Abu Martsad Al Ghanawi  adalah sahabat Rasulullah.  Abu Marstad-lah yang memegang bendera putih ketika Rasulullah mengirimkan pasukan perang pertamanya ke sekitar  ‘Ish  rute perdagangan kaum kafir Quraisy Mekah.

Saat itu yang menjadi pemimpin perang adalah Hamzah bin Abdul Muththalib.

Abu Marstad adalah nama kunyah.  Nama sebenarnya adalah Martsad Al-Ghanawiyyan, 

Ayahnya adalah Kannaz bin Hishn. 

Sahabat yang Dermawan

Pada suatu ketika, datanglah seseorang kepadanya dan membaca beberapa bait syair untuk memujinya (memuji orang yang dermawan adalah cara untuk meminta kepadanya).

Abu Martsad berkata kepada laki-laki itu,
“Pada saat ini, aku tidak memiliki sesuatu apa pun yang dapat aku berikan kepadamu. Tetapi aku dapat menolongmu dengan cara yang dapat engkau lakukan, yaitu pergilah engkau kepada Qadhi dan menyatakan kepadanya bahwa aku mempunyai utang sebesar 10.000 dirham kepadamu.
Aku juga akan menyatakan hal itu di hadapan Qadhi, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: “Janji adalah utang.”

Kemudian qadhi itu akan mengirimku ke penjara, dan keluargaku akan berusaha mencari uang untuk menebusku.”

Kemudian, laki-laki tersebut melakukan apa yang diperintahkan oleh Abu Marstad, sehingga Abu Martsad dikirim ke penjara, dan keluarganya mengumpulkan sejumlah uang untuk menebusnya. Uang tersebut mereka berikan kepada Qadhi pada sore harinya.

Akhirnya, laki-laki itu mendapatkan uang sebesar sepuluh ribu dirham, dan Abu Martsad pun dibebaskan. (sumber: Kitab Ithaf)