Abdullah bin Salam adalah sahabat  Nabi yang merupakan orang Yahudi. Beliau masuk Islam beserta sejumlah orang orang Yahudi Madinah lainnya.  Seperti Ka’ab Al Akhbari

Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Abdullah bin Salam bin Al-Harist Al-Israil Al-Anshari.  Abdullah termasuk keturunan Yusuf bin Ya’qub.

Menurut hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, Abdullah bin Salam ini termasuk orang Yahudi yang terpandai, sebagaimana pengakuan orang Yahudi sendiri di hadapan Rasulullah.

Namun Adz Dzahabi memberikan peringatan agar berhati hati dalam mengambil sikap terhadap orang Yahudi dan Nasrani, sebagaimana juga halnya Abdullah bin Salam. Artinya jangan menerima ataupun menolak semuanya terhadap apa-apa yang diriwayatkan. Kalau yang diriwayatkan itu benar dan tidak bertentangan dengan syara’ serta masuk akal (rasional), maka tidak harus ditolak. Dan hendaknya jangan menuduh tanpa dasar dan alasan yang kuat akan keadilan dan kejujurannya.

Begitulah akhirnya Abdullah bin Salam kemudian  menjadi sumber rujukan bagi para sahabat untuk menanyakan secara rinci beberapa kisah yang ada dalam kitab Al Quran dan kebetulan juga ada didalam Taurat. Para sahabat menjadikan Abdullah sebagai sumber rujukan kisah kisah Israiliyyat.

Walau begitu, para sahabat tidak mempercayai mentah mentah apa yang diceritakan kepada mereka. Malah mereka sering menyangkal kisah kisah yang tak masuk akal dengan dalil akal dan juga syara’. Mereka hanya menerima apa yang bisa diterima oleh akal sehat dan syara’ dan menolak hal hal yang tidak sesuai dengan keduanya.

Selain itu, para sahabat membiarkan beberapa perkara yang tidak jelas tentang benar atau salahnya.