بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Aisyah binti Abu Bakar adalah istri ke tiga Nabi Muhammad. Dan satu-satunya istri yang masih gadis pada saat dinikahi. Aisyah dinikahkan di Mekah pada tahun 621 M atau 2 tahun sebelum Hijrah.  Upacara dilakukan oleh ayahnya Abu Bakar dengan maskawin 400 dirham.  Namun Aisyah dicampur Rasulullah pada tahun pertama Hijrah.

Aisyah berwajah rupawan. Namun, bukan karena kecantikannya itu alasan Nabi menikahinya. Hal ini jelas tercermin dalam salah satu hadits Nabi yang menyatakan bahwa dalam memilih wanita sebagai calon istri kualitas kepribadiani hendaknya menjadi kriteria utama.

Kecerdasan, kesalihan dan dedikasinya pada keilmuan adalah tiga hal yang tampaknya menjadi penyebab utama Nabi untuk memilihnya sebagai pendamping hidup dan sebagai istri terfavorit setelah Khadijah binti Khuwailid.


Nasab Aisyah

Nasab Aisyah adalah Aisyah binti Abu Bakar bin Abu Quhafah Utsman bin Amir bin Umar

Ayah Aisyah adalah Abdullah atau yang lebih dikenal sebagai Abu bakar ash Shiddiq.

Ibu Aisyah adalah Ummu Ruman binti Amir bin Umair. Keduanya dari suku Quraisy, Bani Taim dari Abu Bakar dan bani Kinanah dari Ummu Ruman.

.


Tahun Kelahiran Aisyah

Aisyah sering disebut ‘tokoh kontroversial’. Namun sesungguhnya bagi mereka yang mempelajari sejarah dengan teguh, akan terlihat kebenaran seluruh apa yang diucapkan Aisyah.

Bahwa Aisyah dinikahkan dengan Nabi memang pada usia kanak kanak.

Karena Aisyah lahir pada bulan Syawal tahun 614 M atau  5 tahun setelah kenabian [ Tahun Bitsah  atau 9 tahun sebelum Hijriah.  Sehingga waktu itu usia Nabi adalah 44 tahun, karena Nabi lahir pada tahun 570 M.

Ia dinikahkan oleh Nabi 2 atau 3 tahun sebelum Hijrah. Itu berarti usia Aisyah adalah 6 atau 7 tahun.  Dan beliau dicampur oleh Nabi pada tahun pertama Hijrah. Pernikahan itu terjadi pada sekitar bulan ke 9. Dan beberapa minggu kemudian Fathimah binti Muhammad dinikahkan Nabi dengan Ali bin Abu Thalib.  Lalu pada bulan ke 10 terjadilah Perang Badar.

.


Tahun Wafatnya Aisyah

AIsyah wafat pada tahun 58 H pada masa pemerintahan Mu’awiyah. Abu Hurairah yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Madinah menjadi imam shalat jenazah. Aisyah dimakamkan di Baqi.

.


Tahun Pernikahan Dengan Rasulullah

Aisyah dinikahkan dengan Rasul pada tahun 621 M atau 2 BH. Dan baru dicampur oleh Nabi pada Tahun pertama Hijriah.  Aisyahlah menjadi istri ketiga Rasul dan  satu satunya istri yang berstatus gadis.

NoNama, Lahir Wafat, Nikah, Status, Suami Sebelumnya, Anak Dari Nabi
1Khadijah binti Khuwailid, 555 M/ 55 BB - 619 M/ 4 BH, 595 M, Janda, Atiq bin Abid dan Abu Halah bin Malik, Qasim - Zaynab - Abdullah - Ruqayyah - Ummu Kultsum - Fatimah
2Saudah binti Zam'ah, ? - 54 H, 620/621 M atau 3/2 BH, Janda, Sakran bin Amr bin Abdu Syams, Tidak Ada
3Aisyah binti Abu Bakar, 614 M/ 9 BH - 58 H, 620/621 M atau 3/2 BH Gadis,-Tidak Ada
4Hafshah binti Umar,607 M/ 3 BB - 45 H,3 H, Janda, Khunais bin Hudhafah al Sahmiy,Tidak Ada
5Zainab binti Khuzaimah, 597 M/ 13 BB - 4 H, 3 H, Janda, Ubaidah bin Al Haris bin Al Muthalib,Tidak Ada
6Ummu Salamah, 597 M/ 13 BB - 680 M, 4 H, Janda, Abdullah bin Abdul Asad Al Makhzumi,Tidak Ada
7Juwairiyah Binti Al Harits, 609 M/ 14 BH - 50 H, 5 H, Janda, Musafi’ bin Shafwan,Tidak Ada
8Zainab binti Jahsy,590 M/ 33 BH - 20 H, 5 H, Janda, Zaid bin HaritshahTidak Ada
9Ummu Habibah,592 M/ 31 BH - 44 H, 6 H,Janda,Ubaydullah bin Jahsy,Tidak Ada
10Maymunah binti Harits, 604 M/ 6 BB - 63 H, 6 H, Janda,Ibnu Mas’ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi dan Abu Ruham bin Abdul Uzza, Tidak Ada
11Shafiyah binti Huyay,612 M/ 2 B - masa kekhalifahan Mu’awiyah,629 M atau 7 H,Janda,Salam bin Abi Al-Haqiq dan Kinanah bin Rabi' bin Abil Hafiq, Tiidak Ada
12Maria Qibtiyah, ?7 HBudak- Ibrahim

 

*Istilah yang digunakan :

M = Tahun Masehi

H = Tahun Hijirah,

BH = sebelum tahun Hijrah

B = Tahun Kenabian, yakni tahun saat Muhammad diangkat menjadi Rasul yakni tahun 610 M, dengan asumsi Rasul lahir tahun 570 M

BB = sebelum Tahun Kenabian,

.


Keutamaan Aisyah

Dan terbukti dengan adanya fakta banyaknya kesaksian atas keutamaan Aisyah baik dari Nabi, para Sahabat bahkan dari Al Quran.

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain.”

Dalam ayat ini secara umum Allah menekankan bahwa seluruh istri Nabi adalah perempuan pilihan terutama dalam segi kualitas kesalihan, dan kepribadian.

Muhammad bin Ahmad Al-Anshari dalam Tafsir Al Qurtubi hlm. 14/162 menyatakan bahwa maksud dari ayat di atas adalah bahwa para istri Nabi melebihi umat Islam yang lain dari segi keutamaan (fadhal) dan kemuliaan (syarof). Kata Al-Qurtubi, kelebihan itu tidak hanya di antara sesama perempuan, tapi mencakup seluruh umat manusia yang muslim. Hal ini terbukti dengan dipakainya kata “ahad” yang bersifat umum, bukan kata “ihda” yang khusus perempuan. Allah juga menegaskan posisi khusus istri-istri Nabi dalam QS Al-Ahzab 33:6: “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.”

Juga, Aisyah adalah satu-satunya istri Rasulullah yang dibela secara langsung oleh Al-Quran dalam kasus berita bohong (hadits al-ifki). Pembelaan tersebut terdapat dalam QS An-Nur ayat 11 sampai 22.

  • Kedua, kesaksian malaikat Jibril. Aisyah adalah satu-satunya istri Nabi yang mendapat kiriman salam dari malaikat Jibril.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhori dan Muslim (muttafaq alaih), Rasulullah berkata pada Aisyah: “Wahai Aisyah, ini malaikat Jibril mengucapkan salam untukmu. Aisyah berkata: wa alaihissalam wa rahmatullah (padanya keselamatan dan rahmat Allah).” Dalam hadits lain riwayat Tirmidzi dikisahkan bahwa malaikat Jibril dengan bentuknya yang asli pernah datang menghadap Rasulullah dengan memakai baju sutra hijau, lalu berkata pada Nabi: “Aisyah ini adalah istrimu di dunia dan akhirat.”

  • Ketiga, kesaksian Nabi. Dalam sebuah hadits riwayat Tabrani (Al-Mukjamul Kabir, 39/23) Nabi berkata pada Aisyah: “Hai Aisyah, aku melihat dirimu sebagai istriku di surga.”

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim diriwayatkan bahwa Amr bin Ash pernah bertanya pada Nabi: “Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Nabi menjawab: “Aisyah.” Amr bin Ash bertanya lagi: “Siapa yang dari kaum laki-laki?” Nabi menjawab: “Ayahnya Aisyah” (yakni Abu Bakar). Amr bertanya lagi: “Lalu siapa?” Nabi menjawab: “Umar bin Khattab.” Lalu Nabi menyebut beberapa nama Sahabat laki-laki yang lain.

Aisyah juga mendapat beberapa gelar dan julukan kehormatan antara lain Ummul mu’minin atau ibu orang-orang beriman. Ia juga mendapat gelar As Shiddiqiyah atau wanita yang jujur. Dan julukan al-hamra‘ atau yang kemerah-merahan karena wajahnya yang putih halus kemerahan.

Banyak hadits Nabi yang berasal darinya. Dan banyak ulama hadits (muhaddis) laki-laki yang berguru padanya.

Menurut Abu Ubaidah Ali Salman dalam bukunya Inayah an Nisa Bi al Hadits, disebutkan bahwa Aisyah telah meriwayatkan hadis dari Abu Bakar, Umar bin Khatab, Fathimah Az Zahra, Hamzah bin AMru, Sa’ad bin Abu Waqash dan Jadzamah binti Wahab sebanyak 2210 hadis.

Sedang menurut Az Zarkasyi dalam bukunya al Ijabah tentang para sahabat, Aisyah termasuk 7 sahabat yang banyak meriwayatkan hadis.

7 sahabat itu adalah Abu Hurairah, Sa’ad, Jabir, Anas, Aisyah, Ibnu Abbas dan Ibnu Umar.

Namun, kemampuan Aisyah tidak saja di ilmu hadits tapi juga mencakup ilmu-ilmu yang lain seperti ilmu faraidh, sastra, pidato, dan lain-lain.

Musa bin Talhah bersaksi tentang kemampuan orasi Aisyah: “Aku belum pernah melihat seorangpun yang lebih fasih berbicara dari Aisyah“ (HR Tirmidzi). Kepintaran Aisyah dalam berorasi juga dikatakan oleh Muawiyah. Sementara Sahabat Masruq pernah ditanya oleh Muslim bin Subaih apakah Aisyah pintar ilmu faraidnya? Masruq menjawab: “Aku melihat sendiri banyak dari para Sahabat yang bertanya ilmu faraid pada Aisyah.” (HR. Darimi).

Urwah bin Zubair berkata: “Aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih pintar dari Aisyah dalam Al-Quran, perkara wajib, halal, haram, ilmu fikih, syair, pengobatan, kisah Arab, nasab.”

Aisyah binti Abu Bakar adalah istri yang paling disayang Nabi disamping Khadijah Al-Kubro. Kecintaan Nabi tersebut bukan karena kecantikannya, walaupun ia memang rupawan. Ia disayang Nabi karena kualitas takwanya, kesalihannya, kecerdasannya, dan determinasinya untuk belajar berbagai ilmu dan dedikasinya untuk mengabdi dan menyebarkan ilmu yang dimilikinya tersebut.

Wallahu a’lam bishowab Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

.