بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ali bin Abi Al Ash adalah cucu pertama Nabi Muhammad.   Ia anak tertua dari Zaynab dan Al Ash bin Rubai Laqit.  Adiknya adalah Umamah binti Abi Al Ash.

Ali lahir pada tahun 613 M atau  Tahun 10 BH [ before hijrah ] atau Tahun ke 3 Bit’sah [ tahun kenabian ] dan wafat pada usia yang cukup muda, 23 tahun.  Yakni pada saat ia ikut perang Yarmuk, tahun 636 M pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Rasulullah amat menyayangi cucu pertamanya ini.  Kemanapun Rasulullah pergi, Ali selalu dibawa bawa.

Ali bin Al Ash disusui oleh wanita dari bani Ghadhirah dan dididik di sana untuk mempelajari dasar dasar berbahasa arab yang murni dan fasih. Ketika ia menyelesaikan pendidikannya, ayahnya,  Al Ash belum juga mau memeluk Islam.

Maka Rasulullah mengambil Ali untuk tinggal bersama beliau.  Akhirnya Ali bin Abi Al Ash tinggal di rumah, dan diasuh langsung oleh Khadijah dan Rasulullah [ kakek neneknya ] dan paman- bibinya.

‘Aku lebih berhak atas cucu anakku daripada siapapun. Dan seorang muslim lebih berhak atas muslim yang lain daripada orang kafir manapun’

Ali bin Abi Al Ash  inilah yang pada peristiwa Fathu Mekah, peristiwa pembebasan mekah tahun 630 M atau 8 H, Ali duduk di belakang Rasulullah di atas kuda memasuki kota Mekah.  Saat itu Ali telah berusia 17 tahun, telah menjelma menjadi pemuda yang gagah berani.

Ali bin Abi Al Ash hidup sampai dewasa, dan terbunuh dalam perang Yarmuk.   Ali tidak memiliki keturunan.

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ