nabimuhammad.info _ Inilah Rasulullah, makhluk yang paling besar rahmatnya dan kasih sayangnya atas mereka, makhluk yang paling besar manfaatnya bagi mereka dalam soal agama maupun dunia.
Baginda adalah makhluk Allah yang paling fasih dan paling baik ucapannya. Kata-katanya singkat tetapi bermakna luas dan mengena pada maksud dan tujuan. Baginda paling sabar dalam segala hal, jujur di medan perang, selalu menepati janji dan sumpahnya, suka memberi hadiah atas suatu kebaikan, teramat rendah hati, rela berkorban, paling keras dalam membela sahabat-sahabatnya dan melindungi mereka. Baginda adalah manusia yang paling jujur dengan apa yang diperintahkan kepadanya, dan paling suka meninggalkan apa yang dilarang baginya, pun paling suka mengikat silaturahim dengan sanak saudara.
Imam Ali Radiallahu‘anhu berkata :
‘Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling lapang dadanya, paling jujur perkataannya, paling lembut perangainya, dan paling mulia dalam pergaulan.’
Siapa saja yang melihatnya akan merasa tenang. Orang yang berjumpa dengannya untuk pertama kali pasti merasa gentar kerana kewibawaannya, dan yang telah bersahabat dengannya pasti merasa cinta kepadanya.
Orang-orang banyak menyebutkan bahawa mereka tidak pernah melihat seorang manusia yang seperti Baginda, sebelumnya dan sesudahnya.
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
Paling lapang dadanya maksudnya adalah banyak kebaikannya. Dengan kata lain, kebaikan memancar dengan deras darinya. Baginda selalu berbuat baik kepada siapa pun dan selalu menyukai kebaikan, sebagaimana dikatakan oleh para ulama.
Tidak ada tempat di dunia ini yang mampu menampung kebaikan Rasulullah, sebab Allah mengumpulkan kebaikan hingga ke akar-akarnya, kemudian meletakkannya di dada Rasulullah.
Paling jujur perkataannya merupakan sifat yang telah diakui, hatta oleh musuh yang memeranginya. Tidak pernah sekali pun keluar kebohongan darinya.
Mari kita tinggalkan kesaksian sahabat-sahabatnya, dan beralih kepada kesaksian musuhnya, sebab baginda pernah dimusuhi oleh penduduk bumi dengan bermacam permusuhan.
Ternyata, baik orang-orang musyrik mahupun Ahli Kitab tak seorang pun menuduh Baginda pernah berbohong, dalam masalah kecil atau besar.
Al Miswar bin Makhramah berkata : ‘Aku bertanya kepada Abu Jahal sedangkan dia adalah bapak saudara (dari pihak ibu): ‘Wahai bapka saudaraku! Apakah kamu menuduh Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam pernah berbohong, sebelum dia mengumumkan kenabian dan kerasulannya?’
Dia menjawab :
‘Demi Allah, wahai putera saudariku! Sesungguhnya Muhammad sejak masih muda, Baginda selalu kami panggil Al Amin, dan hingga kepalanya beruban, Baginda tidak pernah berdusta.’
Maka aku bertanya : ‘Jadi, mengapa kamu tidak mau mengikutnya?’ Dia menjawab : ‘Wahai putera saudariku, kita bersaing dan berebut kemuliaan dengan Bani Hasyim. Mereka memberi makan, kita juga memberi makan. Mereka memberi minum, kita juga memberi minum. Mereka memberikan perlindungan, kita juga memberikan perlindungan. Begitu jugalah kita, seperti kuda di arena pacuan.
Lalu mereka berkata: ‘Kami ada Nabi.’
Maka bila kita boleh memiliki yang seperti itu?’
Allah menghiburkan Rasulullah s.a.w. dan meringankan perasaan Baginda dari perkataan musuhnya.
“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu akan menyebabkan engkau (wahai Muhammad) berdukacita; (maka janganlah engkau berdukacita) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat keterangan Allah (disebabkan kedegilan mereka semata-mata). Dan demi sesungguhnya, Rasul-rasul sebelummu pernah juga
didustakan, maka mereka sabar terhadap perbuatan orang orang yang mendustakan mereka dan menyakiti mereka, sehingga datanglah pertolongan Kami kepada mereka; dan sesungguhnya tiada satu pun yang dapat mengubah Kalimat kalimat Allah (janji-janjiNya); dan demi sesungguhnya, telah datang kepadamu sebahagian dari khabar berita Rasul-Rasul itu.’
(Al-An’am : 33-34)
Sedangkan ‘paling lembut perangainya’ artinya lunak, dekat dan mudah dalam bergaul dengan orang lain. Baginda suka menyambut siapa saja yang memanggilnya, suka memenuhi keperluan orang yang meminta kepadanya, suka menghibur hati orang yang meminta kepadanya, serta tidak suka menolak dan
mempersenda orang yang meminta sesuatu kepadanya. Apabila sahabat-sahabatnya minta pertimbangannya, Baginda menyepakati dan mengikut pendapat mereka. Kalau menghadapi suatu masalah, Baginda tidak memaksa kaumnya untuk mengikutinya, melainkan mengajak mereka bermusyawarah, kemudian menerima pendapat mereka yang baik dan memaafkan yang keliru.
Adapun maksud ‘paling mulia dalam persahabatan’ adalah dalam bergaul, Baginda selalu memuaskan sahabatnya, sentiasa bertingkah laku baik, tidak suka bicara tidak senonoh di depan sahabatnya, tidak kasar ucapannya, tidak membalas orang yang bersikap jahat kepadanya. Baginda baik terhadap kaum
kerabatnya, bersabar terhadap kekurangan mereka, dan bersabar atas gangguan mereka dalam segala hal. Baginda tidak menghukum atau mencela seorang dari mereka, dan tidak pula mengundang kebencian mereka.
Al Husain Radiallahu‘anhu berkata : ‘Aku bertanya kepada ayahku tentang sirah Rasulullah di antara para pendampingnya. Dijawab bahawa Nabi Sallallahu ‘alaihi wasallam selalu tersenyum, berseri-seri parasnya, mudah ahklaknya, ramah tamah, tidak keras dan kasar atau suka berteriak atau buruk perkataannya, tidak suka mencela dan memuji, selalu melupakan apa yang tidak disukai, tidak suka mematahkan semangat

![Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [2] more Sebutan Sayyid Bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam [2]](http://nabimuhammad.info/wp-content/plugins/sociable/images/more.png)