بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tetiba saya disodori sebuah artikel lawas yang ditulis Daniel Pipes dengan judul Jerusalem Means More toJews than to Muslims.  Artikel yang ditulis 21 Juli 2000 itu dimuat di koran Los Angeles Times memang sempat memicu debat panas selama berminggu minggu di daratan negri adikuasa itu.  Daniel memang sejarawan yahudi yang getol meruntuhkan harga diri umat Muslim dan menyerang dengan bukti yang tendensius.

Itu artikel lawas, ditulis tujuh belas tahun yang lalu.  Dan hingga kini, masih juga dipakai untuk menyerang Islam dengan menyebutkan bahwa Yerusalem adalah milik orang Yahudi.  Islam hanya mengarang ngarang saja soal Yerusalem.  Karena terbukti bahwa kata Jerusalem ‘tidak disebutkan sekalipun dalam al Quran atau dalam peribadahan….”  Kemudian Dr Pipes menulis sejumlah bukti bukti untuk menunjang pemikirannya.

Bagaimana, anda setuju dengan ucapan Dr Pipes, bahwa kata Jerusalem tidak disebut dalam Al Quran, sehingga tentu saja adalah aneh bila Islam meng-klaim Yerusalem sebagai tanah suci mereka.

Tentu saja anda harus setuju dengan ucapan Dr Pipes dan ribuan Dr Pipes lainnya yang hingga tujuh belas tahun setelah artikel itu ditulis, masih saja Pipes Pipes yang lain bermunculan.

Saya tambahi ya, jangan kan kata Jerusalem, atau Yerusalem, kata Palestina saja [ فلسطين ], itu tidak ada dalam Al Quran.  Coba cari saja.  Begitu juga dengan bukit Sion atau bukit Golgota.  Itu semua tidak ada bahkan mustahil disebut dalam Al Quran.  Mengapa ?

Jawabnya sederhana saja.

Al Quran itu diturunkan atas Nabi Muhammad ﷺ sekitar 1444 tahun yang lampau.  Dan ketika diturunkan, isi Al Quran adalah tentang cerita cerita yang [tentu saja] lebih lampau dari tahun diturunkannya itu.  Ratusan bahkan mungkin ribuan tahun sebelum 1444 tahun yang lampau.

Sedang kata Yerusalem, adalah kata yang baru muncul setelah era wafatnya Nabi Sulaiman.  Bahkan semua kata kata yang kita kenal sekarang ini, yang terkait dengan Yerusalem, itu semua baru muncul setelah Nabi Sulaiman wafat.  Dan sebutan itu, adalah sebutan yang dikarang karang oleh rabi rabi Yahudi dalam rangka menghilangkan jejak Islam dalam peradaban mereka.  Yup, setelah Nabi Sulaiman wafat, Bani Israil semakin sesat dan melenceng jauh. Mereka bukan hanya sesat, tetapi juga sudah syirik dan kafir.  Karena mereka mengubah Taurat, mengubah nama atau sebutan dalam peribadatan yang selama ini mereka gunakan.

Misalnya sebutan ulama mereka ganti dengan rabi, kata masjid mereka ubah dengan sebutan haekal [ yang artinya kuil/ temple ] dan yang lebih laknat lagi, mereka mengubah nama Allah menjadi Yahwe !  Yerusalem sendiri diubah sebutannya oleh Romawi dengan Aelia Capitolina, dan tanah Yudea mereka ganti dengan Filistin.  Karena Romawi saat itu begitu benci dengan Yahudi, digantinya nama nama itu adalah dengan maksud menghina kaum Yahudi.

Allah sendiri menyebut tanah yang suci, dimana ada masjidil Aqsha diatasnya, sebagai Baitul Maqdis.  Itulah sebutan yang ada dalam Al Quran.  Dan orang orang Arab sering pula menyebutnya sebagai Muqadis atau disingkat sebagai Al Quds.  Dan oleh Yahudi laknatullah, nama Baitul Maqdis diganti dengan sebutan Yerusalem.

Jadi kalau ada orang orang kafir mengatakan nama Yerusalem tidak ada dalam Al Quran.  Jabatlah tangan dia, dan beri senyum terindah, dan katakanlah : ‘Anda betul sekali. Kata Yerusalem memang tidak ada dalam Al Quran.  Samahalnya dengan tidak adanya nama Palestina dalam Google Map !’

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ