Tidak Wajib Berturut-Turut Dalam Meng-qadha Karena Ingin Menyamakan Sifat Penunaiannya
Berdasarkan firman Allah pada surah Al Baqarah 185:
“Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”
Dan Ibnu Abbas berkata:
“Tidak mengapa dipisah-pisahkan (tidak berturut-turut).” (Dibawakan oleh Bukhari secara mu’allaq (4/189), di maushulkan oleh Abdur Razak, Daruquthni, Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih. Lih: Taghliqut Ta’liq (3/186))
Abu Hurairah berkata, “Diseling-selingi kalau mau.” (Lih: Irwa-ul Ghalil (4/95))
Adapun yang diriwayatkan Al Baihaqi (4/259), Daruquthni (2/191-192) dari jalan Abdurrahman bin Ibrahim dari Al ‘Ala bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah secara marfu:
“Barangsiapa yang punya hutang puasa Ramadhan, hendaknya di qadha secara berturut-turut tidak boleh memisahnya.”

ini adalah riwayat yang dhaif. Daruquthni berkata: Abdurrahman bin Ibrahin dhaif.
Al Baihaqi berkata, “Dia (Abdurrahman bin Ibrahim) didhaifkan oleh Ma’in, Nasa-i dan Daruquthni.”
Ibnu Hajar menukilkan dalam Talkhisul Habir (2/206) dari Ibnu Abi Hatim bahwa beliau mengingkari hadits ini karena Abdurrahman.
Syaikh kami Al Albani rahimahullah telah membuat penjelasan dhaifnya hadits ini dlam Irwa-ul Ghalil (943)
Adapun yang terdapat dalam Silsilah hadits dhaif (2/137) yang terkesan bahwa beliau menghasankannya, dia ruju’ dari pendapat ini.
Peringatan: Kesimpulannya, tidak ada satupun hadits yang marfu’ dan shahih – menurut pengetahuan kami- yang menjelaskan keharusan memisahkan atau secara berturut-turut dalam meng-qadha, namun yang lebih mendekati kebenaran dan mudah (dan tidak memberatkan kaum muslimin) adalah dibolehkan kedua-duanya. Demikian pendapatnya Imam Ahlus Sunnah Ahmad bin Hambal Rahimahullah. Abu Dawud berkata dalam Masail-nya (95), “Aku mendengar Imam Ahmad ditanya tentang qadha Ramadhan, beliau menjawab kalau mau boleh dipisah, kalau mau boleh juga berturut-turut.” Wallahu’alam.
Oleh karena itu dibolehkannya memisahkan tidak menafikan dibolehkannya secara berturut-turut.