بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ada sembilan hal yang berkaitan dengan  Al Quran, dan dijadikan sebagai kesepakatan umum.

Kesembilan hal itu adalah :

  • PertamaAl Quran benar benar diturunkan secara bertahap.  Disana ada hikmah hikmah tertentu terkaitetode mengubah dan mendidik manusia.
  • KeduaRasulullah wafat setelah Al Quran turun seluruhnya dan kemudian dibukukan secara sempurna.  Tidak ada bagian yang tercecer, hilang, dipalsukan, disembunyikan, atau diubah ubah oleh siapapun.  Bagian bagian yang dinyatakan dihapus [dimansukh] tulisan dan bacaannya telah dipastikan semasa Rasulullah hidup dan para Sahabat hanya meriwayatkan apa yang telah beliau tetapkan tsb.
  • Ketiga : surat Al Quran ini seluruhnya berjumlah 114 surat.  Tidak ada surat yang hilang atau tidak tercantum dalam mushaf yang disepakati kaum muslimin.  Tidak ada pula surat palsu yang diselipkan kedalamnya.
  • Keempat : ayat ayat dalam setiap surat telah disepakati berdasar riwayat yang shahih dan mutawatir.  Tidak ada ayat yang hilang atau terlewatkan.  Perbedaan para ulama hanya dalam cara menghitungnya, bukan pada bacaan ayat ayatnya.
  • Kelima : wahyu pertama adalah surat Al Alaq ayat 1-5.  Pendapat yang lain adalah lemah [ dhaif ] atau harus ditakwil kepada maksud berbeda, atau tidak bersifat muthlaq tetapi muqayyad [ dirangkai dengan sifat tertentu ]
  • Keenam : pada umumnya telah disepakati surat surat yang termasuk wahyu paling awal turun kepada Rasulullah [ min awa’ili ma nazala ‘ala rasulillah ], meski terjadi perbedaan dalam mendahulukan [ taqdim ] atau mengakhirkan [ ta’khir ] suatu surat sesudah Al Alaq 1=5.  Riwayat riwayat tartib nuzuli memilki banyak kesamaan global namun mengandung beberapa perbedaan kronologis pada detilnya.  Biasanya perbedaan tersebut berkisar pada maslaah taqdim dan ta’khir kedudukan suatu surat dalam urutan penurunannya. dikarenakan adanya sifat ijtihadiyah-istinbathiyah dalam masalah ini.
  • Ketujuh : ulama sepakat mengenai adanya surat surat Al Quran yang termasuk kelompok Makkiyah dan Madaniyah.  Meski ada perbedaan pendapat dalam definisi dan batasannya, tapi penetapan surat apa saja yang termasuk didalamnya, namun pengkategorian seperti ini sudah disepakati.  Masing masing kelompok mengandung ciri ciri tertentu, dan memiliki konssekuensi konsekuensi yang cukup jelas, seperti pada kasus nasikh-mansukh.
  • Kedelapan : mayoritas ulama berpendapat  bahwa al Faatihah  turun di Mekah dan termasuk kelompok wahyu wahyu yang paling awal diturunkan.
  • Kesembilan : tidak seorangpun berhak membatalkan apa yang telah ditetapkan Allah dalam KitabNya.  Atau mengadakan sesuatu yang tidak ditunjukkan olehNya.  Setleah Al Quran turun sempurna dan syariat dinyatakan tuntas ditetapkan, maka tidak akan diubah lagi sampai tibanya hari Kiamat.  Tartib nuzuli tidak bisa menjadikan shalat tidak wajib, atau zakat digugurkan, atau puasa Ramadhan tidak berlaku, atau kewajiban haji dianulir.  Dengan dianalogikan [ qiyas ] kepada kondisi yang dialami kaum muslimin pada periode Mekah,  Kita tidak memulai dari awal, tetapi membenahi atau merenovasi bangunan yang sudah ada sebelumnya.

 

sumber : Menapaktilasi Manhaj Nabawi dlaam Tartib Nuzuli.  Sejarah, landasan, riwayat dan rujukan pola dasar Sistimatikan Nuzunya Wahyu.  Penulis : Alimin Mukhtar.