بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Nama Masjidil Aqsha bukanlah nama untuk sebuah ‘bangunan’ berbentuk mesjid seperti yang dipahami mayoritas umat Islam.  Namun masjidil Aqsha adalah nama untuk sebuah area [ kompleks ] seluas 144.000 m2 atau 14.4 Hektar yang terletak di Baitul Maqdis atau yang dikenal dengan sebutan Yerusalem.

Dan didalam kompleks Masjidil Aqsha itu terdapat sedikitnya 60 peninggalan seperti gerbang-gerbang, menara-menara, jami’ (masjid tempat dilaksanakannya shalat Jum’at) dan masjidmasjid, kubah-kubah, madrasah-madrasah, beranda-beranda, dan gapura-gapura.  Peninggalan peninggalan itu berasal dari masa Kesultanan Umayyah di abad ke 7 Masehi

Dan kompleks Masjidil Haram itu dikelilingi oleh tembok tembok yang mengitarinya.  [Perhatikan gambar]

Nah, bila Masjidil Aqsha adalah sebuah area seluas 14.4 Hektar, kalau begitu, yang dimanakah lokasi tepatnya ketika Rasulullah ﷺ dan para Nabi lainnya melakukan sholat pada malam isra mi’raj?  Dan bangungan apa saja yang ada dalam area atau kompleks Masjidil Aqsha ?

Inilah yang ada dalam kompleks Masjidil Aqsha :

  • Pintu-pintu Gagah
  • Menara-menara Perkasa
  • Masjidmasjid Teduh
  • Kubah-kubah Megah
  • Madrasah-madrasah Penuh Wibawa
  • Beranda-beranda
  • Gapura Indah Bersejarah
  • Air mancur-air mancur Penuh Kesejukan

♥♥♥

10 Pintu Pintu Gagah : kesepuluh pintu ini dalam keadaan terbuka

1. Pintu Al Asbat : Pintu setinggi empat meter ini direstorasi pada tahun 1213 Masehi pada masa Kesultanan Ayyubiyah (yang berlangsung selama 86 tahun; selama 1174-1250 Kesultanan Ayyubiyah beribukotakan Kairo, lalu pada 1250-1260 beribukota di Aleppo).
2. Pintu Hitta : Salah satu pintu Masjid Al-Aqsha yang tertua. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1220.
3. Pintu Atam / : Dikenal juga dengan Pintu Raja Faisal dan Pintu Kehormatan Para Nabi. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1213.
4. Pintu Ghawanimah : Dibangun di masa Sultan Walid bin Abdul Malik dari Kesultanan Umayyah (yang selama periode tahun 661-744 berpusat di Damascus, lalu pada periode 744-750 di Harran di kawasan Turki sekarang; dan akhirnya menjadi kesultanan terasing pada 756-1031 di Kordoba). Pintu ini juga dikenal sebagai Pintu Walid atau Pintu Al-Khalil. Dibangun kembali pada tahun 1307. Pernah dihancurkan oleh seorang fanatik Yahudi dan pada Juni 1998 selesai direstorasi.
5. Pintu An Nazar : Memiliki banyak nama di antaranya Pintu Kurungan, Pintu Majlis dan Pintu Mikail. Berbentuk persegi panjang dengan tinggi 4,5 meter. Dibangun ulang pada tahun 1203.
6. Pintu Al-Hadid : Kecil dan berbentuk persegi panjang, dibangun di abad 13
7. Pintu Kapas : Paling indah, paling anggun dan besar, nama pintu ini diambil dari Pasar Kapas. Berbentuk persegi panjang dengan ketinggian empat meter, pintu ini dibangun tahun 1336 pada masa Sultan Al-Malik an-Nasir Nasir ad-Din Abu’l Ma’ali Muhammad bin Qalawun (1285– 1341) dari Kesultanan Mamalik.
8. Pintu Matharah : Disebut juga Pintu Wudhu, sebab berdekatan dengan tempat berwudhu. Tingginya 3,5 meter dan dibangun pada 1266 pada masa Sultan Alauddin Basyari dari Kesultanan Mamalik.
9. Gerbang Al-Silsilah : Gerbang ini memiliki dua pintu masuk, yang pertama Pintu AlSilsilah yang berstatus “buka” dan Pintu As-Sakinah yang tertutup dan hanya dibuka pada saat-saat tertentu saja. Kedua pintu dengan tinggi 4,5 meter dibangun dan diperbarui pada masa Kesultanan Ayyubiyah di tahun 1203.
10. Pintu Al-Maghariba : Dikenal juga sebagai Pintu Buraq dan Pintu Nabi. Dalam satu riwayat dikatakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam pada malam Isra’ dan Mi’raj masuk ke Masjid alAqsha melalui pintu ini. Direstorasi pada masa Sultan Muhammad bin Kalawun dari Kesultanan Mamalik di tahun 1313.
35 Mengenal Masjid Al-Aqsha34  Mengenal Masjid Al-Aqsha

4 Pintu Pintu Yang Tertutup

11. Gerbang Rahmah : Juga terdiri dari dua pintu: Pintu Rahmah dan Pintu Taubah. Kaum Nashara (Kristen) memberinya nama Pintu Emas. Mereka mempercayai bahwa “Yesus” (Nabi Isa ‘alayhissalam) masuk melalui pintu ini dan akan keluar lagi nanti dari pintu ini. Pintu setinggi 11,5 meter ini termasuk salah satu akses umum untuk masuk ke Masjid Al-Aqsha dari arah timur laut. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa sesaat setelah pembebasan Baitul Maqdis oleh Salahuddin AlAyyubi, semua pintu ditutup demi menjaga kota Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsha dari serangan musuh.
12. Pintu Jenazah : Ukurannya kecil, dan disebut demikian karena dulunya dekat dengan tempat Pemakaman Ar-Rahmah. Jenazahjenazah dibawa masuk dan keluar masjid melalui pintu itu. Pintu ini termasuk yang ditutup atas perintah Salahuddin Al-Ayyubi.
13. Pintu Segitiga : Ini pintu masuk ke Masjid Al-Marwani di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha. Pintu ini juga ditutup oleh Salahuddin Al-Ayyubi. Pada tahun 1990 saat ‘Israel’ menduduki kota, mereka ingin merebut Masjid Al-Marwani dan sudah membuat tangga di sana dan ingin membukanya, tetapi kaum Muslim berhasil merestorasinya kembali untuk menjadikannya tempat shalat seperti dulu lagi. Dengan ini mereka berhasil menghambat proyek ‘Israel’
14. Pintu Ganda : Pintu kedua di dinding selatan dari arah kiblat. Menghadap benteng-benteng Umawi di arah selatan masjid. Pintu dibuat agar para sultan dan pemimpin ummat dari arah benteng itu dapat masuk ke Masjid dan langsung bisa mengimami shalat. Juga ditutup atas perintah Salahuddin Al-Ayyubi.

4 Menara Menara Perkasa

15. Menara Pintu Al-Maghariba : Disebut juga Menara Fahri . Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1278. Masih digunakan hingga hari ini. Bagian atas menara ini agak hancur disebabkan oleh gempa bumi pada tahun 1992. Direstorasi di tahun yang sama. Ini menara terkecil di Masjid Al-Aqsha dengan tinggi 23,5 meter
16. Menara Pintu Al-Silsilah : Disebut juga Menara Mahkamah dengan tinggi 35 meter. Konstruksinya masih seperti saat dibangun di bawah Kesultanan Mamalik di tahun 1329. Dalam beberapa tahun belakangan ini sudah direstorasi. Oleh sebab gempa, terlihat di ujung menara batubatu putih hasil perbaikan.
17. Menara Pintu Ghawanimah : Disebut juga Menara Qalawun dan dan dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1297. Sejak tahun 1329, Menara Ghawanimah dan Menara As-Silsilah telah direstorasi dua kali. Ghawanimah adalah menara tertinggi di dalam Masjid Al-Aqsha dengan tinggi 38,5 meter. Di ujung menara terdapat sulaman, motif dan ubin menghiasi.
18. Menara Pintu Al-Asbat : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1376, dengan tinggi 28,5 meter. Restorasi total setelah gempa pada tahun 1927. Dari semua menara, hanya menara ini saja yang dalamnya berbentuk silinder.

6 Mesjid Mesjid Teduh

19. Jami’ Al-Qibly : Masjid al Qibly atau Masjid Kiblat atau disebut juga Masjid al Umar. Masjid ini dibangun oleh Sayyidina Umar bin Khattab pada tahun 16 H dengan batang-batang pohon – sama seperti Masjid An Nabawi yang dibangun Rasulullah ﷺ di tahun 636. Masjid Al Qibly ini berkapasitas 3.000 jamaah.
Mesjid ini memiliki kubah berwarna biru, dan inilah mesjid yang kerap disalah pahami oleh umat muslim di seluruh dunia, karena sering disangka sebagai mesjid Al Aqsha.
Karena bangunanya sudah tua, maka mesjid Qibly dibangun kembali pada masa Sultan Abdul Malik bin Marwan. Dan selesai pada masa anaknya Al-Walid bin Abdul Malik.
Masjid ini sudah beratus-ratus kali diserang musuh; penyerangan terbesar pada tahun 1969, ditandai dengan hancurnya Mimbar Salahuddin yang dibuat oleh Nuruddin Zinki.
20. Mushala Al-Qadim : Masjid tertua yang berlokasi di bawah Masjid Al-Aqsha. Di dalam masjid terdapat tangga yang terbuat dari bebatuan. Pintu masuknya di bawah pintu masuk Masjid Al-Qibly. Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah. Beratusratus tahun ditutup, dan baru dibuka lagi pada tahun 1999.
21. Mushala Al-Marwani : Masjid terbesar dan berlokasi di bawah pekarangan sebelah selatan Masjid Al-Aqsha. Luas masjid 3600 m2. Pertama kali dibangun pada masa Kesultanan Umayyah. Saat Perang Salib, kuda-kuda ditambatkan di sini. Setelah pembebasan Baitul Maqdis oleh Salahuddin Al-Ayyubi, bangunan diubah dan diberi nama baru menjadi “Gudang Sulaiman.” Pada tahun 1997, Yayasan Waqaf Al-Aqsha mengembalikan fungsinya menjadi masjid.
22. Masjid Al-Buraq : Dulunya adalah tempat menambat Buraq, tunggangan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam saat Isra’. Pintu masuknya menuruni tangga di bawah pekarangan Masjid Al-Aqsha, dan juga ada pintu masuk lain yang lebih tinggi. Hanya dibuka pada saat shalat Jum’at dan shalat-shalat ‘Id.
23. Masjid Al Maghariba : Dibangun langsung oleh Salahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1193. Sekarang dijadikan museum.
24. Jami’ Nisa : Setara datarannya dengan Jami’ Al-Qibly. Masjid Nisa merupakan bangunan yang besar, membentang sejauh dinding barat. Pada masa Kesultanan Ayyubiyah dikhususkan untuk mushala perempuan. Sekarang sebagiannya difungsikan sebagai museum dan perpustakaan.

14 Kubah Kubah Megah

25. Kubah As Sakhrah : Arti namanya Kubah Batu, karena memang berdiri di atas batu raksasa. Dari titik inilah Rasulullah ﷺ naik ke langit dalam perjalanan Al Mi’rajnya. Dari kemudian diatasnya dibangunlah bangunan yang bentuknya kita kenal seperti sekarang.
Kubah As Sakhrah juga disebut Dome of The Rock.  Tetapi sekali lagi, bangunan ini bukanlah mesjid [ tempat untuk sholat ].  Ini hanya  bangunan biasa yang dibangun oleh Sultan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 685-705. Bentuk bangunan segi delapan, dengan tinggi 35 meter.
Kubah Batu inilah yang kerap oleh zionis Israel disebut sebagai mesjid Al Aqsha untuk mengelabui umat.  Dan memang kubah ini juga difungsikan sebagai mesjid, dipakai untuk tempat sholat bagi kaum muslim, kecuali sholat subuh.
Jamaah Dome of The Rock ini adalah wanita dan laki laki tua.  Sehingga untuk sholat Jumat, hanya bisa dipakai oleh wanita.
Kubah Dome of the Rock ini dilapisi potongan emas, sementara bangunannya dihiasi dengan porselin khusus, khat yang sangat indah dan lantainya keramik. Di masa Perang Salib bangunan ini dijadikan gereja dengan ditambahi sebuah altar sementara bulan sabit besar di kubah diganti dengan salib. Pada tahun 1187, Salahuddin AlAyyubi mengembalikan Kubah As-Sakhrah ke fungsi semula. Pada tahun 2009, Turki memperbarui hiasan bulan sabit pada Kubah As-Sakhrah dengan biaya 250 ribu Euro.
26. Kubah Al-Silsilah : Kubah ini kecil, bangunan di bawahnya bersudut sebelas, posisinya persis di sebelah Kubah As-Sakhrah. Dibangun pada tahun 685-688 oleh Sultan Abdul Malik bin Marwan. Terakhir direstorasi pada tahun 2009 oleh Turki.
27. Kubah Mi’raj : Kubah ini dibangun pada masa Kesultanan Ayyubiyah, untuk memperingatinya naiknya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam Al-Mi’raj. Bentuk bangunannya bersegi delapan dan dilengkapi dengan sebuah mihrab. Pernah direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
28. Kubah Musa : Disebut juga Kubah Syajarah Disebut juga Kubah Syajarah . Dibangun pada masa Kesultanan Ayyubiyah oleh Sultan Najmuddin. Bentuknya segi empat dan memiliki mihrab. Sekarang berfungsi sebagai rumah tahfizh.
29. Kubah Nahawiyah : Dibangun oleh Sultan Isa Ayyubi dari Kesultanan Ayyubiyah untuk menjadi tempat belajar sharaf dan nahwu. Di dalamnya terdapat tiga ruangan berderet
30. Kubah Sulaiman : Nama ini dinisbahkan kepada Sultan Sulaiman bin Abdul Malik. Direstorasi pada tahun 1203 di masa Kesultanan Ayyubiyah dan setelahnya juga pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Bentuk kubah segi delapan dan memiliki sebuah mimbar.
31. Kubah Mizan : Tempatnya berdekatan dengan Gapura Mizan.
32. Kubah Nabi : Kubah ini sebenarnya dibangun pada masa Kesultanan Umayyah, tapi bentuknya yang sekarang ini dibangun pada masa Sultan Sulaiman yang Agung di tahun 1538. Direstorasi pada 1845 di masa Sultan Abdul Majid ke-2. Menurut salah satu riwayat, kubah ini tempat dimana Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam memimpin shalat para nabi.
33. Kubah Arwah : Posisinya dijadikan penanda sebelah timur Gapura Barat Laut, dibangun pada masa Ustmaniyyah. Ada yang berpendapat bahwa nama itu diberikan bagi kubah ini sebab nantinya arwah semua mahluk akan dibangkitkan di atasnya. Ada yang berpendapat bahwa kubah itu berdekatan dengan sebuah gua yang bernama Gua Al-Arwah. Dalil-dalil ini tidak kuat
34. Kubah Khidir
35. Kubah Yusuf Aga : Dibangun pada masa Kesultanan Ustmaniyyah pada tahun 1681. Sekarang menjadi kantor penerangan dan penjualan tiket masuk ke museum.
36. Kubah Yusuf : Sesudah menaklukkan Baitul Maqdis, Salahuddin Al-Ayyubi membangun tembok melingkari Masjid al-Aqsha dan menghiasi tembok itu dengan berbagai bentuk ekpresi seni Islami. Pada masa Kesultanan Ustmaniyyah dibangunlah Kubah Yusuf. Bersamaan dengan itu direstorasi pula tembok dan kubah yang rusak dan diberi nama yang dinisbahkan kepada Salahuddin yang pertama (Salah al-Din Yusuf Ibn Ayyub).
37. Kubah Cinta Nabi : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah oleh Padisah Mahmut ke-2 di tahun 1817.
38. Kubah Isa Mahdi : Dibangun di salah satu sudut Masjid Al-Marwani pada masa Kesultanan Umayyah. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah di tahun 1898.
39. Kubah Syeikh Khalil : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah pada sekitar tahun 1700-an. Sekarang dijadikan kantor oleh Komisi Rekonstruksi Masjid Al-Aqsha

12 Madrasah Madrasah Penuh Wibawa

40. Riyadh Islami : Dahulu bangunan ini bernama Madrasah Riyadh Islam Aqsha, diwakafkan oleh seorang ‘alim bernama Sanjar Dawdar pada tahun 1295. Pada tahun 1980-an berubah menjadi Madrasah Riyadh Islami.
41. Tsanawiyah Aqsha Syar’iyah : Dibangun pada tahun 1980-an sebagai Tsanawiyah Islamiyyah.
42. Madrasah Gadiriyyah : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik Sultan Baybars di tahun 1432. Direstorasi oleh Lembaga Waqaf Islami, tetapi tidak selesai oleh sebab penjajah (‘Israel’) tidak memberikan izin untuk membangun atapnya.
43. Madrasah Basitiyyah : Diwaqafkan oleh Qadi Zaynuddin Abdul Basit bin Hilal Ad-Dimasyqi pada tahun 1431.
44. Madrasah Aminiyyah : Dibangun dan diwaqafkan oleh Aminuddin Abdullah di tahun 1329. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Terletak di bagian atas Beranda Utara, dan terdiri dari empat tingkat dengan kamar-kamar dan pintu-pintu.
45. Madrasah Farisiyyah : Diwaqafkan dan dinisbatkan kepada nama si pemberi, Amir Faris Al-Baka di tahun 1353. Tergabung dengan Madrasah Amniyyah.
46. Madrasah Malikiyyah : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1340, dengan dua tingkat. Sekarang digunakan sebagai tempat tinggal.
47. Madrasah As’ardiyyah : Diwaqafkan dan dinisbatkannya nama madrasah ini dari Majduddin Asardi di tahun 1368. Sekarang menjadi tempat tinggal.
48. Madrasah Manjakiyyah : Dibangun oleh Amir Sayfuddin Manjak di tahun 1361. Terdiri dari dua tingkat dan sekarang dijadikan sebagai kantor Yayasan Waqaf Islami.
49. Madrasah Ustmaniyyah :   Terletak di antara Madrasah Asrafiyah dan Pintu  Matharah dan terdiri dari dua lantai. Bagian lain madrasah terletak di luar komplek Masjid Al-Aqsha. Madrasah ini diwaqafkan oleh satu anggota keluarga Utsmaniyyah, anak perempuan dari Mahmut Beyin, yaitu Isfahan Syah Hatun. Madrasah ini tingginya sejajar dengan halaman Masjid Al-Aqsha. Digunakan sebagai madrasah hingga masa Esref Baybars. Setelah itu madrasah ini ditutup oleh orang Yahudi dan jendela-jendelanya, yang mengarah langsung ke Masjid al-Aqsha, ditutup dengan batu-batu. Sekarang tempat ini digunakan sebagai rumah oleh keluarga kaum Muslimin.
50. Madrasah Asrafiyah : Madrasah ini juga dikenal sebagai Madrasah Sultaniyyah. Dibangun oleh Amir Hasan Az-Zahiri. Pada saat Sultan Qaitbay berziyarah ke Baitul Maqdis madrasah itu dihancurkan. Dibangun kembali pada tahun 1480.
51. Madrasah Tankiziyyah : Salah satu bagian dari madrasah ini terdapat di luar Komplek Masjid Al-Aqsha. Sementara bagian yang lain terletak di atas Beranda Barat. Dibangun oleh Amir Tankiz An-Nasiri (1328). Pertama kali bangunan ini dijadikan sebagai mahkamah, kemudian dijadikan sebagai kantor tempat bertemu Konferensikonferensi Islami. Pada masa Kesultanan Utsmaniyyah direstorasi dan kemudian dijadikan madrasah. Direbut pada penjajahan ‘Israel’ tahun 1969 dan dijadikan sekolah kepolisian. Rencana ‘Israel’ terakhir adalah menghancurkan sekolah ini dan menjadikannya sinagog terbesar di dunia.

2 Beranda Beranda Indah

52. Beranda Barat : Bertempat di sebelah barat Masjid Al-Aqsha, dengan atap tertutup memanjang seperti koridor dengan 55 tiang penyangga. Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1307-1336 untuk kemudahan berpindah saat melihat peninggalan-peninggalan bersejarah yang berada di sebelah barat Masjid Al-Aqsha.
53. Beranda Utara : Beranda ini berbatasan dengan dinding utara Masjid Al-Aqsha. Dibangun pada masa Kesultanan Ayyubi dan Mamalik (1367). Ditutup pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Sekarang dibuka.

9 Gapura-gapura Lengkung Indah Bersejarah

54. Gapura Utara : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1321, dengan tinggi 7,5 meter.
55. Gapura Barat Laut : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1376. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah, dengan tinggi 7 meter.
56. Gapura Barat : Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah di tahun 951.
57. Gapura Barat Daya Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik di tahun 1472, dengan tinggi 7 meter.
58. Gapura Selatan : Dibangun setinggi 6,5 meter pada masa Kesultanan Umayyah. Pernah direstorasi pada masa Kesultanan Abbasiyyah, Fatimiyyah, Utsmaniyyah dan terakhir pada tahun 1982.
59. Gapura Tenggara : Dibangun pada masa Kesultanan Fatimiyyah di tahun 1021. Direstorasi pada masa Kesultanan Ayyubiyah, dengan tinggi 6,5-7 meter.
60. Gapura Timur Dibangun pada masa Kesultanan Umayyah dan direstorasi pada masa Kesultanan Abbasiyyah, dengan tinggi 6,5 meter.
61. Gapura Timur Laut : Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik, dengan tinggi 7 meter.

13 Air Mancur Penuh Kesejukan

62. Air Mancur Al-Ka’as (Mangkuk): Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Ayyubiyyah, Abu Bakar bin Ayyubi di tahun 1193.
63. Air Mancur Sya’lan : Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Ayyubiyyah, Isa Ayyubi di tahun 1216.
Air Mancur Penuh Kesejukan
64. Air Mancur Basiri : Juga dinamakan “Air Mancur Kurungan.” Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Mamalik, Sultan Baybars di tahun 1436
65. Air Mancur Qaitbay : Dibangun oleh salah satu Sultan Kesultanan Mamalik, Sultan Qaitbay di tahun 1461, dengan struktur mengagumkan dan motif yang dihiasi dengan batubatu berwarna. Direstorasi pada masa Kesultanan Utsmaniyyah di tahun 1882.
66. Air Mancur Kasim Paşa : Dikenal juga dengan nama Air Mancur Pintu Mahkamah. Dibangun pada masa Sultan Sulaiman yang Agung oleh gubernur Yerusalem Kasım Paşa di  tahun 1529.
67. Air Mancur Sulaiman Al Fannuni : Air mancur ini terletak di timur halaman Masjid Al-Aqsha, dan di sebelah selatan sebuah tempat yang disebut sebagai tempat beribadah Sulaiman. Dibangun pada masa Sultan Sulaiman di tahun 1536.
68. Air Mancur Syeikh Badiri : Dibangun tahun 1740.
69. Air Mancur Pintu AlMaghariba Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah.
70. Air Mancur Bab Hitta : Dibangun pada masa Kesultanan Utsmaniyyah. Direstorasi oleh Yayasan Aqsha. Kemudian ditutup permanen.
71. Tangki Jeruk: Dibangun pada masa Kesultanan Mamalik oleh Sultan Qaitbay di tahun 1482. Direstorasi oleh Komisi Rekonstruksi Peninggalanpeninggalan Bersejarah.
72. Sumur Sultan Isa : Dibangun dengan tiga serambi pada masa Kesultanan Ayyubiyyah oleh Sultan Isa Ayyubi. Pada masa Kesultanan Utsmaniyyah bangunan serambi tersebut ditinggikan hingga sejajar dengan halaman Kubah As-Sakhrah. Sekarang digunakan sebagai balai pengobatan.
73. Air Mancur Mimbar Burhanuddin Dibangun pada tahun 1998 oleh Komisi Rekonstruksi Peninggalan-peninggalan Bersejarah. Terdapat 24 macam bentuk keran.
74. Air Mancur Pohon Zaitun Dibangun oleh Komisi Peninggalanpeninggalan Sejarah Islam. Serta dikelilingi oleh tujuh buah keran.
75. Air Mancur Rahmat : Dibangun pada tahun 1995 serta terdapat 12 keran.

Informasi Lain

  • Mihrab-mihrab : Beberapa mihrab dapat ditemukan di halaman-halaman, tempat-tempat beribadah, di dalam kubah-kubah dan di masjidmasjid. Mihrab-mihrab itu untuk menunjukkan pada jamaah-jamaah arah kiblat. Di halaman Masjid Al-Aqsha masih ada beberapa mihrab lainnya seperti Mihrab Ali Pasa, Mihrab Dawud Pasa, Mihrab Masjid Al-Marwani, Mihrab Gapura Barat Daya.
  • Sumur-sumur : Terdapat 26 sumur di dalam Komplek Masjid Al-Aqsha. Dulu tidak hanya digunakan oleh orang-orang Baitul Maqdis untuk beribadah saja, tapi sumur-sumur itu juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Kuil Sulaiman ? Orang Yahudi menganggap Masjid al-Aqsha dibangun di atas tempat suci mereka yaitu Kuil Sulaiman. Menurut riwayat mereka kuil ini hancur dan kemudian dibangun kembali untuk yang kedua kali dan dihancurkan kembali. Oleh karena itu, mereka ingin membangun kembali Kuil Sulaiman untuk yang ketiga kalinya – tepat di atas Masjid Al-Aqsha. Tapi orang Yahudi tidak memiliki bukti arkeologis untuk membuktikan pernah adanya Kuil Sulaiman itu.
  • Tembok Buraq : Tembok dimana Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam menambatkan kendaraannya pada saat Isra’ dan Mi’raj. Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam menambatkan kendaraannya di tembok ini dan masuk ke Masjid Al-Aqsha. Tembok ini juga dikenal sebagai Tembok Magharib.
  • Mushala : Di halaman Masjid Al-Aqsha terdapat 26 tempat shalat. Tempat-tempat shalat itu pada ketinggian satu meter di atas permukaan tanah dan terbuat dari batu. Untuk setiap tempat shalat terdapat tangga-tangga pendek untuk naik ke atas, tapi di sebagian tempat shalat tidak terdapat mihrab. Tempat-tempat shalat ini lebih banyak digunakan sebagai tempat berbagi ilmu, pelajaran dan tempat beribadah.
  • Mimbar Salahuddin : Dikenal sebagai mimbar yang memiliki hiasan motif, sulaman dan tulisan khat, serta berbagai simbol indah. Nuruddin Zinki membuat mimbar itu selama 20 tahun dengan niat akan memasangnya di Masjid al-Aqsha sesudah berhasil membebaskan Batul Maqdis. Nuruddin wafat sebelum pembebasan Baitul Maqdis. Ketika Salahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, maka dia pindah mimbar Nuruddin Zinki itu dari Aleppo ke Baitul Maqdis dan dia pasang di Masjid al-Aqsha. Pada tahun 1696 seorang Yahudi fanatik membakar mimbar itu. Mimbar baru sudah dibuat sementara mimbar lama juga direstorasi.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .