
Dan Jin, Kami (ALLAH) jadikan sebelumnya (Adam) dari api yang sangat panas (Q.15:27).
Mahluk Jin ini, adalah suatu mahluk halus sebangsa hawa yang bentuknya dapat berubah-ubah, dan bisa nyata dari padanya hal-hal yang aneh. Jin sama dengan manusia berkewajiban menyembah/memuja/ berbakti pada ALLAH SWT.
ALLAH ciptakan jin dan manusia itu supaya mereka memuja kepadaNya. (Q.51:56).
Jin diantaranya terdiri dari :
1. Iblis, adalah bapak segala Jin, dan memiliki sifat sombong serta tidak tunduk pada perintah ALLAH SWT.
2. Syetan, adalah bangsa Jin yang memiliki sifat jahat, ingkar kepada ALLAH SWT, memusuhi Nabi-nabi/Rasulullah, menipu umat manusia supaya tidak mengikuti jejak Nabi/Rasul, dsb.
3. Ifrit adalah Jin yang cerdik, yang diceritakan dalam Al Qur’an dalam kisah Nabi Sulaiman dengan Ratu Bulkis.
4. Al-maraddah (peragu-ragu/pewas-was).
5. Al-A’waan (Khadam/penolong).
6. Al-Gawaasuun (penyelam).
7. Ath-Thayyaruun (penerbang).
8. At-Tawaabi’ (pengikut/pengekor).
9. Al-quranaa’ (pengganggu anak kecil).
10. Al-Ummaar (peramai-ramai);.
Diyakini juga bahwa Jin ini tinggal bersama-sama kita dimuka Bumi, hanya kalau manusia tinggalnya di alam-nyata tapi kalau jin tinggalnya di alam-gaib.
Menurut sebagian ulama, jin juga hidup bermasyarakat sebagaimana halnya manusia (masing-masing ada kelompok dan rajanya).
Walaupun manusia dan jin masing-masing bermasyarakat secara sendiri-sendiri (habitat manusia pada Alam-Nyata sedang habitat jin berada di Alam-Gaib), tapi secara pribadi masing-masing diyakini bisa saling berinteraksi. Hubungan interaksi ini bisa biasa-biasa saja tidak terasa oleh pribadi yang bersangkutan, tapi ada yang dominan dan sangat dominan pengaruhnya pada pribadi yang bersangkutan, terutama kepada mereka yang mendalami ajaran ilmu kebatinan dan ilmu-ilmu sihir (non-islam).
Dengan demikian maka keberadaan Jin ini, tidak akan jauh dari manusia (pada Alam Gaib dilapis ke-1 ?). Tetapi Jin tidak dapat dilihat oleh manusia, sedang mereka diberi kemampuan dapat melihat dan mempengaruhi manusia. Karena itu bangsa jin setiap saat dapat mengikuti pergerakan manusia, serta dapat langsung menggodanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik dengan berbagai cara.
Iblis telah menyampaikan tekadnya kepada ALLAH SWT dengan mengatakan:
…Maka dengan kekuasaan Engkau (ALLAH), aku akan menyesatkan mereka semuanya (Q.38:82);
Sesungguhnya syeitan itu musuh kamu. Sebab itu, perlakukanlah dia sebagai musuh! Dia hanya memanggil kawan separtainya supaya menjadi isi neraka yang menyala (Q.35:6);
Syeitan itu hanyalah menyuruh kamu mengerjakan kejahatan dan perbuatan keji dan mengada-adakan hal Tuhan yang tidak kamu ketahui (Q.2:169);
Hai anak-anak Adam! Janganlah kamu dapat dibujuk oleh syeitan, sebagaimana dia telah dapat mengeluarkan kedua ibu bapamu dari syurga. Dibukakanya pakaian keduanya, supaya dia dapat memperlihatkan kepada keduanya akan kemaluannya. Sesungguhnya syetan itu, dia dan kaumnya dapat melihatmu, dari tempat yang kamu tak dapat melihat mereka. Sesungguhnya syetan itu ALLAH jadikan pemimpin untuk orang-orang yang tidak beriman (O.7:27);
Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu turut langkah-langkah syeitan! Dan siapa yang menurut langkah-langkah syeitan itu, sesung-guhnya syeitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan kesalahan (mungkar) (Q.24:21).
Orang-orang yang menafkahkan hartanya supaya dilihat orang, dan tidak beriman kepada ALLAH dan tidak pula kepada hari kemudian. Orang-orang yang berkawan dengan syeitan, ketahuilah syeitanlah kawan yang seburuk-buruknya (Q.4:38). Dan sesungguhnya ada beberapa orang dari manusia meminta perlindungan kepada beberapa orang dari jin, tetapi jin itu hanyalah menjadikan mereka bertambah sesat (Q.72:6);
Dan mereka menjadikan jin itu sekutu ALLAH, pada hal ALLAH yang menjadikannya. Dan mereka mengada-adakan bahwa ALLAH – mempunyai – anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan, dengan tidak berdasar pengetahuan. Maha Suci ALLAH dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka buatkan itu (Q.6:100);
Dia Pencipta langit dan bumi dengan indahnya. Bagaimana ALLAH sampai mempunyai anak, sedangkan Dia tidak mempunyai istri. Dan Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala-galanya (Q.6:101);
Dan Pada suatu hari ALLAH mengumpulkan mereka semuanya, kataNya: Hai para jin! sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia. Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia menjawab: Wahai Tuhan kami! Sebagian kami telah merasa senang dengan yang lain, dan kami telah sampai kepada suatu waktu yang telah Engkau tentukan untuk kami. ALLAH mengatakan: Neraka itulah tempat diam kamu, kamu tetap tinggal disitu, kecuali jika ALLAH menghendaki. Sesungguhnya Tuhanmu (ALLAH) Bijaksana dan Maha Tahu (Q.6:128); Hai para jin dan manusia! Bukankah utusan-utusan (ALLAH) dari golongan kamu sendiri sudah datang kepada kamu, menceritakan keterangan-keteranganKu dan memberikan peringatan kepada kamu untuk menemui hari kamu ini? Mereka mengatakan: Kami menjadi saksi akan kesalahan diri kami sendiri. Mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka menjadi saksi akan diri mereka sendiri, bahwa mereka itu adalah orang-orang yang tidak beriman (Q.6:130).

