Al Asy’ari adalah nama sebuah kaum [ bani ] di Qohthan, Yaman.  Dari kaum inilah sahabat Abu Musa berasal.

Inilah kaum yang oleh Rasulullah disebut sebagai : kaum yang hatinya sangat lembut.

Ceritanya bermula dari hijrahnya  Abu Musa dan kaumnya  ke Habasyah.   Dan ketika tiba di Habasyah, ternyata di sana sudah ada Ja’far dan sahabat-sahabat lain.

‘Kami di Habasyah dari tahun sampai tahun 614 M atau tahun ke 9 Sebelum Hijrah hingga tahun 7 Hijriah atau 629 Masehi“.

Pada tahun itu terjadilah perang Khaibar.  Dan seusai perang Khaibar, Abu Musa, suadaranya Abu Ruhm dan Abu Burdah beserta 53 kaumnya pulang namun tidak kembali ke Yaman, melainkan ke Madinah untuk menyusul Rasulullah.

Mengenai hal ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Kamu berhijrah dua kali. Pertama ke Najashy dan kedua hijrah kepadaku’.”( HR. Bukhari Muslim ).

Sejak itulah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat cinta kepada Abu Musa dan juga kaumnya. Sebelum kedatangan Abu Musa, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata kepada para sahabat :  “Besok akan datang suatu kaum yang hatinya sangat lembut”.

Besok harinya, kedatangan Abu Musa dan kaumnya disambut meriah dengan saling berjabat tangan. Inilah sejarah pertama berjabat tangan dalam Islam.

Orang-orang yang datang bersama Abu Musa oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam disebut “al-Asy’ariun” (orang-orang Asy’ari).

Sekembalinya para sahabat dari Habasyah (Ethopia) bersama Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu setelah perang Khaibar., Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan penerangan tentang ajaran Islam kepada semua yang datang.