بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Anas bin Malik bin Nadar al-Khazraj  [ Arab : أنس بن مالك الأنصاري, lahir: 612, wafat : 709/712 ]  adalah sahabat sekaligus pelayan Rasulullah ﷺ. Ia juga banyak meriwayatkan hadis hadis Rasulullah ﷺ.

Sejak kecil Dia melayani keperluan Rasulullah ﷺ, sehingga selalu bersama Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah ﷺ, Dia menghafal banyak hadist. Ia dikenal sebagai sahabat Rasulullah ﷺ yang berumur paling panjang.

.


Nasab Anas Bin Malik

Anas bin Malik berasal dari Bani an-Najjar dan merupakan anak dari Ummu Sulaim.

.


Tahun Kelahiran Anas bin Malik

Anas lahir tahun 612 M

.


Tahun Wafatnya Anas bin Malik

Anas wafat tahun 709/712 M

.


Kisah Anas bin Malik

Belum lama Rasulullah ﷺ tinggal di Madinah, datanglah seorang wanita bernama Al Ghumaiso’ binti Milhan menemui Rasulullah ﷺ bersama putranya Anas bin Malik, ia berkata :

يا رسول الله .. . لم يبق رجُلٌ ولا امرأةٌ من الأنصار إلا وقد أتحفك بتُحفَةٍ ، وإني لا أجدُ ما أُتحِفُكَ به غير ابني هذا . .. فخُذْهُ ، فليخدمك ما شئت . . .

“Wahai Rasulullah ﷺ, tidak satu pun seorang laki-laki dan perempuan dari Anshar ini, kecuali telah memberi hadiah kepadamu, dan sesungguhnya Aku tidak memiliki apa yang dapat aku berikan kepadamu kecuali anakku ini…. maka ambillah anak ini agar dia dapat membantumu kapan Anda mau.”

Tergugahlah Rasulullah ﷺ untuk menerimanya, beliau mengusap kepalanya dan menyatukannya dengan keluarganya. Saat itu umur Anas 10 tahun, saat kebahagiaannya dapat menjadi pembantu Rasulullah ﷺ, dan hidup terus bersama Rasulullah ﷺ sampai Rasulullah ﷺ kembali kepada Allah ﷻ .

Adalah masa hidupnya menjadi pembantu Rasulullah ﷺ selama sepuluh tahun. Kondisi ini sangat dimanfaatkan oleh Anas untuk menimba langsung hidayah dari Rasulullah ﷺ, memahami semua sabdanya, mengetahui sifat-sifatnya dan keutamaannya yang tidak dapat diketahui oleh selainnya.

Anas berkata : “Adalah Rasulullah ﷺ orang yang paling baik akhlaknya, lapang dadanya, dan banyak kasih sayangnya. Suatu saat beliau menyuruhku untuk suatu keperluan, ketika aku berangkat aku tidak menuju ke tempat yang Rasulullah ﷺ inginkan, namun aku pergi ke tempat anak anak yang sedang bermain di pasar dan ikut bermain bersama mereka.

Ketika aku telah bersama mereka aku merasa ada seseorang berdiri di belakangku dan menarik bajuku, maka aku menoleh, ternyata dia adalah Rasulullah ﷺ dengan senyum beliau menegurku :

“Ya Unais (panggilan kesayangan) apakah kamu sudah pergi ke tempat yang aku perintahkan?” Aku gugup menjawabnya : Ya, ya Rasul, sekarang aku akan berangkat. Demi Allah aku telah menjadi pembantunya 10 tahun, tidak pernah aku mendengar ia menegurku : “Mengapa kamu lakukan ini dan itu, atau mengapa kamu tidak melakukan ini atau itu?””

Dan adalah Rasulullah ﷺ jika memanggilnya selalu memanggilnya dengan panggilan rasa sayang dan memanjakan yaitu dengan memanggilnya dengan kata Unais atau ya bunayya. Begitu juga Rasulullah ﷺ banyak menasihatinya sampai memenuhi hati dan otaknya. Di antara nasihat nasihatnya adalah :

( يا بُنيَّ إن قدرت أن تُصبح وتُمسي وليس في قلبك غش لأحد فافعل . . .

“Ya bunayya jika engkau mampu setiap pagi dan sore hatimu bersih dari perasaan dengki kepada orang lain maka lakukanlah.”

يا بُنيَّ إنَّ ذلك من سُنتي ، ومن أحيا سُنتي فقد أحَبَّني .
ومن أحَبَّني كان معي في الجنة .

“Ya bunayya sesungguhnya hal itu adalah sunnahku, barang siapa menghidupkan sunnahku maka mencintaiku, barangsiapa mencintaiku akan bersamaku di surga.”

يا بُني إذا دخلت على أهلك فسلم يكن بركَةً عليك وعلى أهل بيتك )

“Ya bunayya jika engkau menemui keluargamu maka berilah salam niscaya akan menjadi keberkahan bagimu dan bagi keluargamu.”

Anas bin Malik adalah sahbat yang paling panjang usianya.  Ia masih hidup setelah wafatnya Rasulullah SAW sekitar 80 tahun lebih.

Dadanya dipenuhi ilmu yang langsung diambil dari Rasulullah ﷺ. Otaknya tumbuh dengan pemahaman kenabian. Oleh karena itu sepanjang umurnya ia menjadi rujukan umat Islam, tempat umat bertanya, setiap menghadapi permasalahan sulit dan tidak diketahui hukumnya.

Suatu saat terjadi perdebatan tentang keberadaan telaga Nabi nanti di hari kiamat. Maka mereka bertanya kepada Anas tentang masalah ini. Beliau menjawab : “Aku tidak mengira hidup dalam kondisi mendapatkan kalian mendiskusikan tentang telaga. Sungguh aku telah meninggalkan para wanita tua di belakangku, tidaklah di antara mereka shalat kecuali mereka berdoa agar dapat minum dari telaga Rasulullah ﷺ tersebut.”

Dan seterusnya Anas sepanjang hidupnya selalu mengenang kehidupan Rasulullah ﷺ. Adalah Anas selalu riang setiap kali bertemu dengan Rasulullah ﷺ, sangat sedih di saat perpisahan, banyak mengulang ulang sabdanya, sangat perhatian mengikuti perkataan-perkataannya dan perbuatan-perbuatannya, menyenangi apa yang disenangi dan membenci apa yang dibenci.

Kisah Wafatnya Rasulullah

Dan hari yang paling berkesan baginya karena 2 peristiwa : Hari yang pertama ia bertemu dengan Rasulullah ﷺ dan hari saat berpisah dengan Rasulullah ﷺ.

Apabila terkenang hari yang pertama beliau berbahagia, dan apabila terkenang hari yang kedua, Anas terharu yang membuat orang-orang di sekelilingnya ikut menangis. Beliau sering berkata : “Sungguh saya melihat Rasulullah ﷺ pada hari pertama bersama kita, dan hari pada saat wafatnya, maka tidaklah aku melihat dua hari itu ada kemiripan.

Maka pada hari saat masuk ke Madinah menyinari segala sesuatu. Dan pada hari hampir wafatnya, jadilah Madinah kota yang gelap.

Terakhir aku melihat Rasulullah ﷺ pada hari senin ketika tabir di kamarnya di buka, maka aku melihat wajahnya seperti kertas mushaf, para sahabat saat itu berdiri di belakang Abu Bakar melihatnya, hampir hampir mereka bergejolak kalau saja Abu Bakar tidak menenangkan mereka.

Pada hari itulah Rasulullah ﷺ wafat, maka tidaklah kami melihat pemandangan yang sangat menyedihkan dari pada melihat wajah Rasulullah ﷺ harus diuruk dengan tanah.”

Doa Rasulullah

Adalah Rasulullah SAW sering mendoakan Anas bin Malik. Di antara doanya: ( اللهم ارزقه مالاً وولداً ، وبارك له ) “Ya Allah berilah rezki kepadanya harta dan anak, dan berkahilah.”

Dan sungguh Allah telah mengabulkan doanya, jadilah Anas orang yang kaya di kalangan Anshar, dan paling banyak keturunannya, sampai-sampai dia panjang umur dan hidup bersama cucu cucunya lebih dari seratus orang. Dan umurnya mencapai seratus tahun lebih.

Dan adalah Anas, sahabat yang sangat mengharapkan syafaat Rasulullah ﷺ pada hari kiamat, sering sekali ia mengatakan : “Aku berharap dapat bertemu Rasulullah ﷺ pada hari kiamat dan mengatakan kepada Rasulullah ﷺ, ya Rasul inilah saya yang dulu menjadi pembantumu.”

Ketika Anas sakit menjelang kematiannya, dia berkata kepada keluarganya : “Tuntunlah aku untuk membaca laailaaha Illallah.”

Begitulah ia mengulang-ulangnya sampai datang ajalnya. Beliau pernah berwasiat agar tongkat kecil milik Rasulullah ﷺ dikuburkan bersamanya, maka diletakkanlah di antara lambungnya.

Selamat bagi Anas, yang telah dikaruniai oleh Allah ﷻ dengan berbagai macam kebaikan. Total masa hidup Anas bersama Rasulullah ﷺ selama sepuluh tahun. Beliau berada di ranking ketiga di dalam meriwayatkan hadits, setelah Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Semoga Allah ﷻ membalasnya dan ibunya atas jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ