Al Mu’min adalah nama surat ke 40 dalam Al Quran dan terdiri dari 85 ayat.  Dan termasuk golongan surat Al MakkiyahSurat ini memiliki 3 nama, yakni :

Nama Al Mukmin (Arab:المؤمن ) diperoleh dari hadits nabi[1] yang menyebutnya sebagai surah Ha Mim Al Mukmin dengan diawali huruf Ha Mim.

Hal ini digunakan untuk membedakannya dengan surah lain yang dimulai dengan ayat Mutasyabihat Ha Mim yang sama seperti surah As Sajdah yang juga disebut Ha Mim As-Sadjah.

Selain itu, kata Al-Mu’min yang berarti “Laki-Laki Yang Beriman” merujuk pada kisah seorang laki-laki beriman yang terdapat dalam ayat 28 surah ini. Ia merupakan pengikut Fir’aun dan seorang Qibti. Namun, ia menyembunyikan keimanannya. Hingga suatu hari ia menerima dakwah Musa dan membelanya. Orang ini dijelaskan Al Quran sebagai orang yang membela dakwah. Ada beberapa pendapat mengenai siapa nama orang ini. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ia adalah “Habib”.[2] At-Tabari berpendapat bahwa ia adalah “Khair”. Sedangkan Ibnu Abbas berpendapat bahwa ia adalah “Hazbil” atau “Hazfil”. Dan ada juga yang menyebutnya “Syam‘an”[3].

Nama Ghafir (Arab:غافر) diambil dari ayat ke-3 surah ini yang di dalamnya terdapat kata Ghafir. Kata Ghafir juga merupakan salah satu sifat Allah yang artinya “Mengampuni”. Sedangkan nama At-Tawl juga diambil dari ayat ke-3 dari kata Zit Tawl yang terdapat di akhir ayat. At-Tawl memiliki arti “Mempunyai Karunia Yang Tidak Putus.”[4]
Pokok-pokok terjemah

Kitab ini dikirimkan dari Allah Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui, Yang Mengampuni kesalahan dan menerima taubat, Yang HukumanNya Keras serta Yang Menguasai karunia. Tiada Tuhan kecuali Dia. padaNya tempat tujuan. (Ayat:2-3)
Tiada yang memperdebatkan pesan-pesan Allah, kecuali orang-orang yang kafir. karena itu jangan biarkan mereka berkeliaran di berbagai negeri. sebelum mereka, kaum Nuh mendustakan dan aliran-aliran sesudah mereka dan setiap umat telah bersiasat terhadap Utusan mereka untuk menangkapnya dan mereka membantah dengan kesia-siaan untuk melawan (terhadap) Kebenaran itu; karena itu Aku menyiksa mereka. maka betapa (dahsyat) KemurkaanKu? dan demikianlah pasti berlaku keputusan Tuhanmu terhadap orang-orang yang kafir, karena sungguh mereka adalah penghuni Neraka. (Ayat:4-6)
(para makhluk) yang menopang Singgasana (‘Arsy) dan yang berada di sekelilingnya memuliakan dengan puji-pujian kepada Tuhan mereka dan mereka beriman padaNya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman: “Ya Tuhan kami, Kasih dan Ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan Gejolak (Neraka), Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka juga orang-orang yang berperilaku baik di antara leluhur-leluhur mereka serta isteri-isteri mereka juga keturunan mereka semua. sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana, dan lindungilah mereka dari kejahatan dan orang-orang yang Engkau pelihara dari kejahatan pada hari itu maka tentu Engkau Mengasihinya dan itulah anugerah yang dahsyat”. (Ayat:7-9)
maka orang-orang yang kafir diserukan: “tentulah kebencian Allah (kepadamu) lebih dahsyat dibanding kebencian kalian terhadap diri kalian sendiri karena kalian diseru untuk beriman lalu kalian kafir”. mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali juga menghidupkan kami dua kali, maka kami mengakui kesalahan-kesalahan kami. maka adakah sesuatu kesempatan untuk keluar?” yang demikian itu akibat kalian menolak (kafir) apabila hanya Allah yang diserukan dan kalian percaya apabila Allah dipersekutukan. maka keputusan (terserah) pada Allah, Yang Maha Luhur, Maha Dahsyat. (Ayat:10-12)
maka serulah Allah secara tulus untukNya, sekalipun golongan yang kafir membencinya. (Ayat:14)
Yang Dipermuliakan, Yang menguasai Singgasana (‘Arsy), yang mengutus Ruh dengan perintahNya kepada yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya, supaya dia memperingatkan tentang Hari Pertemuan. pada Hari (ketika) mereka bangkit; tiada suatu pun yang tersembunyi bagi Allah. : “Milik siapakah kerajaan pada Hari ini?” Milik Allah Yang Tunggal, Maha Mengalahkan. Pada hari ini setiap jiwa dibalasi sesuai yang telah dia usahakan. tiada yang diperlakukan secara sewenang-wenang pada hari ini. sungguh Allah amat teliti PerhitunganNya. (Ayat:15-17)
peringatkanlah mereka dengan hari yang semkin mendekat ketika kalbu sampai di leher dengan menahan kesedihan. tiada kawan bagi orang-orang yang berlaku sewenang-wenang dan tiada (pula) perantaraan (syafa’at) yang diterima. (Ayat:18)
dan Allah memutuskan hukuman dengan Kebenaran dan (segala) yang mereka seru selain Dia tiada dapat memutuskan hukuman dengan sesuatu apapun. sungguh Allah Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengawasi. (Ayat:20)
dan tidakkah mereka mengarungi bumi, lalu memperhatikan bagaimana akhir riwayat generasi-generasi sebelum mereka. mereka itu lebih hebat dibanding mereka dan lebih berjasa di bumi, maka Allah menghantam mereka akibat kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tidaklah mempunyai perisai terhadap Allah. yang demikian itu karena para Utusan telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti jelas lalu mereka menolak (kafir); maka Allah menghukum mereka. sungguh Dia Maha Kuat, Maha Tegas dalam Penghukuman. (Ayat:21-22)
dan sungguh telah Kami utus Musa beserta pesan-pesan Kami dan keterangan-keterangan yang jelas, untuk menghadap kepada Fir’aun, Haman dan Karun; maka mereka mengatakan: “seorang penyihir yang berdusta”. maka tatkala dia datang kepada mereka dengan Kebenaran dari sisi Kami mereka mengatakan: “Bunuhlah putra-putra dari orang-orang yang beriman yang berpihak dengannya dan biarkanlah hidup perempuan-perempuan mereka”. dan tidaklah siasat golongan yang kafir itu tak lain kesia-siaan. dan Fir’aun mengatakan: “Biarkan aku saja yang membunuh Musa dan biar dia menyeru kepada Tuhannya, karena sungguh aku khawatir dia akan mengganti agama kalian atau menimbulkan kekacauan di bumi”. dan Musa berkata: “sesungguhnya aku berlindung pada Tuhanku dan Tuhan kalian terhadap setiap orang angkuh yang tidak mengimani Hari Perhitungan”.
dan seorang laki-laki beriman di antara para pengikut Fir’aun yang menyembunyikan keimanannya, menyerukan: “Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhanku adalah Allah” padahal bukti-bukti telah hadir kepada kalian dari Tuhan kalian dan jika ia memang seorang pendusta maka dia sendiri yang menanggung dusta itu; akan tetapi jika ia seorang yang pantas (benar) niscaya sebagian yang dia ancamkan kepada kalian akan menimpa kalian”. sungguh Allah tidak membimbing orang-orang yang melampaui batas, pendusta. : “wahai kaumku, di pihak kalian kerajaan pada hari ini untuk berkuasa di bumi. maka siapakah yang akan menyelamatkan kita dari Kegeraman Allah tatkala menimpa kita!” Fir’aun mengatakan: “tidaklah aku mengemukakan kepada kalian, melainkan yang aku kehendaki; dan tidaklah ku bimbing kalian selain menuju jalan yang semestinya”. dan orang beriman itu berkata: “wahai kaumku, aku khawatir kalian akan ditimpa sebagaimana golongan yang bersekutu sebelunmnya. seperti keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang menggantikan mereka dan Allah tidak ingin bertindak sewenang-wenang terhadap hamba-hambaNya. wahai kaumku, sungguh aku khawatir terhadap kalian pada Hari panggil-memanggil. hari (ketika) kalian mundur menghindar, tiada satupun yang menyelamatkan kalian terhadap Allah dan siapa yang diliarkan Allah, niscaya tiada satu pun sebagai pembimbing. dan sebelumnya Yusuf pernah hadir kepada kalian disertai bukti-bukti jelas, tetapi kalian meragukan tentang yang dia sampaikan kepada kalian, hingga ketika dia meninggal, kalian mengatakan: “Allah takkan mengutus seorang pun sesudahnya. demikianlah Allah liarkan (orang-orang) yang berdosa dan meragu. orang-orang yang memperdebatkan pesan-pesan Allah tanpa keterangan yang telah sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan bagi Allah dan bagi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci kalbu orang yang sombong dan sewenang-wenang.
dan berkatalah Fir’aun: “wahai Haman, dirikanlah bagiku sebuah bangunan yang menjulang supaya aku sampai ke tingkap-tingkap. tingkap-tingkap di langit, supaya aku dapat melihat Tuhannya Musa dan sungguh aku memandangnya seorang pendusta”. demikianlah Fir’aun memandang baik perbuatan buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang semestinya); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain merugikan diri mereka sendiri.
Orang yang beriman itu berkata: “wahai kaumku, ikutilah aku, aku akan membimbing kalian jalan yang tepat. wahai kaumku, sungguh kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sungguh akhirat itulah alam yang kekal. Barangsiapa memperbuat kejahatan, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. dan barangsiapa memperbuat kebajikan baik laki-laki maupun perempuan serta dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi pemberian disana tanpa batas. wahai kaumku, bagaimanakah kalian ini, tatkala aku menyeru kalian menuju keselamatan, tetapi kalian menyeru aku ke Neraka? kalian menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan Dia dengan apa yang tidak ku ketahui (Ilmu) padahal aku menyeru kalian kepada Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun? sudah pasti bahwa yang kalian seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di Akhirat. dan sungguh kita berpulang kepada Allah dan sungguh orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka. Kelak kalian akan ingat kepada hal yang kukatakan kepada kalian. dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. sungguh Allah Maha Mengawasi hamba-hambaNya”.
maka Allah meluputkan orang itu dari yang mereka ada-adakan, sedangkan kaum Fir’aun dikepung oleh azab (bencana) yang mengerikan.
kepada mereka dinampakkan Neraka pada pagi dan petang, dan di hari Kemestian terjadi. : “Masukkanlah para pengikut Fir’aun ke dalam siksa yang sangat keras”. (Ayat:23-46)
dan ketika mereka berbantah-bantahan dalam Neraka, maka golongan yang lemah berkata kepada golongan yang menyombongkan diri: “sungguh kami adalah pengikut-pengikut kalian, maka dapatkah kalian menghindarkan kami dari siksaan Neraka?” golongan yang menyombongkan diri mengatakan: “sungguh kita semua bersama-sama disana karena Allah yang telah menetapkan keputusan kepada hamba-hambaNya”. dan orang-orang yang berada dalam Neraka berkata kepada para penjaga Jahannam: “Mohonkan kepada Tuhan kalian supaya Dia menghentikan siksa kepada kami untuk sehari saja”. mereka mengatakan: “belumkah hadir kepada kalian Utusan-Utusan kalian beserta keterangan-keterangan jelas?” mereka berkata: “tidak demikian”. mereka mengatakan: “Berserulah”. dan seruan golongan kafir itu tidak lain kesia-siaan.
sungguh Kami yang menyelamatkan para Utusan Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada Hari saksi-saksi berdiri, hari saat pernyataan maaf golongan yang sewenang-wenang tidak diterima dan kutukan bagi mereka dan kediaman yang buruk bagi mereka. (Ayat:47-52)
dan sungguh Kami berikan Bimbingan kepada Musa; dan Kami serahkan Al-Kitab kepada Bani Israel, sebagai bimbingan dan peringatan bagi golongan yang berpemahaman baik. maka bersabarlah, karena sesungguhnya janji Allah itu Kebenaran, dan mohonkan ampunan untuk kesalahan-kesalahanmu dan memuliakanlah seraya memuja-muji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. orang-orang yang memperdebatkan pesan-pesan Allah tanpa keterangan jelas yang sampai kepada mereka sebenarnya tiada dalam dada mereka melainkan keangkuhan yang takkan mereka capai, maka mintalah perlindungan kepada Allah. sungguh Dia Maha Mendengar, Maha Mengawasi. sungguh penciptaan langit dan bumi lebih dahsyat daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ayat:53-57)
dan tidaklah setara orang buta dibanding orang yang dapat memandang, dan tidak (pula) orang-orang yang beriman serta memperbuat berbagai kebajikan dibanding golongan durhaka. sedikit sekali kalian mengambil pelajaran. (Ayat:58)
sungguh Kemestian akan tiba, tiada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengimani. (Ayat:59)
dan Tuhan kalian berfirman: “Berdoalah padaKu, niscaya akan Kuperkenankan untuk kalian. sungguh orang-orang yang menyombongkan diri untuk menyembahKu akan masuk Jahannam dalam keadaan terhina”. (Ayat:60)
Allah yang menjadikan malam untuk kalian supaya kalian beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang. sungguh Allah benar-benar mengatur (hak) karunia terhadap manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak berterima kasih. yang demikian itu adalah Allah, Tuhan kalian, Pencipta segala sesuatu, tiada Tuhan kecuali Dia; maka bagaimanakah kalian dipalingkan? seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang memperdebatkan pesan-pesan Allah.
Allah yang menjadikan bumi bagi kalian (sebagian) tempat kediaman dan langit sebagai atap, dan membentuk kalian lalu menyusun tubuh kalian serta menghidupi kalian dengan berbagai hal yang bermanfaat. yang demikian itu adalah Allah Tuhan kalian, Maha Diagungkan Allah, Tuhannya semesta alam. Dialah Yang Hidup, tiada Tuhan kecuali Dia; maka serulah Dia secara tulus beragama untukNya. Terpujilah Allah Tuhannya semesta alam. (Ayat:61-65)
Katakanlah: “sungguh aku dilarang menyembah yang kalian seru-seru selain Allah setelah datang keterangan-keterangan jelas kepadaku dari Tuhanku dan aku diperintahkan supaya tunduk kepada Tuhannya semesta alam. (Ayat:66)
Dialah yang menciptakan kalian dari debu kemudian dari nutfah (air mani), sesudah itu dari gumpalan (darah), kemudian kalian dilahirkan sebagai seorang bayi, kemudian kalian berkembang sampai dewasa, kemudian tua, di antara kalian ada yang direnggut (wafat) sebelum itu karena kalian mencapai kepada batas yang ditentukan dan supaya kalian berpikir. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya mengatakan tentang itu: jadi, maka terjadi. (Ayat:67-68)
Apakah kalian tidak memperhatikan orang-orang yang membantah pesan-pesan Allah? bagaimanakah mereka dipalingkan? orang-orang yang mendustakan Al-Kitab dan (wahyu) yang dibawa oleh Utusan-Utusan Kami yang telah diutus, kelak mereka memahami, ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air mendidih, lalu mereka dibakar, kemudian diserukan kepada mereka: “dimana yang kalian persekutukan itu, selain Allah?” Mereka mengatakan: “mereka telah lenyap dari kami, sebenarnya kami dahulu tiada pernah menyeru apapun”. seperti demikianlah Allah meliarkan golongan kafir. yang demikian itu disebabkan karena kalian bersenang-senang di muka bumi secara sembarangan (tidak benar) dan kalian memang keji. : “Masukilah gerbang-gerbang Jahannam, untuk selamanya disana. maka itulah seburuk-buruk kediaman bagi golongan yang menyombongkan diri”. (Ayat:69-76)
maka bersabarlah, sungguh janji Allah adalah Kebenaran; maka meskipun Kami perlihatkan kepadamu sebagian yang Kami ancamkan kepada mereka ataupun telah Kami wafatkan kamu, maka kepada Kami mereka berpulang. (Ayat:77)
dan sungguh telah Kami utus beberapa Utusan sebelum kamu, sebagian mereka ada yang Kami kisahkan kepadamu dan sebagian mereka ada yang tidak Kami kisahkan kepadamu. tidak dapat bagi seorang Utusan membawa suatu pertanda (mukjizat), melainkan atas izin Allah; maka apabila telah datang keputusan Allah, terjadi berdasar Kebenaran dan di saat itulah hancurlah golongan yang (berpegang kepada) kesia-siaan. (Ayat:78)
maka apakah mereka tiada mengarungi di bumi lalu memperhatikan bagaimana akhir riwayat generasi-generasi sebelum mereka. mereka itu lebih hebat dibanding mereka dan lebih berjasa di bumi, maka yang mereka usahakan itu tidak berguna untuk mereka. maka tatkala datang kepada mereka Utusan-Utusan mereka dengan keterangan-keterangan jelas, mereka membanggakan diri dengan yang ada pada mereka dan mereka diliputi oleh yang mereka cemoohkan itu. maka tatkala mereka mendapati murka Kami, mereka mengatakan: “Kami mengimani Allah saja, dan kami kafir kepada yang telah kami persekutukan denganNya”. maka iman mereka tidaklah bermanfaat bagi mereka tatkala mereka telah menemui murka Kami. demikianlah ketetapan Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hambaNya. dan di waktu itu golongan yang kafir dibinasakan. (Ayat:82-85)