بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Baitul Maqdis adalah nama yang diberikan Rasulullah ﷺ untuk Masjidil Aqsha.  Namun istilah atau nama Baitul Maqdis juga bisa berarti lebih luas daripada Masjidil Aqsha yang ‘hanya’ seluas 14.4 Hektar.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Quran  surat Al Israa’ [17] ayat 1 :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

Maha suci Allah Azza wa Jalla yang telah memperjalankan hamba-Nya q pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami barakahi sekelilingnya.

Jadi Baitul Maqdis adalah nama wilayah yang ikut diberkahi Allah ﷻ yang meliputi sekeliling Masjidil Aqsha.  Baitul Maqdis juga sering disebut Al Haram Asy Syarif.

Abdullah bin Umar, seorang sahabat Rasulullah ﷺ, ahli hadits dan hukum fiqih mengatakan :
Baitul Maqdis adalah tempat para Nabi dan berkumpulnya mereka untuk beribadah. Tidak ada sejengkal pun tanah di tempat itu yang tidak dipakai untuk sembahyang oleh para Nabi atau para Malaikat”.

Lalu bagaimana dengan sebutan Yerusalem ?

Ketahuilah, Allah ﷻ menyebut daerah sekeliling Masjidil Aqsha yang ikut diberkahi Allah dengan sebutan Baitul Maqdis.  Dan orang Arab menyebutnya Al Quds.  Sedang orang orang Yahudi dan masyarakat Internasional menyebutnya sebagai Yerusalem.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ