
Ada macam macam ucapan salam. Yang afdol adalah ‘Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh’. Lalu ada pula yang mengucapkan ‘Assalammualaikum warahmatullahi’ atau ‘Assalammualaikum’
Hal itu didasarkan kepada apa yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasannya ada seorang lelaki yang bertemu Rasulullah, sementara beliau sedang duduk. Lalu lelaki itu mengucapkan ‘Assalammualaikum’. Rasulullah lantas bersabda ‘Sepuluh kebajikan’.
Kemudian ada lelaki lain yang bertemu beliau, lalu mengucapkan ‘Assalammualaikum warahmatullahi’. Rasulullah lantas bersabda, ‘Dua puluh kebajikan’.
Kemudian ada lelaki lain yang bertemu beliau, lalu mengucapkan, ‘Assalammualaikum warahmatullahi wa barakatuhu’. Beliau lantas bersabda, ‘Tigapuluh kebajikan’ [HR Tirmidzi, no 2689]
Cara menjawab salam disesuaikan dengan salam yang diucapkan atau lebih baik. Hal ini didasarkan firman Allah SWT.
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik daripadanya, atau balaslah penghormatan itu. Qs An Nisaa 86.
Yaitu dengan mengucapkan : Waalaikumumssalam wa rahmatullahi wa barakatuhu. Jawaban ini berlaku bagi individu maupun kelompok.
Pertanyaan: jika seseorang mengucakan salam dengan lengkap [hingga wabarakatuhu], apakah untuk menjawab dianjurkan untuk menambahi dengan ‘wamaghfiratuhu waihsanuhu’
Jawaban: tidak perlu. Ibnu Abdul Bar berkata, ‘Ibn Abbas dan Ibn Umar pernah mengatakan: Ucapan salam berhenti pada kata ‘wabarakatuhu’. Ini persis dengan apa yang disebut kan Allah dalam firmannya.
Rahmat Allah dan kkeberkatanNya, di ucapkan atas kamu, hai ahlulbait. QS Hud 73.
Ibnu Abbas dan Ibnu Umar berpendapat bahwa menambah ucapan salam lebih dari itu adalah makruh. [At Tamhid, 5/293]

