بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Abu Sufyan bin Harb adalah salah satu pemimpin utama Bani  Quraisy yang awalnya bukan muslim dan sangat membenci Rasulullah. Abu Sufyan memiliki anak yang bernama Mu’awiyah, pendiri Dinasti Umayyah yang memerintah dunia Islam antara tahun 661–750.  Istrinyalah, Hindun yang telah ‘membunuh’ Hamzah, paman Rasulullah. Salah satu anaknya,  Ramlah binti Abu Sufyan menjadi istri Rasulullah, hal ini membuat Abu Sufyan semakin membenci Rasulullah.

Salah satu saudara Abu Sufyan, yakni Harits bin Harb bin Umayyah adalah suami pertama bibi Nabi, yakni Safiyyah binti Abdul Muththalib. yang melahirkan anak laki laki bernama Safi.

Abu Sufyan adalah kepala suku Bani Abdu Syams, salah satu dari cabang suku Quraisy. Ia adalah salah satu pemimpin utama Quraisy dan orang terpandang di Mekkah. Bagi Abu Sufyan, Muhammad dan kaum muslim dipandang sebagai ancaman terhadap tatanan sosial Mekkah, dan seseorang yang bertujuan untuk kekuasaan politik serta berpaling dari dewa-dewa Quraisy.

Kekerasan demi kekerasan yang ditimpakan pada umat Muhammad yang masih amat sedikit itu tidak mampu menahan derita lagi. Allah mengijinkan mereka yang tak kuat menahan tekanan kaum kafir Quraisy, untuk hijrah ke Abbysinia.  Akhirnya sekelompok  muslim Mekkah hijrah ke Habsyah untuk memperoleh perlindungan dari raja Negus, raja Abbysinia. Dan Ramlah binti Abu Sufyan adalah salah satu dari rombongan yang hijrah itu. Hijrahnya sang putri membuat Abu Sufyan semakin membara dan benci.

.


Ada Dua Abu Sufyan di Mekah Saat Itu

Orang sering tidak menyadari bahwa ada dua orang di Mekah yang bernama Abu Sufyan. Yang satu adalah Abu Sufyan bin Harb yang salah seorang tokoh pembesar Mekah.  Tidak ada hubungan darah dengan Muhammad. Kecuali salah satu putri Abu Sufyan bin Harb yakni Ramlah binti Abu Sufyan bin Harb menjadi salah satu istri Rasulullah. Abu Sufyan bin Harb pula yang anaknya Muawiyah menjadi pendiri dinasti Umayah.

Sedang yang satu lagi adalah Abu Sufyan bin Haris bin Abdul Muththalib. Ini adalah sepupu Rasulullah, bahkan juga saudara sesusuan karena sama sama disusui oleh Halimah. Abu Sufyan bin Harits adalah salah satu dari tiga penyair kawakan Quraisy. Ia lah yang bertugas menangkal semua seruan Muhammad. Abu Sufyan pula yang bertugas untuk selalu menyebarkan khabar pembangkit semangat bagi kaum Quraisy agar selalu waspada akan bahaya ‘agama baru’ itu.

Dan baik Abu Sufyan bin Harb maupun Abu Sufyan bin Harits, dua duanya amat membenci Rasulullah dan selalu ikut dalam setiap peperangan melawan umat Islam yang semuanya telah hijrah ke Madinah.

.


Nasab Abu Sufyan bin Harb

Nama aslinya adalah Shakhr bin Harb namun ia lebih dikenal dengan panggilan Abu Sufyan.

Nama lengkapnya adalah Abu Sufyan bin Harb bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar (Quraisy) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

Abu Sufyan merupakan kerabat jauh Ustman bin Affan.

.


Tahun Kelahiran Abu Sufyan bin Harb

Diperkirakan lahir 10 tahun sebelum Tahun Gajah. atau 560 H.

.


Tahun Wafatnya Abu Sufyan bin Harb

Abu Sufyan meninggal dunia Tahun  650 M di Madinah pada usia 90 tahun. Utsman bin Affan yang telah menjadi khalifah ketiga di 644 dan merupakan kerabat Abu Sufyan adalah yang memimpin doa bagi penguburannya.

.


Riwayat Keluarga

Abu Sufyan bin Harb tercatat memiliki 2 istri. Yakni :

  1. Hindun binti Utbah. Anak :
    1. Mu’awiyah, yg kemudian memiliki putra bernama Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb
    2. Utbah
  2. Shafiyah binti Abu Al-Ash [ bin Umaiyah ]. Anak :
    1. Ummu Habibah atau Ramlah binti Abu Sufyan yang termasuk Assabiqun al Awwalun dan kemudian menjadi istri Rasulullah.

Muawiyah putra Abu Sufyan berhasil mendirikan dinasti Umayyah, yaitu dinasti muslim pertama yang memerintah dunia Islam selama seabad, antara tahun 661-750.

Di kemudian hari Muawiyah berperang melawan Ali bin Abi Thalib, sementara putranya Yazid bin Muawiyah terlibat peperangan yang akhirnya menyebabkan syahidnya Husain bin Ali beserta keluarga besar Husein.

.


Kisah Fathul Mekah 

Setelah membai’at kaum laki-laki, Rasulullah membaiat kaum wanita. Di antara wanita-wanita yang berbai’at, terdapat Hindun binti ’Utbah. Ia datang memakai pakaian yang tertutup. Ia takut dikenali oleh Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam karena tindakannya terhadap Hamzah dimasa lalu.

Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam berkata, ”Aku meminta kalian berjanji untuk tidak menyekutukan apa pun dengan Allah (syirik).” Umar menyampaikan yang dikatakan Rasulullah kepada kaum wanita dan memastikan jawaban mereka.

Rasulullah melanjutkan, ”Dan tidak boleh mencuri.”

Tiba-tiba Hindun menyela, ”Sesungguhnya Abu Sufyan sangat kikir. Bagaimana jika aku mengambil sebagian hartanya tanpa dia ketahui?”
Abu Sufyan yang berada tidak jauh dari tempat tersebut menimpali, ”Semua yang engkau ambil telah kuhalalkan.”

Mendengar dialog tersebut, Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam tersenyum dan langsung mengenalinya. Beliau berkata, ”Engkau pasti Hindun?”

Hindun menjawab, ” Benar. Maafkanlah segala kesalahanku di masa lalu, wahai Nabi Allah. Semoga Allah mengampunimu.”

Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam melanjutkan, ”Dan tidak boleh berzina.”

Hindun menyela, ”Apakah wanita merdeka suka berzina?”

Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam berkata lagi, ”Dan tidak boleh membunuh anak-anak kalian.”

Hindun berkata, ”Kami telah bersusah payah membesarkannya, tapi setelah besar, kalian membunuhnya. Kalian dan mereka lebih mengetahui tentang hal ini.”

Mendengar pernyataan tersebut, Umar tertawa sampai berbaring, sedangkan Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam tersenyum.

Rasulullah berkata lagi, ”Dan tidak boleh membuat tuduhan palsu.”

Hindun berkata, ”Demi Allah, tuduhan palsu adalah perbuatan yang sangat jelek. Engkau menyuruh kami untuk melakukan perbuatan baik dan akhlak yang mulia.”

Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam melanjutkan, ”Dan tidak boleh mendurhakaiku dalam perkara yang baik.”

Hindun berkata, ”Demi Allah, saat kami datang di tempat ini, kami sama sekali tidak menyimpan niat untuk mendurhakaimu.”

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ