Penjagaan langit sebenarnya telah ada sebelum Nabi diutus, dan para jin hanya dilarang mendengar dari berita tertentu saja.
Namun ketika wahyu di turunkan kepada Nabi, penjagaan diperketat. Bahkan para jin diusir dari tempat duduk mereka dahulu.. Para jin memang memiliki tempat duduk duduk di langit untuk mencuri berita ...
Ketika para jin telah berhasil mencuri dengar dari langit tentang nasib manusia yang akan ditetapkan oleh Allah, kemudian mereka memberikannya pada dukun seperti ayam berkotek. Maksudnya ketika jin itu menyampaikan satu kalimat yang haq ke telinga si dukun, maka jin atau syetan yang ada di sekeliling orang itu saling bersahutan ...
Apabila malaikat dalam dunia-nyata diidentikan dengan gelombang elektromagnetik, maka jin keberadaan dan perilakunya adalah sebagaimana lidah-api. Yang bisa muncul setiap saat mengikuti aliran-energi, yang apabila kemunculannya tidak terkendali akan melumat habis sumber-energi yang ada.
Semua mahluk-hidup memerlukan energi yang didapatnya melalui proses makan-memakan mengikuti pola rantai-makanan, dan mengalir dalam tubuhnya ...
Media yang dipakai oleh Jin adalah melalui batin (mempengaruhi hati/qolbu) dari masing-masing pribadi manusia yang bersangkutan, termasuk menakut-nakuti manusia atau bahkan memberi janji-janji yang muluk supaya pribadi manusia tersebut mau tunduk dan bersedia menjadi pengikutnya.
Apabila sudah ada manusia yang bisa dipengaruhinya, maka manusia tersebut akan dijadikan media yang secara ...
Tetapi tidak semua jin adalah sebagai mahluk yang sesat, diantara mereka ada yang beriman kepada ALLAH SWT. Seperti yang tercantum dalam Al Quran :
Kami (jin) tiada mengetahui, bencanakah yang diberikan kepada siapa yang ada di bumi, atau Tuhan mereka (ALLAH) hendak memberikan kepada mereka pimpinan yang benar (Q.72:10);
Diantara kami ...
Dan Jin, Kami (ALLAH) jadikan sebelumnya (Adam) dari api yang sangat panas (Q.15:27).
Mahluk Jin ini, adalah suatu mahluk halus sebangsa hawa yang bentuknya dapat berubah-ubah, dan bisa nyata dari padanya hal-hal yang aneh. Jin sama dengan manusia berkewajiban menyembah/memuja/ berbakti pada ALLAH SWT.
ALLAH ciptakan jin dan manusia itu ...
Keagamaan Kaum Jin
Jin tak jauh berbeda dengan Bani Adam. Diantara mereka ada yang shalih dan ada pula yang rusak lagi jahat. Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala menghikayatkan mereka:
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُوْنَ وَمِنَّا دُوْنَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
“Dan sesungguhnya diantara kami ada orang-orang yang shalih dan diantara kami ada (pula) yang ...
Mempercayai hal-hal yang ghaib merupakan salah satu syarat dari benarnya keimanan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
الم. ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِاْلآخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ ...
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah.
Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan Iblis itu tiga ...
Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas ...
