بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mahdi berarti orang yang diberi petunjuk dan dalam bahasa Arab, mahdi masuk dalam kategori isim maf’ul[2]. Makna ini sebagaimana terdapat dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah,

وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ

“Dan sunnah para Khulafa’ rosyidin (yang mendapat petunjuk dalam beramal), mahdiyin (yang mendapat petunjuk ilmu).”[3]

Ibnul Atsir mengatakan, “Yang dimaksud al mahdi dalam hadits ini adalah orang yang diberi petunjuk pada kebenaran.

Mahdi kadang menjadi nama orang bahkan sudah seringkali digunakan seperti itu. Begitu pula Al Mahdi juga bermakna orang yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ dan akan muncul di akhir zaman.

Juga mahdi bisa dimaksudkan dengan Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali رضي الله عنه. Bahkan mahdi juga bisa bermakna lebih luas, yaitu siapa saja yang mengikuti jalan hidup mereka dalam beragama.”[4]

Namun yang dimaksudkan dengan Mahdi dalam pembahasan kali ini adalah Al Mahdi yang telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ yang akan datang di akhir zaman. Dia akan menguatkan agama ini dan menyebarkan keadilan. Kaum muslimin dan kerajaan Islam akan berada di bawah kekuasaannya. Imam Mahdi berasal dari keturunan Nabi ﷺ dari jalur Hasan bin Ali.

Mahdi akan hidup di zaman Nabi Isa ‘alaihis salam turun dan di masa keluarnya Dajjal.[5]

Beberapa Pendapat Mengenai Siapakah Imam Mahdi

Ibnul Qayim rahimahullah mengatakan, “Haditshadits yang membicarakan tentang Imam Mahdi ada empat macam. Ada yang shahih, ada yang hasan, ada yang ghorib dan ada pula yang maudhu’ (palsu).“[6]
Dari sini, manusia berselisih pendapat siapakah Imam Mahdi yang sebenarnya.

Pendapat pertama, mengatakan bahwa Al Mahdi adalah Al Masih ‘Isa bin Maryam. Itulah Al Mahdi yang sebenarnya menurut mereka. Mereka beralasan dengan hadits dari Muhammad bin Kholid Al Jundi, namun hadits tersebut adalah hadits yang tidak shahih.

Seandainya pun shahih, itu bukanlah dalil untuk mengatakan bahwa Al Mahdi adalah Nabi ‘Isa عليه السلام. Karena Nabi ‘Isa tentu saja lebih pantas disebut Mahdi (karena asal makna mahdi adalah yang diberi petunjuk, -pen) daripada Al Mahdi itu sendiri.

Nabi ‘Isa عليه السلام.  itu diutus sebelum Rasulullah ﷺ dan beliau akan turun lagi menjelang hari kiamat. Sebagaimana pula telah diterangkan dalam hadits yang shahih dari Nabi ﷺ bahwa Nabi ‘Isa عليه السلام akan turun di menara putih, sebelah timur Damaskus. ‘Isa عليه السلام pun akan turun dan berhukum dengan Kitabullah (Al Quran), beliau akan membunuh orang Yahudi dan Nashrani, menghapuskan jizyah [7] dan akan membinasakan golongan-golongan yang menyimpang.[8]

Pendapat kedua, Al Mahdi adalah pemimpin di masa Bani Al ‘Abbas dan masa tersebut sudah berakhir. Namun haditshadits yang membicarakan hal tersebut seandainya shahih, itu bukanlah dalil bahwa Al Mahdi yang memimpin Bani Al ‘Abbas adalah Imam Mahdi yang akan muncul di akhir zaman.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Dia memang mahdi (karena asal makna mahdi adalah yang diberi petunjuk, namun dia bukan Al Mahdi yang akan muncul di akhir zaman, pen). Sebagaimana ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz adalah mahdi (yang diberi petunjuk) dan sebenarnya beliau lebih pantas disebut mahdi daripada penguasa Bani Al ‘Abbas.”[9]

Pendapat ketiga, Al Mahdi adalah seseorang yang berasal dari keturunan Nabi  ﷺ , keturunan Al Hasan bin ‘Ali. Dia akan datang di akhir zaman di saat zaman penuh dengan kezholiman. Lalu Al Mahdi datang dengan membawa keadilan. Inilah Al Mahdi yang dimaksudkan dalam banyak hadits.

Adapun hadis hadis yang membicarakan mengenai Al Mahdi, sebagian sanadnya ada yang dho’if dan ghorib. Namun haditshadits tersebut saling menguatkan satu dan lainnya. Inilah yang menjadi pendapat Ahlus Sunnah dan inilah pendapat yang benar.

Pendapat keempat, Ibnul Qayyim kemudian menjelaskan, “Adapun Rofidhoh (Syi’ah Al Imamiyah), mereka memiliki pendapat yang keempat. Mereka berpendapat bahwa Imam Mahdi adalah Muhammad bin Al Hasan Al ‘Askariy Al Muntazhor (yang dinanti-nanti). Dia merupakan keturunan Al Husain bin ‘Ali, bukan dari keturunan Al Hasan bin ‘Ali (sebagaimana yang diyakini Ahlus Sunnah, -pen).

Dia akan hadir di berbagai negeri tetapi tidak kasatmata, dia akan mewariskan tongkat dan menutup padang sahara. Dia akan masuk Sirdab Samira’ semasa kanak-kanak sejak lebih dari 500 tahun. Kemudian tidak ada satu pun melihatnya setelah itu. Dan tidak pernah diketahui berita, begitu pula jejaknya. Namun, setiap hari orang-orang Rafidhah selalu menanti dengan tunggangan kuda di pintu Sirdab. Mereka sering berteriak agar Imam Mahdi tersebut dapat keluar menemui mereka. Mereka memanggil, “Wahai tuan kami, keluarlah.” Namun mereka pun pulang dengan tangan hampa, tidak mendapatkan apa-apa. Usaha mereka yang begitu giat, hanya sia-sia belaka.” [10]

Nama Imam Mahdi
Nama Imam Mahdi adalah Muhammad, sedangkan nama ayahnya adalah Abdullah. Jadi, nama Al Mahdi dan nama ayahnya sama dengan Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى

“Dunia ini tidak akan sirna hingga seorang pria dari keluargaku yang namanya sama dengan namaku (yaitu Muhammad) menguasai Arab.”[11]

Maksud bahwa orang tersebut akan menguasai Arab adalah ia akan menguasai non Arab juga. Ath Thibi mengatakan, “Dalam hadits di atas tidak disebutkan non Arab, namun mereka tetap termasuk dalam hadits tersebut. Jika dikatakan menguasai Arab, maka itu berarti juga menguasai non Arab karena Arab dan non Arab adalah satu kata dan satu tangan.”[12]

Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan mengenai Al Mahdi,

مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِى

“Dia berasal dari keluargaku. Namanya (yaitu Muhammad) sama dengan namaku. Nama ayahnya (yaitu ‘Abdullah) pun sama dengan nama ayahku.”[13]

IAl Mahdi berasal dari keturunan Fathimah, putri Nabi ﷺ.
Nabi ﷺ bersabda,

الْمَهْدِىُّ مِنْ عِتْرَتِى مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

“Al Mahdi adalah dari keluargaku dari keturunan Fathimah.”[14]

Hadits di atas menunjukkan bahwa Al Mahdi berasal dari keturunan Nabi ﷺ, yaitu dari jalur Fathimah. Inilah pendapat yang tepat.
Oleh karena itu, nama Al Mahdi –sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Katsir– adalah :

مُحَمَّدٌ بْنُ عَبْدِ اللهِ العَلَوِي الفَاطِمِي الحَسَنِي

Muhammad bin Abdullah Al ‘Alawi (keturunan Ali bin Abu Tholib) Al Fathimiy (keturunan Fatimah binti Muhammad) Al Hasaniy (keturunan Hasan bin ‘Ali). [15]

Waktu Munculnya Al Mahdi

Kemunculan Al Mahdi adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar dari kiamat. Maka kemunculan Al Mahdi, lalu disambung dengan munculnya Dajjal setelah itu barulah turun Nabi Isa bin Maryam.

Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ تَذْهَبُ أَوْ لاَ تَنْقَضِى الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى

Dunia tidak akan lenyap atau tidak akan sirna hingga seseorang dari keluargaku menguasai bangsa Arab. Namanya sama dengan namaku.”[16]

Ibnu Katsir mengatakan, “Al Mahdi akan muncul di akhir zaman. Saya mengira bahwa munculnya Al Mahdi adalah sebelum turunnya Nabi Isa عليه السلام, sebagaimana ditunjukkan oleh haditshadits yang menyebutkan hal ini.”[17]

Dan Dajjal tidak akan muncul sebelum kedatangan Al Mahdi. Dalam berbagai hadits Rasulullah ﷺ menceritakan sosok Al-Mahdi yang berasal dari keturunannya.

“Bila tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari –Za’idah (salah seorang rawi) mengatakan dalam haditsnya- tentu Allah akan panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus padanya seorang lelaki dariku –atau dari keluargaku-. Namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keculasan.” (Hasan Shahih, HR. Abu Dawud)

Sifat Fisik Imam Mahdi
Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah ﷺ bersabda :

الْمَهْدِىُّ مِنِّى أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الأَنْفِ

Imam Mahdi adalah keturunanku. Dahinya lebar (atau rambut kepala bagian depannya tersingkap) dan hidungnya mancung.”[18] Al Qori’ dalam mengatakan, “Hidung beliau tidaklah pesek karena bentuk hidung semacam ini kurang disukai.”[19]

Jihad Al Mahdi dan Pasukannya

Al Mahdi akan mengibarkan panji panji jihad fi sabilillah, dan memerdekakan negeri-negeri Islam yang dikuasai oleh kaum kafir. Imam mahdi akan memimpin berbagai peperangan, yang dimulai dari jazirah Arab, kemudian berlanjut ke negeri Persia, dan negeri Rum. Allah ﷻ memberinya kemenangan. Rasulullah ﷺ berpesan :
“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diatas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al Mahdi.” (HR. Ibnu Majah)

Al Mahdi didukung oleh ‘Thaifah Mansyhurah’ mereka adalah pasukan Islam yang berpegang teguh pada Al Quran dan Sunnah Rasulullah ﷺ sebagaimana generasi awal umat Islam. Pasukan pembela Al Mahdi ini disebut ‘Ashabu Rayati Sud’ mereka memegang panji-panji hitam seperti bendera hitam yang dibawa oleh pasukan Rasulullah ﷺ .

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Akan keluar suatu kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi,” dalam hadits lain disebutkan dari Khurasan “Akan keluar beberapa bendera hitam tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu di tegakkan di Baitul Maqdis.”

Ashabu Rayati Sud’ muncul saat kematian raja Saudi yang kemudian dilanjutkan dengan pertikaian 3 putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah. Seorang analisis politik Timur Tengah, Tony Carter, menilai pemerintah Arab Saudi kini tengah berada di dalam perpecahan. Sepeninggalan Raja Fath, kekuasaan Arab Saudi terpecah pada empat orang pangeran. Dan setelah raja Abdullah berkuasa sebagian kekuasaan politik masih tetap dipegang oleh pangeran Nayev, pangeran Sultan dan pangeran Salman. Setelah raja Abdullah wafat, yang diangkat menjadi raja adalah pangeran Salman.  Tetapi sampai sekarang, perseteruan antara 3 pangeran Arab itu tetap ada. Apakah skenario ini persis seperti Sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ?

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun diantara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur. Lantas mereka memerangi kamu (bangsa Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelumnya. Maka ketika kalian melihatnnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diatas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR. Ibnu Majah)

88888888888888

Siapakah sesungguhnya kelompok pembela Al-Mahdi yang disebut ‘Ashabu Rayati Sud’ ini?

Ketika turun Surat Muhammad ayat 38 yang mengabarkan bahwa bangsa Arab suatu saat akan berpaling dari Rasulullah ﷺ

وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“… Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu.” (QS: Muhammad: 47: 38)

Para sahabat saat itu bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Jika kita berpaling, maka siapakah yang akan menggantikan tempat kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah keatas bahu Salman Al Farisi dan bersabda, “Ia dan kaumnya yang akan menggantikanmu. Demi Dzat yang jiwa yang berada dalam genggamannya. Jika agama ini bertaburan di Suraya maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangya.”

Bangsa Persia kini tersebar selain di Iran, juga di Iraq, Afghanistan, dan Pakistan. Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutnya sebagai bani Ishaq atau keturunan Ish atau putra Nabi Ishaq dan keturunan dari Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam. Merekalah yang akan menggantikan penduduk asli Madinah yang menjadi pendukung Al Mahdi. Merekalah yang disebut oleh nabi yang akan bertempur dengan bangsa Rum dalam peperangan yang dahsyat, dan memenangkannya.

9999999999999999

Sebagian dari ulama menilai kelompok Taliban di Afghanistan yang saat ini ditakuti oleh pasukan Amerika Serikat menjadi cikal bakal kelompok Al-Mahdi. Meskipun kaum muslim fundamentalis ini sering dirusak citranya oleh media barat. Namun karakter dan kehidupan mereka dianggap lebih cocok sebagai kaum militan yang teguh, menegakkan ajaran Islam secara utuh. Mereka juga memiliki keahlian tempur yang hebat. Sebagai bekal menjadi pasukan Al-Mahdi. Pandangan ini belum tentu benar, tapi belum tentu salah juga. Hanya Allah yang maha Tahu. Siapakah kaum yang paling berhak menjadi pembela Al-Mahdi. Wallahu a’lam.

Negri Negri Yang Akan Ditaklukkan Al Mahdi

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda :

‘Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab :”Pernah wahai Rasulullah.”

Beliau saw bersabda : ”Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq (orang-orang kulit putih). Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu.”

Tsaur (perawi) itu mengatakan : ”Saya tidak tahu kecuali hal ini hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka tengah membagi-bagikan harta rampasan perang tiba-tiba datanglah seorang diantara mereka seraya berteriak : ”Sesungguhnya dajjal telah keluar.” Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.”

Didalam Syarhnya Imam Muslim menyebutkan bahwa sebagian mereka ada yang berkata bahwa yang telah dikenal dan terjaga adalah “Bani Ismail” (bukan Bani Ishaq, pen) hal itu ditunjukkan oleh isi dari hadits diatas karena yang dimaksudkan di situ adalah Arab, dan kota itu adalah Konstantinopel.

 

Misteri Nabi Isa di akhir Zaman

Sebagaimana diketahui pula bahwa diturunkannya Nabi Isa bin Maryam untuk yang kedua kalinya—setelah kemunculan dajjal—pada waktu iqamat shalat shubuh dikumandangkan di al Mannarah al Baidha (menara Putih) di sebelah timur Damaskus untuk membantu Imam Mahdi dan kaum muslimin dalam membunuh dajjal.

Turunnya Nabi Isa عليه السلام  ke muka bumi ini merupakan tanda yang jelas datangnya hari kiamat, Allah berfirman dalam Al Quran Surat Az Zukhruf [43] ayat 61 :

وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ 61

“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS: Az-Zukhruf: 43: 61)

Pertama, konteks ayatayat ini bercerita tentang kisah Nabi Isa. Pada akhir rangkaian ayatayat tersebut, Allah berfirman وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.

Maknanya adalah, turunnya Nabi Isa sebelum terjadinya kiamat kelak merupakan pertanda bahwa terjadinya kiamat sudah sangat dekat. Makna ini dikuatkan oleh qira’ah Ibnu Abbas, Mujahid dan sejumlah ulama tafsir lainnya yang membaca ayat ini dengan memfathahkan huruf ‘ain dan lam pada lafal la-‘ilmun.

Sehingga menjadi وَإِنَّهُ لَعَلَمٌ لِلسَّاعَةِ, yang maknanya adalah ‘Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar merupakan salah satu tanda (dekatnya) hari kiamat’.[ Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Qurthubi ]

Kedua, firman Allah Ta’ala dalam surat An Nisaa’ [4] ayat 157 – 159 :

. وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا 157

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa

 بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا 158

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا 159

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

 

Ayatayat dalam surat An Nisaa’ di atas menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi tidak mampu membunuh Nabi Isa عليه السلام , tidak pula mampu menyalibnya, karena Nabi Isa عليه السلام telah diangkat oleh Allah ﷻ ke langit lengkap dengan jasad dan ruhnya. Nabi Isa عليه السلام tidak dibunuh dan tidak disalib, tetapi ada orang yang diserupakan dengan Isa di mata mereka, dan orang itulah yang mereka salib sebagaimana firman Allah ﷻ : Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.

Makna lafazh di dalam firman Allah بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ mengandung arti bahwa Allah telah mengangkat Isa lengkap dengan jasad dan ruhnya, sehingga dengan demikian tercapai bantahan terhadap pengakuan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh dan menyalibnya, karena pembunuhan dan penyaliban itu hanya terjadi pada jasad saja. Dalam hal ini, pengangkatan ruhnya saja tidak cukup untuk membantah pengakuan mereka itu.

Karena yang disebut oleh Isa itu mencakup badan dan ruh, sehingga tidak cukup dengan hanya menyebut salah satu dari kedua unsur itu, kecuali ada bukti yang membenarkan, sedangkan di sini tidak ada bukti seperti itu. Lagi pula, pengangkatan ruh dan jasadnya secara keseluruhan itu sesuai dengan keperkasaan Allah Yang Maha Sempurna, dan sesuai dengan hikmah, kemuliaan dan pertolongan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang dikehendaki-Nya.

 

Dalil Hadis

Dan Ada sekitar 33 hadits Shahih bahkan sebagian dari ahli hadits mengatakan jumlahnya sekitar 90 hadits tentang kedatangan Nabi Isa pada akhir zaman. Dalam sebuah hadits :
Rasulullah bersabda : “Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil, ia mematahkan salib, membunuh babi, menghentikan jizyah dan melimpahkan harta sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian harta.” [ HR. Bukhari: no. 2296 ]

Rasulullah bersabda : “Bagaimana keadaan kalian apabila Ibnu Maryam turun di antara kalian sedangkan yang menjadi imam (pemimpin) kalian berasal dari kalangan kalian sendiri?”  [ HR. Bukhari: Kitabu ahaditsil anbiya’ no. 3193 dan Muslim: Kitabul iman no. 222, 223, 224 ]

Dari Jabir bin Abdullah ia berkata : Saya mendengar Nabi bersabda: “Akan senantiasa ada di antara umatku satu kelompok yang berperang di atas kebenaran, mereka senantiasa menang hingga hari kiamat.” Beliau bersabda: “Lantas Isa ibnu Maryam turun, maka pemimpin kelompok tersebut berkata, ‘Kemarilah, shalatlah sebagai imam kami!’ Maka Isa menjawab, “Tidak, sebagian kalian memimpin sebagian yang lain sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini.” [ HR. Muslim: Kitabul iman no. 225 ]

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’ (Al Mannaratul Baidha’) di Damsyik (Damaskus) bagian timur,” [ HR. Thabrani dari Aus bin Aus ]

Dalam hadits lain disebutkan “Ia mengenakan 2 potong baju yang di celup ja’faran dan waros dan meletakan kedua telapak tangan diatas sayap-sayap 2 malaikat. Jika dia menundukan kepalanya maka akan menetes jika dia mengangkatnya turunlah air seperti mutiara. Maka tiada seorang kafir pun yang akan mencium aroma nafasnya kecuali dia mati dan nafasnya tercium dari jarak sejauh pandangannya.”

Saat turun Nabi Isa ikut mendirikan shalat bersama Al Mahdi.  Al Mahdi kemudian berkata “Majulah wahai Rahullah jadilah imam.” Nabi Isa عليه السلام  menjawab, “Tidak diantara kalian ada pemimpin yang telah dimuliakan oleh Allah dalam umat ini.” Nabi Isa turun kebumi tidak membawa syariat baru tapi melanjutkan syariat Nabi Muhammad ﷺ untuk menegakan agama tauhid dan meluruskan kaumnya yang menyembahnya sebagai Tuhan.

Nabi Isa bersama pasukan Al Mahdi berhasil menaklukan Roma kemudian membunuh babi dan memecah salib. Sejak itulah umat Nasrani berbondong-bondong memeluk agama Islam kecuali kaum Yahudi. Pasukan Islam di dalam kepemimpinan Al Mahdi dan Nabi Isa kemudian memerangi bangsa Yahudi. Inilah tanda-tanda kiamat yang paling besar sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum Muslimin membunuh mereka sampai Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan Dan berkatalah batu dan pohon. Wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR. Muslim)

Bangsa Yahudi dipimpin Dajjal akan melakukan perlawanan. Inilah perang terbesar pada akhir Zaman. Dajjal bersama pasukan Yahudi akhirnya berhasil dikalahkan. Dalam sebuah riwayat, saat Dajjal melarikan diri dihadang oleh Nabi Isa ‘alaihis salaam, badannya mendadak meleleh seperti lilin terkena api. Maka musnahlah Dajjal yang hidup di muka bumi lebih dari 4000 tahun. Setelah itu bumi akan diliputi keamanan dan kedamaian. Nabi Isa akan hidup di bumi selama 24 tahun menegakan keadilan dan kedamaian. Dalam hadits lain disebut selama 40 tahun. Nabi Isa kemudian wafat dan dimakamkan disamping makam Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Saat ini makam untuk Nabi Isa yang berada di mesjid Nabawi sudah disiapkan untuk menyambut nabiyullah ini.

 

 

Di Masa Imam Mahdi akan Tersebar Kemakmuran dan Keadilan
Di masa Imam Mahdi akan penuh dengan keadilan dan kemakmuran, berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Di zaman beliau, harta begitu melimpah, banyak ditumbuhi tanaman dan semakin banyak hewan ternak. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَهْدِىُّ مِنِّى أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى الأَنْفِ يَمْلأُ الأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ

Imam Mahdi berasal dari keturunanku. Beliau memiliki dahi yang lebar dan hidung yang mancung. Di masanya, akan tersebar keadilan di muka bumi, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezholiman dan kelaliman. Beliau akan berkuasa selama 7 tahun.”[20]

Juga dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah ﷺ bersabda :

يَكُونُ فِى أُمَّتِى الْمَهْدِىُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ فَتَنْعَمُ فِيهِ أُمَّتِى نَعْمَةً لَمْ يَنْعَمُوا مِثْلَهَا قَطُّ تُؤْتَى أُكُلَهَا وَلاَ تَدَّخِرُ مِنْهُمْ شَيْئًا وَالْمَالُ يَوْمَئِذٍ كُدُوسٌ فَيَقُومُ الرَّجُلُ فَيَقُولُ يَا مَهْدِىُّ أَعْطِنِى فَيَقُولُ خُذْ

“Akan ada pada umatku Al Mahdi. Jika masanya pendek (dia memerintah) selama 7 tahun, jika tidak maka 9 tahun. Pada masa itu umatku akan mendapatkan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Mereka akan memperoleh banyak makanan dan mereka tidak akan menyimpannya. Pada saat itu, harta begitu melimpah. Ada seseorang yang mengatakan, ‘Wahai Imam Mahdi, berilah aku sesuatu.’ Lalu beliau mengatakan, ‘Ambillah’.”[21]
Dalam riwayat Tirmidzi dikatakan,

« فَيَجِىءُ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَيَقُولُ يَا مَهْدِىُّ أَعْطِنِى أَعْطِنِى ». قَالَ « فَيَحْثِى لَهُ فِى ثَوْبِهِ مَا اسْتَطَاعَ أَنْ يَحْمِلَهُ »

“Datanglah seseorang kepada Imam Mahdi, lalu dia berkata, ‘Wahai Imam Mahdi, berikanlah aku sesuatu, berikanlah aku sesuatu.’ Lalu Nabi berkata, “Imam Mahdi pun menuangkan sesuatu di pakaiannya yang ia tidak sanggup memikulnya”.”[22]

Dalam riwayat Al Hakim juga dikatakan,

يَخْرُجُ فِي آخِرِ أُمَّتِي المَهْدِيُّ يَسْقِيْهِ اللهُ الغَيْثَ ، وَتُخْرِجُ الأَرْضُ نَبَاتَهَا ، وَيُعْطِي المَالَ صِحَاحًا ، وَتَكْثُرُ المَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ الأُمَّةُ ، يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا » يَعْنِي حِجَجًا

Imam Mahdi akan keluar di akhir umatku. (Pada masanya), Allah akan menurunkan hujan, akan menumbuhkan tanaman di muka bumi, harta akan dibagi secara merata. Binatang ternak akan semakin banyak, begitu juga umat akan bertambah besar. Al Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun.”[23]

Masa Kekuasaan Al Mahdi

Disebutkan dalam riwayat At Tirmidzi,

إِنَّ فِى أُمَّتِى الْمَهْدِىَّ يَخْرُجُ يَعِيشُ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا

“Al Mahdi akan muncul di tengah-tengah umatku dan ia akan berkuasa selama lima, tujuh atau sembilan tahun.”

Ada keraguan dari Zaid, salah seorang periwayat hadits ini.[24]
Al Mubarakfuri menjelaskan, “Dalam riwayat dari Abu Sa’id Al Khudri dalam sunan Abu Daud disebutkan bahwa Al  Mahdi berkuasa selama tujuh tahun dan tidak ada keraguan sama sekali dari perowi. Begitu pula dalam hadits Ummu Salamah disebutkan pula bahwa Al Mahdi akan berkuasa selama tujuh tahun. Di sini juga tanpa disebutkan adanya keraguan dari perowi.

Dari sini, hadits yang menggunakan lafazh tegas lebih didahulukan daripada lafazh yang masih ada syak (keraguan).”[25] Dari penjelasan beliau menunjukkan bahwa yang lebih tepat jika kita katakan, Imam Mahdi berkuasa selama tujuh tahun. Wallahu a’lam.

Di mana Imam Mahdi Muncul?
Tidak ada sama sekali riwayat yang shahih yang menunjukkan di manakah tempat munculnya Imam Mahdi atau waktu kapan keluarnya Imam Mahdi. Akan tetapi, para ulama menjelaskan hal itu dari kesimpulan beberapa riwayat, namun tidak ditegaskan pasti di mana dan kapan munculnya.[26]

Al Mahdi akan muncul dari arah timur (yaitu timur Jazirah Arab). Sebagaimana hal ini diisyaratkan dalam riwayat Ibnu Majah[27].
Ibnu Katsir mengatakan, ”Al Mahdi akan muncul dari arah timur dan bukan dari Sirdab Samira’ sebagaimana yang disangkakan oleh Syi’ah (Rafidhah). Mereka menunggu sampai sekarang, padahal persangkaan orang Rafidhah itu hanyalah igauan semata, pemikiran yang sangat lemah dan pemahaman gila yang dimasukkan oleh syaithan. Sanggkaan mereka tidak ada landasan sama sekali dari Al Quran maupun As Sunnah serta apa yang mereka sangkakan sangat tidak logis dan tidak sesuai dengan akal yang sehat .”[28]

Nabi ’Isa عليه السلام  akan Shalat di Belakang Imam Mahdi
Ketika Nabi ’Isa عليه السلام turun kembali di akhir zaman, beliau akan shalat di belakang Imam Mahdi yaitu menjadi makmum di belakangnya.

Dari Jabir bin ’Abdillah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ – قَالَ – فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُولُ لاَ. إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ. تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الأُمَّةَ

”Sekelompok dari umatku ada yang akan terus membela kebenaran hingga hari kiamat. Menjelang hari kiamat turunlah ’Isa bin Maryam. Kemudian pemimpin umat Islam saat itu berkata, ”(Wahai Nabi Isa), pimpinlah shalat bersama kami.” Nabi ’Isa pun menjawab, ”Tidak. Sesungguhnya sudah ada di antara kalian yang pantas menjadi imam (pemimpin). Sungguh, Allah telah memuliakan umat ini.”[29]

Dalam hadits yang muttafaqun ’alaih (disepakati Bukhari dan Muslim), Rasulullah ﷺ bersabda,

كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ

”Bagaimana kalian jika ’Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian dan imam kalian dari kalangan kalian sendiri?”[30]

Abu Dzar Al Harowiy, dari Al Jauzaqi, dari sebagian ulama masa silam mengatakan bahwa makna ”Imamukum minkum” (Imam kalian adalah dari kalian sendiri), yaitu imam tersebut berhukum dengan Al Quran dan bukan dengan Injil.

Ibnu At Tiin mengatakan, ”Makna ”Imamukum minkum” (Imam kalian adalah dari kalian sendiri), yaitu bahwa syari’at Nabi Muhammad itu akan terus dipakai hingga hari kiamat.”[31]

Ringkasnya, maksud penjelasan di atas bahwa Al Mahdi adalah sebagai imam (pemimpin) kaum muslimin ketika itu. Termasuk pula Nabi Isa عليه السلام,  beliau akan bermakmum di belakang Al Mahdi. Beliau pun akan mengikuti syari’at Islam.

Riwayat yang Membicarakan Imam Mahdi adalah Mutawatir
Mutawatir secara bahasa berarti berturut-turut (tatabu’). Secara istilah, hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan dari jalan yang sangat banyak sehingga mustahil untuk bersepakat dalam kedustaan karena mengingat banyak jumlahnya dan kesholihannya serta perbedaan tempat tinggal.

Hadits mutawatir ada dua macam yaitu mutawatir lafzhi dan mutawatir ma’nawi. Mutawatir lafzhi adalah hadits yang jumlah periwayatannya amat banyak dan semuanya menggunakan lafazh yang sama atau hampir sama. Sedangkan mutawatri ma’nawi adalah hadits yang membicarakann suatu masalah dengan berbagai macam redaksi, namun menunjukkan pada satu pembicaraan.

Hadits yang membicarakan mengenai kemunculan Al Mahdi adalah hadits mutawatir ma’nawi. Artinya, hadits tersebut membicarakan mengenai Al Mahdi dengan berbagai macam redaksi, namun intinya atau maksudnya sama yaitu membicarakan kemunculan Imam Mahdi. Ini menunjukkan bahwa kemunculannya mustahil untuk dikatakan dusta.
Al Hafizh Abul Hasan Al Aabari mengatakan, ”Berita yang membicarakan munculnya Al Mahdi adalah hadits yang mutawatir dan amat banyak riwayat yang berasal dari Rasulullah ﷺ yang membicarakan mengenai kemunculannya.”[32]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Haditshadits yang membicarakan mengenai kemunculan Al Mahdi adalah hadits yang shahih sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmidzi, Ahmad dan selainnya, dari hadits Ibnu Mas’ud atau yang lainnya.”[33]

Asy Syaukani mengatakan, ”Haditshadits yang membicarakan mengenai kemunculan Al Mahdi yang dinanti-nanti ada dalam 50 hadits. Di antara hadits tersebut ada yang shahih, hasan dan dho’if. Hadits yang membicarakan Al  Mahdi dipastikan adalah hadits mutawatir, tanpa keraguan sedikit pun. … Begitu pula berbagai riwayat dari para sahabat tentang kemunculan Imam Mahdi amat banyak.

Bahkan perkataan para sahabat ini dapat dihukumi sebagai hadits marfu’ yaitu perkataan Nabi  ﷺ,  karena tidak mungkin ada ruang ijtihad dari mereka dalam masalah ini.”[34]

Shidiq Hasan Khon –ulama India dan merupakan murid Asy Syaukani- mengatakan, ”Hadits yang membicarakan mengenai kemunculan Imam Mahdi dengan berbagai macam periwayatan adalah amat banyak, bahkan sampai derajat mutawatir ma’nawi. Haditshadits yang membicarakan hal tersebut disebutkan dalam berbagai kitab Sunan dan selainnya, juga dalam berbagai mu’jam dan kitab musnad.”[35]

Demikian pembahasan kami mengenai Al Mahdi. Nantikan pembahasan kami selanjutnya mengenai turunnya Rasulullah ﷺ di akhir zaman. Semoga Allah mudahkan.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel https://rumaysho.com
Panggang, Gunung Kidul, 3 Muharram 1431 H

♥♥♥♥

Diantara dalil-dalil yang menunjukkan tanda-tanda besar dari kiamat adalah apa yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid al Ghifari yang berkata bahwa Nabi saw datang kepada kami ketika kami sedang saling mengkaji suatu hal. Beliau saw berkata,”Apakah yang sedang kalian bahas?” mereka menjawab,”Kami sedang mengingat tentang hari kiamat.”

Beliau bersabda,”Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian menyaksikan sebelumnya sepuluh tanda.” Maka beliau menyebutkan, yaitu,”Keluarnya asap tebal, munculnya dajjal, binatang bumi, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga pembenaman bumi, di timur, di barat dan di semenanjung Arabia dan terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang akan menggiring manusia ke Mahsyar mereka.” (HR. Muslim)

Apa yang disebutkan didalam hadits diatas tentang 10 urutan tanda-tanda besar dari kiamat tidaklah menunjukkan uratan berdasarkan waktu terjadinya karena didalam hadits lain yang diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya tanda-tanda (besar, pen) yang pertama muncul adalah matahari terbit dari arah barat, keluarnya binatang ditengah-tengah manusia pada waktu dhuha…”

Dari sepuluh tanda-tanda besar yang disebutkan diatas maka ada enam yang dapat dilihat orang-orang beriman sedangkan sisanya tidaklah bisa dilihat. Keenamnya itu adalah kemunculan dajjal, Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya dan keluarnya asap.

Sedangkan empat lainnya, yaitu pembenaman bumi di timur, pembenaman bumi di barat, pembenaman bumi di semenanjung Arabia serta keluarnya api dari dasar teluk Adn atau dari timur yang akan menggiring manusia ke Mahsyar (tempat pengumpulan) mereka.

Tiga pembenaman bumi tersebut tidaklah terjadi kecuali bumi sudah didiami oleh orang-orang yang paling jahat, sementara itu tak satu pun orang yang beriman ada diatasnya, sebagaimana disebutkan didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa pembenaman bumi itu terjadi apabila alat-alat musik dan minuman-minuman keras merajalela.

Juga hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda : ”Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas manusia-manusia yang paling jahat.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Serta hadits yang diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda : ”Kiamat tidak akan terjadi kecuali apabila di bumi tidak disebut-sebut lagi (nama) Allah, Allah.” (HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa kemunculan Al Mahdi beriringan dengan kemunculan Isa bin Maryam kemungkinan disandarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan Muhammad bin Kholid dari Abban bin Sholeh dari al Hasan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah ada Mahdi kecuali Isa bin Maryam.”

Namun hadits ini lemah sebagaimana disebutkan Syeikh al Banni dan salah satu alasannya—sebagaimana juga dikatakan al Baihaqi—bahwa Muhammad bin Kholid tidaklah dikenal. (as Silsisalah adh Dhaifah juz I hal 154)

Ditambah lagi dengan adanya hadits yang menyatakan bahwa kelak Al Mahdi akan melaksanakan shalat bersama Isa bin Maryam sebagaimana yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda,”…. Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai Ruh Allah.” Ia menjawab,”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu.” (HR. Ahmad)

Al Hafiz Ibnu Hajar didalam bukunya “Fathul Bari” menyebutkan pendapat Abul Hasan al Abadi didalam “Manaqib asy Syafi’i” bahwa berbagai berita yang mutawatir menyatakan bahwa al Mahdi adalah dari umat ini sementara Isa melaksanakan shalat dibelakangnya. Dan ini adalah jawaban dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas,”Tidak ada Mahdi kecuali Isa”.

Imam al Qurthubi mengatakan bahwa ada kemungkinan maksud dari hadits “Tidak ada Mahdi kecuali Isa” adalah tidaklah ada Mahdi yang sempurna dan maksum kecuali Isa, dan makna ini menggabungkan berbagai hadits yang menghilangkan kontradiksi yang ada. (at Tadzkiroh hal 69)

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa kemunculan Imam Mahdi adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar dari kiamat. Maka kemunculan Imam Mahdi tidaklah bersamaan dengan Isa bin Maryam akan tetapi kemunculannya lebih dahulu daripada diturunkannya Isa bin Maryam.

Hal ditunjukkan dengan akan adanya penaklukan Konstantinopel pada masa Imam Mahdi dan setelah itu barulah muncul dajjal lalu diikuti dengan kemunculan Isa bin Maryam, sebagaimana disebutkan didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab,”Pernah wahai Rasulullah.” Beliau saw bersabda,”Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq (orang-orang kulit putih). Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu.” Tsaur (perawi) itu mengatakan,”Saya tidak tahu kecuali hal ini hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka tengah membagi-bagikan harta rampasan perang tiba-tiba datanglah seorang diantara mereka seraya berteriak,”Sesungguhnya dajjal telah keluar.” Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.”

Didalam Syarhnya Imam Muslim menyebutkan bahwa sebagian mereka ada yang berkata bahwa yang telah dikenal dan terjaga adalah “Bani Ismail” (bukan Bani Ishaq, pen) hal itu ditunjukkan oleh isi dari hadits diatas karena yang dimaksudkan di situ adalah Arab, dan kota itu adalah Konstantinopel.

Sebagaimana diketahui pula bahwa diturunkannya Nabi Isa bin Maryam untuk yang kedua kalinya—setelah kemunculan dajjal—pada waktu iqamat shalat shubuh dikumandangkan di al Mannarah al Baidha (menara Putih) di sebelah timur Damaskus untuk membantu Imam Mahdi dan kaum muslimin dalam membunuh dajjal.

Tentang bagaimana Nabi Isa diangkat Allah swt ke langit anda bisa baca “Sejarah Nabi Isa Al Masih

 

[1] HR. Muslim no. 8, dari ‘Umar bin Al Khottob.
[2] Lihat Asyrotus Saa’ah, ‘Abdullah bin Sulaiman Al Ghofiliy, hal. 92, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah.
[3] HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihah no. 2735.
[4] An Nihayah fii Ghoribil Hadits wal Atsar, Ibnul Atsir, 5/577, Asy Syamilah
[5] Asyrotus saa’ah, ‘Abdullah bin Sulaiman Al Ghofiliy, hal. 94, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah
[6] Al Manar Al Munif fi Shohih wa Dho’if, Ibnu Qayyim Al Jauziyah [Tahqiq: ‘Abdul Fatah Abu Ghadah], hal. 148, Asy Syamilah
[7] Karena pada saat itu cuma ada dua pilihan yaitu masuk Islam ataukah dibunuh. Sedangkan di zaman sebelum ’Isa turun, jika tidak mau memeluk Islam, masih bisa hidup asalkan dapat menunaikan jizyah.
[8] Penjelasan mengenai turunnya ‘Isa ‘alaihis salam menjelang hari kiamat -insya Allah– akan dijelaskan pada Serial Tanda-Tanda Hari Kiamat berikutnya.
[9] Al Manar Al Munif fi Shohih wa Dho’if, hal. 92.
[10] Pembahasan ini kami olah dari pembahasan Ibnul Qayyim dalam Al Manar Al Munif, hal. 148-152
[11] HR. Tirmidzi no. 2230, dari ‘Abdullah bin Mas’ud. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan pula oleh ‘Ali, Abu Sa’id, Ummu Salamah, dan Abu Hurairah, status hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Misykatul Mashobih 5452 [16] bahwa hadits ini hasan.
[12] Lihat ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Abu Thayyib, 11/250, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, cetakan kedua, 1415 H.
[13] HR. Abu Daud no. 4282, dari ‘Abdullah bin Mas’ud. Syaikh Al Albani dalam Shahih wa Dho’if Sunan Abi Daud mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
[14] HR. Abu Daud no. 4284, dari Ummu Salamah. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud mengatakan bahwa hadits ini shohih.
[15] An Nihayah fil Fitan wal Malahim, hal. 17, Mawqi’ Al Waraq.
[16] HR. Tirmidzi no. 2230 dan Abu Daud no. 4282, dari Zirr, dari ‘Abdullah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.
[17] An Nihayah fil Fitan wal Malahim, hal. 15.
[18] HR. Abu Daud no. 4285. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[19] Lihat keterangan Al Qoriy yang disebutkan oleh Abu Thoyib dalam ‘Aunul Ma’bud, 11/252, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, cetakan kedua, tahun 1415 H.
[20] HR. Abu Daud no. 4285. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[21] HR. Ibnu Majah no. 4083. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[22] HR. Tirmidzi no. 2232. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[23] HR. Al Hakim (4/557-558). Hadits ini dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 711.
[24] HR. Tirmidzi no. 2232, dari Abu Sa’id Al Khudri. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[25] Tuhfatul Ahwadzi, Syaikh Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri Abul ‘Alaa, 6/404, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut.
[26] Lihat Asyrotus Saa’ah, hal. 97.
[27] HR. Ibnu Majah no. 4084, dari Tsauban. Dalam Az Zawaid dikatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan periwayatnya adalah tsiqoh (terpercaya). Al Hakim dalam Al Mustadrok mengatakan bahwa riwayat ini shahih sesuai syarat BukhariMuslim. Sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini dho’if.
[28] Lihat An Nihayah fil Fitan wal Malahim, hal. 17.
[29] HR. Muslim no. 156.
[30] HR. Bukhari no. 3449 dan Muslim no. 155, dari Abu Hurairah.
[31] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 6/493-494, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379.
[32] Tahdzib At Tahdzib, Ibnu Hajar Al ‘Asqolaniy, 9/126, Mawqi’ Ya’sub.
[33] Minhajus Sunnah An Nabawiyah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 8/254, Muassasah Qurthubah, cetakan pertama, tahun 1406 H.
[34] Lihat Asyrotus Saa’ah, hal. 105.
[35] Al Idza’ah lima Kaana wa Maa Yakuunu Baina Yaday As Saa’ah, hal. 112-113. Dinukil dari Asyrotus Saa’ah, hal. 104.

1. Daripada Ahlulbait
“Al-Mahdi adalah daripada Ahlulbait.”

2. Daripada Keturunan Al-Hasan bin Ali RA
“Al-Mahdi adalah dari keturunan Al-Hasan bin Ali.”

“Demi Allah yang mengutusku sebagai nabi yang benar, sesungguhnya daripada kedua-duanya (keturunan Al-Hasan dan Al-Husain RA), akan lahir Al-Mahdi untuk umat ini.”

3. Nama Al-Mahdi Adalah Muhammad
“Sesungguhnya nama yang digunakan oleh Al-Mahdi adalah Muhammad.”

4. Nama Ayahnya
“Nama ayah Al-Mahdi adalah seperti nama ayah Nabi SAW.”

5. Perawakannya
“Dia berdahi lebar, berhidung mancung dan giginya berjarak.”

6. Masa Pemerintahannya
“”Dia akan memerintah selama tujuh tahun.”

7. Perubahan Situasi Dunia
“Situasi dunia akan dipenuhi keadilan dan kebenaran, seperti sebelumnya yang dipenuhi dengan kezaliman dan penindasan.”

8. Keredaan Seluruh Makhluk
“Penghuni bumi dan penghuni langit semuanya reda terhadap pemerintahan Al-Mahdi.”

9. Perbezaan Pendapat dan Gempa Bumi Dahsyat
“Al-Mahdi akan muncul ketika suasana seluruh dunia dipenuhi oleh perbezaan pendapat dan bumi digoncang oleh gempa yang dahsyat.”

10. Keadilannya Semasa Membahagi-bahagikan Harta
“Al-Mahdi akan membahagi-bahagikan harta secara adil dan merata kepada umat manusia.”

11. Al-Mahdi dan Hati Umat Muhammad SAW
“Al-Mahdi akan membuatkan hati umat Muhammad SAW kaya-raya.”

12. Keadilan Al-Mahdi
“Keadilan Al-Mahdi meratai seluruh umat. Beliau beramal sesuai dengan sunnah Nabi sehingga beliau menyuruh orang untuk menyeru, “Sesiapa yang berkehendakkan bantuan, datanglah kepadaku.” Kemudian tidak ada yang datang kepadanya melainkan seorang lelaki sahaja.”

13. Pembaiatan Al-Mahdi
“Perselisihan terjadi semasa kmatian seorang khalifah. Al-Mahdi yang merupakan seorang penduduk Madinah melarikan diri ke Makkah. Kemudian dia didatangi oleh penduduk Makkah dan diusir, namun dia enggan. Lantas penduduk Makkah membaiatnya di antara Hajar Aswad dengan Makam Ibrahim.”

14. Pasukan Daripada Syam
“Setelah dibaiat, datanglah pasukan dari arah Syam, tetapi pasukan ini ditelan bumi di suatu padang (pasir) dekat Zul Hulaifah.”

15. Kesejahteraan Umat Pada Zaman Al-Mahdi
“Pada zaman Al-Mahdi, seluruh umat sama ada ang taat mahupun yang jahat, akan hidup sejahtera, iaitu suatu kesejahteraan yang belum pernah dinikmati sebelumnya. Langit menurunkan hujan yang lebat, yang pada setiap titisannya menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan setiap tumbuh-tumbuhan mendatangkan keuntungan.”

16. Panji-panji Hitam
“Al-Mahdi akan datang setelah muncul Panji-panji Hitam dari arah Timur, yang pasukan ini sentiasa tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun.”

17. Penyerahan Kuasa
“Orang ramai dari Timur akan muncul, kemudian menyerahkan kekuasaan kepada Al-Mahdi.”

18. Panji-panji Hitam Dari Khurasan
“Panji-panji Hitam keluar dari Khurasan, sementara itu kawan-kawan Al-Mahdi keluar menuju ke Baitulmaqdis.”

19. Masa Pemerintahannya
“Al-Mahdi akan memerintah selama tujuh tahun atau lapan tahun. Jika lebih, maka hanya akan bertambah satu tahun sahaja.”

20. Pasukan Dari Iraq
“Pasukan daripada Iraq keluar mencari seorang lelaki dari Madinah, iaitu Al-Mahdi. Kemudian Allah menyelamatkan Al-Mahdi daripada kejaran pasukan ini. Ketika mereka melintasi suatu padang di Zul Hulaifah, mereka akan ditelan bumi sehingga yang di atas sampai hari kiamat.”

21. Penguasaan Al-Mahdi Terhadap Harta Benda
“Al-Mahdi akan mendapatkan harta benda dengan mudah dan tidak terkira-kira banyaknya.”

22. Seruan Dari Langit
“Pada kemudian kelak, akan terjadi bencana di mana orang yang berada di sebelahnya tidak menyedarinya melainkan dia sendiri turut tertimpa bersama-sama sehingga datang penyeru dari langit yang berkata, “Sesungguhnya pemerintah kamu semua adalah si fulan (maksudnya Al-Mahdi).”

23. Serban Al-Mahdi
“Al-Mahdi akan muncul dan dia selalu memakai serban di kepalanya. Di atas serban itu ada suara yang menyeru, “Inilah dia Al-Mahdi, khalifah Allah. Maka taatilah dia.”

24. Malaikat yang Mendampingi Al-Mahdi
“Al-Mahdi akan muncul dan di atas kepalanya ada malaikat yang menyeru, “Inilah Al-Mahdi. Oleh itu, ikutilah dia.”

25. Al-Mahdi Sebagai Penutup Agama
“Dengan Al-Mahdi, Allah akan menutup agama ini, seperti Dia mengawalinya dengan Nabi Muhammad SAW.”

26. Pembaiatan Al-Mahdi
“Al-Mahdi akan dibaiat di antara Hajar Aswad dengan Makam Ibrahim oleh sejumlah orang yang mengikuti Perang Badar. Kemudian datang sekelompok orang dari Iraq dan para Wali Abdal dari penduduk Syam untuk berikrar kepadanya. Dan akan datang pula pasukan dari Syam yang kemudiannya ditelan bumi di Al-Baidak dekat Zul Hulaifah. Semua mereka itu binasa melainkan si pembawa berita sahaja.” Dalam satu riwayat disebutkan bahawa jumlahnya adalah dua orang, iaitu seorang akan menyampaikan berita tersebut kepada Al-Mahdi manakala yang seorang lagi menyampaikannya kepada As-Sufyani. Menurut riwayat yang lain lagi, kedua-dua mereka menyampaikan berita tersebut kepada As-Sufyani.”

27. Bilangan Orang yang Membaiat Al-Mahdi
“Tiga ratus empat belas orang yang antaranya adalah perempuan akan bergabung dengan Al-Mahdi, bertindak ke atas setiap pemimpin yang berbuat zalim dan menzahirkan keadilan seperti yang diharap-harapkan oleh semua orang. Lalu dia memerintah selama tujuh tahun. Setelah itu tiada lagi kebaikan di muka bumi ini ang melebihi kebaikan pada masa Al-Mahdi.”

28. Pembawa Bendera Al-Mahdi
“Pembawa bendera Al-Mahdi adalah seorang lelaki dari suku Tamim yang datang dari Timur.”

29. Baitulmaqdis
“Al-Mahdi akan singgah di Baitulmaqdis.”

30. Kembalinya Umat Manusia Ke Jalan yang Benar
“Al-Mahdi akan memerangi umat manusia sehingga mereka kembali ke jalan yang benar.”

31. Penguasaan Al-Mahdi Terhadap Harta
“Pada akhir umatku nanti akan muncul seorang khalifah yang amat mudah mendapatkan harta dengan jumlah yang tidak terkira banyaknya.”

32. Kemakmuran yang Diberikan Oleh Al-Mahdi Untuk Penduduk Dunia
“Al-Mahdi akan datang di tengah-tengah umatku, dia dilahirkan oleh Allah untuk menjadikan umatku kaya, menyebabkan umatku hidup sejahtera, binatang ternakan mereka amat biak, tumbuh-tumbuhan amat banyak dan akan membahagi-bahagikan harta benda kepada umat manusia secara saksama.”

33. Ciri-ciri al-Mahdi
“Sungguh Allah akan melahirkan seorang lelaki dari keturunanku yang giginya berjarak, dahinya lebar, keadilannya meliputi seluruh alam dan akan mendapatkan harta benda dengan melimpah ruah.”

34. Nama, Perawakan, Akhlak dan Kuniyahnya
“Nama yang digunakan oleh Al-Mahdi adalah namaku, perawakannya seperti perawakanku, akhlaknya seperti akhlakku dan kuniyahnya adalah Abu Abdillah.”

35. Panji-panji Hitam
“Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji kerana sesungguhnya di tengah-tengah Panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk.”

36. Terjadinya Bencana
“Al-Mahdi akan lahir pada akhir zaman, ketika melandanya bencana, dan pemberian Al-Mahdi adalah amat bererti (menyenangkan).”

37. Terjadinya Perang Besar
“Seandainya umur dunia ini tinggal satu hari sahaja lagi, nescaya Allah akan memanjangkannya sehingga Dia mengangkat seorang Amir dari keturunanku, yang mana perang besar akan terjadi semasa pemerintahannya, dan Islamlah yang akan menang. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya dan amat cepat pula hisab-Nya.”

38. Kemenangannya
“Al-Mahdi akan menundukkan Kostantinopel dan Jabal ad-Dailam.”

39. Keadilannya Meratai Penjuru Dunia
“Keadilan Al-Mahdi meratai seluruh alam. Kemudian dia diangkat menjadi Amir di Al-Qahtani. Demi Zat yang mengutusku dengan sebenarnya, dia tidak ada yang (akan dapat) mengalahkannya.”
40. Nabi Isa AS Bersembahyang di Belakang Imam Mahdi
“Isa bin Maryam AS akan turun dan bersembahyang di belakang Al-Mahdi.”

41. Turunnya Nabi Isa AS dan Pemberitahuannya Akan Kekhalifahan Al-Mahdi
“Isa bin Maryam akan turun dan memberitahu tentang kekhalifahan Al-Mahdi. Apabila diminta untuk menjadi imam, maka Nabi Isa AS menjawab, “Tidak.” Lantas dia memberitahu, “Sesungguhnya di kalangan kamu ada pemimpin yang dimuliakan oleh Allah untuk umat ini.”

42. Al-Mahdi Sebagai Pertengahan Kurun
“Sesungguhnya Al-Mahdi hidup pada pertengahan kurun, manakala Nabi Isa AS hidup pada akhir zaman.”

43. Al-Mahdi Bersembahyang di Baitulmaqdis
“Ketika Al-Mahdi dan umat manusia yang berada di Baitulmaqdis mahu mengerjakan sembahyang subuh, tiba-tiba Isa bin Maryam AS turun. Kemudian Al-Mahdi mundur agar Isa bin Maryam AS ke hadapan untuk menjadi imam. Lantas Isa meletakkan kedua-dua belah tangannya di atas kedua-dua belah bahu Al-Mahdi seraya berkata, “Silakan maju dan jadi imamlah. Sesungguhnya sembahyang ini diiqamahkan untukmu.” Kemudian Al-Mahdi menjadi imam bagi para mukmin dan Nabi Isa AS.”

44. Al-Mahdi Menjadi Imam Sembahyang Bagi Nabi Isa AS
“Al-Mahdi memalingkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, dan ketika itu Nabi Isa turun dari langit, laksana menitisnya air dari rambut Al-Mahdi. Lantas Al-Mahdi berkata, “Silalah ke depan dan jadi imamlah.” Nabi Isa AS menjawab, “Sesungguhnya sembahyang ini diiqamahkan untukmu.” Kemudian Nabi Isa AS bersembahyang di belakang seorang lelaki dari keturunanku.”

45. Umur Al-Mahdi
“Al-Mahdi adalh dari anak keturunanku, dia berusia 40 tahun. Wajahnya bagaikan bintang yang bergemerlapan, pipi kanannya bertahi lalat hitam, kulitnya kemerah-merahan seolah-olah dia adalah dari keturunan Bani Israel, dia akan mengeluarkan harta karun dan akan menundukkan kota-kota maksiat.”

46. Pembaiatannya di Antara Hajar Aswad dengan Maqam Ibrahim
“Sebelum pembaiatan Al-Mahdi di antara Hajar dengan Maqam Ibrahim, ada kabilah yang menarik perhatian Al-Mahdi mengenai sikp dan pembunuhannya terhadap jemaah haji di Mina.”

47. Ciri-ciri Al-Mahdi
“Kulit Al-Mahdi seperti kulit orang Arab, bentuk tubuhnya seperti bentuk tubuh Bani Israel, pipi kanannya bertahi lalat dan kekhalifahannya diredai oleh seluruh penduduk bumi, penduduk langit dan burung-burung di angkasa.”

48. Al-Mahdi Muncul dari Kampung Kurjah
“Al-Mahdi akan keluar dari Kampung Kurjah.”

49. Jihad Al-Mahdi Dalam Menegakkan Agama
“Al-Mahdi akan menegakkan agama secara keseluruhan seperti yang telah ditegakkan oleh Nabi SAW semasa hayat baginda.”

50. Memerangi Romawi
“Al-Mahdi akan memerangi Rom selama tiga hari. Pada hari ketiga itulah Rom runtuh, kemudian menyerang Kostantinopel. Ketika mereka sedang membahagi-bahagikan emas di Kostantinopel dengan menggunakan perisai sebagai penyukatnya, tiba-tiba ada orang yang berteriak, “Sesungguhnya Dajjal telah menundukkan keluarga-keluarga kamu semua.”

51. Mengapa Umat Manusia Mengerumuni Al-Mahdi?
“Umat manusia mencari dan mengerumuni Al-Mahdi umpama lebah mengerumuni madunya. Keadilan Al-Mahdi meratai seluruh alam, seperti sebelumnya dunia ini dipenuhi dengan penyelewengan. Pada masa itu, umat manusia menjadi seperti semasa kecilnya, sentiasa bermain dan tidak pernah menumpahkan darah.”

52. Penguasaan Al-mahdi Terhadap Harta
“Al-Mahdi akan menguasai dunia seperti yang pernah dilakukan oleh Zulkarnain dan Nabi Sulaiman AS.”

53. Berkata-kata
“Al-Mahdi termasuk orang yang sukar bertutur kata.”

54. Apabila Sukar Bercakap
“Jika Al-Mahdi berasa payah berckap, maka dia menepuk pahanya yang di sebelah kiri dengan tangan kanannya.”

55. Peperangannya Berdasarkan Sunnah
“Al-Mahdi akan berperang berdasarkan sunnah, sama seperti Nabi SAW yang berperang berdasarkan wahyu.”

56. Hamba Allah yang Terpilih
“Al-Mahdi dizahirkan pada bulan Muharam dan ada satu suara yang menyeru dari langit, “Ketahuilah bahawa hamba Allah yang terpilih adalah si fulan, iaitu Al-mahdi. Oleh itu, dengarlah perintahnya dan taatilah dia.”

57. Munculnya As-Sufyani
“Sebelum Al-Mahdi, As-Sufyani muncul bersama-sama 360 pasukan berkuda, dengan diiringi oleh 30,000 pasukan yang dipimpin oleh Kalb, iaitu bapa saudaranya. Kemudian As-Sufyani mengerahkan askarnya ke Iraq. Dalam serangan ini seratus ribu orang terbunuh di Zaurak, yakni sebuah bandar di Timur. Setelah itu mereka menyerbu Kufah. Lantas muncullah Panji-panji Hitam. Yang memegang benderanya adalah seorang pemuda dari Bani Tamim yang digelarkan dia Syuaib bin Saleh. Dia kemudian menyerang sekelompok tawanan daripada penduduk Kufah dan membunuhnya. Setelah itu As-Sufyani mengerahkan askar-askarnya ke Madinah. Mereka terus menyerang Madinah selama tiga hari lalu menuju ke Makkah. Semasa mereka sampai di Al-Baidak, Allah memerintahkan Jibril agar menghentakkan kakinya dengan sekali hentakan, yang mana dengan hentakan tersebut mereka trbenam ke dalam bumi, hingga tiada yang tinggal lagi melainkan dua orang, yang kemudian menyampaikan berita tersebut kepada As-Sufyani namun As-Suyani tidak menghiraukannya. Dia segera mengirimkan dua orang Parsi untuk membantu menakluk Kostantinopel. Oleh raja Romawi, permintaannya itu segera dikabulkan. Namun ketika kedua-dua orang utusan itu sampai di pintu gerbang Damsyik, mereka dibunuh. Selain itu, As-Sufyani juga membunuh orang yang mengingkari dirinya, bahawa ada seorang wanita yang duduk di atas pahanya di pintu gerbang Damsyik. Pada ketika itu terdengarlah seruan dari langit yang menyatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah membinasakan orang-orang yang zalim, orang-orang munafik dan sekutu-sekutunya. Allah telah mengangkat seorang yang terbaik dari umat Muhammad SAW sebagai pemimpin kamu semua. Oleh itu, sambutlah dia di Makkah. Dia adalah Al-Mahdi yang bernama Ahmad bin Abdullah.” Lantas ada satu pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasul, bagaimana kami dapat mengenalinya?” Rasulullah SAW menjawab, “Dia adalah dari keturunanku, yang perawakannya mirip Bani Israel, dia memakai dua lapis jubah Qutwani, seolah-olah wajahnya bercahaya laksana bintang, pipi kanannya bertahi lalat hitam. Dia seorang yang tampan, berusia empat puluh tahun. Dia akan didatangi oleh Wali-wali Abdal dari Syam, Wali-wali Nujabak dari Mesir, para Asoib dari Timur dan pengikut-pengikutnya. Mereka lantas pergi ke Makkah serentak, kemudian berangkat pula ke Syam. Pada waktu itu, Jibril berada di depannya dan Mikail berada di belakangnya. Penghuni langit, penduduk bumi, burung-burung, binatang-binatang buas dan ikan-ikan di laut semuanya reda kepadanya. Air menjadi mudah di negeri mana pun yang dikuasainya, sungai-sungainya mengalir deras dan galian-galian mudah ditemui. Kemudian dia pergi Syam dan menyembelih As-Sufyani di bawah pohon yang dahan-dahannya menjulur sampai ke Laut Tibriyah.”

“Orang yang gagal adalah orang yang gagal pada hari pembunuhan Kalb, walaupun hanya sekadar mengikat kakinya sahaja.”

58. Bencana yang Berlaku Sebelum Al-Mahdi Muncul
“Al-Mahdi akan dibaiat pada bulan Muharam, setelah berlaku bencana dan peperangan pada bulan Ramadan hingga Zulhijah. Kemudian terjadi ancaman terhadap jemaah haji di Mina yang mengakibatkan banyak kematian an darah mengalir di Jamrah. Sebahagian daripada jemaah haji itu ada yang menyelamatkan Al-Mahdi lalu dibaiat di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim, namun dia enggan menerimanya. Dia lalu diancam, “Jika kamu tidak mahu menerima baiat daripada kami, maka lehermu akan kami penggal.”

59. Ciri-ciri Kedua-dua Belah Pahanya
“Kedua-dua belah paha Al-Mahdi lebar dan renggang.”

60. Mematahkan Salib dan Membunuh Babi
“Al-Mahdi akan muncul dengan bijaksana dan adil. Salib-salib akan dihancurkan dan babi-babi akan dibunuh. Dia akan membahagi-bahagikan harta, namun tidak seorang pun yang mahu menerimanya.”

61. Kemenangan-kemenangan Al-Mahdi
“Al-Mahdi akan menundukkan Rom dengan meneriakkan empat kali takbir, dan membunuh enam ratus ribu orang. Dia akan mengeluarkan apa sahaja yang ada di Baitulmaqdis, Peti Tabut, maidah Bani Israel, lembaran-lembaran Kitab Taurat, mhkota Nabi Adam AS, tongkat Nabi Musa AS, singgahsana Nabi Sulaiman AS, alat penyukat Manna Bani Istael. Al-Mahdi kemudian memasuki Kota Al-Qatik yang panjangnya seribu batu dan lebarnya 500 batu, dengan pintunya berjumlah 360 buah. Setiap pintu itu dijaga oleh seribu orang askar. Kemudian mereka meneriakkan takbir sebanyak empat kali, maka runtuhlah benteng Kota Al-Qatik itu, lalu mereka merampas seluruh harta yang ada di dalamnya. Mereka kemudian tinggal di sana selama tujuh tahun, lalu seluruh harta yang ada di Al-Qatik itu dipindahkan ke Baitulmaqdis. Maka datanglah perkhabaran yang mengatakan bahawa Dajjal telah keluar di tengah-tengah kaum Yahudi Isfahan.”

62. Al-Mahdi dan Perhiasan di Baitulmaqdis
“Tahir bin Asmak menyerang Bani Israel, kemudian menundukkannya dan merampas perhiasan yang berada di Baitulmaqdis. Sebahagian daripada harta ini dibakar dan sebahagian lagi diangkut dengan 1,700 buah kapal untuk dibawa ke Rom.”

“Al-Mahdi akan mengambil dan mengembalikan semua harta tadi ke Baitulmaqdis. Kemudian dia dan orang-orang yang bersama dengannya berjalan hingga melalui Rom, iaitu sebuah kota yang berukuran seratus suq, yang mana setiap suq berukuran seratus ribu kaki, lantas kota ini dikalahkan juga. Kemudian mereka melalui kota Al-Qtik yang berada di Laut Akhdar yang diliputi harta benda, panjangnya seribu batu dan lebarnya pula 500 batu, serta memiliki tiga ribu buah pintu.”
II -Tiga Puluh Sembilan Buah Keterangan Daripada Para Sahabat RA

1. Bencana yang Terjadi Sebelum Al-Mahdi
“Sebelum muncul Al-Mahdi, ada bencana yang membinasakan umat manusia. Kamu semua jangan mencela penduduk Syam, kerana merekalah yang menerima bencana tersebut. Demikian (berlaku) kerana para wali abdal adalah lahir daripada mereka. Bencana tersebut antaranya berupa hujan lebat yang menenggelamkan manusia, sehingga andainya mereka berhadapan dengan segerombolan musang sahaja, nescaya mereka akan dikalahkan. Setelah itu Allah memunculkan Al-Mahdi yang berada di tengah-tengah pasukan yang minimumnya berjumlah 12,000 orang atau maksimumnya 15,000 orang.”

2. Berarak Menuju Al-Mahdi
“Al-Mahdi tidak akan muncul sebelum seorang nafsuz zakiyah terbunuh. Apabila nafsuz zakiyah ini terbunuh, maka penduduk langit dan bumi menjadi marah. Kemudian manusia mendatangi Al-Mahdi dengan berjalan pantas seperti cepatnya jalan pengantin lelaki menuju pengantin perempuan.”

3. Menghalalkan yang Haram
“Al-Mahdi tidak akan muncul sebelum terjadinya suatu masa semua perkara yang haram dianggap halal. Kemudian dia diserahkan jawatan khalifah, yang pada ketika itu dia sedang berada di dalam rumahnya dan dia adalah sebaik-baik penduduk bumi.”

4. Tanda-tanda Kemunculannya
“Tanda-tanda kemunculan Al-Mahdi adalah terjadinya sekumpulan tentera yang ditelan oleh bumi di Al-Baidak.”

5. Keluar Askar Al-Mahdi
“Al-Mahdi berserta askarnya akan muncul dari Timur. Seandainya gunung menjadi penghalang, nescaya gunung itu akan dihancurkan sehingga rata menjadi jalan.”

6. Sebahagia-bahagia Umat Pada Zaman Al-Mahdi
“Sebahagia-bahagia umat pada zaman Al-Mahdi adalah bangsa Kufah.”

7. Beberapa Tanda Bagi Al-Mahdi
“Tanda-tanda kemunculan Al-Mahdi adalah jika harta pusaka melimpah, pemimpin-pemimpin yang mengumpulkan harta telah mati, setelah itu digantikan oleh seorang lelaki yang lemah yang kemudian dipecat semula setelah dua tahun diangkat, ada sekumpulan tentera yang ditelan oleh bumi di barat Damsyik, munculnya tiga belas orang tokoh di Syam, keluar penduduk Barat ke Mesir, yang semuanya ini berlaku pada zaman pemerintahan As-Sufyani.”

8. Suara Hatif
“Apabila ada seruan dari langit, “Sesungguhnya kebenaran berada di pangkuan Keluarga Nabi Muhammad SAW,” maka pada ketika itu Al-Mahdi mulai gempar diperkatakan orang. Lantas umat manusia beransur-ansur mencintai Al-Mahdi. Seterusnya tidak ada orang lain lagi yang disebut-sebut oleh mereka melainkan Al-Mahdi.”

9. Muncul Panji-panji Hitam Menyerang As-Sufyani
“Panji-panji Hitam keluar lalu menyerang As-Sufyani. Di tengah-tengah pasukan itu ada Pemuda Bani Hasyim yang di tangan kirinya berkiba bendera pasukan itu, manakala di hadapannya adalah Syuaib bin Saleh at-Tamimi.”

10. Angkatan Laut As-Sufyani
“Sebelum muncul Al-Mahdi, pasukan berkuda As-Sufyani menyerang Kufah dan penduduk Khurasan keluar mencari Al-Mahdi. Kemudian penduduk Khurasan bertemu dengan pasukan Al-Hasyimi di tengah-tengah Panji-panji Hitam yang dipimpin oleh Syuaib bin Saleh. Penduduk Khurasan lantas bertemu dengan pasukan As-Sufyani di kawasan yag berbatu, dan terus berlaku pertempuran sengit. Dalam pertempuran itu, yang terhebat adalah pasukan Panji-panji Hitam, manakalaa pasukan As-Sufyani melarikan diri. Pada ketika itu umat manusia amat berharap dapat menemui Al-Mahdi dan terus mencarinya.”

11. Keluar Seorang Lelaki Daripada Keluarga Nabi SAW
“Sebelum Al-Mahdi, ada seorang lelaki dari kalangan Ahlulbait keluar di Timur, seraya menyandang pedang di atas bahunya selama lapan belas tahun. Dia membunuh, mengamuk dan menuju ke Baitulmaqdis. Namun dia mati sebelum sempat sampai ke sana.”

12. Madinah Hancur Binasa
“Sebelum Al-Mahdi, di Madinah terjadi pertempuran yang mengakibatkan hancurnya Madinah. Darah yang mengalir daripadanya sampai di kawasan Ahjaruz Zait dan Ma al-Hirrah. Bandar tersebut terletak lebih kurang 44 batu dari Madinah. Kemudian Al-Mahdi dibaiat.”

13. Tenggelamnya Tentera di Al-Baidak
“Penguasa Madinah mengirimkan tentera kepada Al-Hasyimi di Makkah. Tentera ini kemudian mengusir penduduk Makkah. Peristiwa ini didengar oleh khalifah di Syam, iaitu As-Sufyani daripada keturunan Abu Sufian bin Harb. Seterusnya As-Sufyani mengirimkan pasukan ke Makkah. Dalam perjalanan itu, mereka singgah di Al-Baidak yang pada waktu itu kebetulan bulan penuh. Kemudian ada seorang penyeru yang memerhatikan (ketibaan) pasukan itu berkata, “Aduh, celakalah kamu semua penduduk Makkah kerana kedatangan pasukan ini.” Dia terus pergi dan datang lagi ke tempat itu. Tetapi dia tidak nampak lagi pasukan tadi. Dia lantas bertasbih, “Subhanallah, mereka telah berangkat sebentar tadi.” Lalu dia meneruskan perjalanannya. Di sana dia menemui pasukan tadi dalam keadaan tertimbus separuh badan. Dia bercadang mahu membantu tetapi tidak mampu berbuat apa-apa. Akhirnya dia meklum bahawa pasukan tadi telah ditelan oleh bumi. Dia bergegas masuk ke Makkah untuk menyampaikan berita tersebut. Mendengar berita ini, penduduk Makkah mengucapkan alhamdulillah, kemudian berkata, “Inilah tanda yang kita tunggu-tunggu.” Lantas mereka pergi menuju ke Syam.”

14. Pelaksanaan Pembaiatan Al-Mahdi
“Sebelum Al-Mahdi muncul, perdagangan-perdagangan akan terhenti, jalan-jalan terputus dan banyak berlaku bencana. Setelah itu ada tujuh buah panji-panji daripada tujuh buah pasukan, secara kebetulan sama-sama mencari Al-Mahdi. Dari setiap kelompok itu ada sekitar 33 – 39 orang yang berjanji untuk menemukan Al-Mahdi. Mereka dan pasukan terus mencari dan akhirnya menjumpai Al-Mahdi di Makkah. Sebahagian daripada mereka ada yang bertanya kepada yang lain, “Apa perlunya kita datang ke sini?” Sebahagian yang lain menjawab, “Kita datang untuk mencari orang yang layak diserahkan tugas untuk mengakhiri bencana-bencana ini dan yang akan menakluk Kostantinopel.” Sambung mereka, “Kami telah mengetahui namanya, nama ayah dan nama ibunya serta pasukan perangnya.” Mereka terus mencari dan akhirnya bertemu di Makkah. Mereka menegur, “Engkau adalah si fulan bin si fulan.” Tetapi Al-Mahdi menafikannya dan lari ke Madinah. Kemudian dia balik semula ke Makkah, yang pada masa itu mereka sedang berkeliaran di sekeliling Hajar Aswad. Lalu pasukan-pasukan itu berkata, “Dosa-dosa kami berada di tanganmu, jiwa kamu berada di pundakmu, maka hulurkanlah tanganmu untuk kami baiat sebab tentera As-Sufyani sudah kelihatan menuju ke sini untuk menyembelih kami.” Seorang lelaki dari Tanah Suci tadi lantas duduk di antara Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim lalu menghulurkan tangannya dn terus dibaiat. Di sinilah Allah mempertemukan kekasih-Nya dengan umat manusia yang kemudian mereka berjalan bersama-sama. Mereka ini amat berani pada waktu siang dan amat ditakuti pada waktu malam.”

15. Munculnya Al-Hasyimi Sebelum Al-Mahdi
“Sebelum Al-Mahdi, Al-Hasyimi keluar untuk berperang selama 18 bulan. Dia akan menuju Baitulmaqdis tetapi tidak sampai ke sana. Serentak dengan itu, As-Sufyani mengirimkan pasukannya untuk menyerang Al-Mahdi tetapi mereka ditelan oleh bumi di Al-Baidak. Peristiwa ini sampai kepada penduduk Syam. Mereka kemudian berkata kepada khalifahnya, “Berbaiatlah engkau kepada Al-Mahdi. Jika tidak maka kamu akan kami bunuh!” Kemudian khalifah ini memberikan baiatnya kepada Al-Mahdi. Al-Mahdi lantas berjalan hingga sampai ke Baitulmaqdis. Maka bangsa Arab, Ajam, pasukan-pasukan perang, bangsa Rom dan lain-lain menyerah kepada Al-Mahdi tanpa peperangan. Kemudian masjidmasjid dibangunkan di Kostantinopel dan di tempat-tempat lain.”

16. Tempat Lahirnya
“Al-Mahdi lahir di Madinah.”

17. Tempat Hijrahnya
“Tempat hijrahnya adalah Baitulmaqdis.”

18. Janggut Al-Mahdi
“Dia berjanggut tebal tetapi tidak begitu lebat.”

19. Kedua-dua Belah Matanya
“Kedua-dua pelupuk matanya kelihatan bercelak.”

20. Gigi Seri Al-Mahdi
“Gigi seri Al-Mahdi kelihatan bersinar.”

21. Wajah Al-Mahdi
“Pipi Al-Mahdi ada bertahi lalat.”

22. Tanda Pada Bahu Al-Mahdi
“Pada bahu Al-Mahdi terdapat cap kenabian Nabi Muhammad SAW.”

23. Bendera Nabi Muhammad SAW
“Al-Mahdi akan keluar dengan membawa bendera seperti bendera Nabi SAW, iaitu tidak berjahit, berwarna hitam dan lebar yang tidak berkibar lagi sejak kewafatan Nabi SW sehinggalah muncul Al-Mahdi.”

24. Dikawal Malaikat
Allah menugaskan malaikat sebanyak tiga ribu untuk mengawal Al-Mahdi seraya memukul orang-orang yang memusuhi dan menentang Al-Mahdi.”

25. Usia Pelantikan Al-Mahdi
“Al-Mahdi diutus ketika dia berumur antara 30 hingga 40 tahun.”

26. Kulit Al-Mahdi
“Kulit Al-Mahdi berwarna coklat (sawo matang).”

27. Seorang yang Bernama Al-Hasyimi
“Al-Hasyimi menyerahkan kekhalifahan kepada Isa bin Maryam AS.”

28. Bencana yang Terjadi Sebelum Al-Mahdi
“Sebelum Al-Mahdi, terjadi banyak bencana. Kemudian sekumpulan orang berkumpul di hadapan seorang lelaki keturunan Ali KMW, yang mana lelaki ini pada sisi Allah dinyatakan tidak mempunyai dosa. Dia akan membunuh atau terbunuh. Kemudian Al-Mahdi pun muncul.”

29. Pelaksanaan Pembaiatan Al-Mahdi
“Orang ramai pergi menunaikan haji, mereka berwukuf di Arafah tanpa seorang imam pun, lantas di Mina berlaku pemberontakan dan mereka dibunuh beramai-ramai di sana sehingga darah-darahna mengalir dari (Jamrah) Aqabah. Mereka lantas meminta pertolongan kepada seorang yang mulia. Mereka mendatanginya yang pada waktu itu sedang menyandarkan mukanya ke Kaabah sambil menangis. Mereka lantas berkata, “Ke marilah supaya kami membaiatmu.” Dia menjawab, “Celaka kamu semua ini, berapa banyak perjanjian yang telah kamu mungkiri dan berapa banyak darah yang telah kamu tumpahkan.” Kemudian dengan secara terpaksa dia dibaiat. Jika kamu semua menemuinya, maka berbaiatlah. Sesungguhnya dia adalah Al-Mahdi di bumi dan Al-Mahdi di langit.”

30. Bilangan Pasukan Badar
“Al-Mahdi melangkah menuju sejumlah pasukan Badar daripada penduduk Syam. Oleh penduduk Syam itu, dia dibawa keluar dari kota Makkah, iaitu dari sebuah rumah dekat Safa, kemudian dengan terpaksa dia dibaiat. Kemudian mereka bersembahyang dua rakaat berjemaah di sisi Maqam Ibrahim, lalu dia naik ke atas mimbar untuk berkhutbah.”

31. Tempat Membaiatnya
“Al-Mahdi dibaiat di antara Hajar Aswad dengan Maqam Ibrahim, yang mana pelaksanaannya tidak sampai membangkitkan orang yang sedang tidur dan tidak pula sampai menunpahkan darah.”

32. Tempat Keluarnya
“Al-Mahdi akan keluar dari Makkah dengan membawa bendera Rasulullah SAW.”

33. Al-Mahdi dan Harta yang Diperoleh Daripada Baitullah
“Al-Mahdi akan membahagi-bahagikan senjata dan harta yang diperolehnya daripada Baitullah untuk jihad fi sabilillah. Rasulullah SAW menjelaskan kepada Umar RA tentang Al-Mahdi, “Aku tidak tahu apakah aku akan menyimpan harta dan senjata tadi atau akan membahagi-bahagikannya.”

“Tinggalkanlah bangsa Habsyi apabila mereka meninggalkan kamu kerana sesungguhnya harta simpanan Kaabah itu tidak akan dapat dikeluarkan melainkan dengan dua kekuatan.”

34. Masa Pemerintahannya
“Al-Mahdi akan memerintah selama 30 atau 40 tahun.”

35. Galian Bumi
“Pada zaman Al-Mahdi, bumi akan mengeluarkan galian-galiannya yng berharga seperti gumpalan-gumpalan emas dan perak.”

36. Lagi Tanda-tanda Al-Mahdi
“Ada suatu tanda yang dituntut daripada Al-Mahdi. Lantas dia memberi isyarat kepada burung, maka burung itu hinggap di atas tangannya. Kemudian Al-Mahdi memacakkan tongkatnya, lantas tongkat itu menghijau dan berdaun.”

37. Menakluki Benteng Rom
“Seluruh pertahanan Rom dan bandar-bandarnya akan ditawan oleh Al-Mahdi dengan mengumandangkan tahlil dan takbir.”

38. Tersebar Perdamaian di Hampir Seluruh Dunia
“Pada zaman Al-Mahdi nanti, kambing dan serigala digembala sekali, kanak-kanak bermain dengan ular dan kala jengking, yang mana ular dan kala jengking ini tidak membahayakan sama sekali. Manusia akan menanam satu mud benih dan akan memetik 700 mud buahnya. Riba, perzinaan dan minuman keras hapus terus. Umat manusia berumur panjang, amanah-amanah ditunaikan, hal-hal yang keji lenyap dan orang-orang yang bencikan keluarga Nabi SAW habis binasa.”

39. Menghapuskan Bidaah dan Menegakkan Sunnah
“Pada zaman Al-Mahdi nanti, tidak ada lagi bidaah melainkan dihapuskan dan tidak akan ada sunnah melainkan ditegakkan. Dia akan menundukkan Kostantinopel, China dan Jabal ad-Dailam. Dia akan menguasai kawasan tadi selama tujuh tahun, yang mana satu tahun pada waktu itu nanti sama panjang dengan dua puluh tahun pada waktu sekarang. Kemudian Allah akan melakukan apa sahaja yang Dia kehendaki.”
III – Lima Puluh Enam Buah Keterangan Daripada Tabiin dan Tabiit Tabiin

1. Seruan Dari Langit
“Nama Al-Mahdi akan dipanggil-panggil dari arah langit.”

2. Satu Tanda Pada Matahari
“Al-Mahdi tidak akan muncul sebelum muncul suatu tanda pada matahari.”

3. Dua Tanda Keluarnya Al-Mahdi
“Bagi Al-Mahdi ada dua tanda, sesuatu yang belum pernah berlaku kepada sesiapa pun sejak Allah menciptakan langit dan umi. Kedua-dua tanda itu ialah bulan yang memancarkan cahaya merah pada awal bulan Ramadan dan matahari memancarkan cahaya merah pada pertengahan bulan Ramadan.”

4. Panji-panji Hitam
“Sebelum Al-Mahdi muncul, Panji-panji Hitam akan berkibar dan baju pasukannya berwarna putih di bawah pimpinan Syuaib bin Saleh at-Tamimi. Mereka menyerang pasukan As-Sufyani. Akhirnya dia sampai ke Baitulmaqdis lalu menyerahkan kekuasaan kepada Al-Mahdi. Jarak waktu antara penyerangan Syuaib dengan penyerahan kekuasaan kepada Al-Mahdi adalah 72 bulan.”

5. Panglima Perang Al-Mahdi
“Panglima perang Al-Mahdi adalah orang-orang yang paling terpilih. Penolong dan pembaiat Al-Mahdi adalah penduduk Kufah, Yaman dan para wali abdal dari negeri Syam. Yang berada di hadapan Al-Mahdi adalah malaikat Jibil dan Mikail AS. Dia dicintai oleh para makhluk, kepemimpinannya mampu menyelesaikan bencana yang menjadi-jadi. Penduduk bumi berasa amat tenteram sehingga lima orang perempuan dapat menunaikan ibadat haji tanpa seorang muhrim pun. Mereka ini tidak takut sedikit pun melainkan kepada Allah.”

6. Keterangan Al-Mahdi Dalam Kitab-kitab Rasul Terdahulu
“Tertulis di dalam kitab para nabi bahawa Al-Mahdi adalah orang yang tidak pernah melakukan kezaliman dan tidak mempunyai kesalahan.”

7. Penaklukan-penaklukannya
“Al-Mahdi mengibarkan panji-panji ke Turki lalu menundukkan penduduknya. Dia mengambil harta yang ada di wilayah itu lantas bergerak menuju ke Syam dan menundukkan penduduknya. Kemudian dia memerdekakan setiap hamba dan membayar harga tebusan bagi setiap hamba tersebut.”

8. Keadaan Umat Manusia yang Berada Dalam Wilayah Al-Mahdi
“Al-Mahdi berada di tengah-tengah umat Islam selama 39 tahun. Ketika itu yang kecil berkata, “Aduhai, aku seperti orang dewasa.” Dan orang dewasa pula berkata, “Aduhai, aku seperti budak kecil lagi.”

9. Masa Hidup Al-Mahdi
“Al-Mahdi hidup selama 40 tahun.”

10. Masa Kepmimpinannya
“Al-Mahdi hidup selama 30 tahun.”

11. Masa Hayat Al-Mahdi
“Al-Mahdi hidup selama 14 tahun.”

12. Tempat Meninggalnya
“Al-Mahdi hidup selama 40 tahun dan meninggal dunia di atas tempat tidurnya.”

13. Manusia Mendatangi Al-Mahdi
“Al-Mahdi didatangi oleh orang ramai di rumahnya. Ketika itu manusia sedang ditimpa pembunuhan. Dia dipanggil, “Ke marilah kamu!” Dia menolak sehingga diancam akan dibunuh. Pada ketika itulah dia bangkit untuk menyelamatkan manusia. Setelah itu tidak ada lagi pembunuhan.”

14. Tahun Kemunculan Al-Mahdi
“Umat manusia akan berkumpul pada tahun 1204.”

15. Panglima Al-Mahdi
“Yang akan membawa bendera Al-Mahdi adalah seorang lelaki yang muda usia. Dia berjanggut nipis dan berkulit kuning. Sekiranya dia menggempur gunung, nescaya gunung itu hancur rata dipukulnya hingga mereka sampai ke bandar Ilyak.”

16. Terbunuhnya Raja-raja
“Sebelum Al-Mahdi, raja Syam terbunuh, raja Mesir terbunuh, bangsa Syam menawan kabilah dari Mesir, seorang lelaki dari Timur berangkat mengibarkan Panji-panji Hitam yang menurut satu riwayat adalah berbangsa Syam, dan dialah yang akan menyerahkan kekuatannya kepada Al-Mahdi.”

17. Penguasa Afrika dan Keadilannya
“Sebelum Al-Mahdi, pemerintah Afrika berkuasa selama dua belas tahun. Kemudian dia dikuasai oleh seorang lelaki yang berkulit coklat, yang keadilannya meratai seluruh Afrika. Kemudian dia berangkat menuju Al-Mahdi untuk menyerahkan kekuatannya dan berperang untuk Al-Mahdi.”

18. Panji-panji Hitam
“Sebelum Al-Mahdi, ada Panji-panji Hitam yang berkibar dari Khurasan, sebuah wilayah di Kufah. Jika Al-Mahdi sudah berada di Makkah, pasukan ini akan dikirimkan ke Makkah.”

19. Tanda-tanda Keluarnya
“Tanda-tanda keluarnya Al-Mahdi adalah pupusnya kepemimpinan Bani Abbas, para pemegang bendera menambatkan kuda-kuda mereka pada pokok zaitun, runtuhnya pemerintahan Bani Jaafar dan Bani Abbas, As-Sufyani duduk di atas mimbar Damsyik dan pasukan Barbar menyerang pusat bandar Syam.”

20. Pasukan Tentera As-Sufyani
“Sebelum Al-Mahdi, As-Sufyani mengerahkan pasukan tenteranya sampai ke kawasan di timur Khurasan dan Parsi. Mereka diperangi oleh penduduk Timur dan banyak yang terbunuh. Orang-orang Timur ini kemudian membaiat Al-Hasyimi yang tangan kanannya memegang bendera (pasukan). Allah memudahkan urusan dan jalannya. Kemudian dia keluar bersama-sama dengan lima ribu penduduk Khurasan di bawah pimpinan Syuaib bin Saleh at-Tamimi, seorang bekas hamba yang berkulit kuning, berjanggut nipis dan tidak (banyak) jambang. Sekiranya mereka melalui gunung, nescaya akan mereka hancurkannya. Mereka pun berhadapan dengan pasukan As-Sufyani, terus menggempurnya dan membunuh mereka dalam jumlah yang amat besar. Pasukan As-Sufyani bercerai-berai melarikan diri manakala As-Sufyani sendiri menghilang. Kemudian secara diam-diam At-Tamimi menuju ke Baitulmaqdis. Dalam perjalanannya menuju ke Syam, dia menyerahkan jemaahnya kepada Al-Hasyimi.”

“Ketika itu At-Tamimi berkata (kepada Al-Hasyimi), “Wahai anak pamanku, al-Mahdi akan berada di Makkah setelah kota Madinah runtuh.” Kemudian jika Al-Mahdi muncul, maka Al-Hasyimi juga muncul.”

21. Askar As-Sufyani Menuju Madinah
“As-Sufyani mengirimkan askarnya ke Madinah dan memerintahkan agar membunuh setiap orang daripada keturunan Bani Hasyim, kemudian mereka menyerangnya. Bani Hasyim akhirnya bercerai berai di gurun-gurun dan di gunung-gunung. Apabila Al-Mahdi muncul kelak, maka mereka ini akan (berjaya) dikumpulkan semula.”

22. Panji-panji Dari Barat
“Tanda-tanda munculnya Al-Mahdi ialah keluarnya Panji-panji dari Barat, yang di tengah-tengah panji itu terdapat seorang lelaki Kindah yang kakinya pincang.”

23. Tahun Kebangkitan Al-Mahdi
“Al-Mahdi akan muncul pada tahun 200.”

24. Tanda yang Berbeza-beza Bagi Al-Mahdi
“Al-Mahdi akan muncul di Makkah pada waktu Isyak dengan membawa panji-panji Rasulullah SAW. Baju besi dan pedangnya mempunyai tanda-tanda khusus, berkilauan dan bercahaya. Selepas mengerjakan sembahyang Isyak, dia pun naik ke atas mimbar dan berkhutbah dengan khutbah yang panjang, mengajak manusia supaya taat kepada Allah dan rasul-Nya. Bumi Hijaz akan diserahkan kepadanya, Bani Hasyim yang sedang berada di laut akan mendarat, Panji-panji Hitam dari Kufah dikirimkan untuknya dan askar-askarnya bertebaran ke seluruh penjuru alam.”

25. As-Sufyani Ditawan
“As-Sufyani ditawan dan dikirimkan kepada Al-Mahdi, kemudian diputuskan untuk dipancung di atas pintu Al-Rahabah. Kemudian wanita-wanita suku Kalb, iaitu paman As-Sufyani dan harta-harta rampasannya akan dijual di pingir-pinggir jalan di kota Damsyik.”

26. Tiba di Ilyak
“Apabila Al-Mahdi mendengar berita tentang terbenamnya pasukan tentera As-Sufyani di Al-Baidak, sedangkan dia ketika itu masih berada di Makkah, dia terus keluar bersama-sama 12 ribu orang tentera, yang di antaranya adalah para wali abdal, sehingga mereka sampai di Ilyak. Pada masa itu juga ketika As-Sufyani mendengar berita tersebut, dia bercadang mahu menyerah diri kepada Al-Mahdi tetapi dia dikecam oleh bapa saudaranya, Kalb. Kemudian dia menyerang Al-Mahdi dan terus ditangkap lalu Al-Mahdi berkata, “Inilah orang yang menentang perintahku!” Kemudian dia dihukum untuk disembelih di atas batu di Ilyak. Seterusnya Al-Mahdi mencari Kalb dan kemudian menghancurkannya.”

27. Gelap gelita
“Al-Mahdi tidak akan muncul sebelum kamu menyaksikan siang menjadi gelap-gelita.”

28. Pembunuhan Besar-besaran
“Al-Mahdi tidak akan muncul sebelum berlaku pembunuhan seramai tujuh daripada sembilan orang.”

29. Kekhusyukan Al-Mahdi
“Al-Mahdi adalah seorang yang khusyuk kerana Allah seperti tenangnya sayap burung nasar.”

30. Ciri-ciri Al-Mahdi
“Al-Mahdi adalah seorang yang nipis alis matanya lagi terpisah kedua-duanya, dan biji matanya besar. Dia keluar dari Hijaz dan berkhutbah di atas mimbar Damsyik, sedangkan umurnya baru mencapai 8 tahun.”

31. Al-Mahdi Muncul Selepas Peristiwa Sekumpulan Askar Ditelan Oleh Bumi
“… ketika itu juga akan terdengar satu seruan dari langit yang berbunyi, “Ketahuilah bahawa para wali Allah itu, mereka tidak pernah berasa takut dan tidak juga mereka itu bersedih hati.” (Surah Yunus : 62)”

32. As-Sufyani Masuk ke Kufah
“As-Sakhra (As-Sufyani) masuk ke Kufah lalu ada berita yang sampai kepadanya mengenai kedatangan Al-Mahdi. Dia lantas mengerahkan askarnya untuk menyerang Al-Mahdi. Mereka lantas ditelan oleh bumi sehingga tidak ada yang selamat melainkan seorang yang akan menyampaikan berita gembira kepada Al-Mahdi dan seorang lagi yang akan menyampaikan berita duka kepada s-Sufyani. Al-Mahdi lalu meninggalkan Makkah dan As-Sufyani bertolak pula, dan sama-sama menuju ke Syam. Kedua-dua pemimpin ini saling berduluan untuk sampai lebih dahulu ke Syam tetapi ternyatalah bahawa Aas-Sufyanilah yang sampai lebih awal. Lantas Al-Mahdi mengirimkan tenteranya untuk menyerang As-Sufyani. Kemudian As-Sufyani berbaiat kepada Al-Mahdi. Al-Mahdi terus pergi ke Baitulmaqdis untuk menetap di sana selama tiga tahun. Bersamaan pada waktu itu, Kalb membawa askar-askarnya keluar untuk membantu As-Sufyani, kemudian bergerak bersama-sama pasukan yang lain lagi sehingga mereka berhenti rehat di Yasan. Al-Mahdi pun segera menyerang pasukan gabungan ini dengan membawa bendera yang terbesar. Kalb dan isteri-isterinya melarikan diri sehingga anak-anak gadisnya ditangkap dan dijual dengan harga lapan dirham. Pada masa itu juga As-Sufyani berjaya ditangkap dan disembelih seperti menyembelih kambing di atas seketul batu besar yang membujur di atas tanah dekat gereja yang berada di lembah jurang di hujung jalan bukit Al-Qantarah di sebelah kanan.”

33. Seorang Lelaki Muncul Lalu Menyerang Rom
Allah akan membangkitkan seorang lelaki yang akan memerangi Rom dan akan diberikan sepuluh keistimewaan.”

34. Peti Tabut
“Al-Mahdi akan mengeluarkan Peti Tabut dari bandar Antokiah.”

35. Panji-panji Rasulullah SAW
“Al-Mahdi akan membawa bendera Rasulullah SAW, lengkap dengan cap-capnya.”

36. Kata-kata Baiat
“Di atas kepala Al-Mahdi tertulis ucapan yang akan digunakan untuk baiat.”

37. Akhlak Al-Mahdi
“Al-Mahdi adalah orang yang sangat banyak amal ibadatnya, sangat banyak pergaulannya dan sangat belas kasihan kepada orang-orang miskin.”

38. Binasanya Pemimpin yang Sesat
“Al-Mahdi tidak akan muncul sebelum para pemimpin yang sombong dibinasakan.”

39. Al-Hasyimi Menjadi Amir Sebelum Al-Mahdi
“Sebelum Al-Mahdi, Al-Hasyimi akan menjadi penguasa. Tidak seorang pun daripada Bani Umaiyah yang ada melainkan pasti ditawan. Mereka kemudian dibebaskan, namun setiap orang akan membunuh dua orang lelaki daripada Bani Umaiyah sehingga tidak ada yang tinggal melainkan yang perempuan sahaja. Kemudian Al-Mahdi pun muncul.”

40. Terjadi Bencana Sebelum Al-Mahdi
“Alam ini akan mengalami bencana, suatu yang tidak berkesudahan, sehinggalah terdengar satu seruan dari langit, “Ketahuilah bahawasanya yang menjadi pemimpin kamu di dunia ini adalah si anu. Dialah pemimpin yang sejati.” Diulang-ulang sebanyak tiga kali”

41. Seruan Dari Langit
“Suara dari langit menyeru, “Sesungguhnya pemimpin yang sebenar adalah daripada keturunan Rasulullah SAW.” Pada ketika itu suara dari bumi menyebutkan, “Sesungguhnya pemimpin yang sebenar adalah daripada keturunan Nabi Isa.” Atau dia mengatakan “Al-Abbas.” Suara dari bumi itu adalah suara syaitan manakala seruan dari langit itu adalah Kalam Allah, dan seruan inilah yang menang.”

42. Lahirnya Puak-puak dan Berbeza-beza Pendapat
“Di dunia ini akan terjadi sikap berpuak-puak dan perbezaan pendapat, sehingga muncul suatu tangan dan seruan dari langit yang menyeru, “Ketahuilah, bahawasanya pemimpin kamu semua adalah si fulan.”

43. Suara Dari Langit
“Semasa Al-Mahdidan As-Sufyani bertembung dalam peperangan, akan terdengar suatu suara dari langit, “Ketahuilah, bahawa wali-wali Allah adalah kawan-kawan Al-Mahdi.”

44. Tanda-tanda Pada Hari Itu Juga
“Tanda-tanda pada hari itu adalah adanya tangan yang menjulur dari langit yang dapat dilihat oleh sekalian manusia.”

45. Komet (Bintang Berekor) Dari Arah Timur
“Sebelum Al-Mahdi muncul, terlihat di ufuk Timur sebiji bintang berekor (raksasa) yang memancarkan sinar.”

46. Gerhana Bulan
“Sebelum Al-Mahdi muncul, akan berlaku dua kali gerhana bulan pada bulan Ramadan.”

47. Mengembalikan Hak Orang yang Dizalimi
“Al-Mahdi dapat mengembalikan hak bagi orang yang pernah dizalimi, sehingga andainya di dalam mulut seseorang ada bekas ucapan yang digunakan untuk berbuat kezaliman, maka ucapannya itu akan dikoyak lalu ditampar kembali (ke muka orang yang berkata itu).”

48. Peti Tabut
“Peti Tabut dari Laut Tibriyah akan berada di tangan Al-Mahdi. Dia membawanya lalu diletakkan di Baitulmaqdis. Jika orang-orang Yahudi melihatnya, maka mereka akan masuk Islam melainkan sebilangan kecil sahaja.”

49. Tahun Kemunculan Al-Mahdi
“Orang biasa akan menjadi raja. Kemudian masalah-masalahnya akan bermunculan pada tahun 95 atau pada tahun 97. Lantas Al-Mahdi muncul sebagai pemimpin.”

50. Al-Mahdi dan Pemerintahan Bani Abbas
“Keadilan dan kemakmuran akan sentiasa wujud selagi pemerintahan Bani Abbas tidak jatuh. Kemudian dunia ini dipenuhi oleh bencana sehinggalah Al-Mahdi tampil memegang tampuk pemerintahan.”

51. Bendera Al-Mahdi
“Permulaan bendera yang dikibarkan oleh Al-Mahdi adalah perjalanannya menuju pembaiatannya di Turki.”

52. Kelaparan yang Dideritai Oleh Kaum Mukminin
Dajjal mengepung para mukminin di Baitulmaqdis, menyebabkan mereka menanggung kelaparan yang amat sangat sehingga memakan belulang yang telah dibuat tali. Dalam keadaan seperti inilah tiba-tiba mereka mendengar satu suara pada akhir malam. Serentak mereka berkata, “Sungguh ini adalah suara seorang lelaki yang kenyang.” Kemudian mereka melihatnya. Tidak disangka-sangka dia adalah Isa bin Maryam. Sebentar lagi sembahyang subuh akan didirikan. Para pemimpin umat Islam mempersilakan Al-Mahdi untuk menjadi imam tetapi Al-Mahdi mempersilakan Nabi Isa. Kemudian Isa bertindak sebagai imam. Selepas itu dia menjadi imam sembahyang pada setiap waktu.”

53. Terbenamnya Pasukan Tentera di Kawasan Ghautah
“Al-Mahdi tidak akan muncul sehinggalah ad pasukan perang yang ditelan oleh bumi di kawasan Ghautah, yang bernama bandar Jirista.”

54. Suara yang Memanggil-manggil Nama Al-Mahdi
“Ada suara dari langit yang memanggil-manggil nama Al-Mahdi. Suara itu dapat didengar oleh setiap orang, sama ada yang berada di Timur ataupun di Barat, sehinggakan orang yang sedang tidur pun akan terjaga kerananya.”
55. Kostantinopel Ditakluk
“Semasa menundukkan Kostantinopel, Al-Mahdi memacakkan benderanya untuk berwuduk dan menunaikan sembahyang Subuh. Ketika itu di hadapan Al-Mahdi terbentang lautan yang luas. Dia pun mencari jalan untuk melintasi lautan tersebut. Akhirnya dia menemukan di sekitar itu juga, lalu memacakkan benderanya (di situ pula). Kemudian ada satu suara menyeru, “Wahai umat manusia, melintaslah. Sesungguhnya Allah Azzawajalla membelah laut ini seperti Dia membelahkan untuk Bani Israel.” Lantas mereka melintasinya sehingga sampai di hadapan Kostantinopel. Mereka pun bertakbir, maka runtuhlah satu sudut pertahanan Kostantinopel. Mereka bertakbir lagi, maka runtuh lagi, dan bertakbir lagi lantas runtuh pula sekitar dua belas ketumbukan pertahanan (Rom).”

56. India Ditakluk
“Pemerintah Baitulmaqdis iaitu Al-Mahdi mengirimkan askarnya ke India. Mereka berjaya menundukkannya dan mengambil harta simpanannya. Harta ini kemudian digunakan untuk menghiasi Baitulmaqdis. Raja India ini menghadapinya bermati-matian, namun dengan mudah pula dikalahkan. Akhirnya Al-Mahdi menguasai kawasan sepanjang Timur dan Barat.”

 

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
. .