-Qur’ān  adalah  puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. </p></blockquote>
<p>Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-&#8217;Alaq ayat 1-5[1].</p>
<blockquote><p><strong>Etimologi</strong></p></blockquote>
<p>Ditinjau dari segi kebahasaan, Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti &#8220;bacaan&#8221; atau &#8220;sesuatu yang dibaca berulang-ulang&#8221;. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara&#8217;a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur&#8217;an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya:</p>
<p>    “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18)</p>
<blockquote><p><strong>Terminologi</strong></p></blockquote>
<p>Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut:</p>
<p>“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.</p>
<p>Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur&#8217;an sebagai berikut:</p>
<p>&#8220;Al-Qur&#8217;an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas&#8221;</p>
<p>Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.</p>
<blockquote><p>Jaminan Tentang Kemurnian Al-Quran dan Bukti-Buktinya
</p></blockquote>
<p>Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri dan pada kenyataannya kita bisa melihat bahwa satu-satunya kitab suci yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh beribu-ribu umat Islam.</p>
<blockquote><p><strong>Nama-nama lain Al-Qur&#8217;an<br />
</strong>
</p></blockquote>
<p>Dalam Al-Qur&#8217;an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur&#8217;an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:</p>
<p>    Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)<br />
    Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)<br />
    Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)<br />
    Al-Mau&#8217;idhah (pelajaran/nasihat): QS(10:57)<br />
    Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)<br />
    Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)<br />
    Asy-Syifa&#8217; (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)<br />
    Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)<br />
    At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)<br />
    Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)<br />
    Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)<br />
    Al-Bayan (penerang): QS(3:138)<br />
    Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)<br />
    Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)<br />
    An-Nur (cahaya): QS(4:174)<br />
    Al-Basha&#8217;ir (pedoman): QS(45:20)<br />
    Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)<br />
    Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)</p>
<blockquote><p>Struktur dan pembagian Al-Qur&#8217;an</p></blockquote>
<blockquote><p><strong>Surat, ayat dan ruku&#8217;</strong></p></blockquote>
<p>Al-Qur&#8217;an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-‘Așr. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku&#8217; yang membahas tema atau topik tertentu.</p>
<blockquote><p>Makkiyah dan Madaniyah</p></blockquote>
<p>Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah). Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah.</p>
<p>Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari&#8217;ah). Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.[rujukan?]</p>
<blockquote><p><strong>Juz dan manzil</strong></p></blockquote>
<p>Dalam skema pembagian lain, Al-Qur&#8217;an juga terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur&#8217;an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-Qur&#8217;an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.</p>
<blockquote><p><strong>Menurut ukuran surat</strong></p></blockquote>
<p>Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:</p>
<p>    As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus<br />
    Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu&#8217;min dan sebagainya<br />
    Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya<br />
    Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya</p>
<blockquote><p><strong>Sejarah Al-Qur&#8217;an hingga berbentuk mushaf</strong></p></blockquote>
<p>Al-Qur&#8217;an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak.   Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur&#8217;an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis.</p>
<blockquote><p><strong>Penurunan Al-Qur&#8217;an</strong></p></blockquote>
<p>Al-Qur&#8217;an tidak turun sekaligus. Al-Qur&#8217;an turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.</p>
<blockquote><p><strong>Penulisan Al-Qur&#8217;an dan perkembangannya<br />
</strong></p></blockquote>
<p>Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) Al-Qur&#8217;an sudah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Kemudian transformasinya menjadi teks yang dijumpai saat ini selesai dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.</p>
<blockquote><p><strong>Pengumpulan Al-Qur&#8217;an di masa Rasullulah SAW</strong>
</p></blockquote>
<p>Pada masa ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur&#8217;an yakni Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an setelah wahyu diturunkan.</p>
<blockquote><p><strong>Pengumpulan Al-Qur&#8217;an di masa Khulafaur Rasyidin</strong></p></blockquote>
<p><strong>Pada masa pemerintahan Abu Bakar<br />
</strong><br />
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur&#8217;an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur&#8217;an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur&#8217;an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah yang juga istri Nabi Muhammad SAW.</p>
<p><strong>Pada masa pemerintahan Utsman bin Affan</strong></p>
<p>Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur&#8217;an (qira&#8217;at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan sanad yang shahih:<br />
“ 	Suwaid bin Ghaflah berkata, &#8220;Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tentang Utsman. Demi Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur&#8217;an sudah atas persetujuan kami. Utsman berkata, &#8216;Bagaimana pendapatmu tentang isu qira&#8217;at ini? Saya mendapat berita bahwa sebagian mereka mengatakan bahwa qira&#8217;atnya lebih baik dari qira&#8217;at orang lain. Ini hampir menjadi suatu kekufuran&#8217;. Kami berkata, &#8216;Bagaimana pendapatmu?&#8217; Ia menjawab, &#8216;Aku berpendapat agar umat bersatu pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.&#8217; Kami berkata, &#8216;Pendapatmu sangat baik&#8217;.&#8221; 	”</p>
<p>Menurut Syaikh Manna&#8217; Al-Qaththan dalam Mahabits fi &#8216;Ulum Al Qur&#8217;an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur&#8217;an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-Imam).</p>
<blockquote><p><strong>Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur&#8217;an</strong></p></blockquote>
<p>Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur&#8217;an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun demikian hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur&#8217;an itu sendiri.</p>
<blockquote><p><strong>Terjemahan</strong></p></blockquote>
<p>Terjemahan Al-Qur&#8217;an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur&#8217;an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur&#8217;an. Sebab Al-Qur&#8217;an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi; kadang-kadang untuk arti hakiki, kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.</p>
<blockquote><p><strong>Tafsir</strong></p></blockquote>
<p>Upaya penafsiran Al-Qur&#8217;an telah berkembang sejak semasa hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an terus berlanjut. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.</p>
<blockquote><p><strong>Adab Terhadap Al-Qur&#8217;an</strong></p></blockquote>
<p>Ada dua pendapat mengenai hukum menyentuh Al-Qur&#8217;an terhadap seseorang yang sedang junub, perempuan haid dan nifas. Pendapat pertama mengatakan bahwa jika seseorang sedang mengalami kondisi tersebut tidak boleh menyentuh Al-Qur&#8217;an sebelum bersuci. Sedangkan pendapat kedua mengatakan boleh dan sah saja untuk menyentuh Al-Qur&#8217;an, karena tidak ada dalil yang menguatkannya.</p>
<p><strong>Pendapat pertama</strong></p>
<p>Sebelum menyentuh sebuah mushaf Al-Qur&#8217;an, seorang Muslim dianjurkan untuk menyucikan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Hal ini berdasarkan tradisi dan interpretasi secara literal dari surat Al Waaqi&#8217;ah ayat 77 hingga 79.</p>
<p>    Terjemahannya antara lain:56-77. Sesungguhnya Al-Qur&#8217;an ini adalah bacaan yang sangat mulia, 56-78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), 56-79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (56:77-56:79)</p>
<p>Penghormatan terhadap teks tertulis Al-Qur&#8217;an adalah salah satu unsur penting kepercayaan bagi sebagian besar Muslim. Mereka memercayai bahwa penghinaan secara sengaja terhadap Al Qur&#8217;an adalah sebuah bentuk penghinaan serius terhadap sesuatu yang suci. Berdasarkan hukum pada beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim, hukuman untuk hal ini dapat berupa penjara kurungan dalam waktu yang lama dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati.</p>
<p><strong>Pendapat kedua</strong></p>
<p>Pendapat kedua mengatakan bahwa yang dimaksud oleh surat Al Waaqi&#8217;ah di atas ialah: &#8220;Tidak ada yang dapat menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan oleh Allah.&#8221; Pendapat ini adalah tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya. Bukanlah yang dimaksud bahwa tidak boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari hadats besar dan hadats kecil.</p>
<p>Pendapat kedua ini menyatakan bahwa jikalau memang benar demikian maksudnya tentang firman Allah di atas, maka artinya akan menjadi: Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan maf’ul (obyek). Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).</p>
<p>“Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” [4]Yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis sebagaimana sabda Muhammad. “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”[5]<br />
[sunting] Hubungan dengan kitab-kitab lain</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu"><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu">Wahyu</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/yaa-munzi/" title="Yaa Munzi"><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>September 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/yaa-munzi/" title="Yaa Munzi">Yaa Munzi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/sebutan-sayyid-bagi-rasulullah-sallallahu-alaihi-wassalam-1/" title="Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [1]"><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>September 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/09/sebutan-sayyid-bagi-rasulullah-sallallahu-alaihi-wassalam-1/" title="Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [1]">Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [1]</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)">Kemuliaan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/zaynab-binti-muhammad/" title="Zaynab "><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>June 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/zaynab-binti-muhammad/" title="Zaynab ">Zaynab </a> (1)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/siksa-saja-kami/" title=" Siksa Saja Kami!"><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/siksa-saja-kami/" title=" Siksa Saja Kami!"> Siksa Saja Kami!</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi"><img src="Array" alt=" Arti & Makna Al Quran"  title="Arti & Makna Al Quran" /></a>August 20, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/08/istri-istri-nabi/" title="Istri Nabi">Istri Nabi</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/05/apa-saja-sifat-hamba-allah-yang-mulia/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/05/apa-saja-sifat-hamba-allah-yang-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 02:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Isi Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir surat surat]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Hamba Mulia. Tafsir Alqur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=6109</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini Sifat-sifat Seorang Hamba Yang Mulia yang disebutkan dalam Alqur&#8217;an : وَعِبَادُ الرَّحْمَـٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا [25.63] Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. [25.63] [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/05/afghan-male-sujud.jpeg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/05/afghan-male-sujud.jpeg" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" title="afghan male-sujud" width="274" height="184" class="alignnone size-full wp-image-6112" /></a></p>
<p>Berikut ini Sifat-sifat Seorang Hamba Yang Mulia yang disebutkan dalam Alqur&#8217;an :</p>
<p>وَعِبَادُ الرَّحْمَـٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ</p>
<p>قَالُوا سَلَامًا</p>
<p>[25.63] Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.</p>
<p>[25.63] And the worshipers of the Merciful are those who walk humbly on the earth, and when the ignorant address them, they say the words (containing) &#8220;Peace&#8221;.</p>
<p>وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا</p>
<p>[25.64] Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.</p>
<p>[25.64] And those who pass the night prostrating and standing to their Lord.</p>
<p>وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا</p>
<p>[25.65] Dan orang-orang yang berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal&#8221;.</p>
<p>[25.65] And those Who say: &#8220;Our Lord, turn from us the punishment of Gehenna, for its punishment is the most terrible&#8221;.</p>
<p>إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا</p>
<p>[25.66] Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.</p>
<p>[25.66] Surely Gehenna is an evil settling and an evil residence.</p>
<p>وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَ‌ٰلِكَ قَوَامًا</p>
<p>[25.67] Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.</p>
<p>[25.67] And those who when they spend (wealth), they are neither wasteful nor miserly, and between that is a just stand.</p>
<p>وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَـٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا</p>
<p>بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَ‌ٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا</p>
<p>[25.68] Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),</p>
<p>[25.68] And those who do not call upon another god with Allah, nor slay the soul which Allah has forbidden except by right, and who do not fornicate, for he who does this shall face punishment,</p>
<p>يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا</p>
<p>[25.69] (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,</p>
<p>[25.69] doubled the punishment for him on the Day of Resurrection and therein he shall live humbled,</p>
<p>إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَـٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ</p>
<p>وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا</p>
<p>[25.70] kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p>[25.70] except those who repents and believes and do good works, Allah will change their evil deeds into good deeds. And Allah is Forgiving, the Most Merciful.</p>
<p>وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا</p>
<p>[25.71] Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.</p>
<p>[25.71] And those who repents and do good works, truly he turns to Allah in repentance.</p>
<p>وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا</p>
<p>[25.72] Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.</p>
<p>[25.72] And those who do not bear false witness, and when they pass (the people) by idle talk, they pass by with honor.</p>
<p>وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا</p>
<p>[25.73] Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta.</p>
<p>[25.73] And those who when they are reminded of the verses of their Lord, they do not fall down deaf and blind.</p>
<p>وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ</p>
<p>إِمَامًا</p>
<p>[25.74] Dan orang orang yang berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa&#8221;.</p>
<p>[25.74] And those who say: &#8221; O my Lord, give us of our wives and children what pleases our eyes and make us leaders to the fearful&#8221;.</p>
<p>أُولَـٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا</p>
<p>[25.75] Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.</p>
<p>[25.75] Those shall be recompensed with the highest rank for their patience and there they shall receive a greeting, and peace.</p>
<p>خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا</p>
<p>[25.76] Mereka kekal di dalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.</p>
<p>[25.76] There they shall live for ever. Paradise is a fine dwelling place and residence.</p>
<p>قُلْ مَا يَعْبَأُ بِكُمْ رَبِّي لَوْلَا دُعَاؤُكُمْ ۖ فَقَدْ كَذَّبْتُمْ فَسَوْفَ يَكُونُ لِزَامًا</p>
<p>[25.77] Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): &#8220;Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)&#8221;.</p>
<p>[25.77] Say (to the idolaters): &#8220;My Lord cares little for you if it was not for your supplication. Indeed you have belied Him? so it (the punishment) will be fastened&#8221;.</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>April 27, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/pengertian-hadits/" title=" Hadits "> Hadits </a> (6)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik"><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>February 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/02/sejarah-singkat-imam-malik/" title="Malik">Malik</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran"><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>June 4, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/arti-makna-al-quran/" title="Arti &#038; Makna Al Quran">Arti &#038; Makna Al Quran</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi"><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>October 10, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/palestina-masuk-unesco-marah-besar-ancam-hentikan-donasi/" title="Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi">Palestina Masuk UNESCO, Marah Besar AS Ancam Hentikan Donasi</a> (3)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari"><img src="Array" alt=" Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?"  title="Apa Saja Sifat Hamba Allah yang Mulia?" /></a>June 3, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/sejarah-singkat-imam-bukhari-2/" title="Bukhari">Bukhari</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/05/apa-saja-sifat-hamba-allah-yang-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

