Rasulullah mengenakan cincin yang diperuntukkan sebagai stempel resmi kenegaraan. Namun dalam mengenakan cincin, ada adab yang dikerjakan Rasulullah yang layak kita tiru.

  • Ali bin Abi Thalib meriwayatkan, ‘Rasulullah mengenakan cincin di jari tangan kanan beliau’. [ Hadis riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu Hibban ]
  • Hammad bin Salamah pernah melihat Abu Rafi’ mengenakan cincin di tangan kanannya.  Lalu Abu Rafi menanyakan hal itu kepada Hammad, Hammad menjawab, ‘Saya pernah melihat Abdullah bin Ja’far mengenakan cincin di tangan kanannya.  Lalu ia [ Abdullah bin Ja’far ] berkata : Rasulullah mengenakan cincin di jari tangan kanan beliau’ [ HR Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad dan Abu Syaikh ]
  • Ibnu Umar meriwayatkan,’Rasulullah membuat cincin dari perak. Ketika beliau mengenakannya beliau selalu menghadapkan mata cincin itu ke telapak tangannya [ dibalik ].  CIncin itu bertuliskan Muhammad Rasulullah.  Beliau tidak mengijinkan seorangpun menambahkan tulisan di cincin tersebut.  Cincin itulah yang jatuh ke sumur Aris’.  [ HR Tirmidzi, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ibnu Majah ]
  • Muhammad bin Ali bin Husain meriwayatkan, ‘Hasan dan Husain mengenakan cincin di jari tangan kiri mereka’ [ HR Tirmidzi dan Abu Syaikh ]
  • Ibnu Umar meriwayatkan, ‘Rasulullah membuat cincin dari emas dan mengenakannya di jari tangan kanan beliau, Para sahabat pun ikut mengenakan cincin dari emas. Maka Rasulullah melepaskan cincin itu dan berkata: Aku tidak akan mengenakan  [ cincin  dari emans] lagi selama lamanya.  Para sahabatpun turut melepaskan cincin cincin mereka’  [ HR Tirmidzi, Bukhari, Muslim dan Abu Dawud ]