Adab Nabi Dalam Berdagang :

  • Tidak menipu dan berdusta
    • Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dilakukan penjualan, katakanlah: tidak ada penipuan.”
    • Rasulullah SAW bersabda, “Kedua belah pihak dalam transaksi perdagangan memiliki hak khiyar [ hak memilih untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi ]   selama mereka belum berpisah. Jika mereka berkata benar, menjelaskan sesuatunya dengan jernih, maka transaksi mereka akan mendapatkan berkah. Tapi jika menyembunyikan sesuatu serta berdusta, maka berkah yang ada dalam transaksi mereka akan terhapus.” ( Bukhari dan Muslim )
    • Ibnu ‘Umar meriwayatkan dari Rasulullah SAW, “Kedua kelompok di dalam transaksi perdagangan memiliki hak untuk membatalkannya hanya sejauh mereka belum berpisah, keculai transasksi itu menyulitkan kelompok itu untuk membatalkannya.” (HR Bukhari dan Muslim )
  • Menghindari tansaksi yang haram dan kotor
    •  يَوَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

      • Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba [ QS Al Baqarah 275 ]
    • يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

      • Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan [ QS Al Maidah 90 ]
  • Berbaik Hati
    • Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berkata, “Rahmat Allah atas orang-orang yang berbaik hati ketika ia menjual dan membeli, dan ketika dia membuat keputusan.” ( HR Bukhari )
  • Adil dalam segala hal
    • وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ 

      • Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang,
    • الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

      • (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
    • وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ 

      • dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
    • أَلا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ

      • Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
    • لِيَوْمٍ عَظِيمٍ

      • pada suatu hari yang besar,
    •  يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

      • (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?  [ QS Al Muthaffifiin 1-6 ]
  • HIndari Bersumpah
    • Nasehat Rasulullah SAW, “Hindarilah banyak bersumpah ketika melakukan transaksi dagang, sebab itu dapat menghasilkan penjualan yang cepat, lalu menghapuskan berkah.”
  • Berlaku jujur
    • Abu Sa’id meriwayatkan bahwa Rasulullah berkata, “Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukkan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada.”
  • Tidak menimbun barang dagangan
    • : وَعَنْ مَعْمَرَبْنِ عَبْدِ اللهِ عَنْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَ : لَا يَحْتَكِرُ اِلَّا خَاطِئُ. (رواه مسلم).

      “Dari Ma’mar bin Abdillah yang diterima dari Rasulullah saw, beliau berrsabda: “Tidaklah menimbun barang kecuali orang yang berdosa”. [ HR. Muslim ]

    • مَنِ احْتَكَرَ الطَّعَامَ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً فَقَدَئَ مِنَ اللهِ وَبَرِئَ اللهِ عَنْهُ (رواه احمد و ابن ماخه)

      “Barangsiapa menimbun bahan makanan selama empat puluh malam, maka sungguh Allah tidak lagi perlu kepadanya.” [ Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah ]

    • مَنِ احْتَكَرَ حَكْرَةً يُرِيْدُ أَنْ يَغْلِيَ بِهَا عَلَى الْمُسْلِمِيْنَ فَهُوَ خَاطِئٌ (رواه ابن ماجه)

      “Siapa saja yang melakukan penimbunan barang dengan tujuan merusak harga pasar, sehingga harga naik secara tajam, maka dia telah mlakukan kesalahan.”  [ HR. Ibnu Majah ]

    • “Sejelek-jelek manusia ialah orang yang suka menimbun, jika dia mendengar harga murah, merasa kecewa, dan jika mendengar harga naik, merasa gembira.” [ hadis ini dibawakan oleh Razin dalam Jami’nya ]
    • “Saudagar itu diberi rezeki, sedang yang menimbun dilaknat.” [ Riwayat Ibnu Majah dan Hakim ]
  • Tidak melakukan transaksi pada waktu waktu shalat
    • . يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

      • Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui . [ QS Al Jumu’ah 9 ]
    • فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

      • Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. [ QS Al Jumu’ah 10 ]