<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; AsbabulWurud</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/al-hadits/asbabul-wurud/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 12:34:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-5/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-5/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[V. Periode Klasifikasi &#038; Sistemik Susunan Kitab Hadits ( abad ke V dst) Para ulama ahli hadits abad ke V berusaha mengklasifikasikan al hadits dengna cara menghimpun hadits hadits yang sejenis (kandungan maupun sifat isinya). Mereka juga men-syarah-kan (menguraikan dengan luas) dan meng-ikhtisar-kan (meringkas) kitab kitab hadits yang telah disusun oleh ulama terdahulu. Kitab kitab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>V.	Periode Klasifikasi &#038; Sistemik  Susunan Kitab Hadits ( abad ke V dst)      </strong></em>              </p>
<p>Para ulama ahli hadits abad ke V berusaha mengklasifikasikan al hadits dengna cara menghimpun hadits hadits yang sejenis (kandungan maupun sifat isinya).  Mereka juga men-syarah-kan (menguraikan dengan luas) dan meng-ikhtisar-kan (meringkas) kitab kitab hadits yang telah disusun oleh ulama terdahulu.  Kitab kitab hadits pada priode ini al:<br />
1.	Sunanu’l Kubra, karya Abu Bakar Ahmad bin Husain Ali AL Baihaqi (384 – 458H)<br />
2.	Muntaqa’l Akbar, karya Majdudin AL Harrani (wafat  652H)<br />
3.	Nailu’l Authar, sebagai syarah kitab Muntaqa’l Akbar, karya Muhammad bin Ali As Syaukani (1172 -1250H).                                                                   </p>
<p>Kitab kitab Hadits targhib wat tarhib, adalah:<br />
1.	At Targhib wa’t Tarhib, karya Imam Zakiyu’ddin Abdu’l Adhim Al Mundziry      (wafat 656H)<br />
2.	Dalilu’l Falihin, karya Muhammad Ibnu Allan As Shiddiqi (wafat 1057H), sebagai syarah kitab Riyadu’sh Shalihin, karya Imam Muhyiddin Abi Zakariya An Nawawy (wafat 676H).</p>
<p>Selanjutnya bangkitlah ulama hadits yang berusaha menciptakan kamus hadits untuk mencari pentakhrij suatu hadits atau untuk mengetahui dari Kitab hadits apa suatu hadits didapatkan.  Contoh:<br />
1.	Al Jami’ush Shaghir fi ahaditsi’l basyiri’n nadzir, karya Imam Jalau’ddin As Suyuthi (849-911H).  Kitab ini mengumpulkan hadits hadits yang terdapat dalam Kitab Enam dan lainnya, disusun secara alfabeth dari awal hadits dan selesai ditulis 907H.<br />
2.	Dakha-iru’l Mawarits fi’d Dalalati ala mawadli’i’l’ahadits, karya Al Allamah  As Sayyid Abdul Ghani Al Maqdisy An Nabulisi.  DIdalamnya ada Kitab Athraf 7 (shahih Bukhari dan Muslim, Sunan Empat dan Muwaththa’)</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (5)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-4/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[IV. Periode Menghafadh &#038; Mengisnadkan Hadits Mutaqaddimin (abad ke IV) Jika pada abad I, II &#038; III, Al Hadits berturut turut mengalami masa periwayatan, penulisan (pendewanan) dan penyaringan dari fatwa fatwa para sahabat dan tabi’in. Al Hadits yang telah dituliskan oleh ulama Mutaqaddimin (ulama abad ke I hingga III) itu mengalami sasaran baru, yakni dihafal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>IV.	Periode Menghafadh &#038; Mengisnadkan Hadits Mutaqaddimin (abad ke IV)</strong></em>                        </p>
<p>Jika pada abad I, II &#038; III, Al Hadits berturut turut mengalami masa periwayatan, penulisan (pendewanan) dan penyaringan dari fatwa fatwa para sahabat dan tabi’in.  Al Hadits yang telah dituliskan oleh ulama Mutaqaddimin (ulama abad ke I hingga III) itu mengalami sasaran baru, yakni dihafal dan diselidiki sanadnya oleh ulama Muta-akhkhirin (ulama abad ke IV dst).                                                                               Mereka berlomba lomba untuk menghafal sebanyak banyaknya hadits yang telah ditulis itu, mereka sanggup menghafal beratus ribu hadits.  Sejak abad IV inilah muncul gelar keahlian dalam ilmu hadits, seperti keahlian Al Hakim, Al Hafidh dlsb.  Abad ke IV ini merupakan abad pemisah antara ulama Mutaqaddimin ( yang dalam menyusun kitab hadits mereka berusaha sendiri menemui para sahabat dan tabi’in penghafadh hadits dan kemudian meneliti sendiri ) dengan ulama Mutaakhkhirin ( yang dalam usahanya menyusun kitab kitab hadits, mereka hanya menukil dari kitab kitab yang telah didudun oleh ulama Mutaqaddimin ).                                            </p>
<p>Kitab kitab yang mansyur hasil karya ulama abad ke IV, al:<br />
1.	Mu’jamu Kabir<br />
2.	Mu’jamu’l Ausath<br />
3.	Mu’jamu’sh Shaghir, ketiganya karya Imam Sulaiman bin Ahmad At Thabarany, wafat th 360H.<br />
4.	Sunan Ad Daruquthny, karya Imam Abdul Hasan Ali bin ‘Umar bin Ahmad Ad Daruquthny (306-385H)<br />
5.	Shahih Abi ‘Auwanah, karya Abu ‘Auwanah Ya’qub bin IsHaq bin ibrahim Al Asfarayini (meninggal 354H)<br />
6.	Shahih Ibnu Khudzaimah, karya Ibnu Khudzaimah Muhammad bin Ishaq (meningal tahun 316H)</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (4)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-3/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[III. Periode Penyaringan Al Hadits dari fatwa fatwa (abad ke III) 1. Awal Mula Dipermulaan abad ke III, para ahli hadits berusaha meyisihkan al Hadits dari fatwa sahabat dan tabi’in. Mereka berusaha membukukan hanya hadits hadits Nabi Muhammad saja. Untuk itu mereka memulainya dengan menyusun kitab kitab Musnad (kitab yang bersih dari fatwa) Para ahli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>III.	Periode Penyaringan Al Hadits dari fatwa fatwa (abad ke III)</strong></em></p>
<p><strong>1.	Awal Mula                                                                                               </strong></p>
<p>Dipermulaan abad ke III, para ahli hadits berusaha meyisihkan al Hadits dari fatwa sahabat dan tabi’in.  Mereka berusaha membukukan hanya hadits hadits Nabi Muhammad saja.  Untuk itu mereka memulainya dengan menyusun kitab kitab Musnad (kitab yang bersih dari fatwa)<br />
Para ahli hadits abad ke III ini seperti:<br />
i.	Musa Al Abbasy<br />
ii.	Musaddad Al Bashry<br />
iii.	Asad bin Musa<br />
iv.	Nua’aim bin Hammad Al Khaza’iy<br />
v.	Imam Ahmad bin Hanbal<br />
       Para Ahli hadits itu menyusun sebuah kitab musnad, kitab yang hanya berisi fatwa Rasul, tetapi kitab ini merangkum seluruh fatwa yang dianggap hadits.  Kitab ini belum menjalankan system check and balance, belum menyisihkan hadits hadits dla’if  atau  maudlu’ yang diselundupkan oleh golongan golongan yang bermaksud hendak menodai Islam.  Karena itulah, ulama ulama hadits pertengahan abad ke III membuat kaidah kaidah dan syarat syarat untuk menentukkan hadits itu apakah shahih ataukah dla’if.  Para perawi hadits pun tidak luput dari sasaran penelitian mereka, untuk diselidiki kejujurannya, kehafalannya dsb.</p>
<p><strong>2.	Para Penyusun Hadits</strong></p>
<p>i.	Muhammad bin Isma’il Al Bukhari (194 – 256H) dengan kitab haditsnya yang terkenal Al Jami’u’sh Shahih, popular dengan nama Shahihu’l Bukhari.  Menurut penelitian Ibnu Hajar, kitab Shahih itu berisi 8.122 hadits yang terdiri dari 6.397 hadits asli dan hadits yang terulang ulang.  Diantara hadits itu 1.341 hadits mu’allaq (dibuang sanadnya sebagian atau seluruhnya) dan 384 hadits mutabi’ (mempunyai sanad yang lain).  Kitab tsb adalah kitab hadits yang shahih (otentik) setelah Al Quran.  Diantara sekian banyak syarah,  Shahihu’l Bukhari dinilai oleh kebanyakan ulama sebagai yang paling baik dan luas uraiannya.  Selain itu ada Fathu’l Bary karya Ibnu Hajar Al Asqalany (852H).  Dan diantara mukhtasharnya ialah At Tajridush Sharih (karya Ibnu’l Mubarak)  dan Mukhtashar Abi Jamrah (karya Ibnu Abi Jamrah).<br />
ii.	Imam Muslim bin Hajjaj bin Muslim Al Qusayiri (204-261H)  dengan kitabnya Al Jami’u’sh Shahih atau leibh dikenal Shahihu’l Muslim.  Kitab ini berisi 7.273 hadits, termasuk hadits yang berulang ulang.  Sisanya 4000 hadits yg tidak berulang ulang.  Syarah Shahih muslim yang terkenal adalah Minhaju’l Muhadditsin karya Muhyiddin Abu Zakaria bin Syaraf An Nawawi. DIantara Mukhtasharnya ialah Mukhtashar Al Mundziri.  Disamping kitab kitab musnad dan kitab shahih, muncul juga pada abad ke III ini kitab Sunan (mencakup seluruh hadits, kecuali yang sangat dla’if dan munkar).  Seperti  Sunan Abu Dawud, Sunan At Tirmidzi, Sunan An Nasa’I dan SUnan Ibnu Majah.</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (3)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-2/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:21:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[II. Periode Menulis dan Membukukan Hadits 1. Sejarah Membukukan Hadits Setelah agama Islam tersiar dengan luas di masyarakat, para sahabat mulai terpencar di beberapa wilayah karena mereka harus membimbing dan berdakwah di tempat tempat yang baru itu. Ditambah lagi usia para sahabat yang sudah mulai tua, bahkan banyak pula yang sudah meninggal, maka terasalah pentingnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>II.	Periode Menulis dan Membukukan Hadits</strong></em></p>
<p><strong>1.	Sejarah Membukukan Hadits</strong>        </p>
<p>Setelah agama Islam tersiar dengan luas di masyarakat, para sahabat mulai terpencar di beberapa wilayah karena mereka harus  membimbing dan berdakwah di tempat tempat yang baru itu.  Ditambah lagi usia para sahabat yang sudah mulai tua, bahkan banyak pula yang sudah meninggal, maka terasalah pentingnya membukukan hadits.  Inilah yang mendorong Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah bani ‘Umaiyah yang menjabat Khalifah antara tahun 99 sampai 101H, untuk menulis dan membukukan Al Hadits.  Sebab lainnya adalah:<br />
i.	Kekhawatiran beliau akan hilang dan lenyapnya hadits dari perbendaharaan masyarakat, sebab belu tercatatnya hadits hadits tersebut.<br />
ii.	Untuk membersihkan dan memelihara hadits dari hadits hadits maudlu yang dibuat oleh ornag orang yang mempertahankan ideology golongannya dan mempertahankan mazhabnya, yang mulai tersiar sejak awal berdirinya kekhalifahan Ali bin Abi Thalib<br />
iii.	Pada era Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin, hadits hadits belum dibukukan karena khawatir tercampur dengan ayat ayat Al Quran, namun Umar bin Abdul Aziz tidak lagi khawatir  akan tercampurnya keduanya karena pada era beliau Quran telah dikumpulkan dalam 1 mushaf dan telah di baca merata oleh orang orang dari seluruh pelosok. Ia telah dihafal dan meresap dalam kalbu orang orang Islam.<br />
iv.	Kalau dijaman Khulafaur Rasyidin belum pernah dibayangkan peperangan antara orang Muslim dengan orang Kafir atau bahkan perang saudara antar muslim akan semakin menjadi jadi.  Ini berakibat kematian banyak (ulama) penghafal hadits.  Untuk menghilangkan kekhawatiran akan hilangnya al hadits dan memelihara al hadits dari bercampur dengan hadits palsu, Umar memerintahkan kepada seluruh pejabat dan ulama yang memegang kekuasaan diwilayahnya masing masing untuk mengumpulkan al hadits.  “Telitilah hadits Rasulullah kemudian kumpulkan!” (HR Abu Nu’aim).  </p>
<p>Umar juga memerintahkan Walikota Medinah, Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm (  ____ 117H) untuk mengumpulkan  hadits yang ada padanya dan pada tabi’iy wanita, Amrah binti AbdurRahman.  “Tulislah anakku, hadits Rasulullah yang ada padamu dan Amrah.  Sebab aku takut akan hilang dan punah ilmunya” (HR Abu Darimy).<br />
Atas instruksi itulah, Ibn Hazm mengumpulkan hadits hadits, baik yang ada pada dirinya sendiri maupun pada Amrah, tabi’iy wanita yang banyak meriwayatkan hadits Aisyah.<br />
Umar bin Abdul Aziz pun menginstruksikan Ibnu Syihab Az Zuhry seorang imam dan ulama besar di Hijaz dan Syam ( ___ 12H).  Beliau mengumpulkan hadits hadits dan kemudian ditulisnya dalam lembaran lembaran dan dikirimkan kepada masing masing penguasa di tiap tiap wilayah sebanyak 1 lembar.  Itulah sebabnya para ahli tarikh dan ulama menganggap bahwa Ibn Syihab lah yang mula mula mendewankan hadits secara resmi atas perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz.<br />
Setelah periode Abu Bakar bin Hazm dan Ibnu Syihab berlalu, muncullah periode pengumpulan hadits II yang disponsori oleh Khalifah bani Abbasiyah.  Maka bermunculanlah ulama hadits pada periode ini, seperti:<br />
1)	Ibnu Juraij (meninggal 150H), sebagai pengumpul hadits di Mekah<br />
2)	Abu Ishaq (meninggal 151H) dan<br />
3)	Imam Malik (meninggal 179H) sebagai pengumpul hadits di Medinah<br />
4)	Ar Rabi bin Shabih (meninggal 160H) dan<br />
5)	Hammad bin Salamah (meninggal 176H) sebagai pegumpul hadits di Basrah<br />
6)	Sufyan as Saury (meninggal 161H) sebagai pengumpul hadits di Kufah<br />
7)	Al Auza’iy (meninggal 156H) sebagai pengumpul hadits di Syam<br />
 <img src='http://nabimuhammad.info/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt="icon cool Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" class='wp-smiley' title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /> Dll</p>
<p>Karena mereka hidup dalam generasi yang sama, yaitu pada abad ke IIH, sukar untuk ditetapkan siapa diantara mereka yang lebih dulu tahu.  Tetapi yang jelas bahwa mereka berguru pada orang yang sama yaitu Ibnu Hazm dan Az zuhry.</p>
<p><strong>2.	 Ciri ciri Kitab Hadits yang ditulis pada abad ke II</strong>         </p>
<p>Terdorong keinginan keras untuk mengumpulkan hadits sebanyak banyaknya, mereka kurang menghiraukan atau mungkin belum sempat menyeleksi apakah hadits yang mereka kumpulkan itu semata mata hadits Nabi ataukah didalamnya termasuk fatwa fatwa sahabat dan tabi’in.  Bahkan mereka pun bleum sempat mengklasifikasi kandungan nash nash al Hadits menurut kelompok kelompoknya.<br />
Jadi, karya ulama abad ke II ini masih bercampur aduk antara hadits Rasulullah dengan fatwa sahabat dan tabi;in.  Sehingga kitab kitab tsb masih belum bisa disebut kitab Shahih karena antara hadits marfu’, mauquf dan maqthu masih bercampur.  Juga hadits shah, hasan dan dla’if.   Diantara kitab kitab hadits karya pemuka hadits abad ke II, catatan Ibn Hazm merupakan catatan hadits yang hanya spesifik menghimpun hadits Nabi semata mata.  Mengingat bahwa instruksi Umar bin Abdul Aziz: “Jangan kau terima selain hadits Nabi saja”.<br />
Dan diantara para pemuka hadits abad ke II ini, ada beberapa yang sudah punya inisiatif untuk mengklasifikasikan Al Hadits berdasarkan tema. Seperti Imam Syafi’I yang mengumpulkan hadits khusus masalah talak dalam sebuah kitab.</p>
<p><strong>3.	Kitab Kitab Hadits Yang Mansyur Ulama Abad ke II</strong></p>
<p>i.	Al Muwaththa.  Kitab ini disusun oleh Imam Malik pada 144H, atas anjuran Khalifah Al Mansur.  Jumlah hadits 1720 buah.  As Suyuthi mensyarhkan kitab tsb dengan nama Tanwiru’l Hawalik dan Al Khaththaby.<br />
ii.	Musnadu’sy Syafi’iy.  Dalam kitab ini Imam Syafi’iy mencantumkan seluruh hadits yagn disebut dalam kitab bleiau yg bernama Al Umm.<br />
iii.	Mukhtalifu’l Hadits.  Disusun juga oleh Imam Syafi’iy.  Beliau menjelaskan cara menerima hadits sebagai hujjah dan cara untuk mengkompromikan hadits hadits yang tampaknya saling kontradiktif.</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (2)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-1/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 12:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-1/</guid>
		<description><![CDATA[I. Periode Periwayatan Dengan Lisan 1. Larangan Menulis Al Hadits Dimasa Rasulullah masih hidup, hadits belum mendapat pelayanan dan perhatian sepeuhnya seperti Al Quran. Para sahabat, terutama yang mempunyai tugas istimewa, selalu mencurahkan tenaga dan waktunya untuk mengabadikan ayat ayat Al Quran dengan alat alat yang mungkin dapat dipergunakan. Tetapi tidak demikian dengan Al Hadits. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>I.	Periode Periwayatan Dengan Lisan</strong></em></p>
<p><strong>1.	Larangan Menulis Al Hadits</strong><br />
Dimasa Rasulullah masih hidup, hadits belum mendapat  pelayanan dan perhatian sepeuhnya seperti Al Quran.  Para sahabat, terutama yang mempunyai tugas istimewa, selalu mencurahkan tenaga dan waktunya untuk mengabadikan ayat ayat Al Quran dengan alat alat yang mungkin dapat dipergunakan.<br />
Tetapi tidak demikian dengan Al Hadits.  Kendati pun para sahabat sangat memerlukan petunjuk dan bimbingan Nabi dalam menafsirkan dan melaksanakan ketentuan ketentuan di dalam Al Quran, tapi masih belum terpikirkan untuk ikut me’rekam’nya dalam sebuah tulisan.  Masih belum terbayang betapa pentingnya hadits bagi generasi mendatang.  Para sahabat hanya menyampaikan sesuatu yang mereka cerap dengan pancaindera dari Nabi, dengan cara lisan.<br />
Cara mereka ini juga diperkuat dari sabda Nabi Muhammad: ‘Jangan kamu tulis sesuatu yang telah kamu terima dariku selain AL Quran.  Barangsiapa menuliskan yang ia terima dariku selain Al Quran hendaklah ia hapus.  Ceritakan saja yang kamu terima dariku, tidak mengapa.  Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya di neraka’ (HR Muslim)                              </p>
<p>Hadits itu menganjurkan agar para sahabat meriwayatkan hadits dengan lisan.  Juga ultimatum kepada seseorang yang membuat riwayat palsu.       Larangan penulisan hadits tersebut, ialah untuk menghindarkan adanya kemungkinan sebagian sahabat penulis wahyu memasukkan (mencampurkan) lembaran hadits ke dalam lembaran Al Quran, karena kesalahan persepsi bahwa semua yang dikatakan Nabi adalah wahyu seluruhnya.<br />
Lebih lebih bagi generasi yang tidak  menyaksikan zaman tanzil (turunnya wahyu), tidak mustahil ada dugaan bahwa seluruh yang tertulis itu adalah wahyu semuanya.  Hingga tercampur aduklah antara Al Quran dan Al Hadits.</p>
<p><strong>2.	Perintah menulis Al Hadits </strong><br />
Larangan menulis hadits memang jelas diberikan Nabi karena kekhawatiran akan tercampurnya lembaran lembaran Al Quran dan Al Hadits.  Namun Nabi juga menyadari pentingnya mencatat perkataan dan penjelasan beliau karena hal tersebut sebagai penjabaran detil dari wahyu Ilahi yang seringkali hanya berupa penjelasan secara global.  Karena itulah Nabi disamping melarang, namun beliau juga memerintahkan sahabat sahabat tertentu untuk segera mencatatkan kata kata beliau sebagai pelengkap pedoman bagi umat Islam, disamping Al Quran.<br />
Dari Abu Hurairah: sesaat ketika kota Mekah telah dikuasai kembali oleh Rasulullah, beliau berdiri berpidato dihadapan para manusia.  Diwaktu beliau berpidato, tiba tiba seorang laki laki yang berasal dari Yaman, Abu Syah, berdiri dan bertanya kepada Rasul: ‘Ya Rasulullah, tuliskanlah untukku!’  Rasulullah menjawab: ‘Tulislah oleh kamu untuknya’<br />
Hadits ini adalah perintah untuk menuliskan hadits yang paling sah disbanding hadits hadits lainnya.  Sebab Rasulullah dengan tegas memerintahkannya.  Sejarah telah mencatat adanya beberapa naskah tulisan hadits yang bersifat pribadi dari beberapa sahabat dan tabi’iy.</p>
<p>i.	Abdullah bin Amr bin Ash (7 sebelum Hijriah – 65H), adalah salah seorang sahabat yang selalu menulis apa yang pernah didengarnya dari Nabi Muhammad.  Tindakkannya ini pernah ditegur oleh orang orang Quraisy.  ‘Kau tuliskah semua apa apa yagn telah kau dengar dari Nabi?  Sedang beliau itu manusia, kadang berbicara dalam suasana suka, dan kadang dalam suasana duka?’  Atas teguran itu Abdullah segera menanyakannya langsung kepada Rsulullah.  Jawab Rasulullah : ‘Tulislah! Demi Dzat yang nyawaku ada di tanganNya, tidaklah keluar daripadanya selain hak’ (HR Abu Dawud).           </p>
<p>Rasulullah mengijinkan Abdullah bin Amr bin Ash untuk menulis apa apa yang didengarnya dari dirinya.  Karena Abdullah dikenal sebagai penulis yang akurat.  Naskah Abdullah dinamakan Ash Shahifah Ash Shadiqah karena ditulisnya secara langsung dari Rasulullah yang merupakan sebenar benarnya riwayat.<br />
Naskah ini berisi 1000 hadits, dihafal serta dipelihara oleh keluarganya sepeninggal Abdullah.  Cucunya yang bernama Amr bin Syu’aib meriwayatkan hadits hadits tersebut sebanyak 500 hadits.  Bila naskah Ash Shadiqah tidak sampai kepada kita menurut bentuk aslinya, maka dapatlah kita temukan secara kutipan pada Kitab Musnad Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’iy, Tirmidzi dan Ibnu Majah.</p>
<p>ii.	Jabir bin Abdullah Al Anshari  (16H – 73H)<br />
Naskah hadits Jabir bin Abdullah Al Anshari dinamai ‘Shahifah Jabir’.<br />
iii.	Human bin Munabbih (40 – 131H).  Ia adalah seorang tabi’iy alim yang berguru kepada Abu Hurairah dan mengutip hadits Rasulullah sangat banyak. Hadits hadits teresbut lalu dikumpulkan dalam 1 naskah Ash Shahifah ash Shahihah.  Imam Ahmad dalam musnadnya menukil hadits hadits Humam bin Munaddih keseluruhnannya.  Imam Bukhari  menukil juga kedalam kitabnya.<br />
Ketiga naskah hadits tsb. hanya sedikit dari sekian banyak tulisan hadits yang    ditulis secara pribadi oleh para sahabat dan tabi’iy yang muncul pada abad pertama.<br />
Nash nash yang melarang menulis hadits tetai mengizinkan di pihak lain, bukanlah nash yang dianggap saling bertentangan.<br />
1)	Larangan menulis hadits terjadi di awal awal Islam untuk memelihara agar hadits tidak bercampur dengan Al Quran.  Tetapi setelah jumlah kaum muslim semakin banyak dan telah banyak yang mengenal Quran, maka hokum melarangnya telah dinasakhkan dengan perintah yang membolehkannya.  Dengan demikian hokum menulisnya adalah boleh.<br />
2)	Larangan menulis hadits bersifat umum, sedang perizinan menulisnya bersifat khusus bagi orang yang mempunyai keahlian tulis menulis.  Hingga terjaga dari kekeliruan dalam menulisnya dan tidak dikhawatirkan akan salah, seperti Abdullah bin ‘Amr bin Ash.<br />
3)	Larangan menulis hadits ditujukan kepada orang yang leibh kuat menghafalnya daripada menulisnya.  Sedang izin menulis diberikan kepada orang yang tidak kuat hafalannya, seperti Abu Syah.</p>
<p><strong>3.	System Meriwayatkan Hadits   </strong><br />
i.	Dengan lafadh yang masih asli dari Rasulullah<br />
ii.	Dengan maknanya saja, sedang redaksinya disusun sendiri oleh orang yang meriwayatkannya.  Hal itu disebabkan karena mereka sudah tidak ingat betul kepada lafadh aslinya juga karena mereka lebih butuh pada maknanya saja.<br />
Sistem meriwayatkan hadits dengan mekananya saja, tidak dilarang oleh Rasulullah.  Berlainan dengan meriwayatkan Al Quran, susunan bahasa dan maknanya, sedikitpun tidak boleh dirubah.  Baik untuk mengganti  lafadh muradlif (sinonimnya) yang tidak mempengaruhi isinya, apalagi sampai membawa perbedaan makna.  Lafad dan susunan kalimat Al Quran merupakan mukzizat.  Tetapi dalam meriwayatkan hadits yang dipentingkan adalah isinya.  Adapun lafadh dan susunan kalimatnya diperbolehkan menggunakan lafadh dan susunan kalimat lain, asalnya kandungan dan maknanya tidak berubah.<br />
Karena kesibukan para sahabat untuk menuliskan dan menyiarkan Quran, menyebabkan perkembangan Hadits terhambat.  Demikian juga pada masa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab, perkembagnan AL Hadits tidak begitu pesat.  Hal itu juga karena Rasulullah lebih menganjurkan para sahabat untuk lebih mengutamakan penyiaran Al Quran.  Bahkan untuk mensukseskan  penyiaran Al Quran, Umar mengadakan larangan memperbanyak riwayat hadits.  Kebijakasanaan kedua Khalifah itu dapat dimaklumi, mengingat bahwa masyarakat pada waktu itu belum seluruhnya mengenal Al Quran sebagai dasar syariat yang pertama.  </p>
<p>Terutama bagi mereka yang baru saja masuk Islam, Al Quran masih asing baginya.  KEbijaksanaan itu bukan berarti menghambat perkembangan hadits, tetapi hanya belum menaruh perhatian secara sempurna.<br />
Saat Utsman bin Affan memangku jabatan khalifah, saat inilah hadits mengalami perkembangan yang sangat penting.  Para sahabat kebil dan tabi’in, mulai menaruh perhatian serius dalam mencari dan mengumpulkan hadits dari para sahabat besar, yang jumlahnya kian hari kian kurang.  Dan tempat tinggalnya mulai meyebar ke berbagai pelosok.<br />
Saat itu mulai dirasa pentingnya petunjuk Nabi yang bisa didapat lewat hadits, ketika mereka mulai menghadapi masalah masalah sehari hari.  Dibutuhkan juga status hokum dalam memecahkan masalah masalah itu.  Karena semua hadits hadits terletak di dalam dada para sahabat besar, maka tidak sedikit para sahabat kecil dan tabi’in melawat ke timur hingga barat mengunjungi para sahabat.<br />
Abu Ayyub Al Anshari pergi ke MEsir menemui sahabat Uqbah bin Amir hanya untuk menanyakan sebuah hadits yang berbunyi:  Barangsiapa menutupi kesulitan seorang muslim di dunia, Allah akan menutupi kesulitannya pada hari kiamat.   Pada saat itulah hadits mulai menjadi tumpuan  perhatian para sahabat dan tabi’in dan sekaligus mulai berkembang dari dalam menuju ke luar.<br />
Sejak berakhirnya pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thali, mulailah tumbuh hadits hadit palsu (maudlu).  Tetapi para muhadditsin memiliki sebuah metode untuk membedakan mana hadits maudlu atau bukan.  </p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)"  title="Sejarah Pertumbuhan Hadits (1)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/sejarah-pertumbuhan-hadits-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/unsur-yang-harus-ada-dalam-menerima-al-hadits/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/unsur-yang-harus-ada-dalam-menerima-al-hadits/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 11:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang ketika mengetahui suatu peristiwa yang terjadi atau menerima suatu berita dari sumber aslinya, adakalanya berdasarkan tanggapan pancaindera secara langsung, adakalanya tidak langsung. Jika tempat dan jarak antara seseorang dengan terjadinya peristiwa itu sangat jauh atau penerima berita dengan sumber yang memberikan berita itu tidak hidup dalam satu generasi, mustahil bagi seseorang memperoleh kebenaran tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seseorang ketika mengetahui suatu peristiwa yang terjadi atau menerima suatu berita dari sumber aslinya, adakalanya berdasarkan tanggapan pancaindera secara langsung, adakalanya tidak langsung.<br />
Jika tempat dan jarak antara seseorang dengan terjadinya peristiwa itu sangat jauh atau penerima berita dengan sumber yang memberikan berita itu tidak hidup dalam satu generasi, mustahil bagi seseorang memperoleh kebenaran tentang sesuatu pemberitaan yang masing masing diterimanya dengan tidak langsung, jika tanpa menggunakan media media yang dapat dipercaya.</p>
<p>Untuk menguji kebenaran masing masing yang diterima secara tidak langsung itu, memerlukan suatu dasar atau sandaran, kepada dan dari siapa pengetahuan dan pemberitaan itu diterimanya.  Jika pemberitahu atau penyampai berita itu bertahap tahap, maka si pemberitahu atau penyampai berita yang terakhir harus dapat menunjukkan sandarannya.  Yakni orang yang memberitakan kepadanya dan orang yang memberitakan ini haurs dapat pula menunjukkan sumber asli yang langsung, yang menerima sendiri dari pemilik berita.<br />
Untuk menerima hadits dari Nabi Muhammad, unsure unsur seperti pemberita, materi berita dan sandaran berita, satupun tak dapat ditinggalkan.  Para muhadditsin menciptakan istilah istilah untuk unsure unsure itu dengan nama rawi matan dan Sanad (hadits).</p>
<p><em><strong>I. RAWI</strong></em><br />
a)	Ta’rif<br />
 Rawi adalah orang yang menyampaikan atau menuliskan dalam sebuah kitab apa apa yang pernah didengar dan diterimanya dari seeorang (gurunya).  Bentuk jamak rawi = ruwah.  Perbuatan seseorang dalam menyampaikan hadits tsb dinamakan me-rawi (riwayat)-kan hadits.     Sebuah hadits sampai kepada kita sesudah melalui perawi terakhir.  Contoh: Dari Ummul Mukminin, Aisyah r.a.: Rasulullah telah bersabda ‘Barangsiapa yang mengada adakan sesuatu yang bukan termasuk dalam urusan (agamaku) maka ia tertolak’ (HR Bukhari dan Muslim).  Ini berarti bahwa rawi yang terakhir bagi kita, ialah Bukhari dan Muslim.  KEndati pun jarak kita dengan beliau itu sangat jauh dan (pasti) kita tidak segenerasi dan tidak pernah bertemu.  Tapi kita dapat menguji kitab Bukhari dan Muslim lewat berbagai sumber lainnya.</p>
<p>b)	Sistem Penyebutan Nama Rawi<br />
Sebuah hadits kadang kadang mempunyai sanad (sanad= jalan yang dapat menghubungkan matnu’l-hadits kepada junjungna kita Nabi Muhammad)  yang banyak.  Artinya, hadits tsb. terdapat dalam Kitab Kitab Hadits yang berbeda rawi (akhir)-nya.  Contoh: ada hadits yang terdapat dalam Kitab Sahih Bukhari, tapi juga terdapat  dalam Kitab Sahih Muslim, lalu Kitab Abu Dawud dll.  Untuk menghemat mencantumkan nama nama rawi yang banyak jumlahnya tersebut, penyusun Kitab Hadits, biasanya tidak mencantumkan nama nama itu seluruhnya.  Tetapi hanya merumuskan dengan bilangan yang menunjukkan banyak atau sedikitnya rawi hadits pada akhir matnu’l-haditsnya.<br />
Misalnya rumusan yang diciptakan oleh Ibn Isma’il as-Shan’any  dalam kitab Subulus Salam :<br />
                                                                                         ……………………….. akhrojahussab’atu<br />
Maksudnya: Hadits itu diriwayatkan oleh 7 orang rawi, yaitu Imam Ahmad, Imam bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’iy dan Ibnu Majah.  </p>
<p>                                                          ………………………….akhrojahussittatu<br />
Maksudnya: Hadits itu diriwayatkan oleh 6 orang rawi, yaitu 7 orang           rawi tsb diatas selain Ahmad.</p>
<p>…………………………..akhrojahulkhomsatu<br />
Maksudnya: Hadits itu diriwayatkan oleh 5 orang rawi, yaitu 7 orang           rawi tsb diatas dikurangi Bukhari dan Muslim.  Rumusan ini dapat diganti dengan istilah:                                                           ……………………………akhrojahul arba’atu wa ahmad<br />
Maksudnya: hadits tsb diriwayatkan oleh para ash-habu’s sunan yang 4 ditambah Imam Ahmad.</p>
<p>……………………………akhrojahul arba’atu<br />
Maksudnya: hadits tsb diriwayatkan oleh para ash-habu’s sunan yang 4 yaitu Abu Dawud, At Tirmidzi, An-Nasa’iy  dan Ibnu Majah.</p>
<p>……………………………akhrojahutstsalatsatu<br />
Maksudnya: hadits itu diriwayatkan oleh 3 orang rawi, yakni Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’iy.<br />
Atau dapat juga  dikatakan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Ash-habu’s-sunan, selain Ibnu Majah.</p>
<p>Dst.</p>
<p>c)	Sistem dan bentuk para Muhadditsin dalam menyusun Kitab Hadits<br />
Para muhadditsin dalam usahanya menghimpun dan menyusun kitab kitab Hadits menggunakan bentuk bentuk seperti: Takhrij, Tashnif dan Ikhtishar.</p>
<p>c1	<strong>Takhri</strong>j   </p>
<p>Istilah ini mempunyai 3 pengertian,<br />
c11	Suatu usaha mencari sanad ((sanad= jalan yang dapat menghubungkan matnu’l-hadits kepada junjungna kita Nabi Muhammad) hadits yang terdapat dalam sebuah kitab hadits karya orang lain yang menyimpang dari sanad hadits karya lainnya.                                  Contoh: seseorang mengambil sebuah hadits dari Kitab Shahih Bukhari, kemudian ia menemukan sanad hadits tsb yang tidak sama dgn sanad hadits yang telah ditetapkan oleh Bukhari dalam Kitabnya itu.             Tetapi sanad yang berbeda itu akhirnya dapat bertemu dengan sanad Bukhari yang akhir.  Usaha mukharrij (orang yang mentakhrijkan) tsb. akhirnya dihimpun dalam sebuah kitab.  Kitab inilah yang kita sebut kitab mustakhraj.  Contoh:<br />
•	Mustakhraj Abu Nua’aim, karya Abu Nua’aim adalah salah satu kitab takhrij Hadits Sahih Bukhari<br />
•	Takhrij Ahmad bin Hamdan, adalah salah satu dari kitab mustakhraj Sahih Muslim<br />
c12	Suatu penjelasan dari penyusun Hadits bahwa hadits yang dinukilnya terdapat dalam kitab Hadits yang telah disebut nama penyusunnya.  Misal, bila penyusun hadits mengakhiri pada nukilan haditsnya dengan istilah akhrojahu’l Bukhari, artinya ialah bahwa hadits yang dinukil oleh penyusun terdapat dalam kitab Bukhari.<br />
c13	Suatu usaha penyusun hadits untuk mencari derajat, sanad dan rawi hadits yang diterangkan oleh pengarang suatu kitab.  Misal:<br />
•	Takhrij Ahadisi’l-Kasysyaf, karya Jamaluddin Al Hanafi, ini adalah kitab yang mengusahakan dan menerangkan derajat hadits yang terdapat dalam kitab tafsir Al-Kasysyaf, yang oleh jamaluddin tidak dijelaskan tentang shahih, hasan dls.<br />
•	Al Mughni ‘an  Hamli’l-Asfar, karya Abdu’r Rahim Al Iraqi, adalah kisah yang menjelaskan derajat derajat hadits yagn terdapat dalam kitab Ihya ‘Ulumi’ddin karya Imam Ghazali.</p>
<p>c2	<strong>Tashnif  </strong>                                         </p>
<p>Adalah usaha menghimpun atau menyusun beberapa (kitab) hadits dengan membubuhi keterangan mengenai arti kalimat yang sulit sulit dan memberikan interpretasi sekedarnya. Jika dalam memberikan interpretasi dengan cara mempertalikan dan menjelaskan dengan menggunakan hadits lain, ayat Al Quran atau ilmu yang lain, maka usaha semacam ini disebut men-syarah-kan.  Contoh:<br />
•	Shahihu’l Bukhari bi Syarhi’l Kirmany, oleh Muhammad Ibn Yusuf Al Kirmani, adalah salah satu syarah kitab Sahih Bukhari<br />
•	Al Ikmal, oleh Al Qadli ‘Iyadl, contoh kitab syarah Sahih Muslim</p>
<p>C3  <strong>Ikhtishar  </strong>           </p>
<p>      Adalah usaha meringkas kitab kitab Hadits.  Biasanya yang diringkas adalah sanad dan hadits yang disebut berulang ulang oleh pengarangnya semula.  Diantara mukhtashar Shahih  Bukhari ialah kitab:<br />
•	Mukhtasharu’l Bukhari, karya Abu’l Abbas Al Qurthuby<br />
•	Mukhtasar Abu Jamrah, karya Ibnu Abi Jamrah</p>
<p>d)	Gelar Keahlian Bagi Imam Imam Rawi Hadits                                    </p>
<p>Para imam Hadits akan mendapat gelar keahlian dalam bidang ilmu hadits sesuai dengan keahlian, kemahiran dan kemampuan menghafal beribu ribu hadits serta ilmu ilmunya.<br />
I.	Amiru’l Mu’minin fi’l Hadits<br />
Gelar ini sebenarnya diberikan kepada para Khalifah setelah Khalifah Abu Bakar.  Mereka diberi gelar ini mengingat jawaban Nabi atas pertanyaan seorang sahabat tentang siapakah yang disebut khalifah, yaitu mereka yang sepeninggal Nabi menyampaikan riwayat hadits hadits.  Para ahli hadits atau muhadditsin saat itu seolah olah berfungsi seperti khalifah dalam menyampaikan sunnah.  Mereka yang mendapat gelar ini adalah :<br />
o	Syubah Ibnu’l Hajjaj<br />
o	Sufyan Ats Tsauri<br />
o	Ishaq bin Rahawaih<br />
o	Ahmad bin Hambal<br />
o	Al Bukhari<br />
o	Ad Daruqutni<br />
o	Imam Muslim</p>
<p>II.	Al Hakim<br />
Ini adlah gelar keahlian bagi imam imam Hadits yang menguasai seluruh hadits yang marwiyah (diriwayatkan), baik matan dan sanad dan mengetahui ta’dil (terpuji) dan tajrih (tercela)nya rawi rawi.  Setiap rawi diketahui sejarah hidupnya, perjalanannya, guru guru dan sifat sifatnya yang dapat diterima maupun yang ditolak.  Beliau harus dapat menghafal hadits lebih dari 300.000 hadits beserta sanadnya.  Para muhadditsin yang mendapat gelar ini adalah:<br />
o	Ibnu Dinna (meninggal 162H)<br />
o	Al Laits bin Sa’ad, seorang mawali yang menderita buta di akhir hayatnya (meninggal 175H)<br />
o	Imam Malik  (meninggal 179H)<br />
o	Imam Syafi’I (meninggal 204H)</p>
<p>III.	Al Hujjah<br />
 Gelar keahlian bagi para imam yang sanggup menghafal 300.000 hadits, baik matan, sanad, maupun perihal si rawi tentang keadilannya,  kecacatannya, biografinya (riwayat hidupnya).  Para muhadditsin yang mendapat gelar ini :<br />
o	Hisyam bin Urwah (meninggal 146)<br />
o	Abu Hudzail Muhammad bin Al Walid (meninggal 149H)<br />
o	Muhammad Abdullah bin ‘Amr (meninggal 242H)</p>
<p>IV.	Al Hafidh<br />
Gelar ahli hadits yang dapat mensahihkan sanad dan matan hadits dan dapat men-ta’dil-kan dan men-jarh-kan rawinya.  Beliau harus menghafal hadits hadits sahih, mengetahui rawi yang waham (banyak purbasangka), ‘illat ‘illat hadits dan istilah istilah para muhadditsin.  Menurut sebagian pendapat, Al Hafidh itu harus mempunyai kapasitas menghafal 100.000 hadits.  Para muhadditsin yang mendapat gelar ini:<br />
o	Al Iraqi<br />
o	Syarafu’ddin Ad Dimyathy<br />
o	Ibnu Hajar Al Asqalani<br />
o	Ibnu Daqiqi’l Id</p>
<p>V.	Al Muhaddits<br />
Menurut mutaqaddimin, Al Hafidh dan Al Muhadditsin itu searti.  Tetapi menurut mutaakhkhirin, Al Hafidh itu lebih khusus dari Al Muhadditsin.<br />
Al Muhadditsin adalah orang yang dapat mengetahui sanad sanad, ‘illat ‘illat, nama nama rijal (rawi rawi), ‘ali (tinggi) dan nazil (rendah)nya suatu hadits.  Memahami Kutubu’s Sittah, Musnad Ahmad, Sunan Al baihaqi, Mu’jamu Thabarani dan menghapal hadits sekurang kurangnya 1000 buah.  Mereka yang mendapat gelar muhadditsin al:<br />
o	Atha bin Abi Ribah (seorang mufti masyarakat Mekah, wafat 115H)<br />
o	Imam Az Zabidi (salah seorang ulama yang mengikhtisarkan kitab Bukhari-Muslim)</p>
<p>VI.	Al Musnid<br />
Gelar keahlian yang meriwayatkan hadits beserta sanadnya.  Baik menguasai ilmunya atau tidak.  Al Musnid juga disebut At Thalib, Al Mubtadi dan Ar Rawi.</p>
<p><em><strong>II.	MATNU&#8217;L HADITS</strong></em></p>
<p>Yang disebut dengan Matnu’l Hadits ialah pembicaraan (kalam) atau materi berita yang diover oleh sanad yang terakhir.  Baik pembicaraan itu sabda Rasulullah, sahabat maupun tabi’in.    Dan isi pembicaraan itu tentang perbuatan Nabi atau perbuatan sahabat yang tidak disanggah oleh Nabi.  COntoh perkataan sahabat Anas bin Malik: ‘Kami shalat bersama Rasulullah pada waktu udara sangat panas.  Salah satu dari kami tak sanggup menekan dahinya (saat sujud)  di atas tanah (karena panasnya), maka ia bentangkan pakaiannya (di atas tanah), lantas sujud di atasnya’                                    Perkataan sahabat yang menjelaskan perbuatan salah seorang sahabat yang tak disanggah oleh Rasulullah (kunna sampai fasajada’alaihi) disebut matnu’l hadits.</p>
<p><em><strong>III.	SANAD</strong></em></p>
<p>a.	Sanad disebut juga Thariq, ialah jalan yang dapat menghubungkan matnu’l hadits kepada Nabi Muhammad.  Seperti kata Bukhari: Telah  memberitakan kepadaku Muhammad bin al Mutsanna, ujarnya: ‘Abdul Wahhab ats Tsaqafi telah mengabarkan kepadaku, ujarnya: tTelah bercerita kepadaku Ayyub atas pemberitaan Abi Qilabah dari Anas dari Nabi Muhammad, sabdanya: 3 Perkara, yang barang siapa mengamalkannya niscaya memperoleh kelezatan iman.<br />
i.	Allah dan Rasulnya hendaknya lebih dicintai dari selainnya<br />
ii.	Kecintaannya kepada seseorang karena Allah semata mata<br />
iii.	Keengganan kembali kepada kekufuran, seperti keengganannya dicampakkan ke neraka.</p>
<p>Maka matnu’l hadits ‘Tsalatsun’ sampai dengan ‘an yuaqdza fa finnar’  diterima oleh Bukhari  melalui sanad pertama Muhammad bin al  Mutsanna, sanad kedua Abdul Wahhab ats Tsaqafi, sanad ketiga Ayyub, sanad keempat Abi Qilabah dst sampai sanad yang terakhir, Anas bin Malik yang langsung menerima sendiri dari Nabi Muhammad.<br />
 Dalam hal ini juga dapat dikatakan bahwa sabda Nabi tsb disampaikan oleh sahabat Anas bin Malik sebagai rawi pertama kepada Abu Qilabah sebagai rawi kedua, yang menyampaikan kepada Ats Tsaqafi sebagai rawi ketiga, yagn kemudian menyampaikan kepada Muhammad bin Mutsanna, hingga sampai kepada Bukhari sebagai rawi terakhir.</p>
<p>Dengan demikian Bukhari menjadi sanad pertama dan rai terakhir bagi kita.  Dalam bidang ilmu hadits, sanad merupakan neraca untuk menimbang shahih atau dla’ifnya suatu hadits.  Andaikata salah seorang dalam sanad sanad itu ada yang fasik atau tertuduh dusta,maka dla’if-lah hadits itu.  Hingga tidak dapat dijadikan hujjah untuk menetapkan suatu hukum.<br />
b.	Arti Isnad, Musnid dan Musnad<br />
i.	Isnad : usaha seorang ahli hadits dalam menerangkan suatu hadits yang diikutinya dengan penjelasan kepada siapa hadits itu disandarkan.<br />
ii.	Musnid : orang yang melakukan isnad<br />
iii.	Musnad : hadits yang telah di-isnad oleh musnid disebut hadits musnad.  Contoh: musnad Asy Syihab dan musnad Al Firdaus, merupakan kumpulan Hadits yang telah diisnadkan oleh Asy syihhab dan Al Firdaus.                                                        Tapi musnad dapat juga berarti:<br />
1.	Hadits yang marfu lagi  muttashil (sanadnya bersambung sambung)<br />
2.	Nama kitab yang menghimpun seluruh hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat.<br />
c.	Tinggi Rendahnya rangkaian Sanad<br />
Suatu hadits akan sampai kepada kita, tertulis dalam dewan hadits, melalui sanad sanad.  Setiap sanad bertemu dengan rawi yang dijadikan sandaran menyampaikan berita (sanad yang setingkat lebih atas).  Sehingga seluruh sanad merupakan suatu rangkaian.<br />
Rangkaian sanad itu ada yang berderajat tinggi, sedang dan lemah.  Mengingat perbedaan ke-dlabith-an (kesetiaan ingatan) dan keadilan rawi yang dijadikan sanadnya.                                                            Rangkaian sanad yang berderajat tinggi menjadikan suatu hadits lebih tinggi derajatnya disbanding sanad yang rangkaianya lebih rendah  atau lemah.                                                                                             </p>
<p>Para muhadditsin membagi tingkatan sanadnya menjadi:<br />
i.	Ashahhu’l asanid (sanad sanad yang lebih sahih)<br />
ii.	Ahsanu’l asanid  (sanad sanad yang lebih hasan)<br />
iii.	Adl’afu’l asanid (sanad sanad yang lebih lemah)</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits"  title="Unsur Yang Harus Ada Dalam Menerima Al Hadits" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/unsur-yang-harus-ada-dalam-menerima-al-hadits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedoman Selain Al Quran</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/pedoman-selain-al-quran/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/pedoman-selain-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 11:17:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/2010/01/pedoman-selain-al-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh umat Islam telah menerima paham, bahwa Hadist Rasulullah adalah pedoman hidup yang utama setelah Al Quran. Karena segala tingkah laku manusia yang tidak ditegaskan ketentuan hukumnya, tidak diterangkan cara mengamalkannya, tidak diperinci maknanya, dan tidak dibicarakan secara khusus dalam Al Quran, hendaklah dicari penyelesaiannya dalam Al Hadits. Namun jika ini pun gagal, artinya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seluruh umat Islam telah menerima paham, bahwa Hadist Rasulullah adalah pedoman hidup yang utama setelah Al Quran.<br />
Karena segala tingkah laku manusia yang tidak ditegaskan ketentuan hukumnya, tidak diterangkan cara mengamalkannya, tidak diperinci maknanya, dan tidak dibicarakan secara khusus dalam Al Quran, hendaklah dicari penyelesaiannya dalam Al Hadits.<br />
Namun jika ini pun gagal, artinya tidak ditemukan penyelesaiannya pembahasannya dalam al Hadts karena misalnya belum pernah terjadi dalam masa Rasulullah, diperbolehkanlah ijtihad baru untuk menghindari kevakuman hokum dan kebekuan beramal.</p>
<p>Ijtihad ini harus dibenarkan dalam syariat, dan bisa dilakukan secara perorangan maupun kelompok yang terrealisir dalam bentuk ijma ulama atau pedoman pedoman yang lain, yang penting tidak berlawanan dengan syariat.<br />
Dalam sejarah dikemukakan bahwa Rasulullah menyatakan kegembiraannya dan syukur kepada Allah, atas baiat Mu’adz bin Jabal, seorang sahabat yang diangkat menjadi duta penuh untuk negeri Yaman, bahwa ia akan berpedoman kepada Al Quran, kemudian Al Hadits dan akhirnya ijtihadnya sendiri seperti kata katanya: ‘(Kuucapkan syukur) Alhamdulillah kepada Allah yang telah membimbing duta Rasulullah  kepada apa yang dirihai oleh Rasulullah’ (Riwayat Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Lebih tegas lagi, Allah sebagai Dzat yang mengutus Rasulullah untuk menyampaikan amanatNya untuk umat manusia, memerintahkan kepada kita semua agar berpegang teguh kepada apa yang disampaikan oleh RasulNya sebagaimana dalam tercantum dalam: ‘Apa apa yang disampaikan Rasulullah kepadamu, terimalah, dan apa apa yang dilarangnya bagimu, tinggalkanlah’ (Al Hasyr: 7)</p>
<p>Rasulullah memberitahukan umatnya, bahwa disamping Al Quran, masih ada pedoman yang sejenis al Quran, untuk tempat berpijak dan pandangan: ‘Wahai umatku! Sungguh aku diberi Al Quran dan yang menyamainya’ (HR Abu Dawud, Ahmad dan Tirmidzi)</p>
<p>Yang menyamai Al Quran disini adalah Al Hadits.  Dan karena pentingnya al hadits sebagai pedoman, sehingga para penganjur hadits mendapat penghargaan sebagai khalifah Rasulullah yang dimintai rakhmat oleh Nabi kepada Allah SWT, sebagaimana yang dikatakan Ibnu ‘Abbas, Rasulullah berdoa: ‘Ya Allah, rakhmatilah khalidahku’.  ‘Wahai Rasulullah, siapakah khalifah tuan?’ tanya kami. ‘Yaitu orang yang meriwayatkan hadits haditsku dan mengajarkannya kepada masyarakat’ jawab Nabi.  (HR At Thabarany)</p>
<p>Rasulullah juga mendoakan orang yang selalu menyampaikan apa yang di dengarnya dari Nabi, agar berseri seri wajahnya, seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud : Rasulullah berdoa: ‘Semoga Allah mencemerlangkan wajah orang yang mendengarkan  sesuatu dariku, lalu ia sampaikan seperti apa yang telah didengarnya.  Tidak sedikit orang yang menerima anjuran itu, lebih paham daripada orang  yang mendengar sendiri’ (HR Tirmidzi)</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Pedoman Selain Al Quran"  title="Pedoman Selain Al Quran" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/pedoman-selain-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prolog (4)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-4/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-4/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 11:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Bagi orang yang ingin bicara secara pribadi dengan Rasulullah, terlebih dahulu harus memberikan sedekah kepada orang miskin, seperti firman Allah: “Hai orang orang yang beriman, jika kalian ingin mengadakan pembicaraaan khusus dengan Rasul hendaklah kalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian adalah lebih baik bagi kalian dan lebih bersih. Jika kalian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi orang yang ingin bicara secara pribadi dengan Rasulullah, terlebih dahulu harus memberikan sedekah kepada orang miskin, seperti firman Allah: “Hai orang orang yang beriman, jika kalian ingin mengadakan pembicaraaan khusus dengan Rasul hendaklah kalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu.  Yang demikian adalah lebih baik bagi kalian dan lebih bersih.  Jika kalian tidak mendapatkan (makanan untuk sedekah) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang” (QS Al Mujadillah, 12)</p>
<p>Ayat ini menunjukkan bahwa tidak bersedekah disaat akan mengadakan pembicaraan dengan Rasul, padahal ia mampu, berdosa.<br />
“Apakah kalian takut(akan  menjadi miskin?) karena memberikan sedekah sebelum pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kalian tidak melakukannya dan Allah telah menerima taubat, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Allah dan RasulNya.  Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan” (QS Al Mujadillah, 13)<br />
Beliau penghulu Nabi Adam (manusia) sebagaimana sabdanya: ‘AKu penghulu anak cucu Adam’ (HR Ahmad) Firman Allah, “Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah mengutus kamu untuk menjadi saksi, menyampaikan kabar gembira, memberi ingat, mengajak kepada Allah dengan izinnya dan menjadi pelita penerang.  Dna sampaikanlah berita gembira kepada orang orang yang beriman” (QS Al ahzab, 45-48)<br />
Taat kepada Rasul termasuk ta’at kepada Allah.</p>
<p>Hal lain yang menunjukkan cinta Allah kepada RasulNya ialah, bahwa Allah telah mewajibkan ta’at kepada Rasul bagi setiap hambaNya sebagai bagian dari ta’at kepadaNya.<br />
Firman Allah, “Dan tidaklah patut bagi orang Mukmin laki laki atau perempuan, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu perkara, ada pilihan lain bagi mereka dalam urusannya itu.  Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya, sungguh ia telah sesat, kesesatan yang nyata” (QS Al Azhab, 36)<br />
“Wahai orang orang yang beriman berilah jawaban kepada Allah dan Rasul bilamana keduanya memanggil kamu kepada sesuatu yagn menghidupkan kamu” (QS Al Anfal, 24)<br />
“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul.  Jika kalian berpaling, sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang orang yang kafir”<br />
Ayat ayat di atas jelas menunjukkan bahwa menolak ta’at kepada Allah atau ta’at kepada Rasul hukumnya kufur, sebab iman kepada Allah dan Rasul termasuk Rukun Iman.</p>
<p>Iman kepada Rasul artinya meyakini bahwa ajaran yagn dibawanya, benar.  Menyepelekan, menolak , ingkar, membangkang kepadaNya, kufur atau kelaur dari Islam.  Seperti tertera dalam ayat ayat ini,<br />
“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu Hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan.  Kemudian mereka  tidak merasa dalam hati mereka adanya keberatan terhadap apa yang engkau telah putuskan dan mereka pasrah sepenuhnya” (QS An Nisa: 65)<br />
“Maka hendaknya orang orang yang menyalahi perintahNya takut akan di timpa cobaan atau azab yang pedih” (QS An Nur: 63)<br />
Maka jelaslah bahwa Allah SWT telah menjadikan ta’at kepada Rasul sama dengan ta’at kepadaNya.  FirmanNya, “Siapa yang mentaati Rasul, sungguh ia telah manta’ati Allah” (QS An Nisa: 80).  Juga menyatakan baiat kepada Rasul berarti menyatakan bai’at (sumpah setia) kepadaNya.<br />
“Sesungguhnya  orang orang yang menyatakan bai’at kepadamu, (berarti) mereka menyatakan bai/at kepada Allah.  Kekuasaan Allah di atas kekuasaan mereka.  Maka barangsiapa yang melanggar janjinya (berarti) ia telah mengkhianati dirinya sendiri.  Barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, Dia memberinya pahala yang besar” (QS Al Fath:10)<br />
Mentaati Rasul adalah mentaati apa yang diwajibkan dan ditetapkan Allah dan RasulNya kepadanya.<br />
Rasulullah telah menjelaskan Al Quran.  PEnjelasannya itu termasuk sunnahnya.  Kewajibanmentaati beliau artinya kewajiban menta’ati Sunnahnya.  Dan beliau mendorong umatnya untuk menyampaikan dan menyebarkannya sesuai dengan Hadist beliau yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi dari zaid bin Tsabit, “Allah akan memalingkan muka seseorang  yang telah mendengar perkataanku.  Kemudian memelihara dan menghafalkannya dan melakukannya sebagaimana yang telah di dengarnya.  Betapa banyaknya orang yang menyampaikan lebih hafal dari orang yang mendengar”</p>
<p>Rasulullah juga telah menyuruh agar orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.  Abu Bakar telah meriwayatkan apa yang disampaikan beliau, yakni: “Hendaklah yang hadir diantara kalian menyampaikan kepada yang tidak hadir”<br />
Al Hakim, Al Baihaqi telah meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah berpesan,  “Kutinggalkan kepadamu dua perkara bila kalian berpegang teguh kepada keduanya niscaya kalian tidak akan sesat selama lamanya yaitu berpegang teguh kepada kitabullah dan Sunnahku”<br />
Dalam Haji Wada beliau telah berkhutbah:<br />
“Sesungguhnya syetan itu telah berputus asa untuk di sembah di negerimu tetapi ia cukup senang manakala ia ditaa’ti pada hal hal yang dapat merusak amal kamu.  Maka berhati hatilah.  Sesungguhnya aku tinggalkan  kepada kamu sesuatu yang bila kamu berpegang teguh kepadanya, kamu tidak akan sesat selama lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku”<br />
Al Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadist Rasulullah yang bersumber dari Abu Hurairah, bahwa orang orang muslim semuanya akan masuk surga kecuali orang yang benci kepada sunnah Rasul.  Nabi Muhammad bersabda: “Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau” Orang orang bertanya: “Siapa yang tidak mau ya Rasulullah?” Jawab beliau: “Yang ta’at kepadaku masuk surga, dan yang membangkangi aku, itulah orang yang tidak mau”</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Prolog (4)"  title="Prolog (4)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prolog (3)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-3/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-3/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 11:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Dengan demikian jelas bahwa peyebaran sunnah merupakan kewajiban agama, tanggung jawab moral bagi setiap umat. Penyebarannya penting setiap saat terutama di saat dekadensi morla mengancam kehidupan keluarga dan rumahtangga, atau disaat kehinaan mencemari kesucian dan kemulyaan umat. Rasulullah seorang yang telah mencontohkan perilaku Quran dan karena itulah Allah telah memberikan kepadanya kedudukan khas di tengah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan demikian jelas bahwa peyebaran sunnah merupakan kewajiban agama, tanggung jawab moral bagi setiap umat.  Penyebarannya penting setiap saat terutama di saat dekadensi morla mengancam kehidupan keluarga dan rumahtangga, atau disaat kehinaan mencemari kesucian dan kemulyaan umat.  Rasulullah seorang yang telah mencontohkan perilaku Quran dan karena itulah Allah telah memberikan kepadanya kedudukan khas di tengah tengah muslimin.  Beliau menjadikan Al Quran pembimbing semua tindakannya sehigga semua tindakaknnya itu selalu benar.  </p>
<p>Dan beliau tidak berkata, melainkan dengan bimbingan wahyu.   Allah telah berfirman mempertegas hal ini, “Dan sesungguhnya engkau telah memberi petunjuk ke jalan yang lurus.  Yakni jalan Allah……” (QS As Syura, 52:53)  dan “Katakanlah (hai Muhammad): Sesungguhnya Tuhanku telah menunjukkan kepadaku jalan yang lurus, yakni agama yang lurus….” (QS Al An’am, 161)<br />
Dakwah yang dilaksanakan Rasulullah bukan hanya ditunjukkan kepada dirinya sehingga beliau selalu terpelihara (ma’shum) sehingga orang orang  yang mengikuti beliau akan ikut terpelihara karena keterpeliharaan beliau. “Katakanlah:  Inilah jalanku, kau dan orang orang yang mengikuti aku mengajak kamu ke jalan Allah dengan hujjah yang nyata” (QS Yusuf: 108)<br />
Jelas bahwa dakwah dan cara dakwah Rasulullah menurut tuntunan petunjuk dan cahaya yang datang dari Tuhannya.  Oleh sebab itu, “Siapa yang mentaati Rasulullah, sungguh ia telah mentaati Allah” (QS An Nisa: 80) </p>
<p>“Apa yang didatangkan Rasul kepadamu, ambillah.  Dan apa yang dilarangnya, tinggalkanlah” (QS Al Hasyr:7).<br />
Oleh sebab itu  mengikuti Rasul pertanda cinta kepada Allah, seperti firmanNya: “Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, cintailah aku niscaya Allah mencintaimu” (Al Imran:31)<br />
Di dalam hadist Quds yang diriwayatkan oleh Bukhari, dinyatakan bahwa Allah telah berfirman: “Siapa yang menjadikan aaku menjadi pelindung pasti aku memberitahukan kepadanya (Bahwa Aku menjadi pelindungnya) dalam pepeangan.  Seorang hamba yang senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melakukan ibadah sunnah, Aku sangat mencintainya.  JIka aku telah mencintainya, Aku akan mendengar apa yang di dengarnya dan Aku akan melihat apa yang dilihatnya.  Aku akan memelihara setiap gerak tangannya dan setiap langkah kakinya, dan jika ia meminta kepadaKu, Aku akan memberinya, jika ia meminta perlindungan kepadaKu Aku akan melindunginya”</p>
<p>Ibadah ibadah sunnah (nawafi) di singgung dalam hadits di atas.  Jika dilakukan manusia setelah mengerjakan ibadah ibadah wajib, akan mengundang cinta Allah kepada mereka.  Dan itulah jalan dan cara yang ditempuh Rasulullah untuk meraih ridha Allah yang seyogyanya juga ditempuh oleh umat Islam khususnya.<br />
Diantara kedudukan Rasulullah disisi Allah selain yang telah disbutkan diatas, ialah:<br />
•	Beliau adlaah habibullah atau kekasih Allah. Hal ini disebabkan ibadah beliau yang amat sempurna, sehingga mencapai peringkat dan derajat teratas.<br />
•	Beliau NabiNya dan RasulNya yang telah diberi kelebihan Allah di atas seluruh manusia namun tidak keluar dari batas batasnya sebagaimana manusia. “Janganlah kalian menjadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepda sebagian yang lain” (QS An Nur:63)<br />
•	Manusia yang telah diberi kekhususan dengan wahyu, diberi tugas menyampaikan risalah, dipilihnya menjadi Rasul, ia menjadi basyiir dan nadziir, menjadi orang yang menyampaikan berita gembira dan peringatan.</p>
<p>Kepada manusia yang telah diberi keutamaan tadi, kita wajib memuliakannya sebagaimana Allah telah memberi kemuliaan kepadanya.  Dan tidak sepantasnya kita memanggil seperti memanggil si Ali atau si Umar.  Memanggil Nabi Muhammad kurang sopan menakala memanggilnya dengan panggilan ‘hai Muhammad!’ atau dengan panggilan sindiran ‘Ya abal Qasim’ .  Tetapi hendaknya  dengan kata kata ‘Ya Rasulullah’ atau ‘Ya Nabiallah’ ‘Ya Imamal Mursalin’  ‘Ya Khataman Nabiyyiin’ dsb.<br />
Syekh As Shawi dalam catatan pinggir Tafsir Jalalain: ‘Sesungguhnya tidak dibenarkan memanggil Nabi dengan panggilan yang tidak sesuai dengan kemulyaannya baik di saat beliau masih hidup maupun di saat beliau telah wafat.  Maka dengan demikian jelas bahwa mengecilkan atau menghina Nabi hukumnya kafir dan terkutuk dunia akhirat’</p>
<p>Selanjutnya Allah berfirman pula pada awal surat Al Hujrat, yang artinya: “Wahai orang orang yang beriman, janganlah kalian mendahului Allah dan RasulNya” maksudnya: janganlah kalian mendahulukan urusanmu, perkataan atau perbuatanmu mendahului ketentuan Allah dan RasulNya kecuali mendapat izin Allah dan RasulNya.  Semua urusan yang dilakukan manusia tanpa izin Allah dan RasulNya tidak sesuai dengan ajaran agama yang lurus.  FirmanNya : “Wahai orang orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suaramu diatas suara Nabi dan jangan kalian keluarkan kata kata seperti yang kalian katakan kepada sebagian yang lain” (QS Al Hujrat:2)<br />
Jika hal ini dilanggar, peringatan Allah: “Gugurlah amal ibadah kalian dan kalian tidak merasa.  Sesungguhnya orang orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang orang yang diuji Allah ketaqwaan hati hati mereka, bagi mereka pahala yang besar.  Sesungguhnya orang orang yang memanggil kamu di belakang kamar, kebanyakan mereka tidak mengerti.  Dan jika sekiranya mereka sabar sampai engkau keluar menemui mereka, itu lebih baik bagimereka.  Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang” (QS Al Hujrat, 3-5)</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Prolog (3)"  title="Prolog (3)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prolog (2)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-2/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 11:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AsbabulWurud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Sunnah Rasul dalam da’wahnya selalu memperingatkan peranan umat Islam, bahwa peranannya adalah sebagai khalifah yang seharusnya menampilkan sifat sifat kepemimpinan utama dan keteladanan yang baik. Rasulullah merupakan sosok atau kehidupan yang menggambarkan tentang prinsip prinsip kemanusiaan, perilaku yang telah di gariskan dan disukai Allah yang harus diteladani umat manusia. Menyadari kedudukan As Sunnah yang demikian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sunnah Rasul dalam da’wahnya selalu memperingatkan peranan umat Islam, bahwa peranannya adalah sebagai khalifah yang seharusnya menampilkan sifat sifat kepemimpinan utama dan keteladanan yang baik.<br />
Rasulullah merupakan sosok atau kehidupan yang menggambarkan tentang prinsip prinsip kemanusiaan, perilaku yang telah di gariskan dan disukai Allah yang harus diteladani umat manusia.</p>
<p>Menyadari kedudukan As Sunnah yang demikian tinggi dan mulia, maka para ulama yang memperoleh cahaya kebenaran, setiap masa, berusaha bersungguh sungguh mempelajari dan mengajarkan Sunnah, melaksanakan dan menyampaikan  prinsip2 akhlaq mulia yang diterangkan di dalamnya. Para ulama ahli sunnah mengetahui dan menyadari  fungsi mereka.  Oleh sebaba itu mereka bersikap zuhud terhadap kehidupan dunia sementara manusia saling berebut rebutan.</p>
<p>Mereka, yakni ulama ulama Sunnah tidak tertarik menumpuk numpuk harta kekayaan karena kekhidmatan mereka terhadap agama.  MEreka menghindar dari gaya hidup berfoya foya karena ingin menanamkan benih benih akhlaqul kharimah.  Mereka menjauhi kemegahan kekuasaan dan kebesaran yang diberikan Allah kepada yang dikehendakiNya dan dicabut dari siapa yang di kehendakiNya.  Mereka sabar dalam menempuh kehidupan, sabar beramal dan beribadah.  MEreka giat bekerja di siang hari, tekun beribadah di malam hari mencari ridha Allah dan RasulNya.<br />
Diantara contoh yang ingin kami ketengahkan yang sesuai dengan gambaran di atas, misalnya Imam Ahmad bin Hambal.  Dia seorang Muhaddist yang menerapkan gambaran yang sebenar benarnya apa yang ada pada diri Rasulullah terutama masalah akhlak.</p>
<p>Sirah atau perjalanan hidup Imam Ahmad merupakan contoh paling jelas dari seorang yang berpegang teguh terhadap apa yang diyakini benar, dan sekaligus kesabarannya dalam mencapai dan menyampaikan kebenaran.<br />
Contoh lain, Imam Bukhari dan yang lainnya yang jiwanya selalu haus akan sunnah, perilakunya senantiasa  memperlihatkan contoh perilaku utama dari akhlaqul karimah.  Contoh utama akhlaqul karimah tsb. Selalu bertujuan membentengi diri dari perangai dan perilaku jahat yang selalu dihembuskan syetan pada setiap keadaan.<br />
Dia selalu berusaha memisahkan orang dari keutamaan dan kebenaran agar terperosok ke dalam tarikan hawa nafsu dan kesesatan.</p>
<p>Jika keteladanan akhlak utama ini sirna, maka manusia akan kehilangan harga dirinya, kehilangan sesuatau yang dapat menenangkan jiwanya serta kehilangan kepercayaan kepada dan dari orang lain.<br />
Betapa sunnah Rasul telah berhasil mendidik orang orang.  Hal ini merupakan kekhususan tabiat sunnah itu sendiri di mana kemanusiaan telah dapat menyaksikan ketinggian, kejujuran dan kekuatan mereka yang terdidik oleh sunnah Rasul.<br />
Imam Ahmad, Imam Al Bukhari dan Amirul Mukminin dalam al Hadist, seperti Imam Sufyan Ats Tsauri dan lain lainnya merupakan mercu suar yang menerangi umat menuju keluhuran budi.<br />
Jika demikian halnya, tidak boleh tidak, mutlak diperlukannya usaha menyiarkan sunnah, upaya memperbanyak orang orang yang haus terhadap sunnah, orang orang yang menjadikannya menjadi pola hidupnya.  Alhasil, sunnah harus di dimasyarakatkan, sunnah harus di sebarkan agar menjiwai kemanusiaan.  Sunnah harus mewarnai peradaban, Sunnah harus disebarkan untuk memperkaya perbendaharaan kata dalam Bahasa.<br />
Kemudian tidak diragukan bahwa dalam sunnah terdapat cakrawala berfikir, dimana Rasulullah banyak berbicara tentang: pembinaan kemasyarakatan, tentang hal hal yang dapat merusak sendi kehidupan, tentang perbuatan perbuatan konstruktif, tentang kaidah kaidah serta peraturan yang dapat mengangkat harkat dan derajat umat, tentang yang runtuh yang harus direhabilitasi kembali.</p>
<p>Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa dalam sunnah juga terdapat Cakrawala Bahasa di mana Rasulullah telah memperkaya perbendaharaan kata dan ungkapan.  Perkataan Rasulullah adalah sefasih fasih perkataan manusia.  Tersebarnya sunah sekaligus berperan mengangkat dan memajukan tingkat berbahasa dan methoda serta teknik penulisannya di dalam kitab kitab.</p>
<p>Terakhir, sunnah juga memiliki semangat kejiwaan, mendidik dan menumbuhkannya dengan ajaran akhlak Rasulullah sehingga mencapai tingkat dan derajat yang tidak bisa di capai oleh system pendidikan apapun.  Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”<br />
Kata Syauqi, “Jayanya umat karena akhlak.  Jika akhlak hilang lenyap pula kejayaan mereka”</p>
<h4  class="related_post_title">Most Commented Posts</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>December 10, 2009 -- <a href="http://nabimuhammad.info/about/" title="Buku Tamu">Buku Tamu</a> (29)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>May 19, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/nabi-muhammad-2/" title="Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen">Muhammad Dalam Titik Temu Islam Kristen</a> (4)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>January 14, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/01/surat-rasulullah-kepada-raja-persia-kisra-abrawaiz/" title="Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz">Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>September 30, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/09/telaga-kemuliaan-rasulullah-pada-hari-kiamat/" title="Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat">Telaga Kemuliaan Rasulullah pada Hari Kiamat</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>January 26, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/01/dari-pmii-menuju-yahudi/" title="Dari PMII Menuju Yahudi">Dari PMII Menuju Yahudi</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>May 29, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/al-quran/" title="Quran">Quran</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>July 26, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/07/kebaikan/" title="Kebaikan">Kebaikan</a> (2)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011"><img src="Array" alt=" Prolog (2)"  title="Prolog (2)" /></a>May 18, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/05/film-epik-nabi-muhammad-segera-di-buat-2011/" title="Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011">Film Epik Nabi Muhammad Segera Di Buat 2011</a> (2)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/01/prolog-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

