بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Seluruh  sabahat Rasulullah adalah para hafidz dan pengamal Al Quran yang hebat.  Ilmu mereka terhadap Al Quran pun sangat luas.  Semua itu disebabkan karena Rasulullah tak henti hentinya memberikan pengajaran dan gemblengan kepada para sahabat.  Siang dan malam, Rasulullah selalu memberikan tausiah dan teladan paling sempurna yang bisa diberikan oleh seorang manusia.

Maka tidak heran bila kita temui betapa ilmu dan kepandaian para Sahabat sungguh luar biasa. Kemampuan mereka memecahkan banyak masalah masalah pelik dengan mengacu kepada Al Quran dan Hadis, sungguh tepat dan bijaksana. Dan semua perbuatan sahabat, tentu menjadi salah satu pedoman bagi kita bila kita menemui masalah masalah dalam hidup.  Dan kita tidak pernah ragu akan ilmu dan iman para sahabat.

Dan semua itu hanya terjadi karena mereka semua adalah hasil didikan dari manusia paling hebat, luarbiasa dan sempurna yang pernah ada dalam sejarah hidup manusia. Yaitu Rasulullah

Jadi tidaklah mengherankan kita akan temui banyak para sahabat yang juga menjadi sumber acuan dan hukum Islam bagi generasi generasi Islam sesudahnya, hingga di jaman kita sekarang ini.

Tetapi dari puluhan hingga ratusan sabahat, hanya ada 4 sahabat yang kemampuan akan ilmu Al Qurannya melebihi yang lain.  4 sahabat ini menguasai ilmu Al Quran secara dalam dan menyeluruh, kemampuan membaca mereka juga melampaui yang lain.  Bisa disebut 4 sahabat inilah Pemegang Kunci Al Quran.  Sampai sampai Rasulullah bersabda agar siapapun yang ingin belajar Al Quran, maka hendaknya belajar dari 4 sahabat mulia ini.  Siapakah 4 sahabat yang ditangannya terdapat kunci untuk mempelajari Al Quran ?

4 Sahabat Pemegang Kunci Al Quran

Ke-empat sahabat itu adalah  Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abi Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab dan Mu’adz bin Jabal.

Empat sahabat yang dibanggakan Rasulullah ini sungguh sebuah tim yang unik dan sempurna.  Mereka saling melengkapi, menyempurnakan.  Dengan kekhususan kemampuan yang mereka miliki masing masing.  Dan uniknya, ke empatnya adalah pemuda pemuda gagah yang pemberani,  usia mereka masih sangat muda muda.  Dan yang termuda diantara mereka adalah Mu’adz bin Jabal.  Usianya masih 18 tahun ketika ia masuk Islam.  Sedang Ubay, Abdullah dan Salim usia mereka diperkirakan sebaya, sekitar 25 tahun.  Mu’adz pulalah yang menjadi duta Islam pertama yang ditunjuk Rasulullah.

Tetapi asal dan status mereka  berbeda beda.

Dua berasal dari Mekah atau Muhajirin  : Abdullah bin Mas’ud dan Salim Maula Abi Hudzaifah

Dan dua dari Madinah atau AnsharUbay bin Ka’ab dan Mu’adz bin Jabal

Disini kita lihat sahabat sahabat Anshar mampu mengejar ketertinggalan mereka dalam mempelajari Islam.  Terbukti Ubay dan Mu’adz bisa mensejajarkan ilmu mereka dengan ilmu ilmu para sahabat Muhajirin yang memang sudah sejak 13 tahun sejak Rasulullah menerima nubuwat, sudah diajarkan tentang Islam.

Dan dari ke 4 sahabat itu, ada satu yang mantan budak.  Dialah Salim Maula Abi Hudzaifah.

♥♥♥

Abdullah bin Mas’ud :

Pemegang Rahasia : dialah pemegang rahasia Rasulullah.  Karena ia senantiasa mendampingi Rasulullah bagaikan layang-layang dan benangnya. Dia selalu menyertai kemana pun beliau pergi.  Begitu dekatnya Abdullah dengan Rasulullah, sampai sampai Rasulullah memercayakan kepadanya hal-hal yang rahasia, tanpa khawatir rahasia tersebut akan terbuka. Karenanya, Abdullah bin Mas’ud dijuluki orang dengan sebutan “Shahibus Sirri Rasulullah” (pemegang rahasia Rasulullah).

Paling Banyak Tahu : Abdullah bin Mas’ud pernah berkata tentang pengetahuannya mengenai Kitabullah (Al Quran) sebagai berikut, “Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Tidak ada satu ayat pun dalam Al Quran, melainkan aku tahu di mana dan dalam situasi bagaimana diturunkan. Seandainya ada orang yang lebih tahu daripada aku, niscaya aku datang belajar kepadanya.”

Paling Mirip Bacaanya : Dan bacaan Al Quran Abdullah adalah yang paling mirip bacaanya dengan Rasulullah.  Sehingga suatu kali, Rasulullah menyuruhnya membaca Al Quran untuk diri beliau. Lalu dijawab dengan heran oleh Abdullah: ‘Ya Rasulullah, kau menyuruhku membaca Al Quran, padahal ia diturunkan kepadamu?’

Ubay bin Ka’ab

Pemimpin Al Quran : Diantara ke 4 sahabat tersebut, Ubay bin Ka’ab adalah yang paling ‘sempurna’ bacaan dan ilmu Al Qurannya.  Sehingan dia digelari Sayyidul Qurra’ [ pemimpin Al Quran ].  Padahal dia adalah sahabat Anshar. Itu membuktikan, bahwa sahabat sahabat Anshar mampu mengejar 13 tahun ketertinggalan mereka dalam hal ilmu ilmu Islam. Disini juga menunjukkan betapa Ubay adalah sosok penuntut ilmu yang tekun dan sabar.

Namanya Disebut Allah : Begitu bagusnya bacaan Ubay, sampai sampai ia mendapat perhatian khusus dari Allah Ta’ala.

حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأُبَيٍّ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَمَرَنِي أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ قَالَ آللَّهُ سَمَّانِي لَكَ قَالَ اللَّهُ سَمَّاكَ لِي قَالَ فَجَعَلَ أُبَيٌّ يَبْكِي

Sesungguhnya Allah telah menyuruhku untuk membacakan Al Quran kepadamu. Ubay bertanya : ‘Apakah Allah menyebut-nyebut namaku kepadamu?
Rasulullah menjawab : ‘Ya, Allah telah menyebut-nyebut namamu kepadaku.’ Anas berkata ; ‘Lalu Ubay menangis.’ [HR. Muslim No.4509].

Ilmu Al Quranpengetahuan dan ilmu Al Quran Ubay amat dalam dan tinggi.  Ia adalah tempat untuk bertanya bagi para sahabat bila mereka menemui persoalan persoalan pelik.

Anggota Kelompok Penasihat (Mushawarah) : karena keluasan ilmunya, Ubay masuk sebagai anggota Kelompok Penasehat yang dibentuk oleh khalifah Abu Bakr sebagai tempat bertanya atas berbagai permasalahan negara.  Dewan tersebut terdiri dari Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Mu’adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Kaab sendiri.

Sekretaris Rasulullah : Seperti Zaid bin Tsabit, Ubay juga salah satu ‘sekretaris’ Rasulullah ﷺ, ia menuliskan surat surat kenegaraan dan ia pula yang mula mula mencatat Al Quran dalam lembar tulisan yang tentunya dalam pengawasan Rasulullah.

Mu’adz bin Jabal

Ia adalah sahabat Anshar teladan yang paling muda usianya.  Namun ia  seorang yang pendiam, tak hendak bicara kecuali atas permintaan hadirin. Dan jika mereka berbeda pendapat dalam suatu hal, mereka pulangkan kepada Mu’adz untuk memutuskannya. Maka jika ia telah buka suara, adalah ia sebagaimana dilukiskan oleh salah seorang yang mengenalnya : “Seolah-olah dari mulutnya keluar cahaya dan mutiara.”

Ilmu Al Quranpengetahuan dan ilmu Al Quran Mu’adz amat dalam dan tinggi.  Meski usianya lebih muda dibanding para sahabat lainnya, namun ia adalah tempat untuk bertanya bagi para sahabat bila mereka menemui persoalan persoalan pelik.

Anggota Kelompok Penasihat (Mushawarah) : karena keluasan ilmunya, Mu’adz masuk sebagai anggota Kelompok Penasehat yang dibentuk oleh khalifah Abu Bakr sebagai tempat bertanya atas berbagai permasalahan negara.  Dewan tersebut terdiri dari Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Mu’adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Ubay bin Kaab sendiri.

Pelita Ilmu : ia dapat memahami Al Quran dan syariatsyariat Islam dengan baik. Ia adalah orang yang paling baik membaca Al Quran serta paling memahami syariat syariat Allah ﷻ. Oleh sebab itulah Rasulullah ﷺ memujinya dengan bersabda :

“Yang kumaksud umatku yang paling alim tentang halal dan haram ialah Muaz bin Jabal.” (Hadist Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Periwayat Hadis :  Ia banyak meriwayatkan hadist dari Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar dan meriwayatkan darinya ialah Anas bin Malik, Masruq, Abu Thufail Amir bin Wasilah.

Duta besar Islam yang pertama yang dikirim RasulullahNabi mengirimnya ke negeri Yaman untuk mengajar, memberikan pengetahuan agama dan mendidik sampai hapal al-Quran kepada penduduk Yaman. Rasulullah sendiri yang mengantarnya dengan berjalan kaki hingga ke perbatasan Madinah. Tangan kanan Rasulullah menuntun kuda yang dikendarai Mu’adz. Dan Nabi bersabda kepadanya: ” Sungguh, aku mencintaimu“.

Salim Maula Abi Hudzaifah

Berani Bicara Benar : Kelebihannya yang paling menonjol ialah mengemukakan apa yang dianggapnya benar secara terus terang. Ia tidak menutup mulut terhadap suatu kalimat yang seharusnya diucapkannya, dan ia tak hendak mengkhianati hidupnya dengan berdiam diri terhadap kesalahan yang menekan jiwanya … !

Kepandaiannya dalam memahami dan menguasi Al Quran sungguh mengagumkan. Dan ia menjadi andalan para sahabat, tempat bertanya tentang Kitabullah ( al Quran ).

Wallahu a’lam bishowab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ♥ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ♥ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ♥ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ♥ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ