بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jumat 14 Juli 2017 kemarin, menjadi kali pertama Israel berani menutup area Masjidil Aqsha dan melarang umat untuk melakukan sholat Jumat disana !

Setelah lebih dari 69 tahun sejak Israel merampas masjidil Aqsha dari tangan kaum muslim, belum pernah sekalipun Israel berani melarang umat Islam untuk melakukan sholat Jumat di area masjidil Aqsha.  Israel memang sering melarang umat untuk melakukan sholat sholat fardhu, tapi tidak untuk sholat Jumat.

Dan aksi pelarangan sholat jumat yang pertama itu, adalah ‘buntut’ dari aksi pembebasan Masjidil Aqsha yang dilakukan dengan penuh keberanian oleh 3 pemuda Palestina.  Aksi pembebasan tersebut mengakibatkan Israel mengeluarkan larangan sholat Jumat di sekitar area Masjidil Aqsha dan sertamerta kawasan masjid ditutup tentara Israel.

Aksi Pembebasan Masjidil Aqsha

Tiga orang pemuda Palestina mati syahid dan tiga orang polisi Israel terkena tembakan, dua diantaranya tewas dalam baku tembak yang terjadi di pelataran Masjid Al Aqsha Jumat pagi (14/07/2017).

Akibat Aksi Pmbebasan Masjidil Aqsha ini, penjajah Israel melarang pelaksanaan shalat Jumat di Masjidil Aqsha. Inilah kronologi terjadinya aksi heroik tersebut :

  1. Tiga pemuda Palestina melakukan aksi di halaman Masjidil Aqsha Jum’at (14/7) pagi sebagai bentuk pembelaan terhadap Masjidil Aqsha yang terus mendapat penistaan oleh penjajah Zionis ‘Israel’.
  2. Ketiganya masuk dari Bab Khittah, merangsek masuk hingga sampai halaman Masjid Qubbah As-Sakhrah. Di sana terjadi baku tembak dengan serdadu penjajah.
  3. Baku tembak itu berhasil menewaskan dua serdadu penjajah bersenjata dan syahidnya ketiga pemuda Palestina.
  4. Gerombolan penjajah segera menutup seluruh pintu masuk Kota Tua Baitul Maqdis serta meningkatkan jumlah personil pasukan yang disebar ke seluruh wilayah dan sekitar Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha.
  5. Masjidil Aqsha ditutup dan shalat Jum’at hari ini ditiadakan.
  6. Keluarga keluarga di Baitul Maqdis menyerukan agar seluruh elemen masyarakat turun menuju Masjidil Aqsha untuk shalat dan menjaganya.
  7. Ketiga pemuda itu berasal dari Umm Al-Fahm di dalam wilayah Palestina terjajah sejak 1948. Ketiganya menggunakan senapan laras panjang jenis Karlo produk lokal dan pistol saat melakukan aksinya. Sumber : hidayatullah.com

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ