<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW, Cerita Nabi Muhammad, Riwayat Nabi Muhammad, Rasulullah Muhammad SAW,  Dakwah Nabi Muhammad &#187; Etika Prilaku Nabi</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/category/akhlak-dan-ajaran-nabi-muhammad/etika-prilaku-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>Nur Muhammad, Muhammad, Nabi Muhammad SAW, Riwayat Nabi Muhammad, Sejarah Muhammad SAW,  Cerita Nabi Muhammad, Surat Muhammad, Maulid Nabi Muhammad, kisah Muhammad, Habib Muhammad, Kelahiran Nabi Muhammad, Cerita Nabi Muhammad, Hadist Nabi Muhammad, Foto Muhammad, Pidato nabi Muhammad</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 13:28:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Memakan Makanan Yang Terdekat</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 03:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Makan dan Minum Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Bismillah]]></category>
		<category><![CDATA[Etika makan dan minum Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[HR. Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Memakan Makanan Yang Terdekat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[posisi yang terdekat]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[tangan kanan]]></category>
		<category><![CDATA[Umar Bin Abi Salamah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7207</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Umar Bin Abi Salamah r.a. bercerita: &#8216;Saat aku belia, aku pernah berada di kamar Rasulullah SAW dan kedua tanganku seringkali mengacak acak piring piring. Rasuullah bersabda kepadaku: &#8220;Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan baik yang terdekat [maksudnya ambillah makanan baik yang posisinya dekat dengan kita]. [ HR Bukhari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/12/family-eating-dinner2-lg.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/12/family-eating-dinner2-lg.jpg" alt="family eating dinner2 lg Memakan Makanan Yang Terdekat" title="family-eating-dinner2-lg" width="460" height="360" class="alignnone size-full wp-image-7212" /></a><br />
<strong>nabimuhammad.info _</strong> Umar Bin Abi Salamah r.a. bercerita:<br />
&#8216;Saat aku belia, aku pernah berada di kamar Rasulullah SAW dan kedua tanganku seringkali mengacak acak piring piring.  </p>
<p>Rasuullah bersabda kepadaku: &#8220;Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan baik yang terdekat [maksudnya ambillah makanan baik yang posisinya dekat dengan kita].<br />
[ HR Bukhari ]</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan">Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum"><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum">Etika duduk ketika Makan dan Minum</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)">Pola Makan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/ali-bin-abi-thalib/" title="Ali "><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>April 12, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/ali-bin-abi-thalib/" title="Ali ">Ali </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri">Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Memakan Makanan Yang Terdekat"  title="Memakan Makanan Yang Terdekat" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 02:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Suami Istri]]></category>
		<category><![CDATA['ibroh]]></category>
		<category><![CDATA[Ahli Kitab]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Harby]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Miqdam bin Ma’di Karb]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Mu’jamul Kabir]]></category>
		<category><![CDATA[Allah SWT]]></category>
		<category><![CDATA[bersabar]]></category>
		<category><![CDATA[bibi]]></category>
		<category><![CDATA[hak hak]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnul Atsir]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ath-Thabroni]]></category>
		<category><![CDATA[isnad shohih]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[laki laki]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[memperlakukan wanita dengan baik]]></category>
		<category><![CDATA[menalaknya]]></category>
		<category><![CDATA[mewasiatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Miqdam bin Ma’di Karb]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[putri]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[sampai mati]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7201</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Imam Ath-Thabroni meriwayatkan di Al-Mu’jamul Kabir (20/374, no.648) dari hadits Al-Miqdam bin Ma’di Karb rodhiyallahu ‘anhu dengan isnad shohih, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama berdiri di hadapan manusia. Maka ia memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda, إن الله يوصيكم بالنساء خيراً إن الله يوصيكم بالنساء خيراً فإنهن أمهاتكم ، وبناتكم ، وخالاتكم إن [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/05/images6.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/05/images6.jpg" alt="images6 Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" title="images6" width="259" height="194" class="alignnone size-full wp-image-6723" /></a><br />
<strong>nabimuhammad.info _</strong> <strong>Imam Ath-Thabroni</strong> meriwayatkan di Al-Mu’jamul Kabir (20/374, no.648) dari hadits Al-Miqdam bin Ma’di Karb rodhiyallahu ‘anhu dengan isnad shohih, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallama berdiri di hadapan manusia. Maka ia memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,</p>
<blockquote>
<p>إن الله يوصيكم بالنساء خيراً إن الله يوصيكم بالنساء خيراً فإنهن أمهاتكم ، وبناتكم ، وخالاتكم<br />
إن الرجل من أهل الكتاب يتزوج المرأة وما يعلق يداها الخيط ؛ فما يرغب واحد منهما عن صاحبه حتى يموت هرماً</p>
<p>“Sesungguhnya Allah mewasiatkan kepada kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya Allah mewasiatkan  kalian agar memperlakukan wanita dengan baik. Sesungguhnya mereka adalah ibu ibu kalian, putri putri kalian dan bibi bibi kalian. Sesungguhnya ada seorang dari Ahli Kitab yang menikahi seorang wanita , dan ia tidak pernah mengikat tangan wanita itu dengan benang. Maka salah satu dari keduanya tidak membenci pasangannya sampai mati”.</p></blockquote>
<p>Di hadits ini, setelah Rasulullah sholllahu ‘alaihi wa sallama mewasiatkan untuk memperlakukan wanita dengan baik. Beliau menceritakan tentang akhlak seorang suami yang bersabar dalam menghadapi istrinya yang masih muda dan kasar terhadapnya. Akhlak istrinya yang buruk tersebut tidak membuatnya menalaknya. bahkan Ia tetap bersabar sampai ia mati.</p>
<p><strong>Ibnul Atsir</strong> [1] menukilkan dari Al-Harby ia mengatakan, “Karena usia wanita itu yang masih kecil dan sifatnya yang kurang lembut. Maka laki-laki itu bersabar menghadapinya sampai mati. Maksudnya, beliau shollallahu ‘alaihi wa sallama memotivasi para sahabatnya untuk memperlakukan wanita dengan baik, bersabar menghadapi mereka. Dan (maksudnya) Ahli Kitab melakukan itu terhadap wanita-wanita mereka”.</p>
<p>Maka hendaklah orang-orang yang tidak baik mu’amalahnya dengan wanita, bersikap keras dan kasar kepada mereka, membuka hati sebelum membuka mata dan telinganya terhadap hadits ini!!</p>
<p>Sungguh di hadits yang mulia ini terdapat ‘ibroh bagi orang-orang yang tidak menjaga hak-hak wanita. Juga bagi orang-orang yang tertipu dengan propaganda barat yang mengatas namakan hak-hak wanita..ketahuilah ! tidak akan mulia wanita kecuali di bawah naungan islam.~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam">Hukum Membuat Patung Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab "><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab ">Abu Lahab </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum"><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum">Etika duduk ketika Makan dan Minum</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)"><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)">Pola Makan Rasulullah (2)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah "><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>June 22, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah ">Fatimah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/harits-bin-abdul-muthalib/" title="Harits "><img src="Array" alt=" Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"  title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/harits-bin-abdul-muthalib/" title="Harits ">Harits </a> (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 01:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Makan dan Minum Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hurairah]]></category>
		<category><![CDATA[adz-Dzahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlus Shuffah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Bidayah Wan Nihayah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah SWT]]></category>
		<category><![CDATA[Arna'uth]]></category>
		<category><![CDATA[berkah]]></category>
		<category><![CDATA[bernafas]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[gandum]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[HR Imam Tirmidzi]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[kekenyangan]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[makanlah sebelum lapar]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[Miqdam Ma'di Karb r.a]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Khandaq]]></category>
		<category><![CDATA[perutnya]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah dan Cuka]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>
		<category><![CDATA[sanadnya dhaif]]></category>
		<category><![CDATA[sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[sepertiga]]></category>
		<category><![CDATA[terlalu kenyang]]></category>
		<category><![CDATA[tidak makan sebelum lapar]]></category>
		<category><![CDATA[tulang punggung]]></category>
		<category><![CDATA[Zaadul Ma’ad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=7186</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Bagaimana keshahihan hadits berikut: نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع “Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.“ Hadits ini memang diriwayatkan dari sebagian sahabat yang bertugas sebagai utusan, namun sanadnya dhaif. Diriwayatkan bahwa para sahabat tersebut berkata dari Rasulullah shallallahu ’alaihi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/cherry-blossom.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/08/cherry-blossom.jpg" alt="cherry blossom Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" title="cherry-blossom" width="319" height="432" class="alignnone size-full wp-image-6783" /></a><br />
<strong>nabimuhammad.info _ </strong>Bagaimana keshahihan hadits berikut:</p>
<p>نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع</p>
<p>“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.“</p>
<p>Hadits ini memang diriwayatkan dari sebagian sahabat yang bertugas sebagai utusan, namun sanadnya dhaif. Diriwayatkan bahwa para sahabat tersebut berkata dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:</p>
<p>نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع</p>
<p>“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyangs“</p>
<p>Maksudnya yaitu bahwa kaum muslimin itu hemat dan sederhana.</p>
<p>Maknanya benar, namun sanadnya dhaif, silakan periksa di <strong>Zaadul Ma’ad</strong> dan <strong>Al Bidayah Wan Nihayah</strong>. Faidahnya, bahwa seseorang baru makan sebaiknya jika sudah lapar atau sudah membutuhkan. Dan ketika makan, tidak boleh berlebihan sampai kekenyangan. Adapun rasa kenyang yang tidak membahayakan, tidak mengapa. Karena orang-orang di masa Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam dan masa selain mereka pun pernah makan sampai kenyang. Namun mereka menghindari makan sampai terlalu kenyang.</p>
<p>Terkadang Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengajak para sahabat ke tempat sebuah jamuan makan. Kemudian beliau menjamu mereka dan meminta mereka makan. Kemudian mereka makan sampai kenyang. Setelah itu barulah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam makan beserta para sahabat yang belum makan.</p>
<p>Terdapat hadits, di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, ketika sedang terjadi <strong>perang Khandaq</strong>, Jabir bin Abdillah Al Anshari mengundang Nabi shallallahu ’alaihi wasallam untuk memakan daging sembelihannya yang kecil ukurannya beserta sedikit gandum. Kemudian Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mengambil sepotong roti dan daging, kemudian beliau memanggil sepuluh orang untuk masuk dan makan. Mereka pun makan hingga kenyang kemudian keluar. Lalu dipanggil kembali sepuluh orang yang lain, dan demikian seterusnya. </p>
<p>Allah SWT menambahkan berkah pada daging dan gandum tadi, sehingga bisa cukup untuk makan orang banyak, bahkan masih banyak tersisa, hingga dibagikan kepada para tetangga.</p>
<p>Dan suatu hari, Nabi shallallahu ’alaihi wasallam menyajikan susu pada Ahlus Shuffah (salah satunya Abu Hurairah, pent). Abu Hurairah berkata: “Aku minum sampai puas.” Kemudian Nabishallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Ayo minum lagi, Abu Hurairah.“ Maka aku minum. Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Ayo minum lagi.“ Maka aku minum lagi.</p>
<p>Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Ayo minum lagi.“ Maka aku minum lagi, lalu aku berkata “Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak lagi aku dapati tempat untuk minuman dalam tubuhku”. Kemudian Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mengambil susu yang tersisa dan meminumnya. Semua ini adalah dalil bolehnya makan sampai kenyang dan puas yang wajar, selama tidak membahayakan.</p>
<p>Dari <strong>Miqdam Ma&#8217;di Karb r.a</strong>. menyatakan pernah mendengar Rasulullah bersabda:</p>
<p>&#8216;Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga [dari perutnya] untuk makanannya.  Sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas&#8217;<br />
[ HR Imam Tirmidzi dan Hakim ]<br />
Arna&#8217;uth dan Adz Dzahabi menyatakan hadits ini shahih.</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)"><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)">Pola Makan Rasulullah (2)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas"><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>October 11, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-1-ikhlas/" title="Bab 1. Ikhlas">Bab 1. Ikhlas</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/islam-agama-mudah-tapi-jangan-dimudah-mudahkan/" title="Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan"><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>October 9, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/islam-agama-mudah-tapi-jangan-dimudah-mudahkan/" title="Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan">Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)">Kemuliaan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/makan-niatkan-untuk-bertaqwa/" title="Makan Niatkan Untuk Bertaqwa"><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>October 6, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/10/makan-niatkan-untuk-bertaqwa/" title="Makan Niatkan Untuk Bertaqwa">Makan Niatkan Untuk Bertaqwa</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam">Hukum Membuat Patung Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"  title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 01:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Makan dan Minum Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Abi Dawud]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hurairah Ra]]></category>
		<category><![CDATA[Albani-rahimhullah]]></category>
		<category><![CDATA[banyak dan berlebih]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Makan & Minum]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kelaparan]]></category>
		<category><![CDATA[khianat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu makan]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[seburuk-buruk teman dekat]]></category>
		<category><![CDATA[seburuk-buruk teman tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4280</guid>
		<description><![CDATA[Umat muslim di anjurkan untuk makan hanya sebatas kebutuhan fisik saja, artinya betul betul hanya untuk supaya tidak kelaparan. Itu artinya seorang muslim tidak boleh makan dengan porsi yang banyak dan berlebih. Sehingga tidak bisa lagi membedakan makan karena kebutuhan atau makan karena nafsu makan yang besar. Nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan untuk makan secukupnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/eat28.jpg" alt="eat28 Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" title="eat28" width="152" height="183" class="alignnone size-full wp-image-4281" /><br />
Umat muslim di anjurkan untuk makan hanya sebatas kebutuhan fisik saja, artinya betul betul hanya untuk supaya tidak kelaparan.  Itu artinya seorang muslim tidak boleh makan dengan porsi yang banyak dan berlebih.  Sehingga tidak bisa lagi membedakan makan karena kebutuhan atau makan karena nafsu makan yang besar.</p>
<blockquote><p>Nabi Muhammad SAW selalu mencontohkan untuk makan secukupnya saja.  Hanya untuk agar tidak kelaparan.  </p></blockquote>
<p>•	Berlindung dari kelaparan, dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah Muhammad SAW bersabda: </p>
<p>اَللّهُـمَّ إِنِّي أَعـُوذُبِكَ مِنَ الْجُـوْعِ فَإِنَّهُ بِئْـسَ الضَّجِيْعِ وَأَعُـوْذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنَّهُ بِئْـسَ اْلبِطَانَةِ</p>
<p>	“Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari kelaparan sesungguhnya ia seburuk-buruk teman tidur dan aku berlindung kepadaMu dari khianat sesungguhnya ia seburuk-buruk teman dekat”. </p>
<p>  [Hadits ini dihasankan oleh Albani-rahimhullah-, sunan Abi Dawud no: 2723]</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)">Pola Makan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri">Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/" title="Tidak Mencela Makanan"><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/" title="Tidak Mencela Makanan">Tidak Mencela Makanan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum"><img src="Array" alt=" Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"  title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum">Etika duduk ketika Makan dan Minum</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membaca Bismillah Sebelum Makan</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 00:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Makan dan Minum Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Abdullah bin Hurairah As-Saba’I]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman bin Jubair]]></category>
		<category><![CDATA[Abusy-Syaikh]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlaqun Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Al Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Hawi Lil Fatawa]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[aqnaita]]></category>
		<category><![CDATA[Bakar bin Amer]]></category>
		<category><![CDATA[Bersin]]></category>
		<category><![CDATA[bid’ah madzmumah (bid’ah yang tercela)]]></category>
		<category><![CDATA[Bismillah]]></category>
		<category><![CDATA[Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Dimasqy]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Makan & Minum]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah]]></category>
		<category><![CDATA[hamdallah]]></category>
		<category><![CDATA[Harta]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Abid Dunya]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Suyuthi]]></category>
		<category><![CDATA[kemusyirkan]]></category>
		<category><![CDATA[khurafat]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Bismillah Sebelum Makan]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad bin Abdul Wahab]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Mustadrakul Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[penghidupan]]></category>
		<category><![CDATA[perawi tsiqah]]></category>
		<category><![CDATA[pujian]]></category>
		<category><![CDATA[Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah dan Cuka]]></category>
		<category><![CDATA[sanad]]></category>
		<category><![CDATA[shahih]]></category>
		<category><![CDATA[shahih muttafaq alaihi]]></category>
		<category><![CDATA[Shalawat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Abdullah bin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh muhammad nashirudin al albani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4285</guid>
		<description><![CDATA[۷١ &#8211; كَانَ اِذَا قُرِبَ اِلَيْهِ الطَّعَامُ يَقُالُ : بِسْمِ اﷲِ ، فَاِذَا فَرَغَ قَالَ : اَللّٰهُمَّ اَطْعَمْتَ وَاَسْقَيْتَ ، وَاَقْنَيْتَ ، وَهَدَيْتَ ، وَاَحْيَيْتَ ، فَلِلّهِ الْحَمْدُ عَلىٰ مَا اَعْطَيْتَ “Jika Rasulullah disuguhi makanan, beliau mengucapkan: “Bismillah”. Dan jika telah selesai makan beliau berdo’a: “Ya Allah, Engaku telah memberi makan, memberi minum, memberi harta, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/eat61.jpg" alt="eat61 Membaca Bismillah Sebelum Makan" title="eat6" width="218" height="170" class="alignnone size-full wp-image-4288" /></p>
<blockquote><p>
۷١ &#8211;  كَانَ اِذَا قُرِبَ اِلَيْهِ الطَّعَامُ يَقُالُ : بِسْمِ اﷲِ ، فَاِذَا فَرَغَ قَالَ : اَللّٰهُمَّ اَطْعَمْتَ وَاَسْقَيْتَ ، وَاَقْنَيْتَ ، وَهَدَيْتَ ، وَاَحْيَيْتَ ، فَلِلّهِ الْحَمْدُ عَلىٰ مَا اَعْطَيْتَ</p>
<p>“Jika Rasulullah disuguhi makanan, beliau mengucapkan: “Bismillah”. Dan jika telah selesai makan beliau berdo’a: “Ya Allah, Engaku telah memberi makan, memberi minum, memberi harta, memberi hadiah (suguhan) dan memberi penghidupan. Hanya milik Allah -lah semua pujian atas semua yang telah diberikan.”</p></blockquote>
<p>Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (4/62, 5/375), dan Abusy-Syaikh di dalam Ahlaqun Nabi  (hal 238) dari Bakar bin Amer, dari Abdullah bin Hurairah As-Saba’I dari Abdurrahman bin Jubair, yang memberitahukan bahwa ia telah diberi riwayat oleh seseorang yang pernah melayani Rasul selama kurang lebih delapan tahun. Orang tersebut mendengar Rasulullah berdo’a ketika disuguhi makanan… (Perawi menyebutkan hadits di atas secara lengkap).</p>
<p>Saya berpendapat: Sanad hadits ini shahih dan seluruh perawinya tsiqah, disamping juga dipakai oleh Imam Muslim.</p>
<p>Kata “aqnaita” berarti: harta (atau benda-benda lain) yang telah Engkau berikan.</p>
<p>Hadits ini menunjukkan bahwa doa yang dibaca ketika akan makan adalah Bismillah, tak ada yang lain (tambahan). Hadits-hadits lain yang shahih juga tidak menyebutkan adanya tambahan. Dan saya belum pernah melihat hadits yang menyebutkan adanya tambahan doa. Oleh karena itu, tambahan itu merupakan bid’ah (menurut istilah ulama fiqh). Dan orang-orang yang memakai tambahan doa itu seandainya ditanya mereka secara serempak akan menjawab: “Sebab doa itu telah banyak dipakai.”</p>
<p>Saya mengatakan: Segala tambahan (susulan) yang diberikan kepada Rasul tak ubahnya seperti shalawat kepada Nabi  ketika menjawab orang yang bersin, yang telah membaca Hamdallah. Seandainya hal itu disyari’atkan, tentu Nabi akan menyebutkannya atau mempraktekkannya walau sekali. Sebab semua amal yang diperintahkan kepada kita untuk mengamalkannya pasti pernah dipraktekkan (apalagi diperintahkan oleh beliau, meskipun hanya sekali).</p>
<p>Oleh karena itu mengenai adanya tambahan itu terdapat silang pendapat di antara ulama. Syaikh Abdullah bin Umar tidak mengakuinya, sebagaimana dijelaskan di dalam <strong>Mustadrakul Hakim</strong>. Sedang Imam Suyuthi dengan tegas di dalam <strong>Al-Hawi Lil Fatawa</strong> (1/388) menyatakan bahwa tambahan itu adalah bid’ah madzmumah (bid’ah yang tercela).</p>
<p>Dapatkah mereka yang ikut-ikutan memakai tambahan itu menjelaskan mengapa Imam Suyuthi berani dengan tegas menyatakan pendapatnya itu? Sebuah jawaban klise yang mereka berikan adalah karena dia adalah seorang Wahabi! Padahal beliau wafat kurang lebih tiga ratus tahun sebelum Muhammad bin Abdul Wahab wafat. Hal itu mengingatkan saya pada sebuah cerita menarik di sebuah lembaga pendidikan di <strong>Dimasqy</strong> (baca: Damaskus). Di sana ada seorang tenaga pengajar terkemuka yang beragama Nasrani. Ia membicarakan gerakan yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab di Jazirah Arabia dan usahanya untuk menghancurkan segala prilaku dan tindakan yang mengandung kemusyirkan, bid’ah, dan khurafat. Karena nada bicaranya tampak menggebu-gebu dan penuh antusias, maka ada salah seorang siswa berkomentar: “Dosen ini jelas seorang Wahabi!”</p>
<p>Ada pula yang menganggap As-Suyuti salah mengambil kesimpulan. Tetapi seandainya dia benar-benar melakukan kesalahan maka buktinya (dalilnya)? Sedangkan hadits yang digunakan oleh As-Suyuti adalah hadits Rasul:</p>
<p>“Orang yang mengajarkan sesuatu yang tidak termasuk dalam agama kami ini adalah tertolak.”</p>
<p>Nilai hadits ini shahih muttafaq alaihi (disepakati Bukhari, Muslim dan Ahmad).</p>
<p>Hadits-hadits lain yang senada dengan hadist itu telah kami himpun dalam sebuah buku yang khusus berbicara tentang bid’ah. Semoga Allah I berkenan memberikan pertolongan-Nya kepada saya, sehingga dapat menyelesaikannya dengan baik.</p>
<p>                                            ash-shahihain &#8211; syaikh muhammad nashirudin al albani -rahimahullohu-</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang">Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/islam-agama-mudah-tapi-jangan-dimudah-mudahkan/" title="Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>October 9, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/islam-agama-mudah-tapi-jangan-dimudah-mudahkan/" title="Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan">Islam Agama Mudah, Tapi Jangan Dimudah Mudahkan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>October 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/10/bab-2taubat/" title="Bab 2:Taubat">Bab 2:Taubat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-1/" title="Kemuliaan Rasulullah (1)">Kemuliaan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-2/" title="Kemuliaan Rasulullah (2)"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>June 21, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/kemuliaan-rasulullah-2/" title="Kemuliaan Rasulullah (2)">Kemuliaan Rasulullah (2)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/puasa-rasulullah/" title="Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>May 8, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/05/puasa-rasulullah/" title="Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa">Hari Yang Dipilih Rasulullah Untuk Berpuasa</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/kewafatan-rasulullah/" title="Wafatnya Rasulullah"><img src="Array" alt=" Membaca Bismillah Sebelum Makan"  title="Membaca Bismillah Sebelum Makan" /></a>April 17, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/kewafatan-rasulullah/" title="Wafatnya Rasulullah">Wafatnya Rasulullah</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Mencela Makanan</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 00:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Makan dan Minum Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Hurairah Radhiallaahu anhu]]></category>
		<category><![CDATA[Diam]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Makan & Minum]]></category>
		<category><![CDATA[kehormatan]]></category>
		<category><![CDATA[komentar buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Muttafaq'alaih]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[puas]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam]]></category>
		<category><![CDATA[rela]]></category>
		<category><![CDATA[suka]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Mencela Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[tidak suka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=4290</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Nabi Muhammad SAW tak pernah memberi komentar buruk terhadap makanan yang dihidangkan untuk beliau. Ini menunjukkan kehormatan beliau akan makanan. Meskipun beliau tidak menyukainya, beliau hanya diam dan meninggalkannya. Nabi menganjurkan umatnya agar selalu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/10/eat141.jpg" alt="eat141 Tidak Mencela Makanan" title="eat14" width="266" height="189" class="alignnone size-full wp-image-4294" /><br />
<strong>nabimuhammad.info _</strong> Nabi Muhammad SAW tak pernah memberi komentar buruk terhadap makanan yang dihidangkan untuk beliau.  Ini menunjukkan kehormatan beliau akan makanan.  Meskipun beliau tidak menyukainya, beliau hanya diam dan meninggalkannya.  </p>
<blockquote><p>Nabi menganjurkan umatnya agar selalu  puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya. </p></blockquote>
<p>Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menuturkan: &#8220;Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak, maka ia tinggalkan&#8221; (Muttafaq&#8217;alaih).</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum"><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum">Etika duduk ketika Makan dan Minum</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)"><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)">Pola Makan Rasulullah (2)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu"><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>January 6, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/wahyu/" title="Wahyu">Wahyu</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-menggambar-dalam-islam/" title="Hukum Menggambar Dalam Islam">Hukum Menggambar Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab "><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/abu-lahab/" title="Abu Lahab ">Abu Lahab </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri">Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"><img src="Array" alt=" Tidak Mencela Makanan"  title="Tidak Mencela Makanan" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang">Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika duduk ketika Makan dan Minum</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 00:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Makan dan Minum Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[berdiri]]></category>
		<category><![CDATA[berlebihan]]></category>
		<category><![CDATA[Diam]]></category>
		<category><![CDATA[diharamkan]]></category>
		<category><![CDATA[dimakruhkan]]></category>
		<category><![CDATA[Etika duduk ketika Makan dan Minum]]></category>
		<category><![CDATA[Fathul Mannan]]></category>
		<category><![CDATA[HR Ad Darimi]]></category>
		<category><![CDATA[HR Ibnu Majah]]></category>
		<category><![CDATA[HR Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[HR. Bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Bertelekan]]></category>
		<category><![CDATA[jangan terlentang]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[peredaran makanan]]></category>
		<category><![CDATA[perut]]></category>
		<category><![CDATA[QS. Al Hasyr:7]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[Shahih Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[siklus peredaran makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Sunan Ibnu Majah]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Ta’liqatur Radliyah]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/2010/01/etika-makan-dan-minum/</guid>
		<description><![CDATA[nabimuhammad.info _ Seyogyanya bagi orang yang hendak makan memilih cara duduk yang baik dan menyenangkan. Jangan bertelekan dan jangan terlentang dan jangan makan dan minum sambil berdiri. Adapun duduk bertelekan telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, ‘Sesungguhnya saya tidak makan secara bertelekan’ (HR Bukhari, no 5398) Bertelekan maksudnya menyandarkan pundak pada sesuatu atau bertumpu pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/images11.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/images11.jpg" alt="images11 Etika duduk ketika Makan dan Minum" title="images11" width="167" height="167" class="alignnone size-full wp-image-6446" /></a><br />
<strong>nabimuhammad.info _</strong> Seyogyanya bagi orang yang hendak makan memilih cara duduk yang baik dan menyenangkan.  Jangan bertelekan dan jangan terlentang dan jangan makan dan minum sambil berdiri.</p>
<p>Adapun duduk bertelekan telah dilarang oleh Rasulullah sebagaimana sabdanya, ‘Sesungguhnya saya tidak makan secara bertelekan’ (HR Bukhari, no 5398)</p>
<p>Bertelekan maksudnya menyandarkan pundak pada sesuatu atau bertumpu pada salah satu tangan ke bumi.  Maksud hadist di atas wallahu a’lam,</p>
<p> ‘Sesungguhnya saya apabila makan tidak duduk di atas lantai dengan menaruh sandaran seperti orang yang mau melahap banyak hidangan dari berbagai menu makanan’</p>
<blockquote><p>Nabi memang di utus di Jazirah Arab yang tradisinya merupakan hal yang pertengahan.  Beliau tidak berlebih lebihan sebagaimana yang dilakukan oleh orang lain.  Alangkah baiknya penganut sebuah agama mengikuti tata cara hidup pemimpinnya, baik dalam masalah besar maupun kecil. (<strong>Ta’liqatur Radliyah</strong>)</p></blockquote>
<p>Adapun duduk dengan cara tertelungkup di atas perut dan mukanya, maka hal itu telah dilarang oleh Rasulullah.  (HR Ibnu Majah)</p>
<p>Berdasarkan pengalaman, yang demikian itu akan menghalangi peredaran makanan dan memberatkan.  Mengenai minum dengan cara berdiri, telah ada hadist Rasulullah yang melarang seseorang minum dengan berdiri.  Ketika Anas Bin Malik ditanya tentang makan sambil berdiri, beliau berkata:  “Itu lebih jelek dan lebih buruk” (HR Muslim)</p>
<p>Dengan demikian, seorang yang menikmati sesuatu dalam keadaan tenang dan diam, akan lebih baik bagi baan dan lebih mudah dalam peredarannya.  Bila tidak, akan mengakibatkan keguncangan di dalam perut dan merusak siklus peredaran makanan (Fathul Mannan)</p>
<p>Dengan duduk, lebih bisa membuat seseorang tenang daripada dia berdiri.  Orang yang minum dengan berdiri, dia mengajak setan untuk ikut minum bersamanya. </p>
<p>Rasulullah pernah melihat seseorang yang minum dengan berdiri, beliau bersabda kepadanya, “Muntahkanlah!”  Orang tsb bertanya, “Kenapa wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda “Maukah kamu minum bersama kucing?” Orang tsb menjawab, “Tidak”.<br />
“Tapi sudah ada yang ikut minum bersamamu yang lebih jelek dari itu, yaitu setan” (HR Ad Darimi).</p>
<blockquote><p>Minum dengan berdiri bukanlah diharamkan, tetapi di makruhkan.  Karena Rasulllah sendiri pernah minum sambil berdiri, baik karena uzur atau tidak. (HR Bukhari)</p></blockquote>
<p>Seorang Muslim hendaknya mengamalkan sunnah  yang sering dilupakan oleh kebanyakan orang.  Saya pernah dilihat oleh seseorang yang sudah tua ketika minum dengan duduk, ia bertanya tantang penyebabnya.  Saya katakan bahwa itu termasuk sunnah.  Dia tersenyum keheranan.  Bayangkan!  Bagaimana masalah ini tidak diketahui oleh orang seperti dia, padahal itu disebutkan dalam Shahih Muslim dan kitab lainnya.  Tetapi jangan heran!  Mungkin dia tidak mengetahui ini sunnah atau dia menganggap itu hanyalah masalah sepele.  </p>
<p>Ini merupakan suatu kesalahan, karena Allah berfirman, </p>
<blockquote><p>“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.  Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah” (QS. Al Hasyr:7)</p></blockquote>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)"><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)">Pola Makan Rasulullah (2)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri">Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/" title="Tidak Mencela Makanan"><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/" title="Tidak Mencela Makanan">Tidak Mencela Makanan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah "><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>June 22, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah ">Fatimah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam"><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>January 2, 2012 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2012/01/hukum-membuat-patung-dalam-islam/" title="Hukum Membuat Patung Dalam Islam">Hukum Membuat Patung Dalam Islam</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/harits-bin-abdul-muthalib/" title="Harits "><img src="Array" alt=" Etika duduk ketika Makan dan Minum"  title="Etika duduk ketika Makan dan Minum" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/harits-bin-abdul-muthalib/" title="Harits ">Harits </a> (1)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pola Makan Rasulullah (2)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 10:43:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika (Pola)  Makan Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[berlebihan]]></category>
		<category><![CDATA[biologis]]></category>
		<category><![CDATA[circadian rhytme]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[idkhol at thoam 'ala thoam (makan lagi sesudah kenyang).]]></category>
		<category><![CDATA[isrof]]></category>
		<category><![CDATA[lambung]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[minum]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pernafasan]]></category>
		<category><![CDATA[pola konsumsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Makan Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr Musthofa Romadhon]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[siklus pencernaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/2010/01/pola-makan-rasulullah-2/</guid>
		<description><![CDATA[Pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologis berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Prof. Dr Musthofa Romadhon juga menjelaskan tentang tata cara Rasulullah mengkonsumsi makanan. Hal ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Setinggi apapun gizinya, jika pola konsumsinya tidak teratur, tetap akan berdampak buruk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/tulip_wallpaper_1024.jpg"><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2011/06/tulip_wallpaper_1024.jpg" alt="tulip wallpaper 1024 Pola Makan Rasulullah (2)" title="Spring Flowers Wallpapers" width="1024" height="768" class="alignnone size-full wp-image-6378" /></a>Pola makan Rasulullah  ternyata sangat cocok dengan irama biologis berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut <strong>circadian rhytme</strong> (irama biologis).<br />
<strong>Prof. Dr Musthofa Romadhon</strong> juga menjelaskan tentang tata cara Rasulullah mengkonsumsi makanan.  Hal ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Setinggi apapun gizinya, jika pola konsumsinya tidak teratur, tetap akan berdampak buruk terhadap kesehatan.</p>
<blockquote><p>Inti pola konsumsi Rasulullah adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam makan dan minum.</p></blockquote>
<p>  Rasulullah bersabda: &#8220;Tidaklah anak Adam memenuhi sesuatu yagn lebih buruk dari perutnya.  Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat  menegakkan tulang punggungnya.  Jika tidak ada cara lain maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya (udara)&#8221; (HR Tirmidzi dan Al Hakim.  Imam Arna&#8217;uth dan Imam Adz Dzhahabi mensahihkan hadist ini)</p>
<p>Ketika seseorang terlalu kenyang dan terlalu banyak makan, maka lambung akan penuh dan pernafasannya akan terganggu.  Proses pencernaan menjadi lama dna zat zat yang terkandung dalam maknanan tsb. menjadi tidak berfungsi dengan baik.  Kondisi fisik menjadi tidak prima dan aktifitas pun tidak maksimal.  Prof. Dr Musthofa menekankan bahwa assyab&#8217;u (kenyang) itu bukan al imtila (memenuhi perut dengan makanan).  Kenyang yang sebenarnya adalah tercukupinya tubuh  oleh zat zat yang dibuthkannya sesuai dengan proporsi dan ukurannya.</p>
<blockquote><p>Rasulullah tidak pernah melakukan idkhol at thoam &#8216;ala thoam (makan lagi sesudah kenyang).</p></blockquote>
<p>  Suatu hari, dimasa setelah Rasulullah wafat, para sahabat mengunjungi Aisyah.  Saat itu Khilafah Islamiyah sangat luas dan makmur.  Sambil menunggu Aisyah, para sahabat yang saat itu sudah menjadi kaya raya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam macam.</p>
<p>Aisyah yang mendengar hal itu tiba tiba  menangis.  Tentu saja para sahabat terheran heran, &#8220;Apa yang membuatmu menangis wahai bunda Aisyah?&#8221; tanya para sahabat.</p>
<blockquote><p>Aisyah menjawab, &#8220;Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan (mencapai) dua jenis makanan.  Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti&#8221;</p></blockquote>
<p>Penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya macam macam makanan dalam perut telah melahirkan bermacam macam penyakit.  Maka sebaiknya tidak mudah tergoda untuk makan lagi jika sudah kenyang.~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/" title="Pola Makan Rasulullah (1)">Pola Makan Rasulullah (1)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/etika-makan-dan-minum/" title="Etika duduk ketika Makan dan Minum">Etika duduk ketika Makan dan Minum</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri">Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang">Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/membaca-bismillah-sebelum-makan/" title="Membaca Bismillah Sebelum Makan">Membaca Bismillah Sebelum Makan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/" title="Tidak Mencela Makanan"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/tidak-mencela-makanan/" title="Tidak Mencela Makanan">Tidak Mencela Makanan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah "><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>June 22, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/fatimah-binti-muhammad/" title="Fatimah ">Fatimah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/aisyah/" title="Aisyah"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (2)"  title="Pola Makan Rasulullah (2)" /></a>April 22, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/04/aisyah/" title="Aisyah">Aisyah</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pola Makan Rasulullah (1)</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 10:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika (Pola)  Makan Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[ahsani taqwim]]></category>
		<category><![CDATA[air dingin]]></category>
		<category><![CDATA[al hafidz al amin]]></category>
		<category><![CDATA[ba'dunis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisyir ibnu al barra]]></category>
		<category><![CDATA[buah tin]]></category>
		<category><![CDATA[cerna]]></category>
		<category><![CDATA[cuka]]></category>
		<category><![CDATA[dhuha]]></category>
		<category><![CDATA[fluor]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[hilbah]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[keju]]></category>
		<category><![CDATA[kepikunan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurma]]></category>
		<category><![CDATA[kurma ajwa']]></category>
		<category><![CDATA[lambung]]></category>
		<category><![CDATA[lemah tulang]]></category>
		<category><![CDATA[luka bakar]]></category>
		<category><![CDATA[Mad'u]]></category>
		<category><![CDATA[metabolisme tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[mikronutrisi]]></category>
		<category><![CDATA[minyak zaitun]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[mulut]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[peradangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Khaibar]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Makan Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr Musthofa Romadhon]]></category>
		<category><![CDATA[qiyamul lail]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah Saw]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>
		<category><![CDATA[sabbath]]></category>
		<category><![CDATA[sana al makki]]></category>
		<category><![CDATA[sanut]]></category>
		<category><![CDATA[sayur mayur]]></category>
		<category><![CDATA[sembelit]]></category>
		<category><![CDATA[sintetik]]></category>
		<category><![CDATA[sistem pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[siwak]]></category>
		<category><![CDATA[Subuh]]></category>
		<category><![CDATA[Udara Segar]]></category>
		<category><![CDATA[usus]]></category>
		<category><![CDATA[wasir]]></category>
		<category><![CDATA[yaqthin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Kita mengenal ungkapan, &#8220;mencegah lebih baik dari mengobati&#8221;. Mengenal serta meneladani pola makan Rasulullah merupakan langkah aplikatif dan tindakan preventif dari penyakit yang bisa menyerang tubuh kita. Jika kita cermat melihat pola hidup Rasulullah, maka akan kita dapati point penting sbb: 1. Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Beliau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita mengenal ungkapan, &#8220;mencegah lebih baik dari mengobati&#8221;.  Mengenal serta meneladani pola makan Rasulullah merupakan langkah aplikatif dan tindakan preventif dari penyakit yang bisa menyerang tubuh kita.<br />
Jika kita cermat melihat pola hidup Rasulullah, maka akan kita dapati point penting sbb:</p>
<p>1.	Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari.  Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan (shalat) qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat zat lain, sehingga sangat bermanfaat  untuk optimalisasi metabolisme tubuh.  Hal ini jelas sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas dalam aktifitasnya sehari penuh.   Orang yang memulai kehidupan di pagi hari dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimisme.  Berbeda dengan orang yang tidak bangun di subuh hari, biasanya lebih mudah terserang rasa malas beraktifitas.</p>
<p>2.	Di pagi hari, Rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya.  Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan.  Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.  Kita tahu siwak mengandung fluor yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi.  Fluor yang terkandung dalam siwak merupakan fluor alami yang berguna, berbeda dengan fluor sintetik yang dapat membahayakan kesehatan.  Saat ini, fluor alami yang terdapat dalam siwak sudah mampu di ekstraksi dalam bentuk pasta gigi agar mudah di gunakan.</p>
<p>3.	Di pagi hari pula Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang di campur dengan sesendok madu asli.  Khasiatnya luarbiasa.  Dalam Al Quran, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh.  Hal ini berarti pada dasarnya madu bisa  menjadi obat atas berbagai penyakit.  Di tinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.  Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.  dalam istilah masyarakat Arab, madu di kenal dengan <strong>al hafidz al amin</strong> karena bisa menyembuhkan luka bakar.</p>
<p>4.	Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa&#8217; (matang).  Rasulullah pernah bersabda, &#8220;Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun&#8221;.  Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa di netralisir oleh zat zat yang terkandung dalam kurma.  Sementara itu <strong>Bisyir ibnu al barra</strong>, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tsb, akhirnya meninggal.  Tetapi Rasulullah selamat dari racun tsb.  Rahasianya adalah 7 butir kurma yang biasa di konsumsi Rasulullah.</p>
<p>5.	Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun.  Tentu saja tidak hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti.  Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.  Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.  Ada cerita menarik terkait dengan buah Tin dan minyak Zaitun.  A</p>
<blockquote><p>llah bersumpah dalam surat At Tin.  Dalam Al Quran, kata at tin  hanya disebutkan sekali, sedangkan kata az zaytun diulang sampai 7X.  Seorang ahli melakukan penelitian terkait hal itu.  Kesimpulannya luar biasa: jika zat zat yang terkandung dalam at tin dan az zaytun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1;7, maka akan menghasilkan <strong>ahsani taqwim</strong> (tubuh terbaik dan optimum kekuatannya) sebagaimana tercantum dalam surat At Tin</p></blockquote>
<p>6.	Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur mayur.  Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. (Dalam kamus Al Munjid Sana dan sanut berarti jenis tumbuh tumbuhan, bisa bermakna sayuran atau lalapan.  Tapi sanut bisa juga berarti madu dan keju).  Menurut Prof. Dr Musthofa Romadhon, di Mesir keduanya mirip dengan  sabbath dan ba&#8217;dunis.  Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang luar Arab, tapi Prof. Musthofa menjelaskan, intinya adalah sayur sayuran.  Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.  Rasulullah tidak langsung tidur setelah makan malam.  Beliau beraktifitas dulu supaya makanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah di cerna.  Caranya bisa juga dengan shalat.  </p>
<blockquote><p>Rasulullah bersabda: &#8220;Cairkan makanan kalian dengan zikir kepada Allah dan shalat dan janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras&#8221; (HR Abu Nu&#8217;aim dari Aisyah r.a)</p></blockquote>
<p>7.	Disamping menu wajib diatas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya.  Diantaranya <strong>tsarid</strong>, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak.  Beliau juga senang makan buah <strong>yaqthin</strong> atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula.  kemudian beliau juga senang  makan buah anggur dan <strong>hilbah</strong> (susu).</p>
<p>8.	Rasulullah sering menyempatkan untuk berolahraga.  Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak anak dan cucu cucunya.  pernah pula beliau lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah ra.  Olah raga diakui oleh para ahli kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh.</p>
<p>9.	Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang.  Karena itulah beliau tidak menyukai  berbincang bincang dan makan sesudah waktu isya.  Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi.  Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>December 25, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-2/" title="Pola Makan Rasulullah (2)">Pola Makan Rasulullah (2)</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah "><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/hamzah-bin-abdul-muthalib/" title="Hamzah ">Hamzah </a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/memakan-makanan-yang-terdekat/" title="Memakan Makanan Yang Terdekat">Memakan Makanan Yang Terdekat</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makanlah-hanya-agar-tidak-kelaparan/" title="Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan">Makanlah Hanya Agar Tidak Kelaparan</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/perut-sumber-penyakit/" title="Perut Sumber Penyakit"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>June 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/06/perut-sumber-penyakit/" title="Perut Sumber Penyakit">Perut Sumber Penyakit</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>December 30, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/paman-bibi-nabi/" title="Paman Dan Bibi Nabi">Paman Dan Bibi Nabi</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/suami-harus-lemah-lembut-terhadap-istri/" title="Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri">Suami Harus Lemah Lembut Terhadap Istri</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang"><img src="Array" alt=" Pola Makan Rasulullah (1)"  title="Pola Makan Rasulullah (1)" /></a>December 28, 2011 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2011/12/makan-ketika-lapar-dan-berhenti-sebelum-kenyang/" title="Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang">Makan Ketika Lapar Dan Berhenti Sebelum Kenyang</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2011/12/pola-makan-rasulullah-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khitan</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/11/khitan/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/11/khitan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 09:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Etika Menyambut Kelahiran Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Khitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=5124</guid>
		<description><![CDATA[Khitan disyariatkan untuk laki-laki berdasarkan kesepakatan para ulama. Hukum Berkhitan Para ulama berbeda pendapat tentang hukum khitan, dan pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah bahwa khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi wanita. Penyebab perbedaan di antara keduanya adalah: bahwa khitan bagi laki-laki mengandung mashlahat (kebaikan) yang kembali kepada salah satu syarat sah shalat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nabimuhammad.info/wp-content/uploads/2010/11/Khitan_10-300x225.jpg" alt="Khitan 10 300x225 Khitan" title="Khitan_10" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-5127" /><br />
Khitan disyariatkan untuk laki-laki berdasarkan kesepakatan para ulama. </p>
<p><strong>Hukum Berkhitan</strong></p>
<p>Para ulama berbeda pendapat tentang hukum khitan, dan pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah bahwa khitan hukumnya wajib bagi laki-laki dan sunnah bagi wanita. </p>
<p>Penyebab perbedaan di antara keduanya adalah: bahwa khitan bagi laki-laki mengandung mashlahat (kebaikan) yang kembali kepada salah satu syarat sah shalat dan dalam bersuci (thaharah).</p>
<p>Karena bila tetap kulup (tidak dikhitan), apabila air kencing keluar dari lobang ujung zakar (kemaluan lelaki) niscaya ada yang tertinggal dan berkumpul di kulup dan menjadi penyebab penyakit, bisa jadi infeksi atau radang (di kemaluan), atau setiap kali ia bergerak keluarlah kotoran darinya, maka ia menjadi najis karena hal itu.</p>
<p><strong>Dalil wajib khitan bagi laki-laki adalah:</strong></p>
<p><em>Pertama,</em> disebutkan dalam banyak hadits bahwa Nabi  menyuruh orang yang masuk Islam agar berkhitan, dan asal perintah adalah menunjukkan wajib.</p>
<p><em>Kedua</em>, khitan adalah perbedaan di antara muslim dan kristen, sehingga kaum muslimin mengenal orang-orang yang terbunuh dari mereka dalam peperangan dengan khitan. Mereka berkata: khitan adalah ciri khas, apabila merupakan ciri khas, maka hukumnya wajib karena wajib membedakan di antara kafir dan muslim, dan karena ini diharamkan menyerupai orang kafir, berdasarkan sabda Nabi :</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.&#8221;</p>
<p><em>Ketiga,</em> khitan adalah memotong salah satu anggota tubuh, dan memotong salah satu anggota tubuh hukumnya haram, dan yang haram tidak dibolehkan kecuali untuk sesuatu yang wajib. Maka atas dasar ini khitan hukumnya wajib.</p>
<p><em>Keempat</em>, sesungguhnya khitan dilaksanakan oleh wali anak yatim, hal itu merupakan tindakan melewati batas terhadapnya dan terhadap hartanya, karena ia akan memberi upah kepada tukang khitan. Jika tidak wajib tentu tidak boleh melakukan tindakan melewati batas terhadap badannya.</p>
<p>Semua dalil secara riwayat dan teori ini menunjukkan wajibnya khitan terhadap laki-laki. Adapun wanita, terhadap kewajiban perlu ditinjau lebih jauh, maka pendapat yang paling nampak bahwa hukumnya wajib bagi laki-laki bukan bagi wanita. </p>
<p>Dan ada hadit dha&#8217;if yang berbunyi:<br />
&#8220;Khitan sunnah bagi laki-laki dan kemuliaan bagi wanita.&#8221;2</p>
<p>Jika hadits ini shahih niscaya menjadi pemisah.</p>
<p>[Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin –Majmu' Fatawa wa Rasa`il 11/117]</p>
<p><strong>Khitan merupakan syarat sah masuk Islam</strong></p>
<p>Khitan termasuk sunnah fithrah bagi laki-laki dan wanita.  Sepantasnya bagi para da&#8217;i agar membiarkan persoalan khitan saat berdakwah kepada orang-orang kafir untuk masuk Islam –apabila hal itu menyebabkan dia lari dari Islam-. </p>
<p>Sesungguhnya Islam dan ibadah sah tanpa berkhitan. Dan setelah Islam menetap di hatinya, ia akan merasa disyari&#8217;atkannya khitan.</p>
<p>[Fatawa Lajnah Daimah untuk riset ilmu dan fatwa 5/116]</p>
<p>1 Ahmad dengan tambahan padanya 2/50, 92, Abu Daud 4031, ath-Thabrani dalam al-Ausath 8327, ia merupakan hadits<br />
hasan dengan semua syahidnya. Lihat: Fathul Bari 10/271, Faidhul Qadir karya al-Manawi 6/105 (8593).<br />
2 Akan tetapi baginya ada beberapa syahid: lihat: Musnad Ahmad 5/75, Mushannaf ibnu Abi Syaibah 26468, al-<br />
Mu&#8217;jamul Kabir&#8217; karya ath-Thabrani 7112, 7113, 11590, 12009, 12828, Sunan Kubra karya al-Baihaqi 8/324, 325<br />
(17343 -17346). Mulla Ali Qari menghasankan hadits imam Ahmad dalam &#8216;Mirqatul Mafatih&#8217; (8/272) dan di dalam<br />
hadits itu tidak ada lafazh (Haqq)</p>
<p><strong>Waktu yang tepat untuk mengkhitan</strong></p>
<p>Khitan tidak mempunyai batas tertentu dari syara&#8217; yang suci. Akan tetapi bilamana di usia lebih kecil maka ia lebih utama dan lebih mudah terhadap bayi laki-laki dan wanita. Dari hal itu bisa diketahui bahwa<br />
tidak mengapa khitan di usia menyusui.<br />
[Fatawa Lajnah Daimah untuk riset ilmu dan fatwa 5/123-124]</p>
<p><strong>Faedah Khitan</strong></p>
<p>Laki-laki yang dikhitan terbukti jarang sekali tertular infeksi yang menular melalui hubungan seksual dibanding mereka yang belum disunat, itulah yang termuat dalam jurnal Pediatrics.</p>
<p>Dalam jurnal disebutkan bahwa khitan dapat mengurangi risiko tertular dan menyebarkan infeksi sampai sekitar 50%. Makanya jurnal juga menyarankan manfaat besar mengenai sunat bagi bayi yang baru lahir.</p>
<p>Studi saat ini hanya satu dari sekian studi untuk mengupas lebih jauh tentang topik kontroversial ini. Meskipun berbagai studi mendapati bahwa sunat bisa mengurangi tingkat HIV (virus penyebab AIDS), sipilis, dan borok pada alat kelamin, hasil tersebut bercampur dengan penyakit lain yang menular melalui hubungan seks (STD).</p>
<p>Academy of Pediatrics, Amerika menyebut bukti tersebut “rumit dan bertentangan”, karena itu mereka menyimpulkan bahwa, untuk saat ini, bukti tersebut tak memadai untuk mendukung khitan rutin pada bayi yang baru lahir.</p>
<p>Seperti dikutip Reuters, para peneliti menganalisis data yang dikumpulkan Christchurch Health and Development Study, yang mencakup kelompok kelahiran anak dari Selandia Baru.</p>
<p>Dalam studi ini responden laki-laki dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan status khitan sebelum usia 15 tahun dan kelompok yang mengalami infeksi menular melalui hubungan seks antara usia 18 dan 25 tahun yang ditentukan melalui sebuah kuisioner.</p>
<p>Sebanyak 356 anak laki yang tak dikhitan memiliki risiko 2,66 kali serangan infeksi yang menular melalui hubungan seks dibandingkan dengan 154 anak laki yang disunat, demikian kesimpulan pemimpin peneliti Dr. David M. Fergusson dan rekan dari Christchurch School of Medicine and Health Sciences.</p>
<p>Sebagian besar risiko yang berkurang tersebut tak berubah setelah diperhitungkan juga faktor pemicu yang potensial, seperti jumlah pasangan seks dan hubungan seks tanpa pelindung.</p>
<p>Para ilmuwan itu memperkirakan bahwa kalau saja khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan telah dilembagakan, angka infeksi yang menular melalui hubungan seks dalam kelompok saat ini tersebut mungkin telah berkurang setidaknya 48%.</p>
<p>Analisis tersebut memperlihatkan manfaat khitan dalam mengurangi risiko infeksi yang menyerang melalui hubungan seks mungkin sangat banyak. “Masalah kesehatan masyarakat yang diangkat dalam temuan ini jelas melibatkan pertimbangan manfaat jangka panjang bagi khitan rutin pada bayi yang baru dilahirkan dalam mengurangi risiko infeksi di dalam masyarakat, berbanding perkiraan biaya prosedur tersebut,” ujar para peneliti.  ~~</p>
<h4  class="related_post_title">Related Post</h4><ul class="related_post"><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/tahnik/" title="Tahnik"><img src="Array" alt=" Khitan"  title="Khitan" /></a>November 9, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/tahnik/" title="Tahnik">Tahnik</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/mencukur-rambut/" title="Mencukur Rambut"><img src="Array" alt=" Khitan"  title="Khitan" /></a>November 9, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/mencukur-rambut/" title="Mencukur Rambut">Mencukur Rambut</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/memberi-nama/" title="Memberi Nama"><img src="Array" alt=" Khitan"  title="Khitan" /></a>November 9, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/memberi-nama/" title="Memberi Nama">Memberi Nama</a> (0)</li><li><a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/aqiqah/" title="Aqiqah"><img src="Array" alt=" Khitan"  title="Khitan" /></a>November 9, 2010 -- <a href="http://nabimuhammad.info/2010/11/aqiqah/" title="Aqiqah">Aqiqah</a> (0)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/11/khitan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

