
nabimuhammad.info _ Bocornya ribuan dokumen rahasia milik militer Amerika Serikat ke situs Wikileaks telah menyebabkan ribuan kebenaran yang selama ini ditutup tutupi AS terbongkar sudah. Kebenaran sedang mencari tempatnya di Afganistan. Sudah saatnya masyarakat Internasional membuka mata mereka atas ‘penjejahan terselubung’ oleh AS dan sekutunya di Afganistan.
Washington DC.- Pentagon Senin malam (26/7) mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan perburuan untuk menemukan siapa yang membocorkan puluhan ribu dokumen rahasia AS pada perang di Afghanistan, dan pembocoran dokumen rahasia ini adalah salah satu pelanggaran keamanan terbesar dalam sejarah militer AS.
Pejabat pertahanan Amerika mengatakan orang di balik bocornya dokumen rahasia sebanyak 91.000 file ini tampaknya memiliki “rahasia” dan akses khusus ke dokumen sensitif pada perang Afghanistan.
Bisa jadi dokumen rahasia yang bocor, lebih banyak lagi dibandingkan yang ada, aku pejabat tersebut.
“Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencoba menentukan siapa yang bertanggung jawab atas bocornya informasi ini,” kata Sekretaris Pers Pentagon Geoff Morrell.
“Sampai kita tahu siapa yang bertanggung jawab, kami harus bertahan karena ada kemungkinan bahwa mungkin ada informasi lagi yang belum diungkapkan. Dan itu jelas memprihatinkan..”
Pentagon mengatakan penelaahan atas dokumen-dokumen yang dipublis ke publik oleh situs WikiLeaks akan berlangsung pada hari minggu ini dan terlalu dini untuk menilai adanya dampak kerusakan terhadap keamanan nasional AS.
Namun, pejabat militer AS yang berhubungandengan setiap info yang ada dalam dokumen rahasia itu mengungkapkan bahwa sebagian besar pihak mengkonfirmasi adanya kekhawatiran militer secara terbuka atas dokumen yang bocor tentang perang Afghanistan.
Peringatan militer menjadi potensi kegagalan misi dalam membantu keputusan Presiden Barack Obama pada bulan Desember lalu untuk menyebarkan 30.000 tentara lagi.
“Skala (kebocoran), ruang lingkup ini, jelas mengkhawatirkan. Saya tidak berpikir isi dokumen itu sangat mencerahkan,” kata Morrell.(fq/aby)

