<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad SAW Teladanku &#187; admin</title>
	<atom:link href="http://nabimuhammad.info/author/ikarais/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nabimuhammad.info</link>
	<description>A to Z informasi tentang Nabi Muhammad SAW</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 04:37:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Penunggang Kuda yang Kalah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/penunggang-kuda-yang-kalah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/penunggang-kuda-yang-kalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 04:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3953</guid>
		<description><![CDATA[SEKARANG kita beralih pada peristiwa kemenangan Rasulullan saw. terhadap penunggang kuda kafir yang
tertipu.
Rukanah bin Abdu Yazid adalah orang bodoh yang terkenal dengan ototnya yang kuat.  Ia selalu meremehkan orang yang ingin bertarung dengannya.  Walau begitu, ia memang selalu menang dalam setiap pertarungan.
Pada suatu hari, Rasulullah sedang berjalan jalan.  Tiba tiba Rukanah menghadang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEKARANG kita beralih pada peristiwa kemenangan Rasulullan saw. terhadap penunggang kuda kafir yang<br />
tertipu.<br />
Rukanah bin Abdu Yazid adalah orang bodoh yang terkenal dengan ototnya yang kuat.  Ia selalu meremehkan orang yang ingin bertarung dengannya.  Walau begitu, ia memang selalu menang dalam setiap pertarungan.</p>
<p>Pada suatu hari, Rasulullah sedang berjalan jalan.  Tiba tiba Rukanah menghadang beliau.  Rasulullah kemudian bersabda,<br />
&#8220;Wahai Rukanah, bertaqwalah kepada Allah dan ikutlah dalam kebenaran.&#8221;</p>
<p>Rukananh bertanya, &#8220;Bagaimana caranya?&#8221;<br />
Rasulullah menjawab, &#8220;Bersaksilah bahwa tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah&#8221;</p>
<p>Mendengar hal itu Rukanah kemudian tertawa dan berkata, &#8220;Apa bukti atas kebenaran ucapanmu itu?&#8221;<br />
Rasulullah menjawab, &#8220;Kamu tidak akan menang bertarung danganku&#8221;</p>
<p>Rukanah lalu berkata, &#8220;Itu hal yang mustahil&#8221;<br />
Rasulullah memang seorang pejuang yang tangguh, tapi dalam hal pertarungan seperti ini, jelas Rasulullah kalah jauh di banding Rukanah yang kekar dan kuat.<br />
Tapi Rasulullah yakin ia dapat mengalahkan Rukanah, dimana seluruh pemuda Mekkah tidak ada yang mampu menaklukkannya.  Kemudian Rasulullah bersabda, &#8220;Dengan pertolongan Allah, mari kita buktikan.&#8221;</p>
<p>Kemudian pertarungan pun di mulai dan ternyata kemenangan ada di pihak Rasulullah. Akan tetapi Rukanah kemudian berkata, &#8220;Mari kita bertarung sekali lagi, wahai Muhammad.&#8221;</p>
<p>Rasulullah setuju dan pertarungan di mulai lagi. Setelah pertarungan berlangsung, akhirnya kemenangan<br />
tetap ada di pihak Rasulullah. Rukanah kemudian berdiri dengan penuh keheranan sambil bertanya tanya,<br />
&#8220;Mengapa ini bisa terjadi? Padahal saya adalah seorang penunggang kuda yang tidak terkalahkan?&#8221; </p>
<p>Rasulullah kemudian berkata, &#8220;Apakah aku harus memberikan bukti sekali lagi, agar kamu mau bertakwa<br />
kepada Allah dan mengikutiku?&#8221;<br />
Rukanah berkata, &#8220;Apakah itu, wahai Muhammad?&#8221;<br />
Rasulullah berkata, ”Lihatlah pohon di sana itu.&#8221;</p>
<p>Rasulullanh lalu memanggil pohon itu meskipun jarak pohon itu jauh sekali. Pohon itu lalu mendatangi Rasulullah dan berdiri di depan beliau. Kemudian beliau memerintankan pohon itu untuk kembali ke tempat asalnya.</p>
<p>Mahasuci Allah, meskipun melihat semua bukti dan tanda tanda itu, tapi Rukanah masih tetap menolak untuk<br />
beriman kepada Allah dan mangikuti RasulNya.~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3953"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/penunggang-kuda-yang-kalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Unta yang Mengadu</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/unta-yang-mengadu/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/unta-yang-mengadu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 03:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hewan hewan yang berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Unta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3951</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, Rasulullah saw. berjalan di sepanjang jalan kota Madinah. Tiba tiba beliau melihat orang orang yang sedang berkumpul di pasars sebuah kebun.
Kemudian beliau menanyakan apa yang terjadi. Orang orang itu menjawab, &#8220;Di kebun ada seekor unta yang
menghadang setiap orang yang ingin masuk ke kebun.  Unta itu mengamuk seperti yang engkau lihat, wahai
Rasulullah&#8221;
Rasulullah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari, Rasulullah saw. berjalan di sepanjang jalan kota Madinah. Tiba tiba beliau melihat orang orang yang sedang berkumpul di pasars sebuah kebun.</p>
<p>Kemudian beliau menanyakan apa yang terjadi. Orang orang itu menjawab, &#8220;Di kebun ada seekor unta yang<br />
menghadang setiap orang yang ingin masuk ke kebun.  Unta itu mengamuk seperti yang engkau lihat, wahai<br />
Rasulullah&#8221;</p>
<p>Rasulullah kemudian memasuki kebun itu. Anehnya, unta itu lalu mendekati Rasulullah sambil menangis,<br />
bahkan sampai meletakkan bibirnya di tanah dan duduk di depan Rasulullah. Mengertilah Rasulullah bahwa unta itu sedang mengadukan perlakuan majikannya yang kejam kepada unta itu.  </p>
<p>Kemudian Rasulullah mengikatkan kendali ke mulutnya sambil berkata,<br />
&#8220;Semua yang ada di antara langit dan bumi,  mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah, kecuali jin jin dan orang orang yang durhaka.&#8221;</p>
<p>Selanjutnya Rasulullah mengatakan kepada pemilik unta itu bahwa sesungguhnya unta itu mengadu karena<br />
terlalu banyak kerja dan kurang makan. Rasulullah selanjutnya berpesan kepada pemilik unta itu agar tidak<br />
terlalu manganiayanya dan memperlakukan unta itu dengan baik. ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3951"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/unta-yang-mengadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung dan Berhala Yang Berbicara</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/burung-dan-berhala-yang-berbicara/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/burung-dan-berhala-yang-berbicara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 11:12:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hewan hewan yang berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[Berhala]]></category>
		<category><![CDATA[Burung]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3949</guid>
		<description><![CDATA[Abbas bin Mirdas adalah seorang pemuda yang sangat agamis dan mempunyai pemikiran yang kritis.
Suatu ketika, ayahnya bertanya kepadanya, &#8220;Wahai, Abbas, aku sudah tidak lagi melihat kamu bersujud
kepada Dhammar [ salah satu berhala yang di sembah orang Arab] &#8221; Abbas terdiam kemudian berkata, 
&#8220;Bagaimana aku menyembah batu yang tidak bisa memberi manfaat dan mudharat?&#8221; 
Mendengar jawaban [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abbas bin Mirdas adalah seorang pemuda yang sangat agamis dan mempunyai pemikiran yang kritis.<br />
Suatu ketika, ayahnya bertanya kepadanya, &#8220;Wahai, Abbas, aku sudah tidak lagi melihat kamu bersujud<br />
kepada Dhammar [ salah satu berhala yang di sembah orang Arab] &#8221; Abbas terdiam kemudian berkata, </p>
<p>&#8220;Bagaimana aku menyembah batu yang tidak bisa memberi manfaat dan mudharat?&#8221; </p>
<p>Mendengar jawaban itu, maka ayahnya kemudian memarahinya.  Suatu hari Abbas berdiri di depan berhala itu dan sebersit ada rasa kagum ternadap berhala itu.  Akan tetapi ia kemudian meminta kepada Allan agar ditunjukkan jalan yang benar. </p>
<p>Tiba tiba ia mendengar syair yang terucap dari dalam berhala itu.  </p>
<p><em>Dhammar sekarang sudah lumpuh, meskipun ia pernah disembah<br />
Sebelum datang keterangan dari Nabi Muhammad<br />
Ialah pewaris kenabian dan hidayah<br />
Yang berasal dari Quraisy dan datang setelah Isa<br />
Katakanlah kepada semua kabilah termasuk Kabilah Sulaim<br />
Dhammar sekarang sudah lumpuh dan<br />
hanya ahli masjid yang hidup</em></p>
<p>Abbas pun kagum dengan perkataan berhala itu. Dan belum hilang rasa kagumnya, tiba tiba turun seekor<br />
burung sambil berkata,<br />
&#8220;Apakah kamu kaget dengan berbicaranya bernala itu dan tidak heran dengan dirimu sendiri?  Sesungguhnya Rasulullah sedang mengajak menuju Islam sedangkan kamu tetap berada di sinl.&#8221;</p>
<p>Dan kejadian inilah yang kemudian menyebabkan Abbas bin Mirdas memeluk Islam.  ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3949"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/burung-dan-berhala-yang-berbicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bala Tentara Allah di Perang Khandaq</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/bala-tentara-allah-di-perang-khandaq/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/bala-tentara-allah-di-perang-khandaq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 11:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Badai Angin]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Khandaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3947</guid>
		<description><![CDATA[RASULULLAH saw. bersama sahabatnya hidup dan menetap dangan tenang dl Madinah. Allah telah memberikan kemenangan atas musuh musuh Rasulullah dalam banyak peperangan. Allah telah menghinakan
orang orang Yahudi di Madinah dan luar Madinah serta menyingkap perbuatan dan persengkongkolan mereka.
Pada tahun kelima Hijriah, orang orang Quraisy berinisiatif membentuk gabungan pasukan yang besar untuk menggempur Madinah. Untuk itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RASULULLAH saw. bersama sahabatnya hidup dan menetap dangan tenang dl Madinah. Allah telah memberikan kemenangan atas musuh musuh Rasulullah dalam banyak peperangan. Allah telah menghinakan<br />
orang orang Yahudi di Madinah dan luar Madinah serta menyingkap perbuatan dan persengkongkolan mereka.</p>
<p>Pada tahun kelima Hijriah, orang orang Quraisy berinisiatif membentuk gabungan pasukan yang besar untuk menggempur Madinah. Untuk itu para pemuka mereka mencari bantuan dan membuat perjanjian dengan beberapa kabilah atau suku, khususnya dengan orang orang Yahudi. Sampai akhirnya mereka mendapatkan kekuatan dan jumlah pasukan yang sangat besar.</p>
<p>Kabar rencana Qurais menyerbu Madinah telah berhembus kencang. Salman Al Farisi mendengar pula kabar itu. Ia tahu, saudara-saudaranya sesama Muslim di Madinah merasa gentar dengan kabar tersebut. Bayang-bayang kekalahan di Perang Uhud belum lagi sirna. Apalagi kini Qurais tidak sendirian. Mereka dibantu oleh puak-puak Arab dari Ghatafan, serta jaringan intelijen Yahudi. Pasukan musuh diperkirakan mencapai jumlah 10 ribu orang.</p>
<p>Di saat Muslim berkecil hati itu, Salman melontarkan gagasan untuk menggali parit di dataran pintu masuk Madinah. Itu strategi perang yang sama sekali belum dikenal masyarakat Arab. Rasul menyetujui gagasan itu. Maka, siang malam seluruh warga Madinah -termasuk Rasulullah maupun warga Yahudi yang berpihak pada kaum muslim- bekerja keras menggali parit tersebut.</p>
<p>Selama enam hari, parit tersebut diselesaikan. Rumah-rumah di sisi parit dikosongkan. Para perempuan dan anak-anak diungsikan ke belakang. Batu-batu ditumpuk untuk senjata melawan musuh yang nekat melompati parit itu. Dengan demikian posisi Muslim di Madinah cukup aman. Di sebelah kanan terlindung gunung batu yang terjal, di depan terdapat parit besar yang akan membuat terperosok pasukan berkuda apalagi unta, di kiri terdapat bukit Sal. Di bukit inilah Muhammad bermarkas yang ditandai dengan keberadaan tenda merah miliknya.</p>
<p>Musuh sebenarnya bisa masuk dari dataran di belakang. Tapi itu tak mungkin dilakukan. Di sana adalah pemukiman Yahudi Quraiza yang terikat perjanjian dengan Muhammad. Masyarakat Yahudi ini bertugas untuk mengatur kebutuhan makan bagi pasukan Muslim di garis depan.</p>
<p>Segera pasukan musuh yang dikomandani Abu Sofyan tiba di Uhud. Mereka terkejut karena tak melihat satupun pasukan Muslim. Lebih terkejut lagi saat mereka melihat parit perlindungan di pintu masuk Madinah. </p>
<p>Tak ada lagi yang dapat dilakukan selain mengepung Madinah, dan membuat warga kota itu kelaparan. Namun yang demikian juga sulit dilakukan karena persediaan makanan di Madinah cukup untuk waktu yang relatif lama. Apalagi saat itu musim dingin.</p>
<p>Sudah berhari-hari mereka mengepung. Tak ada perkembangan berarti. Ka’ab bin Akhtab –Yahudi penyusun rencana perang itu-lalu membujuk dua pihak. Yakni agar Qurais dan Ghatafan untuk tidak pulang. Ia minta waktu 10 hari lagi buat meyakinkan Yahudi Quraiza agar mengkhianati perjanjiannya dengan Muslimin. Warga Quraiza sempat ragu. Namun mereka pun memanfaatkan kesempatan. Yakni menuntut Muhammad agar memanggil kembali Yahudi Bani Qainuqa dan Bani Nadzir yang telah diusir dari Madinah. Yahudi Quraiza bahkan menghentikan pasokan makanan pada kaum muslimin.</p>
<p>Orang-orang Islam mulai menderita dengan sangat. Kelaparan di garis depan perang pada saat musim dingin membuat pasukan muslim berjatuhan sakit. Beberapa orang bahkan meninggal karena itu. Dua sahabat Rasul, Hasan bin Tsabit dan Shafia binti Abdul Muthalib telah memergoki Yahudi yang memata-matai posisi pasukan Muslim untuk dibocorkan pada musuh. Beberapa orang tentara lawan juga telah menerobos parit, di antaranya Amir anak Abdul Wudud, Ikrima anak Abu Jahal serta Dzirar bin Khattab. Untunglah Ali berhasil mematahkan perlawanan mereka.</p>
<p>Muhammad menugasi dua pemimpin Muslim asli Madinah (Anshar) untuk menemui para pemimpin Quraiza agar menghentikan pengkhiatannya tersebut. Mereka adalah Sa’ad bin Mu’adz dari Bani Aus serta Sa’ad bin Ubadha dari Khazraj. Namun Yahudi Quraiza menampik keinginan itu. Mereka akan terus memboikot sampai tuntutannya dipenuhi.  Pengepungan itu membuat umat muslim kepayahan.</p>
<p>Semakin hari keadaan umat Islam semakin parah. Lalu di  suatu hari yang penuh berkah, Rasulullah saw.<br />
naik di atas bukit Sal dan berdoa tanpa henti kepada Allah.  Bahkan di saat udara sangat dingin menjelang dinihari menusuk nusuk tulangnya. </p>
<p>&#8220;Ya, Allah, enyahkanlah dari kami kejelekan mereka. Dan gagalkanlah upaya mereka, serta tolonglah kami dari<br />
mereka.&#8221;</p>
<p>Berhari hari Rasulullah berdoa dengan khusuk dan tegar.  Beliau tidak memperdulikan cuaca dingin dan rasa lapar yang menyerang diri beliau.  Menurut riwayat, pada hari ketiga -di saat kondisi Rasul itu sudah sangat menurun- tiba tiba muncul badai dingin yang luar biasa. </p>
<p>Subhanallah, Allah telah menurunkan bala tentaranya untuk membantu kaum muslimin yang terjepit.  Turunlah ribuan tentara Allah yang dengan suara gemuruh meluncur cepat dari langit. Memenuhi langit Madinah.  Para tentara Allah itu ada yang datang dengan wujud angin kencang dan ada pula yang berwujud udara dingin menusuk tulang.  Begitu kencang dan dinginnya, hingga badai angin itu nyaris menelan seluruh manusia yang ada di sana. </p>
<p>Masyarakat Muslim segera  berlindung di pemukimannya sendiri. Kaum Qurais dan kelompok-kelompok dari Ghatafan -yang dalam Quran disebut “Al-Ahzab”- yang berada di tempat terbuka menjadi sasaran badai itu. Pasukan kaum Quraisy itu hancur sama sekali.  Perkemahan mereka porak poranda diterjang badai angin.</p>
<p>Masing-masing orang bersusah payah menyelamatkan diri. Meninggalkan semua harta benda yang ada. Senjata, makanan, pakaian dan harta perniagaan mereka.  Bahkan banyak yang tak sempat menunggang kuda kuda mereka, mereka berlari begitu saja.  Meninggalkan kuda terbaik dan mahal untuk diambil kaum muslimin.</p>
<p>Allah swt. berfirman:<br />
&#8220;Hai orang orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah [yang telah dikaruniakan] kepadamu ketika datang kepadamu tentara tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya.  Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.&#8221;  [al Ahzab: 9]</p>
<p>Sehingga, atas bantuan bala tentara Allahlah, kaum muslim dapat memetik kemenangan yang telak.  Subhanallah&#8230;. pertolongan Allah memang selalu tepat. ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3947"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/bala-tentara-allah-di-perang-khandaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keyakinan Terhadap Allah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/keyakinan-terhadap-allah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/keyakinan-terhadap-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 05:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Kurma]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3945</guid>
		<description><![CDATA[Salah seorang sahabat yang agung yang bernama Jabir bin Abdullah hidup bersama orang tuanya yang miskin.
Karena kebutuhan hidup mereka yang mendesak, ayahnya berutang kepada seorang Yahudi.  Selang beberapa
hari, ayah Jabir maninggal. 
Suatu ketika, si Yahudi itu datang kepada Jabir dan berkata, &#8220;Ayahmu berutang kepadaku dan masa pembayarannya bersamaan dengan berbuahnya kurma. Sakarang saya ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah seorang sahabat yang agung yang bernama Jabir bin Abdullah hidup bersama orang tuanya yang miskin.<br />
Karena kebutuhan hidup mereka yang mendesak, ayahnya berutang kepada seorang Yahudi.  Selang beberapa<br />
hari, ayah Jabir maninggal. </p>
<p>Suatu ketika, si Yahudi itu datang kepada Jabir dan berkata, &#8220;Ayahmu berutang kepadaku dan masa pembayarannya bersamaan dengan berbuahnya kurma. Sakarang saya ingin menagih harta itu.&#8221;<br />
Kemudian Jabir meminta tengang waktu untuk baberapa saat. Ia pergi menghadap Rasulullan saw.<br />
dan mcnceritakan keadaannya kepada beliau dengan berkata, &#8220;Wanai, Rasulullah, sesungguhnya orang tuaku<br />
mempunyai utang kepada seorang Yahudi. Tetapi buah kurma yang saya miliki tidak cukup untuk menutup<br />
utang itu.&#8221;</p>
<p>Rasulullah saw. kemudian mengirim surat kepada Yahudi itu untuk meminta tenggang waktu, namun Yahudi itu menolak. Lalu Rasulullan saw. bersabda, &#8220;Wahai Jabir, mari kita ke kebun.&#8221;</p>
<p>Sesampainya di kebun, Rasulullah saw. berdlrl dan bersabda, &#8220;Wahai Jabir, kumpulkan buah kurma itu untuk membayar utang kepada orang Yahudi tadi.&#8221;</p>
<p>Karena buah kurma itu hanya sedikit, maka Jabir bingung. Menurutnya buah kurma itu tidak mungkin cukup untuk membayar utangnya kepada Yahudi tadi.<br />
Rasulullah saw. kemudian ikut mengumpulkan kurma kurma itu bersama Jabir sambll bersabda, &#8220;Kumpulkanlah, wahai Jabir dengan menyebut nama Allah. &#8221;</p>
<p>Rasulullah saw. mempunyal kepercayaan dan keyaklnan bahwa Allah tidak akan menghinakannya, bahkan Allah akan memuliakannya.<br />
Jabir mengumpulkan seluruh kurma yang ia temui dengan menyebut nama Allah.  Namun kurma itu terasa tidak ada habis habisnya. Lalu Jabir memberikan kurma itu kepada Yahudi sampai terlunasi seluruh hartanya, bahkan kurmanya yang bagus bagus masih tersisa banyak.</p>
<p>Dalam hal ini Allah memberikan berkah karena Rasulullah sendlri lkut mengumpulkan kurma tadl<br />
bersama Jabir. Karena itu kemudian Jabir berkata,<br />
&#8220;Saya heran ketika Rasulullah menyuruhku untuk mengumpulkan kurma itu untuk membayar utangku<br />
kepada sl Yahudi.&#8221; </p>
<p>Namun Allah Mahakuasa atas sagala sesuatu. Subhaanallah.  ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3945"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/keyakinan-terhadap-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kambing Yang Bersujud</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/kambing-yang-bersujud/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/kambing-yang-bersujud/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 04:35:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Kambing]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3943</guid>
		<description><![CDATA[RASULULLAH saw. sering berkeliling kota Madinah. Pada suatu hari, beliau berjalan bersama sahabat sahatbatnya yang di antaranya adalah Abu Bakar dan Umar.
Saat itu Rasululiah saw. melewati sebuah kandang kambing milik salah seorang sahabat, Anshar. Beliau kemudian berhenti di depannya. Ketika kambing yang berada di kandang itu melihat Rasulullah saw., kambing
itu segera bersujud.
Melihat itu Rasulullah segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RASULULLAH saw. sering berkeliling kota Madinah. Pada suatu hari, beliau berjalan bersama sahabat sahatbatnya yang di antaranya adalah Abu Bakar dan Umar.<br />
Saat itu Rasululiah saw. melewati sebuah kandang kambing milik salah seorang sahabat, Anshar. Beliau kemudian berhenti di depannya. Ketika kambing yang berada di kandang itu melihat Rasulullah saw., kambing<br />
itu segera bersujud.<br />
Melihat itu Rasulullah segera menepuk kambing itu.  Beliau melarangnya bersujud.</p>
<p>Kemudian Abu Bakar berkata, &#8220;Kami lebih berhak untuk bersujud kepadamu daripada kambing itu.&#8221;<br />
Rasulullah saw. menggelengkan kepala dan kemudian bersabda, &#8220;Tidak pantas bagi seseorang untuk bersujud<br />
kepada yang lain.&#8221;  [HR Ahmad dan al Barraz]</p>
<p>Karena hanya Allahlah yang paling pantas menerima sujud mahklukNya. ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3943"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/kambing-yang-bersujud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mimbar Yang Takut Kepada Allah</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/mimbar-yang-takut-kepada-allah/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/mimbar-yang-takut-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 04:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Mimbar]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3941</guid>
		<description><![CDATA[SESUNGGUHNYA Rasulullah sangat kreatif  dan cerdas dalam berkhotbah. Jlka bellau bicara, hati orang orang
akan bergetar. Ketika beliau membaca Al Quran, seakan kulit orang orang mukmin yang mendengar akan terkelupas karena perasaan takut kepada Allah.
Karena itu para sahabat berlomba untuk shalat di belakang Rasulullah saw. dan mendengarkan nasihat
nasihat beliau.  Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SESUNGGUHNYA Rasulullah sangat kreatif  dan cerdas dalam berkhotbah. Jlka bellau bicara, hati orang orang<br />
akan bergetar. Ketika beliau membaca Al Quran, seakan kulit orang orang mukmin yang mendengar akan terkelupas karena perasaan takut kepada Allah.</p>
<p>Karena itu para sahabat berlomba untuk shalat di belakang Rasulullah saw. dan mendengarkan nasihat<br />
nasihat beliau.  Dikisahkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. membaca ayat di atas mimbar,</p>
<p>&#8220;Mereka itulah orang orang yang telah diberikan petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah, ’Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan [Al Quran]. Al Qu an itu tidak lain hanya peringatan untuk segala umat.&#8221;  [al An'aam: 90]</p>
<p>Beliau lalu bersabda, &#8220;Allah Yang Maha Perkasa memuji diri Nya sendiri, ’Aku adalah Zat Yang Mahaperkasa, Mahabesar, dan Mahatinggi!&#8221; </p>
<p>Maka tiba tiba mimbar itu bergetar sehingga kami berkata, ’Sungguh, mimbar ini akan roboh&#8217;<br />
[HR Ahmad, Muslim, dan Nasa` i]</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3941"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/mimbar-yang-takut-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunung Yang Bergerak</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/gunung-yang-bergerak/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/gunung-yang-bergerak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 01:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3939</guid>
		<description><![CDATA[Mempelajari mukjizat mukjizat Nabi Muhammad, insyaAllah meberikan kita pengetahuan, kecintaan hingga kerinduan akan beliau.  Semakin kita mengenal beliau, semakin terpatri pula rasa cinta kita.  InsyaAllah&#8230;
Pada suatu hari, Rasulullah saw. sedang dalam sebuah perjalanan bersama sama Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka mendaki gunung Uhud untuk menuju ke tempat tujuan.  Tiba tiba gunung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mempelajari mukjizat mukjizat Nabi Muhammad, insyaAllah meberikan kita pengetahuan, kecintaan hingga kerinduan akan beliau.  Semakin kita mengenal beliau, semakin terpatri pula rasa cinta kita.  InsyaAllah&#8230;</p>
<p>Pada suatu hari, Rasulullah saw. sedang dalam sebuah perjalanan bersama sama Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka mendaki gunung Uhud untuk menuju ke tempat tujuan.  Tiba tiba gunung tersebut bergetar dan Rasulullah saw. pun berkata, &#8220;Diamlah engkau wahai Gunung Uhud karena di atasmu ada nabi, teman, dan dua 0rang syahid.&#8221; [HR Balihaqi] </p>
<p>Dan ketika Gunung Uhud bergetar dan Rasulullah saw. menyuruhnya untuk diam, maka gunung itu diam dan menuruti perintah beliau.</p>
<p>Salah satu mukjizat beliau yang lain adalah Allah mengabarkan hal hal ghaib kapada NabiNya, yaitu tentang diri Umar dan Utsman yang akan mati syahid.  Dan benar, mereka berdua akhirnya meninggal dalam<br />
keadaan syahid.&#8221;  [HR Ahmad, Bukhari, Tirmlidzi] ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3939"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/gunung-yang-bergerak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pintu Yang Mengamini Doa</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/pintu-yang-mengamini-doa/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/pintu-yang-mengamini-doa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 11:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Pintu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3936</guid>
		<description><![CDATA[SUATU ketika, saat Rasulullah saw. berada di rumah pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib r.a., beliau
mengambil seprai tempat tidur dan diselimutkan kepada Abbas dan anak anaknya hingga menutupi mereka.
Beliau kemudian mendoakan mereka agar terhindar dari siksa neraka. Pada saat itu pula pintu dan dinding
dinding berucap, &#8220;Amiin, amiin, amiin&#8221; ~~
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SUATU ketika, saat Rasulullah saw. berada di rumah pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib r.a., beliau<br />
mengambil seprai tempat tidur dan diselimutkan kepada Abbas dan anak anaknya hingga menutupi mereka.</p>
<p>Beliau kemudian mendoakan mereka agar terhindar dari siksa neraka. Pada saat itu pula pintu dan dinding<br />
dinding berucap, &#8220;Amiin, amiin, amiin&#8221; ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3936"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/pintu-yang-mengamini-doa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerikil Kerikil yang Bertasbih</title>
		<link>http://nabimuhammad.info/2010/09/kerikil-kerikil-yang-bertasbih/</link>
		<comments>http://nabimuhammad.info/2010/09/kerikil-kerikil-yang-bertasbih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 10:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kumpulan Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Mukjizat Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Tasbih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nabimuhammad.info/?p=3934</guid>
		<description><![CDATA[Ketika itu Rasulullah saw. sedang duduk duduk bersama sahabat sahabatnya. Tiba tiba beliau beranjak mengambil segenggam kerikil. Karikil itu bertasbih di telapak tangan beliau dan para sahabat mendengarnya.
Rasulullah saw. kemudian memindahkan kerikil itu ke tangan Abu Bakar. Dan di tangan Abu Bakar pun kerikil
kerikil itu pun bertasbih. Lalu Rasulullah saw. memindahkan kerikil itu ke tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika itu Rasulullah saw. sedang duduk duduk bersama sahabat sahabatnya. Tiba tiba beliau beranjak mengambil segenggam kerikil. Karikil itu bertasbih di telapak tangan beliau dan para sahabat mendengarnya.</p>
<p>Rasulullah saw. kemudian memindahkan kerikil itu ke tangan Abu Bakar. Dan di tangan Abu Bakar pun kerikil<br />
kerikil itu pun bertasbih. Lalu Rasulullah saw. memindahkan kerikil itu ke tangan Umar, Utsman, dan All.<br />
Ternyata di tangan mereka kerikil kerikil itu juga bertasbih.</p>
<p>Imam All r.a. berkata, &#8220;Kami berada di Mekah bersama Rasulullah saw.. Beliau keluar menuju ke suatu<br />
arah. Pada saat itu setiap tumbuh tumbuhan dan gunung mengucapkan salam kepada Rasulullah saw.,</p>
<p>’Assalaamu ’alaika, ya Rasulullah ’ <strong>(Hadits Riwayat Baihaqi)</strong></p>
<p>Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw. bersabda, &#8220;Ketika Jibril datang kepadaku dengan membawa risalah kenabian, setiap saya melewati bebatuan dan pepohonan, mereka berkata, ’Assalaamu’alaikum, ya Rasulullah’<br />
<strong>(HR Muslim)<br />
</strong> ~~</p>
<div style='display:none' id="post-refEl-3934"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nabimuhammad.info/2010/09/kerikil-kerikil-yang-bertasbih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
