بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al Masih artinya mengusap.  Al Masih [ المسيح ] secara bahasa berasal dari kata yang tersusun 3 huruf : م – س – ح. Dalam bahasa Arab, kata  مَسَحَ  artinya mengusap. Dari akar kata ini, kita bisa mengambil kesimpulan makna dari turunannya.

Dalam bahasa Ibrani disebut [ מָשִׁיחַ ] Mesias atau Mesiakh,  Messiah, Mahsiah,  Moshiah,  Mashiach atau Moshiach.  Dan Al Masih bagi oranag Yahudi artinya orang yang dipilih secara khusus atau “diurapi” dengan dituangi minyak di kepalanya. Pengurapan sering dilakukan di kalangan bangsa Israel sebagai tanda bahwa orang yang diurapi itu mendapatkan jabatan atau kedudukan khusus. Misalnya, Saul dan Daud masing-masing diurapi menjadi raja Israel oleh Samuel (1 Samuel 10:1, 16:13).

Dalam Nasrani Al Masih memiliki arti : Yang membaptis, yang diurapi, mengusap atau membelai.  Dan berasal dari kata “masaha”

Al Masih sendiri adalah salah satu gelar yang diberikan kepada Yesus, karena orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah sang Juruselamat yang dijanjikan sejak masa Perjanjian Lama untuk menyelamatkan umat manusia dari hukuman neraka.

Di dunia ini, hanya ada dua makhluk yang bergelar al Masih.  Yakni  Nabi Isa عليه السلام dan Dajjal. Keduanya akan saling bertemu di akhir zaman, dan Nabi Isa akan membunuh Dajjal.

Lafazh ini dimutlakkan untuk orang yang benar, juga dimutlakkan untuk orang yang sesat lagi pendusta.
Al Masih Isa bin Maryam Alaihissallam adalah orang yang benar, sementara Al Masih ad Dajjal adalah yang sesat lagi pendusta.

Allah menciptakan dua al Masih, salah satu dari keduanya adalah lawan untuk yang lain.

Karena itu, terdapat ungkapan :

إِنَّ المَسِيحَ يَقْتُلُ المَسِيحَ

“Sesungguhnya Al Masih (Nabi Isa) membunuh Al Masih (Dajjal).” ( al Misbah al Munir, 2:572 )

Nabi Isa  عليه السلام adalah Al Masih yang membawa petunjuk, dia menyembuhkan orang buta sejak lahir, yang berpenyakit kusta, juga menghidupkan yang mati dengan seizin Allah.

Sementara Dajjal -semoga Allah melaknatnya- adalah al Masih yang membawa kesesatan. Dia menguji manusia dengan sesuatu yang diberikan kepadanya berupa kemampuan-kemampuan yang luar biasa, seperti menurunkan hujan, menghidupkan bumi dengan tumbuhan, dan hal-hal lain yang diluar kebiasaan

 

Mengapa Nabi Isa disebut al Masih?

  • Dalam kamus Mu’jam al-Wasith dinyatakan, makna al Masih adalah

الكثير السياحة

“Orang yang banyak mengembara” (al-Mu’jam al-Wasith, 2:656)

Orang yang banyak mengembara disebut al Masih, karena dia mengusap (menyapu) permukaan bumi. Nabi Isa disebut al Masih, karena beliau termasuk menusia yang banyak mengembara, melakukan perjalanan jauh dan tidak menetap di satu tempat. ( Lisanul ‘Arab, 2:59 3 ).

  • Nabi Isa disebut al Masih, karena beliau mengusap orang sakit dengan tangannya, kemudian sembuh.

Dalam Lisanul ‘Arab dinyatakan :

وقيل سمي بذلك لأَنه كان يمسح بيده على العليل والأَكمه والأَبرص فيبرئه بإِذن الله

“Ada yang berpendapat, beliau disebut al Masih, karena beliau mengusap dengan tangannya orang yang sakit, buta sejak lahir, penderita kusta, kemduian sembuh dengan izin Allah.” ( Lisanul ‘Arab, 2:593 ).

Mengapa Dajjal juga disebut al Masih?

Sebutan al Masih untuk Dajjal, berdasarkan doa Rasulullah ﷺ di akhir tasyahud :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka, adzab kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari kejahatan al Masih Dajjal.” (HR. Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah dan yang lainnya).

Abu Abdillah al Qurthubi rahimahullah menyebutkan : Dajjal dinamakan juga dengan al Masih karena salah satu matanya buta, atau karena dia mengelilingi dunia hanya dalam waktu empat puluh hari.[1]

Ibnul Atsir mengatakan :

سمي الدجال مسيحاً، لأن عينه الواحدة ممسوحة، والمسيح : الذي أحد شقي وجهه ممسوح، لا عين له ولا حاجب

Dajjal disebut Masih, karena salah satu matanya terhapus. al Masih: orang yang salah satu sisi wajahnya mamsuh (terhapus), tidak ada matanya dan tidak ada alisnya.” [ Jami’ al Ushul, 4:204 ]

 

Catatan Kaki :

[1]. Beliau adalah al-Hafizh Abu Hafs ‘Umar bin Ahmad bin ‘Utsman bin Syahin al-Baghdadi, al-waa’izh (ulama yang selalu mamberi nasehat), pakar tafsir, termasuk juga pakar hadits, banyak menguasai bidang ilmu. Ia memiliki banyak karya tulis, yang paling banyak dalam bidang tafsir dan tarikh. Wafat tahun 385 H rahimahullah. Lihat biografinya dalam Syadzaraatudz Dzahab (III/117), al-A’laam (V/40) karya az-Zarkali.

Yahudi Menanti Al Masih

Seperti ditulis pakar eskatologi Islam, Imran Hosein, dalam bukunya, Jerusalem in the Quran, Yahudi meyakini restorasi Israel —setelah 2000 tahun Kerajaan Israel dihancurkan— merupakan 1 dari 7 tanda kehadiran Mahsiah, atau Moshiah, atau Mashiach, atau Moshiach.

Tapi, Al Masih yang mereka tunggu bukanlah kedatangan Nabi Isa Al Masih, sebagaimana keyakinan Islam dan Nasrani. Mereka menunggu Messiah yang lain.

7 tanda kedatangan Dajjal Al Masih adalah :

  1. Restorasi Negara Yahudi. Meski sedang berlangsung, restorasi Israel tersebut belumlah sempurna.

Yang dimaksud restorasi Israel bukanlah sekadar pendirian negara Israel, tapi juga negara dengan luas seperti pada era Nabi Daud, yang merupakan era keemasan Bani Israil.  Padahal jika mengacu pada luas wilayah Kerajaan Dawud [ dan juga Sulaiman ] yang sesungguhnya, itu lebih luas dari gagasan Israel Raya (Eretz Yisrael) yang digagas gerakan Zionis.  Israel Raya yang diimpikan Zionis adalah wilayah yang membentang dari Delta Nil (yang kini masih dikuasai Mesir) hingga ke Sungai Eufrat (yang kini masih dikuasai oleh Irak), seperti yang tertulis di Kitab Genesis, bahkan lebih luas lagi.

Padahal batas wilayah Kerajaan Dawud adalah kurang lebih seperti batas Baitul Maqdis, yang itu berarti juga mencapai Damaskus dan Libanon.

2.Tanda kedua: kembalinya orang-orang Yahudi yang semula terpencar (diaspora) ke Tanah Suci (Yerusalem).

Tanda kedua ini telah lama ber langsung, dan masih berlangsung sampai saat ini. Terus mengalirnya orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia ke Israel, membutuhkan tempat tinggal. Dan, persoalan inilah yang sampai saat ini terus menerus memicu persoalan, karena Israel terus membangun permukiman baru dan mengusir orang Arab.

3. Tanda ketiga, adalah pembebasan Tanah Suci Yerusalem [ Al Quds ] dari tangan goyim (sebutan untuk semua orang non-Yahudi).

Tanda ketiga ini pun sudah terjadi, tapi juga belum sepenuhnya sempurna. Pada 1948, saat Israel diproklamasikan, mereka telah menguasai Yerusalem Barat. Setahun kemudian, Israel menobatkan Yerusalem sebagai ibu kota.

Bahkan, saat itu, parlemen Israel (Knesset) yang semula di Tel Aviv, telah diboyong ke sana. Namun, saat itu, Yerusalem Timur — yang merupakan lokasi Kota Tua Yerusalem, dan merupakan tempat berdirinya situs penting tiga agama, termasuk Masjidil Aqsha — masih dikuasai bangsa Arab (Yordania).

Yerusalem Timur dicaplok Israel, setelah Perang Enam Hari pada 1967. Meski Israel secara sempurna telah menguasai Yerusalem, dan mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota abadi Israel. Namun, sampai saat ini prosesnya masih tarik-ulur. Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu kerap muncul dalam kampanye presiden Amerika maupun ucapan para pemimpin nega ra Barat, namun sebagian besar negara di dunia belum mengakuinya.

4.Tanda keempat, adalah kembali dibangunnya Kuil Sulaiman (Haykal Sulaiman atau Masjid Sulaiman).

Tanda ini pun belum terpenuhi. Kendati Kota Tua Yerusalem telah berada di bawah pendudukan Israel, namun Masjidil Aqsa dan Masjid Kubah Batu (the Dome of Rock) masih berdiri. Kompleks Haram al-Sharif ini, berdiri di atas reruntuhan Haikal Sulaiman yang dihancurkan Romawi.

Kompleks ini, sampai saat ini masih dikelola Yayasan Wakaf di bawah pemerintahan Palestina dan Yordania. Tapi, skenario penghancuran Masjidil Aqsha itu, hanyalah menunggu waktu. Di atas kompleks itulah direncanakan akan dibangun Bait Solomon atau Kuil Sulaiman. Ini merupakan kuil ketiga.

Kuil pertama diselesaikan pada era Nabi Sulaiman, sebelum akhirnya dihancurkan Nebukadnezar. Kuil kedua dibangun Cyrus Agung, dan kemudian dihancur kan Romawi. Sedangkan kuil ketiga, menurut keyakinan Yahudi, akan dibangun di masa mendatang, yang menjadi pertanda era messiah (the messianic age).

5. Tanda kelima, Israel suatu saat akan menjadi negara superpower, seperti halnya Kerajaan Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman.

Dan, ini pun hanya perkara waktu. Israel antara lain sudah memiliki senjata nuklir, yang merupakan salah satu prasyarat negara superpower. Saat ini, yang menguasai percaturan po litik dan perekonomian dunia pun orang orang Yahudi.

6. Tanda keenam, super power Israel itu akan dipimpin oleh Messiah. Dia akan memerintah dari atas tahta Nabi Dawud atau dari Yerusalem.

7. Tanda ketujuh, kekuasaan itu akan abadi, hingga kiamat tiba.

Persoalannya adalah, siapa messiah yang ditunggu tunggu oleh orang Yahudi itu? Lebih dari dua ribu tahun lalu, kaum Yahudi telah menolak Nabi Isa sebagai Al Masih.
Mereka bahkan berkonspirasi dengan penguasa Romawi untuk ‘menyalib’nya. Sampai saat ini, orang Yahudi menanggap Nabi Isa sebagai Al Masih palsu (the false messiah), karena menurut anggapan mereka Nabi Isa telah terbunuh, dan selama hidupnya tidak memenuhi nubuatan sebagai Al Masih, seperti merestorasi Israel, membangun kembali haikal Sulaiman, mengembalikan bani Israil ke tanah Suci, menjadi raja , dan seterusnya.

Bahkan, orang Yahudi menyampaikan tuduhantuduhan keji kepada Nabi Isa dan ibunya, Maryam. Bahwa Nabi Isa adalah anak zina, dan melakukan sihir. Sedangkan ibunya, Maryam, adalah seorang pezina. Setelah peristiwa penolakan Nabi Isa —yang merupakan keturunan Nabi Daud— sebagai al-Masih tersebut, Tuhan tidak lagi menurunkan nabi kepada Bani Israil.

Dan beratus-ratus tahun, persoalan ini menjadi perdebatan antara kaum Yahudi yang menolak Nabi Isa dengan Yahudi pengikut Nabi Isa, yang menjadi cikal bakal Nasrani. Sampai Rasulullah ﷺ diutus, yang membenarkan Nabi Isa adalah Al Masih yang sebenarnya. Dan, Al Masih akan turun kembali di akhir zaman, menjadi hakimun adil, atau penguasa adil.

Lalu, siapa messiah yang ditunggu oleh kaum Yahudi?

Rasulullah ﷺ telah memperingatkan tentang kedatangan Al Masih Dajjal, yang secara harfiah berarti Al Masih Pendusta. Orang Kristen menyebutnya sebagai antikristus.

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ