بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al Munaafiquun adalah nama surat ke 63 dalam al Quran. Surat ini tergolong surah Madaniyyah, terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Munaafiquunyang berarti Orang-orang yang munafik karena surat ini mengungkapkan sifat-sifat orang orang munafik.

Dalam sejarah Islam, sifat munafik baru muncul setelah hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah, tepatnya setelah peristiwa perang Badar.

Saat itu di Makkah belum dijumpai orang-orang munafik. Yang ada justru sebaliknya, yaitu ada sejumlah orang yang menampakkan kekufuran karena acaman ancaman yang menghujam namun sejatinya pada sanubarinya mukmin.

Baca : Awal Kemunculan Orang Orang Munafik

Al Munaafiquun 
Arti Orang-Orang Munafik
Klasifikasi Madaniyah
Surah ke 63
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 11 ayat
Tartib Mushhafi Surat ke 62. Al Jumu’ah
Surat ke 63. Al Munaafiquun
Surat ke 64. At Taghaabun
Tartib NuzuliSurat ke 103. Al Hajj
Surat ke 104. Al Munaafiquun
Surat ke 105. Al Mujaadilah
 Surat Al Munaafiquun 
1Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendustaإِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ 1
2Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
3Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لا يَفْقَهُونَ
4Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?A وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
5Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ لَوَّوْا رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُمْ مُسْتَكْبِرُونَ
6Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka, Allah tidak akan mengampuni mereka; sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
7Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Ansar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لا تُنْفِقُوا عَلَى مَنْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنْفَضُّوا وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَفْقَهُونَ
8Mereka berkata: "Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahuiيَقُولُونَ لَئِنْ رَجَعْنَا إِلَى الْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ الأعَزُّ مِنْهَا الأذَلَّ وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَعْلَمُونَ
9Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
10Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
11Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Asbabun Nuzul dan Tafsir Surat Al Munaafiquun 

Ayat 1 : Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata : “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar benar Rasul Allah“. Dan Allah ﷻ mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar benar Rasul-Nya; dan Allah ﷻ mengetahui bahwa sesungguhnya orang orang munafik itu benar benar orang pendusta.

Akhlak dan sifat kaum munafik, persekongkolan yang mereka lakukan terhadap Rasulullah ﷺ dan kaum mukmin, dan peringatan kepada Rasulullah ﷺ dan kaum mukmin agar berhati hati terhadap mereka.

Maka Allah ﷻ menurunkan ayat ini (Al Munafiqun : 1) yang menegaskan bahwa kaum munafiqun selalu berdusta; dan ayat ini pun membenarkan ucapan Zaid bin Arqam.

Riwayat tentang Zaid bin Arqam ini mempunyai beberapa sumber, diantaranya ada yang menerangkan bahwa peristiwa tersebut tejadi pada waktu Perang Tabuk, dan turunnya surat ini pada malam hari.

Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Zaid bin Arqam ia berkata, “Aku berada dalam pasukan perang, lalu aku mendengar Abdullah bin Ubay berkata :

“Janganlah kamu berinfak kepada orang-orang yang berada di dekat Rasulullah ﷺ sehingga mereka bubar (meninggalkan Rasulullah ﷺ ). Sungguh, jika kita pulang dari sisi Beliau, pastilah orang yang kuat akan mengusir orang yang lemah dari sana.”

Maka aku ceritakan hal itu kepada pamanku atau ke Umar, lalu dia menceritakannya kepada Rasulullah ﷺ kemudian Beliau memanggilku dan aku menceritakan kepadanya, maka Rasulullah ﷺ mengirimkan orang kepada Abdullah bin Ubay dan kawan kawannya, lalu mereka bersumpah bahwa mereka tidak berkata demikian.

Sehingga Rasulullah ﷺ menganggapku dusta dan membenarkannya, sehingga aku merasakan kesedihan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku pun duduk di rumah, lalu pamanku berkata kepadaku : “Aku tidak bermaksud supaya Rasulullah membenci dan tidak mempercayaimu.”

Maka Allah ﷻ menurunkan ayat :  “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad),…dst.” Lalu Rasulullah ﷺ mengirim orang kepadaku untuk membacakan ayat dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah membenarkan kamu wahai Zaid.” ( HR. Bukhari dan Muslim )

Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, jumlah kaum muslimin di Madinah cukup banyak dan Islam pun semakin kuat di sana, maka di antara penduduknya yang belum memeluk Islam menampakkan keimanan di luar dan menyembunyikan kekafiran di batinnya agar kedudukannya tetap terjaga, darahnya tetap terpelihara dan harta mereka dapat terjaga, maka Allah ﷻ menyebutkan sifat mereka agar diketahui sehingga kaum mukmin dapat bersikap waspada terhadap mereka dan berada di atas pengetahuan.

Ayat 2 : Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai [a], lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan [b].

[a] Mereka bersumpah bahwa mereka beriman adalah untuk menjaga diri dan harta mereka agar jangan dibunuh atau ditawan atau dirampas hartanya.

[b] Karena menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran, bersumpah berada di atas keimanan dan memberikan kesan bahwa mereka benar dalam sumpahnya

Ayat 3 : Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman [a], kemudian menjadi kafir (lagi) b] lalu hati mereka dikunci mati [c]; karena itu mereka tidak dapat mengerti [d]

 

[a] Dengan lisan mereka, atau maksudnya mereka tidak tetap di atas keimanan. Dan lisan mereka yang berbeda dengan hatinya.

[b] Dengan hati mereka, yakni mereka tetap terus di atas kekafiran.

[c] Sehingga tidak dapat dimasuki kebaikan lagi untuk selamanya.

[d] Hal yang bermanfaat bagi mereka.

Ayat 4 : Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka [a]. Mereka adalah seakan akan kayu yang tersandar [b] Mereka mengira bahwa tiap tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka [c]. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) [d], maka waspadalah terhadap mereka [e] ; semoga Allah ﷻ membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? [f]

Persaksian dari kaum munafik ini adalah dusta dan nifak, padahal untuk memperkuat Rasul-Nya tidak dibutuhkan persaksian mereka. Allah ﷻ menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar benar pendusta.

[a] Karena bagusnya kata-kata mereka dan enak didengar. Tubuh dan ucapan mereka mengagumkan, namun di balik itu tidak ada akhlak yang utama dan petunjuk sedikit pun.

[b] Mereka diumpamakan seperti ‘kayu yang tersandar’ untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan pandai berbicara, akan tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tidak dapat memahami kebenaran seakan-akan kayu yang tersandar ke tembok yang tidak ada manfaatnnya.

[c] Karena mereka takut turun ayat yang membuka rahasia mereka atau menghalalkan darah dan harta mereka. Mereka takut kalau isi hati mereka terbongkar.

[d] Karena musuh yang menampakkan dirinya jauh lebih ringan daripada musuh dalam selimut, yang tidak diketahui sebagai musuh, dimana ia melakukan tipu daya dan membuat makar diam-diam.

[e] Karena mereka akan menyebarkan rahasiamu kepada orang-orang kafir.

[f] Bisa juga maksudnya, dipalingkan dari beriman setelah tegaknya bukti. Atau maksudnya, bagaimana mereka mereka dapat dipalingkan dari agama Islam setelah tegak bukti dan dalilnya serta jelas rambu-rambunya beralih kepada kekafiran yang tidak memberikan apa-apa kepada mereka selain kerugian dan kesengsaraan.

Ayat 5 : Dan apabila dikatakan kepada mereka : marilah (beriman), agar Rasulullah ﷺ memintakan ampunan bagimu [a], mereka membuang muka [b] mereka dan kamu lihat mereka berpaling [c] sedang mereka menyombongkan diri [d].

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah, diriwayatkan pula oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ada orang yang mengusulkan kepada Abdullah bin Ubay supaya datang kepada Rasulullah saw. agar beliau memintakan ampunan Allah swt untuknya. Akan tetapi ia menolaknya bahkan berpaling. Maka turunlah ayat ini ( Al Munafiqun : 5 ) berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan sifat sifat kemunafikan, yaitu keras kepala.

[a] Terhadap hal yang terjadi padamu agar keadaanmu menjadi baik dan amalmu diterima.

[b] Mereka menolak meminta doa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[c] Dari kebenaran sambil membencinya.

[2d] Inilah keadaan mereka ketika diajak meminta doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan hal ini termasuk kelembutan Allah dan karamah(kemuliaan)-Nya kepada Rasul-Nya yaitu mereka (kaum munafik) tidak mau datang kepada Beliau agar Beliau memintakan ampunan untuk mereka, dan sama saja bagi mereka baik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memintakan ampunan untuk mereka atau tidak, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidak akan mengampuni mereka karena mereka adalah orang-orang yang fasik; yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan mengutamakan kekafiran daripada keimanan. Oleh karena itu, istighfar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah bermanfaat bagi mereka meskipun melakukan istighfar untuk mereka sebanyak tujuh puluh kali (lihat At Taubah: 80).

Ayat 6 : Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Urwah diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid dan Qatadah bahwa :

‘ ketika turun ayat istaghfirlahum au laa tastaghfirlahum in tastaghfirlahum sab’iina marratan falay yaghfirallaahu lahum.(Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah ﷻ sekali kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka (al Baro’ah: 80), yang menegaskan bahwa Allah ﷻ tidak akan mengampuni orang-orang munafik walaupun dimintakan ampun oleh Rasulullah sebanyak 70 kali.

Nabi saw. bersabda : “Aku akan memintakan ampunan lebih dari tujuh puluh kali.” Maka Allah menurunkan ayat sawaaun ‘alaihim.. (…sama saja bagi mereka…) sampai akhir ayat ( Al Munaafiquun: 6 ), yang menegaskan bahwa bagi mereka sama saja, apakah Nabi memintakan ampunan atau tidak, Allah tetap tidak akan mengampuni mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al ‘Aufi yang bersumber dari Ibnu  Abbas bahwa ketika turun ayat al Baro’ah: 80, bersabdalah Rasulullah saw. yang didengar oleh Ibnu ‘Abbas: “Sesungguhnya aku telah diberi kelonggaran tentang mereka (kaum munafik). Aku akan memintakan ampun bagi mereka lebih dari tujuh puluh kali. Mudah-mudahan Allah mengampuni mereka.” Maka turunlah ayat sawaaun ‘alaihim….( …sama saja bagi mereka..) sampai akhir ayat (Al-Munafiqun: 6) yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengampuni orang orang seperti itu.

Ayat 7 :

7. [a] Mereka yang berkata (kepada orang orang Anshar), “Janganlah kamu bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah) [b].” Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi [c], tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami [d].

[a] Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Muhammad bin Ka’ab Al Qurazhiy ia berkata : Aku mendengar Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu (berkata), “Ketika Abdullah bin Ubay berkata, “Janganlah kamu berinfak kepada orang-orang yang berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,” ia juga berkata, “Sungguh, jika kita telah kembali ke Madinah…dst.”

Maka aku beritahukan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu orang-orang Anshar mencelaku, dan Abdullah bersumpah bahwa dia tidak berkata demikian, maka aku pulang ke rumah dan tidur, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah membenarkanmu.” Dan turunlah ayat, “Mereka yang berkata (kepada orang-orang Anshar), “Janganlah kamu bersedekah…dst.”

[b] Ini termasuk kerasnya permusuhan mereka kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin ketika mereka melihat kaum muslimin bersatu. Mereka menganggap bahwa tanpa harta dan nafkah mereka (kaum munafik) tentu mereka (kaum muslimin) tidak akan berkumpul membela agama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sungguh hal ini merupakan sesuatu yang paling aneh, yaitu karena kaum munafik yang sangat senang agama Islam terlantar dan kaum muslimin tersakiti menyangka demikian, dimana sangkaan ini hanyalah laris di kalangan orang-orang yang tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itulah dalam lanjutan ayat Allah Subhaanahu wa Ta’aala membantah mereka dengan firman-Nya, “Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi.” Yakni Dia yang memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menghalangi dari siapa yang Dia kehendaki, memudahkan sebab bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyusahkan kepada siapa yang Dia kehendaki.

[c] Dia akan memberi rezeki kepada kaum muhajirin dan selain mereka.

[d] Sehingga mengatakan demikian yang isinya memberi kesan bahwa perbendaharaan rezeki ada di tangan mereka dan di bawah kehendak mereka.

Ayat 8 : Mereka berkata, “Sungguh, jika kita telah kembali ke Madinah[a], pastilah orang yang kuat[b] akan mengusir orang-orang yang lemah[c] dari sana.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui[d].

Ayat 9-11: Peringatan kepada kaum mukmin agar tidak tersibukkan oleh dunia sehingga melalaikan diri dari beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dan ajakan kepada mereka untuk beramal saleh dan berinfak di jalan Allah sebelum ajal tiba.

 

Ayat 9. [a] Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah [b]. Dan barang siapa berbuat demikian [c], maka mereka itulah orang-orang yang rugi [3d].

[a] Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang mukmin untuk banyak mengingat-Nya, karena di sana terdapat keberuntungan dan kebaikan yang banyak, dan melarang mereka dibuat sibuk oleh harta dan anak-anak mereka sampai lalai mengingat Allah. Hal itu, karena jiwa manusia diciptakan dengan keadaannya yang senang kepada harta dan anak, namun jika sampai diutamakan di atas kecintaan dan ketaatan kepada Allah, maka dapat mengakibatkan kerugian yang besar seperti saat dikumandangkan azan Jum’at untuk shalat Jum’at, tetapi ia masih saja sibuk berdagang.

[b] Seperti dari shalat yang lima waktu.

[c] Yakni harta dan anaknya membuat lalai dari mengingat Allah.

[d] Tidak mendapatkan kebahagiaan yang abadi dan kenikmatan yang kekal karena mengutamakan kenikmatan yang fana’ (sebentar). Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (At Taghaabun : 15)

Ayat 10 Dan infakkanlah [a] sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu [a] sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi [d], maka aku dapat bersedekah [e] dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh [f].”

[a] Termasuk dalam hal ini nafkah/infak yang wajib maupun yang sunat. Yang wajib seperti zakat, kaffarat, nafkah kepada istri, dsb. Sedangkan yang sunat seperti mengorbankan harta untuk segala yang bermaslahat.

[b] Hal ini menunjukkan bahwa nafkah yang Allah bebankan agar hamba mengeluarkannya tidaklah menyusahkan mereka, bahkan Allah memerintahkan mereka agar mengeluarkan sebagian dari rezeki yang Allah karuniakan kepada mereka, dimana Dia telah mempermudahnya untuk mereka dan mempermudah sebab-sebabnya. Oleh karena itu, hendaknya mereka bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kepada mereka rezeki itu, yaitu dengan membantu saudara-saudara mereka yang memerlukan dan bersegera kepadanya sebelum datang kematian yang jika tiba, maka seorang hamba tidak dapat mengejar lagi amal saleh yang telah dilalaikannya.

[c] Meminta agar dikembalikan lagi ke dunia.

[d] Agar aku dapat mengejar amal saleh yang telah aku lalaikan seperti zakat ketika hartanya telah mencapai nishab (ukuran wajib zakat) dan haji ketika sudah mampu.

[e] Sehingga aku dapat selamat dari azab dan dapat memperoleh banyak pahala.

[f] Dengan mengerjakan perkara yang diperintahkan dan menjauhi larangan.

 

Ayat 11. Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan [a].

[a] Baik atau buruk, lalu Dia membalasnya sesuai yang Dia ketahui dari kamu, yakni dari niat dan amalmu.

Susunan Surat Secara Tartib Mushhafi
  1. Al  Faatihah    •  2. Al Baqarah   • 3. Ali ‘Imran  •  4. An Nisaa’  •  5. Al Maa-idah  •  6. Al An’aam   •   7. Al A’raaf   •  8. Al Anfaal •   9. At Taubah   •  10. Yunus [surat]  •  11. Hud   •  12. Yusuf [surat] •  13. Ar Ra’d   •  14. Ibrahim [surat]  •  15. Al Hijr [surat]    •  16. An Nahl •  17. Al Israa’   •  18. Al Kahfi   •  19. Maryam [surat]  •  20. Thaahaa •  21. Al Anbiyaa’ •  22. Al Hajj •  23. Al Mu’minuun   •  24. An Nuur   •   25. Al Furqaan   •  26. Asy Syu’araa   •   27. An Naml  •   28. Al Qashash   •   29. Al ‘Ankabuut   •   30. Ar Ruum   •   31. Luqman  •  32. As Sajdah   •   33. Al Ahzab   •   34. Saba’   •   35. Fathir   •  36. Yassiin •  37. Ash Shaaffaat •  38. Shaad  •  39. Az Zumar   •   40. Al Mu’min  •  41. Al Fushshilat  •  42. Asy Syura   •   43. Az Zukhruf  •  44. Ad Dukhaan  •  45. Al Jaatsiyah   •  46. Al Ahqaaf   •  47. Muhammad [surat]   •  48. Al Fath  •  49. Al Hujuraat  •  50. Qaaf   •  51. Adz Dzaariyaat •  52.  Ath Thuur   •  53.  An Najm  •  54. Al Qamar  •  55. Ar Rahmaan  •  56. Al Waaqi’ah   •  57. Al Hadiid  •  58. Al Mujaadilah  • 59. Al Hasyr  •  60. Al Mumtahanah  •  61. Ash Shaff   •  62. Al Jumu’ah   •   63. Al Munaafiquun  •  64. At Taghaabun   •   65.  Ath Thalaaq   •   66. At Tahriim   •   67. Al Mulk   •  68. Al Qalam   •  69. Al Haaqqah   •  70. Al Ma’aarij  •  71. Nuh   •   72. Al Jin   •   73. Al Muzzammil  •   74. Al Muddatstsir   •   75. Al Qiyaamah  •  76. Al Insaan   •   77. Al Mursalaat   •

Juz Amma

78 An Naba’   •   79. An Naazi’aat  •   80. ‘Abasa   •   81. At Takwir   •   82.  Al Infithaar  •   83. Al Muthaffifiin  •  84. Al Insyiqaaq   •  85. Al Buruuj   •  86. Ath Thaariq  •  87. Al A’laa   •  88. Al Ghaasyiyah   •   89. Al Fajr   •   90. Al Balad   •   91. Asy Syams   •  92. Al Lail   •   93. Adh Dhuhaa   •   94. Alam Nasyrah   •   95. At Tiin  •  96. Al ‘Alaq   •   97. Al Qadr •  98. Al Bayyinah   •  99. Az Zalzalah •  100. Al ‘Adiyaat   •   101. Al Qaari’ah   •  102. At Takaatsur   •  103. Al ‘Ashr   •   104. Al Humazah   •  105. Al Fiil •  106. Quraisy  •  107. Al Maa’uun   •   108.  Al Kautsar   •  109. Al Kaafiruun  •  110. An Nashr •  111. Al Lahab •  112. Al Ikhlash   •  113. Al Falaq   •  114. An Naas

Susunan Surat Secara Tartib Nuzuli

Al ‘Alaq  • 2. Al Qalam  • 3. Al Muzzammil  • 4. Al Muddatstsir  • 5. Al  Faatihah  •  6. Al Lahab  • 7. At Takwir  • 8. Al A’laa   •  9. Al Lail  • 10.  Al Fajr   • 11. Adh Dhuhaa 11  •  12.  Alam Nasyrah  •  13. Al ‘Ashr   • 14. Al ‘Adiyaat  • 15. Al Kautsar • 16. At Takaatsur   • 17.  Al Maa’uun  • 18. Al Kaafiruun •  19. Al Fiil   •   20. Al Falaq  • 21.  An Naas  • 22.  Al Ikhlash  • 23. An Najm  •  25. ‘Abasa  •  25.  Al Qadr •  26. Asy Syams   •  27. Al Buruuj   •  28. At Tiin •  29. Quraisy  •  30. Al Qaari’ah  •  31. Al Qiyaamah   •  32. Al Humazah   • 33.  Al Mursalaat   •  34. Qaaf  •  35. Al Balad  •  36. Ath Thaariq   •  37. Al Qamar  •  38. Shaad   •  39. Al A’raaf  •  40. Al Jin  •  41. Yassiin   •   42. Al Furqaan   •  43. Fathir   • 44. Maryam  •  45. Thaahaa  •   46. Al Waaqi’ah •  47. Asy Syu’araa   •  48. An Naml  • 49.  Al Qashash   •  50. ,Al Israa’   •    • 51.  Yunus, • 52. Hud  • 53. Yusuf  • 54. Al Hijr  •   55. Al An’aam  •  56. Ash Shaaffaat  •   57. Luqman  •  58. Saba’  •   59.  Az Zumar  •  60. Al Mu’min    • 61. Al Fushshilat   •  62. Asy Syura  •  63.   Az Zukhruf   • 64. Ad Dukhaan    •  65. Al Jaatsiyah   •  66. Al Ahqaaf    •  67.  Adz Dzaariyaat  •   68.  Al Ghaasyiyah  •  69. Al Kahfi  • 70. An Nahl  •  71. Nuh  •  72. Ibrahim  •  73. Al Anbiyaa’   • 74. Al Mu’minuun •   •  75. As Sajdah   •  76. Ath Thuur  •  77. Al Mulk  •   78. Al Haaqqah  •  79. Al Ma’aarij  •  80. An Naba’  •  81. An Naazi’aat   •  82. Al Infithaar  •  83.  Al Insyiqaaq   •  84. Ar Ruum  • 85. Al ‘Ankabuut   •   86. Al Muthaffifiin   • 87. Al Baqarah   •88.  Al Anfaal   • 89. Ali ‘Imran    •  90.  Al Ahzab   •  91.  Al Mumtahanah   •   92. An Nisaa’   • 93. Az Zalzalah   •  94. Al Hadiid   •  95. Muhammad   •  96. Ar Ra’d  •  97. Ar Rahmaan  •  98. Al Insaan   •  99. Ath Thalaaq  • 100.  Al Bayyinah  •  101. Al Hasyr   •  102.  An Nuur    • 103.  Al Hajj • 104. Al Munaafiquun    •  105. Al Mujaadilah   •  106.  Al Hujuraat  •  107. At Tahriim  •   108. At Taghaabun  • 109. Ash Shaff   • 110. Al Jumu’ah  •  111. Al Fath   •  112.  Al Maa-idah  • 113.  At Taubah  •  114.  An Nashr

Keterangan : Makkiyah  •  Madaniyyah

MushshafiNama SuratBhs ArabArtiJml AyatTurun Di Nuzuli
1Al Faatihahالفاتحة Pembukaan7Mekah 5
2, Al Baqarah, البقرة ,Sapi Betina, 286, Madinah 87
3, Ali 'Imran, آل عمران, Keluarga 'Imran, 200, Madinah 89
4 ,An Nisaa' النّساء ,Wanita, 176 ,Madinah 92
5, Al Maa-idah, المآئدة ,Jamuan (hidangan makanan), 120, Madinah 112
6 ,Al An'aam, الانعام ,Binatang Ternak, 165, Mekah55
7 ,Al A'raaf, الأعراف ,Tempat yang tertinggi, 206, Mekah39
8, Al Anfaal, الأنفال ,Harta rampasan perang, 75, Madinah 88
9, At Taubah, التوبة‎‎ ,Pengampunan, 129, Madinah 113
10 ,Yunus, ينوس ,Nabi Yunus, 109,
Mekah51
11, Hud, هود ,Nabi Hud, 123 ,Mekah52
12, Yusuf, يسوف ,Nabi Yusuf, 111, Mekah53
13, Ar Ra'd, الرّعد, Guruh (petir), 43, Mekah96
14 ,Ibrahim , إبراهيم ,Nabi Ibrahim, 52, Mekah72
15, Al Hijr ,الحجر , Al Hijr (nama gunung), 99 ,Mekah54
16 ,An Nahl, النّحل ,Lebah, 128, Mekah70
17 ,Al Israa' , الإسرا ,Perjalanan Malam, 111, Mekah50
18, Al Kahfi , الكهف ,Penghuni-penghuni gua, 110, Mekah69
19, Maryam ,مريم ,Maryam (Maria) ,98, Mekah44
20 ,Thaahaa, طه ,Ta Ha ,135 ,Mekah45
21 ,Al Anbiyaa', الأنبياء ,Nabi-Nabi, 112, Mekah73
22, Al Hajj, الحجّ, Haji ,78, Madinah 103
23, Al Mu'minuun, المؤمنون, Orang mukmin, 118, Mekah74
24 ,An Nuur, النّور, Cahaya, 64 ,Madinah 102
25, Al Furqaan, الفرقان ,Pembeda, 77 ,Mekah42
26 ,Asy Syu'araa, الشّعراء ,Penyair, 227, Mekah47
27 ,An Naml ,النّمل, Semut ,93, Mekah48
28, Al Qashash , القصص, Cerita, 88, Mekah49
29 ,Al 'Ankabuut, العنكبوت ,Laba-laba, 69 ,Mekah85
30 ,Ar Ruum, الرّوم ,Bangsa Romawi, 60, Mekah84
31 ,Luqman, لقمان ,Keluarga Luqman, 34, Mekah57
32, As Sajdah, السّجدة ,Sajdah, 30 ,Mekah75
33 ,Al Ahzab, الْأحزاب ,Gol yg bersekutu, 73, Mekah90
34 ,Saba' ,سبا ,Kaum Saba' ,54 ,Mekah58
35, Fathir , فاطر ,Pencipta ,45 ,Mekah43
36 ,Yassiin, يس ,Yaasiin ,83, Mekah41
37 ,Ash Shaaffaat, الصّافات ,Barisan-barisan, 182, Mekah56
38, Shaad ,ص, Shaad, 88, Mekah38
39 ,Az Zumar ,الزّمر, Rombongan-rombongan ,75 ,Mekah59
40 ,Al Mu’min, المؤمن ,Orang yg Beriman, 85 ,Mekah60
41 ,Al Fushshilat, فصّلت ,Yang dijelaskan, 54, Mekah61
42 ,Asy Syura, الشّورى ,Musyawarah ,53 ,Mekah62
43, Az Zukhruf الزّخرف Perhiasan, 89, Mekah63
44 ,Ad Dukhaan, الدّخان ,Kabut, 59 ,Mekah64
45 ,Al Jaatsiyah, الجاثية ,Yang bertekuk lutut, 37 ,Mekah65
46 Al Ahqaaf ,الَأحقاف ,Bukit-bukit pasir ,35 ,Mekah66
47 ,Muhammad, محمّد ,Muhammad, 38, Madinah 95
48, Al Fath, الفتح ,Kemenangan, 29, Madinah 111
49, Al Hujuraat , الحجرات, Kamar kamar, 18, Madinah 106
50 , Qaaf , ق ,Qaaf ,45 ,Mekah34
51, Adz Dzaariyaat, الذّاريات ,Angin yang menerbangkan, 60, Mekah 67
52 ,Ath Thuur, الطّور, Bukit ,49, Mekah, 76
53 ,An Najm, النّجْم ,Bintang, 62, Mekah, 23
54 ,Al Qamar ,القمر ,Bulan, 55 ,Mekah37
55 ,Ar Rahmaan, الرّحْمن ,Yang Maha Pemurah, 78, Madinah & Mekkah, 97
56 ,Al Waaqi'ah, الواقعه ,Hari Kiamat 96, Mekah,46
57 ,Al Hadiid, الحديد ,Besi ,29 ,Madinah 94
58 ,Al Mujaadilah, المجادلة ,Wanita yang mengajukan gugatan, 22 ,Madinah 105
59 ,Al Hasyr, الحشْر ,Pengusiran ,24, Madinah ,101
60 ,Al Mumtahanah, الممتحنة ,Wanita yang diuji ,13, Madinah ,91
61 ,Ash Shaff, الصّفّ ,Satu barisan ,14 ,Madinah 109
62 ,Al Jumu'ah, الجمعة, Hari Jum’at, 11, Madinah 110
63 ,Al Munaafiquun, المنافقون ,Orang-orang yang munafik, 11, Madinah , 104
64 ,At Taghaabun التّغابن ,Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan ,18 ,Madinah , 108
65 ,Ath Thalaaq, الطّلاق ,Talak ,12 ,Madinah 99
66 ,At Tahriim, التّحريم ,Mengharamkan, 12, Madinah , 107
67 ,Al Mulk, الملك ,Kerajaan ,30 ,Mekah ,77
68, Al Qalam, القلم ,Pena, 52, Mekah 2
69 ,Al Haaqqah, الحآقّة ,Hari kiamat ,52 ,Mekah ,78
70 ,Al Ma'aarij, المعارج ,Tempat naik ,44 ,Mekah79
71 ,Nuh, نوح ,Nuh, 28, Mekah ,71
72, Al Jin, الجنّ Jin, 28, Mekah 40
73 ,Al Muzzammil, المزمّل, Orang yang berselimut ,20 ,Mekah3
74 ,Al Muddatstsir, المدشّر ,Orang yang berkemul, 56, Mekah4
75, Al Qiyaamah, القيمة ,Hari Kiamat ,40, Mekah, 31
76, Al Insaan, الْاٍنسان, Manusia ,31 ,Madinah 98
77 ,Al Mursalaat ,المرسلات ,Malaikat-Malaikat Yang Diutus, 50, Mekah, 33
78 ,An Naba' , النّبا, Berita besar ,40 ,Mekah, 80
79 ,An Naazi'aat,النّازعات ,Malaikat-Malaikat Yang Mencabut, 46, Mekah, 81
80 ,'Abasa, عبس, Ia Bermuka masam ,42 ,Mekah, 24
81, At Takwir ,التّكوير ,Menggulung, 29, Mekah, 7
82 ,Al Infithaar ,الانفطار ,Terbelah ,19 ,Mekah, 82
83 ,Al Muthaffifiin ,المطفّفين ,Orang-orang yang curang, 36, Mekah, 86
84, Al Insyiqaaq, الانشقاق ,Terbelah ,25 ,Mekah, 83
85 ,Al Buruuj, البروج ,Gugusan bintang ,22, Mekah, 27
86 ,Ath Thaariq ,الطّارق ,Yang datang di malam hari ,17 ,Mekah, , 36
87 ,Al A'laa, الْأعلى ,Yang paling tinggi, 19 ,Mekah, 8
88 ,Al Ghaasyiyah, الغاشية ,Hari Pembalasan, 26 ,Mekah, , 68
89 ,Al Fajr , الفجر ,Fajar ,30 ,Mekah, 10
90, Al Balad, البلد ,Negeri, 20, Mekah, 35
91 ,Asy Syams, الشّمس ,Matahari ,15 ,Mekah, 26
92 , Al Lail , الّيل ,Malam ,21, Mekah, 9
93 ,Adh Dhuhaa, الضحى‎‎ ,Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha) ,11, Mekah, 11
94 ,Alam Nasyrah, الانشراح‎‎ ,Melapangkan, 8 ,Mekah, 12
95, At Tiin, التِّينِ, Buah Tin, 8 ,Mekah, , 28
96 ,Al 'Alaq, العَلَق ,Segumpal Darah, 19 ,Mekah, 1
97, Al Qadr, الْقَدْرِ ,Kemuliaan, 5, Mekah, 25
98 ,Al Bayyinah, الْبَيِّنَةُ ,Pembuktian, 8, Madinah 100
99 ,Az Zalzalah, الزلزلة‎‎ ,Kegoncangan, 8, Madinah , 93
100 ,Al 'Adiyaat ,العاديات‎‎ ,Berlari kencang, 11 ,Mekah, 14
101 ,Al Qaari'ah, القارعة‎‎ ,Hari Kiamat ,11, Mekah, 30
102 ,At Takaatsur , التكاثر‎‎ ,Bermegah-megahan ,8, Mekah, ,16
103 ,Al 'Ashr ,العصر ,Masa/Waktu ,3, Mekah, 13
104 ,Al Humazah, الهُمَزة‎‎ ,Pengumpat ,9, Mekah32
105, Al Fiil ,الْفِيلِ ,Gajah, 5 ,Mekah, 19
106 ,Quraisy, قُرَيْشٍ ,Suku Quraisy, 4 ,Mekah, 29
107 ,Al Maa'uun, الْمَاعُونَ ,Barang-barang yang berguna, 7, Mekah, 17
108 ,Al Kautsar ,الكوثر ,Nikmat yang berlimpah, 3 ,Mekah, 15
109 ,Al Kaafiruun, الْكَافِرُونَ ,Orang-orang kafir ,6 ,Mekah, 18
110, An Nashr ,النصر‎‎ ,Pertolongan, 3 ,Madinah, 114
111, Al Lahab, المسد‎‎ ,Gejolak Api/ Sabut ,5, Mekah, 6
112, Al Ikhlash, الإخلاص‎‎, Ikhlas, 4 ,Mekah, 22
113, Al Falaq, الْفَلَقِ, Waktu Subuh, 5 ,Mekah, 20
114An Naasالنَّاسِ
.
Manusia 6Mekah, 21

Wallahu a’lam bil showab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

..