بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sekarang kita memasuki bulan Rabiul Awal.  Di bulan ini ada 3 peristiwa sejarah penting terkait Rasulullah ﷺ.  Yakni bulan kelahiran sekaligus wafatnya Rasulullah ﷺ, dan dibulan ini pula Rasulullah ﷺ dan para sahabat melakukan hijrah ke 2 ke Yastrib.

Bulan Maulid Nabi

Rasulullah ﷺ lahir jelas di tahun Gajah, tetapi kapan tepatnya [ tanggal berapa ] Rasululullah ﷺ lahir memang ada perdebatan dikalangan ulama ahli sejarah.

Ada yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ lahir tanggal 2 Rabiul Awal, 8 Rabiul Awal, 10 Rabiul Awal, 12 Rabiul Awal, 17 Rabiul Awal (Lihat al-Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir: 2/260 dan Latho’iful Ma’arif karya Ibnu Rojab hlm. 184-185).

Namun kenyataan menunjukkan bahwa para ulama tidak banyak memberikan perhatian terhadap tanggal kelahiran Nabi ﷺ.  Berbeda dengan penentuan kapan wafatnya Nabi yang semua ulama [ meski ada perbedaan ] sepakat dengan tanggal wafatnya Rasululullah ﷺ.

Mengapa?

Karena penentuan kapan beliau dilahirkan sama sekali tidak terkait dengan hukum syariat.  Tanggal lahir Rasulullah tidak menimbulkan dampak syariat apapun.

Karena ketika Rasulullah dilahirkan, beliau tidak langsung menjadi nabi.  Dan tidak ada wahyu yang turun di saat beliau dilahirkan. Beliau baru diutus sebagai seorang nabi di usia 40 tahun lebih 6 bulan.

Berbeda dengan hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam.  Seolah para ulama sepakat bahwa hari wafatnya beliau adalah tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H.

Perhatian para ulama mengenai hari wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat besar.  Karena wafatnya beliau berhubungan dengan hukum syariat.

Wafatnya beliau merupakan batas berakhirnya wahyu Allah yang turun. Sehingga tidak ada lagi hukum baru yang muncul setelah wafatnya beliau shallallahu ‘alahi wa sallam.

 

Tanggal Lahir

Pertama : Tahun Kelahiran

Jumhur ulama sepakat bahwa Rasulullah lahir pada tahun terjadinya penyerangan pasukan gajah.  Namun ditahun berapakah hal itu terjadi, itu yang menjadi perdebatan ulama ahli sejarah.

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad berkata,

لا خلاف أنه ولد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بجوف مكّة ، وأن مولده كان عامَ الفيل .

“Tidak ada khilaf di antara para ulama bahwa Rasulullah ﷺ lahir di kota Mekkah. Dan kelahirannya adalah di tahun gajah.”

 

Kedua : Bulan Kelahiran

Pendapat yang paling masyhur, beliau dilahirkan di bulan Rabi’ul Awwal. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, bahkan dikatakan oleh Ibnul Jauzi sebagai kesepakatan ulama.

Namun ada sebagian yang berpendapat bahwa beliau dilahirkan di bulan Shafar, Rabi’ul Akhir, atau  Muharram tanggal 10 [ hari Asyura ]. Sebagian  berpendapat Rasulullah lahir di bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan adalah bulan di mana beliau mendapatkan wahyu pertama kali dan diangkat sebagai nabi. Pendapat ini bertujuan untuk menggenapkan hitungan 40 tahun usia beliau shallallahu ‘alahi wa sallam ketika beliau diangkat sebagai nabi.

Ketiga : Hari Kelahiran

Disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang puasa hari senin.

Kemudian beliau menjawab, “Hari senin adalah hari dimana aku dilahirkan dan pertama kali aku mendapat wahyu.”

Akan tetapi para ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal berapa Rasulullah ﷺ dilahirkan. Di antara pendapat yang disampaikan adalah : Hari senin Rabiul Awal [ tanpa ditentukan tanggalnya ], tanggal 2 Rabiul Awal, tanggal 8, 10, 12, 17 Rabiul Awal, dan 8 hari sebelum habisnya bulan Rabiul Awal.

Pendapat yang Lebih Kuat

Berdasarkan penelitian ulama ahli sejarah, Syeikh Shafiyuurrahman al Mubarokhfury penulis kitab “ar Rahiq al Makhtum” [ yang mendasari pendapatnya kepada hasil penelitian seorang ulama terkenal yang bernama, Muhammad Sulaiman al Manshurfury ] dan peneliti astronomi, Muhammad Basya. isimpulkan bahwa Rasulullah lahir hari senin pagi.  Bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan.  Juga  bertepatan dengan 20 atau 22 april tahun 571 M.  Dan hari senin tersebut bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awal. [ Ar Rahiqum Makhtum ].

Sementara itu Ibnu Ishaq lebih memilih pendapat yang menyebutkan bahwa kelahiran Nabi saw adalah pada tanggal 12 Rabiul Awal di tahun gajah. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan hal ini dari Jabir, ibnu Abbas dan yang lainnya. Mereka juga menyebutkan bahwa inilah yang masyhur.

Tanggal Wafat

Berbeda dengan tanggal kelahiran, para ulama ahli sejarah sepakat menyatakan bahwa beliau meninggal pada hari senin tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun 11 H atau 8 Juni 632 M. dalam usia 63 tahun lebih empat hari.

Jika ada pertanyaan, tanggal 12 Rabiul Awal itu lebih dekat sebagai tanggal kelahiran Rasulullah ﷺ ataukah tanggal wafatnya beliau ﷺ ?

Orang yang memiliki pengetahuan sejarah akan mengatakan bahwa tanggal 12 Rabiul Awal itu lebih dekat pada hari wafatnya Rasulullah ﷺ. Karena dalam masalah tanggal kelahiran para ulama ahli sejarah berselisih sementara dalam masalah wafatnya tidak ditemukan adanya perselisihan.

Setelah kita memahami hal ini, bisa kita tarik kesimpulan bahwa tanggal 12 Rabiul Awal yang diperingati sebagai hari kelahiran Rasulullah ﷺ pada hakikatnya lebih dekat pada peringatan hari wafatnya Nabi yang mulia Muhammad ﷺ.

Bulan Hijrah

Hijrah kedua kaum muslim terjadi pada Tahun ke 13 Bi’tsah atau Tahun 622 M. Atau sembilan tahun setelah hijrah pertama. Hijrah yang kedua ini terjadi secara besar besaran.

Bila hijrah pertama kaum muslim pindah ke Abyssinia atau Habasyah, maka hijrah kedua ini kaum muslim pindah ke Yastrib 320 kilometres (200 mil) utara Mekkah.

Peristiwa hijrah ini juga menjadi titik awal penanggalan atau kalender Hijriah yang dicetuskan oleh Umar bin Khattab pada tahun 638 M atau 17 tahun setelah peristiwa hijrah.

Tetapi, kapankah tepatnya Rasulullahhijrah ke Madinah?

Beragam informasi dijumpai pada kitab kitab tarikh tentang peristiwa itu. Imam at Thabari dan Ibnu Ishaq menyatakan, “Sebelum sampai di Madinah (waktu itu bernama Yatsrib), Rasulullah ﷺ singgah di Quba pada hari Senin 12 Rabiul Awwal tahun 13 kenabian atau 24 September 622 M waktu Dhuha (sekitar jam 8.00 atau 9.00).

Di tempat ini, beliau tinggal di keluarga Amr bin ‘Auf selama empat hari (hingga hari Kamis 15 Rabi’ul Awwal atau 27 September 622 M dan membangun masjid pertama; Masjid Quba. Pada hari Jumat 16 Rabi’ul Awwal atau 28 September 622 M, beliau berangkat menuju Madinah. Di tengah perjalanan, ketika beliau berada di Bathni Wadin (lembah di sekitar Madinah) milik keluarga Banu Salim bin ‘Auf, datang kewajiban Jum’at (dengan turunnya ayat 9 surat al-Jum’ah). Maka Nabi shalat Jum’at bersama mereka dan khutbah di tempat itu. Inilah shalat Jum’at yang pertama di dalam sejarah Islam. Setelah melaksanakan shalat Jum’at, Nabi SAW melanjutkan perjalanan menuju Madinah.

Keterangan di atas menunjukkan bahwa Nabi tiba di Madinah pada hari Jum’at 16 Rabi’ul Awwal atau 28 September 622 M. Sedangkan ahli tarikh lainnya berpendapat hari Senin 12 Rabi’ul Awwal atau 5 Oktober 621 M, namun ada pula yang menyatakan hari Jum’at 12 Rabi’ul Awwal atau 24 Maret 622 M.

Terlepas dari perbedaan tanggal dan tahun, baik hijriyah maupun masehi, namun para ahli tarikh semuanya bersepakat bahwa hijrah Nabi terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal, bukan bulan Muharram (awal Muharram ketika itu jatuh pada tanggal 15 Juli 622 M).