بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bani Ashfar, Bani Ishaq dan Rum adalah sebutan bagi orang orang Romawi.  Pada jaman Rasulullah ﷺ, orang orang Islam menyebut Romawi dengan Rum atau Bani Ashfar.

Sementara bangsa Romawi adalah keturunan Ishaq, karena mereka dari keturunan al Shis bin Ishaq bin Ibrahim al Khalil Alaihissallam [1].

Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa Bani Ishaq yang dimaksud dalam hadis merupakan anak keturunan ‘Ish bin Ishaq bin Ibrahim.

Adapun Rum yang dimaksudkan dalam hadist  adalah Rum Timur yang dulunya pusat pemerintahannya berada di Konstantinopel.  Karena dalam Islam tidak pernah dikenal Romawi Barat.

Romawi Barat telah runtuh seratus tahun sebelum tegak kokohnya Islam dan berdiri kembali setelah seratus tahun wafatnya Rasulullah  ﷺ.
Sehingga Rum yang dimasudkan dalam al Quran surah Rum adalah Romawi Timur yang berpusat di Kostantinopel.
Setelah Romawi timur runtuh pusat pemerintahan berpindah ke Rusia yang disebut dengan Tsar Rusia.

Kamudian Rasulullah ﷺ juga pernah berkata kepada Jadd bin Qais, salah seorang bani Salima : “Hai Jadd, engkau bersedia tahun ini menghadapi bani Ashfar?”

Jadd menjawab, “Ya Rasulullah ijinkanlah saya untuk tidak dibawa ke dalam ujian serupa ini.  Masyarakat saya sudah cukup mengerti bahwa tidak ada orang yang lebih berani terhadap wanita seperti saya ini.  Saya khawatir kalau saya melihat wanita wanita bani Ashfar, saya takkan dapat menahan diri”

Oleh Rasulullah ﷺ ia ditinggalkan.  Dalam hubungan ini, ayat 49 surah At Taubah turun.

 وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلا تَفْتِنِّي أَلا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ

Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah”. Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

Dialog diatas adalah berkaitan dengan rencana Rasulullah ﷺ untuk mengirim pasukan menghadapi Romawi di Syam.  Dari sini dapat diketahui bahwa yang dimaksud bani Ashfar adalah orang orang Romawi.

[1]. Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/58) tahqiq Dr. Thaha Zaini.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ