بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al Furqaan adalah nama surat ke 25  dalam Al Quran  secara tartib Mushhafi dan surat ke 42 secara tartib Nuzuli.

♥ Klasifikasi Surat Al Furqaan :

 

♥ Kandungan Surat Al Furqan :

  1. Keimanan :
  • Allah Maha Besar berkah dan kebaikan-Nya
  • hanya Allah saja yang menguasai langit dan bumi
  • Allah tidak punya anak dan sekutu
  • Al Quran benar-benar diturunkan dari Allah
  • ilmu Allah meliputi segala sesuatu
  • Allah bersemayam di atas Arsy
  • Nabi Muhammad s.a.w. adalah hamba Allah yang diutus ke seluruh alam
  • rasulrasul itu adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
  • pada hari kiamat akan terjadi peristiwa-peristiwa luar biasa seperti belahnya langit, turunnya malaikat ke bumi, orang-orang berdosa dihalau ke neraka dengan berjalan atas muka mereka.
  1. Hukum hukum :
  • Tidak boleh mengabaikan Al Quran
  • larangan menafkahkan harta secara boros atau kikir
  • larangan membunuh atau berzina
  • kewajiban memberantas kekafiran dengan mempergunakan alasan Al Quran
  • larangan memberikan saksi palsu.
  1. Kisah kisah :
  • Kisah kisah Musa a.s.,
  • Nuh a.s.,
  • kaum Tsamud dan
  • kaum Syu’aib.
  1. Dan lain-lain :
  • Celaan celaan orang-orang kafir terhadap Al Quran
  • kejadian- kejadian alamiyah sebagai bukti ke-esaan dan kekuasaan Allah
  • hikmah Al Quran diturunkan secara berangsur-angsur
  • sifat-sifat orang musyrik antara lain mempertuhankan hawa nafsu, tidak mempergunakan akal
  • sifat-sifat hamba Allah yang sebenarnya.

♥ Arti Nama  Al Furqan :

Arti Al Furqaan adalah pembeda.  Diambil dari kata al Furqaan yang terdapat pada ayat pertama surat ini.  Dan kata Al Furqaan itu sendiri maksudnya disini adalah sebutan atau nama lain untuk Al Quran.

Yang dimaksud dengan Al Furqan dalam ayat ini ialah Al Quran ( lihat nama lain Al Quran ). Al Quran dinamakan Al Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil. Maka pada surat ini pun terdapat ayatayat yang membedakan antara kebenaran ke-esaan Allah s.w.t. dengan kebatilan kepercayaan syirik.

Dalam terjemahan Al Quran bahasa Indonesia, Al Furqan diartikan sebagai pembeda; yang membedakan antara hak dan batil.

Pada beberapa buku tafsir dijelaskan bahwa Al Furqan ini merupakan sifat yang mempunyai potensi atau kemampuan membedakan sesuatu secara terperinci sehingga ia dapat mengungkapkan dengan jelas rahasia yang tersembunyi di balik sesuatu itu.

Kalau boleh dikatakan, dia bukan saja mampu membedakan hal yang sudah jelas, misalnya antara hitam dengan putih, tetapi dia mampu membedakan yang mirip atau samara bagi kita, karena semuanya sudah terungkap dengan jelas dan terperinci sehingga tidak ada satu pun yang tertinggal dan terabaikan.

Karena kemampuan yang sangat tinggi untuk memerinci dan memperjelas inilah, Al Furqan dijadikan Allah SWT sebagai bagian spesifik dan tersendiri bagi suatu nubuwwah (kenabian).

Dapat dikatakan bahwa Al Furqan merupakan senjata khusus para Nabi dan Rasul dalam mengungkap dengan jelas makna risalah yang dititipkan Allah SWT pada mereka. Lebih khusus lagi, dengan Al Furqan ini pula para Nabi bisa mengungkap makna dan rahasia yang terkandung dalam kitab suci yang diberikan Allah SWT kepada mereka.

Sebagaimana kita ketahui bersama, makna yang paling benar (hakiki) dari ayatayat suatu kitab suci adalah makna yang ditafsirkan sendiri oleh Rasul Nya. Keyakinan seperti itu pun masih kita rasakan sekarang ini ketika kita mencoba memahami ayatayat suci Al Quran.

Memang ada sebagian ayat yang mudah dipahami. Begitu ia dibacakan, kita langsung dapat memahami makna dan tujuan ayat tersebut. Tetapi ada pula ayatayat yang untuk mendapatkan maknanya yang akurat dan pas, diperlukan suatu pemikiran dan perenungan yang dalam, bahkan kadang-kadang dibantu oleh beberapa disiplin ilmu tertentu untuk lebih memantapkan makna tersebut.

Ada juga ayatayat yang memang sangat sulit dan rumit, sehingga kita sendiri merasa tidak mampu untuk mengungkapkannya dengan pas. Walaupun maknanya secara umum sudah didapatkan, kita masih merasa tidak puas dengan makna tersebut, karena dalam hati kecil kita, kita merasa yakins ekali bahwa ayat itu mempunyai makna yang sangat dalam dan tidak sekedar apa yang tersurat.

Untuk menghilangkan ketidakpuasan ini, hati kita pun akan terusik dan bertanya-tanya, bagaimana Rasulullah Saw menafsirkan ayat tersebut.

Semua ini menyadarkan kita bahwa untuk mendapatkan makna yang hakiki dari suatu kitab suci tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan nalar dan intelektual saja, tetapi lebih dari itu, ia memerlukan perenungan yang sangat dalam.

Perenungan itu tidak bisa dilampaui manusia biasa, sekalipun ia seorang professor. Manusia yang mampu melampaui perenungan itu adalah orang-orang yang memiliki maqam yang sudah melampaui batas ambang tertentu., sampai ke tingkat para Nabi yang memiliki nilai-nilai kesucian spiritual yang sangat tinggi. Merekalah yang bisa menembus alam tempat para malaikat berkumpul sambil bersujud dan bertasbih memuji kebesaran Penciptanya.

Dengan nilai spiritual inilah, kemampuan mengungkapkan rahasia-rahasia kitab suci yang kita sebut Al Furqan ini dapat dicapai.

Al Quran mengungkapkannya dalam surat Al Baqarah [2] ayat 53 :

. وَإِذْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَالْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ 53

Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab (Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk

Kita mengetahui bahwa kitab yang diberikan kepada Nabi Musa as adalah kitab taurat. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa kepada Nabi Musa pun diberikan senjata Al Furqan untuk mengungkapkan isi Taurat tersebut secara benar dan dapat kita buktikan dengan melihat akhir ayat ini yang diakhiri dengan kata semoga kamu dapat petunjuk. Hal ini menunjukkan bahwa seorang Nabi atau Rasul memerlukan senjata Al Furqan untuk mengungkapkan risalahnya (yaitu kitab suci) secara benar dan hakiki.

Dalam ayat lain yang maknanya sejalan dengan ayat ini, Al Quran menyebutkan dalam surat Al Anbiyaa‘ [21] ayat 48 :

 وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِلْمُتَّقِينَ 48

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Kita mengetahui kedua Nabi ini diutus pada waktu yang bersamaan dan kitab suci yang diturunkan ialah Taurat. Kita tahu pula bahwa kitab suci itu diturunkan kepada Nabi Musa as, maka untuk itu tidak perlu diturunkan kitab suci yang khusus bagi Nabi Harun as. Bagi Harun hanya diberikan senjatanya saja dalam menafsirkan Taurat, yaitu Al-Furqan.

Ayat yang lebih spesifik lagi berkenaan dengan Nabi Muhammad Saw, yaitu dalam surat Ali ‘Imran [3] ayat 3 – 4 :

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ 3

Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.

 مِنْ قَبْلُ هُدًى لِلنَّاسِ وَأَنْزَلَ الْفُرْقَانَ إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ 4

Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

 

Dari penjelasan ayatayat ini dapat dilihat bagaimana tingginya derajat Al Furqan ini sehingga oleh Allah disejajarkan dengan figure Nabi maupun nilai kitab suci.

Dengan bergabungnya ketiga nilai ini ( Nabi, Kitab Suci, dan Al Furqan ), maka sempurnalah nilai suatu kenabian.

Ketiga nilai ini, kalau mau diperumpamakan, boleh jadi ia merupakan “jembatan” atau transmitterantara alam manusia dengan alam malakut; alam dunia dengan alam gaib. Sesungguhnya apabila umat manusia ingin diantarkan untuk mencapai kesempurnaan ibadahnya, maka jembatan inilah yang akan membawa dengan selamat dalam perjalan kembali menuju Allah SWT.

Yang menarik untuk didiskusikan lebih lanjut ialah; ketika kita mengetahui bahwa sekarang kita hidup di zaman yang tidak akan diutus lagi seorang Nabi pun –karena telah diakhiri masa kenabian Rasulullah Saw dan tidak ada nubuwwah lagi, sebagaimana ditegaskan dalam Al Quran, surat Al-Ahzab ayat 40– maka permasalahan yang timbul ialah: Apakah jembatan penghubung itu pun ikut terputus pula? Dengan perkataan lain, siapakah nanti yang benar-benar mampu mengungkapkan rahasia di balik risalah terakhir ini (Islam) atau siapakah yang mampu mengungkapkan makna yang hakiki dari apa yang terkandung dalam kitab Al-Qur’an? Sebagai ilustrasi, tadi kita telah menyatakan bahwa tafsiran yang paling benar dari ayatayat Al-Qur’an hanyalah yang diungkapkan sendiri oleh Rasulullah Saw (karena adanya senjata Al-Furqan). Sedangkan persoalannya sekarang ini kita hidup ketika Rasulullah Saw sudah tidak ada lagi.

Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa Al-Furqan merupakan kata kunci dalam pengungkapan semua ini. Dapat dikatakan dengan senjata Al-Furqan ini, siapapun dapat mengungkapkan segala rahasia apapun yang terkandung dalam risalah terakhir ini, baik yang terkandung dalam Al-Qur’an maupun sunnah Rasulullah Saw itu sendiri.

Dengan kebijaksanaan Allah SWT dan keadilan-Nya, walaupun tidak ada lagi pengutusan seorang Rasu, Allah tetap menurunkan Al-Furqan ini sampai hari kiamat kepada orang-orang yang dikehendaki. Artinya, tidak sembarang orang mendapatkan keistimewaan ini. Hanya orang-orang tertentu yang maqamnya sudah mencapai tingkat para nabilah yang mampu. Orang-orang ini dikenal dalam Islam dengan manusia-manusia sica atau wali-wali Allah yang disebut dengan manusia “takwa” sebagaimana yang dinyatakan Al-Qur’an: Sesungguhnya wali-wali Allah tidaklah mereka itu merasa takut dan tidak pula mereka itu bersedih, (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka itu bertakwa. (QS. Yunus: 62-63).

Manusia takwa inilah yang berhak mendapatkan keistimewaan menerima Al-Furqan. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an: Hai orang yang beriman, jikalau kamu bertakwa kepada Allah, (Dia) akan menjadikan untuk kamu Al-Furqan. (QS. Al-Anfa: 29).

Akhirul kalam, siapakah wali-wali Allah yang kepada mereka Allah mengamanatkan Al-Furqan ini? Adakah petunjuk-petunjuk agama yang mengisyaratkan tentang itu? Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mencari jawaban-jawaban atas pertanyaan itu semua.

[table “” not found /]

.

[table “” not found /]
[table “” not found /]
Susunan Surat Secara Tartib Mushhafi
  1. Al  Faatihah    •  2. Al Baqarah   • 3. Ali ‘Imran  •  4. An Nisaa’  •  5. Al Maa-idah  •  6. Al An’aam   •   7. Al A’raaf   •  8. Al Anfaal •   9. At Taubah   •  10. Yunus [surat]  •  11. Hud   •  12. Yusuf [surat] •  13. Ar Ra’d   •  14. Ibrahim [surat]  •  15. Al Hijr [surat]    •  16. An Nahl •  17. Al Israa’   •  18. Al Kahfi   •  19. Maryam [surat]  •  20. Thaahaa •  21. Al Anbiyaa’ •  22. Al Hajj •  23. Al Mu’minuun   •  24. An Nuur   •   25. Al Furqaan   •  26. Asy Syu’araa   •   27. An Naml  •   28. Al Qashash   •   29. Al ‘Ankabuut   •   30. Ar Ruum   •   31. Luqman  •  32. As Sajdah   •   33. Al Ahzab   •   34. Saba’   •   35. Fathir   •  36. Yassiin •  37. Ash Shaaffaat •  38. Shaad  •  39. Az Zumar   •   40. Al Mu’min  •  41. Al Fushshilat  •  42. Asy Syura   •   43. Az Zukhruf  •  44. Ad Dukhaan  •  45. Al Jaatsiyah   •  46. Al Ahqaaf   •  47. Muhammad [surat]   •  48. Al Fath  •  49. Al Hujuraat  •  50. Qaaf   •  51. Adz Dzaariyaat •  52.  Ath Thuur   •  53.  An Najm  •  54. Al Qamar  •  55. Ar Rahmaan  •  56. Al Waaqi’ah   •  57. Al Hadiid  •  58. Al Mujaadilah  • 59. Al Hasyr  •  60. Al Mumtahanah  •  61. Ash Shaff   •  62. Al Jumu’ah   •   63. Al Munaafiquun  •  64. At Taghaabun   •   65.  Ath Thalaaq   •   66. At Tahriim   •   67. Al Mulk   •  68. Al Qalam   •  69. Al Haaqqah   •  70. Al Ma’aarij  •  71. Nuh   •   72. Al Jin   •   73. Al Muzzammil  •   74. Al Muddatstsir   •   75. Al Qiyaamah  •  76. Al Insaan   •   77. Al Mursalaat   •

Juz Amma

  1. An Naba’   •   79. An Naazi’aat  •   80. ‘Abasa   •   81. At Takwir   •   82.  Al Infithaar  •   83. Al Muthaffifiin  •  84. Al Insyiqaaq   •  85. Al Buruuj   •  86. Ath Thaariq  •  87. Al A’laa   •  88. Al Ghaasyiyah   •   89. Al Fajr   •   90. Al Balad   •   91. Asy Syams   •  92. Al Lail   •   93. Adh Dhuhaa   •   94. Alam Nasyrah   •   95. At Tiin  •  96. Al ‘Alaq   •   97. Al Qadr •  98. Al Bayyinah   •  99. Az Zalzalah •  100. Al ‘Adiyaat   •   101. Al Qaari’ah   •  102. At Takaatsur   •  103. Al ‘Ashr   •   104. Al Humazah   •  105. Al Fiil •  106. Quraisy  •  107. Al Maa’uun   •   108.  Al Kautsar   •  109. Al Kaafiruun  •  110. An Nashr •  111. Al Lahab •  112. Al Ikhlash   •  113. Al Falaq   •  114. An Naas
Susunan Surat Secara Tartib Nuzuli

Al ‘Alaq  • 2. Al Qalam  • 3. Al Muzzammil  • 4. Al Muddatstsir  • 5. Al  Faatihah  •  6. Al Lahab  • 7. At Takwir  • 8. Al A’laa   •  9. Al Lail  • 10.  Al Fajr   • 11. Adh Dhuhaa 11  •  12.  Alam Nasyrah  •  13. Al ‘Ashr   • 14. Al ‘Adiyaat  • 15. Al Kautsar • 16. At Takaatsur   • 17.  Al Maa’uun  • 18. Al Kaafiruun •  19. Al Fiil   •   20. Al Falaq  • 21.  An Naas  • 22.  Al Ikhlash  • 23. An Najm  •  25. ‘Abasa  •  25.  Al Qadr •  26. Asy Syams   •  27. Al Buruuj   •  28. At Tiin •  29. Quraisy  •  30. Al Qaari’ah  •  31. Al Qiyaamah   •  32. Al Humazah   • 33.  Al Mursalaat   •  34. Qaaf  •  35. Al Balad  •  36. Ath Thaariq   •  37. Al Qamar  •  38. Shaad   •  39. Al A’raaf  •  40. Al Jin  •  41. Yassiin   •   42. Al Furqaan   •  43. Fathir   • 44. Maryam  •  45. Thaahaa  •   46. Al Waaqi’ah •  47. Asy Syu’araa   •  48. An Naml  • 49.  Al Qashash   •  50. ,Al Israa’   •    • 51.  Yunus, • 52. Hud  • 53. Yusuf  • 54. Al Hijr  •   55. Al An’aam  •  56. Ash Shaaffaat  •   57. Luqman  •  58. Saba’  •   59.  Az Zumar  •  60. Al Mu’min    • 61. Al Fushshilat   •  62. Asy Syura  •  63.   Az Zukhruf   • 64. Ad Dukhaan    •  65. Al Jaatsiyah   •  66. Al Ahqaaf    •  67.  Adz Dzaariyaat  •   68.  Al Ghaasyiyah  •  69. Al Kahfi  • 70. An Nahl  •  71. Nuh  •  72. Ibrahim  •  73. Al Anbiyaa’   • 74. Al Mu’minuun •   •  75. As Sajdah   •  76. Ath Thuur  •  77. Al Mulk  •   78. Al Haaqqah  •  79. Al Ma’aarij  •  80. An Naba’  •  81. An Naazi’aat   •  82. Al Infithaar  •  83.  Al Insyiqaaq   •  84. Ar Ruum  • 85. Al ‘Ankabuut   •   86. Al Muthaffifiin   • 87. Al Baqarah   •88.  Al Anfaal   • 89. Ali ‘Imran    •  90.  Al Ahzab   •  91.  Al Mumtahanah   •   92. An Nisaa’   • 93. Az Zalzalah   •  94. Al Hadiid   •  95. Muhammad   •  96. Ar Ra’d  •  97. Ar Rahmaan  •  98. Al Insaan   •  99. Ath Thalaaq  • 100.  Al Bayyinah  •  101. Al Hasyr   •  102.  An Nuur    • 103.  Al Hajj • 104. Al Munaafiquun    •  105. Al Mujaadilah   •  106.  Al Hujuraat  •  107. At Tahriim  •   108. At Taghaabun  • 109. Ash Shaff   • 110. Al Jumu’ah  •  111. Al Fath   •  112.  Al Maa-idah  • 113.  At Taubah  •  114.  An Nashr

Keterangan : Makkiyah  •  Madaniyyah

.

Wallahu a’lam bishowab Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ